Into your world

Kegiatan kami masih seperti biasanya. Latihan, latihan dan latihan. kami tidak punya waktu untuk mengurusi hal-hal lainnya karena waktu kami untuk debut semakin dekat. Kami harus berlatih sebaik mungkin.

"Chanyeol-ah, ayo kita makan siang." Ajak Baekhyun, sahabatku sekaligus teman satu kamarku di asrama.

Aku segera menghentikan latihanku dan mengangguk ke arahnya. Terlihat member yang lain juga sepertinya akan pergi makan siang. Kecuali satu orang tentu saja. Kris hyung. Dia masih sibuk latihan sendiri.

"Kau tidak makan siang, hyung?" Tanyaku sambil mengambil tas-ku.

Kris-hyung segera menghentikan latihannya dan menoleh padaku. Dia hanya menggeleng.

"Kalau begitu aku pergi duluan. Jangan lupa istirahat, hyung." Pesanku sembari melangkah keluar dari tempat latihan. Tetapi langkahku segera terhenti. Aku segera meraih sesuatu dari tas-ku dan berbalik ke tempat latihan.

Ketika masuk kembali ke dalam ruang latihan, kudengar seseorang berbicara. Terlihat Kris-hyung tengah berbicara dengan seseorang melalui telpon. Aku tidak bisa mengerti apa yang Kris-hyung bicarakan karena dia memakai bahasa mandarin. Namun ada yang aneh dengan Kris-hyung. Ia terlihat tidak seperti biasanya.

Meskipun biasanya ia juga tidak menunjukkan ekspresi yang berarti, tapi aku tau ada yang salah dengan Kris-hyung hari ini. Ia terlihat sangat lelah dan frustasi.

Tak lama kemudian Kris-hyung menutup telponnya dan menghela nafas panjang. Sepertinya ia tidak sadar akan kehadiranku. Namun ia terlihat agak terkejut ketika akhirnya ia melihat bayanganku dari cermin.

"Chanyeol?" Katanya sambil membalikkan tubuhnya menghadapku.

Aku meringis seperti biasanya sambil mengangkat botol air mineral di tanganku.

"Kau pasti lupa membawa minum lagi." Kataku sambil meletakkan botol itu ke meja yang berada di dekatnya.

Dia hanya memandangku dan botol minuman itu secara bergantian.

Tanpa berkata apa-apa lagi aku segera meninggalkan ruang latihan itu.

Meskipun ada yang berubah di antara kami, tapi aku selalu berusaha bersikap seperti biasanya. Aku selalu bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa di antara kami. Kris-hyung semakin bisa beradaptasi dengan lingkungan disini. Ia tidak sedingin dulu. Ia sering ngobrol dengan Luhan atau Lay jika sedang mood.

-exoexoexoexoexo-

Kris-hyung pingsan hari ini. Tubuhnya demam dan ia segera dilarikan ke rumah sakit. Manajer-hyung menyuruh kami untuk tidak khawatir dan melanjutkan latihan seperti biasa. Kami pun memutuskan untuk menuruti kata-kata manajer-hyung dan kembali latihan.

"Chanyeol-ah, hari ini giliranmu piket kan?" Tanya Suho hyung ketika aku tengah membereskan barang-barangku selesai latihan.

Aku menganggukkan kepalaku sebagai jawaban.

"Aku dan yang lainnya berniat menjenguk Kris-hyung." Ujar Suho hyung.

Aku mengerucutkan bibirku. Kenapa harus sekarang? Aku kan juga ingin ikut.

"Uhm, kalian duluan saja. Aku akan menjenguknya besok." Jawabku dengan setengah hati.

"Benar tidak apa-apa?" Tanya Suho hyung lagi memastikan.

Aku mengangguk untuk meyakinkannya.

Setelah yang lainnya pergi untuk menjenguk Kris hyung, aku memutuskan untuk mengerjakan tugas piketku membersihkan tempat latihan. tidak banyak yang harus dibersihkan sebenarnya, tapi kegiatan ini cukup memakan waktu.

Pukul 19.00 akhirnya tugasku selesai. Aku belum ingin pulang ke asrama. Mataku tiba-tiba tertuju pada dinding kaca besar yang terpampang di hadapanku. Kaca itu biasanya digunakan untuk latihan. Aku memandang pantulan diriku sendiri disana.

Rambutku sudah mulai agak panjang untuk ukuran seorang laki-laki. Poni rambutku menutupi mata sebelah kananku. Lalu pandanganku jatuh pada bibirku. Ingatanku pada kejadian siang hari itu bersama Kris hyung muncul seketika.

