Cast : KyuMin and the other cameo~~~.

Warning : OOC, YAOI, BL, Kependekan, GAJE, and Typo(s)

Dislaimer : KyuMin milik Tuhan YME. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun

HAAIII~~~ ini FF debut sayaaa~~~#gaknanya!

Cerita ini 100% hasil pemikiran otak saya. memang sih saya dapet idenya pas nonton School 2013. Jadi kalo ada kemiripan itu wajar~ dan saya memang ngambil situasi yang sama dengan School 2013. Tapi konfliknya beda kok. Cuma situasi aja~~ karena ratednya aman, jadi pas bulan puasa saya tetep apdet mungkin~~

Kali ini saya buat KyuMin. Heehe okelah selamat membaca~~ jangan bosan untuk memberikan Review pada saya~ apalagi ini FF debut. Pasti sangat berharga review anda~~

.

WARNING! YAOI HERE!

NO BASH NO FLAME YAA~~~

.

.

.

.

.

Baby Flame

.

.

Happy reading^^

Sungmin tak sengaja melihat kearah Kyu yang sedang memerhatikannya. Benci. Sungmin benci sekali dengan wajah itu. Dengan orang itu. Dengan mimik wajah itu. Benci? Ya. Namja itu. Sungmin muak melihatnya.

.

.

.

Puzzle

Pelajaran pun selesai. Bel pulang sudah berdenting. Para siswa yang awalnya sedang tidur pun dengan cepat mengelap liur mereka yang menetes dan mengemaskan barang untuk pulang. Sungmin pun menggendong tasnya keluar kelas. Ternyata diluar kelas masih ada Shindong dan pengikutnya.

Sungmin hanya memandang mereka dengan tatapan datar miliknya.

"Siapa kau? Berani sekali kau denganku!" Shindong menatap remeh kearah Sungmin.

Shindong semakin naik darah saat melihat Sungmin hanya berdecih ria.

"Kau meremehkanku eoh? Kau tidak tau aku ini siapa?" Shindong meninggikan nada bicaranya dan diikuti anggukan oleh EunHae.

"Jangan mencari masalah denganku. Kau itu bukan berandalan yang sesungguhnya. Kau hanya berkuasa disini. Tapi tidak didunia luar." Sungmin tertawa meremehkan.

"KAU!" Shindong hendak menghantam Sungmin.

"Berhenti!" Kyuhyun muncul dari pintu kelas yang satunya.

"Huaaaah. Si orang kaya mau membantu si anak sombong!" Donghae nyolot seenak jidatnya.

Melihat Kyuhyun yang datang sok menghentikan, Sugmin hanya mendecih dan mengeluarkan smirknya.

"Kau mau ikut campur eoh?" Shindong menatap Kyuhyun.

"YA. Memangnya kenapa eoh?" Kyuhyun menantang.

Sungmin berganti ekspresi menjadi kesal dengan tiba-tiba. Eunhyuk sempat tersentak melihatnya. Sungmin menatap Kyuhyun dan menghampirinya. Ia tak menghiraukan Shindong yang semakin marah.

Sebelum Sungmin berbicara. Ia menampilkan smirknya.

"Jangan sok jago. Kau hanya seorang pengecut!" Sungmin berkata pelan tepat dihadapan Kyuhyun. Kyuhyun sedikit tersentak dari lamunannya yang sedang mengagumi wajah Sungmin itu.

"Dan kau! Sebaiknya kau pergi saja." Sungmin membalikkan tubuhnya menghadap kearah Shindong dan pergi meninggalkan mereka disana.

Sebelum Shindong sempat mengejar Sungmin. EunHae mencegahnya. Dan Kyuhyun pergi menyusul Sungmin.

"AAIISSSSHHH! WAEEEE?" Shindong berteriak pada EunHae.

"Kali ini kita tidak boleh bertindak gegabah. Ia bukan murid lama disini. Kita tidak tau tentangnya." Eunhyuk ambil suara.

Mendengar hal tersebut Shindong langsung memandang EunHae.

