Dilarang copy paste ff ini
Dilarang bash cast di ff ini
Semua cast bukan punya saya, tapi cerita ff ini adalah milik saya
Saya pinjam nama cast dari Super Junior, SNSD, Sistar, 2AM, Shinee, etc
Warning : GS, gaje, typho, aneh, membosankan, kurang romantis, bahasa dan tanda baca tidak sesuai EYD, dll
BECAUSE OF SONG
-J-O-Y-
"Saya mewakili Direktris Lee meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Akhir-akhir ini memang direktris sedang terbebani beberapa masalah. Jadi tolong anda semua maklum dengan kondisinya saat ini" ucap Hyukkie mewakili Sungmin meminta maaf.
"Tidak apa-apa Sekretaris Lee. Kami maklum kok. Direktris memang mengalami banyak tekanan saat ini." sahut salah seorang ahjussi yang ada di sana.
"Gomawo atas pengertiannya. Silakan lanjutkan pestanya kembali. " Hyukkie lalu melangkah menghampiri Kyuhyun yang masih berdiri kebingungan dengan kejadian itu.
"Ah maafkan atasan kami. Dia mungkin sedang terbawa emosi. Yah, akhir-akhir ini banyak masalah yang harus beliau tangani." ucap Hyukkie sopan sambil membungkuk kepada Kyu.
"Tidak apa-apa. Tapi, saya jadi merasa bersalah agashi. Apa mungkin lagu itu benar-benar menyakiti hati atasan anda?" tanya Kyu sopan.
"Ada apa ini Kyu?" seorang namja dengan kemeja krem menghampiri tempat Kyu dan Hyukkie berdiri.
"Ada sedikit salah paham manager." jawab Kyu.
"Oh, Sekertaris Lee. Mianhe aku tidak sempat menyambut kedatangan kalian. Tadi saya ada sedikit keperluan." ucap Donghae.
"Tidak masalah Manager Lee. Tapi aku tidak memperkirakan kalau akan ada kesalahpahaman seperti ini." ucap Hyukkie penuh penyesalan.
"Maksud anda?" tanya manager Lee bingung.
"Sebaiknya Manager Lee dan Sekretaris Lee membicarakan ini berdua. Saya akan meneruskan tugas menyanyiku yang belum selesai." potong Kyu lalu kembali berjalan ke arah panggung.
"Mari ke ruanganku Sekretaris Lee!" ajak manager Lee sopan. Hyukkie tersenyum dan mengangguk lalu mengikuti manager tampan itu dari belakang.
-J-O-Y-
"Hyung, aku ingin minta maaf pada Direktris Lee." ucap seorang namja berkulit pucat, Cho Kyu Hyun sambil menghirup aroma kopi yang mengepul dari cangkir di hadapannya.
"Benar, dan mungkin sebaiknya aku juga ikut, bagaimanapun juga aku adalah pemilik kafe ini. Jadi sedikit banyak aku ikut bertanggung jawab." Manager Lee, atau nama lengkapnya Lee Dong Hae menatap langit-langit yang temaram disinari beberapa lampu kecil yang tidak terlalu terang nyalanya.
"Aku rasa hyung tidak perlu ke sana. Ini murni kesalahanku yang tidak selektif memilih lagu. Jadi sebaiknya biar aku saja yang menemui direktris itu." Kyu meneguk kopinya sampai habis.
"Sudah malam, sebaiknya kita pulang hyung!" ajak Kyu.
"Kau ada kuliah besok?" tanya Donghae.
"Tidak, makanya aku besok mau menemui Direktris Lee. Mungkin besok kau bisa menelpon Sekretaris Lee, aku yakin kau tadi sudah bertukar nomor telepon dengannya bukan?" ucap Kyuhyun sambil tersenyum.
"Darimana kau tahu Kyu?" tanya Donghae penasaran.
"Mengingat sifat playboy mu itu, tidak mungkin bukan kau melewatkan yeoja cantik dan seksi seperti Sekretaris Lee." komentar Kyu yang sukses menghasilkan geplakan di kepalanya.
"Kau ini dasar!" Donghae mempoutkan bibirnya.
"Karena kau sudah memukul kepalaku, sekarang kita pulang ya, aku ngantuk ni." rengek Kyu yang sukses mendapat deathglare dari Donghae.
"Ne...ne... ambilkan kunci mobilku!" titah Donghae. Kyu kemudian berlari kecil menuju meja kerja Donghae.
Kyuhyun dan Donghae kemudian berkendara menuju apartemen Donghae yang berada beberapa mil dari Hae Cafe.
Kyuhyun dan Donghae memang tinggal serumah. Meski sebenarnya mereka tidak punya hubungan kerabat sama sekali. Kyuhyun mulai tinggal di rumah Donghae sejak dia menjadi pegawai di Hae Cafe milik Donghae, sekitar dua tahun yang lalu. Waktu itu Donghae kebetulan baru saja mendirikan cafe dan membutuhkan seorang penyanyi untuk menjadi penyanyi tetap di cafenya. Selain itu, kebetulan dia baru saja membeli apartemen setelah pulang dari kuliahnya di London. Dan kebetulan juga, Kyu yang seorang mahasiswa, juga sedang mencari tempat tinggal selama di Seoul.
