Balas Dendam Haechan

MarkChan / MarkHyuck

.

.

.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ!

BASH CERITA BOLEH, TAPI SAYA TIDAK MENERIMA BASH UNTUK PAIRING!

.

.

.

Happy Reading ^^

.

.

.

.

.

"berhenti menangis setan kecil! Dasar labil!"

"kau tidak mengerti renjun-ah.."

Renjun mendengus sebal "apanya yang tidak mengerti hah.."

"perasaan ku" lirih haechan terdengar menyedihkan

"apanya yang tidak mengerti perasaanmu hah! Perasaan kau yang memutuskan nya duluan!" kesal renjun

Haechan mengerucutkan bibir mungilnya "yah.. Tadinyakan aku mau mengetes mark hyung" cicit haechan terdengar lucu

"sumpah demi pantatmu yang semok itu! Aku tau isi kepala bodohmu itu, kau berusaha mengetes si sialan mark itu, kau berharap ketika kau meminta putus mark akan mengejarmu dan memohon mohon padamu agar tidak diputuskan begitu?!" balas renjun sarkas

Haechan semakin menunduk dalam "yahh,, kukira adegannya akan seperti di drama"

Rasanya renjun ingin tertawa lepas saat ini juga.. Namun ia berusaha menahannya, karna walau bagaimanapun sahabatnya sedang bersedih saat ini..

"dasar bodoh! Kau jelas sudah tau bagaimana perasaan si mark itu padamu.. Tapi dengan bodohnya kau malah mau mengetes reaksi nya.. Ya sudah jelas dia akan merasa senang bodoh!"

Haechan mendelik "sebenarnya kau ini niat menghiburku tidak sih?!"

"hahah ok ok.. Maafkan aku.. Tapi setidaknya keputusanmu kali ini benar.. Mark tidak pantas mendapatkan cinta tulus darimu haechan-ah" hibur renjun

"tapi pasti rasanya akan sulit sekali"

Renjun menggenggam tangan kanan haechan "kau tenang saja.. Aku ada bersamamu.. Mulai sekarang kau harus bisa membuktikan pada mark bahwa kau bisa hidup tanpanya.. Kau baik-baik saja tanpa orang sepertinya"

Greb

Haechan memeluk renjun erat "kau harus berjanji akan terus bersamaku"

"tentu.. Aku akan membantumu"

.

.

.

.

Terkadang masalah yang datang memang berat..

Namun semuanya akan terasa ringan jika sahabat sepertimu ada disisiku..

.

.

.

.

"jadi kau benar benar sudah putus dengannya?"

"hem.. Dan ini benar-benar anugrah"

"kau tidak akan menyesalkan?"

"dengar Lee Jeno.. Kau tau aku orang seperti apa, menyesal hanya karna putus dengan nerd sialan itu bukan masalah untukku" geram mark kesal

"ok ok.. Berhenti menatapku seolah kau akan menelanku hidup-hidup.. Aku hanya berusaha menasihatimu. Kau tau kan.. Menemukan seseorang yang benar-benar mencintai kita itu sangat sulit.."

Mark menyeringai "yah memang sulit.. Tapi setidaknya orang yang akan menjadi pendamping kita harus sepadan dengan kita"

Mark berlalu meninggalkan jeno yang tercengan di tempatnya..

Jeno tau mark itu brengsek..

Tapi ia tidak tau kalau ternyata mark sebrengsek itu..

.

.

.

.

Nasihat orang memang menyebalkan..

Namun akan terasa berarti ketika kita sudah melakukan kesalahan..

.

.

.

.

.

Pagi di SM High School yang biasanya ricuh, kali ini semakin ricuh..

Kabar putusnya Pangeran sekolah mereka dengan si nerd dari 11-1 benar-benar menjadi topik pembicaan semua orang pagi ini..

Ketika objek yang menjadi bahan pembicaraan mereka datang, bukannya berhenti, cibiran bahkan hinaan makin terdengar di seluruh penjuru

Rasanya haechan ingin menangis saja sekarang

"hahaha apa ku bilang mark sunbae itu hanya bersenang-senang.. Mana mau ia dengan anak sepertinya"

"dasar tidak tau malu.. Masih punya muka ternyata datang ke sekolah"

"tidak ada dalam ceritanya pangeran tampan dipasangkan dengan orang buruk rupa"

Jika bukan karna haechan yang menahan tangannya, mungkin saat ini renjun sudah menjahit mulut sialan orang-orang itu

Genggaman ditangan kanannya semakin mengerat, renjun melirik kearah haechan dan menatapnya seolah bertanya 'ada apa?'

