Makasih sebelumnya buat yang udah review. Tetep review oke? –ditendang xD~- makasih buat: Cute-Tamacchan, sori, tapi bukan ino. Baca ya :)

Neshi Uzunami, makasih, maap sebelumnya ya, tapi ntar bakal diperbaikin ko..

Iuki Kyoshi, bener! Sakura ko, bukan Karin.

shirayuki naomi, Sasuke jahat? Mm, baca aja deh :)

Naara Akira, tebakan kamu salah satunya bener.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Tarik napas…

Yuuki naruchiha present…

London, I'm broken – a Naruto fanfic

piece 2

Naruto (C) Masashi Kishimoto

Story by: Yuuki Uchiha

Rate: T

Genre: Romance/Angst

Pairing: SasuNaru slight SasuSaku

Summary: Mungkin mata biru langitku dapat redup, senyum sehangat mentariku dapat mendingin, jika aku kehilangan sumber energiku. Apakah kau lebih memilih dia daripada aku?

Warning: NON YAOI, Sakura bashing

"Kau yakin mau berbuat hal itu?" Tanya seorang cowok pada gadis disebelahnya yang sedang menyeringai angkuh.

"Tentu saja," dia meneguk wine yang tinggal setengahnya. "Lagi pula itu tujuanmu sebelumnya 'kan?" tanyanya lagi, pemuda itu mengangguk.

"Tapi aku nggak mau kalau sampai ketahuan, lagi pula dia itu masih saudaraku juga. Kau mengerti 'kan?" si pemuda bangkit dari kursinya lalu perlahan menjauhi si gadis yang masih duduk di tempatnya.

"Ya, tentu saja. Aku juga suka padanya."

Pemuda itu menyunggingkan senyumnya lalu memutar kenop pintu. "Lakukan sesukamu. Ingat kesepakatan kita." Ujarnya sambil menutup pintu.

"Huft, kau memang bodoh." Cemooh si gadis saat pemuda itu menghilang dari pandangan. Lalu dia menatap foto orang yang tadi dibicarakannya. "Uchiha Sasuke… akan jadi milikku." Gadis itu menghabiskan winenya dalam sekali teguk.

----

"Eh, ada email.." ujar Naru saat membuka inbox emailnya.

Subject: London's park

From: sasuke_

Naru-chan, lihat, ini foto saat aku berada di London Park. Sebenarnya aku nggak mau berfoto seperti ini, tapi Shikamaru memaksa, katanya dia juga akan mengirimkannya pada Temari-san. Dasar dia itu.

Bagaimana menurutmu?

Balas emailku ya :)

Naruto tersenyum geli saat melihat foto tersebut. Ya, selain Sasuke, Shikamaru juga ikut pertukaran pelajar. Makanya nggak heran kalau saat ini juga di foto itu ada sosok Shikamaru yang kelihatan males tapi maksain buat berfoto. Kayaknya disuruh sama Temari-san deh, hihihi, dasar, mereka itu memang pasangan yang unik. Pandangan Naruto berubah saat melihat sosok Sasuke di foto itu yang juga nggak beda jauh ama kondisi Shikamaru saat itu, kelihatan bosan dengan alis yang terangkat sebelah, gaya cool Sasuke yang sangat disukai oleh Naru. Tapi ya Tuhan!, Sasuke masih terlihat ganteng! Biarpun dengan posisi yang seperti itu. Mau nggak mau Naruto deg-degan juga.

Gadis periang itu mulai mengetikkan huruf-huruf yang merangkai beberapa kata untuk membalas email Sasuke.

Re: Subject: London's Park

From:

Fotonya sangat lucu Sasu-kun, haha :D

Aku sangat suka latar belakangnya, penuh dengan taman bunga dan rumput hijau yang menghampar luas, ada kolamnya juga. Jadi mengingatkanku 'waktu itu'. Tau 'kan? :p

Emh, kalo di London ada bunga matahari nggak?

Naruto tersenyum lalu mengklik icon "send".