Karena Donghae merasa cocok saat melakukan wawancara kerja dengan Kyu, maka ia menawari Kyu tinggal bersama nya di apartemen miliknya tanpa bayaran, hanya perlu membantunya bersih-bersih saat apartemennya terlihat kotor. Tentu saja Kyu menerima dengan senang hati. Hingga pada akhirnya, selama dua tahun itu Kyuhyun dan Donghae tinggal seapartemen, jadi mau tidak mau, mereka pun mulai memahami kebiasaan masing-masing. Sehingga hubungan mereka sudah seperti hyung dan dongsaeng. Donghae bahkan meminta Kyu memanggilnya dengan panggilan 'hyung' saat mereka dalam posisi santai. Tapi saat bekerja, tentu saja Kyu harus memanggilnya Manager Lee, sama seperti pegawai yang lain.
J-O-Y
"Selamat pagi Direktris Lee" ucap beberapa karyawan yang kebetulan berpapasan dengan Lee Sung Min. Sungmin hanya menanggapinya anggukan dan sedikit senyuman di bibirnya. Hal ini sudah tentu menimbulkan pertanyaan, mengingat tidak biasanya direktris cantik itu berlaku kurang ramah. Biasanya dia akan menjawab sapaan dari karyawan-karyawan nya disertai senyuman manisnya.
Sampai di depan sebuah ruangan dengan pintu yang bertuliskan 'Direktris Lee Sung Min', yeoja itu dengan sedikit hentakan membuka handle pintu, kemudian didorongnya pintu dan ditutupnya dengan sedikit kasar, membuat beberapa karyawan yang kebetulan berada di sana sedikit kaget mendengarnya.
Tapi betapa terkejutnya direktris Lee saat melihat seorang namja yang sudah menunggunya di dalam. Namja yang semalam benar-benar sudah membuatnya kesal setengah mati, dan namja itu sekarang malah sudah duduk manis di ruangannya. Melihat ekspresi kaget Sungmin, namja itu hanya tersenyum.
"Selamat pagi Derektris Lee, maaf mengagetkanmu." sapa namja itu sopan.
"Siapa yang mengijinkanmu masuk ke dalam ruanganku, kau penyusup ya, mau membuat onar di kantorku" cecar Sungmin dengan penuh emosi.
"Mianhe, aku tadi sudah mendapat ijin dari Sekretaris Lee, jadi ..."
"Kalau begitu aku akan memanggil sekuriti, biar kau diseret keluar dari ruangan ku." Sungmin kemudian mengangkat gagang telpon. Tapi belum sempat dia bicara, Kyuhyun sudah menuntun tangannya untuk menutup kembali gagang telepon itu.
"Aku ke sini untuk minta maaf direktris, tolong dengarkan aku." pinta Kyu. Sungmin masih memandang Kyu sengit.
"Untuk apa kau minta maaf, bukankah kau sengaja membuatku malu di depan semua orang? Kau pasti sudah melihat profilku bukan, yeoja 34 tahun yang belum menikah , bahkan tidak punya kekasih. Namja muda sepertimu pasti senang menertawakan yeoja sepertiku." ucap Sungmin sinis.
"Ahni, mianhe, aku benar-benar tidak tahu apa-apa tentang dirimu. Aku tidak tahu kalau kau belum menikah dan tidak punya kekasih. Aku bahkan tidak tahu kalau usiamu sudah 34 tahun, terus terang awalnya kupikir usiamu baru sekitar 25 tahun." papar Kyu panjang.
"Kau pikir aku bodoh, sehingga bisa kau bohongi." marah Sungmin.
"Baiklah, untuk menebus kesalahanku, silakan kau ajukan satu permintaan, aku akan berusaha melakukannya untukmu." ucap Kyu mengalah, karena pada akhirnya Sungmin tetap ngotot kalau bahwa dia sengaja menyanyikan lagu-lagu itu untuk mengejeknya.
"Kau ini memangnya bisa apa? Paling-paling hanya bisa merengek minta uang kepada orang tuamu" ejek Sungmin.
"Kedua orang tuaku sudah meninggal." jawab Kyu tenang.
Sungmin terdiam dan memandang namja yang ada di depannya dengan pandangan yang sudah tidak sekesal sebelumnya.
"Berapa usiamu?" tanya Sungmin kemudian.
"Dua puluh satu tahun direktris." jawab Kyuhyun tetap tenang.
"Baiklah, karena aku sedang berbaik hati, aku akan menerima permintaan maafmu, tapi sebagai gantinya kau harus mentraktirku minum." Sungmin memandang Kyu dengan pandangan dinginnya.
"Apa, tapi aku belum pernah minum, direktris!" Kyu kebingungan.
"Terserah, kau mau kumaafkan atau tidak? Sebab aku sebenarnya sedang membuat surat gugatan untuk kafe tempatmu bekerja." ucap Sungmin sinis.
Kyuhyun menghela nafas panjang. Ternyata sulit juga menghadapi yeoja yang lebih tua, apalagi punya predikat seorang direktris.
"Baiklah, aku harus menunggumu di mana?" tanya Kyu.
"Tunggu aku di halte depan gedung ini, jam delapan malam. Kau mengerti?" tanya Sungmin.
"Ne." Jawab Kyu singkat.
"Kalau begitu, pulanglah, aku masih banyak pekerjaan." Sungmin kemudian mulai mengambil berkas-berkas yang harus ia tandatangani.
