NARUTO FANFICTION
Disclaimer: Masashi Kishimoto
ARTI DARI SEBUAH PERASAAN
Warning: Abal, OOC, AU, TYPO bertebaran dimana-mana, dkk.
Rated: T
Genre: Adventure, Fantasi and Romance
Pairing: Uzumaki Naruto and Hyuga Hinata (NARUHINA)
ARTI DARI SEBUAH PERASAAN by RAMADI HLW
Yosh… ternyata ada juga yang mau meriview FF saya yang tak seberapa ini, saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya bagi semua yang telah mau menyempatkan waktunya untuk membaca FF saya ini.
Laila angel sapphireBluee: terimakasih banyak atas sarannya, dan di chapter 2 ini udah mulai saya terapkan yang Laila-san sarankan. Dan hasilnya FFnya jauh lebih mudah dimengerti.. Terimakasih sebesar-besarnya karena menjadi orang pertama yang meriview FF saya ini #nangis terharu#. Saya minta maaf atas dobelnya FF chapter 1, saya sendiri bingung kenapa bisa seperti itu karena ini pertama kalinya Saya memposting cerita di FF.
Suriken: salam kenal juga Suriken-san, terimakasih telah meriview FF saya ini dan juga terimakasih atas sarannya, tadinya saya mau skip cerita tentang penyelamatan Gaara karena saya tidak pandai membuat adegan action, namun karena ini adalah saran yang begitu mendukung saya usahakan membuatnya, maaf kalau hasilnya kurang bagus ya Suriken-san.
Yogiblueside: Terimakasih banyak atas pujiannya.. chapter 2 sudah saya lanjut. "apa FF saya di Fav oleh Yogi-san?" begitu terkejut dan terharu terimakasih sekali lagi Yogi-san.
Sebelumnya: Hinata mulai mengatur nafas saat ia telah tiba di hutan kecil yang dikhususkan sebagai tempat bermeditasi, kekhawatiran melanda pikirannya kala ia mendengar berita dari sepupunya tadi, dimana Tim Tujuh yang telah lebih dahulu pergi menyelamatkan Kazekage.
'bukankah Kazekakage ditangkap oleh Akatsuki, mengapa Tim Tujuh yang pergi untuk menyelamatkannya' pikirnya saat ia mulai mendudukkan dirinya disalah satu pohon di hutan kecil tersebut.
Perlahan Hinata memejamkan matanya, dan mulai memusatkan pikirannya pada satu hal mungkin dengan begini ia dapat menghilangkan pikiran-pikiran buruk yang terus bersarang di kepalanya.
Wajah pria pirang yang selalu tersenyum, mata biru yang berkilau seperti safir mengingat hal tersebut perlahan meredakan ketakutan yang melandanya. "Naruto-kun..kembalilah dengan selamat" bisiknya kepada angin berharap dapat didengar oleh Naruto.
Chapter 2
Normal POV
Tim tujuh beserta seorang wanita tua dari Sunagakure telah memulai pencarian lokasi dimana Kazekage dibawa oleh Akatsuki. Sebelumnya Kakashi telah memerintahkan Pakkun yang merupakan Anjing Ninja kuchiose milik Kakashi untuk membantu mereka menemukan lokasi Kazekage dibawa secara akurat.
Perjalanan mereka dihentikan oleh salah satu anggota Akatsuki , "sudah lama tak bertemu Kakashi-san, Naruto-kun" ucap anggota Akatsuki tersebut yang bernama Uchiha Itachi.
Mereka mulai menyusun langkah untuk bertarung dengan Itachi yang ahli dalam penggunaan Sharingan, setelah selesai memikirkan cara yang tepat untuk bertarung dengan seorang Uchiha Itachi lantas Naruto melangkah kedepan untuk mengambil posisi bertarung namun hal itu dihentikan oleh Kakashi.
"Tunggu" kata Kakashi pada Naruto, kemudian ia menjelaskan bahwa Sharingan yang digunakan oleh Itachi bukanlah Sharingan biasa, melainkan Mangekyou Sharingan, Doujutsu yang jauh lebih kuat dari Sharingan biasa.
Itachi mengangkat telunjuknya kearah Naruto, pertempuran akhirnya terjadi. Kakashi melarang Naruto untuk menyerang, tapi bukanlah Naruto kalau mau menuruti perintah Sensei nya begitu saja.