---

Sasuke menyandarkan bahunya pada tembok dibelakangnya, dia menghela nafas. Apartemennya masih sepi dari jam dua siang tadi, hingga sekarang jarum jam menunjuk angka empat pun keadaan kamarnya masih sama. Karena teman seapartemennya, Shikamaru Nara, sedang sibuk mengurusi beasiswanya, maklum, anak jenius memang suka sibuk. Itu juga Temari yang memaksa Shikamaru mengambil beasiswa yang ditawarkan padanya, kalau tidak, mungkin Shikamaru akan sama dengan Sasuke saat ini, berdiam diri di apartemen. Sebenarnya Sasuke juga mendapat tawaran yang sama di tempat yang berbeda, hanya saja Sasuke tidak berminat.

Jadilah pemuda tampan ini 'nganggur' di apartemennya sendiri. Berbagai macam PR telah dikerjakan, termasuk persiapan untuk ulangan biologi besok. Barang elektronik semacam TV dan computer memang disediakan, bahkan internet juga, tapi Sasuke merasa malas menggunakannya saat itu. Baru saja dia berdiri, pintu apartemennya diketuk dari luar.

'Shikamaru ya?' Tanya Sasuke dalam hati. Dia melangkah menuju pintu dan membukanya.

"Sasu-kun! Akhirnya apartemen kamu ketemu juga!" sesosok gadis memeluknya erat begitu pintu apartemen terbuka.

"Kamu… ngapain di sini? Bukannya kau ada kegiatan cheers?" Tanya Sasuke begitu gadis itu melepaskan pelukannya.

"Aku kangen banget ama Sasuke, jadi aku kabur dari latihan. Sasu-kun juga kangen ama aku 'kan?" gadis itu mendaratkan sebuah ciuman di bibir Sasuke.

"Hn."

"Hn itu apa? Kangen?" Tanya gadis itu manja banget sambil nyender-nyender di pundak Sasuke. Sasuke nggak menjawab.

"Aku anggap iya." Gadis itu ketawa centil.

"Sasu-kun, kita jalan yuk," rambut pinknya menyentuh rambut hitam Sasuke.

"Gomen ne Sakura, aku sedang banyak tugas." Dalih Sasuke membuat gadis bernama Sakura itu cemberut untuk kesekian kalinya karena ajakannya selalu ditolak.

"Sasu-ku kok kayak gitu ama Sakura?" tanyanya lagi.

"Lebih baik kau pulang." Ujar Sasuke lalu berjalan menuju pintu, hendak memasuki apartemennya.

"Tunggu," cegah Sakura.

"Apa?" Sakura agak tercekat sewaktu melihat ekspresi dingin Sasuke yang begitu menusuk.

"Ini," gadis berambut pink itu menyerahkan sebuah amplop yang sewarna dengan rambutnya, bertuliskan "Sakura's party".

"Tiga hari lagi adalah ulang tahunku, Sasu-kun datang ya.." ujarnya dibuat selembut mungkin, tapi Sasuke tetap bergeming.

"Sasuke?"

"Ya, kuusahakan." Katanya cepat seraya mengusir Sakura secara halus untuk keluar dari apartemennya, dia tidak ingin gadis pink itu terlihat oleh Shikamaru yang mungkin saja sebentar lagi pulang.

"Aku pulang dulu ya.." Sakura berjingkat mencium pipi kiri Sasuke.

Sasuke mengelap pipi kirinya dengan punggung tangannya saat Sakura menghilang dari pandangan.

"Hoi Sasuke, tadi itu siapa?" suara Shikamaru yang tiba-tiba terdengar di belakang membuat Sasuke agak kaget, tapi bukan Uchiha namanya kalau hal sepele seperti itu saja dapat membuat jantungnya berdetak kencang untuk sekali. Sasuke membalikkan badannya dengan wajah yang berekspresi seperti biasa, dingin.

"Bukan urusanmu 'kan?" Sasuke berjalan melewati Shikamaru menuju apartemen mereka. Sasuke lebih memilih menghindar dari pada membiarkan Shikamaru mengorek informasi tentang Sakura yang tiba-tiba nongol di apartemennya.

Shikamaru angkat bahu lalu mengikuti Sasuke masuk ke apartemen mereka, tetapi berbelok saat tiba di depan pintu kamar mandi.

"Sasuke, aku pakai kamar mandinya." Ujarnya cuek tanpa melihat ke arah Sasuke yang saat ini sedang menyalakan computer.