Aku menelan ludahku begitu memikirkannya. Ada perasaan yang aneh ketika aku mengingat hal itu. Bagaimana Kris hyung menatapku, tersenyum padaku, dan mengecup bibirku.. aargh. Aku segera menggelengkan kepalaku untuk menghentikan pikiran-pikiran itu.

Namun semakin aku berusaha melupakannya semakin bayangan Kris hyung muncul dalam pikiranku. Bagaimana keadaan kris hyung sekarang? Apa ia baik-baik saja? Pasti ia menahan rasa sakitnya selama ini.

Aku pun memutuskan untuk pulang ke asrama karena hari semakin larut. Begitu sampai di asrama kulihat member yang lain sudah kembali ke asrama dan bahkan sudah tertidur. Dengan hati-hati agar tidak membangunkan Baekhyun, aku segera masuk ke kamarku dan mengambil pakaian ganti sebelum mandi.

Air dingin yang mengguyur dari shower mampu membuat tubuhku kembali rileks setelah latihan seharian ini. Namun kekhawatiranku pada Kris hyung tidak juga srina. Aku terus memikirkan keadaannya.

Akhirnya setelah bergulat dengan pikiranku sendiri dan mempertimbangkan berbagai resiko, aku memutuskan untuk pergi ke rumah sakit detik itu juga.

-exoexoexoexo-

"Maaf boleh aku tau nomor kamar pasien bernama Kris?" Tanyaku pada seorang resepsionis yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.

"Maaf, jam besuk untuk pasien sudah berakhir. Silahkan kembali esok hari." Jawab resepsionis itu dengan tersenyum.

Aku sudah menduga hal ini.

"Tapi Noona.. aku datang jauh-jauh dari luar kota untuk menjenguk hyung-ku.. aku sudah tidak bertemu dengannya selama 3 tahun.. dan sekarang aku harus mendengar dia masuk rumah sakit.. aku sungguh ingin bertemu dengannya. aku tidak punya waktu lain lagi, aku harus kembali ke kampung halamanku besok." Kataku panjang lebar dengan memasang ekspresi wajah seperti anak anjing yang terbuang.

Resepsionis itu sepertinya luluh juga melihat ekspresi wajahku seperti itu.

"Baiklah. Siapa nama hyung-mu itu?" Tanya Resepsionis itu akhirnya.

"Kris." Jawabku dengan senyum lebar.

"Tidak ada. Apa kau yakin tau siapa nama hyung-mu itu?" Tanya resepsionis itu lagi.

Aku berpikir sebentar.

"Ah, Wu Yi Fan." Jawabku yakin.

"Lantai 3 kamar nomor 21."

-exoexoexoexoexo-

Aku paling tidak suka berada di rumah sakit. Aku tidak pernah suka. Tempat ini adalah tempat yang mengerikan. Dengan bau obat-obatan dan amis dimana-mana. Setelah keluar dari lift aku segera berjalan menyusuri koridor mencari kamar tempat Kris hyung dirawat.

Koridor itu terlihat sepi karena jam besuk sudah berakhir. Akhirnya aku melihat sebuah kamar dengan pintu bernomor 21. Kris hyung pasti sudah tidur. Dengan hati-hati aku menarik kenop pintu itu dan melongok ke dalam. Tidak ada seorang pun di dalam kecuali seorang pria yang tengah tertidur dengan selimut membungkusnya.

Aku segera masuk dan menutup pintunya kembali. Benar dugaanku. Tidak ada yang tinggal disni untuk menjaga Kris hyung.

Aku melangkahkan kakiku untuk mendekati Kris hyung yang tergolek lemah di atas tempat tidur. Sebuah selang infus terpasang di pergelangan tangannya. Matanya yang terpejam ditambah dadanya yang naik turun secara teratur membuatnya terlihat damai.

Aku kemudian duduk di sebuah kursi yang terletak di samping tempat tidur Kris hyung. Mataku tidak bisa lepas memandang pria yang tengah tertidur itu. Kris hyung terlihat pucat.

Tanpa kusadari tanganku sudah bergerak dengan sendirinya untuk meraih tangan Kris hyung yang tegeletak di samping tubuhnya. Hangat. Kurasa hyung sudah lebih baik.

"Wufan hyung.." aku berbisik. Nama itu terasa asing bagiku. Kris hyung jarang sekali menyebutkan nama aslinya.

Aku memandang wajahnya sekali lagi. Entah kenapa tiba-tiba perasaan sakit menyerang dadaku. Pria ini sempurna. Sangat sempurna. Aku sama sekali belum menemukan kekurangannya. Senyumnya. Iya, mungkin senyumnya. Aku jarang sekali melihat Kris hyung tersenyum ataupun tertawa.