Naruto akhirnya sadar bahwasanya dia telah masuk kedalam genjutsu Itachi, dan hal itu terjadi bukan karena Naruto menatap mata Itachi melainkan karena ia melihat cincin yang berada di telunjuk Itachi.
Naruto mengingat apa yang diajarkan Jiraiya padanya saat latihan untuk keluar dari genjutsu. Naruto menghentikan seluruh aliran cakranya, dan pada saat aliran cakranya terhenti dalam seketika Naruto kembali mengalirkan cakranya keseluruh tubuhnya.
Aliran cakra Naruto yang begitu kuat mengakibatkan ledakan disekitar area ia berdiri, tanah yang menjadi pijakan kakinya berubah menjadi sebuah kawah. Itachi yang melihat hal itu tersenyum bangga pada perkembangan Naruto yang dapat keluar dari genjutsunya.
Sakura dan Nenek Chiyo begitu terkejut melihat Naruto, setelah hal itu terjadi Kakashi melihat kebelakang dan memberikan perintah pada Naruto "Naruto ikuti perintahku.!" Naruto mengambil sikap bertempur saat itu juga.
Itachi langsung membuat beberapa segel tangan dengan begitu cepat "Katon: Housenka no Jutsu" (Elemen Api: Teknik Burung Api). Kakashi yang berada pada barisan paling depan segera menghindar dengan cepat.
"Katon: Goukakyuu no Jutsu" (Elemen Api: Teknik Bola Api)" sekali lagi Itachi kembali membuat serangan kerah Kakashi, namun kali ini dengan bola api yang begitu besar dan terus bergerak.
Kakashi berhasil menghindar dari serangan tersebut, setelah itu Sakura dan Nenek Chiyo segera menghindar untuk berlindung, Sakura yang melihat Naruto yang masih berada di arah Bola Api itu bergerak hanya dapat teriak memanggilnya "Naruto…!"
Lain hal nya dengan Naruto ia malah membuat segel tangan yang begitu cepat "Babi, Anjing, Burung, Monyet, Domba Ninpo: Kuchiyose no Jutsu (Seni Ninja: Teknik Pemanggil)" setelah itu munculah seekor katak yang bernama Gamatatsu.
Awalnya Gamatatsu begitu takut melihat api yang begitu besar, Dia melihat kearah Naruto, namun hanya dibalas anggukan oleh Naruto. Tanpa pikir panjang Gamatatsu kembali melihat Bola Api yang menuju kearahnya dan mulai berkonsentrasi membentuk cakra diperutnya. Begitupun dengan Naruto ia mulai berkonsentrasi dan kemudian menyentuh punggung Gamatatsu "Fuuton: Gama Tepoo" (Elemen Angin: Pistol Air Katak).
Tabrakan antara Bola Api dan Badai Air pun terjadi, dan menyisahkan kabut karena air yang menguap. Tidak menyia-nyiakan kesempatan Kakashi kembali menyerang namun dapat dihindari oleh Itachi, Itachi berhasil menangkap Kakashi dan Ia kembali menyerang dengan genjutsu, namun genjutsu yang dilancarkan Itachi tidak berpengaruh pada Kakashi yang ia tangkap karena itu adalah Kagebunshin Kakashi.
"Abaikan Kagebunshinku, serang dia Naruto..!" teriak Kakashi pada Naruto, "Aku Tahu Sensei" balas naruto.
"Oodama Rasengan" Naruto melancarkan serangan tepat di perut Itachi dan membuat ledakan yang begitu besar. Itachi yang mendapat serangan seperti itu tersenyum tulus pada Naruto. Dan hal itu menjadi pertanyaan besar di benak Naruto.
Kakashi, Sakura, dan Nenek Chiyo yang melihat kejadian itu heran dan kagum pada kemampuan Naruto. Mereka bergerak menuju mayat Itachi, dan saat melihat mayat tersebut mereka terkejut karena mayat tersebut bukanlah Itachi melainkan Yuura dari Sunagakure.
Setelah Gamatatsu protes pada Naruto karena memanggilnya di tempat yang berbahaya, ia memaksa Naruto untuk berjanji membelikannya Snack jika telah kembali ke Desa. Kakashi, Sakura dan Nenek Chiyo yang melihat hal tersebut Sweatdrop. Kemudian Gamatatsu mengangkat tangannya dan mengucapkan selamat tinggal pada Naruto, dan seketika itu Gamatatsu menghilang dan meninggalkan asap putih. Naruto yang ditinggal hanya dapat membayangkan bagaimana nanti nasib dompetnya yang berbentuk katak.