"Ne, gomawo direktris, aku pasti akan datang nanti malam." jawab Kyu.
-JOY-
Malam mulai merayap. Kyuhyun sudah berdiri di halte depan gedung ELF Corp tempat Sungmin bekerja. Udara yang begitu dingin membuat Kyuhyun harus menggosokkan kedua telapak tangannya, hantinya menggerutu, menyesal mengapa ia tidak membawa jaketnya di tengah udara dingin seperti ini. Sesekali ia memandang ke arah jalan. Menunggu ternyata memang menjemukan. Tapi inilah yang harus ia kerjakan, salahkan dia karena ceroboh memilih lagu.
Setelah menunggu cukup lama, sebuah mobil berwarna dominan pink tiba-tiba berhenti tepat di depan halte itu. Sesaat kemudian kaca mobil di turunkan dan tampaklah wajah yeoja yang mulai familiar di mata Kyu. Yeoja itu memberi isyarat agar Kyu lekas naik.
Dengan sedikit canggung Kyu membuka pintu mobil depan kemudian duduk di samping kemudi. Tanpa banyak bicara yeoja itu kemudian memacu kembali mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi.
"Kita mau ke mana Direktris Lee?" tanya Kyu.
"Kau diam saja." jawab Sungmin ketus.
Kyuhyun hanya menghela napas mendengar jawaban itu.
Setelah hampir 20 menit berkendara, mereka berdua sampai di sebuah bar kelas atas. Banyak mobil mewah yang terparkir di sana. Sungmin memarkirkan mobilnya kemudian menyuruh Kyu turun.
"Turunlah, kita sudah sampai" ucapnya sambil membuka pintu mobil.
"Kau benar-benar mau minum di tempat ini?" tanya Kyu sambil memandang berkeliling.
"Benar, tempat ini lumayan. Kajja masuk!" ajak Sungmin masih dengan ekspresi dinginnya.
Kyuhyun masih tak bergeming dari tempatnya berdiri.
"Mau sampai kapan kau berdiri di sana?" panggil Sungmin.
"Aku ...aku..."
"Kau tak perlu mentraktirku. Aku yang akan membayar semuanya. Kau hanya perlu menemaniku." ucap Sungmin kemudian.
"Di...direktris..."
"Panggil aku noona saja. Kajja masuk!" titah Sungmin dengan suara yang sedikit melembut. Kyuhyun sebenarnya masih bingung dengan apa yang terjadi, tapi dia akhirnya memutuskan mengikuti yeoja itu masuk ke dalam.
"Lee Sung Min agashi, silakan ke ruang VIP!" sambut seorang pelayan setelah membungkuk hormat kepada Sungmin. Sungmin hanya tersenyum dan mengangguk.
Mereka bertiga berjalan melewati hingar-bingar orang-orang yang sedang menghabiskan malam di tempat itu. Beberapa saat mereka pun sampai di sebuah ruangan yang cukup luas dengan sebuah meja bar kecil, lengkap dengan bartender yang sudah siap melayani. Selain itu di ruangan yang cukup luas ini, beberapa pelengkap seperti sofa, mesin penyedia minuman, televisi dan karaoke juga disediakan.
"Silakan agashi." pelayan itu keluar dari ruangan setelah memastikan pelanggannya berada di ruang yang tepat, Sungmin hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Anyeong Sungmin noona!" sapa sang bartender yang rupanya punya hubungan yang cukup dekat dengan Sungmin.
"Jonghyun ah, lama tidak bertemu." balas Sungmin kepada namja itu.
"Kau ini, sudah lama sekali tidak mengunjungiku! "
"Mianhe, akhir-akhir ini aku sibuk. " Sungmin mendudukkan dirinya di kursi bundar yang ada di depan meja bar itu.
"Kau mau berdiri terus di situ?" tanya Sungmin kepada Kyuhyun yang masih berdiri di depan pintu sambil memandang kearah Sungmin dan Jonghyun yang sedang asyik bercakap-cakap.
Kyuhyun kemudian berjalan ke arah sofa yang ada tidak jauh dari tempat ia berdiri.
"Nugu Minnie noona? Namjachingumu ya? Wah, rupanya seleramu seperti ini, lumayan sih. Tapi, apakah tidak terlalu muda untukmu?" goda Jonghyun sambil nyengir jahil.
"Dia bukan namjachinguku, dia adalah orang yang sudah membuatku kesal." ucap Sungmin sambil melirik ke arah Kyuhyun.
"Memang apa yang sudah dilakukannya kepadamu?" tanya Jonghyun antusias.
"Sudahlah, Jonghyun ah, sekarang buatkan minuman seperti biasa. " titah Sungmin.
"Ne..ne... noona semakin galak saja. " Jonghyun kemudian meramu minuman seperti yang Sungmin minta.
"Hei, kau tidak mau minum bersama Sungmin noona?" tanya Jonghyun kepada Kyuhyun yang malah asyik memainkan handphone nya.
"Aku tidak pernah minum." jawab Kyuhyun kalem.
"Lalu kenapa kau datang bersama noona ke sini?" tanya Jonghyun.
"Dia tadinya berniat mau mentraktirku." sahut Sungmin setelah meneguk gelas keduanya.
"Mwooo... kau serius noona, namja itu mau mentraktirmu? Dia konglomerat, atau direktur?" tanya Jonghyun heran.
