Chap 1
"Kau bisa lihat kan?" Kyungsoo menjaga agar nada bicaranya tetap tenang melihat Junmyeon bersama Tao
"Apa perlu kuantar pulang?" tawar Junmyeon
Kyungsoo menggeleng "Antar saja Tao. Dia terlihat lelah" Kyungsoo tersenyum pada Tao
"Kita bisa pulang bersama. Junmyeon oppa membawa mobilnya hari ini" seru Tao girang, ia memang menyukai sikap Kyungsoo yang lembut. Tapi kelihatannya Tao terlalu polos untuk mengerti sekarang Kyungsoo sedang cemburu padanya
"Aku tak mau merepotkan kalian" ucap Kyungsoo
"Aku tak merasa seperti itu" Junmyeon masih bersikeras mengantar Kyungsoo
"Aku akan mampir membeli makanan. Kalian duluan saja"
"Akan kuantar kemana saja" Junmyeon menahan tangan Kyungsoo
"Noona, kau disini ternyata" Sehun datang sambil memasang senyum bodohnya
Kyungsoo tersenyum lega, memang tadi dia sempat mengirim pesan pada dongsaengnya itu agar segera menjemputnya. Sudah dijelaskan bukan bahwa Kyungsoo tak suka pulang dengan bus di malam hari. Itu terlalu berbahaya dan pastinya Sehun tak akan membiarkannya melakukan itu
"Kau datang disaat yang tepat Hun" Kyungsoo berlari kearah Sehun dan berbisik padanya
"Kau bisa mengandalkanku Noona" Sehun merangkul Kyungsoo dan membawanya pergi dari hadapan Junmyeon
.
.
FF asli buatan otak saya
Just love story about Kyungsoo and Jumyeon
WARNING : TYPO(S)! GS ! DLDR ! NO BASHING ! NO PLAGIAT !
.
Happy reading, hope you like this story
.
Oohsehoonie present...
.
.
.
.
Sudah seminggu Junmyeon mencari Kyungsoo tapi tetap saja yeoja itu tak nampak dimatanya sama sekali. Padahal kata Baekhyun ia selalu melihat Kyungsoo pada jam kelas mereka dan juga absensi kelas Kyungsoo selalu terisi yang menandakan Baekhyun memang tak membohonginya.
"Aih, kemana perginya anak itu" Junmyeon mengacak rambutnya frustasi
"Hyung,kenapa kau tak mendatangi kelas mereka saja? Kemarin aku melihatnya saat menjemput Baekhyun. Kata Baekhyun, Kyungsoo datang semenit sebelum kelas mulai dan langsung pergi ketika kelasnya berakhir"
"Tapi setidaknya aku akan melihatnya jika keluar kelas. Kyungsoo juga tak akan secepat itu menghilang ke halte bus. Ia biasanya akan membeli minuman di kantin jika akan menunggu bus"
"Sehun menjemputnya. Itu alasan kenapa setiap kelas mereka selesai Kyungsoo akan langsung menghilang" ucap Chanyeol
"Bocah itu sepertinya tak ingin aku mendekati Kyungsoo. Apa dia juga menyukai Kyungsoo?"
"Aih, Sehun kan pacar Luhan noona dari jurusan tari. Mana mungkin ia menyukai Kyungsoo sedangkan tiap hari mereka bersama"
"Kau tau darimana?" Junmyeon merasa curiga pada Chanyeol yang sepertinya mengetahui segalanya yang terjadi di kota ini
"Rumahku dekat dengan Luhan noona dan Sehun sering kerumah Luhan noona"
"Lalu kenapa Sehun selalu membantu Kyungsoo untuk menghindariku?" Junmyeon masih ragu
"Mereka sudah sangat dekat dari kecil oppa, Kyungsoo yang mengurus Sehun selama ini wajar saja ia tak ingin kau menyakiti Kyungsoo lagi" Baekhyun berdiri di sebelah Chanyeol
"Sejak kapan kau disana? Apa kelas kalian sudah selesai? Kyungsoo dimana?" Junmyeon kaget melihat Baekhyun
"Sekitar semenit yang lalu. Kyungsoo sudah pulang mungkin" ucap Baekhyun santai
Junmyeon langsung berlari menuju depan sekolah.
Kyungsoo sedang menunggu Sehun, katanya ia masih menjemput Luhan. Kyungsoo heran dengan adiknya bisa-bisanya mengantar jemput dirinya dan Luhan tanpa henti saat jam sekolah dan masih mendapat peringkat teratas di kelasnya.
