Love is Hurt

Disclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto

LiH © Viechan Blackcherry

.

.

.

Seorang gadis cantik bersurai merah muda panjang itu tampak terbaring lemas di ruangan yang serba putih itu. salah satu pergelangan tangannya tampak di infus dengan ke dua kaki yang dililit perban, di sampingnya tampak lelaki tampan bersurai hitam yang dikuncir pada belakang tengkuknya. Yah, itu adalah gaya hair style di negara Korea yang pada umumnya dipakai pada anak remaja atau boyband-boyband di sana. Mata onyx kelam yang tajam itu seakan bisa menyedot puluhan atau lebih para gadis yang menatapnya terhanyut, jika diperhatikan ia sangatlah mirip dengan Sasuke.

Lelaki itu masih setia menemani gadis yang tak ia kenal itu, ini sudah hampir dua minggu, namun gadis manis yang masih terbaring lemas itu tak menunjukkan tanda-tanda kalau ia akan membuka matanya. Namun walau tak mengenal gadis ini Itachi─nama lelaki itu entah kenapa merasakan adanya getar-getar cinta di dadanya, mungkin itu terjadi karena seringnya ia menunggu gadis misterius ini─oh bukan, tapi Cherry panggilan Itachi untuk gadis manis yang tampak sangat polos itu dalam tidur panjangnya.

Ia penasaran dengan manik Cherrynya, seperti apa dia nanti? Bayangan-bayangan gadis itu saat siuman nanti terbayang dibenak Itachi. Tersenyum tipis Itachi beranjak pergi, namun sebelum keluar ia menyempatkan diri untuk mencium bibir mungil Cherrynya yang lembut dan kenyal itu.

.

.

.

"Argh! Kau sebenarnya ada di mana Sakura?" pekik Sasuke kalut. Sudah satu minggu lebih ia tak mendapatkan kabar tentang gadis yang teramat ia cintai itu. semenjak kejadian itu─di mana ia diputuskan sepihak oleh Sakura, Sasuke berpikir ia memang pantas mendapatkan semua ini. Karena ia tahu betul kalau ia sudah dijodohkan oleh ayahnya, namu ia tetap bersikeras mempertahankan Sakura. Tapi sekuat apapun Sakura─kekasihnya itu juga pasti ada titik di mana ia sudah mencapai puncak kesabarannya. Dan titik itulah sekarang terjadi, ia kabur dari Sasuke tanpa memberi kabar apapun padanya─menurut Sasuke.

Tap tap tap

Seorang gadis cantik nan anggun itu berjalan pelan menuju Sasuke tunangannya, ia khawatir melihat Sasuke yang beberapa hari ini tampak begitu frustasi.

"Kau kenapa Sasuke-kun? ceritakanlah masalahmu padaku, mugkin itu bisa mengangkat sedikit bebanmu." Ujar gadis itu penuh prihatin pada tunangannya yang duduk di pinggiran spring bed king sizenya itu, gadis itu lalu ikut duduk di samping tunangannya dan membelai pipi Sasuke pelan.

Plak!

Dengan cepat Sasuke menepis tangan halus gadis itu cukup keras, dan itu membuat sang gadis meringis kesakitan. "Berhentilah bersikap seolah-olah kau peduli padaku Shion. Padahal kau tahu dengan jelas kalau aku sudah mempunyai kekasih, kau memang gadis yang di luar tampak polos namun di dalam kau begitu busuk!" desis Sasuke sadis sembari menatap Shion dingin, "Aku tentu bisa membuat kau lebih menderita dari ini, karena kaulah Sakuraku pergi, karena kaulah Sakuraku menangis dengan pilu setiap malam, dan karena kaulah Sakuraku HANCUR BERKEPING-KEPING!"

PYAR!

Dengan kalut Sasuke memecahkan guci yang terbuat dari kaca itu hancur berkeping-keping seolah mewakilkan bagaimana perasaan Sakura selama ini. Yah, seperti guci yang telah pecah itu hati Sakura.

