SEQUEL OF OH's STYLE

Cast : Oh Sehun, Kim Jongin, Kris, Luhan, Suho, Chanyeol, Tao

Genre : Drama musical (?)

Rated : T

Author : Ohorat

Warn : YAOI. BL. TYPO(S)

.

.

.

.

Nb: Huruf bercetak miring dan tebal itu buat back soundnya ya, biar lebih kerasa emosinya(?)

.

.

Play : Various Artist - Love Is Inst. Comic Ver. (The Heirs Ost.)

Sehun dibuat kesal untuk kesekian kalinya oleh Jongin yang tak lain adalah kekasihnya sendiri. Siapa yang tak kesal jika melihat kekasihmu sendiri bersenda gurau dengan mantan kekasihnya? Siang tadi saat di kantin, Sehun melihat Jongin berbincang dengan Do Kyungsoo, namja manis nan pendek di kelas sebelah. Dari pancaran matanya saja, Sehun tau kalau mereka masih menyimpan perasaan yang sama seperti dulu. Hati Sehun sangat dongkol sekarang, emosinya mendidih sampai ke ubun-ubun dan mengeluarkan asap seperti ceret yang berbunyi karena air-nya sudah matang.

Ia menendang kaleng-kaleng yang berserakan di trotoar, sampai-sampai kaleng itu mengenai seorang ahjussi berkepala botak dan bertubuh tambun di sebrang sana. Beruntung, ahjussi itu memunggunginya, maka saat pria itu melirik ke kanan ke kiri, Sehun bersikap seolah dia bukan pelakunya dengan berjalan santai dan bibir yang bersiul.

Sepeninggal ahjussi itu, Sehun kembali mendumal dan lagi-lagi menendang apapun yang ada dihadapannya. Tiang lampu jalan pun menjadi korban kaki jenjangnya, namun setelah itu Sehun sendiri yang meringis karena rasa sakit yang mendera di bagian kaki dalamnya.

Langit sudah gelap, Sehun sengaja pulang telat dari sekolahnya karena tidak ingin pulang bersama Jongin. Terlalu kesal jika harus bertemu manusia berkulit gelap itu, hatinya masih terasa kecewa. Katanya.

"Dasar pesek, hitam, panuan, jelek!" ejekan itu terus keluar dari bibir tipis Sehun sejak ia keluar dari gedung sekolah. Sepertinya, Sehun benar-benar marah.

Tiba-tiba langkahnya terhenti saat dilihatnya seorang kakek-kakek menghampirinya dengan berjalan sempoyongan. Tubuhnya masih tegak –tidak bungkuk, dan Sehun pikir kakek-kakek ini belum terlalu tua. Tapi, kenapa ia berjalan sempoyongan seperti itu? Apa dia mabuk?

Sehun mengeratkan pegangan di kedua tali ranselnya, matanya mengedip gugup karena pria itu semakin mendekat ke arahnya. Suasana sudah sepi dan ia yakin sekarang sudah pukul 9 malam.

"Anak muda..." suara pria itu bergetar khas seorang kakek-kakek membuat Sehun sedikit melangkah mundur.

"Kenapa jam segini masih keluyuran? Apa kau tidak takut?"

Sehun masih diam sambil memperhatikan pria itu dari atas sampai bawah.

"Aku ingin..."

Play : Lee Hongki – I'm Saying (The Heirs Ost.)

Kalimat selanjutnya tak bisa author dengar karena tiba-tiba saja gaung mobil terdengar sangat keras sebelum berhenti tepat disamping Sehun dan kakek-kakek itu.

Sebuah tarikan kasar dapat Sehun rasakan di lengan kirinya. Mata sipit itu membulat saat melihat Kris –kakak kelasnya yang selalu mengejar cinta Sehun, namun tetap Sehun tolak- berdiri disampingnya dengan mata berkilat tajam, bukan pada Sehun, tapi pada kakek-kakek yang berdiri di depan mereka.

"YA! Jangan mengganggunya! Dasar pemabuk!" bentak Kris membuat kakek-kakek itu hanya melongo seperti orang bodoh.