"Terserah, yang penting jangan buat Temari-mu itu menelponku, ngoceh yang nggak penting saat kau ketiduran di kamar mandi seperti dua hari sebelumnya. Berisik banget, tau nggak." Omel Sasuke, yang terkena omelan malah nyengir tanpa rasa bersalah plus ada rona merah di wajahnya gara-gara nama pacarnya disebut.

Suara Shikamaru tak terdengar lagi oleh Sasuke, sepertinya dia sudah masuk ke kamar mandi. Dan benar saja, sepuluh menit kemudian terdengar senandung kecil Shikamaru yang sedang berada di kamar mandi, membuat Sasuke geleng-geleng kepala mendengarnya.

Pemuda berambut ayam itu kembali focus menatap layar komputernya, membuka emailnya yang mendapat balasan dari Naruto. Sasuke tersenyum saat membaca sebuah kalimat Naru di emailnya.

Jadi mengingatkanku 'waktu itu'. Tau 'kan?

Sasuke segera membalas email itu.

Re: Subject: London's Park

From: sasuke_

'Yang itu' yang mana dear?

Oh iya, aku belum menemukan bunga matahari di London, atau mungkin nggak ada. Tapi Naru-chan suka banget sama bunga matahari 'kan? Selain ramen tentunya, hehe.

---

"Maaf ya Gaara, jadi merepotkanmu, padahal harusnya kan mereka yang membawa semua peralatan ini. Huh, mereka itu memang tidak bisa diandalkan!" Gaara melirik Naru yang ngomel-ngomel nggak jelas gara-gara disuruh membawa larutan NaOH, HCl, dan yang lainnya untuk percobaan titrasi di kelasnya.

"Tak apa." Ujarnya pendek.

"Oh iya, katanya kamu pindahan dari Suna, 'kan?" Tanya Naruto membuka topic pembicaraan, Gaara hanya mengangguk.

"Di sana kayak gimana?" tanyanya lagi.

"Kota Suna itu keadaan cuacanya sangat drastis, siang hari bisa saja sangat panas dan malam hari sangat dingin, tapi aku sudah terbiasa." Gaara menjelaskan.

"Ooohh.." ujar Naruto sok ngerti.

"Apa.. sebelumnya kau sudah menjabat di organisasi siswa? Ng.. sebagai ketua OSIS?" Gaara merasa tertarik akan gadis di sebelahnya yang mencoba untuk 'mengorek' informasi tentang dirinya.

"Ya," Gaara memilih untuk tak banyak berkomentar.

"Pekerjaan ayahmu.. dialih tugaskan ke Konoha?" Tanya Naruto lagi semakin cerewet. Gaara hanya mengangguk.

"Kau tinggal dima… KYAA!!!" Naruto hampir saja jatuh karena tali sepatunya sendiri yang tidak terikat dengan benar, tetapi tubuhnya ditahan oleh lengan seseorang dari belakangnya, oleh Gaara yang begitu kuat menahan berat tubuh Naruto.

"Gaara, makasih.." ujar Naruto begitu 'kembali ke tempat semula'.

"Kau tak apa-apa, 'kan?" Tanya Gaara memastikan.

"Ya, aku baik-baik saja." Naruto mengeluarkan senyum sehangat mentarinya pada Gaara. Tanpa disadari pipi Gaara merona, tapi ekspresinya masih datar.

"Ayo, semuanya menunggu kita." Gaara sedikit mendahului Naruto begitu barang-barang yang tadi diletakkannya sewaktu menolong Naru diambilnya kembali.

Naruto bengong sebentar, 'Gaara, dia cepat sekali meletakkan barang-barang yang dibawanya sewaktu menolongku tadi.. apa dia ahli jurus bela diri?' Tanya Naru dalam hati. Sementara Gaara sudah berada jauh di depannya dan kini mulai memasuki ruang kelas mereka.

"Gaara, tunggu aku!" teriak Naru berlari-lari kecil.

---

Garden Hotel, 23 maret 19:00pm

Sakura celingukan mencari sesosok pemuda tampan yang diundang secara ekslusif tiga hari yang lalu, tampaknya seseorang yang sangat dinantikannya itu belum terlihat batang hidungnya. Malam ini, tepatnya di acara ulang tahunnya, Sakura memakai dress panjang berwarna putih dengan hiasan bunga sakura di bahunya, rambut pinknya digelung kebelakang. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuknya dari belakang.

