Main Cast: Lee Jeno x Huang Renjun (NoRen)
Other cast: NCT's members and SF9's members
BoyxBoy
Genre: romance/drama
BABY BREATH
Happy reading...
.
.
.
"RENJUNNNN" teriak seseorang dengan suara bass nya
Yang merasa terpanggil pun menoleh
"KE-napa..." aku hampir teriak jika tidak melihat hal itu
Dia lari menghampiriku dan langsung merangkul pundakku
"tungguin dong" ujarnya sambil mengusak rambutku
"e-eh..a-anu... kenapa?" tanyaku gugup
"kantin" ujarnya sambil mulai menggiringku untuk berjalan
Blank. Kata itu cukup untuk mendeskripsikan bagaimana keadaanku saat ini. Orang yang selama ini selalu kuhindari tiba-tiba datang lagi padahal ia sudah ada yang punya. Aneh sih liat dia bersama temen sendiri tapi mau dikata apa, semua itu takdir.
"h-hyung" panggilku sambil mencoba melepas rangkulannya
"hm?" sambil melepas rangkulannya padaku
"jaemin" cicitku
"dia sedang bersama Jeno, tenang saja. Tidak ada yang tau tentang kita" ujarnya menenangkan
Namun, satu hal yang kita berdua lupakan sejak tadi yaitu Donghyuck. Kita melupakan keberadaannya saat ini. Dia mendengar apa yang dikatakan Mark hyung padaku. Saat aku menoleh padanya, ia meminta penjelasan dari pancaran matanya. Mark hyung yang mengetahui itu mungkin hanya bisa pasrah atau acuh(?) Aku tak mengerti bagaimana jalan pikiran seorang Mark Lee. Namun, satu hal yang ku ketahui tentang Mark, yaitu keberaniannya.
"aku menunggu mu di dalam mobilku setelah pulangan Renjun sayang" bisik Mark hyung tepat ditelingaku
Aku beku seketika. Bagaimana ia bisa terang-terangan berbicara seperti itu padaku saat ini? Dasar Mark Lee bodoh. Bagaimana jika Donghyuck mendengar atau bahkan orang lain yang mendengar? Bisa kacau semua yang telah kurencanakan. Sebuah tangan menepuk pundakku dengan sadis dan pelakunya dalah Donghyuck.
"aku butuh penjelasanmu sobat" ucapnya menepuk-nepuk pundakku dan menatap tajam
"ini tidak seperti yang kau lihat dan kau pikirkan hyuck" ucapku membela diri
"jelaskan padaku sedetail-detailnya Huang Renjun" desisnya sambil berlalu meninggalkanku seorang diri
"shit" umpatku
Acara sarapanku terganggu dengan kehadiran Mark sialan itu. Terpaksa aku hanya membeli susu dan roti selanjutnya kembali kekelas. Tak cukup sampai disitu saat sebelum aku memasuki kelas seseorang memanggilku lagi
"renjun" ucapnya
Aku menoleh dan mendapati wajah tersenyum Jeno. Dan sialnya itu sangat indah dimataku
"kenapa?" tanyaku malas dan melanjutkan untuk duduk dikursiku, ia mengikuti
"Jaemin dan Mark hyung tidak memiliki hubungan lagi sekarang dan itu membuatku senang sekaligus sedih. Aku senang karena aku punya kesempatan dan sedih saat melihat mata sembab Jaemin" jelasnya
Butuh beberapa menit aku mencerna semua yang dikatakan oleh Jeno. Namun, aku tak sanggup teriak histeris seperti yang dilakukan kebanyakan orang. Aku hanya diam memikirkan apa yang mungkin menjadi penyebab hubungan mereka kandas. Dan jika diteliti lebih lanjut, hubungan mereka terlibat mulus-mulus saja bahkan banyak pasangan lain yang iri terhadap kemesraan yang mereka umbar.