Namja tampan bersurai pirang itu menatap Sehun yang menatapnya kesal. Kilatan tajam itu sudah menghilang, digantikan dengan tatapan lembut.

"Mau kerumahku?"

Mereka bertatapan beberapa detik seperti Kim Tan yang datang menyelamatkan Cha Eunsang. Yah, hanya beberapa detik sampai terdengar bunyi tamparan keras di pipi kanan Kris.

Siapa pelakunya? Ya, kalian benar. Sehun pelakunya.

"K-kenapa kau menamparku?" Kris tergagap sambil memegangi pipi kanannya yang mulus itu.

"Bodoh! Kakek itu hanya menanyakan alamat!" bentak Sehun dan menujuk pria tua yang sudah berjalan jauh dari tempat mereka.

"Dasar anak jaman sekarang..." pria tua itu bergumam dengan suara bergetarnya.

Apa yang terjadi dengan Kris? Namja yang mengaku dirinya paling keren di sekolah itu hanya melongo seperti orang bodoh melihat punggung pria yang tadi ia bentak semakin menjauh.

Sepertinya, usaha Wu Tan menyelamatkan Oh Eunsang kali ini gagal lagi.

.

.

.

.

Pagi ini halaman depan sekolah SM Highschool yang luasnya seperti lapangan sepak bola itu terlihat genting. Para siswa maupun siswi berkumpul mengelilingi dua orang namja yang saling menatap tajam satu sama lain. Seolah ada listrik yang keluar dari mata keduanya dan bisa membunuh dalam sedetik saja.

Jongin dan Sehun, sepasang kekasih yang tengah saling menatap tajam itu membuat heran para penghuni sekolah. Mereka biasanya terlihat romantis, tapi hari ini berbeda. Tatapan keduanya seolah mengatakan bahwa mereka saling membenci.

"Sudah tahu memiliki kekasih, tapi malah pulang berdua dengan namja lain." Sindir Jongin diakhiri senyuman menyebalkannya.

Sehun terkejut mendengarnya. Jadi Jongin menyalahkan dirinya?

"Apa? Siapa yang pulang dengan namja lain?!"

"Kau dan si tiang bergigi itu!"

Sehun makin membulatkan matanya, "Aku tidak akan pulang dengan dia jika kau tidak bermesraan dengan mantanmu itu!"

Kini Jongin yang terlihat terkejut membuat Sehun tersenyum menyeringai dan terdengar suara terkejut juga dari orang-orang yang mengelilingi mereka.

"Siapa yang kau maksud dengan mantan?" kedua alis Jongin bertaut.

"DIA!" telunjuk kanan Sehun mengarah pada namja paling pendek di kerumunan itu dan yang ditunjuk langsung tergagap karena ketahuan sedang menggali lubang hidungnya.

Jongin yang melihatnya pun memasang wajah 'Iyuh, Kyungsoo, jorok sekali kau!'

Sedangkan Sehun, tetap menyeringai karena mendapat dua poin dari pertengkarannya dengan Jongin.

Semua mata disana –termasuk Sehun dan Jongin- tertuju ke arah kiri karena tiba-tiba saja mendengar lagu Paradise-nya T-Max bersamaan dengan munculnya siswa bertubuh jangkung dengan rambut pirangnya yang terhempas angin, dan jangan lupakan kedua siswa di belakangnya. Author menyipitkan mata saat melihat kedua name tag siswa pendek itu, yang ternyata bernama Luhan dan Suho.

Seperti ada efek slow motion, ketiganya berjalan sangat pelan juga para siswa siswi dengan bibir yang membulat. Ada yang menggigiti kukunya sampai habis dan ada juga yang mengeluarkan darah suci dari hidungnya.

Bagaimana dengan Jongin? Dia hanya menatap malas ketiga namja aneh itu yang terlihat kekanakan.