Perjalananpun dilanjutkan hingga mereka tiba didepan pintu masuk gua dimana Kazekage atau Sabaku Gaara berada. Tim Guy sudah berada disitu terlebih dahulu, mereka bersama-sama menganalisa tempat mereka berada. Setelah mengetahui pintu masuk gua tersebut telah dipasang penghalang lima segel dan satu segel berada tepat di pintu masuk gua, mereka membagi tugas. Dengan Byagkugannya Neji mengetahui tempat dimana keempat segel lainnya. Tim Guy bergerak ke tempat segel-segel itu berada.
Tim Tujuh beseta Nenek Chiyo bersiap didepan pintu masuk gua. Secara bersamaan kelima segel dibuka, dan Sakura melepas pukulan mautnya tepat di pintu masuk gua, yang mengakibatkan batu besar yang menjadi penutup pintu itu hancur berkeping-keping.
Setelah melepas segel, Tim Guy mendapat masalah karena melawan musuh yang merupakan diri mereka sendiri. Mereka tidak dapat membantu Tim Tujuh karena sulitnya mengalahkan diri mereka sendiri.
Tim Tujuh beserta Nenek Chiyo telah masuk ke dalam gua dan mereka mendapati Gaara yang sudah tidak bernyawa dan dijadikan sebagai tempat duduk oleh salah seorang Anggota Akatsuki. Melihat hal tersebut Naruto menjadi marah dan membuatnya tidak bisa mengontrol pikirannya sendiri.
"Tenanglah, jika Kau menyerang sekarang Tanpa berpikir , Kita semua akan mati" kata Kakashi memperingatkan Naruto.
Deidara, salah satu Anggota Akatsuki yang menduduki tubuh Gaara membuat sesuatu ditangannya dan kemudian berubah menjadi burung besar yang digunakannya untuk terbang dan membawa mayat Gaara didalam mulut burung buatan Deidara tersebut.
Naruto yang telah emosi tidak dapat berpikir untuk bertarung dengan baik, ia meninggalka Sakura, Nenek Chiyo, dan Kakashi untuk mengejar Deidara. Kakashi yang melihat hal tersebut membagi tugas, dimana Sakura dan Nenek Chiyo bertarung melawan salah satu anggota Akatsuki yang berada di gua, dia bernama Sasori dan merupakan cucu dari Nenek Chiyo sendiri. Kakashi sendiri membantu Naruto yang mengejar Deidara.
Naruto mengejar Deidara dengan sekuat tenaga, namun tetap tidak dapat menjangkaunya karena Deidara jauh berada diatas udara. Setelah pengejaran yang cukup lama Kakashi kembali memperingatkan Naruto untuk tenang dan berpikir jernih.
Naruto mulai tenang dan mendengarkan strategi yang disusun oleh Kakashi. Kakashi melancarkan serangannya dengan menggunakan mata Sharingan "Mangekyou Sharingan" kemudian tubuh Deidara seperti tertarik kedimensi lain. Karena ini pertama kalinya Kakashi menggunakan tekni tersebut ia tidak dapat menandai target dengan tepat, sehingga hanya tangan kanan Deidara saja yang dapat ia pindahkan ke dimensi lain.
Deidara melihat tangan kirinya yang sudah tidak ada karena Gaara, dan melih tangan kanannya yang sudah tidak ada juga karena Kakashi.
Naruto yang mulai dapat berpikir jernih kembali, mulai merapal tangannya "Kuchiyose no Jutsu" dia langsung memanggil dua ekor katak kakak beradik, Gamakichi dan Gamatatsu. Setelah perdebatan singkat antara Naruto dan kedua Katak yang ia panggil, Naruto mulai menjelaskan rencana serangannya.
Deidara yang kehilangan kedua tangannya mengatur jaraknya agar lebih tinggi. Naruto yang berada di punggung Gamakhichi memberikan perintah agar memberikan lompatannya yang paling tinggi, setelah mencapai batas ketinggian lompatan Gamakhici Naruto mulai merapal segel tangan "Henge" kombinasi antara Naruto dan Gamakhici berubah menjadi burung besar.
Burung hasil perubahan Naruto dan Gamakhichi terbang lebih tinggi dari Deidara dan dengan cakaknya berhasil memutuskan bagian kepala burung buatan Deidara. Dengan cepat Gamatatsu melompat dan menangkap Kepala burung Deidara yang terjatuh, dimana didalamnya terdapat Mayat Gaara.
