Title: Jebal, Only Look At Me

Cast : Kim Jaejoong

Jung Yunho

Kim Hyun Joong

Jessica (Kim) Jung

Tiffany (Kim) Hwang

Kim Jong Hyun

And OC dan akan ada yg menyusul

Genre : Angst/Hurt/Comfort/Family/Romance/Drama

Rate : T maybe T+

Warning : GS for uke

Disclaimer : all the characters are not mine, they belong to management, parents, families, and God.

Summary : Kesalahan fatal itu seperti apa? Haruskah ditebus dengan siksaan seumur hidup? Lihatlah aku walaupun hanya 1 kedipan mata kalian saja.

Jebal, Only Look At Me

-Chapter 1 –

.

.

.

Aku melangkah memasuki sebuah rumah, ya rumah yang kutinggali selama aku hidup. Rumah mewah atau istana? Aku tidak tahu. Yang jelas aku tidak merasakan apa yang disebut kemewahan. Mungkin kalian masih bingung tentang masa laluku? Oke akan kuceritakan setelah aku berbaring di ranjang ku.

.

.

Huft. Entah berapa kali aku mengeluh hari ini. Aku lelah. Aku merindukan kasur yang menurutku sudah empuk ini dan aku segera menyamankan tubuhku untuk berbaring. Kalian pikir, karena aku sudah di adopsi oleh Hyunjoong jadi aku bisa tinggal selayaknya orang kaya? Tidak. Kamarku tidak jauh beda dengan kamar pembantu dirumah ini. Segala kebutuhan yang aku butuh aku biayai dari gajiku sendiri yang tergolong tinggi karena aku seorang General Manager di salah satu perusahan milik Kim Corp, Seoul International Hotel. Dan aku selalu memakai kendaraan umum setiap berangkat kerja.

.

.

Aku mensyukuri hidup yang bisa ku manage sendiri, tapi itu hanya sisi baik hidupku. Bukan sisi kelam. Sisi kelamku ialah, setiap hari aku selalu bangun subuh, tak perduli aku tidur jam berapa saat malam, lalu aku membereskan rumah ini dan bergegas ke kantor. Di kantor pun jam kerja ku lebih banyak daripada presiden direkturnya sendiri, siapa lagi yang membuat jadwal itu kalau bukan hyunjoong. Jadwal pulang kantor yang tidak menentu tidak dijadikan alasan oleh keluarga hyunjoong untuk tidak menyuruhku mengurus pekerjaan rumah. Lalu untuk apa pembantu? Hey pembantu yang ada di rumah ini hanya supir, tukang kebun dan juru masak. Sisanya aku yang mengerjakan pekerjaan rumah. Urusan rumah tangga memang istri Hyunjoong yang mengaturnya, Kim Jung Min.

.

.

Urusan kantor? Tentu saja si hyun joong brengsek itu yang mengatur. Dia mungkin hanya setor muka ke kantor, selebihnya pekerjaan yang seharusnya dia kerjakan harus aku kerjakan. Bahkan saat meeting antar perusahaan pun aku yang mewakilinya. Tetapi apa hasil yang kudapat? Gajiku yang tinggi itu kadang dipotongnya, sedangkan staff lain dia beri bonus. Tenaga dan pikiranku dikurasnya habis-habisan, jika ada wawancara yang menanyakan bagaimana perusahaan Kim Corp bisa berkembang pesat dari waktu ke waktu, dia selalu menjawab "itu semua aku dan putriku Tiffanny yang bekerja keras". What the? Tidak sadarkah dia bahwa semenjak aku bergabung dengan Kim Corp akulah yang berjasa memajukan perusahaan ini sehingga bisa membuka berbagai cabang? Sekali lagi kutekankan bahwa aku hanya budak penggali harta Kim Hyun Joong saja.

.

.

Bukankah aku mempunyai 2 saudara perempuan? Cih. Itu hanya status keluarga saja. Tiffanny. Orang-orang mengenalnya karena ia puteri pertama Hyunjoong. Menurut orang-orang dia itu cantik, cerdas dan pintar, serta mempunyai kemampuan dalam menjalankan perusahaan dengan baik. Ckckck itu kata 'mereka'. Sedangkan menurutku dia itu cantik tapi hasil operasi, cerdas? Silahkan saja ajak dia untuk berdebat paling tidak jawaban dia hanya 'eu a eu' dan jangan lupakan kata-kata sadisnya dari bibir yang 'kata orang' itu seksi. Pintar? Okelah dia lulusan universitas ternama tapi apakah itu murni? Tentu saja ada 'hal-hal' yang ia lakukan supaya lulus. Punya kemampuan menjalankan perusahaan dengan baik? Apakah hanya berdandan, mengajak lelaki lain ke kantor, membentak karyawan yang tidak bersalah, suka clubbing dll itu bisa di sebut menjalankan perusahaan dengan baik? Buka mata kalian.

