SAY I LOVE YOU
By Sun young
Genre: Romance, YAOI(BOYxBOY).
KYUMIN (Kyuhyun & Sungmin)
Disclaimer : saya hanya meminjam nama dari idol favorite saya, ini murni ff abal yang dulu sempat terhenti milik saya.
.
.
.
Semenjak kejadian itu, aku sangat tidak ingin bertemu dengannya! Enak saja... sudah mencuri frist kiss ku! dan juga ice cream geratisku batal!
"Sungmin hyung, Ayo kita pulang bersama!"
Aishhh... Aku hanya dapat membuang muka darinya. lagi, aku sangat-sangatttt Tak ingin melihat wajahnya untuk sekarang, kenapa dia selalu membuatku kesal?!
Kyuhyun mencoba mencuri perhatian dariku. Tanpa bersuara, kyuhyun terus mengguncang-guncangkan bahuku. Dengan kesal, aku menatap wajah kyuhyun yang... Hey! Aku sama sekali tidak iba dengan wajah itu. Huh! memelas seperti itu? Ckk... Tidak mempan!
"Le-pas-kan!" ucapku akhirnya.
tanpa harus di perintah dua kali, Kyuhyun melepaskan dan menjauhkan lengannya perlahan dari bahuku.
"Hyung, apakau masih marah?"
"Tidak"
"Lalu, kenapa kau masih bersikap seperti ini padaku, hyung?"
Aku tidak menjawab pertanyaan'nya. Entah mengapa, setiap kali aku menatap wajah Kyuhyun, kejadian yang mengerikan itu selalu terngiang-ngiang diotak-ku.
"Hyung, akan aku belikan ice cream sebanyak apapun yang kau mau sekarang. Ayolah hyung... Ya,ya,ya?"
Eunggg... Bagaimana ini? Ice cream yah... Aku sangat ingin sekali ice cream gratis-ku. Tapi...
"Tidak mau! Kau pembohong!"
"Tidak, aku bukan pembohong! Aku orang jujur."
"Tapi kau berbohong kepadaku kemarin! Bahkan kau melecehkan-ku!"
"Tidak! Aku tidak mengangkat rok-mu, berarti tidak ada pelecehan! Dan aku memang benar-benar orang jujur! Saat aku terjatuh, aku hanya menangis!"
speechless...
Aku ingin menangis sekarang, kenapa aku di hadapkan dengan orang aneh seperti dia, Ya tuhan... apa salahku di masa lalu...
"Sebenarnya kau terbentur dimana?" gumamku sembari memijat keningku perlahan. "Baiklah! Tapi kalau sampai kejadian yang waktu itu terulang! Habis kau!"
"Ne!" ujar'nya girang dan memelukku dengan erat.
"Kyu! Sekali lagi kau memelukku di depan umum seperti ini, aku tidak akan pernah memaaf'kan mu!"
"Ne!"
"Dan satu lagi, AKU TIDAK MEMAKAI ROK!"
.
.
"Bagaimana, enak? Kau lucu sekali hyung~" ucapnya sembari mencubit pipi kananku.
"Aisshh! Sakit, eungggh lepaskan!"
Kyuhyun hanya terkekeh. Ya, kami sekarang sudah berada di kedai ice cream langgananku.
Sesuai janji kyuhyun yang mentraktirku, aku akan memesan ice cream yang sangatttt banyak! Rasakan. Ahahaha.
"Hyung, pipimu memerah..." ucap kyuhyun sembari menusuk-nusuk pipiku dengan jari telunjuknya. Aishh... Mengganggu saja.
"Kalau memakan ice cream terlalu banyak, aku memang akan seperti ini... dan hentikan ulahmu Kyu!"
"Ne!"
Kyuhyun diam, akhirnya aku meneruskan kegiatan memakan ice cream-ku. Lama-lama aku semakin risih jika terus menerus diperhatikan seperti ini oleh'nya. Aku menoleh pada ice cream coklat yang tadi Kyuhyun pesan sudah mulai mencair.
"Kyu, kenapa kau tidak memakanya?" tanyaku. Kyuhyun hanya diam lalu menggeser cup ice cream'nya itu kehadapanku.
"Makanlah..."
"PD sekali kau kalau aku akan memakan punyamu. Tapi... Sayang kalau tidak dimakan. Eum ingat! Ini bukan aku yang minta, kau yang memberi..." ucapku sembari mengacungkan sendok ice cream tepat di depan wajahnya. Hihi wajah kyuhyun lucu sekali saat seperti ini.
