[A/N] : Maaf yang kemarin salah postingan /bow/

ini sequel yang sebenarnya.


가슴이뛴다[ My Heart Is Beating ]

(Sequel of Do You Feel Me)


Aku mulai menikmati hidupku; yang tadinya dipenuhi kesuraman, perlahan terkikis oleh hangatnya sinar cinta.

Dirinya mampu menghargai keberadaanku. Mengundang keyakinan bahwa dia memang digariskan sebagai belahan hatiku; yang mampu menyingkirkan nestapa yang terus membelenggu hidupku.

Senyum hangatnya yang secerah sinar mentari mampu mengusir kedinginan hati, jiwa, dan perasaanku. Perlakuan tulus penuh kasihnya membuatku melayang.

Yang aku harapkan, semoga cinta tulus kita akan terus bertahan tanpa tergerus zaman...


가슴이뛴다[ My Heart Is Beating ]

(Sequel of Do You Feel Me)

© Shouda Shikaku^^

Genre : Romance, a lil' bit Humor, Fluff, AU

Recommended Song : 케이윌( ) - 가슴이 뛴다 [ My Heart Is Beating ]


Dua insan yang mulai merajut tali kasih, nampak menikmati kebersamaan mereka yang memang direncanakan. Sang namja manis nampak menyandarkan kepalanya d bahu tegap sang pangeran.

Sementara itu, sang pengeran menggenggam erat jemari lentik sang terkasih. Degupan jantung yang disertai menguarnya segenap rasa cinta di seluruh tubuhnya, kian membuat suasana malam di kastil Kerajaan Flame terasa hangat.

Namja manis bernama Byun Baekhyun itu menggumam lembut, melafalkan sepenggal lagu yang mampu membuat jantung Pangeran Park berdentum keras. Suara lembut bak irama surgawi itu terus mengalun.

"chagiya~"

Suara bass itu menghentikan penggalan bait yang tergumam dari bibir tipis nan mungil Si Manis Byun. Seulas senyum manis merekah sempurna di raut menawannya.

"nde?"

"..."

Chanyeol terdiam ia hanya mengulas senyum tipis. Wajah tampannya kian bersinar tepat setelah cahaya rembulan memasuki celah di kamar besar di Kastil megah tersebut.

Baekhyun menggeleng kecil, dia beranjak dari samping Chanyeol, dan mulai melangkah meninggalkan sang kekasih. Langkah kaki mungilnya mengarah tubuh ringkihnya menuju ruangan terbuka di kastil; dimana terdapat tumbuhan merambat di dindingnya.

Ternyata tanpa Baekhyun sangka sebelumnya, Chanyeol mengikuti gerak-geriknya. Tiba-tiba tubuh mungil Baekhyun terhuyung dan langsung terhempas di dinding. Jemari lentiknya berangsur; bertaut dengan jemari panjang sang kekasih.

Logam mulia yang melingkar sempurna di jari manisnya beradu dengan milik Chanyeol. Ya, mereka telah terikat dengan sakral rupanya.

Hembusan nafas berat menerpa tengkuk Baekhyun. Membuatnya tersenyum malu, disertai semburat manis yang menghias pipi chubby-nya.

"saranghae, saranghae, saranghanda~" bisik Pangeran Park tepat di telinga Baekhyun; mengundang dentuman menggila di rongga dada Si Mungil.

"Chagiya~.." balas Baekhyun manja.

"..."

Chanyeol hanya tersenyum. Sejujurnya, dia juga agak malu mengingat posisi mereka kali ini terbilang intim. Hahaha, bagaimana tidak, pasalnya tubuh jangkungnya kini melekat dengan sang kekasih yang memunggunginya. Jemari mereka masih bertaut. Segenap perasaan sayang dan tulus mulai menggelayari tubuh mereka.

"kau tahu, Baek.. aku akan terus mencintaimu dengan sepenuh jiwa dan ragaku.."

"ne, arrayo.. nado.."

Lagi, keduanya tersenyum. Menebar aura bahagia berbalut cinta bersamaan dengan berhembusnya angin segar di malam pertengahan musim panas.

.

.

3 bulan berlalu...

Keadaan mansion Byun benar-benar di luar perkiraan. Mansion itu bertambah suram dan menyedihkan. Sang pemilik bahkan jarang terlihat di area luar mansion.

`srak`

`srak`

`srak`

Gesekan alas kaki dengan rumput dibawahnya membuat suasana hening mulai terpecah. Sesosok pemuda tampan dengan raut wajah tampan – namun tergores oleh gurat lelah – tergesa memasuki mansion megah tersebut.

Ditangan kanannya tersemat sebuah payung transparan; yang – diharapkan – mampu mengurangi kerinduannya terhadap seseorang, keriunduan yang kian menghujam rongga dadanya.

"Baekhyunnie~..." satu nama terlantun indah di bibir tipis sang pemuda tampan, "..hyung merindukanmu..."

"..."

Langkah kakinya yang dulu selalu tegas, terlihat rapuh. Sorot mata tajamnya yang dulu selalu mengintimidasi, perlahan menyurut; berganti menjadi sorot kosong namun tersirat luka penuh kesakitan di dalamnya.