"Kalau begitu. Kalian cari tau tentang dia." Shindong pergi meninggalkan EunHae.

"AAAIIISSSHHH! Dia itu seenaknya saja!" Donghae nyolot.

"Sudahlah Hae~" Eunhyuk menyikut Donghae dan meninggalkannya.

Missing Puzzle

Baru saja Sungmin melangkahkan kakinya keluar gerbang sekolah. Namun sebuah suara memanggilnya dan mendekatinya. Kyuhyun. Namja itulah yang melakukannya.

"Sungmin!"

Sungmin menghela nafas kesal dan terus berjalan dan tak menghiraukan Kyuhyun yang masih mencoba mengikutinya.

"Tu-Tunggu dulu!" Kyuhyun menghalangi jalan Sungmin.

"Apa maksud ucapanmu tadi?" Kyuhyun bertanya baik-baik.

Sungmin menatap Kyuhyun datar, sedetik kemudian ia tertawa meremehkan Kyuhyun.

Kyuhyun malah semakin bingung dengan gelagat Sungmin yang sangat aneh.

"Bajingan busuk kau. Berpura-pura tak mengerti? Apa karena kau baru kembali dari luar negeri? AAAHHH! Kau tak mengerti bahasa korea karena terlalu lama di L.A ya? Dasar bajingan." Sungmin meninggalkan Kyuhyun yang membelalakkan matanya kaget.

"HEI! Apa maksudmu eoh? L.A? Aku tidak pernah tinggal disana!" Kyuhyun menghalangi Sungmin lagi.

"Terserah padamu. Itu bukan urusanku bajingan!" Sungmin menyingkirkan Kyuhyun dari jalannya.

Kyuhyun masih membelalakkkan matanya tak percaya.

"AIISSSHH! Siapa yang bajingan eoh?" Kyuhyun mengepalkan tinju pada Sungmin yang sudah jauh melangkah,

"Panggilan itu serasa tak asing bagiku" Kyuhyun menelengkan kepalanya berfikir.

"AH! MOLLAA!" Kyuhyun mengacak rambutnya sendiri dan pergi.

Missing Puzzle

Sungmin melangkahkan kakinya santai dimalam hari yang dingin. Dengan menggunakan jaket tebal ia menyusuri jalanan seoul yang sangat riuh, walaupun sudah menunjukkan pukul 23.00 KST. Sesampainya dihalte bus. Ia duduk disana. Ia duduk tepat disebelah namja berwajah kalem dengan kacamata melekat diwajahnya.

Sekilas Sungmin melihat sosok tersebut. Sosok yang sedang memejamkan matanya. Sungmin pernah melihatnya. Tapi entah dimana. Sungmin pun mengembalikan fokusnya pada jalanan didepan. Ia tak mau ambil pusing hanya untuk mengingat namja aneh disampingnya.

"Sungmin-ssi?" Sebuah suara terdengar dari arah sampingnya.

Sungmin hanya menoleh dan menyernyitkan dahinya. Melihat namja tadi menyebutkan namanya.

Namja tadi masih menghadap ke arah depan. Ia tersenyum dan menatap sungmin yang masih menatapnya tajam.

"Apa kau bekerja paruh waktu? Sepertinya kau sangat kelelahan karena harus bersekolah juga bekerja." Namja itu menatap kearah jalan raya.

"Nugunya?" ketus Sungmin.

"Kau bahkan sudah lupa dengan teman sekelasmu?" namja itu menggeleng.

Sungmin hanya memincingkan sebelah alisnya.

Namja tersebut hanya menghela nafas berat sebelum mengeluarkan suara. "Aku Changmin. Aku duduk tepat didepan Eunhyuk atau lebih tepatnya disampingmu!" Changmin menunjuk Sungmin.

"Oh" Sungmin kembali menatap jalan raya. Tepat dengan kedatangan sebuah bus didepannya. Sungmin pun langsung menaiki bus tersebut.

