Disclaimer : Masashi Kishimoto (-sama)

Nge… kos?

Chapter 2 : the daughter

Bruak… glodak (?)

Suara gedebam di sebelahnya membuat Sasuke memiringkan tubuhnya menghadap ke kasur yang ada di sebelahnya. Dilihatnya Naruto yang sedang sibuk berguling-guling hingga berada di bawah kasur Sasuke. Sasuke menghela napas.' Oh Kami-sama…. Kenapa aku bisa berpartner dengan dia?' keluh sasuke.

Dilihatnya jam yang berdiri kokoh di atas meja. Meja itu memisahkan antara ranjang Sasuke dan Naruto. Sedangkan posisi tidur mereka dengan kepala di utara dan kaki di selatan. Tepat di dekat kaki mereka lemari pakaian yang terkadang secara tak sengaja diinjak injak oleh Naruto.

'Masih pukul setengah enam'

'Nani? Setengah enam?'

Sasuke segera bangkit dan mengambil handuk yang digantung dibalik pintu. Sedangkan Naruto masih saja berguling ria di lantai dan ketika Sasuke ingin melipat selimut, Naruto hampir saja terinjak oleh kakinya. Karena tak tahan, Sasuke akhirnya mencoba untuk membangunkan Naruto. Mulai dari cara halus yaitu dengan menepuk-nepuk bahu hingga berteriak di telinganya. Namun, hal itu tidak juga berhasil. Ujung-ujungnya Sasuke mendapat tamparan tak sadar dari Naruto ketika berusaha untuk berteriak untuk kedua kalinya di telinga Naruto.

Sasuke geram dan akhirnya meninggalkan Naruto yang masih tertidur pulas. Dia sudah jera untuk membangunkan Naruto.

Ketika membuka pintu, dilihatnya Shino dan Kiba yang menuju ke kamar mandi. Sasuke segera mengikuti mereka. Terdapat enam kamar mandi yang saling berhadap-hadapan. Terdapat selembar kertas yang masing-masing ditempel di pintu kamar mandi. Kertas-kertas itu bertuliskan nama-nama penghuni kos terdahulu yang tentunya adalah senpai-senpai mereka.

"Setiap pintu ada namanya nih! Gimana mau mandi?"

"Ini kan hari libur. Lagian para senpai belum ada yang datang ke kos-kosan. Kita pake sepuasnya aja," celetuk Kiba.

Sasuke tiba-tiba menepuk dahinya sendiri. Bagaimana mungkin ingatan kalau tanggal masuk sekolah tidak terlintas di otaknya? Tahu begini dia bakalan hibernasi di kamar. Tapi, kalau terlanjur bangun ya tidak bisa tidur lagi.

Kiba segera menuju ke kamar mandi terdekat dan menutup pintunya. Tak sampai lima detik dia keluar dan masuk ke kamar mandi sebelah. Lalu, dia mengulang hal yang sama pada kamar mandi kedua hingga kamar mandi yang ke-enam. Sasuke dan Shino hanya sweat-drop ria melihat tingkah Kiba. Mereka mulai bertanya dalam hati berapa lama 'masa pemulihan otak' setelah bangun tidur terhadap Kiba.

"Minna…." Kata Kiba sok dramatis.

"Nani?" Tanya dua orang yang berada dihadapannya dengan tampang datar.

"Airnya kering semua."

"Ow….."

Satu detik…

Dua detik….

Tiga detik…

"Apa?!"

Suara kaget yang keluar dari mulut Sasuke dan Shino sontak membuat Kiba terperanjat hingga mundur beberapa langkah.

"Iya, airnya habis."

"Ada apa ini ribut-ribut? Hoam…"

Shino dan Sasuke menoleh ke belakang. Kiba, tanpa perlu menoleh kebelakang pun dia bisa melihat makhluk yang menggaruk-garuk belakang kepalanya sambil menguap itu.

"Shika? Sudah bangun?"

"Tentu saja sudah. Teriakan kalian terdengar sampai ke kamarku. Mau ga mau aku juga bangun. Pagi-pagi sudah ribut. Dasar merepotkan. Hoamm ," kata Shikamaru seraya mengambil handuk yang tersampir di bahunya. Ketika menguap, digunakannya handuk itu untuk menutupi mulutnya yang terbuka lebar.

"Astaga… kalo nguap di tutupin dong! Temennya ikutan keisap nih!" komentar Kiba.

"Udah ku tutupin pake handuk kok."

"Sudah-sudah! Sekarang kita bahas soal air yang kering di seluruh kamar mandi," ujar Neji seraya menunjuk-nunjuk kamar mandi.

"Eh? Habis? Bukannya tiap pagi dinyalain airnya?" kata Shikamaru.

"Dinyalain? Kapan dapet pengumuman gitu? Aku belum dapat pengumuman itu," ujar Kiba.

"Hehehe, itu pengarahan yang dikasih sama Tsunade basan waktu aku sama Sasuke nyari kos-kosan."

Sekali lagi, Sasuke tepok jidat (reader tahu kan maksudnya?).

"Tapi, pagi itu jam berapa?" Tanya Neji.

"Gak tahu… tahunya Cuma pagi aja," kata Shikamaru dengan nyengir kuda (?).

"Ini kenapa sih ribut-ribut?" ujar seorang (seekor) makhluk (lagi) yang kali ini memakai setelan piyama hijau dengan nama panggilan Lee.