Tapi setidaknya itu membantu Kyungsoo agar menghindari Junmyeon. Ini Semua ide Sehun setelah ia dan Luhan memaksa Kyungsoo menceritakan semuanya.
"Ternyata kau disini"
Kyungsoo diam merasakan ada yang menyentuh pundaknya. Kyungsoo sudah hafal betul suara itu. Junmyeon. Memangnya siapa lagi.
'Aish, kenapa Sehun belum juga datang' rutuk Kyungsoo sambil melirik ponselnya
"Kenapa diam?" Junmyeon berusaha membuka pembicaraan dengan yeoja di depannya
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Kyungsoo tanpa melihat Junmyeon
"Setidaknya kau melihatku saat berbicara"
Kyungsoo sedang malas hanya untuk sekedar melihat Junmyeon, ia harus benar-benar melupakan Junmyeon yang sekarang sudah bersama Tao
"Jangan ganggu aku lagi" Ucap Kyungsoo tanpa menoleh sedikitpun
"Apa kau benar-benar bisa melupakanku?" Tanya Junmyeon
"Aku bisa atau tidak tetap saja aku harus. Kau sudah bersama Tao, jangan kau sakiti anak itu" Kyungsoo langsung berjalan meninggalkan Junmyeon. Sepertinya situasi tak memungkinkan untukterus menunggu Sehun datang menjemputnya
.
.
"NOONA! KAU DARIMANA SAJA? KAU TAHU AKU DAN LUHAN NOONA MENCARIMU TADI DI TEMPAT KULIAH KALIAN" suara Sehun menyambut Kyungsoo saat yeoja itu pulang
"Hiks, Hunie" Kyungsoo langsung memeluk Sehun tanpa memperdulikan ocehan dongsaeng satu-satunya
Sehun hanya diam saat Kyungsoo memeluknya, ia tau apa yang sekarang dirasakan noona-nya walaupun
Sehun tak pernah merasakannya secara langsung dan ia berharap tidak perlu merasakannya.
Setengan jam kemudian isakan Kyungsoo mulai mereda,Sehun bangkit mengambil segelas air untuk Kyungsoo
"Sekarang jelaskan kenapa kau jadi begini?" ucap Sehun sambil memberikan air pada Kyungsoo
Kyungsoo hanya menunduk. Ia tahu jika Sehun tak memanggilnya 'noona' dan hanya memanggilnya 'kau' seperti barusan itu tandanya Sehun akan mencari dan memukuli orang yang membuat Kyungsoo seperti ini. Hal yang sama seperti Sehun lakukan pada Jongin -pacar Kyungsoo semasa menjadi siswa menengah atas dulu- Dan Kyungsoo tak ingin itu terjadi pada Junmyeon jadilah ia hanya diam dan tak berani menatap dongsaengnya.
"Aku tak akan memukuli Junmyeon hyung seperti aku memukuli Jongin. Aku hanya bertanya dan sekarang cepat jelaskan bukankah kau yang memilih meninggalkannya?" ucap Sehun seakan bisa membaca pikiran Kyungsoo
"Kau tau sendiri alasanku meninggalkannya bukan karena sudah tidak ada lagi perasaan padanya"
"Mmm.." Sehun hanya bergumam. Ia akan menjadi pendengar yang baik kali ini dan tidak akan memotong ucapan Kyungsoo seperti biasa
"Tadi dia bersama Tao. Kau tau Tao kan? Sudah jelas karena dia juga dekat dengan Luhan. Kemarin juga mereka bersama. Kemarinnya lagi juga.
Sepertinya mereka sangat dekat bahkan mungkin dia sudah menerima perasaan Tao padanya" ucap Kyungsoo sambil memainkan gelasnya
Sehun hanya diam, menunggu Kyungsoo melanjutkan caritanya
"Sehun kenapa kau diam saja?" Kyungsoo memandang Sehun sebal
"Heh,mian noona. Kupikir kau belum selesai bercerita. Jadi kesimpulannya kau cemburu gitu? Sudahlah jika Junmyeon hyung memang menyukai Tao biarkan saja itu buktinya ia memang tak menyukaimu lagi dan kau juga harus melupakannya secepatnya. Noona aku tidur dulu, annyeong" Sehun berjalan meninggalkan Kyungsoo
.
.