"MWO? Hanya itu saja? Oh tuhan!" Changmin menggerutu sambil menaiki bus yang sama dengan Sungmin.

Melihat bangku disebelah Sungmin kosong, Changmin dengan segera mendudukinya. Sungmin hanya menatap kearah jendela dan mencoba untuk tak memperdulikan teman sekelasnya-yang menyebalkan- itu.

"Hei. Bukankah kita bisa berteman Sungmin-ssi?" Changmin menyenggol lengan Sungmin.

Sungmin mendecih. " Aku tidak akan berteman dengan siapapun. Lagipula kau tak tau siapa aku." Sungmin kembali menatap kearah jendela.

Changmin menyeringai. "Aku tau. Aku tau kau adalah murid berandal kelas kakap. Aku juga tu bahwa kau salah satu dari The Dark Haksaeng! Sungmin-ssi" Changmin mencondongkan tubuhnya pada Sungmin disebelahnya.

Sungmin tersentak dalam kaget dan segera menatap Changmin dengan tatapan ingin memakannya.

"HEY tenaang.. aku tidak memberi tau siapapun. Hehe. Sebagai gantinya kau bisa menjadi temanku kan?" Changmin mengoceh seenak jidat yoochun.

Sungmin hanya menghela nafas dan meninggalkan Changmin dan turun dari bus tersebut.

"Hey! Kau mau kemana eoh? Yak! Sungmin-ssi!" Changmin berteriak tak jelas.

"Sialan. Ada saja yang akan mengganggu hari-hariku" Sungmin bergumam dalam langkahnya yang tergesa-gesa.

Missing Puzzle

Kyuhyun menyusuri jalanan seoul di pagi hari yang dingin. Dengan berbekal sweater diluar seragamnya. Ia menolak untuk diantar oleh supir pribadinya. Ia merasa muak jika harus diantar dan dijemput seperti anak kecil. Kyuhyun menuruni bus yang ia naiki.

Setelah berjalan beberapa menit ia menghentikan langkahnya tepat disamping pagar sekolah Polar Light high school. Ia berhenti dan menghadap ke tembok yang berpagar itu.

Awalnya ia hanya menyentuh pagar tersebut. Namun sedetik kemudian ia memanjatnya dengan cekatan. Setelah ia berada di area sekolah. Ia hanya memiringkan kepalanya. Kyuhyun tak tau kenapa ia harus melakukan hal tersebut. Padahal ia tidak terlambat hari ini.

"Mwoya?" Kyuhyun memiringkan kepalanya lagi.

"Seperti sesuatu yang menjadi kebiasaan" Kyuhyun bergumam dan berlenggang menuju kelasnya.

Setelah ia melalui lorong sekolah. Tak sengaja ia melihat Sungmin dan Changmin dibelakangnya. Bahkan kyu melihat Changmin yang berusaha berinteraksi dengan Sungmin.

"Apa-apaan dia?" Kyuhyun menatap kesal. Entah apa yang ada didalam dirinya. Ia kesal hanya karena melihat Changmin yang berusaha dekat dengan Sungmin.

Kyuhyun pun menghampiri Sungmin dan Changmin. Sekarang ia berada tepat dihadapan Sungmin. Sungmin yang melihatnya hanya mendongak melihat Kyuhyun didepannya.

"Pikyeo!" Sungmin berucap lirih namun menusuk untuk Kyuhyun.

Changmin yang sudah berada disamping Sungmin hanya melihat kearah wajah Sungmin yang berubah.

"Shireo" Kyuhyun menantang.

Sungmin mendecih lalu menggeser tubuh Kyuhyun agar ia bisa lewat. Kyuhyun hanya melongo melihat Sungmin yang begitu kasar padanya. Ia hanya mendengus kesal kearah Changmin. Sedangkan Changmin masih berpikir seolah-olah ada sesuatu yang ia tau. Karena Kyuhyun merasa tak diperdulikan ia pun pergi meninggalkan Changmin kesal.

"Nuguya?" Changmin berjalan dengan kepala dimiringkan.