Kembali lagi dalam diam. Aku sibuk sendiri sedangkan kyuhyun terus memperhatikanku makan.
"Kyu..."
Suara siapa itu? Arah suaranya dari belakangku. Kulihat kyuhyun memasang raut datar dan tidak seperti tadi. Aku berbalik karna penasaran. Eh, itukan yeoja yang kemarin?
"Kyu, kita perlu bicara?"
"Apakah harus sekarang? Kau tidak lihat kalau aku sedang bersama kekasihku?"
oh... Tidak. Mulai lagi...
"Sungmin-ssi" panggil yeoja itu padaku. Eh, dia tau namaku? Ah bodoh! Waktu itu kan kyu menyebut-nyebut namaku. Aishh...
"Ne?"
"Bisakah kau memberikan waktu? Aku ingin bicara berdua dengan Kyuhyun."
Mengapa harus meminta izin padaku? Dan mengapa juga aku mengangguk menyetujui?! Aishh aku bukan kekasih anak bodoh itu! Tapi mengapa bibirku kelu sekali ketika ingin mengatakan hal yg sebenarnya pada yeoja ini? Ah biarlah... Terserah apa yang akan kyuhyun lakukan sekarang. Aku sedang baik untuk membantunya sekarang. Tapi kalau macam-macam? Kubunuh dia detik ini juga.
"Kamsahamnida, Sungmin-ssi"
Kyuhyun sepertinya sangat kesal ketika aku menyetujui'nya. Kyuhyun dan yeoja itupun akhirnya pergi memilih bangku kosong yang lumayan jauh dariku.
Entahlah, aku tidak tahu masalah apa yang mereka perbincangkan. Tidak terdengar dari sini. Tapi... Eh, yeoja itu menangis? Sangat jelas dia menangis sembari terus berbicara pada kyuhyun. Ahh... Aku jadi sangat penasaran.
Brakkkk!
Terdengar suara meja yang digebrak keras. Itu dari meja kyuhyun dan yeoja itu pelakunya. Kulihat kyuhyun yang hanya tetap diam santai. Tidak punya perasaan sekali anak itu.
Yeoja itupun berdiri dari duduknya dan dengan cepat berjalan keluar kedai. Kyuhyun mendengus dan kembali ke meja kami. Kami? Sudahlah...
"Mau tambah lagi?" tanya kyuhyun setelah duduk ditempatnya semula. Dihadapanku.
"su-sudah cukup"
"hyung..."
"Eung?"
"Sa_"
"CHO KYUHYUN!"
.
.
Author POV
"CHO KYUHYUN!"
Mendengar orang yang memanggil namanya dengan sangat kencang, Kyuhyun bahkan Sungmin'pun ikut terlonjak kaget.
"A-Ahra noona?" ucap kyuhyun ketika melihat yeoja yang kini sudah ada disamping meja antara kyuhyun dan sungmin. Ahra noona, kaka perempuan kyuhyun kini tengah berkacak pinggang sembari menatap Kyuhyun tajam. Sedangkan Sungmin, menatap bingung kearah dua bersaudara itu.
"Cho Kyuhyun! Tadi didepan aku bertemu dengan Victoria. Dia menangis! Aku yakin ini karena ulahmu lagi kan?!" bentak Ahra dengan nada yang ber-volume tinggi, membuat sungmin sendiri yang melihatnya bergidik ngeri. Dengan emosi, Ahra menarik sedikit bangku dihadapanya dan mendudukan dirinya dibangku tersebut. Sungmin hanya diam tidak berani membuka suara, sesekali dirinya melihat sekitar, dan betapa kagetnya dia setelah tahu ternyata sejak dari tadi mereka menjadi tontonan geratis para pengunjung.
"Kau apakan lagi dia, adik'ku yang manis?" tanya ahra pada kyuhyun dengan sedikit tekanan disetiap kata'nya.
"Tidak ku apa-apakan, dianya saja yang cengeng." jawab kyuhyun setenang mungkin.
"Minta maaf padanya."
"Tidak, itu bukan salahku."
"Minta maaf, ku bilang."
"Tidak mau"
"minta maaf!"
"Aku tidak mauuuuuuu!"
"Kau ingin aku mematahkan psp-mu hah?!"
"Ahra noona! Kau kejam sekali padaku! Mengapa kau mengancamku! Akan kuadukan pada Eomma!"
"Dasar tukang adu! Dasar anak kecil cengeng!"