"Airnya kering," jawab Kiba.

"Yuk, kita ketuk-ketuk pintu," usul Shika.

"Oh iya, kenapa gak kepikiran ya?"

Mereka menuju pintu yang berada depan kamar nomor lima yang langsung terhubung dengan rumah. Lalu, ujung-ujungnya mereka masih sibuk dengan tunjuk-tunjukan siapa yang berani mengetuk pintu itu. Dan akhirnya…

"Kalian anak baru ya? "

Mereka berlima menoleh ke belakang dan mendapati wanita muda yang memakai kimono hitam dengan pinggiran warna putih. Rambutnya tergerai sebahu. Satu kata baginya di pikiran para cowok yang mematung karena memandang wanita tak dikenal…..

'Kapan dia ada disini? Apa jangan-jangan..'

"Ano…. Airnya kapan dinyalain?" Tanya Kiba yang akhirnya memecah kesunyian. Ketiga temannya hanya mengangguk tanda menyetujui apa yang ditanyakan oleh Kiba.

"Airnya kalau pagi bakal nyala setiap jam enam kurang seperempat. Kalau sore nyala jam empat sore," terang wanita berpakaian kimono hitam itu.

Kelima anak muda di depannya hanya ber 'oh' ria. Namun, muncul seseorang yang biasa dipanggil chouji di belakang wanita berkimono hitam.

"Minna, ngapain disini? Ada apa? Oh ya, ini siapa?" Tanya Chouji seraya menunjuk-nunjuk wanita berkimono hitam yang sekarang sedang menunduk menahan amarah. ga sopan banget ya Chouji ini, ck ck ck.

" Namaku Shizune. Aku biasanya membantu Kaa-san kalian disini."

"Oh… pembantu ya?" Tanya Lee dengan watados yang ujung-ujungnya membuat teman-temannya merasakan aura amarah menguar di sekitar mereka.

Shizune menarik napas. Berusaha untuk memasukkan enrgi positif yang kebetulan lewat di sekitarnya. 'Shizune… sabar-sabar…. Mereka masih polos…. Masih anak baru…'. Dan akhirnya dia berhasil menghirup energy positif yang ada di sekitarnya secukupnya.

"Bukan, aku anaknya," kata shizune dengan senyum yang agak dipaksakan.

"Tapi.. kenapa airnya belum jalan juga ? bukankah ini sudah hampir jam enam?" Tanya Kiba.

"Oh iya, kalau hari libur airnya bakal jalan jam enam atau lebih. Oh ya, aku mau membersihkan taman. Kalau ada apa-apa kalian tahu kan dimana kalian bisa nemuin aku?" Tanya Shizune.

"Ga tahu," jawab Sasuke dengan datar.

"Aku juga ga tahu," kata Kiba.

"Apalagi aku yang ga tahu apa-apa. Bangun-bangun udah begini," kata Chouji.

"Aku ga tahu tentang hal merepotkan kaya gitu," kata Shikamaru.

Shino dan Neji tidak berkomentar apa-apa selain mengangguk tanda setuju dengan pendapat teman-temannya. Mereka memandang ke arah Shizune yang berdiri sambil memasang kuda-kuda dengan tangan kanan mengepal sedangkan tangan kirinya memegang sapu lidi untuk menyapu taman.

"Kalian…..!"

Keenam anak muda itu menunggu reaksi selanjutnya dari sang pembantu di kos-kosan mereka dengan ekspresi khas masing-masing. Chouji menunggu dengan deg-degan. Neji dan Sasuke memasang wajah datar namun tetap deg-degan. Kiba sudah memeluk ember kecil tempat dia menaruh peralatan mandinya. Shikamaru mengalungkan handuk dibahunya dan masih ber-'hoam' ria. Sedangkan Lee menunggu dengan antusias masa mudanya.

Shizune akhirnya menghentakkan kakinya dan membuat para anak muda di depannya kaget dan mundur beberapa langkah.

"Kalian bisa mencariku di taman. Tadi kan sudah aku bilang," kata Shizune dengan wajah yang penuh senyum dan background penuh bunga-bunga (dilihat dari pandangan para cowok-cowok disitu).

Kontan saja, keenam anak muda penghuni baru kos-kosan pada 'gedubrakan' secara berjamaah.

To be continued

Author's note :

Minna…

Gimana ceritanya ? aneh ga? Gomen ya kalo mengecewakan…

Tapi kalo reader senang, hontouni arigatou…..

Ninpou, Choujuu Giga

Kasumi : "Kya… ulet bulu…. Ngapain kamu nongol disini? Jatahmu bukan disini.."

Sai : "salahmu sendiri. Kalau begini caranya kapan aku berhenti…."

Kasumi :" Maksudnya?"

Sai : "kalo ngerjain scenario jangan berat sebelah dong… fanfic yang aku bintangin sama Sasuke gimana?"

Kasumi : "Oh.. yang itu…. Tenang… bakal aku kerjain kok. Tapi nanti ya.."

Bletak !

Kasumi : " ittai…..!"

Sai : " Sekarang!"

Kasumi : " Hai hai…." *pundung di pojokan bersama laptop tersayang*." Awas kau ,Sai!"

Sai : "Apa kamu bilang?" *ngegambar ulat bulu lebih banyak dan siap melancarkan serangan kedua*

Kasumi : " Kya….. tolong reader-sama…. Review ya…. Onegai…" *pasang kitty eyes*