Naruto melepas jutsu perubahannya, dan seketika itu pula Gamakhichi dan Naruto yang berada dipunggungnya telah kembali pada bentuk semula dengan telak menimpa tubuh Deidara yang berada diatas burung buatannya.
Naruto membuat sebuah Rasengan dan melepasnya ditubuh Deidara yang tergeletak ditanah. Naruto meninggalkan tubuh Deidara dan melihat kondisi mayat Gaara.
Tim Guy berhasil mengalahkan lawannya dan telah tiba di tempat Naruto dan Kakashi berada. Begitupun dengan Sakura dan Nenek Chiyo yang berhasil mengalahkan Sasori telah tiba di tempat itu juga.
Saat mereka semua sibuk melihat tubuh Gaara, Deidara bangkit dan mulai mengumpulkan semua sisa cakranya pada satu titik ditubuhnya yang siap untuk diledakkannya " Katsu"
Kakashi mencoba untuk memindahkan ledakan tersebut ke dimensi lain dengan menggunakan matanya, namun sisa cakra yang ia miliki tidak mampu untuk memindahkan ledakan tersebut.
Naruto yang menganalisa jarak ledakkan dengan posisi mereka berada tidak memungkinkan mereka untuk menghindar dengan berlari. "Gamakichi bawa Kakashi-sensei sejauh mungkin, Gamatatsu bawa Gaara sejauh mungkin,yang lain berlarilah semampu kalian, aku akan menahan ledakan ini.!" Kata Naruto yang terdengar sebagai perintah.
Tim Guy mau membantah perintah Naruto namun hal itu tidak mungkin karena mengingat waktu yang mereka miliki tidaklah cukup untuk berdebat.
Naruto maju kedepan dan membentuk segel tangan dan mengarahkan telapak tangannya kearah ledakan yang akan menuju mereka "Fuuton: Tase no Kaze" (Elemen Angin: Dinding Angin) karena begitu kencangnya gerakan angin tersebut membuat semua yang berada disekitarnya tertarik kedalamnya dan membentuk seperti dinding angin yang tembus pandang.
Mereka yang melihat Jutsu tingkat tinggi Naruto tersebut terkejut dan terdiam ditempat. "Cepat lari dari sini…!" teriak Naruto yang melihat hal tersebut.
Terjadilah tabrakan api hasil ledakan yang diciptakan Deidara dengan Dinding Angin yang dibuat oleh Naruto. Perlahan api terserbut menghilang ketika bertabrakan dengan dinding angin buatan Naruto.
Ketika mereka berlari menghindar dan mendengar suara tabrakan yang begitu besar mau tak mau mereka semua menoleh untuk melihat keadaan Naruto. Dan mereka dapati api yang mulai mengecil setelah bertabrakan dengan dinding angin. Mereka berhenti berlari dan berbalik menghampiri Naruto.
Mereka telah sampai ditengah hamparan rumput hijau yang begitu luas. Tubuh Gaara yang sudah tak bernyawa direntangkan dibawah. Nenek Chiyo melangkah menuju tempat dimana tubuh Gaara kemudian dia merentangkan kedua tangannya di atas dada Gaara. Munculah aliran cakra biru yang begitu dahsyat di kedua telapak tangan Nenek Chiyo.
Sakura mengetahui Jutsu yang digunakan oleh Nenek Chiyo dan memperingatkan Nenek Chiyo, namun Nenek Chiyo hanya tersenyum 'Chiyo-Obaasama' pikir Sakura prihatin mengigat tindakan Nenek Chiyo.
Gaara akhirnya kembali dengan selamat namun sebaliknya Nenek Chiyo mati demi menghidupkan kembali Gaara. Disamping kebahagian, kesedihan juga meliputi hati semua penduduk Sunagakure.
Naruto dan semuanya bersiap kembali ke Konohagakure, Gaara mengantar mereka hingga pintu masuk Sunagakure. Naruto dan Gaara berjabat tangan tanda persahabatan mereka.
Sepanjang perjalanan pulang, Naruto hanya berdiam mengingat perkataan Nenek Chiyo. Satu sisi ia kesal mengingat kata-kata Nenek Chiyo yang mengatakan Biju merupakan Monster berekor yang berbahaya dan Jinchuuriki merupakan Senjata Perang. 'Kyuubi bukanlah monster yang seperti mereka kira, Kyuubi lah yang selalu melindungiku, melihatku, dan tau apa yang kurasakan, dia itu seperti orang tua sekaligus teman yang selalu ada untukku' pikir Naruto. Dan disatu sisi dia juga sedih dan bangga karena Nenek Chiyo mau mengorbankan dirinya demi Gaara yang merupakan Kazekage Sunagakure.