"Ahni ya, aku hanya mahasiswa sekaligus penyanyi kafe." sahut Kyuhyun yang tidak ingin Jonghyun salah
"Jonghyun ah, kau banyak bicara." Sungmin meneguk gelas keempatnya.
"Oke...oke...aku tidak akan ikut campur urusan kalian lagi. Tapi setidaknya ajak anak itu minum. Aku benar-benar merasa aneh saat ada orang yang berada di tempat ini tapi hanya duduk sambil bermain ponsel." keluh Jonghyun.
"Baiklah. Hei bocah ...kemarilah!" panggil Sungmin yang sudah sedikit mabuk.
"Namaku Kyuhyun, Cho Kyu Hyun." ucap Kyuhyun sambil memandang Sungmin dengan pandangan kesal nya.
"Ah, aku tak peduli siapa namamu. Sekarang kemari!", titah Sungmin sambil menunjuk-nunjuk Kyuhyun dengan jemarinya.
Kyuhyun mendengus kesal tapi tetap saja ia menghampiri Sungmin dan duduk di kursi yang ada di sebelah Sungmin.
"Temani aku minum. Aku yang akan bayar semua. Bukankah tadi kubilang, kau tidak perlu mentraktirku!" ucap Sungmin sambil kembali meraih gelasnya yang ke tiga.
"Kim Jong Hyun imnida!" ucap Jonghyun mencoba memperkenalkan diri.
"Cho Kyu Hyun imnida." balas Kyu sambil tersenyum.
"Kau mau minum apa Kyuhyun ssi?" tanya Jonghyun lagi.
"Aku juga bingung. Aku tidak tahu apapun mengenai minuman seperti ini." Kyuhyun menyangga kepalanya dengan tangan kiri, sehingga wajahnya kini menghadap ke arah Sungmin.
"Wine saja." sahut Sungmin yang sudah semakin mabuk.
"Baiklah." Jonghyun kemudian menyediakan pesanan Sungmin.
"Ayo bersulang denganku." ucap Sungmin sambil mengangkat gelas. Kyuhyun hanya mengernyit melihat tingkah mabuk Sungmin yang semakin tidak terkendali.
Setelah bersulang Sungmin meminum gelas kelimanya kemudian tertawa terbahak. Sementara Kyuhyun meminum wine nya dengan ragu-ragu.
"Wonnie oppa, kau lihat, aku tidak apa-apa. Aku kuat. Aku yeoja yang kuat." rancau Sungmin di tengah mabuknya.
"Bocah, ayo minum lagi!" Sungmin menuangkan wine ke gelas Kyu.
"Direktris?" panggil Kyuhyun.
"Sudah kubilang jangan panggil aku direktris saat tidak berada di kantor, aku jadi merasa tua tahu! Panggil aku noona!" Sungmin kembali marah-marah kepada Kyu. Sementara Jonghyun hanya terkikik melihat ulah Sungmin.
"Sekarang ayo bersulang lagi." ajak Sungmin sambil mengangkat gelasnya kembali. Dengan malas Kyuhyun ikut mengangkat gelasnya kemudian meminum isinya sampai habis.
"Terserah kau mau menikah dengan yeoja bernama Bummie atau siapa. Tapi bisakah kau melihatku sekali saja Wonnie oppa..." teriak Sungmin semakin histeris.
"Rupanya noona baru patah hati." bisik Jonghyun kepada Kyuhyun.
"Aku kemarin sudah menjadi korbannya." Kyuhyun menjawab sambil kembali berbisik.
"Kau diapakan?" tanya Jonghyun semakin merapat ke arah Kyuhyun.
"Dimarahi tanpa alasan." jawab Kyuhyun lagi. Dan kekehan kembali terdengar dari bibir Jonghyun.
"Kau menertawaiku Jonghyun ssi?" tanya Kyuhyun.
"Ahni, hanya saja ini sangat lucu. " Jonghyun masih saja tertawa.
Tiba-tiba Sungmin merebahkan kepalanya di meja bar.
"Sepertinya noona sudah benar-benar mabuk." ucap Jonghyun sambil menuangkan wine ke gelas Kyu lagi.
"Cukup Jonghyun ssi." Kyuhyun meneguk gelas terakhirnya.
"Kau ini namja pertama yang diajaknya minum bersama, Kyuhyun ssi." Jonghyun sekarang duduk di samping Kyu.
"Jinjja? Tapi, yeoja seperti direktris Lee, yang benar saja dia tidak pernah kemari dengan namja." Kyuhyun melihat ke arah Sungmin yang sepertinya memang sudah mabuk.
"Minnie noona selalu datang ke sini sendirian. Biasanya dia kemari untuk minum kalau sedang banyak masalah. Tapi seingatku, dia selalu bisa mengendalikan diri sehingga tidak sampai mabuk seperti itu." Jonghyun ikut melihat ke arah Sungmin.
"Sekarang bagaimana?" tanya Kyuhyun kepada Jonghyun.
"Bagaimana apanya? Tentu saja kau harus mengantarnya pulang." jawab Jonghyun sambil nyengir jahil.
"Apa tidak bisa kita menghubungi seseorang untuk menjemputnya? Lagipula aku tidak tahu rumahnya." Kyuhyun memandang ke arah Sungmin dengan mimik muka malas.