Namun Shion tak mau kalah dengan lingan air mata Shion berteriak tepat di depan wajah Sasuke. "Kenapa kau menyalahkanku? Padahal selama ini kau begitu tenang saat kita kencan dan tak sengaja ada Sakura, kau pun tak menghiraukannya! Lalu apa aku saja yang salah? Tidak Sasuke, tapi kaulah yang paling kejam di sini! Kau telah mempermainkan dua hati gadis yang masih begitu polos. Lalu karena siapa aku jadi seperti ini? Bukankah aku seperti ini karena kau yang menyuruhku untuk tetap diam! meski aku tak tega melihat Sahabatku sendiri begitu terluka!" satelah mengeluarkan semua unek-unek yang selama ini Shion simpan, ia merasa beban di pundaknya sedikit terangkat.

Sasuke diam tanpa kata, ia mengingat kejadian di mana saat itu ia berkencan dengan Shion. Namun suatu hal yang tak terduga terjadi. Dan saat itulah akhirnya Sakura mengerti tentang perjodohan itu.

Flashback On

Konoha City adalah tempat bermain yang sangat lengkap di Jepang, untuk masuk ke Konoha City sangatlah mahal. Namun walau begitu pengunjung tetap ramai, apalagi saat hari libur maka dipastikan tempat parkir Konoha City tidak akan muat untuk menampung ratusan atau lebih.

Dan di sinilah sekarang Sasuke berada bersama gadis cantik nan anggun Shion, gadis yang berasal dari Korea ini memang sudah beberapa tahun tinggal di Jepang. Dan sekarang ia sedang berkencan dengan pangeran Sekolah yang notabenne adalah calon tunangannya.

Dengan manja Shion merangkul lengan Sasuke, "Sasuke-kun aku tidak mau naik wahana apapu~n, wahananya seram-seram... aku jadi takut." Ujar Shion manja dengan semakin mengeratkan rangkulannya pada calon tunangannya.

Tanpa menatap Shion Sasuke berujar dengan tenang. "Lalu apa gunanya kita ke sini?" sebenarnya Sasuke sangat malas dengan yang namanya kencan, tapi apa boleh buat jika gadis ini terus mengganggunya dan yang lebih parah adalah gadis ini selalu mengancamnya dengan mengatas nama 'kan Ayahnya kalau-kalau ia tak mau dengan ajakan gadis yang kelewat manja ini.

"Aku 'kan hanya ingin bertemu dan bermesraan seperti ini dengan Sasuke-kun." Ujar Shion sembari tersenyum manis. Namun senyuman manis itu luntur seketika saat ia melihat seorang gadis bersurai merah muda menatap ia dan Sasuke dengan tatapan terluka, ia lalu berjalan mendekati mereka.

"Hai! Kalian berdua saja?" tanya Sakura nama gadis itu dengan tersenyum lebar namun terlihat sangat dipaksakan.

Shion hanya menanggapi pertanyaan Sakura sahabatnya yang juga adalah kekasih dari calon tunangannya itu tersenyum kaku. Selama ini ia menyembunyikan fakta bahwa ia akan bertunangan dengan Sasuke, karena kasihan dengan Sakura yang begitu mencintai Sasuke.

Sasuke menatap Sakura dengan diam, selama ini ia merasa sangat muak dengan kekasihnya itu yang selalu memasang wajah sok ceria. Padahal ia tahu betul jika setiap malam Sakura menangis, jangan tanya mengapa Sasuke tahu. Karena Sasuke mempunyai pengawal banyak yang diterjunkan langsung untuk menjaga gadis yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya itu.

Dengan kesal namun tak kentara diraut wajahnya yang datar itu Sasuke menggandeng pergelangan tangan Shion yang tadi sempat terlepas karena adanya kekasihnya itu.

"Ayo pergi Shion."

"T-tapi Sakura-chan?"