Didalam penjara yang begitu besar Kyuubi mendengar pikiran Naruto dia menyeringai karena hal itu 'Narutoooo… Kalau kau berpikir begitu kau akan tau apa yang akan Aku lakukan padamu' pikir Kyuubi dan kembali memejamkan matanya.
Tiga Hari Setelah Keberangkatan Mereka dari Sunagakure.
Naruto senang karena ia telah kembali lagi ke desanya. Kakashi langsung dibawa ke Rumah Sakit Konoha, setelah mengantar Kakashi mereka melapor pada Tsunade, namun saat mereka hendak ke Kantor Hokage, Tsunade lebih dahulu datang ke ruangan Kakashi dimana Kakashi dirawat.
"Kau harus beristirahat selama seminggu lagi" perintah Tsunade pada Kakash. Tsunade juga memberikan waktu untuk beristirahat pada Tim Guy.
Mereka keluar dari rumah sakit Konoha, Sakura dan Naruto berjalan bersama menuju rumah mereka masing-masing, Sakura tersenyum lembut pada Naruto saat melihat Naruto yang terus memberi senyum andalannya pada setiap orang yang ia lihat di jalan.
Naruto POV
'Hem…. Sakura-chan tersenyum padaku, tapi kenapa biasa saja ya rasanya' pikirku ketika melihat senyumnya yang begitu lembut padaku.
Setelah aku masuk kedalam rumahku, aku membuka jendela dan kembali mendapati Sakura yang sedang berjalan. "Sakura-chan mau kemana itukan bukan arah yang menuju rumahnya" gumamku karena heran melihat Sakura-chan.
Tanpa pikir panjang akupun melompat dari jendela dan mengikuti Sakura-chan.
'inikan kearah rumah sakit' pikirku sambil terus mengikuti Sakura-chan.
Kudengar Sakura-chan berbicara dengan Tsunade-Obaachan dan Shizune-Neechan mengenai keberadaan Orochimaru, saat mendengar nama Orochimaru pikiranku langsung tertuju pada Sahabatku yang telah terjerumus dalam kegelapan.
'hem…ternyata itu masalahnya, karena Kakashi-sensei yang belum bisa menjalankan misi dan Tim kami kekurangan orang, baiklah Aku harus mencari Orang yang akan menutupi kekurang tersebut' pikirku setelah mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Kita harus mencari anggota tim baru" teriak ku dari atas tempat aku menguping, Akupun Melompat tepat disamping Tsunade-Obaachan dan berkata "sampai nanti".
End Naruto POV
Normal POV
Hinata baru saja menyelesaikan latihannya, dan sedang menuju tempat pemandian air panas yang berada didalam dirumahnya.
Hinata masuk kedalam air dan menikmati setiap sentuhan air hangat yang membasahi tubuhnya, dia begitu menikmatinya dan merasakan otot-ototnya yang tadinya tegang mulai terasa baikan.
'kapan mereka pulangya' pikir Hinata sambil memejamkan matanya.
Hinata mulai membayangkan pemuda yang memiliki rambut kuning cerah, tengah berdiri didepannya dan tersenyum lima jari dihadapannya. Matanya yang biru bertatapan dengan mata Ametyst Hinata, membayangka hal tersebut wajah Hinata merah merona.
"Onee-chan.?" Hinata terkejut begitu mendengar suara adiknya yang berada di atas dan tersenyum melihat wajah kakaknya yang sedang merah merona.
"Hinata-neechan , kau bermimpi disiang hari ya.?" Hanabi ikut masuk kedalam air tepat disebelah kakaknya.
"Aku bermimpi ya" bisik Hinata, mendengar itu Hanabi tertawa lepas.
"Aku harap Hinata-neechan bermimpi tentang Naruto-niisan" Hanabi mengatakan itu sambil tersenyum menggoda kepada kakaknya, Hanabi sadar kata-katanya itu pasti berefek besar bagi kakaknya.
Wajah Hinata merah padam mendengar kata-kata adiknya, dia bergegas keluar dari pemandian dan mengenakan pakaiannya. Dia pergi meninggalkan adiknya yang sedang tertawa puas karena berhasil menggoda kakaknya.