"Sasu.. eh, Sai.." Sakura sedikit kecewa ketika mendapati seseorang yang menepuknya dari belakang itu ternyata adalah Sai.

"Kenapa mukamu cemberut begitu? Bukankah ini hari ulang tahunmu?" tanyanya dengan wajah yang selalu tersenyum.

"Aku sedang menunggu seseorang," jawab Sakura cuek.

"Hm? Apa si Uchiha itu" tebak Sai.

"Seperti dugaanmu," Sakura tersenyum.

"Lakukan sesukamu, aku ada urusan lain." Tunjuknya pada seorang gadis berambut pirang panjang yang sedang mengobrol bersama beberapa tamu Sakura yang lainnya, Sakura langsung mengerti.

"Ino Yamanaka, orang Jepang juga bukan? Kenapa dia bisa nyasar ke London?" Sakura meminum orange juice yang ditawarkan seorang pelayan padanya.

Sai mengangguk kecil lalu tertawa, "Tepat sekali, dia itu anak seorang pengusaha pengekspor bunga-bunga yang kualitasnya jauh diatas pasaran. Dia bisa mendapatkan semua yang diinginkannya hanya dengan sekali jentikkan tangan. Kau tau?" jelas Sai, Sakura hanya mengangguk.

"Dasar penjilat." Sakura geleng-geleng kepala sambil tersenyum licik.

"Bukankah kau juga begitu? Menipu semua laki-laki kaya yang kau jadikan kekasih lalu dengan perlahan menggerogoti hartanya?" balas Sai tak mau dituduh sebagai penjilat, walaupun pada kenyataannya iya.

Sakura tersenyum licik lagi. "Kau memang pandai membela diri, Uchiha." Ucapnya sambil menekankan kata "Uchiha".

"Hei, targetmu berikutnya juga Uchiha." Ujar Sai mengingatkan.

"Aku sudah tau, kau juga menginginkan posisinya sebagai pewaris tunggal perusahaan Uchiha, 'kan? Tentunya setelah saudaranya yang satu lagi meninggal karena kecelakaan pesawat dua tahun lalu, bukankah kau juga yang melakukan sabotase pada pesawat itu?" keduanya lalu tertawa ringan.

"Kau memang licik, Uchiha." Tambah gadis pink itu lagi.

"Jangan panggil aku Sai Uchiha kalau hal mudah seperti itu saja tak dapat aku lakukan. Ingat, aku adalah seorang Uchiha." Ujar Sai lagi.

"Uchiha pinggiran, bukan?" Tanya Sakura menyindir.

"Setelah target kita tercapai, nama Uchiha yang bersandang di belakang namaku akan naik derajatnya, dan aku tak segan untuk menghancurkan hidupmu kalau kau berkata seperti itu padaku lagi." Katanya mengancam Sakura yang kini sedang tertawa.

"Memangnya akan semudah itu?" Sakura melanjutkan tawanya lagi.

"Pokoknya, bereskan orang yang bernama Sasuke Uchiha itu, gara-gara ayahnya merebut saham perusahaan itu, ayahku jadi jatuh miskin. Tapi aku akan berusaha kembali untuk merebutnya." Sai tersenyum licik, ada kilatan dendam di matanya.

"Sebaiknya kau segera menjauh, Uchiha, karena Uchiha yang satunya lagi sudah berada di tempat ini." Tunjuk Sakura pada seorang pemuda tampan yang mulai memasuki pintu utama gedung ulang tahun Sakura.

"Jadi itu yang namanya Sasuke? Pantas saja kau menginginkannya, apa nasibnya akan sama dengan laki-laki malang lainnya?" tanya Sai menyindir Sakura.

"Tentu saja tidak, dia akan jadi milikku. Dia itu berbeda." Ucap Sakura sambil berjalan menghampiri Sasuke.

"Gadis licik," cemooh Sai seraya melihat punggung Sakura yang semakin menjauh, lalu dia meninggalkan tempat itu.

---

Konoha, 23 maret 20.00pm

"Naru-chan sedang apa?" Tanya Minato melihat putri tunggalnya sibuk berkutat mengerjakan PR.

"Ngerjain PR Kimia, Yah. Banyak banget! Disuruh bikin laporan praktikum titrasi, lagi! Mana Naru belum bikin, lagi. Dikumpulinnya besok," keluh Naru.