"Noona!"
Sungmin menatap ahra dan Kyuhyun secara bergantian. Entah mengapa, sungmin sangat sekali ingin tertawa melihat pertengkarang dari Cho bersaudara ini.
Akhirnya dalam diam sungmin tertawa kecil sembari menutup mulutnya. Mendengar cekikikan Sungmin. Ahra dan Kyuhyun sontak berhenti dan beralih menatap sungmin.
"Kyu, yeoja imut ini siapa?"
Mendengar ucapan Ahra, sungmin berhenti tertawa lalu berbalik menatap ahra dengan malu karena diperhatikan seperti itu.
"Sung-Sungmin imnida. Dan aku bukan seorangyeoja, Ahra-ssi. Akunamja" ucap Sungmin kemudian sembari menunduk malu.
"O-omo... Mianhae, aku tidak tahu. Panggil saja aku Ahra noona, Sungmin-ah. Kau seumuran dengan Kyuhyun,kan?"
Sungmin menggangguk perlahan dan tersenyum manis pada Ahra, Ahra yang melihat sungmin tersenyum semanis itu, sempat terkagum-kagum. Yang ada dipikiran Ahra, mengapa ada seorang namja semanis dan seimut ini? Ahra terpaku menatap wajah sungmin. Kyuhyun yang menyadari Ahra yang mulai bersikap aneh dan memalukan, segera menyikut lengan kakanya dengan tidak pelan.
"Noona... Kau menakuti sungmin hyung." bisik kyuhyun pada Ahra.
Ahra menatap kyuhyun kaget.
"Jadi Sungmin-ah lebih tua darimu, Kyu? Wahh... Aku tidak menyangka wajahmu boros sekali Kyu."
"NOONA!"
Ahra tidak mempedulikan Kyuhyun yang berteriak kesal. Kyuhyun hanya bisa mengumpat tidak jelas atas kelakuan kaka'nya sendiri.
"Sungmin ah, kalau kau tidak sibuk. Sempatkan datang kerumah,ya? Noona akan sangat senang sekali kalau kau datang!"
"Ah.. Eum ne, Ahra noona" Sungmin'pun mengangguk dan tanpa sengaja mengeluarkan aegyo'nya dihadapan ahra.
"Huahh... Kau imut sekali... Andai kau yang menjadi adik-ku Sungminnieee..."
Mendengar ucapan Ahra, Kyuhyun hanya membuang mukanya dan mengumpat sebal.
.
.
.
"Kyu, noona-mu sangat cantik dan baik yah? Kau tidak pernah cerita padaku kalau kau mempunyai kaka sebaik Ahra noona"
"Dia tidak baik dan secantik apa kata hyung. Sebenarnya Ahra noona itu nenek sihir yang sedang menyamar. Kau jangan tertipu oleh'nya Minnie hyung..." Ucap kyuhyun tanpa mengalihkan pandanganya dan masih tetap fokus menyetir.
"Kau itu... Dia kakamu, jahat sekali mengatainya nenek sihir."
"Biarkan saja, itu memang wujud aslinya,ko."
Sungmin terkekeh mendengar pengakuan kyuhyun. Entah mengapa baru kali ini, sungmin merasa nyaman bersama kyuhyun.
"Hyung..."
"Heum?"
"Aku senang sekali melihatmu tertawa. Kau sangat manis..."
"Tetap fokus pada setirmu" ucap Sungmin cepat sembari beralih menatap keluar mobil. Kyuhyun tahu wajah sungmin memerah sekarang. Tapi kenapa? Itukan memang benar dan tak usah malu.
"Minnie hyung..."
"Jangan panggil aku Minnie!"
"Kenapa? Ahra noona saja memanggil hyung Minnie kan?"
"Terserah kau" ujar Sungmin sembari memutar kedua bola matanya. "Tadi kau mau bilang apa?"
"Bolehkah malam ini aku menginap dirumah-mu?"
"Hah?"
*SUNGMIN POV*
"Bolehkah aku menginap dirumah-mu malam ini?"
"Hah?"
Dengan cepat aku menatap kyuhyun panik. Apa yang diucapnya tadi? Menginap? Dirumah-ku? Hah... Apa lagi yang dimau anak ini.
"Ne, menginap. Boleh yah...?"
Aku menggeleng tidak menyetujui. Kembali memperhatikan pemandangan luar dari dalam mobil. Aku yakin anak itu kini sedang merengut kesal.
"Ayolah, Sekali... Saja..."