Namun, lagu T-Max yang fenomenal di kalangan remaja itu menjadi berhenti seperti kaset rusak ketika dengan kerennya, kaki Luhan tersangkut kerikil di depannya dan membuat mulut manis Luhan berteriak, "Eh copot lo! Eh copot!"

Kris menatap malas temannya itu karena sudah merusak image kerennya yang selama bertahun-tahun sudah ia jaga.

Mungkin lain kali, Kris akan merekrut teman keren yang tak latah.

Play : Various Artist – Portents of War (The Heirs Ost.)

"Siapa yang kau maksud dengan tiang bergigi? Dasar hitam!" Kris mendecih didepan Jongin sebelum menghampiri Sehun dan merangkul bahunya posesif. Dan tentu saja membuat iblis yang tertidur di tubuh Jongin terbangun.

"YA! Lepaskan tanganmu itu!" teriak Jongin namun Kris malah mengeratkan tangannya, mengabaikan Sehun yang berontak dalam rangkulannya.

"Aku tak akan melepasnya dengan mudah. Ini salahmu sendiri, Jongin." Kris berujar santai sambil menyeringai membuat Sehun terdiam dan Jongin yang terlihat bingung dengan perkataannya.

"Kau sudah melepasnya dan sekarang biarkan aku yang memilikinya."

Kedua tangan Jongin terkepal erat, rahangnya menegas kala mendengar kalimat-kalimat menyebalkan itu di telinganya. Ia tidak mungkin membiarkan Sehun berlabuh di pelukan namja seperti Kris.

Jongin menghela napasnya sebelum berkata, "Tak semudah itu kau bisa memilikinya. Bagaimana kalau kita battle saja, huh?"

"Kedengarannya menyenangkan."

Sehun celingukan ditempatnya, "YA! Jangan bilang kalian bertaruh untuk mendapatkanku!"

"Kurang lebih begitu." Kata Kris masih sambil tersenyum.

"APA?! YA! AKU BUKAN BARANG!" Sehun berteriak namun tak dihiraukan kedua namja yang tengah saling menatap penuh tantangan itu.

"Aku yakin, kau akan kalah, tiang bergigi." Jongin menyeringai dan memuat senyum Kris lenyap dari wajah tampannya. Ia terlihat kesal sekarang.

Tangan panjangnya melepas Sehun lalu terdengar musik drum yang entah darimana datangnya.

Kedua teman Kris, Luhan dan Suho sudah bersiap di belakangnya. Begitu juga di belakang Jongin, ada dua orang siswa jangkung yang tadi sempat kenalan dengan author bernama Chanyeol dan Tao.

Kris dan kedua temannya maju selangkah dengan telunjuk kanan menempel di pelipis mereka, namja berambut pirang itu mulai bernyayi,

"Dia pikir, dia yang paling hebat. Merasa paling jago dan paling dahsyat."

Luhan dan Suho mengeluarkan suara mereka, "Dia memang jago! Ayam jago! Kukuruyuk... petok petok... hahaha! Dia memang dahsyat! Tapi dijegal cewek jatuh... hahahaha!"

Jongin mengerutkan hidungnya kesal sebelum kemudian maju satu langkah dengan kedua temannya.

"Dia pikir, dia yang paling hebat. Merasa paling pintar dan paling kuat."

Dua namja dibelakangnya juga ikut mengeluarkan suara, "Dia memang pintar! Pintar ngibul! Hahaha! Dia memang kuat! Kuat makannya alias rakus... hahahaha!"

Kris dan kedua temannya ikut tersulut emosi, mereka kembali melangkah dan menatap Jongin penuh amarah. Sedangkan Jongin dan teman-temannya hanya menatap angkuh sambil menyilangkan kedua tangan di dada.

Kris mulai bernyanyi lagi, "Yang namanya jagoan harus membela yang lemah."

"Yang namanya jagoan biasanya nggak pakai rok!" Jongin, Chanyeol dan Tao tertawa setelah membalas Kris. Sedangkan Kris, Luhan dan Suho melototi lawannya seolah mengatakan, 'What the hell! Siapa yang pake rok?!'