"Sampai kapan kau akan terus memperhatikan wajahku?" Tiba-tiba sebuah suara membuatku terlonjak dari tempatku duduk. Aku membulatkan kedua mataku ketika melihat Kris hyung terbangun dan kini tengah menatapku.

"Ah hyung. Maaf aku mengganggumu…"

"Kau pasti kabur dari asrama."

Aku hanya menundukkan kepalaku begitu ia memotong kalimatku.

"Bagaimana keadaanmu hari ini?" aku segera menatap Kris hyung begitu pertanyaan itu ia lontarkan. Dan aku seperti tidak mempercayai mataku ketika aku melihat senyuman menghiasi wajah tampannya.

Keadaan kamar yang hanya diterangi lampu hias di meja tidak membuatku kesulitan untuk melihat pemandangan yang jarang terjadi itu.

"Yah! Hyung! Aku yang seharusnya menanyakan hal itu padamu. Kenapa hyung diam saja kalau hyung sakit?" Kataku sembari mengerucutkan bibirku.

Kris hyung hanya tersenyum. Dan sebuah remasan kecil dari Kris hyung membuatku sadar bahwa kedua tanganku masih menggenggam tangan kanannya. Aku terkejut dan segera melepaskannya tetapi tangan Kris-hyung lebih cepat dariku. Ia menarik tanganku dan menggenggamnya.

"Kau seharusnya kembali ke asrama dan beristirahat." Ucapnya. Suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya.

Aku hanya terdiam menatap tangan kami yang saling bersentuhan.

"Kemarilah." Tiba-tiba Kris hyung menggeser posisi tidurnya untuk memberikan sedikit celah bagiku untuk berbaring disampingnya.

"T-tapi hyung.." Aku tergagap melihat sikapnya seperti itu.

Tapi Kris hyung memberiku tatapan yang entah kenapa membuatku tidak bisa menolaknya.

"It's a bit cold here.." Katanya dalam bahasa inggris. Aku tidak begitu mengerti, tapi mendengar kata 'cold' yang berarti 'dingin', aku hanya menduga bahwa Kris hyung kedinginan.

Dengan ragu-ragu aku segera menempatkan tubuhku disamping Kris-hyung. Aku hanya berbaring disampingnya dengan canggung. Kris hyung masih menggenggam tanganku. Keadaan ruangan itu menjadi hening. Aku bisa merasakan nafas Kris hyung menari-nari di leherku. Aku tau dia tengah menatapku tapi aku hanya memandang langit-langit kamar dengan jantung yang berdebar-debar.

"..tatap aku, Chanyeol." Jantungku seperti ingin keluar dari dadaku.

Aku segera memiringkan tubuhku dan seketika itu juga aku menahan napasku. Mata kami bertemu dengan jarak wajah kami yang hanya tinggal beberapa senti. Apakah dia malaikat?

Tangan Kris hyung yang terhubung dengan selang infuse terangkat. Dengan hati-hati telapak tangan yang besar itu mendekati wajahku. Aku benar-benar menahan napasku. Kurasakan sentuhan lembut mendarat di pipiku. Sangat pelan. Kemudian tak berapa lama turun ke leherku. Hangat. Tangan itu menyingkap rambut yang terjatuh di keningku.

Secara tidak sadar aku memejamkan kedua mataku dan menikmati sensasi lembut yang kini aku rasakan. Tangan itu menyusuri setiap lekuk wajahku, seolah berusaha mengingatnya. Tangan itu akhirnya berhenti ketika aku merasakan usapan lembut di bibir bawahku.

Aku membuka mataku. Kris hyung tidak mengucapkan sepatah kata pun namun wajahnya yang semakin mendekati wajahku membuatku tau apa yang ia lakukan selanjutnya.

Cup.

Kembali kurasakan sensasi aneh itu. aku bisa merasakan temperature tubuh Kris hyung mulai tinggi. Ia mulai demam lagi. Tapi sepertinya ia tidak peduli. Tangan kanannya masih menggenggam tanganku dengan erat sementara tangan kirinya menahan leherku untuk tidak bergerak. Bibirnya masih menawan bibirku dalam ciuman.

Aku hanya diam. Aku terlarut dalam ketidakpastian yang aku rasakan saat ini. Mengenai perasaanku yang mulai terombang-ambing oleh sikap pria disampingku ini.

Aku takut berharap. Berharap pada kenyataan yang tidak pasti.

".. Sleep well." Ucap Kris hyung setelah melepaskan bibirku. Tanpa menjawab apapun aku segera menyembunyikan wajahku dilehernya.

-exoexoexoexoexo-

Akhirnya setelah 2 hari dirawat di rumah sakit, Kris hyung diijinkan pulang. Kami menyambutnya dengan khawatir mengingat kondisinya yang belum benar-benar pulih. Aku bisa melihat wajahnya yang masih pucat dan lemas.