Haechan hanya menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong, seolah raga tanpa nyawa..

Renjun mengalihkan pandangan nya..

Dan demi iblis apapun yang ada didunia ini.. Masih lah tetap kalah brengseknya dengan seseorang yang dengan lancang nya menggandeng seorang jalang -menurutnya- dipagi ini..

Bukan apa apa..

hanya saja, tidak bisakah si brengsek itu menunggu satu minggu, atau tidak sampai kabar putusnya dengan sahabatnya ini mereda?

Mark menghentikan langkahnya dihadapan haechan dan juga renjun..

"pagi haechan, renjun" sapanya

Cihh benar-benar tidak punya malu

"oh.. Pagi juga mark sunbae! Em rupanya kau sudah menggandeng jalang baru untuk pagi ini" sarkas renjun

Haechan mencubit renjun pelan 'diamlah sialan!' batinnya

"owh.. Tentu saja, setelah putus dengan jalang yang lama, bukan kah seharusnya aku memiliki pengganti untuk memenuhi kesepianku?" mark menyeringai

Bugh

Renjun memukul keras rahang mark

"tutup mulutmu sialan!"

Cuihh

Mark meludahkan darah dari mulutnya

"seharusnya mulut sialan mu itu yang harus lebih dulu diberi pelajaran" mark mencengkram kerah seragam renjun

Greb

Seseorang mencengkram lengan mark

Mark melihat kearah orang itu

"jauhkan tanganmu dari nya mark!"

"ohh.. Jeno.." mark melepaskan cengkramannya dari kerah renjun "kali ini aku melepaskan namjamu ini, tapi setidaknya kau harus memberi pelajaran untuk jalang mu itu!"

Jeno emosi! Benar benar emosi..

Ia tidak pernah seperti ini sebelumnya, ia adalah orang yang sabar, tapi tidak jika seseorang menyakiti renjun nya "mulutmu yang seharusnya diberi pelajaran sialan!"

"berhenti!"

Gerakan jeno terhenti, tangannya menggantung di udara mendengan mendengar teriakan dari sahabat kekasihnya

"ada apa honey? Ingin memohon cinta dariku?" ejek mark

Jaemin -orang yg digandeng mark- yang sedari tadi diam membuka suaranya "apa kau tidak punya kaca? Aku tau kau miskin.. Tapi aku tidak tau kau semiskin itu sampai tidak sanggup membeli sebuah kaca.. Perlu ku belikan untukmu hah?"

Haechan terdiam..

Apa dia seburuk itu?

Apa memang orang seperti dirinya tidak pantas jika disandingkan dengan mark?

Haechan hanyalah seorang namja manis polos yang baru pertama kali merasakan cinta..

Ia tidak tau jika jatuh cinta akan semenyakitkan ini..

Ia hanya berusaha memperjuangkan cintanya..

Jika tau akan begini jadinya, ia akan lebih memilih untuk tidak merasakan yang namanya jatuh cinta seumur hidupnya.

.

.

Tapi, apa benar cinta bisa memilih? Memilih pemilik hati yang bisa menerima ia apa adanya..

.

.

Setelah terdiam cukup lama, haechan memandang mark, lalu berkata "aku memang mencintaimu.. Tapi aku tidak serendah itu untuk memohon cinta pada manusia kotor sepertimu"

"ah.. Satu lagi.. Aku memang buruk.. Jelek.. Dan tidak ada satupun dari diriku yang menarik.. Tapi setidaknya hatiku tidak cacat seperti kalian berdua" kemudian berlalu meninggalkan mark

Renjun menatap mark sinis "owh, lihatlah mark, bukankah itu adalah harga dirimu" menunjuk kearah lantai "sungguh tinggi sekali, oh ya selamat.. Kalian berdua memang cocok.. Setidaknya jika kalian saling menghianati kalian tidak akan sakit hati.. Hati kaliankan cacat" sinisnya.. kemudian menyusul haechan, setelah sebelumnya menginjak lantai yang ia tunjuk tadi

"sialan!"

.

.

.

.

.

.

Tbc

Telat update mianhae

Bingung.. Waktu lagi un ide buat lanjutin ff ini lancar banget.. Tapi setelah un ide nya ga tau menguap kemana hahah..

Ada yh masih baca kah?

Review juseyo ^^