Hinata berpamitan pada ayahnya dan pergi menemui Kiba dan Shino untuk menjalankan misi bersama Kurenai-sensei.
Naruto POV
'Mengapa Tsunade-Obaachan, Shizune-neechan bahkan Sakura-chan tega menyembunyikan sesuatu yang penting padaku ya, hemmmm…?' pikirku sambil berjalan.
"Siapa yang bisa diajak ya untuk melengkapi Tim kami yang kekurangan aggota ini ya..?" gumamku ketika melintasi sebuah pohon besar.
"Lama tak berjumpa Naruto" kuhentikan langkahku saat mendengar seseorang yang menyebut namaku.
'berkerudung, memakai kacamata dan tampak aneh siapa ya?' pikirku sambil menatapnya.
"siapa kau?" tanyaku, dan ia memberi jawaban "ini aku"
Aku mendekatinya dan mulai memeriksanya dari dekat dan tiba-tiba muncul seekor serangga didepanku.
"a..a..agh….umm…" aku mengucapkannya sambil mundur dan menunjuk keningku aku hampir mengingatnya tapi masih sulit bagiku untuk mengucapkan namanya.
"walaupun sudah cukup lama seharusnya kau ingat wajah teman-temanmu, kenapa? Karena jika tidak kau akan menyakiti perasaan mereka saat memanggil namamu" katanya padaku dan itu membuatku sedikit tersentak.
"cara berbicara menyebalkan seperti ini…. Kau pasti…. Shino.!" Akhirnya Aku bisa mengingat namanya, tapi tampaknya dia marah padaku karena Aku mengingatnya karena cara bicara yang menyebalkan.
Aku hendak memberikan protes padanya karena melihat dia marah hanya karena hal sederhana seperti itu, ya sederhana itu menurutku.
Tiba-tiba muncul dari atas dan mendarat tepat didepanku dan diantara Aku dan Shino, seorang lelaki dengan tato segitiga terbalik di kanan dan kiri pipinya sedang berada diatas seekor anjing yang begitu besar.
"Kiba!" teriakku dan dijawabnya "Naruto?" dan dia berlari kearahku.
"oi Kiba, apakah itu Akamaru?" kataku sambil menunjuk anjing yang tadi ia tunggangi.
"ya" katanya "wow…seperti anjing raksasa" kataku dan kami berdua tertawa lepas.
Terasa hawa yang begitu dingin dan mencekam dari arah belakang kami dan akupun berpaling untuk melihatnya.
"Kau bisa langsung mengenali Kiba dan Akamaru, Naruto.!" Kata Shino begitu dinginnya.
End Naruto POV
Hinata POV
"Naruto-kun" bisikku pelan saat mendengar suaranya.
'apa yang Naruto-kun lakukan dengan Kiba dan Shino' pikirku saat melihatnya berbicara dengan Kiba dan Shino.
'Aku belum siap untuk melihat Naruto-kun saat ini, Aku malu karena telah memimpikannya tadi, apa yang akan Aku katakana padanya nanti jika Aku menemuinya?' pikiranku mulai kacau dan tiba-tiba kudengar suara yang begitu akrab terdengar dari sampingku.
"Ada apa Hinata? mengapa Kau bersembunyi disini? " kata Naruto-kun tepat disamping kananku.
Aku yang merasa keberadaannya terlalu dekat denganku membuatku merona dan tiba-tiba mataku terasa berat dan tak tau lagi apa yang terjadi.
End Hinata POV
Normal POV
Naruto menangkap tubuh Hinata yang jatuh pingsan dipelukannya 'Tubuhnya begitu hangat dan begitu wangi, wangi yang benar-benar menenangkan' pikir Naruto.
"Mengapa kau selalu saja pingsan saat bertemu dengan Naruto, Hinata?" ucap Kiba, dan hal itu membuyarkan pikiran Naruto.
Naruto menyandarkan tubuh Hinata dipohon yang tak jauh dari tempat ia, Kiba dan Shino bercerita. Naruto mulai mencetitakan masalahnya kepada Kiba dan Shino. Namun Kiba dan Shino tidak dapat membantu Naruto karena adanya misi bersama Kurenai.
Naruto melirik ke arah Hinata yang mulai sadarkan diri, dan berharap Hinata dapat membantunya.
Naruto berlari meninggalkan Kiba dan Shino yang sibuk membahas misi mereka. Naruto berhenti tepat didepan Hinata dan berkata "Hinata, diamlah dan ikutlah denganku!"