Tangan panjangnya tergerak, meraih handle pintu megah di hadapannya.

"cih, sekarang kalian rasakan akibatnya.." decihnya malas.

~kriett

Pintu terbuka lebar. Menampilkan pemandangan mewah – namun suram – dari ruang utama Mansion. Samar-samar terdengar rintihan menyakitkan dari seberang ruangan.

"..hiks.. Baekhyunnie~ maafkan umma, eoh.. maafkan umma Baekhyunnie~ maafkan umma... hiks.."

Baekbeom – namja tadi – menghembuskan nafasnya berlahan. Senyum miris terukir di wajahnya. Sejujurnya, ia sendiri merasa amat – sangat – frustasi menghadapi keadaan ini.

Benar, Ny. Byun menderita gangguan jiwa tepat 2 hari setelah kepergian putra bungsunya.

Tn. Byun? Beliau kini sibuk menyelesaikan berkas perkara yang diajukan Kyuhyun kepada pengadilan. Ya, keponakan kebanggannya itu teramat murka disaat tahu Baekhyun diusir, dan langsung melaporkan kejadian itu ke pihak yang berwenang atas kasus penganiayaan.

'..Ahjussi.. aku sangat kecewa padamu! Bahkan kekecewaanku teramat besar dari kekecewaan yang Baekbeom hyung rasakan!..'

Kalimat itu terus terngiang di fikiran Baekbeom. Dan yeah.. Kyuhyun bersikukuh tidak akan mencabut tuntutannya terhadap Tuan Byun sebelum dongsaeng kesayangannya itu di temukan.

Tapi kembali kepermasalahan awal...

Kemana lagi mereka kan mencari Baekhyun?

.

.

Dan satu yang membuat Kyuhyun menyeringai..

.

.

Tuan Byun mengaku bersalah atas semua tingkah laku beliau selama ini..

.

.

Kembali ke Kastil Kerajaan Flame~

Sesosok namja bersurai pirang, dan menyandang sebagai sulung dari saudara-saudaranya, tengah bersandar di pintu utama Kastil. Iris tajamnya terpejam, dengan fikiran yang mulai ia fokuskan guna menikmati keadaan di sekelilingnya.

"...hmmm.. Chanyeol, bahagiakanlah namja-mu itu.." bisiknya pada sang angin; dan berharap jika sang buana mampu menyampaikannya pada sang adik.

Tak jauh darinya, salah satu adiknya yang berjuluk guardian angel – Joonmyeon tentu saja – hanya tersenyum simpul. Ia terus memperhantikan tingkah laku saudara-saudaranya. Tak luput juga sikap yang pasangan Park itu lakukan.

"hmm.. mereka pasti akan bahagia.."

Sementara itu..

Baekhyun terkekeh geli. Telinganya menangkap degupan ekstra dari rongga dada Chanyeol. Ia pikir, hanya dirinyalah yang merasakan hal tersebut. Tapi pada kenyatannya, detak jantung Chanyeol lebih menggetarkan..

"Chanyeollie~.."

"nde?"

"jantungmu bekerja dengan ekstra, ne?"

"heumm.. aku begini karena ada kau, chagiya~"

~blush

Baekhyun ingin menenggelamkan dirinya sendiri. Padahal kalimat-kalimat seperti sudah biasa Chanyeol lontarkan untuknya. Tapi tetap saja, gumpalan darah mengalir dengan derasnya ke pipi Chubby-nya; jangan lupakan jantungnya yang ikut menggila.

"aish.. hentikan omong kosongmu, Yang Mulia Park.." cibir Baekhyun kemudian.

"aku berbicara fakta, bukan sekedar omong kosong yang kau tuduhkan – selalu – padaku.." balas Chanyeol tegas.

~glup

Baekhyun menelan salivanya kasar. Eoh, ia merutuki mulutnya yang memang suka ngawur; bicara seenaknya tentu saja. Dan ehem.. hal itu berujung pada hukuman errr~... agak tabu jika dibicarakan – if you know what I mean, guys –

"mianhae.." Baekhyun mencicit, masih dengan posisinya sedari tadi -_-

"..."

Dengan segera Baekhyun membalikkan tubuh mungilnya yang sedari tadi memunggungi 'suami'nya. Yup, sedari awal sudah tersebut bukan, jika mereka sudah terikat?

~DEG

Baekhyun – agak – menyesal karena telah membalikkan badan. Kini, Chanyeol tengah menatapnya dengan tatapan penuh nafsu. Jangan lupakan smirk mengerikan yang menghiasi wajah tampannya.

Tanpa berkata-kata, dengan perlahan Chanyeol mengeliminasi jarak wajah keduanya. Dengan refleks, Baekhyun memejamkan matanya. Seiring dengan terhembusnya nafas hangat yang menampar (?) wajah cantik nan manisnya.

