Kelanjutannya akhirnya muncul juga! So please enjoy it!
Warning : OOC and AU
Hollow Ichigo/Hichigo POV
Disclaimer : Sepertinya Tite Kubo-Sensei baru saja menyerahkan hak kepemilikan Bleach pada Yui deh... *Tite Kubo-Sensei datang sambil membawa senjata lagi. Tapi kali ini bukan hanya Zanpaktou. Segala macam senjata lain juga dibawa* Yui ralat! Tite Kubo-Sensei enggak mungkin kayak, menyerahkan haknya kok... Meskipun sebenarnya Yui mau sih...
I Hate you so much!
Chapter 2
"Baik," murid baru itupun masuk.
"Namaku Mirokumaru Senna. Salam kenal semuanya," murid baru itu memperkenalkan diri lalu tersenyum manis.
Kulihat semua cowok yang ada di kelasku mukanya langsung memerah.
"Hmm… Silakan duduk di samping Kurosaki Hichigo-san," kata Ochi-Sensei sambil menunjuk samping tempat dudukku yang kosong.
"Baik, Ochi-Sensei," murid baru itu segera duduk di sampingku.
"Namaku Mirokumaru Senna. Mohon bantuannya," kata murid baru itu sambil menjulurkan tangannya bermaksud untuk menyalamiku.
"Hnn…" aku sama sekali tidak mau menyalaminya. Boro-boro menyalami. Melihatnya saja aku malas.
Sepertinya murid baru itu kecewa. Tapi aku tidak peduli. Mau dia kecewa, menangis, kesal, atau apapunjitu, aku sama sekali tidak peduli.
"Mirokumaru-san, jika ada yang tidak dimengerti tanyakan saja pada teman di sebelahmu," kata Ochi-Sensei.
Ngg? Kepada teman di sebelah? Berarti secara tidak langsung yang dimaksud Ochi-Sensei itu aku dong. Karena di sisi sebelahnya yang satu lagi adalah dinding.
"Baik, Ochi-Sensei," kata murid baru itu lagi. Dari tadi jawabannya itu-itu saja. Memangnya tidak ada jawaban lain? Seperti iya, oke, atau yang lainnya. Seperti robot yang sudah terpogram saja.
Teeng...
Teeng...
"Semuanya, bel sudah berbunyi. Silakan beristirahat," Ochi-Sensei merapikan bukunya lalu keluar dari kelas.
Suasana di kelasku langsung menjadi ribut lagi. Ada yang pergi ke kantin, makan di kelas, bergosip, dll.
Di saat seperti ini aku ingin pergi ke tempat favoritku. Yaitu di atap sekolah.
Aku beranjak dari kursiku, lalu melangkah ke luar kelas. Tiba-tiba ada yang memanggilku.
"Tu... Tunggu sebentar, Kurosaki Hichigo-kun,"
Aku tersentak kaget karena baru kali ini ada orang yang memangguilku. Aku menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggilku.
Ternyata yang memanggilku adalah murid baru tadi. Aku langsung bersikap cuek dan berjalan dengan cepat pergi dari hadapannya.
"Tunggu, Kurosaki Hichigo-kun!" teriak murid baru itu terus memanggilku.
Aku terus berjalan dan semakin mempercepat langkahku tanpa melihatnya yang terus memanggil namaku.
Aku pun sampai di atap sekolah. Sesuai dugaanku, atap sekolah pasti selalu sepi. Aku berbaring sambil menyilangkan tangan di belakang kepalaku.
Sambil menikmati angin sepoi-sepoi, aku memejamkan mata. Ketika tinggal 1 langkah lagi aku sampai di alam tidurku, tiba-tiba aku dikeejutkan dengan suara.
"Hai, Kurosaki Hichigo-kun!"
Akupun terkejut dan langsung terbangun sambil terduduk. Ternyata yang memanggilku dia lagi. Siapa lagi kalau bukan murid baru itu.
Sambil tersenyum, dia bertanya padaku, "Apa yang sedang Kurosaki Hichigo-kun lakukan di sini?"
Lagi-lagi aku tidak menghiraukannya. Akupun kembali berbaring sambil bermaksud untuk melanjutkan tidurku.
"Kok Kurosaki Hichigo-kun tidak mengiraukan aku lagi?"
"Berisik! Apa yang sedang kau lakukan di sini?" aku berteriak kepadanya dengan maksud supaya dia ketakutan dan langsung pergi dari sini. Ternyata pemikiranku salah total. Dia justru membalas pertanyaanku.
"Apa juga yang sedang Kurosaki Hichigo-kun lakukan di sini?"
"Aku di sini untuk beristirahat! Dan kau menggangguku! Pergi kau dari sini!" kemarahanku sudah memuncak dan hampir mencapai ubun-ubun.
"Itu tidak bisa kulakukan. Karena aku di sini untuk meminta Kurosaki Hichigo-kun membantuku memperkenalkan isi sekolah ini,"
Aku terkejut mendengar perkataannya dan langsung terbangun untuk kedua kalinya sambil melihat ke arahnya.