"Apa Kyungsoo baik-baik saja?" Tanya Junmyeon khawatir
"Tenang saja dia hanya kelelahan" ucap dokter itu lalu berlalu meninggalkan Junmyeon bersama Kyungsoo
Junmyeon hanya menatap Kyungsoo iba. Jika diperhatikan badan yeoja itu semakin kurus dan piipinya yang dulu berisi sudah agak tirus. Kenapa juga Kyungsoo biilang dirinya baik-baik saja tadi saat Junmyeon menawarkannya tumpangan
Flashback
"Ayo kuantar pulang" Junmyeon menarik tangan Kyungsoo
"Aku akan pulang sendiri Junmyeon" Kyungsoo menepis tangan namja itu
"Kau terlihat tidak sehat. Bagaimana kalau terjadi sesuatu di jalan?" ujar Junmyeon khawatir
"Aku baik-baik saja. Sudah kubilang kan?" Kyungsoo dengan cepat pergi menghindari Junmyeon
"Kau tak terlihat seperti itu" ucap Junmyeon cukup keras.
Belum sempat ia mengejar Kyungsoo, yeoja itu sudah terjatuh pingsan. Dan Junmyeon dengan tergesa-gesa langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.
"Apa yang kau lakukan pada Kyungsoo noona?" Sehun datang dan langsung menarik Junmyeon
"Hun, tenang dulu mungkin Junmyeon punya penjelasan" Luhan menahan tangan Sehun
"Jadi apa penjelasanmu hyung?" Sehun menarik Luhan seakan Junmyeon adalah orang asing
"Hey , jangan bersikap seolah kau tak mengenalku Do Sehun. Kita bahkan sering bermain bersama dulu" ucap Junmyeon melihat tingkah Sehun
"Jadi kenapa Kyungsoo noona jadi begini?" Sehun mulai melunak
"Dokter bilang dia kelelahan. Apa tadi malam ia melakukan pekerjaan yang berat?" Junmyeon menatap Sehun penuh selidik
"Sepertinya tidak ada" Sehun menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal
"Apa kau yakin?" Junmyeon melihat tanda Sehun berbohong
"Sehun kau sangat payah dalam hal seperti ini" Luhan menahan tawanya
"Noona,kau seharusnya membantuku" Sehun merajuk pada Luhan
"Sehun,sebaiknya kau beritahu Junmyeon mungkin saja dengan begitu mereka saling mengerti dan bisa hidup dengan tenang. Lagipula apa kau mau Kyungsoo terus seperti ini?" nasehat Luhan sambil mengelus rambut Sehun
"Baiklah,Junmyeon hyung kau harus berterimakasih pada Luhannie setelah ini selesai.
"Jadi tadi malam Kyungsoo noona pulang sambil menangis karena melihatmu berpacaran dengan Tao. Dia langsung tidur sehabis menangis dan melewatkan makan malamnya. Lalu tadi pagi dia pergi tanpa mengisi perutnya " jelas Sehun
"Pantas saja dia pingsan. Eh tapi tunggu,Tao? Sejak kapan dia menjadi pacarku?" Tanya Junmyeon bingung
"Ya sejak kau menerima pernyataan cintanya lah. Kau ini babo atau bagaimana sih Junmyeon?" Luhan menoyor kepala hoobaenya
"Mana bisa? Dia sepupuku" jawab Junmyeon sambil ingin memukul Luhan tapi dihalangi Sehun
"Sepertinya Kyungsoo hanya salah paham. Kalian berdua pergi saja biar nanti kalau Kyungsoo bangun akan kujelaskan padanya. Kalian pergi saja"
"Jadi kau mengusir kami?" kata Luhan murka
"Sudahlah noona,biarkan dia disini. Dan kau Junmyeon hyung jaga Kyungsoo noona baik-baik. Kalau dia bangun segera beritahu kami" Sehun menarik Luhan menjauh
Junmyeon hanya diam menatap Kyungsoo setelah kepergian Sehun dan Luhan. Ia tak habis pikir mengapa selama ini ia tak pernah mengerti peasaan yeoja yang kini terbaring diihadapannya. Bahkan Chanyeol pun lebih mengerti keadaan Kyungsoo. Jika saja Junmyeon bisa memperbaiki kesalahannya ia akan melakukannya asalkan Kyungsoo jangan seperti ini.