"Setahuku dia tinggal sendirian. Dan kalau tidak salah, dia pernah memberikan kartu nama kepadaku. Sebentar, biar ku cek dulu." Jonghyun kemudian mengobrak-abrik isi dompetnya.
Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sepertinya dia sedikit bingung dengan semua keadaan ini.
"Ketemu, sebentar aku catatkan." Jonghyun berlalu dari hadapan Kyuhyun.
Sementara Jonghyun berlalu, Kyuhyun kembali duduk. Kali ini ia kembali menyangga kepalanya dengan tangan kiri dan membuat wajahnya kini berhadapan dengan wajah Sungmin.
"Kau kalau sedang tidak marah ternyata manis juga ya." gumam Kyuhyun sambil tersenyum dan semakin intens memperhatikan wajah Sungmin.
"Ehm...Kau sedang apa Kyuhyun ssi?" tanya Jonghyun yang ternyata sudah berdiri di belakang Kyuhyun.
"Eh, tidak. Aku hanya merasa kepalaku sedikit berat." Kyuhyun sedikit gugup tertangkap basah sedang memperhatikan wajah Sungmin.
"Ini. Sana antar noona. Kau tahu kan mobil noona yang mana?" tanya Jonghyun.
"Aku ingat kok. Tapi... " Kyuhyun masih meragu.
"Sudahlah, jangan banyak berpikir. Kasihan noona." ucap Jonghyun kemudian membantu memapah Sungmin.
"Kau ini kurang ajar Wonnie oppa." rancau Sungmin sambil memukul lengan Jonghyun.
"Noona kalau mabuk ternyata merepotkan. Bantu aku Kyuhyun ssi!" titah Jonghyun sambil tetap memapah Sungmin. Kyuhyun pun terpaksa membantu Jonghyun. Mereka kemudian menuju ke tempat parkir. Sesaat kemudian ketiganya sudah berada di depan mobil Sungmin. Kyuhyun membukakan pintu dan Jonghyun merebahkan Sungmin di kursi belakang.
"Kau tahu kan alamat apartemen ini?" tanya Jonghyun.
"Ne. Aku pamit dulu Jonghyun ssi!" pamit Kyuhyun yang sudah siap di depan kemudi.
"Hati-hati ya!" jawab Jonghyun sambil melambaikan tangan.
Kyuhyun melajukan mobil Sungmin menuju ke apartemen Sungmin. Beruntung Kyuhyun sering diajak Donghae jalan-jalan keliling Seoul saat mereka melepas lelah setelah bekerja, sehingga Kyuhyun tidak mengalami banyak kesulitan menemukan apartemen Sungmin.
"Kyuhyun memapah Sungmin menaiki lift hingga lantai 13, kemudian mencari apartemen bernomor 7. Setelah sampai, dia dihadapkan masalah baru, yaitu kode masuk ke apartemen Sungmin. Beberapa kali ia mencoba memencet tapi kode yang ia masukkan selalu salah. Hampir frustasi, Kyuhyun kemudian mengobarak-abrik isi tas kecil Sungmin dan menemukan sebuah buku harian kecil yang yang penuh dengan coretan tangan Sungmin.
"Wonnie, Choi Si Won? Pemilik perusahaan elektronik yang cabangnya tersebar di Eropa itu? Hah...orang kaya ternyata juga harus jatuh cinta pada orang kaya." sungut Kyuhyun sambil masih sibuk mencari informasi dari buku kecil itu.
"Tanggal lahir nya 7 April, coba saja." gumam Kyuhyun lalu memencet angka sesuai dengan tanggal lahir Siwon. Ternyata keberuntungan berpihak kepadanya. Sekarang dia sudah berada di dalam apartemen Sungmin. Tangannya menggapai sakelar ruang tamu dan saat lampu menyala, nampaklah sebuah ruangan yang begitu rapi, bersih dan terkesan elegan, dengan dominasi warna pink muda di sana.
Kyuhyun kemudian memapah Sungmin menuju ke kamarnya. Tapi belum sampai ke sana, Sungmin malah muntah dan mengenai baju Kyuhyun, juga baju Sungmin sendiri.
"Direktris, kau benar-benar menyebalkan kalau sedang mabuk." gumam Kyuhyun sembari melepas kemejanya yang terkena muntahan paling banyak.
Kyuhyun kemudian merebahkan Sungmin ke tempat tidur ukuran king size nya.
" Aduh, bajunya terkena muntahan juga. Bagaimana ini, apa aku harus menggantinya? Tapi dia kan yeoja... Tapi bajunya bau seperti itu. Aku harus bagaimana?" gumam Kyuhyun.
Setelah menimbang-nimbang cukup lama, akhirnya Kyuhyun memberanikan diri untuk membuka baju Sungmin dan berniat menggantinya dengan piyama yang diambilnya dari dalam lemari Sungmin. Tapi baru saja ia melepas kancing baju Sungmin, Kyuhyun sudah menelan ludahnya. Buru-buru ia menggelengkan kepalanya, ditepiskannya pikiran aneh yang tiba-tiba menyerang otaknya.
"Mungkin pengaruh wine tadi. Pikiranku jadi aneh, kepalaku juga terasa begitu berat." gumam Kyuhyun kembali sambil melepas pakaian Sungmin.