.

.

Jessica. Dia adik Tiffanny. Dia adalah model terkenal, tapi yah sekali lagi menurutku ia terkenal karena ada 'sesuatu', bukan karena kecantikan alami dari tubuhnya. Tentu saja dia serupa dengan kakaknya, cantik dengan operasi. Dia itu yeoja cerewet, manja, suka mengatur bahkan tak segan-segan tidur bersama lelaki lain. Tapi apa yang terjadi? Hyun joong selalu bilang bahwa jesicca itu gadis baik, polos dan penurut sehingga banyak yang memuji kealimannya. Heg! Telingaku sakit mendengarnya.

.

.

Lalu bagaimana dengan ummaku? Ummaku meninggal saat aku berumur 3 tahun, waktu itu umma dan appaku si hyunjoong brengsek itu bertengkar hebat. Mereka memang belum menikah sehingga mudah saja bagi hyunjoong untuk meninggalkan umma, tapi umma tetap mempertahankannya karena ia tak mau kalau aku besar tanpa seorang appa. Umma memang berpacaran dengan hyunjoong, tetapi itu adalah kedok hyunjoong supaya mendapatkan harta dari Shin haraboeji. Dia bahkan membuat umma hamil diluar nikah dan berpura-pura bertanggung jawab, 3 tahun setelah aku lahir barulah umma menyadari bahwa hyunjoong haya mengincar harta haraboeji. Harta haraboeji pun jatuh ke tangan hyunjoong. Semua tanpa tersisa. Dan disitulah awal kehancuran keluarga umma. Shin halmoni yang memang sudah meninggal duluan disusul dengan Shin haraboeji dan terkahir umma. Dia jatuh dari tangga karena di dorong hyunjoong. Shin Hyerin ditipu. Ummaku ditipu.

.

.

"Hah~ menangis lagi rupanya" kuusap cairan bening yang keluar dari kedua mata doe ku. Mengingat peristiwa itu memunculkan 2 tekad dalam diriku. Yang pertama aku harus bisa mengambil kembali apa yang menjadi milik umma dan haraboeji dulu dan yang kedua adalah membalas dendamku pada hyunjoong dan keluarganya. Cukup 25tahun ini aku tersiksa.

.

.

Tanpa terasa sekarang sudah pukul 3pagi. Aku pun beranjak ke kamar mandi untuk cuci muka. Malam ini aku tidak tidur memang jadi lebih baik aku beres-beres rumah saja, bagaimanapun ini rumahku, walaupun secara tidak langsung. Aku mulai menyapu, mengepel dan mencuci bajuku dan keluarga hyunjoong. Setelah itu aku menyetrika baju yang Tiffany dan Jessica taruh di tempat setrikaan. Inilah rutinitasku pagi ini.

.

.

"nona Jaejoong, anda ingin sarapan apa?"

"tidak usah memasak untukku Kang ahjumma, nanti keluarga yang tamak itu akan memarahimu"

"tidak apa-apa nona, lagipula aku akan memasak untuk pembantu yang lain"

"baiklah, apapun yang kau masak akan aku makan ahjumma"

.

.

Setelah berkata, aku pergi menuju kamar dan bersiap-siap ke kantor. Setelah siap akupun bergegas ke pantry kecil di dapur dan sarapan bersama pembantu lainnya. Mungkin bisa dihitung dengan jari berapa kali aku makan di rumah ini, karena aku selalu berangkat ke kantor pagi-pagi sekali dan sarapan bahkan selalu makan diluar.

.

.

Masih jam 6, sedangkan kantor bukan jam 8. Tapi aku harus sudah berangkat karena memakai kendaraan umum. Budaya workaholic sudah melekat pada diriku, jadi itu tidak masalah.

"pagi dunia, temani hari-hari ku ne" aku merentangkan tangan dan mengadahkan kepalaku melihat matahari yang mulai bersinar ditambah hawa sejuk yang belum terkena polusi sambil tersenyum, bermaksud meminta Tuhan memberikan 1 hari yang bisa membuatku senang sepenuh hati. Sekarang aku sedang menunggu bis untuk mengantarku ke halte selanjutnya.