Jangan lupakan Sehun, ia hanya mengurut pangkal hidungnya melihat kelakuan ke-enam siswa kurang perhatian itu.

Kris mendengus sebelum kembali melanjutkan, "Yang namanya jagoan harus rela berkorban!"

"Yang namanya jagoan biasanya nggak pakai perban!" dengan menyebalkannya, Jongin mendekati Kris lalu melepas plester di lengan Kris yang penuh bulu halus itu.

Sehun mengerutkan alisnya ngeri setelah mendengar teriakan dari mulut Kris. Sehun yakin, itu sangat menyakitkan daripada diselingkuhi Jongin.

"Sialan kau hitam!"

Namun sepertinya perkiraan Sehun salah. Hatinya kembali terasa dicabik saat melihat Jongin menerima minuman yang diberikan Kyungsoo. Namja berkulit hitam itu tersenyum kala Kyungsoo mengelap keringat di keningnya.

Musik kembali mengalun bersamaan dengan Sehun yang melangkah maju mengambil alih tempat Kris dan otomatis ia berhadapan dengan Jongin.

"Don't you look into my eyes and lie again. I'm sick of being alone."

Jongin membelalak mendengar Sehun bernyanyi dengan tatapan sendunya. Tubuh kurusnya meliuk menggerakkan tarian Something milik Girl's Day diikuti Suho dan Luhan dibelakangnya.

Sedangkan Kris, ia tersenyum menyeringai di dekat kerumunan orang orang. Meremehkan Jongin.

"Heundeullineun pyojeong maltue
Neon mwonga inneun deutae
Ne mome bein natseon hyanggie
Mwongae hollin deutae...

Nae choge jjillinabwa
Heoreul jjireunikka neogsi naga
Apdwiga iraetda jeoraetda
Wae geureoni
Nae choge jjillinabwa
Heoreul jjireunikka neogsi naga
Wae deolkeok geobina
Ison nwa nal sogijima...

Naman mollasseotdeon something
Bunmyeonghi neukkyeojyeo must be something
Ppeonhan neoui geojitmal
Geuman yeogikkajiman
Nothing
It's something
Stop it~ no uh~..."

Jongin tertegun kala Sehun menatapnya sendu, mata sipitnya sedikit berair. Hati Jongin ikut terasa ngilu melihatnya. Apa ia sejahat itu?

Ia kembali maju selangkah dan terdengar musik favorit author yang ternyata adalah lagu Super Junior – It's You.

"Neorago...
Neorago...

Nan noppunirago

Neorago...

Dareum saram pilyo obseo nan geunyang neorago
Dashi hanbon mullo bwado nan geunyang neorago
Imi noneun dareun saranghaet kkaetjiman
Ojol suga obseo dashi dorikilsu obseo oh
Nae nunbit chi deuroodon keu sungane
Gaseum gipsul moseul bakdon sungane
Miryeon obshi baro nohreul sontaekhaeseo
Geurae nan neorago
..."

Jongin dan kedua temannya bergerak mengikuti alunan lagu, matanya tetap menatap Sehun dalam. Seolah semua lirik itu hanya untuk Sehun.

"Oh nan! geu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obgado
Geu nuga nuga yokhaedo nomanbarabun dago
Na dashi taeor nandedo ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
Oh nan, nol sarang handa malhaedo chonbumanbon malhaedo
Nae gaseumsok dabultago mareun ibsol daldeorok
Na dashi taeor nande do ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
Oh nan!

Oh oh only for you oh oh only for you
Oh oh only for you oh oh only for you
Oh oh only for you oh oh only for you
Oh oh only for you..."

Kris berjengit melihat Sehun tersenyum saat Jongin mengulurkan tangannya seolah berkata, 'Kembalilah.' Ia tak akan membiarkan ini. Kris menghampiri Sehun dan menarik namja itu ke pelukannya ketika lagu galau tadi berganti menjadi lagu-nya Seungri sunbaenim – Let's Talk About Love.

"Let's talk about love
Let's talk about love
Let's talk about you
Let's talk about you
Let's talk about love
Let's talk about love
Let's talk about me
Let's talk about me..."