"AAIIISSssshh!" Changmin mengacak rambutnya frustasi.

Missing Puzzle

Sama seperti kemarin. Hari-hari Sungmin sama saja. Celotehan siswa lain mengenai dirinya masih hangat dibicarakan. Tatapan tajam juga masih sering menyapanya. Hanya saja hari ini ia lebih risih dengan Changmin dibanding dengan siswa lain.

Sialnya lagi. Ia tak bisa menghindar. Karena Changmin bukan manusia pada umumnya. Ia tak akan mengerti maksud Sungmin. Selain itu Changmin juga memberitahu Sungmin bahwa Kyuhyun memerhatikannya sepanjang pelajaran. Namun Sungmin hanya mendecih setelah mendengarnya.

Saat ini Sungmin membawa nampan makan siangnya kerah salah satu meja dipojok kantin. Baru saja Sungmin ingin memulai makan siangnya. Changmin datang dengan nampan yang berisi makanan untuk 5 orang dan duduk dihadapannya.

Sungmin hanya memandangi Changmin kesal.

Beberapa menit berlalu. Tak ada percakapan. Namun setelah Kyuhyun memasuki kantin. Changmin berseru.

"AAAHH! Hei Sungmin-ah!" Changmin sedikit memekik.

Sungmin tak menyahut ia hanya memandangi Changmin yang ia kira sudah gila itu dengan mulut yang masih dipenuhi makanan.

"Kau dan Kyuhyun itu! Apa kalian pernah mengenal sebelumnya?"

Uhuk uhuk

Sungmin tersedak akibat ucapan Changmin yang terakhir itu.

"eo? Gwaenchana?" Changmin mengulurkan segelas air pada Sungmin.

"Aku hanya merasa ada yang terlewatkan diantara kalian." Changmin menerawang sembari memiringkan kepalanya.

"Jangan berpikit yang macam-macam!" Sungmin bangkit dari duduknya dan meninggalkan Changmin yang masih berusaha menyadari sesuatu.

Sungmin berpapasan dengan Kyuhyun dihadapannya. Bisa Sungmin dengar bahwa Kyuhyun sempat memanggilnya lirih.

Missing Puzzle

Sungmin melangkahkan kakinya kearah atap. Setelah tiba disana, ia memilih tempat yang lumayan pojok. Ia mengeluarkan sepuntung rokok yang akan ia hisap.

Sungmin meletakkan puntung rokok tersebut dibibirnya, baru saja ia akan menyulut api kearah rokok tersebut. Namun seseorang mengambilnya dan membuangnya.

Sungmin membelalakkan matanya melihat namja yang berada disampingnya. Sedangkan namja itu hanya menyeringai.

"Kau disini ternyata. Kau tak berubah Min" Namja tersebut menatap kearah Sungmin.

"K-kau? Brengsek kau!" Sungmin melayangkan sebuah tinju tepat diwajah namja tadi.

Namja berkulit putih tersebut pun tersungkur dan darah segar mengalir dari sudut bibirnya.

"Ahahaha. Tinjumu lumayan baik dari sebelumnya Min!" namja tersebut bangkit dan mengelap darah yang mengalir dari sudut bibirnya.

"Kenapa kau kembali eoh? Kemana saja kau?" Sungmin mencengkram kerah seragam namja tersebut. Seragam yang berbeda dengannya.

"KAU YANG KEMANA SAJA SUNGMIN!" Namja tersebut berteriak tepat diwajah Sungmin.

"Apa maksudmu?" Sungmin lirih seraya merenggangkan cengkramannya.

"Kau dan Cho bajingan itu menghilang begitu saja! Sekarang kau ingin menyalahkanku? Bajingan kau!" Namja tersebut menyeringai dan merapikan seragamnya.

"Aku tidak mengerti maksudmu!" Sungmin mendorong tubuh namja itu.

"Sudahlah. Saat kita bertemu lagi. Aku akan menjelaskan kesalahan kalian!" Namja tersebut meninggalkan Sungmin yang mengerutkan dahinya.

