Prev...
"Dia kekasihmu?" tanyaku kembali, ingin rasanya aku mengeluarkan sumpah serapah pada kekasih seorang Min Yoongi. Menapa ia tega membuat makhluk seindah ini menunggu untuk waktu yang lama. Baik Taehyung baik, mari kita lanjutkan duduknya sejenak.
.
Yoongi mengangguk, wajahnya terlihat senang saat butir hujan mulai menerpa wajah putihnya. Indah, dan memesona. Itu yang kulihat. Dan aku ingin lebih lama lagi disini, menemani seseorang yang bernama Min Yoongi ini.
.
"Kau pasti pernah jatuh cinta. Dan saat kau merasakan hal itu, kau akan mencintai seseorang dengan sepenh hati. Lalu, bisa saja hal lain akan terjadi. Kau mungkin akan dikhianati. Saat itu terjadi, kau akan merasa seharusnya tak pernah mengenal namanya. Karena saat nama itu disebut kembali, dadamu akan terasa luka, napasmu akan terasa sesak"
.
.
.
.
Kim Taehyung POV
Aku akhirnya memutuskan untuk menemani Yoongi disini. Menikmati hujan berdua. Aku sudah telanjur jatuh padanya. Tak apalah bila aku harus berkenalan juga dengan kekasihnya setidaknya aku bisa melihat bagaimana wajah kekasihnya yang tak berotak itu.
.
Hujan turun semakin lebat. Jemari kurus Yoongi memainkan percikan hujan yang turun dari atap halte, rasanya aku ingin lebih lama disini menikmati karya Tuhan yang indah seperti ini. Kulit seputih salju, bibir sewarna peach, pipi sedikit berisi dan halus seperti sutera, jangan lupakan surai sewarna dengan pekatnya malam. Semakin memperindah tampilannya. Di depan kami, terlihat beberapa orang yang tengah berlarian menghindari hujan yang turun semakin deras saja. Aku terus menatap orang-orang yang sibuk dengan hujan didepanku.
.
Aku hanya mengikuti apa yang dilakukan Yoongi. Aku juga memang tak mengerti dengan apa yang ia pahami tentang hujan. Namun setidaknya aku menikmatinya, asalkan berdua dengannya. Aku juga ikut memainkan jemariku diantara tetesan bening yang jatuh dari langit itu. Aku mulai menyukai kebiasaan seorang Min Yoongi.
.
Hampir setiap minggu aku menemuinya di halte ini. Yoongi masih saja menunggu seseorang yang hingga kini belum juga datang, atau mungkin saja memang tak akan pernah datang. Pernah ia bertanya padaku "Apakah setiap janji itu terkadang tidak untuk ditepati?" aku hanya bisa terdiam tak menjawab. Karena aku tak tau jawabannya.
.
Seperti pagi ini, hujan kembali turun membasahi bumi dan jatuh di atap halte ini seperti minggu-minggu sebelumnya, ya sekarang tengah memasuki musim penghujan disini jadi wajar saja sering hujan. Aku kembali menikmati hujan ini, atau mungkin lebih tepatnya aku menikmati momen bedua menikmati hujan bersama Yoongi. Namun jujur saja sejak pertama kali bertemu dengan Yoongi aku justru ingin lebih banyak mengenal dirinya meskipun ia hanya berbicara satu atau bahkan dua kalimat saja.
.
Tentang mengapa ia selalu memakai baju berwarna gelap, tentang mengapa ia betah berjam-jam duduk diam dihalte ini, tentang mengapa ia langsung bisa tersenyum saat hujan seakan-akan sorot sendu dan kosong itu tak pernah ada. Semua hal tentang Min Yoongi selalu membuat rasa ingin tahuku memuncak. Dan satu lagi yang ingin selalu dan akan kucari tahu, yaitu, tentang kenapa aku mulai jatuh cinta pada Min Yoongi?
.
Min Yoongi POV
Hujan turun tak berhenti. Aku dan Jimin masih terjebak di depan toko. Aku masih ingat hari itu empat tahun hari jadi kami. Aku merasa menjadi seseorang yang paling bahagia malam itu.
.
Disela hujan turun, diantara hembusan angin dingin yang menusuk tulang. Jimin mulai memelukku.
.
"Jim, kau berani melakukan satu hal untukku?"
.
"Melakukan apa hyung?"
.
"Berhujan Jim, aku ingin menikmati hujan ini sampai pulang kerumah"
.
"Tapi hujan terlalu lebat hyung, kau bisa sakit"
.
Sejenak, tak perlu banyak bicaara lagi akhirnya Jimin menarik tanganku dan berlari ketengah jalan membelah rinai hujan. Aku bahagia.
.
Beberapa saat kepalaku terasa pusing saat aku mencoba berdiri. Di depanku, terlihat halte di persimpangan komplek perumahan tempat aku tinggal. Aku bergerak, merangkak, mendekati Jimin yang terbaring dengan cairan pekat bercampur hujan yang berbau amis.
.
Tubuhnya tak berdaya, aku memeluknya. Kurasakan jemarinya memeluk punggungku.
.
"Aku tak apa-apa hyung. Aku bahagia malam ini bersamamu. Aku akan selalu ada disini untukmu". Setelah itu pelukan Jimin mengendur dan terlepas, aku hanya bisa terdiam menatap tubuh basah Jimin. Mendadak aku merasa kosong, dingin dan hampa. Jimin...
