Asegggg memasuki chap 2, sebenarnya cerita ini g panjang, hanya saja author suka bikin penasaran jadi di potong saja kemarin... dan untuk para reader baik yang sudah mereviuw maupun silent reader terima kasih sudah bersabar membaca cerita abal-abal ini.

Cerita sebelumnya :

"Sasuke ini Hyuuga Hinata" kata Sai mengenalkan Hinata, saat Sasuke menduduki kursinya dan "Hyuuga-san, ini ketua Osis kami Uchiha Sasuke" ucap Sai lagi.

Hinata melirik Sasuke sekilas, memberi senyum hambar, 'Jangan sampai dia mengenaliku' doa Hinata dalam hatinya.

Sedangkan Sasuke yang baru memasuki ruangan itu, merasa aneh dengan gadis yang ada di sampingnya itu, beberapa kali Sasuke mencuri pandang hanya untuk melihat gadis yang ada di sampingnya itu. Mencoba menyakinkan dirinya 'Benarkah ini dia? Hyuuga Hinata?' ucap Sasuke dalam hatinya, 'Setelah rapat ini usai aku akan mencari jawabannya' ucap Sasuke sambil menunjukkan seringaian liciknya. Tanpa ada yang menyadari Hinata sudah sangat pusing dengan keadaan ini, ingin segera keluar dan mengakhiri ini 'Kami-Sama tolong kuatkan aku' doa Hinata dalam hatinya ' aku belum siap bertemu dia' kata Hinata lagi.

Declaimer : Naruto punya Hinata Hikari dunk

Duaggg #ditendang Om Kishimoto, ampun Om #sambil sembah-sembah, iya deh Hinata salam mengakui Naruto. Karena Naruto hanya milik Om Masashi Kishimoto

Pairing : Sasuhina poreper

Typo, AU, OOC akut

YOUR LOVE

Selamat menikmati

Rapat Osis yang diadakan di sekolah putra Konoha High School itupun berakhir, mereka telah menemukan tema yang akan di gunakan untuk acara ulang tahun sekolah nanti, konsep acara sementara telah di buat serta pembentukan panitia, baik dari sekolah putra dan sekolah putri yang nantinya akan mengurusi persiapan acara tersebut. Tampak seorang gadis cantik, berkulit putih, rambut indigo yang menutupi punggungnya serta warna pupil mata yang aneh yaitu putih keperakan, tergesa-gesa membereskan perlengkapannya, ialah Hyuuga Hinata, berada di ruangan rapat ini sungguh menyiksanya di tambah harus duduk berdampingan dengan seorang laki-laki yang sangat ingin di hindarinya. 'aku harus segera pergi, Kami-Sama lindungilah aku' batin Hinata berdoa. Hinata berdiri dan baru akan berpamitan pada peserta rapat yang lain, tiba-tiba ketua Osis sekolah putra, Uchiha Sasuke mendahuluinya.

"Tetaplah di sini sebentar Hinata, ada yang perlu aku tanyakan mengenai konsep yang kau sampaikan" kata sasuke yang terkesan seperti perintah bagi Hinata. Keringat dingin membasahi pelipis Hinata, 'Apa Hinata? apa-apaan dia memanggil nama kecilku begitu, tenang Hinata, jangan sampai dia mengenalimu, lagipula kenapa aku harus bertemu dengannya di sini? Padahal aku sudah lupa tentang hal itu' kata Hinata pada dirinya sendiri. Hinata tersenyum kepada Sasuke.

"Iya Uchiha-San?" kata Hinata berbalik menghadap Sasuke dengan tersenyum, memberi kesan bahwa Hinata baik-baik saja bertemu dengan pemuda Uchiha itu.

Sementara keadaan ruang rapat sudah sepi, peserta rapat yang lain telah pergi meninggalkan mereka berdua, tiba-tiba Sasuke menarik tangan Hinata dan mengurung Hinata dengan kedua tangannya sementara punggung Hinata disandarkan di dinding.

"Kau Hyuuga Hinata kan?" kata Sasuke dengan senyum tipisnya, sangat tipis.

'Huaaaa, aku ketaaaahhuuuuaaannnn' jerit Hinata dalam hatinya.

