Naruto belongs to Masashi Kishimoto

warning: lemon, typos, dan kekurangan lainnya

SIMBIOSIS MUTUALISME

by

Alpha Divonius Antares

Chapter 2

Hening, itulah suasana ruang makan keluarga Uchiha muda ini. Hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Tak ada yang mau membuka pembicaraan karena memang sudah menjadi peraturan bahwa tidak boleh berbicara saat makan.

Meja makan itu hanya diisi oleh dua orang saja, padahal meja tersebut mampu menampung dua belas orang.

Akhirnya sarapan yang hening itu pun berakhir, Sakura menggeser piringnnya menandakan bahwa ia telah selesai makan.

Sasuke yang sudah selesai makan dari tadi, memperhatikan tiap tindakan istrinya.

"Kau tidak menghabiskan sarapanmu, Kemana orasimu dulu tentang berapa pentingnya sarapan?" Sasuke mulai membuka pembicaraan.

"Dan sejak kapan memperhatikan kebiasaanku, Sasuke. Setahu ku kau bukan tipe orang yang mau mengurusi hal sepele seperti itu." Sakura meletakkan serbet yang tadinya berada di pangkuannya.

"Hn, mungkin semenjak kehamilanmu, sepertinya tidak buruk juga mencoba untuk sedikit perhatian pada istri sendiri." Sasuke menyeringai. Ia melangkahkan kakinya mendekati Sakura yang masih duduk di kursinya kemudian berjongkok mensejajarkan wajahnya ke perut Sakura.

"Apa kabarmu hari ini, sayang?" Sasuke mengelus perut rata Sakura dengan sangat pelan, seolah takut kalau tangan besarnya akan menyakiti buah hatinya itu.

"Ayolah Sasuke, dia akan baik-baik saja. Aku bisa merawatnya dengan baik. Seorang calon penerus Uchiha yang telah ditunggu-tunggu semua orang." Sakura berdiri sambil mengambil tas tangan yang ia letakkan di dekat kursinya.

"Sepertinya media belum tau tentang kehamilanmu, dan akan ku buat mereka untuk tidak akan pernah tahu." Sasuke bersiapa akan berangkat ke kantor.

"Tunggu dulu, kau masih saja tidak bisa memakai dasi dengan rapih" Sakura mendekati Sasuke, tangannya terulut keleher sang suami dan mulai merapikan dasi suaminya itu.

"Nah, sekarang sudah rapih" ujar Sakura didepan wajah suaminya.

Tanpa Sasuke sadari wajahnya semakin mendekat ke wajah Sakura, mengeliminasi jarak diantara mereka.

Lembut, manis dan basah. Itulah sensasi yang Sasuke rasakan saat bibirnya menyentuh bibir istrinya. Semakin lama ciuman itu berubah menjadi pagutan. Sasuke semakin menuntut, dan memperdalam ciumannya. Menyapu permukaan bibir Sakura, mengisyaratkan bahwa ia ingin akses yang lebih. Sakura pun membuka mulutnya. Lidah mereka bertemu saling membelit dan bertukar cairan saliva.

Tangan Sasuke tak hanya diam, tangan kirinya mulai memasuki kemeja Sakura.

Sakura tahu, kalau sudah seperti ini Sasuke tidak akan melepaskannya. Sebaiknya ia segera mengakhiri ini sebelum mereka berkhir di atas ranjang. Dia harus ke rumah sakit hari ini, dua jam satu jam lagi ia harus mengoprasi seorang pasien.

Sakura mendorong dada Sasuke dengan sisa tenaga yang dimilikinya.

"Aku ada operasi satu jam lagi Sasuke. kau juga harus segera berangkat ke kantor. Kalau kau memang sudah tidak tahan lagi, nanti lanjutkan saja dengan sekretaris di kantor." Sakura mengatakannya tanpa rasa cemburu sedikitpun, karena memang dia tidak- belum memiliki persaan pada Sasuke. Menurut Sakura, tak masalah Sasuke tidur dengan siapa pun yang penting tidak merugikan dirinya, seperti timbul skandal atau wanita tersebut hamil.

"Kau sendiri tahu, aku tidak pernah berminat pada sekretarisku itu, tak ingin ada skandal. Lagi pula kau lebih menggoda dari pada dia, Sakura Uchiha." bisik Sasuke di telinga sakura.

Merekapun akhirnya berangkat bersama menuju tempat kerja masing-masing.

Meskipun sangat mudah bagi Sasuke untuk meniduri wanita manapun yang ia mau. Mengingat posisinya sebagai pewaris tunggal Uchiha Corp. Perusahaan besar yang memiliki cabang hampir di seluruh dunia. Tapi ia tidak pernah melakukannya. Karena baginya berkhianat bukanlah hal yang baik. Ia sangat menjunjung tinggi janji suci yang telah ia ucapkan untuk hidup selamanya bersama Sakura. Ia tidak mengerti kenapa hanya merasa nyaman bila disamping Sakura, ada rasa hangat yang menjalar di hatinya saat selihat Sakura tersenyum bahagia.

Sudah sebulan semenjak ia mengetahui bahwa istrinya hamil, ia dan Sakura sepakat untuk merahasiakan hal ini pada publik dan keluarga besar mereka. Ia ingin anaknya hidup dengan normal, layaknya anak-anak pada umumny. Tak sepertinya yang dari masih anak-anak harus dicekoki berbagai pelajaran dan peraturan. Anaknya akan mendapat kasih sayang yang melimpah darinya dan Sakura, apapun yang terjadi dia akan menjauhkan anaknya dari semua peraturan ketat dan kaku Uchiha.

Sepertinya Sasuke mulai memiliki rasa sayang, setidaknya pada istri dan anaknya.

Tbc

maaf kalo masih pendek soalnya gua lagi uas. Makasih untuk yang udah review, follow ataupun favorite in fic ini.

gua masih sangat membutuhkan masukan kalian, so, review please hehe