"ren"
"renjun"
"jun"
TAKKK
"aww, ish.. sakit bodoh" ujarku mengelus dahi yang dijitak Jeno
"kau sekarang lebih sering melamun dari biasanya" ujarnya
"tidak" jawabku asal
"aku tidak sedang bertanya Renjun tapi mengungkapkan fakta"
"terserah padamu Jen" ucapku
Aku mengeluarkan handphone untuk mengirim pesan singkat pada seseorang
To: Mark pabbo
Jelaskan padaku semuanya bodoh!
Setelah itu aku menatap Jeno
"Jeno" panggilku
"kenapa?" tanyanya
"bantu aku"
Ia mengerutkan alis menandakan bingung, tumben sekali seorang Renjun meminta bantuan pada Jeno
"dia kembali lagi Jen" ucapku sambil menunduk
"siapa Ren?" tanyanya mulai panik saat melihatku menunduk
"you know what I mean Jeno, please help me" ujarku memelas sambil memegang tangannya
Jeno terlihat kaget. Ya. Dia tau siapa yang kumaksud. Dan ini berjalan sesuai rencanaku. Dia terlihat panik saat aku menyebutkan hal itu. 'sukurin kamu Jen, makanya jangan main-main sama aku wkwk'
"apapun aku lakuin buat kamu Ren, jangan takut ada aku yang siap bantu kamu apapun. Udah jangan sedih lagi ya" ucapnya sambil memelukku, mencoba menenangkan
"serius kan kamu Jen?" tanyaku disela pelukan
Ia mengangguk menandakan persetujuan
"carikan aku pacar" ucapku
"a-apa Ren? Ucapnya sambil menatap manik mataku
"iya, carikan aku pacar. Dengan gitu aku yakin pasti dia gak bakal ganggu aku lagi" ujarku mantap
"cari pacar gak segampang itu Ren. Dan itu butuh waktu yang cukup lama Renjun" jelasnya
"aku udah ada orangnya. Kamu tinggal bantu aku buat jadian sama orang itu, gampang kan?" ucapku sambil menaikkan alis
Dia memukul wajahnya sendiri "itu namanya pemaksaan Renjun, dasar nekat"
"biarin daripada naked" ujarku santai
TAKK
Untuk sekian kalinya aku meringis lagi. Dasar Jeno, ngapain sih pake jitak melulu
"jangan ngomong begitu, gak sopan Renjun" ucapnya sambil nunjuk-nunjuk aku
Karena sebel aku mempoutkan mulut saja. Enak saja aku disalahkan trus daritadi, kan aku sudah gede kenapa juga masih dilarang sana sini. Kaya eomma aja, nyebelin.
"dasar Lee Jeno nyebelin" gerutuku
TETTTT TETTTT (suara bel)
"aku kekelas dulu Ren, jangan ngomong kotor lagi kalo gak mau aku bilangin bibi" ancamnya
Kutatap tajam dia saat mengatakan hal itu. 'dasar tukang ngadu'.
Ini pelajaran terakhir yang membosankan, Bahasa Korea. Pelajaran ini berdurasi sekitar 2 jam dan itu sangat-sangat membosankan. Aku menguap berulang kali bahkan sampa tak bisa kuhitung dengan jari maupun kaki. Donghyuck yang duduk dibelakangku malah sudah tertidur dari sejam yang lalu. Memang gurunya gak nyeremin tapi aku tetap gak bisa tidur. Pikiranku melayang apa yang dikatakan Jeno tadi dan juga aku memikirkan untuk apa Mark hyung memanggilku.
"renjun" suara seseorang memanggilku
Kutatap orangnya dan ia berkata
"aku sekelompok denganmu dan Donghyuck, okay?" ucapnya
Awalnya aku bingung. Kelompok apa yang dimaksud Hwiyoung, tapi aku mengangguk saja. Saat mengingat bahwa Hwiyoung ini salah satu sohib dari Chani. Ya jadi Hwiyoung bisa dijadikan perantara antara aku dan Chani, ah senangnya.