~Chu

Belah cherry keduanya bertaut. Menyalurkan segenap perasaan yang membuncah. Perlahan mengundang perasaan hangat di rongga dada keduanya. Chanyeol melumat lembut bibir bawah Baekhyun, kemudian melepaskan tautan singkat tersebut; tanpa melepaskan tautan keningnya tentu saja.

"Baekhyunnie~.."

"hmmm? Waeire~?"

"kau tahu?"

"apa?"

"jantungku berdetak kencang, sejak pertama kali kita berinteraksi.."

"..."

"dan saat itu juga, aku merasa akan selalu bahagia disaat kau membebaskan kami dari kutukan itu.."

"Yeolliee~..." mata Baekhyun berkaca-kaca mendengar penuturan belahan hatinya.

"ssst... jangan menangis..."

Chup

Kecupan manis mendarat di bibir mungil Baekhyun. Dan Chanyeol kembali menempelkan keningnya di kening Baekhyun.

"Baekhyunie?"

"nde, chagiya?"

"...Jeongmal neomani neomani jeonbuin na,neoreul bogo tto anado nunmuri na

Eotteokkae niga, naege ongeoni, mideul su eobseul mankaeum~...

Neoreul Saranghae~" bisiknya tepat diatas bibir tipis Baekyun.

"gumapta.."

Keduanya tersenyum tulus.


The END


Epilogue :

.

.

Baekhyun merapihkan pakaian yang ia kenakan, mantel berwarna putih gading yang membungkus tubuh mungilnya.

Sementara itu, tak jauh darinya, Chanyeol nampak gagah dengan pakaian khas putra mahkota Kerajaan Flame – sebuah coat dark blue dengan line berwarna gold menutupi sebuah kemeja berwarna putih dengan bawahan celana berwarna hitam – dan combat boot hitam; justru mempertegas ketampanannya.

"kau sudah siap, yeobbeo?" suara bass Chanyeol menggema di ruangan yang hening.

"tentu saja.." seulas senyum manis terbentuk di wajah ayunya.

Chanyeol ikut tersenyum, tangannya terulur guna meraih jemari lentik sang 'istri'. Dengan perlaha mereka mulai melangkah.

"eomeonim, abeonim.. kami datang..." seru Chanyeol kemudian.

.

.

Sementara itu di Mansion Keluarga Byun..

"Umma!"

"ada apa Baekbeom?"

Baekbeom berlarian dengan sebuah surat berhiaskan emas di sisinya.

"lihat apa yang aku bawa.."

"apa itu?"

Ummanya yang sibuk memasak langsung menghentikan aktifitasnya. Beliau mendektai Baekbeom yang berhenti di pintu yang menghubungkan dapur dan ruang makan.

Nyonya Byun meraih selembar kertas – eumm sepertinya surat – yang Baekbeom ulurkan. Mata sayunya mulai difokuskan; begitu pula fikirannya. Setelah beberapa saat kemudian..

"Ya Tuhan~! Anakku kembali! Dia sudah menikah! Aigoo..." pekikan Nyonya Byun mengundang perhatian Tuan Byun yang sibuk membereskan berkas perusahaan dan perjanjiannya dengan Kyuhyun.

"ada apa yeobbeo?" suara beliau menyiratkan jika beliau tengah kebingungan.

"lihat ini.."

Tuan Byun menerima surat dari istrinya. Seketika..

"Aigooo... apa ini benar?"

Dan

Cklek~

Tampaklah sepasang manusia yang berdiri dipintu utama Mansion Byun. Yang satu berwajah cantik, dan yang lainnya berwajah amat tampan.

"Baekhyunnie..."

"appa.. umma..."

Tuan dan Nyonya Byun berlari, mereka menghambur – memeluk – putra bungsu mereka. Isak tangis terdengar mengharukan dari mereka.

"Maafkan kami, aegya..."

"gwaenchana appa, umma.. dan perkenalkan.. ini suamiku.. Pangeran Park Chanyeol dari kerajaan Flame..."

Keduanya tersentak. Bukankah.. kerajaan Flame hanya mitos dari daerah mereka?

"anyeong haseyo abeonim, eomeonim.. joneun Park Chanyeol imnida.." ujarnya hormat, kental dengan budaya para bangsawan.

"AAAAAAAAAAAA! MENANTUKU SEORANG PANGERAN!"

.

.

.

A/N :

Hola~ aku Baek (?) egen :v

Ini adalah sequel yang kemarin kalian minta. Maaf jika alurnya terlalu cepat karena ini idenya sudah terlalu mentok di otak :v /ditabok/

Disarankan dengar lagunya Kim Hyeong Soo ( KWill ) yang My Heart Is Beating :3

Balasan Review :

Kentan VJ 151 :

Bagaimana? sudah tahukan bagaimana orangtuanya? ini sequelnya, yah. Thanks atas apresiasinya^^ /peluk cium/

Hunniehan :

ini next story-nya^^. tenang Tn Byun dan Ny Byun sudah sadar, kok^^. dan masalah mereka nikah, emang sudah :D

Thanks atas apresiasinya /peluk cium/

Meliarisky7 :

ini sudah lanjut^^. Thanks atas apresiasinya^^

Yosh... Review again~?

/bbuing-bbuing/