Setelah ini, Junmyeon bersumpah akan menyerahkan semua urusan universitasnya pada orang lain agar Kyungsoo tak perlu melihatnya berdekatan dengan yeoja lain. Supaya Kyungsoo percaya bahwa Junmyeon tak mempermainkannya. Agar yeoja itu bisa tenang disampingnya. Pokoknya apa yang membuat Kyungsoo bahagia akan Junmyeon lakukan asalkan Kyungsoo kembali padanya.
"Kenapa kau disini?" gumaman Kyungsoo membuat Junmyeon sadar yeoja itu telah sadar
"Menjagamu" jawab Junmyeon singkat
"Mana Sehun? Dia ada disini kan?" mata Kyungsoo mencari dongsaengnya
"Jelas dia datang kesini, dia kan sangat menyayangimu. Dia sedang bersama Luhan. Apa kau akan mengganggu mereka berdua?" Tanya Junmyeon
"Bukan begitu. Hanya saja aku mau pulang" Kyungsoo bergegas turun dari ranjang rumah sakit itu
"Kyungsoo, Tao hanya sepupuku" Junmyeon menahan tangan Kyungsoo
"Eh?" Kyungsoo masih belum mencerna ucapan namja itu
"Dia minta diterima untuk mengisi acara yang diacara yang diadakan universitas kita. Bukan memintaku menerima perasaanya"
"Jadi?"
"Jadi yang jelas kau telah salah paham tentang hubunganku dengan Tao" Junmyeon mengacak rambut Kyungsoo
"Lalu apa maumu?" Kyungsoo menatap Junmyeon bingung
"Cukup kau kembali padaku dan semuanya akan baik-baik saja. Kali ini kau tak akan menyesal. Berikan Kim Junmyeon sebuah kesempatan untuk bersama dengan Do Kyungsoo. Sekali saja" Junmyeon sudah duduk disamping Kyungsoo
"Bagaimana jika aku tak mau?" Kyungsoo menunduk
"Apa yang membuatmu tak mau?"
"Bisa saja kau melupakan perkatanmu yang tadi. Dan akhirnya kembali seperti ini" ucap Kyungsoo lirih
"Ya tuhan. Kita bahkan belum mencoba. Setidaknya kali ini saja kau percaya padaku. Berikan aku kesempatan. Jika nanti kau marah padaku atau ada sesuatu yang menganggumu jangan dipendam sendiri. Aku juga akan lebih peka padamu. Asalkan saling terbuka dan mengerti pasti bisa. Kau bisa melihat contoh pada Sehun dan Luhan kan. Mereka saling percaya walaupun banyak yang menggosipkan Luhan bersama Kris dan Sehun menyukaimu tapi mereka tidak goyah. Kau harus belajar dari adikmu mungkin" ucap Junmyeon panjang lebar
Kyungsoo hanya terkikik geli
"Apa? Kenapa kau tertawa?" Junmyeon bingung
"Tidak. Hanya saja kalimat barusan itu terdengar lucu kalau kau yang mengatakannya" Kyungsoo memegang perutnya menahan tawa
"Aish, kau ini benar-benar keterlaluan. Kalimat tadi itu romantis tau"
"Romantis darimana? Sudahlah kau itu memang tak bisa romantis jadi jangan dipaksakan. Aku suka kau yang seperti biasanya. Asal jangan saja dekat dengan yeoja lain dan mengabaikanku"
"Jadi? Itu artinya kau memberiku sebuah kesempatan?" mata Junmyeon langsung berbinar
"Kau tau jawabannya. Sudah sekarang antar aku pulang" Kyungsoo tak mau menatap Junmyeon
Chup~
Junmyeon mencuri ciuman di pipi Kyungsoo sebelum mememluk Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah di dekapan Junmyeon.
Biarlah seperti itu untuk sementara. Memang Kyungsoo belum sepenuhnya bisa melupakan sakit yang diberikan Junmyeon. Junmyeon juga mungkin belum bisa peka terhadap Kyungsoo. Tapi apa salahnya ia diberikan kesempatan kedua. Toh,memang semua orang yang pantas bisa diberikan kesempatan kedua dan Kyungsoo rasa Junmyeon berhak mendapatkannya mengingat usahanya untuk meyakinkan Kyungsoo padahal lebih banyak yeoja yang lebih baik daripada dirinya dan Junmyeon bisa saja memilih yeoja yang mengejar-ngejarnya selama ini. Namun, nyatanya Junmyeon hanya memilih Kyungsoo.
F.I.N
.
.
.
.
Mind to review?
.
Thanks to :
uffiejung , dindin , anisyayww , guest , t.a , Lady Soojong , no name