"Kok anak ayah bilang kayak gitu? Harus semangat dong!" ujar Minato.

"Bukan gitu Yah, Naru nggak begitu keberatan sama PRnya, cuman temen sekelompok Naru yang nggak mau bikin laporan. Andai Naru sekelompok sama Hinata, mungkin Hina-chan bisa bantu." Keluh Naru tambah panjang.

"Ya udah, sekarang kerjain PRnya sama laporannya ya Naru-chan. Nggak ada ruginya kok. Anak ayah pasti bisa!" Minato menyemangati putrinya.

"Iya, makasih ya Yah…" ucap Naruto.

"Iya. Naru-chan hari sabtu libur, 'kan? Liburan yuk!" ajak Minato membuat wajah Naru menjadi sumringah.

"Bener Yah? Kemana? Nggak ke kebun binatang, 'kan? Hehe." Tanya Naruto jail.

"Ayah juga tau Naru-chan bukan anak TK lagi. Memangnya Naru-chan pengen ke Kebun Binatang?" goda Minato pada putri kesayangannya itu.

"Ya enggak lah Yah! Oh iya, senin ama selasa juga Naru libur kok, katanya ada rapat guru, nggak tau kenapa, tapi Naru seneng banget bisa dapet libur." Naruto nyengir lagi.

"Dasar." Ujar Minato sambil ngacak-ngacak rambut Naru, padahal Naru paling nggak suka rambutnya diacak-acak.

"Ayah belum jawab pertanyaan Naru yang tadi, mau liburan kemana Yah?"

"Kemana ya? Ke London?" Tanya Minato menyebutkan sebuah tempat yang sangat ingin Naruto kunjungi.

"Iya! Ke London aja Yah! Naru pengen ke sana!" teriak Naruto semangat.

"Kok jadi berubah semangat kayak gitu? Kayaknya ada yang aneh sama anak ayah ini.." goda Minato lagi membuat Naru sedikit blushing.

"Ih, nggak ada apa-apa kok!" teriak Naru kenceng semakin memperlebar cengiran Minato yang seneng banget godain putrinya.

"Ayah kok godain Naru-chan yang lagi ngerjain PR sih?" Tanya Kushina yang tiba-tiba nongol di depan kamar Naru.

"Eh, Bunda. Nggak kok, ayah nggak godain Naru-chan." Ujar Minato membela diri.

"Iya nih Bunda! Naru kan lagi ngerjain PR." Tambah Naru.

"Udah, Ayah temenin Bunda nonton yuk." Ajak Kushina.

"Oh iya Bunda, ntar sabtu Ayah ngajakin Naru liburan ke London." Ucap Naruto mengobrolkan topic yang sangat disukainya itu.

"Oh ya? Kenapa Bunda nggak diajak?" Tanya Kushina pura-pura marah.

"Bunda juga diajak kok.." jawab Minato cepat-cepat.

Naruto cuman bisa tertawa senang melihat keharmonisan keluarganya yang sering tercipta, terutama saat-saat mereka berkumpul seperti ini.

"Ayah sama Bunda ke bawah dulu ya Naru-chan, kerjain PRnya." Kushina menasehati.

"Siap Bunda!" Naruto menunjukkan sikap hormatnya seperti seorang tentara, Kushina hanya tersenyum.

'Sasuke.. hari sabtu ini aku akan ke London. I miss you so much! Kita ketemu di sana ya.' Inner Naru senang.

---tsuzuku---

Ketahuan deh siapa "penjahatnya". Ohoho. Yup! Gadis yang manja-manja ke Sasuke waktu chapter pertama adalah Sakura! Selamat buat yang tebakannya bener. :)

Tambah deh chara baru di chapter ini, kayak Shikamaru, dan Sai, yang pengen ngerebut perusahaan keluarga Sasuke.

Gimana sama hubungan Naru n Sasuke yang mulai terusik dengan kehadiran Sakura?

Waah, konflik-konflik merajalela!

REVIEW yaa, ingetin Yuuki kalo ada yang salah, soalnya Yuuki masih pemula di FFn ini.

Makasih buat yang udah ngeripiu sebelumnya :)

READ n REVIEW please…

_naruchiha_