"Biarkan saja dia. Bukankah dia gadis yang kuat? Dia tidak akan hancur hanya melihat kita seperti ini." Ujar Sasuke tanpa menghiraukan Sakura yang matanya sudah berkaca-kaca.

Dengan cepat Sakura mendahului mereka yang akan pergi dengan berlari, Sakura merasakan kakinya bergetar lemas. Ia lalu duduk di taman yang cukup luas dan rindang itu. di bawah pohon Sakura yang berguguran. Yah, ini adalah musim semi di mana setiap musim semi ia akan menghabiskan waktu bersama Sasuke kekasihnya. Dengan gerakan pelan Sakura mengambil buku kecil berwarna pink dalam tasnya yang sudah tak layak dipakai itu, ia menulis buku harian dengan meneteskan air mata yang selalu ia sembunyikan di depan Sasuke.

Dear diary, hari ini adalah hari musim semi pertama dan itu adalah waktu yang selalu kuhabiskan bersama Sasuke-kun. Tapi tidak untuk musim semi tahun ini, aku menerima kenyataan pahit bahwa Sasuke-kun pacar yang sangat aku cintai menghianatiku. Kau tahu Sasuke? kalau hatiku sakit karena cintamu, dulu saat kita jadian semua Siswi di sekolah memusuhiku. Bahkan tak segan-segan untuk menindasku, tapi karena kekuatan cinta aku bisa bertahan tanpa mengeluh di depanmu.

Selama ini aku merasa tak pantas bersanding denganmu, kau orang kaya sedangkan aku orang miskin. Kau tahu kenapa aku bisa ke Konoha City yang terkenal dengan kemahalannya? Heh, jika kau tahu ini kau pasti akan mengejekku. Yah, aku menabung selama ini hanya ingin masuk ke Konoha City. Dari kecil aku ingin sekali masuk ke Konoha City, mendengar cerita teman-temanku kalau di sana permainannya sangat mengasyikkan. Dulu karena inginnya aku ke sana hampir setiap hari aku berjalan menuju ke Konoha City, namun hanya sampai depannya saja. Aku tak mampu dengan jumlah tiket yang menurutku harganya sungguh mahal.

Dan inilah kali pertama aku masuk, namun aku tak mendapat pengalaman yang membahagiakan, justru sebaliknya aku merasa kesakitan.

Kesakitan karena cintamu

Kesakitan dihianati sahabat yang paling aku percaya

Kesakitan karena hidup begitu kejam padaku

Kadang aku berpikir

Tuhan tak sayang padaku

Tapi karena aku terlalu munafik

Aku selalu menepis pikiran itu, berpikir setelah cobaan yang begitu menyakitkan ini

Aku

.

.

.

Akan mendapat kebahagiaan yang abadi kelak

.

.

.

Maukah kau mengabulkanku Tuhan?

.

.

.

Flashback Off

Sasuke sungguh menyesal atas apa yang ia lakukan selama ini terhadap Sakura. Karena sebenarnya walaupun dihadapan Sakura ia acuh, tapi demi apapun ia selalu memperhatikannya. Terang saja saat kejadian ia kepergok berkencan bersama Shion sebenarnya ia mengejar Sakura, namun karena harga diri yang setinggi langitnya itu membuat ia mengurungkan diri menghampiri Sakura yang menangis dalam diam.

"Aku akan melakukan apapun jika kau kembali Sakura, bagaimana dengan penyakitmu? Kau hanya seorang diri di sana." Gumam Sasuke sebelum ia memejamkan matanya.

.

.

.

Di ruangan serba putih yang hanya terdapat seorang gadis berparas cantik itu tampak membuka matanya dengan pelan, namun karena cukup lama ia tertidur membuatnya tak bisa menyesuaikan dengan silau matahari yang menerpa wajahnya itu. matanya membuka dan menutup berulang kali, sampai beberapa detik akhirnya ia bisa benar-benar membuka matanya yang berwarna emerlad indah nan teduh itu, membuat siapa saja yang melihat manik indahnya akan terhanyut oleh kesejukan mata yang berwarna emerlad bercahaya itu.

