Beatrice sempat menangis sebentar kemudian dia baru mau bercerita.

"Dulu aku mempunyai sahabat," Beatrice mulai bercerita. "Devon Grey. Dia terkena kanker otak yang membuat dia meninggal."

"Dia telah menjadi sahabatku semenjak umur 4 tahun." Beatrice kembali meneteskan air mata. Alicia mengusapnya dengan tisu yang ada di sampingnya.

"Sebelum Devon meninggal, dia memintaku untuk menyanyikan lagu 1,2,3,4," tuturnya. "Sebelum aku menyelesaikan lagunya, dia sudah meninggal."

"Mulai saat itu aku memutuskan untuk tidak pernah menyanyikan lagu itu lagi," tangisannya makin parah. Dia sampai terisak-isak.

"Tragis sekali," gumam Alicia.

"Aku juga tidak pernah mau mendengarkan lagu itu," kata Beatrice.

"Asal kau tahu, Devon pasti tidak akan senang melihat kondisimu seperti sekarang," kata Rory. "Mungkin dia akan lebih bahagia jika kau bisa memulai untuk menyukai lagu ini."

"Sebut saja lagu ini adalah lagu favorit Devon. Dia akan sangat senang kalau kau mau menyanyikannya. Kami juga akan ada untukmu. Dimana pun kau membutuhkan kami."

Alicia dan Cameron mengangguk tanda setuju. Beatrice mengeluarkan air mata bahagia.

"Mungkin kau benar, aku harus bisa melakukannya untuk Devon."

Rory tersenyum bangga kepada Beatrice. Dia memeluk Beatrice yang ada di atas kasur. Muncul rona merah di pipi Beatrice yang putih.

"Terima kasih, Rory,"