"Hah? Jadi kau ketua Osis cantik yang dibicarakan itu" kata Sasuke sambil memandang lekat wajah Hinata. "Padahal waktu SD beda ya" kata Sasuke menambahkan.

Hinata yang tadi menunduk, setelah mendengar ucapan Sasuke mendongakkan kepalanya 'Ternyata dia masih menyebalkan' batin Hinata. 'Tenangkan dirimu Hinata, kau harus bersikap santai' nasehat Hinata lagi pada dirinya sendiri.

"Ku rasa kau salah orang Uchiha-san, ini adalah pertemuan pertama kita" jawab Hinata tenang, walau sebenarnya hatinya berdebar.

"Apa katamu?" Sasuke mengangkat sebelah alisnya, ia seperti berfikir dan pandangan Sasuke semakin tajam, mencoba mencari kebenaran dari mata lavender Hinata.

"Su... sudah ku bilangkan ini adalah pertemuan pertama kita, aku tidak kenal kamu" ucap Hinata sedikit berteriak. Hinata risih dipandang seperti itu oleh Sasuke.

"Oh... menurutmu begitu?" ucap Sasuke sambil mendekati wajah Hinata, "Kalau begitu akan ku buat kau mengingat tentang aku setelah pertemuan ini berakhir" kata Sasuke dengan seringaiannya dan itu sungguh membuat Hinata bergidig ngeri. Hinata tak berani memandang pupil pekat Sasuke. Serasa ingin pingsan saat itu juga mendengar Sasuke mengatakan itu, 'Rasanya akan terjadi hal yang gawat' batin Hinata 'Kami-Sama lindungilah aku'.

Sasuke telah pergi keluar dari ruang rapat setelah mengucapkan itu, kini hanya Hinata yang tinggal di sana, setelah kesadaran dan tenaganya pulih kembali Hinata bergegas mengambil barang miliknya dan pergi meninggalkan tempat itu. Sementara itu di tangga Sasuke bertemu dengan Gaara.

"Kau tinggalkan dimana dia? Apa dia sudah pulang?" tanya Gaara pada Sasuke tetap dengan wajah datar tanpa ekspresinya.

Sasuke tak menjawab, dia tetap berjalan, kini Gaara berada di sampingnya, mereka berdua berjalan beriringan tanpa sepatah kata, Gaara tidak mendesak Sasuke untuk menjawab pertanyaannya, di ujung koridor Sasuke dan Gaara kebetulan melewati dua orang pemuda yang membicarakan ketua Osis dari sekolah putri itu, sekilah Sasuke dapat mendengar apa yang mereka bicarakan.

"Tadi Hinata Hyuuga manis sekali ya" kata pemuda berambut coklat itu

"Aku juga berpikir begitu, bahkan lebih dari yang dibicarakan, murid putri levelnya memang tinggi-tinggi" kata laki-laki yang berada di samping pemuda berambut coklat itu.

Sasuke tidak mempedulikan dua pemuda itu, ketika mereka melewati dua pemuda itu Gaara bertanya "Apa kaupun berpikir seperti dua bocah tadi itu Sasuke? menurutku dia memang menarik".

"Entahlah" jawab Sasuke datar dan berlalu begitu saja meninggalkan Gaara yang akan memasuki kelas mereka, sedangkan Gaara hanya bisa menatap kepergian Sasuke, dia sangat mengenal karakter sahabatnya itu 'Setidaknya kau bisa pamit denganku, sebelum pergi bodoh' gerutu Gaara ketika melihat Sasuke menuju ke tempat lain.

.

.

.

Sementara semua siswa putra Konoha High School memasuki kelas untuk menerima pelajaran dan Hinata yang telah berpamitan kepada kepala sekolah untuk pulang, merasa lebih tenang karena dia tidak akan digoda oleh anak-anak di sana. Ketika Hinata hampir mencapai pintu gerbang sekolah tersebut tiba-tiba

GREP

"Kau pikir, kau bisa pergi begitu saja sebelum kau mengingat tentang aku?" kata Sasuke setelah menarik tangan Hinata dan membuat Hinata menghadap padanya. Hinata yang diperlakukan seperti itu merasa terkejut. Onix itu berkilat, dan bibir pemuda itu menyeringai lagi. Puas memandang wajah khawatir di hadapannya.

'Kami-Sama apalagi ini? Apa yang ingin dilakukannya sekarang?' batin Hinata.