"A... Apa yang baru saja kau bilang?" tanyaku kepadanya. Semoga aku salah dengar.
"Kurosaki Hichigo-kun tidak dengar ya? Aku tadi bilang kalau aku di sini untuk meminta Kurosaki Hichigo-kun membantuku memperkenalkan isi sekolah ini," katanya sambil mengulang perkataannya yang tadi.
Mataku terbelalak mendengar perkataannya. Berarti aku memang tidak salah dengar.
"Ke... Kenapa harus aku?"
"Kan tadi Ochi-Sensei bilang kalau ada yang tidak dimengherti, tanyakan pada teman di sebelahku. Teman di sebelahku kan cuma Kurosaki Hichigo-kun,"
"Tapi kaukan bisa minta tolong kepada teman sekelas yang lain! Tidak harus aku!"
"Tidak apa-apa dong. Akukan tidak kenal sama teman sekelas yang lain,"
"Tapi kau juga tidak kenal aku!" protesku kepadanya.
"Jangan protes melulu! Ayo cepat bantu aku!" teriaknya sambil menarikku.
Sialan. Murid baru ini menyebalkan sekali sih. Seumur hidup aku tidak pernah bertemu dengan orang seperti dia.
"Berisik! Cepat lepaskan aku!" teriakku.
"Tidak akan kulepsakan sampai Kurosaki Hichigo-kun mau!" teriaknya lagi dan menarikku semakin kuat.
"Baiklah! Baiklah! Aku akan membantumu! Sekarang cepat lepaskan aku!" teriakku dengan penuh pengorbanan.
Akhirnya diapun melepaskanku.
"Sip. Kurosaki Hichigo-kun sudah berjanji ya. Sekarang temani aku," katanya seperti bos yang berkuasa.
"Cih," akupun menyerah lalu berdiri.
"Cepat, Kurosaki Hichigo-kun!" teriaknya yang sudah berada di pintu menuju tangga untuk ke bawah.
"Iya, iya! Tunggu sebentar!" teriakku sambil menuju ke tempatnya.
Bersambung
Yui : Haaah... *Menghela nafas* Akhirnya aku Update juga Fanfic-nya...
Ichigo : Dasar Author pemalas... Padahal ceritanya sudah disiapkan dari dulu. Tapi baru sekarang diketiknya.
Yui : Ichi-kun berisik! Yui-kan capek karena ada banyak tugas sekoilah dan lain-lain!
Ichigo : Emangnya kau pernah mengerjakan tugas sekolah?
Yui : *Malu karena terbongkar* Jangan membongkar kedokku!
Ichigo : Baiklah, baiklah. Mau dibacain enggak balasan untuk Review-nya?
Yui : Benar juga. Untung Ichi-kun ingatin. Bacain dong nama-namanya.
Ichigo : Dari zangetsuichigo13
Yui : Hehehe... Memang itu rencana Yui. Soalnya kebanyakan cerita tentang Hichigo pasti kayak gini. Jadi tanpa sadar Yui buat juga deh jadi kayak gini... Makasih ya untuk komentarnya.
Ichigo : Lalu Choco Nekoi-Chan
Yui : Sip deh. Sekarang sudah panjangkan?
Ichigo : Yang ketiga Mona Rukisa-chan
Yui : Makasih ya Nee-chan ^_^
Ichigo : Selanjutnya aRaRaNcHa
Yui : Salah! Jawaban yang benar Senna! Makasih ya sudah mau jawab sama kasih komentarnya ^_^
Ichigo : Yang terakhir Kurochi Agitohana
Yui : Tenang saja. Sekarang sudah panjang kok XD Kalau enggak Yui berhentikan di saat itu nanti jadinya enggak seru. Kayaknya banyak yang jawab Rukia ya. Yang benar adalah Senna!
Hichigo : Semakin lama kau membuatku semakin OOC Author sialan!
Yui : Hichigo-kun... Eeh... Jangan marah-marah dong...
Hichigo : Aku sudah tidak tahan lagi! *Mengeluarkan reiatsu yang sangat besar*
Yui : Ooh... Jadi Hichigo-kun mengajak Yui bertarung? Baiklah. Akan Yui terima tantanganmu.
Akarui, Shirokid! (Zanpaktou milik Author. Artinya Bercahaya, Anak Putih!)
Akhirnya duelpun tak terelakkan lagi. Selagi menunggu mereka bertarung, biar Ichigo yang menutupnya.
Ichigo : Tolong Review-nya. Review sebelumnya sedikit sih... Cuma ada 5 aja...
Yui : *Di sela-sela pertarungan* Oh ya. Yui lupa bilang. Karena Yui enggak tahu nama keluarga Senna, jadi Yui pakai aja deh nama Zanpaktounya.
Hichigo : Lengah!
Yui : Sialan!
Ichigo : Oke. Ja nee minna.
