Blue sky
Cast:
Lee Donghae
Kim Eunhyuk
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
And others
Synopsis:
Suatu kesalahan, membuat seorang namja frustasi dekat dengan namja cerewet dan menyebalkan. Akankah dia tahan berlama-lama dengan namja bawel tapi manis itu? Cara apa yang dipergunakan si namja manis untuk mendekati namja dingin bak pahatan es yang selalu menolak kehadirannya? / "kenapa kau kemari lagi?"/ "kau datang tidak datang sama saja"/ "kenapa aku ikan jelek itu"/ " jangan pergi, aku tidak mau sendiri"/ "tuhan… dapatkah aku menyukainya?"
Warning: Yaoi/BL, AU, OOC, EYD bertebaran, Geje, abal, dan sebagainya -_-
Tidak suka jangan dibaca, arra?
Chapter 2
Donghae tengah menatap langit dari kaca jendela. Karena tabrakan itu, kakinya harus digips dan tidak boleh bergerak. Jadi dia hanya bisa menghabiskan waktunya di atas tempat tidur. Donghae menoleh saat mendengar pintu kamarnya terbuka. Seorang namja manis bertubuh langsing muncul dari baliknya.
"annyeong Donghae-ssi" sapa namja itu. Donghae berdecak kesal.
"kenapa kau kemari lagi?" Tanya Donghae datar. Semenjak Donghae pulang dari rumah sakit pelaku penabrakanya ini selalu datang dan menemaninya dirumah hingga sore menjelang.
"tentu saja melakukan tugasku" jawab namja manis bernama Kim Eunhyuk itu. "bukanya aku sudah janji, akan merawatmu sampai kau sembuh"
"tidak perlu! Aku bisa sendiri, lagipula aku tidak suka ada orang asing dirumah ini" kata Donghae ketus. Eunhyuk tersenyum lebar lalu duduk di samping tempat tidur Donghae.
"ya kalu begitu, aku akan lebih sering kemari! Jadi aku tidak menjadi orang asing lagi" kata Eunhyuk sambil memberikan apel yang sudah dikupasnya pada Donghae. Namja arogan ini hanya membuang muka pura-pura tidak memperhatikan. Eunhyuk tidak kehilangan akal, dia memegang dagu Donghae dan memasukkan apel itu secara paksa.
"apa yang kau lakukan!?" seru Donghae marah yang dibalas cengiran tanpa dosa dari namja penyuka susu strawberry ini.
"bukanya orang sakit itu butuh banyak nutrisi! Eum.. begitulah info yang aku baca dari Koran pagi yang kuantar" jelas Eunhyuk, Donghae yang kesal memilih membuka bukunya. "kau sudah makan Donghae-ssi?" Donghae tetap membaca bukunya, membuat Eunhyuk mendengus kesal. Dia melihat meja didepan televisi. Terhidang nampan penuh makanan yang tidak tersentuh. "kau belum makan ya? Baiklah aku buatkan makanan oke? Tunggu sebentar" Eunhyuk berjalan keluar kamar, Donghae meliriknya lalu kembali menyibukkan diri dengan buku bersampul biru itu.
"aduh dimana sih dapur Donghae-ssi? Rumahnya terlalu luas" kata Eunhyuk sambil berjalan menatap kiri-kanan. "dirumah seperti ini dia hidup sendiri, pasti sangat kesepian" setelah berputar-putar naik turun tangga akhirnya Eunhyuk menemukan dapur bergaya minimalis yang super mewah itu.
"ini untung cuma cari dapur, bagaimana kalau aku cari toilet? Bisa-bisa keluar di jalan" gerutu Eunhyuk. Dia membuka kulkas dua pintu itu. "uwoo lengkap! Coba kalau aku punya kulkas sebesar ini, pasti tubuhku tidak akan kurus" kata Eunhyuk lalu mulai memasak.
Beberapa menit kemudian, Eunhyuk kembali ke kamar yang didonimasi warna hitam itu. Dia menaruh nampan di meja samping tempat tidur Donghae. Namja tampan ini hanya melirik dari balik bukunya.
"Donghae-ssi ayo makan! Setelah itu minum obat supaya cepat sembuh"ucap Eunhyuk merajuk. Donghae tetap acuh, membuat namja manis ini mengerucutkan bibir. "kalau kau tidak makan, sia-sia dong aku buat? Kan sayang nasi dan bumbu terbuang percuma! Padahal banyak saudara kita di luar sana yang bekerja banting tulang untuk sesuap nasi, dan kau tidak kasihan padaku? Mencari dapurmu saja butuh kerja keras, belum lagi bergelut dengan alat dapur yang canggih itu?"
"siapa yang menyuruhmu membuat makanan" kata Donghae tanpa mengalihkan tatapannya dari buku. Eunhyuk yang kesal segera mengambil buku itu.
"apa yang kau lakukan?!"
"menyuruhmu makan! Habiskan nasi goreng itu, baru aku kembalikan buku jelek ini"
"apa katamu? Buku jelek? Yaa di dunia hanya ada 10 buku yang seperti ini, dan harganya mahal"
"aku tidak peduli, tuan kaya! Sekarang makan atau aku bakar buku mahalmu ini" ancam Eunhyuk. Mau tidak mau Donghae menurutinya. Dengan kesal dia menyendok nasi goreng itu. 'enak' hanya satu kata yang dapat mendeskripsikan rasa nasi goreng buatan namja bawel ini.
"bagaimana rasanya?" Tanya Eunhyuk antusias.
"biasa saja" jawabnya singkat. Walaupun begitu namja tampan ini menghabiskan nasi goreng itu tanpa tersisa, membuat Eunhyuk terkikik geli.
"katanya biasa saja, tapi nyatanya kau sanggup menghabiskanya"
"itu karena terpaksa!" seru Donghae tidak terima.
"hu'uuh dasar tukang bohong"
Jam dinding menunjukkan pukul 8 malam. Eunhyuk mengenakan jaket usangnya dan berpamitan pada si pemilik rumah.
"aku pulang dulu Donghae-ssi, besok aku akan datang lagi"
"bukan urusanku!" kata Donghae ketus. Eunhyuk menggeplak dahi Donghae. "yaa! Apa yang kau lakukan?"
"itu ucapan selamat malam dariku! Annyeong Donghae-ssi" Eunhyuk melambaikan tangan sambil berjalan pergi. Donghae menatapnya saat pintu itu tertutup.