"Cih. Pagi-pagi sudah bertingkah aneh, dasar gila"

Mwo? siapa yang berkata itu padaku? Ku torehkan kepalaku ke sebelah kiri, oh ternyata dia orangnya. Calon suamiku!

"Ah, masih pedulikah kau padaku Mr. Jung yang terhormat? Tidakkah itu membuang energi mu eum?" aku berkata tanpa melihat wajahnya.

"Ck. Kau itu, selalu membuat orang kesal. Aku rasa hyunjoong sangat sial untuk menganggapmu sebagai anaknya"

.

DEG.

.

Sial? Benarkah itu? Apa aku lahir kedunia ini juga sebuah kesialan bagi umma? Umma...mianhamnida.

"bukan urusanmu Yunho-ssi, lagipula kau yang memulainya kan? Kau ini pintar tapi babo juga"

"Ya! Neo! Aisshh jincha, kau adalah yeoja aneh yang pernah kutemui. Dan sialnya aku harus menikahimu. Damn it!"

"kau pikir aku mau dengan mu? In your dream Yunho-ssi" aku pun masuk kedalam bus yang sudah datang, meninggalkannya dengan sejuta perasaan kesalnya. Tumben dia kekantor sepagi ini, tanpa mobil pula.

Kim Corp's Tower 07.55am

"selamat pagi GM-nim, jadwal anda sudah saya letakkan dimeja beserta file-file yang harus anda tandatangani, dan jangan lupa jam 9 nanti kita akan meeting dengan seluruh staf inti perusahaan dan setelah makan siang anda ada meeting dengan Jung Corp"

"Ne gomawo, kau kerjakan tugasmu dengan baik"

Kupingku panas mendengar ocehan sekertarisku, itu adalah sepenggal jadwalku hari ini. Tanpa berpikir panjang aku langsung berkutat dengan dokumen perusahaan di tanganku.

.

-skip time-

.

Makan siang! Tapi aku tidak bernafsu. Aku lebih memilih tidur saja, 1jam mungkin cukup untuk menghilangkan rasa kantukku yang kutahan dari kemarin. Setelah berpesan pada sekertarisku untuk membangunkanku nanti, akupun tidur di sofa ruang kerjaku. Aku terlelap.

.

-skip time-

.

Setidaknya dengan tidur tadi aku sudah tidak pusing lagi. Aku pun bergegas menuju Jung Corp bersama sekertaris dan hyunjoong sialan itu. Meeting dan meeting. Aku lelah, untuk tandatangan sebuah dokumen saja aku harus berpikir ekstra apalagi meeting dengan petinggi perusahaan. Konsentrasiku harus penuh. Tapi sepertinya efek pusing itu datang lagi. Saat aku sedang menyimak Jung Yunho yang mempresentasikan laporannya, aku tetap memaksa diri untuk mencatat hal-hal yang sekiranya perlu dan belum kupahami.

Tes.

Tes.

Ada noda di kertas catatanku. Apa ini darah? Kuseka hidungku dan benar itu memang darah! Oh Tuhan jangan sekarang kumohon.

Srak.

Breeet

"Permisi aku mau ke toilet sebentar" peduli amat mereka memperhatikan tingkahku yang kurang sopan, apalagi si Yunho itu. Kepalaku semakin pusing dan berat, mimisanku belum berhenti. Kuremas kertas sobek yang ada darahku tadi, mengalihkan rasa sakitku Aku bergegas ke toilet dan masuk salah satu bilik di dalamnya. Kututup closet dan kududuki. Kuambil beberapa tissue toilet dan kudongakkan kepalaku supaya mimisanku berhenti.

.

.

Tuhan, kau marah padaku? Mengapa kau tidak mengabulkan permohonanku hari ini? Dan setelah aku berdoa aku merasa semua gelap...

TBC/END?
.

.

.

.

.

Pendek ya? hehe sengaja..ini cerita lanjut apa kagak itu terserah readers ne..

balesan review:

Jung Hana:: angst yg nyesek? oke di coba ne...nantikan ff ini selalu #pd don't forget to review

Kimberly:: okeoke ini udah ada update'an..review lagi ne

VoldeMIN vs KYUtie:: mian ini masih GS..gomawo udah kasih tau ne,, emang kata temen2 author ini forum lg bermasalah makanya banyak yg alihin ff mreka ke blog org lain/ pribadi...reviewna ditunggu

xxruuxx:: namanya jg angst pastilah yg mewek semua ceritanya..jaemma udah terikat kontrak dng author jd hrus mau author apa2in(?)..hehe reviewna ditunggu