"Ayo kita pulang" kata Sasuke lalu menarik tangan Hinata menuju parkiran mobilnya.

Hinata menarik tangannya dari genggaman Sasuke, mendongak menatap wajah Sasuke "Hah? Apa katamu? Aku tidak mau, aku pulang sendiri saja atau lebih tepatnya aku menolak!" jawab Hinata tegas dan keras.

Sasuke cukup kaget juga Hinata membentaknya untuk kedua kalinya hari ini, 'Ukh...berani juga dia membentakku' batin Sasuke, kini Sasuke menundukan kepalanya, mendekati wajah Hinata, dan seringaian itu muncul lagi di wajah tampannya. "Kau menolakku Hinata? Kau g sadar bicara dengan siapa? Heh" kilatan dan seringaian licik itu dapat Hinata lihat dari onix dan wajah Sasuke. "Jika kau tidak mau, akan aku ceritakan soal masa sekolah SD kita pada anak-anak sekolah putra dan putri, dan mereka akan tahu apa yang dilakukan ketua Osis mereka dulu, bagaimana Hyuuga Hinata? Jadi kau tak punya pilihan, lebih baik ikuti saja perkataanku" Sasuke tersenyum penuh kemenangan.

"A... aku mengerti, ba... baiklah" kata Hinata dengan muka merah, tak mungkin lagi ia menolak perkataan Sasuke.

Akhirnya mau tidak mau Hinata mengikuti Sasuke ke parkiran, pemuda Uchiha itu menghampiri kendaraannya, mobil sport Hitam senada dengan warna mata dan rambutnya, memang karena Sasuke juga tidak menyukai warna yang terlalu terang.

Sasuke menghampiri mobilnya dan masuk, namun ketika dia membuka pintu mobilnya Hinata masih tetap mematung di dekat pintu mobil penumpang di sebelah Sasuke. baru saja Hinata melangkahkan kakinya untuk membuka pintu belakang mobil tersebut Sasuke menghentikannya.

"Kau tidak berfikir bahwa aku akan menjadi sopirmu kan?, dudk di sampingku" perintah Sasuke.

'Apa? Duduk di sampingnya? Dasar menyebalkaaannnnn' pekik Hinata dalam hati. Hinatapun membuka pintu di samping Sasuke, dengan enggan ia menduduki jok mobil tersebut. Jok mobil mewah itu harusnya membuat Hinata nyaman, keadaan di dalam mobil itu sangat hening, Hinata lebih memilih mengalihkan pandangannya ke sisi jalanan, melihat tumbuhan yang seolah berlarian di tepian jalan.

Setelah beberapa lama Sasuke menjalankan mobilnya, Sasuke merasa canggung dengan keheningan ini ' kenapa jadi begini?' batin Sasuke.

"Aku ingin pergi ke suatu tempat!" Sasuke akhirnya memutuskan untuk memecah keheningan. tak jauh dari sekolah mereka, tiba-tiba Sasuke membelokkan mobilnya dan masuk ke area gedung yang luas, di depan gedung itu bertuliskan Welcome to Shironishi School.

'Di sini' batin Sasuke.

'Huh, kami datang ketempat yang menyebalkan' batin Hinata.

"Hai, aku mau masuk, kau juga harus ikut" perintah Sasuke sambil meraih tangan Hinata dan menariknya masuk.

"Apa? Tunggu apa maksudmu?" tanya Hinata

"Sudahlah, cepat ikut"

Mereka berjalan menuju sebuah ruangan, ruangan itu penuh dengan tempelan binatang dan tumbuhan, dinding eserta jendelanya diberi pernak pernik agar kelas tersebut tampak menyenangkan. Itulah sekolah mereka ketika mereka SD dulu. Hari ini sekolah itu tampak sepi karena para penghuninya telah pulang.

"Wah, sudah lama sekali kita tidak kemari, semua tampak kecil" kata Sasuke ketika mereka memasuki ruang kelas tersebut.

Hinata tidak mempedulikan apa yang sasuke katakan, dia pun telah masuk ke kelas itu bersama Sasike 'Yang lebih penting, kenapa aku ada di tempat yang menyebalkan ini bersamanya?' batin Hinata lagi.