Kris mengedipkan mata kirinya membuat Sehun menautkan alisnya heran. Namja jangkung itu kembali mengejutkan Sehun dengan menariknya untuk menari bersamanya.

"Igeollo nollae wae aju naega jom giga sse

Ajik neon Wait wae neo hanbeone huk ppajyeo wae

Oneul bam bineoseu ni hyanggin mak kokoneocheu

Akkyeoseo mwohae neol naega wonhae...

It's the only night. Let's dance tonight!

Iogeumanhae heona malppareun naega sse..."

Listen! Achime nuneul tteumyeon geunyeo honjaron

nae yeope gyesok isseo wonhandamyeon

Lonely Lonely oeroum taneungeollyo nawa hamkkemyeon i bameun meotjyeo..."

Jongin yang melihatnya tentu sangat marah, ia melangkah cepat dan menarik Sehun dari dekapan namja yang ia sebut 'tiang bergigi'. Musik berganti lagi bersamaan dengan Jongin yang menatap Kris tajam. Giginya bergemeletuk menahan amarah sebelum tangannya menarik kerah Kris dan mengeluarkan suara,

"Shikkeureo deudgijocha shirheo
Nunmuri mareudorok bireo
Kkeut-kkaji kal-ke du-gobwah
Neon nal jal mot keondeuryeosseo..

Suasanan kembali genting, mereka yang berkerumun terlihat was-was termasuk Sehun.

Saranghaetdeon urinde
Keunyeoppunin na-inde
Wae neon wae neon
Nae yeojal keondeuryeo, no way!
Tuktuk teol-ko nan i-reona
Dang-han-mankeum neo du-gobwah
Sarang kajko ujeong kajko
Jang-nan-chineun neo du-gobwah
Ni saenggangmanhaedo beol-sseo
Nae momi tteollyeowah
Neol yongseomothae ijebu-teo neon..."

Kris menepis tangan Jongin yang mencengkram kerahnya dengan kasar, ia menatap tajam Jongin yang kini menunjuk wajahnya dengan telunjuk kanan.

"Jeonjaengiya! keob-jaengiya!
Neo du-go bwah bwah
Neo keunyeo-ga tto ul-janha
Keob-jaengiya!
Nae sarang keondeurin neo neo neo neo
Jeonjaengiya!"

"Hentikan!"

Musik tiba-tiba mati setelah Sehun berteriak dan melerai kedua namja disampingnya. Bisa terdengar napas Jongin yang terengah setelah menyanyi karena meluapkan emosinya barusan. Tangannya masih terkepal erat. Jika saja Sehun tak melerai, mungkin wajah tampan Kris sudah ia hadiahi dengan satu pukulan.

Suasana menjadi hening.

"Kalian tak perlu seperti ini!" kata Sehun terdengar emosi. Lalu ia menatap Jongin, "Kris tak sepenuhnya salah. Dia memang menawariku pulang bersama, tapi aku menolaknya!"

Jongin tertegun. Jadi ia salah paham?

"Tapi tetap saja dia mengganggu orang yang sudah memiliki kekasih!" bela Jongin.

"Lalu apa bedanya dengan Kyungsoo?"

Play : Various Artist – Weight of The Crown (The Heirs Ost.)

Mata Jongin membulat, begitu juga dengan Kyungsoo yang lagi-lagi ketahuan sedang menggali lubang hidungnya.

Sehun menatap sendu kekasihnya, "Apa aku juga harus memarahinya karena sudah mengganggu kekasih orang?"

Kris menyeringai mendapati Jongin yang terpojok oleh pertanyaan kekasihnya sendiri.

"Sehun, aku minta maaf." Jongin menatap sendu mata Sehun yang berkaca-kaca, ia menggenggam kedua tangan halus itu berusaha meyakinkan bahwa ia sangat menyesal.

"Maaf sudah membuatmu terluka, tapi satu yang harus kau tau..."