'diam dan ikut dengan Naruto-kun' pikir hinata berulang kali dan membuat wajahnya merah seperti kepiting rebus dan sekali lagi Hinata pingsan karena ulah Naruto.
Naruto memandang wajah Hinata yang begitu tenang dan damai, 'wajahnya, rambutnya, bibirnya… apa bibirnya…? apa yang sedang kupikirkan? Ya bibirnya begitu menggoda' pikir Naruto, tanpa ia sadari ia terus mendekatkan wajahnya ke arah Hinata.
Didalam penjara yang begitu besar Kyuubi merasa tergangu mendengar suara detak jantung Naruto yang begitu kencang 'apa yang sedang dilakukan bocah ini?' pikir Kyuubi mulai membuka matanya dan melihat apa yang sedang dilakukan Naruto.
"NARUTO…..!" teriak Kyuubi dengan nada suara yang terasa membunuh, saat melihat Naruto yang hendak mencium Hinata.
Naruto begitu terkejut dan menjauhkan dirinya dari Hinata saat mendengar namanya dipanggil, dan yang memanggil bukanlah manusia melainkan Kyuubi yang berada didalam tubuhnya.
Naruto memejamkan matanya dan tibalah ia didepan penjara dimana Kyuubi berada.
"Hei… Kyuubi kenapa kau teriak saat memanggilku, aku ini tidak tuli tau.!" Kata Naruto dengan kesal.
'Kau menganggapku sebagai Orang Tua sekaligus teman yang selalu ada untukmu, lihatlah caraku mendidikmu agar tidak berbuat mesum disembarang tempat' pikir Kyuubi sambil memberikan seringainya pada Naruto.
Naruto yang melihat hal tersebut acuh tak acuh menanggapinya.
"Cepatlah katakan yang hendak kau katakan, Aku ada urusan penting diluar, dan tidak usah menakutiku dengan senyum rubahmu itu" kata Naruto sambil melitpat kedua tangannya didada.
"URUSAN PENTING KATAMU BOCAH" teriak Kyuubi yang mulai emosi melihat kelakuan Naruto.
Naruto mundur menjauh dari tempat Kyuubi, dan menutup telinganya karena suara Kyuubi yang begitu keras.
"Dasar Naruto..Baka..Baka..Baka… Beginilah kalau kau terlalu dekat dengan Senseimu yang MESUM.!" Kata Kyuubi sambil mendobrak penjara yang membatasi jaraknya dengan Naruto.
Naruto hanya dapat menelan air liurnya dengan susah saat mendengar kata MESUM, ia baru sadar apa yang baru saja akan dilakukannya kepada Hinata.
"Kau seenaknya saja memberi julukan kepada senseimu dengan sebutan ERRO SENNIN" Kyuubi mulai sedikit tenang mengucapkan kata-kata tersebut.
Lain hal nya dengan Naruto, ia semakin merasa bersalah karena ia seenaknya memberi julukan Mesum pada Senseinya namun dia sendiri juga mesum.
"Kau lihat wajah gadis itu, dia sedang pingsan dan kau tega mengambil kesempatan disaat seperti itu? Sungguh bukan perbuatan seorang Lelaki.!"
"Hentikan perbuatan MESUM-MU yang kau pelajari dari Senseimu atau Kau akan Kubuat tidak dapat tidur Tujuh Hari Tujuh Malam" kata Kyuubi yang terdengar sebagai peringatan.
Membayang kan tidak tidur selama tujuh hari tujuh malam membuat Naruto bergidik ngeri, "Maafkan Aku Kyuubi, Aku tidak sadar saat ingin melakaukan hal tersebut, dan terimakasih karena telah menghentikanku, Aku tidak tau bagaimana nasibku kalau tadi Aku telah menciumnya, dan ia mengatakannya pada Ayahnya, bisa mati aku dibunuh oleh Klan Hyuga." Ucap Naruto lesu.
"Terserah apa katamu bocah Aku hanya tidak ingin melihat perbuatan mesum-mu yang senonoh tanpa ijin itu didepan mataku"
"Pergilah dari sini Aku malas melihat wajahmu" usir Kyuubi pada Naruto.
"Tanpa kau perintahpun Aku akan keluar dari" balas Naruto
"GRRRRHHHHHHHHHHAAAA…" geram Kyuubi pada Naruto.
Naruto berlari dan keluar dari alam bawah sadarnya mendengar geraman yang Kuubi yang begitu menakutkan.