"Apa-kau tidak punya rumah, Cho Kyuhyun?"
"Aku'kan hanya menginap. Bukan mau pindah dan tinggal dirumah hyung selamanya"
"Tetap, tidak. Tidak. Dan tidak!" ucapku akhirnya.
"Baiklah!"
Aku kaget ketika Kyuhyun dengan cepat memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Kyuhyun diam sembari tetap tangan diposisi kemudi. Kyuhyun menunduk. Eh, apa dia menangis?
"Kyu?" tanyaku perlahan sembari menepuk pelan pundak'nya.
"kau tega..." ucapnya sambil tetap menunduk. Eung... Mengapa aku menjadi takut seperti ini melihatnya. Hey! Anak ini kenapa?!
"A-apa maksud-mu kyu? Ya! Jangan seperti itu! Angkat wajahmu!"
Kyuhyun mengangkat wajahnya perlahan dan menatapku dengan pandangan sok menderita nan teraniaya.
"Izin'kan aku menginap. Kumohon..." ucapnya memelas. Ishhh... Anak ini membuatku mual saja.
"Si nenek lampir pasti akan menghajarku habis-habisan" ucapnya lagi dan berhasil membuatku semakin bingung.
"Ahra noona, maksudmu?"
"ya, siapa lagi. Ahra pasti akan menyiksaku karena aku yang telah membuat Victoria menangis"
Aku memutar kedua bola mataku malas dan mendengus. Anak ini... Benar-benar membuatku ingin menjitak'nya.
"Itukan salahmu sendiri! Dan mungkin Ahra memang seharusnya menghukum-mu. Kau tahu Kyu, seorang namja tak seharusnya membuat seorang yeoja menangis! Dengar itu."
-Sungmin P0Vend-
-Author pov-
seperti tidak mengindahkan perkataan Sungmin. Kyuhyun hanya mengetuk-ngetuk'kan jari telunjuknya di kemudi dan menggerutu tidak jelas.
Sungmin yang melihat kelakuan Kyuhyun hanya bisa menahan nafas dan menghembuskan perlahan mencoba bersabar menghadapi mahluk dihadapanya.
"Ayo jalan! Aku ingin segera pulang..." ucap sungmin dan Kyuhyun masih tetap diam.
Kalau saja ini bukan tempat yang sepi. Sejak dari tadi Sungmin lebih memilih mencari taxi sendiri. Di mata sungmin sekarang, kyuhyun terlihat seperti bocah berumur 5 tahun yang sedang menjengkelkan dan menyebalkan.
"Baiklah! Hanya satu hari dan tidak lebih!" ucap Sungmin akhirnya mencoba mengalah.
Dan memang benar seperti bocah. Kyuhyun kegirangan sekali setelah mendengar persetujuan yang 'terpaksa' dari sungmin.
"Ahh... Hyungie~ kau baik sekali. Gomaweo~" ucap Kyuhyun sembari mulai bersiap akan memeluk Sungmin. Tapi dengan sigap Sungmin membentuk perisai lengan dengan tangan yang sudah dikepal kuat tepat dihadapan wajah kyuhyun dan berhasil membuat kyuhyun berhenti.
"kau lakukan? Kau akan mendapatkan ciuman yang takan pernah terlupakan dari tanganku tepat di wajamu!"
Kyuhyun hanya bergidik ngeri mendengar ucapan Sungmin. Diurangkan niatnya untuk memeluk Sungmin dengan terpaksa dan kembali siap untuk melanjutkan perjalananya yang sempat tertunda tadi.
"ne... Ne... Arraseo!"
.
.
.
"Eomma... Aku pulang!" ucap sungmin setengah berteriak ketika memasuki rumahnya.
"Ne! Ajumma... Aku juga Cho Kyuhyun, Pulang~~"
Takkk!
Sebuah jitakan mendarat halus dikepala Kyuhyun. Siapa lagi kalau bukan sungmin yang melakukannya. Kyuhyun hanya meringis, sembari mengusap-ngusap kepalanya bekas dijitak Sungmin tadi.
"Kau tidak usah ikut berteriak! Cukup aku! Huh!"
Kyuhyun hanya manggut-manggut mendengar kekesalan Sungmin. Tak lama, seorang wanita paruh baya muncul dengan senyum yang sangat menghangatkan.
"Bunny kecil eomma sudah pulang? Wah... dari mana saja?" ucap wanita tersebut yang ternyata adalah eomma Sungmin.