Namun Kris hyung adalah orang yang keras kepala. Ia bersikukuh untuk tetap ikut latihan seperti biasa. Aku maupun yang lain tidak bisa merubah keinginannya itu.

.

.

Sejak pagi buta tadi aku sudah berangkat ke tempat latihan. Belum ada trainee lain yang berangkat ke tempat itu. Setelah meletakkan tas dan barang-barangku di sisi ruangan berkaca itu.

Menjadi trainee adalah hal yang sulit. Kau harus rajin dan tekun melatih kemampuanmu. Kau harus bersaing dengan puluhan trainee yang lain untuk debut. Siang dan malam kau tidak boleh merasa bosan belajar. Disiplin dan kerja keras adalah bekal utamamu.

Belum lagi peraturan yang ketat dan proses latihan yang keras di perusahaan akan membuatmu lelah. Cacian, makian, hukuman bahkan pukulan akan kau terima jika kau melakukan kesalahan.

Hampir 3 jam aku berlatih tanpa beristirahat. Peluh sudah membanjiri tubuhku.

-exoexoexoexo-

Hari ini tidak seperti biasanya, manajer hyung memanggil kami semua ke kantornya. Ia bilang kami harus menemui bos besar untuk mendiskusikan grup kami ini. Antara senang dan takut kami pun berkumpul di kantor SM Entertainment.

Di dalam ruangan yang cukup luas itu sudah ada seorang laki-laki yang kami kenal sebagai Lee Soo Man, pemilik saham terbesar di SM Entertainment. Ia tidak sendiri, seorang sekretaris menemaninya kala itu.

"Silahkan duduk, anak-anakku." Kata Lee Soo Man dengan senyum hangat.

Kami membungkuk memberi hormat sebelum duduk di kursi yang sudah dipersiapkan. Aku duduk di antara Kris hyung dan Baekhyun. Kami semua terlihat tegang.

"Aku memanggil kalian kesini adalah untuk membicarakan mengenai masa depan grup kalian." Ucap Lee Soo Man mengawali. Aku tau dia bukan orang yang suka basa basi.

"Kalian akan mulai debut sebagai sebuah boyband bernama "EXO" yang beranggotakan 12 orang."

Secara spontan kami semua tersenyum lebar mendengar kabar membahagiakan ini. akhirnya setelah sekian lama menjadi seorang trainee, kami semua bisa debut.

"Tetapi dalam pelaksanaannya nanti, kalian akan dibagi menjadi 2 grup beranggotakan masing-masing 6 orang. EXO K akan melakukan debut dan promosi di Korea, sementara EXO M akan menguasai pasar di China."

Senyuman yang menghiasi wajah kami pun berganti menjadi ekspresi kebingungan. Kami belum begitu mengerti dengan rencana perusahaan ini mengenai debut kami nanti.

"Suho, Chanyeol, Sehun, Kai, Baekhyun dan Kyungsoo akan berada dalam grup EXO K. sementara Minseok, Jongdae, Luhan, Yixing, Tao dan Kris akan berada dalam EXO M."

"Kim Joonmyun atau Suho akan menjadi leader dari EXO K, sementara Kris akan menjadi leader EXO M." Tambah Lee Soo Man dengan senyum tergambar jelas di wajahnya.

"Apa ada pertanyaan?"

Suho hyung segera mengangkat tangannya.

"Apa ini berarti kami akan melakukan debut secara terpisah?" Tanya Suho hyung.

"Iya, tentu saja. Tapi kalian tetap berada dalam satu grup. Mungkin kalian akan tampil ber-12 jika ada acara besar seperti konser atau SM TOWN." Jelas Lee Soo Man.

Setelah menjelaskan beberapa hal lainnya, akhirnya kami diijinkan keluar dari ruangan itu. Perasaan kami campur aduk saat itu, kami senang bisa melakukan debut tetapi kami juga sedih karena harus berpisah dengan teman-teman kami.

Kami dibebaskan dari latihan hari itu. Kami akan mulai shooting video teaser kami minggu depan. Kami pun memutuskan untuk kembali ke dorm dan kamar masing-masing.

Aku merasakan ada yang aneh pada perasaanku. Ini adalah hal yang selama ini aku impikan, tetapi kenapa kami harus debut dengan cara seperti ini. Aku tidak mau berpisah dengan yang lain.

Aku tidak mau berpisah dengan Kris hyung..

Bersambung…

Woohooo.. another short chapter. I don't even know why I made this chaptered -_-

Mind to Read n Review?

Dengan cinta,

Mutmut Chan.