Tapi barusaja Kyuhyun mau mengambil piyama untuk Sungmin, tiba-tiba Sungmin menarik tangan Kyuhyun.
"Oppa, kau tidak boleh pergi, kau harus menemaniku. Jangan tinggalkan aku, jebal! Hiks...hiks...Aku benar-benar mencintaimu oppa ... hiks ...hiks..." tiba-tiba Sungmin menangis.
Kyuhyun tetap berusaha melepaskan diri, tapi tangis Sungmin justru semakin keras. Kyuhyun yang tidak tega melihat keadaan Sungmin pun kemudian merebahkan diri di samping Sungmin dan memeluk tubuh Sungmin hingga kini Sungmin sudah menangis di dalam dekapan Kyuhyun.
"Aku tidak akan meninggalkanmu. Sekarang tidurlah!" ucap Kyuhyun sambil mengelus punggung Sungmin. Jujur saja, saat itu perasaan Kyuhyun begitu bergemuruh. Memeluk seorang yeoja dalam keadaan seperti itu. Jujur saja dia baru kali ini melakukannya, dengan Hyorin yang berstatus yeojachingunya pun dia belum pernah seperti ini.
Perlahan tangis Sungmin mereda, tapi tiba-tiba Sungmin beranjak naik. Kyuhyun kaget dengan apa yang akan Sungmin lakukan, hingga tiba-tiba bibir Sungmin sudah menempel di bibirnya, membuat perasaan Kyuhyun semakin tidak karuan. Ingin sekali dia membalas ciuman itu, tapi dia sadar Sungmin sedang mabuk, jadi dia membiarkan saja Sungmin melakukannya sendiri. Hingga beberapa menit kemudian, Sungmin melepaskan ciumannya dan kembali memeluk Kyuhyun erat.
"Jangan tinggalkan aku Wonnie ." Sungmin memeluk Kyuhyun erat.
Sementara Kyuhyun masih berusaha menetralisir detak jantungnya yang kian menjadi. Ingin sekali dia beranjak dan cepat-cepat meninggalkan apartemen itu. Tapi nyatanya dia tidak tega melihat yeoja patah hati yang kini sedang memeluknya erat.
Kyuhyun memandang wajah Sungmin lekat, tangannya bergerak menghapus air mata di pipi putih bersih milik Sungmin.
"Kau ini begitu cantik dan sempurna, tapi mengapa kau harus menyia-nyiakan cintamu hanya untuk namja yang tidak mencintaimu?" gumam Kyuhyun sambil mengelus rambut Sungmin.
Kyuhyun manarik selimut dan menyelimuti tubuh keduanya.
"Meskipun kau menyebalkan dan suka seenaknya, tapi aku tidak tega kalau harus meninggalkanmu malam ini. Jadi, tidurlah yang nyenyak noona, semoga besok kau bisa melupakan namja itu." Kyuhyun mematikan lampu tidur di kamar Sungmin.
-J-O-Y-
Pagi yang cerah pun tiba. Seorang yeoja muda yang berusia sekitar 25 tahun dengan sebuah bungkusan kado di tangannya tampak tersenyum riang. Dia bersenandung kecil sambil sesekali menoleh ke belakang, mengajak sepasang namja dan yeoja setengah baya yang berjalan di belakang nya agar berjalan lebih cepat.
"Eomma, Appa, ayo cepat. Aku sudah rindu dengan Minnie eonnie." ajak yeoja itu.
"Kau ini, appa dan eomma mu kan sudah tidak muda lagi, tidak bisa diajak jalan secepat itu!" sahut namja setengah baya yang berjalan di belakang yeoja muda itu.
"Benar Key, eomma sudah capek, daritadi kau berjalan sangat cepat." kali ini sang eomma yang turut dalam pembicaraan.
"Ne...ne... baiklah, aku duluan ya." Yeoja bernama Key itu melesat meninggalkan appa dan eomma nya yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah puteri mereka.
Sampai di depan apartemen Sungmin, Key segera memencet kode pembuka pintu yang sudah dia hafal betul.
"Huh, sampai kapan dia akan menggunakan tanggal lahir Siwon oppa." gerutu Key sambil memasuki apartemen eonnie satu-satunya itu.
"Masih sepi. Di mana eonnie, apa jam segini masih tidur." gumamnya pelan.
"Mana eonniemu Key?" tanya appa nya.
"Entahlah, mungkin masih tidur. Coba kita cari ke kamarnya." ajak eommanya.
"Eomma ini baju namja kan. Ya ampun, bau sekali." Key memungut baju Kyuhyun yang dibiarkan tergeletak di depan pintu kamar Sungmin.
"Benar Key." jawab eommanya.
"Jangan-jangan eonnie..." ucapan Key tidak dilanjutkan, karena saat ia membuka pintu kamar Sungmin, matanya
menangkap pemandangan yang begitu membuatnya shock.
Di atas tempat tidur, terlihat sosok yeoja yang tengah tertidur sambil memeluk seorang namja dengan pakaian yang sama-sama tidak lengkap.
"E...eonnie ..."
"Minnie ..." ucap kedua orang tua itu bersamaan.
Mendengar ada suara ribut-ribut, Sungmin nampaknya merasa terganggu. Perlahan ia mengumpulkan kesadarannya. Pusing. Itulah yang rasakan saat ini.
