yup...ini lah chapter 2... mungkin aku akan menjadikan cerita ini agak sedikit misterius...gpp kan? heheheee...
discalimer : Naruto milik Masashi Kishimoto.
Pagi yang benar-benar cerah menyelimuti seorang pemuda yang sedang berjalan sendiri untuk sekolah, tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang.
"Sasukeeeeeeeee." Teriak pemuda berambut kuning.
"Ah…Naruto.." jawabnya singkat.
Naruto datang menghampiri Sasuke dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Hah…hah…hah… kamu! Kenapa tidak menungguku sih!" sewot Naruto.
"Tadi aku sudah memanggilmu, tapi kata ibumu kau masih tidur, yasudah aku tinggal saja, dari pada aku telat." Kata Sasuke.
"Huuu…setidaknya bangunkan aku dikamar dan ucapkan selamat pagi padaku." Kata Naruto dengan nada menggoda.
"Kau menjijikan." Kata Sasuke ketus.
"Heeeiii…apa itu yang kau ucapkan pada sahabatmu ini." kata Naruto menyenderkan lengan kirinya pada bahu Sasuke.
"Hahahahaha… maaf, aku cowok normal Naruto, kalau kau minta dibangunkan seperti itu, kau bisa minta pada ibumu." Kata Sasuke.
"Aku juga normal, bodoh!, kau tahu, ibuku kalau membangunkanku itu sangat menyeramkan, bahkan dia menarik selimutku dengan kencang sehingga aku terjatuh." Kata Naruto.
"Yaaahh…ibumu memang menyeramkan kalau marah, tapi dia cantik, tidak sepertimu, heran… kamu ini anak siapa sih." Kata Sasuke.
"Heeeh! Sialan kau!" sewot Naruto. "Eh…aku dengar, kemarin anak kelas sebelah menyatakan cinta padamu yah..siapa namanya? Ng…anu…ng…itu…" kata Naruto berfikir.
"Ah, iya…aku tidak tahu namanya." Kata Sasuke.
"Oh iya ya...hehehe..., sejak kapan kamu kenal anak cewek disekolahan yah, yang kau tahu kan hanya anak cowoknya saja." Kata Naruto heran. "Itu sudah yang keberapa kau tolak?"
"Tidak tahu, aku tidak menghitungnya, tidak penting." Kata Sasuke.
"Ahahahahaa…dingin sekali kamu, kalau kau seperti ini nanti tidak ada yang mau sama kamu loh." Kata Naruto.
"Bagus kan kalau begitu, dengan begitu aku hanya miliknya seorang." Kata Sasuke tersenyum ke Naruto.
Naruto terdiam saat Sasuke melontarkan kata-kata 'miliknya' karena dia tahu 'nya' yang dimaksud itu adalah teman kecil mereka yang sangat mereka cintai.
"Dia belum datang juga yah." Kata Naruto sedih. "Sudah 8 tahun…"
Sasuke tidak menjawab, dia hanya bisa terdiam, karena sudah 5 tahun Sakura tidak memberi kabar kepada mereka, surat tidak lagi datang, foto yang biasanya Sakura kirimpun tidak lagi datang.
"Mungkin dia menemukan orang baru disana dan melupakan kita." Jawab Sasuke kesal.
"Ah…Sakura tidak mungkin seperti itu…" kata Naruto yang ragu dengan perkataannya.
Tanpa mereka sadari, mereka telah sampai disekolahan, saat ini mereka duduk di kelas 2, dan sangat beruntung Naruto dan Sasuke selalu sekelas, Sasuke adalah murid yang sangat jenius dalam segala hal, begitu pula Naruto, hanya saja Naruto lemah di bahasa inggris dan matematika, mereka berdua juga menjadi pangeran sekolahan, banyak gadis-gadis yang tergila-gila pada mereka, Naruto hanya menanggapinya dengan senyum, tapi Sasuke tidak pernah melirik mereka sekalipun. Tapi disitulah para gadis makin tergila-gila padanya. Ketika mereka masuk kelas, pas sekali bel masuk berbunyi, guru mereka datang memasuki kelas.
"Pagi semuanyaaaa." Sapa guru wanita yang cantik.
"Pagi bu Kurenai." Sapa seluruh murid.