"jadi kelompok ini kalian yang menentukan dengan siapa. Saya hanya menerima bersih hasil dari kerja kelompok kalian, silahkan pulang" ucap Chae sonsaengnim
Mendengar kata pulang ntah mengapa anak-anak yang tertidur langsung terbangun dan ngacir keluar kelas. Mungkin kata itu mengandung ramuan sesuatu yang bisa membuat siapa saja merasa senang serasa terlepas dari neraka yang sangat panas. Aku berjalan kearah parkiran untuk menemui Mark hyung. Dan langsung saja aku memasuki mobil itu karena aku tau pemiliknya sudah ada didalam.
"apa temanmu minta penjelasan tadi?" tanyanya
Aku menggeleng. Bukan maksudku tidak, tapi belum.
"syukurlah" ucapnya mengelus dada, aku berdecih
"belum maksudku. Mungkin besok dia akan berkicau" ucapku ketus
"oh my god"
"kenapa memanggilku?" tanyaku karena aku males berdua dengannya
"apa hubunganmu dengan Jeno? Kenapa tadi dia memelukmu? Apa dia kekasihmu? Bukannya kalian hanya sahabat? Jawab dengan jujur Huang Renjun. Kau tau aku tak suka kebohongan" tanyanya bertubi-tubi dan berbagai penekanan
"cih, kau pikir kau siapa bertanya seperti itu padaku? Terserah aku mau berpacaran dengan siapa, apa peduli mu hah? Urusi saja hubunganmu bersama NA JAEMIN" ucapku meninggi dengan mata berkaca-kaca
Ia memelukku tiba-tiba. Aku memberontak. Enak saja main peluk-peluk, seenak udelnya aja sama aku.
"jangan seperti ini Renjun, maafkan aku eoh?" ucapnya melembut
"hiks... dasar bodoh... hiks.. Mark bodoh" tangisku pecah sambil memukul dadanya
"aku tau aku bodoh Renjun, jadi maafkan aku ne?" ucapnya
Aku menggeleng 'tak semudah itu bodoh'
"jinjja mianhae Renjun-ah, aku tau aku yang salah selama ini jadi maafkan aku ya. Aku berjanji tak mengulanginya lagi" ucapnya mengelus kepala, berniat menenangkan
Aku mengangkat kepala dan menatap wajahnya
"jinjja?" tanyaku
Ia mengangguk pasti
"aku berjanji Renjun-ah" ujarnya dengan nada serius
Aku tersenyum saat ia mengatakan hal itu, hatiku serasa berbunga kembali. Aku melepaskan pelukanku. Dan menghapus jejak air mata sialan yang berhasil keluar dari mataku.
"jadi..."
Aku menatapnya bingung
"jadi bagaimana dengan kita?" tanyanya sambil menyerahkan bunga kepadaku, bunga kesukaanku
.
.
.
.
.
TBC
Wahh akhirnya chapter kedua finish. Ini aku dapet ide dari cerita percintaan temenku wkwkwk. Maafkan kalo banyak teka-teki di chapter ini apalagi kalo buat kalian bingung. Aku sendiri juga bingung gimana mau buat konflik diantara mereka hehehe aku mau buat alur yang anti mainstream biar greget gitu, tapi kalo kalian bingung kalian bisa kasih saran ke aku lewat review kok. Kritik juga gpp biar aku bisa baikin kesalahanku
Ps: untuk semua review di chapter sebelumnya makasih banget ya dan kalo ada yang belum sempat aku bales review nya maaf ya, tapi semua review aku baca kok. Makasih juga buat fav dan follow nya, ku bahagia banget wkwkkw
Pss: review kalian buat aku semangat nulis hehehe dan aku juga seneng akhirnya ujian telah berakhir hahaha walaupun tinggal UN tapi gpp lah
Review?