Tapi dia merasa hangat, seperti memeluk sesuatu yang benar-benar membuatnya nyaman. Sungmin pun membuka matanya perlahan. Betapa kagetnya dia melihat seorang namja bertelanjang dada yang kini sedang ia peluk. Di dongakkannya kepalanya untuk mencari tahu siapa namja itu. Dan sekali lagi dia shock, karena namja itu adalah namja yang sudah membuatnya kesal saat acara ulang tahunnya kemarin. Ia kemudian menundukkan kepalanya, mengecek pakaiannya sendiri, dan ia tambah kaget menyadari bahwa pakaiannya juga sudah tidak lengkap. Sungmin kemudian menjerit histeris, tanpa menyadari bahwa di depan pintu kamarnya sudah ada kedua orang tuanya dan juga yeodongsaengnya.
Mendengar Sungmin menjerit, Kyuhyun pun terbangun. Segera ia terduduk sambil mengelus dadanya yang kaget akibat mendengar jeritan Sungmin.
"Kenapa menjerit seperti itu noona, kau mau membuatku sakit jantung ha?" tanya Kyu sambil masih mengelus dadanya.
"Kau, siapa yang mengizinkanmu tidur di sini?" tanya Sungmin sambil menunjuk-nunjuk muka Kyuhyun.
"Bukankah kau yang menyuruhku tinggal, semalam aku sudah mau pulang, tapi kau memintaku menemanimu, kau bahkan semalam mencuri ciuman pertamaku." jawab Kyuhyun sambil menunjuk bibirnya.
"Mwoooo... lalu apa lagi yang kita lakukan?" tanya Sungmin semakin kalap.
"Hentikan." interupsi dari appa Sungmin membuat semua terdiam.
Sungmin dan Kyuhyun menoleh ke arah sumber suara, di sana terlihat appa, eomma dan Key, yeodongsaengnya sedang memandangnya dengan tatapan membunuh.
"Appa, eomma, Key, se...sejak kapan kalian di sana?" tanya Sungmin gemetar.
"Kalian berdua cepat berpakaian yang benar. Kami mau bicara!" titah sang appa sambil meninggalkan kamar Sungmin.
-j-o-y-
Kamar tamu Sungmin dipenuhi aura-aura kemarahan yang menguar dari sang Appa. Ya, sang Appa terlihat begitu shock dan kecewa mendapati putri kebanggaannya melakukan hal yang menurutnya sangat memalukan.
"Sekarang, apa pembelaanmu Minnie?" tatapan tegas dari sang Appa membuat Sungmin hanya menundukkan kepalanya.
"Minnie, jelaskan semuanya kepada Appamu!" sang eomma turut membujuk.
"Ini semua salah saya Lee Ahjussi!" Kyuhyun berusaha membantu Sungmin.
"Diam kau anak muda! Aku belum menanyaimu!" gertak Tuan Lee.
"Mianhe, jangan marahi dia Appa, dia tidak bersalah! Semua ini salahku." Sungmin ganti membela Kyuhyun.
"Hah, romantis sekali kalian ini." goda Key sambil nyengir jahil.
"Diam kamu Key!" gertak sang appa dan sang eonnie bersamaan yang membuat Key langsung terdiam.
"Sekarang cepat jelaskan Minnie!" ucap sang appa lagi.
"Aku juga lupa persisnya bagaimana. Tadi malam aku pergi ke bar bersama ehm...siapa namamu?" tanya Sungmin sambil melihat ke arah Kyuhyun.
"Kyuhyun. Cho Kyu Hyun, noona. Kenapa kau susah sekali mengingat namaku." keluh Khuhyun sambil menatap Sungmin kesal.
"Ne, aku ke bar bersama Kyuhyun, sebagai hukuman karena kemarin Kyuhyun sudah membuatku kesal. Kemudian aku minum beberapa gelas. Seingatku Kyuhyun juga kupaksa ikut minum. Kemudian aku mulai mabuk dan tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya, hingga tadi pagi aku ... hah yang ini tidak perlu kuceritakan, toh kalian semua sudah melihatnya." cerita Sungmin.
"Sekarang kau Cho Kyu Hyun ssi. Bagaimana kau bisa tidur seranjang dengan putriku dalam keadaan seperti itu?" tanya sang appa kembali.
"Semalam, setelah Sungmin noona mabuk, saya memutuskan untuk mengantarnya pulang, meskipun sebenarnya saya cukup kesal dengan perlakuannya kepadaku."
"Kau sudah pernah ke apartemen Minnie sebelumnya?" tanya sang eomma.
"Saya baru kali ini ke apartemen Sungmin noona." jawab Kyu.
"Lalu bagaimana kau bisa sampai kemari, bahkan masuk ke apartemen ini?" tanya sang appa semakin penasaran.
"Saya diberi alamat apartemen noona oleh bartender bar yang bernama Kim Jong Hyun. Sepertinya dia kenal baik dengan noona." jawab Kyuhyun.
"Oh, mantan namjachingunya Key." sahut sang eomma sambil melirik ke arah Key.
"Sudah, jangan sebut namanya. " Key sepertinya agak kesal karena nama mantan namjachingunya disebut-sebut.
"Sudah, sekarang kembali ke masalah awal, ayo teruskan Cho Kyu Hyun ssi!" titah namja setengah baya itu.