"Kita kedatangan murid baru disini, nah ayo masuk dan perkenalkan dirimu." Kata Kurenai memprsilahkan.
Datanglah 2 murid baru masuk kekelas mereka, 1 cowok dan 1 cewek, yang cowok mempunyai rambut berwarna merah, dan yang cewek berambut pink. Ketika Naruto dan Sasuke melihat cewek itu, Naruto langsung teriak.
"Ah…Sakuraaaaaaaaaaaaaaaaa." Teriak Naruto dengan semangat.
Sakura menoleh kearah Naruto dan tersenyum, senyuman Sakura membuat Sasuke yang dingin terhadap wanita itu tersenyum, dan itu membuat para cewek dikelas kaget.
"Haaa? Sasuke tersnyum? Siapa sih wanita itu!"
"Sasuke tersenyum….jangan-jangan itu pacarnya, memang cantik sih, tapi aku tidak rela."
"Naruto juga kenapa bisa kenal dengannya sih?"
Suara gemuruh para cewek menyelimuti kelas.
"Harap tenang dulu semuanya." Teriak Kurenai."nah, silahkan perkenalkan diri kalian."
"Hai, aku Sakura Haruno, kalian bisa panggil aku Sakura, salam kenal smuanya…dan ini…" kata Sakura mengenalkan cowok disebelahnya yang memandang dengan tatapan dingin, setipe dengan Sasuke.
"Ini, kakakku…orang tua kami menikah dan kami menjadi Saudara, umurnya beda 3 bulan denganku, namanya Gaara, orangnya memang pendiam, jadi aku yang mewakilinya memperkenalkan diri." Kata Sakura tersenyum.
"Waaah..tampan yah." Kata cewek-cewek berbisik dikelas. "Iya, tapi tatapannya menyeramkan, lebih menyeramkan dari Sasuke."
"Baiklah, Sakura… silahkan duduk ditempat yang kosong." Kata Kurenai.
Sakura menghampiri kursi yang kosong, kebetulan sekali kursi yang kosong itu ada ditengah-tengah antara Naruto dan Sasuke, sedangkan Gaara duduk persis dibelakang Sakura, ketika Sakura duduk ditempatnya, Sakura menoleh kearah Sasuke dan Naruto dan mengangkat pergelangan tangannya menunjukkan gelang tanda persahabatan mereka dengan senyuman, Naruto dan Sasuke pun melakukan hal yang sama. Selama pelajaran dimulai, Sakura focus terhadap pelajaran, sedangkan Sasuke dan Naruto terkadang menoleh kearah Sakura, memastikan Sakura benar-benar ada disamping mereka, sementara itu Gaara terus memandangi Sasuke dan Narto dengan tatapan seperti ingin membunuh. Jam pelajaran pun selesai.
"Baiklah, hari ini cukup sampai disini." Kata Kurenai.
"Terima kasih bu." Kata seluruh murid.
"Hei Sakura, kenapa kau tidak memberitahu kami kalau kau kembali." Kata Naruto.
"Maaf…hehehe…" kata Sakura tersenyum.
"Lagipula, rumahmu tadi pagi masih sepi-sepi saja, kenapa kamu bisa disini?" tanya Sasuke.
"Iya, kami duluan yang menuju kesini, barang-barang menyusul." Jawab Sakura.
"Ehm…dan…" kata Sasuke melirik ke Gaara.
Sakura menyadari hal itu dan langsung memberi penjelasan singkat.
"Banyak hal yang terjadi, aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, nanti…" tapi omongan Sakura terpotong.
"Sakura" panggil Gaara dengan tanpa ekspresi.
Sakura dan kedua sahabatnya itu menoleh kearah Gaara, dan Sakura menghampiri Gaara.
"Aku mau pulang." Kata Gaara singkat.
"Ah…i…iya…kalian…aku pulang duluan yah." Pamit Sakura.
"Ah…rumah kita kan berdekatan, kita pulang bareng saja." Kata Sasuke.
"Tidak bisa…maaf…lain kali saja yah." Kata Sakura, Gaara mendahului Sakura yang masih berbicara dengan kedua sahabatnya itu. Ketika Sakura meu menghampiri Gaara, dia memberi secarcik kertas pada Naruto dan Sasuke, lalu keluar bersama Gaara, ketika mereka melihat kertas itu, tertulis nomor handphone Sakura. Sasuke dan Naruto bingun dengan kejadian tadi.