Gadis itu masih tak mnggerakan badannya walaupun ia sudah sadar dari tidur panjangnya. Ia hanya menatap langit-langit dengan tatapan kosong, ia mengingat dengan begitu jelas mengapa ia sampai ada di sini. Memikirkan itu gadis yang terbaring lemas itu mengeluarkan air mata bak kristal, tangan yang awalnya tergeletak lemas di samping tubuhnya itu bergerak menghapus air matanya.

Cklek

Suara pintu terbuka itu seakan suara pertama yang di dengar gadis yang baru sadar itu, gadis itu pun memalingkan wajahnya menuju pintu.

Itachi terkejut melihat Cherrynya telah sadar, dengan langkah cepat ia menghampiri sang Cherry.

"Aku tak menyangka akhirnya kau sadar!" ujar Itachi antusias sembari menggenggam tangan Cherrynya yang menatap ia heran.

"Kau siapa?" bibir pucat sang gadis itu terbuka pelan mengucapkan sebuah kalimat dengan suara yang menurut Itachi sangat merdu.

Tersenyum tipis Itachi membelai pipi Cherrynya yang tanpa cacat itu dengan gerakan lembut. "Aku Itachi, yang merawatmu selama kau tak sadarkan diri selama hampir dua minggu Cherry,"

Gadis itu mengernyitkan dahinya, "Cherry?"

"Yah, kau Cherryku. Kau milikku!" jawab Itachi tegas dengan pancaran mata yang begitu meyakinkan.

"Sejak kapan?" tanya gadis itu lagi.

"Sejak aku menemukanmu di tengah jalan, kau mengalami tabrak lari Cherry. Waktu itu aku baru pulang dari Korea dan aku sangat lelah, namun di tengah perjalanan aku menemukanmu dengan keadaan penuh darah. Hh, aku tidak bisa mengatakan kalau waktu itu aku tertimpa sial, karena kejadian itulah aku menemukan separuh hatiku." Ujar Itachi panjang lebar sembari menatap Cherrynya lembut.

Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali, baru kali ini ia bertemu dengan lelaki yang memperlakukannya begitu lembut dan penuh perhatian. Sikap pemuda ini sangat berlawanan dengan Sasuke lelaki yang sangat ia cintai sekaligus ia benci dalam waktu bersamaan. Melihat peluang yang begitu besar dari Itachi yang menganggap ia adalah miliknya, membuat Sakura bertekad bangkit dari keterpurukannya. Yah, mungkin bersama Itachi ia akan bahagia.

Harapan setiap manusia adalah mendapat kebahagiaan

Namun mendapat kebahagiaan tak semudah membalikkan tangan

Perlu perjuangan sampai kau mencapai titik di mana itulah yang kau inginkan

Bernarkan?

.

.

.

TBC

.

.

.

Big thanks to: hidan cantik, ayumu no d-chan, novia uchiharuno, HikariNdychan, aku aja aku banget, celubba, someone.

Author Note

Gimana menurut kalian Chapter ini? Saya membuat chap ini selama dua hari dan ini kupersembahkan untuk kalian yang telah mendukung berlanjutnya fic ini. Saya sangat senang dengan tanggapan positif kalian, terima kasih semuanya

Dan khusus untuk chap ini dan mungkin chap depan SasuSaku jarang berinteraksi, karena saya ingin membuat hubungan ItaSaku tidak kaku, jadi saya akan membuat usaha-usaha Itachi dalam meluluhkan hati Sakura yang telah patah hati. Di sini juga Sakura tidak mengetahui bahwa Itachi adalah kakak dari sang mantan kekasih.

Okey segitu aja yang mau saya jelasin. Bersediakah kalian memberi saya semangat melanjutkan fic ini dengan cara klik tombol biru di bawah ini

Salam

Viechan Blackcherry.