.
Hujan semakin lebat seakan-akan berlomba untuk turun dari langit membasahi empat tahunku dengan Jimin. Aku percaya, Jimin akan memegang janjinya. Ia akan selalu ada di sini. Di hatiku. Karena itu aku akan terus menunggunya di halte ini, hanya untuk Jimin dan tidak akan ada orang lain yang dapat menggantikannya
.
Sebuah truk melaju kencang cepat meninggalkan kami dalam hujan dipertengahan malam itu.
.
Kim Taehyung POV
"Taehyung-ssi" sebuah suara menyadarkanku dari lamunanku tentang Min Yoongi dan hujan. Ya, ia yang sedang kupikirkan untuk pertamakalinya memanggil namaku
.
"Ya?" hanya itu yang bisa jawab, terlihat sorot matanya kembali kosong dan sendu. Seperti bukan Yoongi yang biasanya.
.
"Jangan menyukaiku, jangan mencintaku juga. Sebab aku sudah berjanji padanya untuk menunggunya disini, hanya dia dan tidak ada yang lain. Kau boleh pergi setelah ini Taehyung-ssi, kumohon dengan sangat aku tak akan mencintai orang lain selain dia"
.
Aku tercengang, takjub, kaget, shock. Ini pertamakalinya Yoongi berkata sepanjang ini dan ia menolakku sebelum aku menyatakan perasaanku. Siapa yang ia maksud dengan dia? Bukankah si dia yang dimaksud Yoongi tak pernah datang, mengapa ia terus menunggu? Lalu mengapa ia tahu jika aku menyukainya, bukan mencintainya? Padahal aku belum pernah berkata apa-apa.
.
"Tak perlu heran aku tahu darimana Taehyung-ssi, semua jelas terlihat dari sorot matamu. Dia kekasihku, dia selalu akan ada disini maka dari itu aku menunggunya. Entah sampai kapan itu aku tak peduli, aku hanya akan menunggunya itu saja"
.
Aku menatapnya lekat, terlihat guratan kesedihan disana. Tatapan matanya kembali kosong dan sendu. Mungkinkah ia dikhianati? Atau mungkinkah kekasihnya sudah tidak ada lagi? Terlalu banyak kemungkinan-kemungkinan dikepalaku, hingga akhirnya aku mendengar sebuah benturan benda keras dan pekikan orang. Aku tersadar dari lamunan kemungkinan-kemungkinanku. Disana kulihat Yoongi dengan tubuh bersimbah darah dan sebuah mobil yang melaju kencang meninggalkan Yoongi.
.
Aku berlari menghampirinya, menatap kosong tubuhnya yang mulai dikerumuni orang-orang, disatu sisi aku melihat seseorang sedang menelpon polisi dan ambulans, disisi lain aku melihat yang lainnya memandangi Yoongi dan ada juga yang mencari identitasnya. Aku hanya terdiam dengan pikiran kosong, lututku melemas dan terduduk disamping tubuh berdarah Yoongi
.
Tangan kurus itu bergerak perlahan memegang tanganku, pikiranku makin menjadi, mengapa ambulans terlalu lama, dan mengapa tak ada seorangpun yang berinisiatif untuk membawa Yoongi. Dan sialnya mengapa aku tak bisa berkata apa-apa sama sekali sekarang ini, seakan-akan mulutku terjahit kuat.
.
"Kim Taehyung-ssi, akhirnya bukan aku yang menunggu, aku akan menemuinya, setelah ini" ucapnya pelan dan kemudian pegangan tangannya terlepas dari tanganku.
.
Yoongi...aku hanya bisa terdiam bak patung saat mendengar penuturan terakhirnya. Aku merasa kosong, hampa...
THE END
Note kecil untuk pembaca:
Ini akhir kisah yang saya tambahkan dari adaptasi cerita aslinya. Terimakasi uda mau baca, buat yang komen makasi, buat yang follow makasi banyak. Mau bash kritik saran pujian saya terima kok. Kalo ngerasa nggantung ga apa, soalnya cerita aslinya juga gantung. Saya mencoba buat bikin ending yang ga gantung sebab digantung itu ga enak. Kenapa sad ending? Saya lebih suka liat orang mati daripada liat orang patah hati sebenernya. Apalagi patah hati di dunia lain kek dunia sebelah -_- hmz saja patah hati gara gara rpw -_- Cuma lagi nyari kesibukan ditengah kesibukan jadi maba di pasca -_- tambah lagi kecebur di jurusan horror, emteka :'
Oiya dont call me thor author, call me DIP. Manggil sayang juga boleh :' /ngarep/ wks.
Sekian dari saya, kalau ada keperluan saran masukan bisa hubungi saya :v
btw, makasi buat yang uda follow, review sama fave. saya gabisa bales review soalnya tiap mau reply pasti invailid.
Ps. Yang anak pasca mana suaranyaaaa :v saya mau numpang tanya kaks :3
Pss. buat ponakannya gula, ini uda lanjut. ini endingnya. kamu salah dek :v
Psss. hamdalah bisa update gara-gara dosen ga masuk. makasi buat WiFi loket pasca-nya unesa yang cepetnya hmz sangat :v
Okesip see you next time yaaaaaa...