"Eomma! Berhenti menyebutku seperti itu!" ucap Sungmin sembari mengembungkan pipinya tanda sebal dan tak sengaja memperlihatkan aegyo tersebut didepan Kyuhyun yang semakin menatap Sungmin gemas.
"ahaha... Anak eomma menggemaskan sekali. Eh, ada Kyuhyun?"
"Annyeong ajumma..." salam Kyuhyun sembari membungkuk sopan terhadap eomma-Sungmin.
"Kyuhyun-ah, tumben sekali datang malam begini?"
"Malam ini aku akan menginap disini ajumma... Ehehe, boleh tidak?"
"Aishh... Kau ini, tentu saja boleh. Nah, kalau begitu, apakah kalian berdua sudah makan?"
Sungmin menggeleng dengan imutnya sembari memegang perutnya tanda lapar.
"ah... Kalau begitu kita makan bersama yah? Tapi sebelum itu, kau Lee Sungmin, ganti baju dulu, Dan ajak kyuhyun bersama-mu" ucap eomma sungmin sembari membelai halus rambut Sungmin . Sungmin hanya mengangguk malas mendengar perintah eomma'nya, Sedangkan Kyuhyun tersenyum sangat bahagia kearah sungmin.
.
.
"Jangan sentuh barang-barangku, lemariku, bahkan boneka bunny-ku!" larang Sungmin terhadap Kyuhyun yang kini tengah menatap kagum pada isi kamar Sungmin. Semua yang ada disini, di dominasi oleh warna pink dan putih. Sangat cocok sekali dengan sungmin yang manis dan imut, pikirnya.
"heum arraseo..."
"Ini..." ucap Sungmin sembari memberikan baju yang akan dipinjamkanya pada Kyuhyun.
"Tidak ada warna yang lebih gelap?" tawar Kyuhyun ketika melihat kaos yang diberikan Sungmin padanya. Kaos lengan pendek berwarna putih dengan motif kelinci-kelinci kecil berwarna pink.
"Mau, atau tidak?" tanya Sungmin dengan setiap penekanan disetiap katanya. Kyuhyun tampak berpikir dan akhirnya dengan terpaksa Kyuhyun menyetujui untuk menggenakan'nya dan Sungmin'pun akhirnya tersenyum kemenangan atas kyuhyun.
"Hey! Apa yang kau lakukan!" teriak Sungmin kaget ketika melihat kyuhyun yang akan siap membuka celananya.
"Ganti bajulah..." ucap kyuhyun sembari tetap meneruskan membuka celana miliknya. Seketika itu juga, sungmin berbalik kearah lain dan menutupi wajahnya yang sekarang mungkin sudah sangat memerah.
"kau kan tidak harus ganti baju disini. Kenapa tidak dikamar mandi?" Ucap Sungmin masih dengan membalikan arah tubuhnya membelakangi Kyuhyun.
"Ah merepotkan, disini sajakan tidak apa-apa."
Sungmin diam masih menghadap tembok. Sungmin merutuki dirinya sendiri dengan tingkahnya seperti ini. Mereka kan sama-sama namja. Mengapa harus malu? Sungmin tersentak kaget ketika merasakan sebuah tangan memeluk pinggang-nya dari belakang.
"Kau malu hyung? Mengapa harus malu... Ganti baju disini saja ya?" ucap kyuhyun atau lebih tepatnya berbisik ditelinga Sungmin. Spontan Sungmin menutup kedua matanya karena sensasi geli yang ia terima di telinganya.
Sungmin merasakan detak jantung'nya sendiri yang semakin cepat. Perasaan apa ini? Sungmin bingung dengan perasaanya kini. Entahlah, kenapa ia tidak bisa menolak ketika kyuhyun berlaku kurangajat seperti ini padanya. Tidak mungkin ia...
.
.
.
.
TBC
thanks yang udah review, maaf yah sun belum bisa bales sekarang. hehe ngantuk soalnya T^T thanks juga buat SILENT READER, mungkin nanti Sun bakalan pindahin semua ff sun ke blog pribadi Sun, mengingat di sini SR'nya banyak sekali. haduh... jadi gak ada semangat buat lanjut ff, jumlah viewer gak sebanding sama review, tapi sun gak gak maksa juga sih, mungkin emang karena ff Sun'nya ajah yang jelek-jelek he he *ketawa garing*
nahhh, sekali lagi maaf untuk typo yang masih betebaran di mana-mana. Sampai jumpa di chapter berikutnya ^.~v