"hei, Sasuke…kau merasa aneh tidak?" tanya Naruto.
"Sangat…apalagi dengan laki-laki berambut merah itu." Jawab Sasuke.
"Ya…mau apa kamu?" tanya Naruto melihat Sasuke mengeluarkan handphonenya.
"Menyuruh Sakura untuk bertemu di tempat biasa." Kata Sasuke.
"Ah…ide bagus, kamu pintar Sasuke." Kata Naruto. "Kapan kau menyuruhnya datang?"
"Sekarang." Kata Sasuke tersenyum dan berjalan.
"Ah…tunggu akuuu."
Mereka berjalan menuju tempat biasa mereka berkumpul. Tidak ada yang berubah, bahkan rumah pohon itu lebih besar karena diperbesar oleh Sasuke, Naruto dan Itachi. Sesampainya mereka disana, Sakura belum datang, akhirnya mereka menunggu Sakura sambil berbengong ria.
"Sakura lama sekaliiiii…~~~~ aku kangeeen~~~~" kata Naruto.
"Sasukeeee…Narutoooo…." Teriak Sakura dari bawah, Sasuke dan Naruto melihat kebawah, dan mleihat Sakura yang kini telah tumbuh dewasa dan sangat cantik, rambutnya yang panjang tertiup angina di padang rumput itu. Sakura menaiki tangga rumah pohon tersebut, ketika sampai diatas, Sakura memeluk mereka berdua.
"Huaaaa….aku kangeeeeen sekaliii…." Teriak Sakura sambil memeluk mereka.
"Iya…kami juga kangen Sakura." Kata Naruto
"Aku senang kau datang." Kata Sasuke memeluk Sakura sendirian dan menyingkirkan tubuh Naruto.
"Aw…sialan ku Sasuke! Jangan memonopoli Sakura sendirian doong!" sewot Naruto.
"Ahahaha…ah iya…maaf aku tidak bisa lama-lama." Kata Sakura.
"Kenapa?" tanya Naruto.
"Ehm…ada sedikit masalah…" kata Sakura ragu.
"Sakura, siapa Gaara itu." Tanya Sasuke dengan wajah serius.
Sakura melihat kearah Sasuke dan Naruto dan menghela nafas.
"Hhhhhhh…jadi begini ceritanya…2 tahun aku tinggal disana, orang tuaku bercerai, aku dibawa oleh ayahku, 1 tahun kemudian ayahku menikah lagi dengan ibunya Gaara, ayah Gaara sendiri meninggal karena sakit, Gaara sangat bergantung padaku, walaupun awalnya dia sangat kasar dan jutek padaku, tapi lama-lama dia jadi sayang padaku, kami benar-benar sudah seperti bersaudara, setelah menikah, beberapa tahun kemudian, ibu Gaara dan ayahku meninggal karena kecelakaan, karena kami tidak punya siapa-siapa lagi, akhirnya ibuku kembali untuk merawat kami, dank arena ibuku sudah janji pada kalian akan kembali kesini, makanya sekarang aku ada disini." Jelas Sakura panjang lebar.
"Ternyata begitu… aku jadi makin cinta sama ibumu, dia menepati janjinya." Kata Naruto.
"Kalau begitu, kenalkan saja Gaara pada Itachi, mungkin sesame sosok KAKAK mereka bisa saling mengerti." Kata Sasuke yang rada sinis.
"Sasuke, Gaara tidak bisa bergaul…dia sangat pendiam." Kata Sakura, reuni mereka terpotong karena Sakura mendapat telepon dari Gaara yang menyuruhnya pulang.
"Hallo? Ah Gaara…iya…aku sedang bersama sahabatku…tidak bisa sebentar lagi?...kalau begitu 5 menit lagi…" kata Sakura yang menggoda. "Ah…jangan…iya iya…aku segera kesana." Sakura menutup teleponnya dan melihat kearah 2 saudaranya itu.
"Maaf yah…aku tidak tahu harus bagaimana tapi sebisa mungkin aku akan mengakrabkan Gaara dengan kalian secepatnya…" kata Sakura tersenyum. "Aku pulang yah." Dan Sakura pun menuruni rumah kedua mereka.