"Apa kau ingat Hinata, saat kau bilang suka padaku waktu itu..." Sasuke belum menyelesaikan perkataannya namun Hinata telah memotongnya.

"Su... sudah ku bilang soal suka waktu itu...hmmmm" tiba-tiba ucapan Hinata yang setengah berteriak itu terhenti lebih tepatnya dipaksa berhenti karena mulut Hinata dibekap oleh Sasuke.

"Hinata diamlah" dengan cekatan Sasuke menarik Hinata dan bersembunyi di bawah meja guru.

FLASHBACK

Ketika itu Hinata masih duduk di bangku sekolah dasar, dia akan ke lapangan untuk bermain bersama teman-temannya, Hinata melewati segerombolan anak laki-laki yang merupakan teman sekelasnya.

"Katanya si Hyuuga bilang suka padamu sasuke, apa jawabanmu?" kata seorang siswayang berada di dekat Sasuke, dan itu tepat saat Hinata akan berjalan melewati mereka. Semua yang berada disana langsung melihat Hinata, tak terkecuali Sasuke. dengan mata nyalang menatap Hinata, Sasuke berkata "Aku... aku g suka cewek jelek kayak kamu!".

Setelah itu semua anak laki-laki yang berada di sana mengejek dan mengatainya.

"Gyahahhaha cewek jelek katanya" kata seorang anak yang bertubuh gempal

"Si Hyuuga jelek itu di tolak, Sasuke hahahahha" kata yang lain lagi.

"Si Hyuuga bodoh, hahahaha" ada lagi yang menyambung. Tak sanggup di katai seperti itu Hinata akhirnya memilih untuk pergi.

END FLASHBACK

Sasuke dan Hinata masih bersembunyi di kolong meja tersebut, sesaat setelah Hinata berteriak Sasuke merasa ada yang datang, mungkin itu penjaga sekolah, mereka tidak ingin merurusan dengan penjaga itu, makanya Sasuke memilih untuk bersembunyi.

"Ah, tidak ada siapa-siapa" kata orang tersebut, lalu pergi meminggalkan kelas.

Sementara Hinata harus mengontrol perasaannya, jantungnya mulai berdebar 'Aku berada sedekat ini dengannya, kami dekat sekali' batin Hinata.

Setelah Sasuke yakin orang tersebut telah pergi, Sasuke memilih tetap bersembunyi.

"Akhirnya dia pergi juga, payah, ini semua gara-gara kau teriak" kata Sasuke.

"Ini karena Sasuke-kun memaksa masuk ke sini" kata Hinata.

Tiba-tiba Sasuke menoleh pada Hinata, lalu memeluknya dari belakang.

"Hai lepaskan aku" kata Hinata sambil melepaskan pelukan Sasuke.

"Akhirnya kau memanggilku Sasuke, Hinata" kata Sasuke tetap memeluk Hinata dan sasuke dapat mencium aroma Lavender dari rambut Hinata.

'Aku benci dia, seharusnya aku membencinya' batin Hinata 'dan kenapa aku berdebar-debar begini' sambung Hinata, jantungnya semakin berdetak dengan kencang kala merasakan hembusan nafas Sasuke.

"Hinata, sebenarnya waktu itu..." perkataan sasuke terhenti, tiba-tiba brugh...

TBC

Balas-balas Reviuw :

Jolie luv : terima kasih untuk reviuwnya, ini sudah Hikari lanjutkan, tunggu chap berikutnya ya.

Sana Uchiga : salam kenal juga Sana-chan, terima kasih reviuwnya ya, itu sudah Hikari paparkan masa lalu mereka. Baca lagi chap selanjutnya ya...jaaa

Cieru cherry : terima kasih reviuwnya, tuh sudah Hikari lanjutkan, baca chap selanjutnya ya Cieru-chan.

Rifvany Hinata-chan : terima kasih reviuwnya Rifvany-san, salam kenal juga, ini sudah Hikari lanjut ceritanya, tapi jangan lupa baca chap selanjutnya ya. Dan terima kasih banyak atas masukannya, Hikari tunggu lagi reviuwnya.

Author minta maaf pada para reader, awalnya author hanya ingin membuat 2 chap aja tapi ternyata masih ada ide dan ide itu mengalir saja, jadi mohon baca dan tunggu chap berikutnya ya...terima kasih ^_^.

Hinata Hikari