CHAPTER 2

LOVE THAT DOESN'T WANT TO OWN

Dari bulan ke bulan,entah mengapa rasa ini selalu tumbuh setiap harinya, dari rasa suka menjadi cinta. Setiap hari aku akan pulang pukul 4.30 sore, karena sasuke akan pulang pada jam itu.

Sesampainya di rumah, aku akan membantu Kaa-san dan Tou-san membuat adonan kue atau menunggu kasir, kami memiliki pelanggan , salah satunya adalah Sasori, dia adalah pelanggan berambut merah terbaik kami, dia hampir setiap hari memesan kue rasa pandan. Dia memiliki wajah baby face dengan iris mata yang indah. Setiap aku menjaga kasir, pasti dia akan menggodaku sehingga membuatku memerah, dan sekarang pun dia sedang berada di depan ku dan sedang memperhatikan tangan ku yang berbalut perban "hey saku, kenapa tangan mu di baluti perban sepert itu?" Tanya sasori " tidak apa apa ko, ini hanya luka kecil" jawabku " apa kau yakin itu hanya luka kecil ? tapi sepertinya terjadi sesuatu yang besar sehingga membuat tangan mu di baluti perban?" ucapnya sambil memukul pelan tanganku "aww! Sakit! Baka!" teriakku reflex karena merasakan tangan kiriku yang serasa di pukul keras "go-gomen saku!" ucapnya kepadaku yang ku jawab dengan death glare andalan ku "sa-saku go-gomen!" ucapnya lagi "hmm, ya aku maafkan, tapi ada satu syarat!" "syarat apa?" Tanya sasori " belikan aku es krim stoberry dengan cerry di atasnya!" pintaku kepada sasori, ya walaupun dia itu menyabalkan, tetapi aku bisa memanfaatkannya sekali sekali hahahaha ups!.

Walaupun dia 2 tahun lebih tua dariku, tetapi sikapnya sepertia anak SMA, ditambah lagi mukanya yang baby face itu. Huh aku jadi iri "hm, ya baiklah, tetapi imbalannya kau harus mencium pipiku!" seringainya dengan lebar "huh! Mau di maafkan tidak?!" "iya iya gak jadi! Ya sudah, aku pergi dulu! Jaa-ne! Tunggu 10 menit!" "iya! Huh baka! " teriakku dan dia hanya tertawa lalu pergi menaiki motor sport nya, entah mengapa, aku merasa kalau sasori itu menganggapku lebih dari teman, tapi ya aku gak tau sih?, tetapi aku sedang memikirkan kejadian 2 hari yang lalu, ketika aku sedang asik mengamati sasuke dari jauh dan aku akan memotretnya dari jauh, saat aku akan memotretnya tiba tiba 'sret!' ada perampok yang mengambil kamera kesayanganku, setelah di kejar akhirnya aku menemukan perampok itu, dan akupun berusaha mengambilnya, ya walaupun akibatnya tanganku yang harus terluka tetapi yang penting aku mendapatkan kamera ku kembali karena banyak kenangan yang terletak di kamera itu. Saat aku sedang melamun ria tiba tiba 'ctak' " aww! Sakit!" tiba tiba sasori menyentil jidatku dengan wajah watados nya itu "hehe,, habisnya kamu ngelamun terus si ya sudah apa boleh buat" "huh! Sakit tau! Tuh lihat! Jidatku menjadi merah seperti rambutmu!" sambil menunjukan jidatku di kaca besar di sudut toko "gomen gomen saku!" ucapnya sambil menggosok gosok jidatku pelan, jika dilihat lihat kami seperti pasangan yang sedang kasmaran dan tiba tiba wajah sasori mendekat jantungku berdegup dengan kencang dan "ehem!" "To-Tou-san?" "sedang apa kalian disitu?" Tanya Tou-san " e- engga Tou-san, ka-kami kami se-dang" "kami sedang bercanda ko Kizashi-san" untung saja sasori bisa melanjukan kata kataku "ohhhh,, tapi ya jika kalian ingin bermesraan juga tak apa,Tou-san merestui kalian!"ucap Tou-san "TOU-SANN!" teriakku kencang "hahahahahaha, selamat bersenang senang,Tou-san akan membuat kue dulu untuk tetangga kita, Jaa!"

"huuhh! Tou-san ada ada saja!"

"Nee,Sa-Sasori?"

"hmmm?"

"a-arigato"

"untuk apa?"

"y-ya untuk eskrim dan sudah membantuku berbicara tadi"

"hnn! Dou itashimashite, baiklah Saku, mana pesananku? Aku akan pulang pasti mereka sudah menungguku"

"o-oh i-iya aku hampir lupa,ini pesananmu, kue rasa pandan"ucapku sambil memberikan kue pesanannya "ha'i arigatou,sayonara saku-Chan!" "sayonara!"

XXX***XXX

"Hello! Ino-pig? Ga salah itu?"

'iya jidat!"

"apakah Sai-senpai mengajak mu kencan hanya gara gara taruhan?"

'hmmm, ya semoga saja tidak'

"hmm, iya si, kita doakan saja semoga Sai-Senpai itu benar benar menyukaimu dan mengajakmu kencan"

'nee, Sakura-jidat ada hubungan apa kau dengan Sasori-senpai?'

"ah? Oh ga ada apa apa ko!"

'ahh,kau berbohong ya?'

"huh! Ya sudah! Kalau tak mau percaya tak apa!"

'hahahaha! Gomen gomen Sakura-jidat! Kau itu sensitif sekali sih?!'

"ya habisnya aku kesal dengan si rambut merah itu!"

'hahaha! Sudahlah! Kalian itu seperti kucing dan anjing yang setiap bertemu pasti bertengkar!'

"kau menyamakan aku dengan kucing?, Ino-pig! Kau jahat sekali! Ya sudah aku ingin tidur! Aku mengantuk! Jaa!"

'hm, Jaa!'

'klik'

"huuuuuh, hari yang melelahkan!"

T=B=C