"Brengsek! Si Gaara itu cari mati denganku." Kata Sasuke.
"Heii…hei…heii…cemburumu itu keterlaluan, bagaimanapun juga dia kakaknya Sakura sekarang." Kata Naruto.
"Dan bagaimanapun juga dia itu awalnya orang lain, kau tahu… mereka tidak ada hubungan darah, mereka bisa saja saling jatuh cinta dan pad akhirnya mereka menikah, kalau sampai itu terjadi aku bersumpah akan membunuh mereka berdua." Kata Sasuke dengan nada kesal.
"Hei…Sasuke kau keterlaluan sekali bicaranya, pakai akal sehatmu, bunuh Gaara sih tidak apa-apa, tapi kalau Sakura juga ikutan dibunuh, kau sinting namanya." Kata Naruto.
"Lebih baik begitu, dari pada Sakura dimiliki oleh orang lain, dulu pernah kubilang padamu, kita akan menjadi anak yang baik bila perlu, asal kita bisa melakukan semua yang kita inginkan." Kata Sasuke.
"Hahaha..iya memang benar…tapi tarik lagi ucapanmu tadi, bikin merinding saja." Kata Naruto.
Sakura berlari sampai rumahnya.
"Aku pulaaaang." Sapanya. "Loh? Kok sepi.." Sakura menemukan note dari ibunya. 'ibu ketempat nenek dulu, besok baru pulang, titip Gaara ya.' Selagi membaca pesan itu Sakura dikagetkan oleh sentuhan di pundaknya dari belakang.
"Kyaaaaaaaa!" teriak Sakura.
"Ini aku, berisik sekali kamu sampai teriak seperti itu!" sewot Gaara.
"Huu..huuuu…Gaara…kau kan tahu aku takut hantu…jangan muncul tiba-tiba seperti itu dooong." Kata Sakura yang merengek.
"Hhh…dari mana kamu." Tanya Gaara.
"Aku kan tadi bilang, aku bertemu sahabat-sahabatku." Jawab Sakura tersenyum sambil menyiapkan makan malam.
"Mereka, maksudmu dua cowok yang tadi dikelas?" tanya Gaara sinis, tapi Sakura sudah terbiasa dengan kesinisan Gaara.
"Iya… mereka anak-anak yang baik, coba deh kamu akrab dengan mereka, pasti asik, kita bisa bersama-sama…"
"CUKUP!" bentak Gaara memukul meja lalu menghampiri Sakura. "Aku sudah pernah bilang padamu! Aku tidak butuh siapa-siapa didunia ini! apalagi teman macam mereka!" bentak Gaara pada Sakura, lalu pandangannya berubah menjadi seperti orang yang kesepian. "Di dunia ini…aku hanya butuh kamu…" sambung Gaara menempelkan keningnya pada kening Sakura.
Sakura tersenyum dan memegang wajah Gaara dengan kedua tangannya.
"Aku tidak akan meninggalkanmu…tapi…aku juga tidak bisa mencampakkan mereka, mereka sangat berharga bagiku…sama halnya sepertimu…" belum selesai Sakura berbicara, Gaara membanting piring.
"CUKUP! AKU TIDAK MAU DISAMAKAN OLEH MEREKA, KAU TAHU KAN AKIBATNYA KALAU KAU BERANI MENINGGALKAN AKU!" ancam Gaara memegang wajah Sakura.
"Gaara… jangan lakukan itu lagi…" pinta Sakura dengan wajah khawatir.
"Kalau kau mengalihkan perhatianmu padaku untuk mereka, aku akan melakukannya lagi, dan kalau itu terjadi, kali ini aku akan memastikan itu berhasil!" kata Gaara dengan sinis dan masuk ke kamarnya.
Sakura hanya bisa terdiam dan membereskan pecahan piring yang dibanting oleh Gaara, kemudian handphonenya bergetar, sms dari Sasuke dan Naruto datang bersamaan, isinya. 'I miss you so much' sehabis membaca kalimat itu, Sakura memeluk handphonenya dan membalas pesan mereka. 'miss you guy's so badly…'. Sejak ibunya Gaara meninggal, Gaara sangat bergantung pada Sakura sehingga dia tidak rela kalau Sakura memperhatikan orang lain selain dia.