Setelah membuka pintu atap untuk turun. Namja tersebut melihat Changmin yang ternyata menguping sedari tadi.

Namja tersebut mendecih. "Ternyata ada yang menguping" namja tersebut lalu meninggalkan Changmin yang tertangkap basah.

"Siapa dia?" Changmin bergumam dengan wajah idiotnya.

Missing Puzzle

Setelah kejadian diatap tadi Sungmin hanya berdiam diri ia masih mencerna perkataan namja tadi. Dia yang menghilang?. Dan Sungmin kembali sial saat ia tahu bahwa Changmin menguping. Otomatis bahwa rahasianya bertambah ditangan Changmin.

Lamunan Sungmin teralihkan saat Psy songsaengnim memasuki kelas. Ia pun segera mengambil posisi tidur. Karena ia tidak ingin mendengarkan guru aneh itu.

"YAAAH! SAEM! Ngapain sih? Kan bukan pelajaran sejarah!" Yoseob mendengus seenak jidatnya.

"Aku tau aku tau! Aku hanya membawa murid baru kemari."

"Anak baru lagi?" Siwon menyahut. Murid terpintar dikelas tersebut.

"Yaiyalah! Kelas kita kan muridnya paling sedikit!" Donghae menyahut kali ini.

"Kelas buangan sih!" Yoseob berbicara seenaknya.

"HEI! Berhentilah! Ooo iya! Kau masuklah!" Psy songsaengnim bersuara.

Seorang namja yang masih menggunakan seragam berbeda memasuki kelas tersebut. Teriakan histeris beberapa gadis membuat Kyu yang sedang melihat keluar jendela mengalihkan perhatiannya. Kyuhyun sedikit mengerutkan dahinya. Seperti pernah melihat namja tersebut.

"Annyeong. Kim Kibum imnida"

Sungmin tersentak kaget dan menghadap kearah depan diamana Kibum berdiri. Sedangkan Kibum hanya menyeringai kearahnya.

"Dia yang tadi!" Changmin berteriak seenaknya. Dengan cepat ia mendapatkan tatapan mematikan dari Siungmin

Kibum pun beranjak menuju kursi kosong tepat di depan Kyuhyun. Kibum sedikit terkejut melihat Kyuhyun, namun ia menyeringai didetik berikutnya.

"Ternyata Cho bajingan juga ada disini eoh?" Kibum bergumam.

Kibum memberikan sebuah seringai kearah Sungmin yang sedang menatapnya.

-TBC-

Giman? Makin gaje? Penasaran kagak? Makasih yaaa udah mau baca ff abal punya sayaaa~~ mian lama update soalnya gak sempat updatenyaa. Bener-bener full skejul sayah~~ #deep bow#

Hehe Mind to review?

Dan buat yang ng-review kemarin. Nih balesan seadanyaa~~

KobayashiAde : makasih banyak atas pujiannyooo... author terharu niih~~` udah serasa peran komik yang udah melting#lah?

pumpkinsparkyumin: Kyaaaa... makasih udah sukaaa~~. Iyaaa saran saya terimaaa~~ makasih banyak yaaaa~~~ baca terus yaa~~.

Chisana Yuri: makasih banget udah muji ff abal sayaa~~#elapiningus# iyaa saya udah apdet. Tapi maap agak lama~~. Ming sexseh? :3

CharolineElf: Cieee greget gara-gara Shindong! Prikitiiww! Hhahaha

ammyikmubmik: School 2013 favorite kamu? Author jugaaa~~~!

Maximumelf : bukan gangnam style! Tapi gentle man! Hahaha. Iyaaa di chap ini udah gak disingkat lagi kooook.

leefairy : makasih sarannya ya cingu... di chap ini udah gak disingkat lagi kook.. hehe

7D : Gilaaa!1 bawaannya uke! Takut aaahhh . hhhahaha

Sekali lagi makasih yah yang udah repiew~~ dan semua sarannya aku coba untuk teriaaa~~~