Sebuah lagu mengalun tenang. Jongin mengambil suara untuk menyanyikan lagu The Way I Loved You milik Selena Gomez.

"Everything's cool, yeah
It's all gonna be okay, yeah
And I know,
Maybe I'll even laugh about it someday

But not today, no
Cause I don't feel so good

I'm tangled up inside
My heart is on my sleeve
Tomorrow is a mystery to me

And it might be wonderful
It might be magical

It might be everything I've waited for,
A miracle
Oh, but even if I fall in love
Again with someone new
It could never be
the way I loved you

Letting you go is
Making me feel so cold, yeah
And I've been
Trying to make believe it doesn't hurt

But that makes it worse, yeah
See, I'm a wreck inside
My tongue is tied and my whole
Body feels so weak
The future may be all I really need

Like a first love,
The one and only true love
Wasn't it written all over my face, yeah

I loved you like you loved me
Like something pure and holy
Like something that can never be replaced

And it was be wonderful,
It was magical,
It was everything I've waited for,

A miracle
And if I should ever fall in love

Again with someone new
Oh, It could never be the way
No, It will never be the way
I loved you..."

Air mata yang sempat tertahan pun, Sehun keluarkan dengan senyum di wajahnya. Ia berhambur ke pelukan Jongin dan namja itu membalas pelukannya. Jongin ikut tersenyum sebelum menangkup kedua pipi Sehun dan menghapus jejak air mata kekasihnya.

"I'm so sorry." Ucap Jongin dan hanya dibalas anggukan oleh Sehun.

"Ya! Kau mau pergi begitu saja?" teriak Jongin pada namja tinggi yang kini menghentikan langkahnya namun tetap memunggungi Jongin dan Sehun.

"Kemarilah!" perintah Jongin tenang, tak semarah tadi saat mereka bertengkar.

Dengan berat hati, Kris pun berbalik sebelum menghampiri dua orang namja yang tak ingin ia lihat saat ini. Ia kalah lagi dalam mendapatkan hati Sehun.

"Meskipun ini salahku, tapi aku tetap melarangmu mendekati kekasihku! He's mine. Only mine!" Jongin menekankan kalimat terakhirnya sambil merangkul Sehun posesif membuat namja manis itu bersemu dan tersenyum diam-diam.

Kris memutar bola matanya malas, "Ya, terserah kau."

"Hey, jangan sedih begitu." Goda Jongin sambil terkekeh. Ia mengangkat tangan kanannya ke udara lalu menjentikan jari tengah dan ibu jarinya.

Dengan begitu, musik kembali terdengar menggema di seluruh halaman sekolah yang super luas itu. Teman Jongin yang bernama Chanyeol berteriak menggunakan sebuah pengeras suara di tangannya, "Everybody! Are you ready to party? Get up! Get up! Uh!"

Kali ini semua siswa yang berkerumun ikut menari –termasuk Kris, Jongin dan Sehun- setelah mendengar lirik pertama berbunyi,

"Like this yo! Like this! Wi araero heundereo like this!"

Eh, tunggu! Lihatlah ke atap sekolah! Wahahaha... ternyata Lee Sooman sang kepsek yang terkenal galak itu ikut menari dengan para guru SM Highschool!

Good job, Songsaengnim!

.

.

End

.

.

Kepala author nyut-nyutan bikin ni sequel. Untuk pertama kalinya bikin ff sampe berjam-jam begini -_- gara2 lama nyari lagu yang pas xD

Ada yang nanya ini drama musikal apa bukan, jawaban author cuma, 'bisa jadi.' xD atau lebih tepatnya ini ff musikal (?)

Maaf kalo ada yang kecewa, tadinya ceritanya bukan kayak gini -_- tapi entah mengapa otak author mengalir saja saat menulis ini #halah

So, thank you so much much much more (?) for everyone who reads, reviews, follows, and favorites this fic :'D

And I hope you guys leave ur review for this sequel :'D

Annyeong!

Nb: Lagu terakhir itu lagunya Wonder girls – Like this. Takutnya ada yang gak tau, gitu(?)