Ketika malam tiba, Sakura bersiap untuk tidur, dia menaiki kasurnya dan menyelimuti tubunya dengan selimut, ketika sedang mencoba untuk tidur, tiba-tiba ada yang memasuki kamarnya dan tidur disampinya, itu adalah Gaara, itu memang sudah jadi kebiasaan Gaara kalau orang tuanya sedang tidak ada, Gaara sangat senang kalau tidur sambil memeluk Sakura.
"Sakura…boleh aku tidur disini?" tanya Gaara.
"Hihihihi…silahkan saja, kau kan sudah naik ke kasurku, lagi pula kita sudah biasa tidur bareng." Jawab Sakura.
Lalu Gaara memeluk Sakura yang sedang tidur dari belakang.
"Maafkan aku tadi sore…aku membentakmu, aku tidak bermaksud…" kata Gaara.
"iya, aku tahu, sekarang kita tidur saja yah." Jawab Sakkura lembut sambil memegang lengan Gaara yang melingkar di perutnya.
"Sakura…" panggil Gaara.
"Ng?" jawab Sakura singkat.
"Apa kamu mencintaiku?" tanya Gaara.
"Hihihi…tentu saja, kamu kan kakakku, kamu menanyakannya setiap kita tidur bersama. Nah sekarang kita tidur yah." Kata Sakura.
'bukan perasaan cinta itu yang kumaksud' kata Gaara dalam hati.
"Sakura…" panggil Gaara, tapi Sakura tidak menyahut sepertinya Sakura sudah tertidur pulas, lalu Gaara membisikkan sesuatu ditelinga Sakura. "Aku tidak akan menyerahkanmu pada mereka… bagaimanapun caranya, kau tetap milikku" kata Gaara mengeratkan pelukannya pada Sakura.
Pagi harinya, Gaara terbangun dengan wajah yang kaget Karena Sakura tidak ada disampingnya, dia langsung lari kearah dapur dan menemukan Sakura sedang membuat bekal makan siang untuk disekolah.
"Pagi…kamu telat Gaara, ayo cepat siap-siap, nanti kita bisa telat." Kata Sakura tersenyum.
Itulah yang sangat disukai Gaara pada Sakura, cepat memaafkannya, kembali seperti semula, tidak pernah marah, dan tahu apa yang dia inginkan.
Setelah Gaara siap-siap, mereka berangkat kesekolah dan bertemu Sasuke sedang berjalan bersama Naruto ditengah jalan, Sakura menegur mereka.
"Sasukeeee….Narutoooo…."teriak Sakura.
Sakura menarik tangan Gaara untuk bersatu bersama mereka.
"pagi…ceria sekali kamu hari ini." kata Sasuke tersenyum.
"Kita harus ceria dipagi hari, kalau tidak nanti kita bisa kena sial." Kata Sakura.
"Ha? Kata siapa?" tanya Naruto.
"Kata aku…hahahahaha…" kata Sakura tertawa.
Mereka bertiga tertawa gembira seolah melupakan kehadiran Gaara, dan ketika sadar, Gaara melihat mereka bertiga memakai gelang yang sama, melihat itu Gaara merasa marah dan kesal, akhirnya dia berlari kearah gerbang yang sudah dekat sehingga menubruk Sasuke.
"Ha? Ada apa dengannya?" tanya Sasuke bingung.
"Hei Sakura…dia kenapa sih?" kata Naruto.
"Hahahaha…mungkin dia cemburu, adiknya yang manis ini dekat dengan cowok selain dia." Jawab Sakura tersenyum.
"Sister complex" kata Sasuke menyeringai.
"lagipula kami mengenalmu lebih dulu dari pada dia." Kata Naruto.
"Yaaah…nanti dia juga mengerti." Kata Sakura tersenyum sedih.
Ketika sampai disekolah, Sakura tidak mendapatkan Gaara dikelasnya.
"Kemana Gaara?" kata Sakura.
"ah…biar aku yang mencarinya…kamu disini saja, bel sudah mau berbunyi sebentar lagi." Kata Sasuke.
"iya…tolong yah Sasuke." Kata Sakura tersenyum dan dibalas senyum oleh Sasuke.
"Ah…aku ikut." Kata Naruto.