"Saya sampai di depan apartemen ini, tapi saya baru sadar bahwa saya tidak tahu kode kunci untuk masuk. Saya hampir frustasi karena tidak tahu informasi apapun mengenai noona. Saya kemudian mendapat ide. Dengan terpaksa saya mengacak-acak tas noona, dan akhirnya saya menemukan buku kecil milik noona yang bentuknya seperti diary."
"Mwooo... jangan bilang kau membaca buku kecilku, bocah! Kau ini benar-benar kurang ajar..." marah Sungmin sambil memandang Kyuhyun sengit dan Kyuhyun hanya balas memandang Sungmin datar.
"Kemudian saya menemukan sebuah nama yang banyak sekali tertulis di sana, Choi Si Won. Karena waktu noona mabuk, dia menyebut nama itu berkali-kali, maka saya simpulkan kemungkinan besar noona menyukai orang ini dan mungkin informasi personalnya digunakan untuk kode pembuka kunci. Akhirnya saya coba menggunakan tanggal lahir Choi Si Won dan ternyata tepat." sambung Kyuhyun dan sukses mendapatkan deathglare dari Sungmin berkali-kali.
"Aku tidak akan pernah memaafkanmu bocah!" geram Sungmin.
"Lanjutkan anak muda!" titah sang appa.
"Saya membawa masuk noona ke apartemen, sebenarnya niat saya hanya mengantar sampai ke apartemennya kemudian saya pulang. Tapi karena sampai di apartemen kondisi noona masih mabuk berat, maka saya berniat membawanya ke kamarnya. Namun belum sampai kamarnya dia malah muntah dan mengenai kemeja saya serta baju noona sendiri, maka kemeja saya pun saya lepas."
"Kemeja di depan pintu itu." sambung Key. Kyuhyun hanya mengangguk.
"Saya berniat mengganti baju noona yang juga terkena muntahannya. Tapi baru saja saya melepas bajunya dan mau mengganti dengan piyama, dia malah merancau memanggil 'Siwon oppa...Siwon oppa', dia juga menangis dan menarik tangan saya." lanjut Kyuhyun. Sementara Sungmin menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, tapi bibirnya mengumpat-umpati Kyuhyun dengan suara lirih.
"Lalu..." sang eomma tambah penasaran.
"Saya akhirnya memutuskan untuk tidak pulang dan menemaninya sampai kondisinya stabil." lanjut Kyu.
"Lalu ciuman pertama mu yang dicuri Minnie tadi?" tanya sang eomma lagi.
"Apakah hal memalukan itu juga harus saya ceritakan?" tanya Kyuhyun dengan wajah merah sambil mencuri pandang ke arah Sungmin dan sukses mendapatkan deathglare kembali.
"Ne...ne... harus!" sambung Key.
"Tapi saya..." Kyuhyun tidak melanjutkan ucapannya.
"Ne, noona mencium saya semalam." lanjut Kyu dengan wajah yang sama-sama merah dengan Sungmin.
"Setelah itu, apakah ada kejadian yang lebih ...?" ucapan sang eomma tidak dilanjutkan karena ia mendapat deathglare dari sang appa.
"Seingatku, kami tertidur setelah itu." jawab Kyu.
"Yah aku kecewa...aku kira kalian sudah melakukannya." ucap Key dan sukses mendapat geplakan dari eonnie nya.
"Tapi bagaimana aku bisa percaya kalian benar-benar tidak melakukan apapun selain ciuman?" tanya sang appa lagi.
"Benar, aku juga tidak percaya. Kalian lihat kan posisi mereka tadi pagi seperti apa? Jangan-jangan sebenarnya mereka sudah pacaran lama, dan ini sudah kesekian kalinya mereka seperti itu." sambung Key.
"Ya sudah, mereka kita nikahkan saja." sambung sang eomma enteng.
"Mwooo... menikah ... andwae ... " koor Kyu dan Sungmin bersamaan.
T.B.C/E.N.D?
Padahal di chap 1 saya jelas-jelas menulis :
Oiya, yang sudah baca tolong review. Kali ini review dari reader semua benar-benar menentukan kelanjutan ff ini, sebab kalau tidak banyak yang review, saya tidak akan pernah melanjutkan ff ini sampai kapanpun.
Tapi entah mengapa, meskipun ternyata hanya ada 6 reader yang bersedia ngasih review, saya nyatanya tetap mengupdate ff ini. Mungkin karena saya sangat menghargai para reviewer yang sudah memberi saya semangat untuk melanjutkan ff ini. Juga karena banyak Kyumin moment di SS5 Hongkong, yang sukses membuat saya senyum-senyum gaje ... he...he...he...
Yang jelas, terima kasih banyak untuk reviewer yang sudah bersedia mereview ff saya ini :
deviyanti137
parkhyun
Guest
Cholee
wonnie
Lee's child
(Mianhe kalau ada kesalahan penulisan nama reviewer)
Terima kasih juga untuk yang sudah memfollow dan memfavoritkan ff ini.
Tapi kalau chap 2 ini review nya hanya sedikit, sepertinya saya akan menganggap ff ini END saja atau mungkin akan saya update tapi entah kapan, i don' know ... saya galau ...
Karena itu, tolong yang sudah baca, berikanlah review untuk ff saya ini, karena memang ff ini masih sangat banyak kekurangan
Gomawo dan ThanKYU sebelumnya…