'ini karena perbuatanmu Minato, kenapa Kau menyegelku ditubuh bocah mesum ini. Dan ini juga karena kelalaianmu Jiraiya, bukannya melatih dia untuk membuka dan menutup segel ini dengan rapat agar aku tidak bisa melihat perbuatan Mesum yang kau turunkan padanya' pikir Kyuubi menyalahkan Minato dan Jiraiya, kemudian memejamkan matanya.
Keringat mengalir deras di wajah Naruto, tergambar dengan jelas wajahnya yang sedang ketakutan, Kiba dan Shino yang melihat Naruto yang terduduk dengan wajah ketakutan menghampirinya.
"Oi Naruto, ada apa denganmu..?" Teriak Kiba.
Bukannya menjawab Naruto menggeleng-gelengkan kepalanya begitu kencang, dia merasa dengan begitu mungkin akan mengembalikan kesadaran dan keberaniannya.
Begitu Kiba mendengar panggilan Shino yang mengatakan bahwa Hinata pingsan lagi Kiba teriak Histeris "KENAPA KAU SELALU PINGSAN SAAT BERDEKATAN DENGAN NARUTO, HINATA..?"
"Dan Kau Naruto, apa yang kau lakukan hingga Hinata bisa pingsan lagi?" kali ini Shino angkat bicara.
Naruto yang mendengar pertanyan Shino hanya menunduk lesu dan pergi meninggalkan mereka.
Shino yang merasa pertanyaan dan keadanya tidak dianggap, mengeluarkan aura membunuh dan berkata "apakah kalian mengakui keberadaanku, sebagai teman kalian.!" Ucapnya dengan nada suara yang begitu menakutkan.
Naruto yang mulai berjalan meninggalkan tim delapan mendengar kata-kata Shino dan merasakan adanya hawa membunuh dari belakangnya, langsung berlari secepat kilat.
Kiba yang mendengar perkataan Shino hanya menghembuskan nafas bosan 'Dia marah lagi' pikir kiba.
"Huh mereka semua menolakku" ucap Naruto sambil berjalan, namun seketika itu ia kembali mengingat apa yang ia lakukan tadi.
'wajahnya begitu manis tidak ada luka sedikitpun noda yang mengotori wajahnya. Baka kenapa Aku bisa mengatakan hal itu' pikir Naruto sambil menyalahkan dirinya.
Naruto kembali lagi mengingat wajah Hinata yang pingsan dengan wajah yang begitu tenang "bibirnya" ucap naruto pelan.
Menyadari kata yang baru ia ucapkan Naruto kembali menggelenkan kepalanya dengan cepat dan menyalahkan dirinya, "apa sih yang sedang kupikirkan?" katanya sambil berjalan.
Naruto merasa terganggu dengan pikirannya yang terus melakukan perdebatan tentang perasaan yang dirasanya. 'Aku harus fokus mencari anggota baru, ya ini demi Sasuke' pikirnya untuk menenangkan dirinya.
Tsunade telah menemukan Orang yang menggantikan sementara posisi Kakashi dan juga Danzo telah merekomendasikan salah satu anggotanya untuk mengisi kekurangan Anggota Tim Tujuh.
Dikamarnya Naruto memandang foto kengannya bersama dengan Tim Tujuh sewaktu masih berusia sekitar 12 tahun 'Jika kami berhasil dari misi ini, kami akan mendekat satu langkah menuju Sasuke' pikirnya dan kemudian meletakkan kembali bingkai foto yang ia angkat tadi di atas meja.
Naruto menepuk pipinya dengan kedua tangannya "Yosh…! Aku Pergi…!" teriaknya untuk membangkitkan semangatnaya.
Sepintas Naruto teringat Hinata 'semoga Kau baik-baik saja Hinata-chan' pikirnya mengingat Hinata yang sedang menjalankan Misi.
Naruto menutup pintu apartemennya dan berlari menuju Gerbang Konohagakure.
To Be Continue
Akhirnya saya Author yang baru ini, selesai membuat kelanjutan fic yang begitu banyak kekurangan ini. Mungkin Fic ini sudah pasaran atau mungkin ada yang sama jadi saya mohon maaf bila ada kesamaan alur cerita, sekiranya bagi senpai-senpai ataupun reader-san yang telah berpengalaman memberikan kritik dan saran lewat Reviewnya. Akhir kata saya ucapkan terimakasih telah membaaca Fic saya yang tak seberapa ini.
Medan, 7 Juni 2013
Ramadi HLW