Sakura menduduki tmpatnya dan meilhat kedua sahabatnya itu keluar kelas, 'mudah-mudahan mereka bisa berteman' kata Sakura dengan khawatir.
"Hei Sasuke, kita mau mencarinya kemana?" tanya Naruto.
"Aku punya firasat, kalau dia ada diatap." Kata Sasuke.
Akhirnya mereka menuju atap, dan begitu mereka membuka pintu atap, mereka tidak menemukan Gaara, tetapi begitu mereka memajukan langkahnya kedepan, dan menoleh kekanan, Sasuke mendorong Naruto agar menempel ketembok, karena dia melihat Gaara yang sedang berbicara sesuatu sendiri.
"Akan kuhabisi mereka! siaaal!tidak bisa! Sakura tidak bisa dimiliki orang lain selain aku! Apapun caranya!" kata gaara menggeram.
"Jadi kau terobsesi pada adikmu sendiri." Kata Sasuke dengan tenang menunjukkan sosoknya.
Gaara yang kaget menoleh kearah Sasuke yang dibelakangnya diikuti oleh Naruto.
"Dia bukan adikku, salah besar kalau kau pikir dia adikku." Kata Gaara sinis.
"Sudah kuduga, beginilah jadinya klau Sakura didekati cowok gila sepertimu." Kata Sasuke.
"Tahu apa kau tentang Sakura! Jangan bicara seolah kau mengetahui dirinya." Bentak Gaara.
"kau ini emosian sekali, kita kan bisa bicara baik-baik." Kata Naruto.
"Kami ini sudah bersama Sakura dari kecil." Sambung Naruto kembali.
"Lalu? Kalian terpisah selama 8 tahun, selama 8 tahun ini, tahu apa kalian tentang Sakura, Sakura bahkan berhenti mengirim surat pada kalian." Kata Gaara tertawa licik.
Sasuke mendekati Gaara dan mencengkram seragamnya. "Jadi itu semua ulahmu." Kata Sasuke.
"Ya benar! Aku menjauhkan Sakura pada kalian! Aku muak melihat wajah Sakura yang sedih ketika dia sedang merindukan kalian!' kata Gaara dengan nada marah.
"jadi kau cemburu pada kami… kakak yang bodoh" kata Naruto "kalau kau melakukan itu, berarti kau yang tidak tahu apa-apa tentang Sakura, kau egois karena mengisolasi dia, paling dia hanya merasa kasihan padamu."
"Oh ya? Kalau dia merasa kasihan padaku, kenapa dia menerimaku tidur bersamanya tiap aku minta, dan dia tidak pernah sekalipun menolak." Kata Gaara sombong.
Mendengar Sakura tidur bersama Gaara, Sasuke makin mengencangkan cengkramannya.
"Apa kau bilang!" kata Sasuke marah.
Kali ini Gaara mengeluarkan pisau kecil dari kantungnya dan menusuk tangan Sasuke, tapi Sasuke tidak bergerak sedikitpun, dia tidak takut sedikitun, bahkan pandangan Sasuke berubah menjadi seperti ingin membunuh. Dan Naruto pernah melihat pandangan Sasuke yang seperti ini sebelumnya.
"S…Sasuke…." Kata Naruto khawatir, yang dia khawatirkan bukanlah luka Sasuke, tapi Gaara lah yang dia khawatirkan.
Sasuke menggenggam pisau tersebut dengan sangat kencang sehingga telapak tangannya terbeset dan berdarah.
"jadi kau orang yang ingin memiliki Sakura dengan memakai cara apapun yah…" kata Sasuke mengammbil pisau tersebut yang masih menempel di telapak tangannya. "kebetulan sekali…kau…tipe yang sama denganku." Kata Sasuke yang menyeringai dan melempar pisaunya kesamping Gaara, lalu Sasuke meinggalkan Gaara sendirian diatap, Naruto mengejar Sasuke yang tangannya berlumuran darah. Sakura yang sedang menunggu mereka dikelas mejadi khawatir karena mereka bertiga tidak datang-datang. Lalu ada sms masuk di handphone Sakura, dan itu dari Gaara. 'aku pulang duluan, tidak enak badan' . Sakura bertanya-tanya, ada apa sebenarnya, lalu ada sms juga dari Naruto, 'datang ke ruang kesehatan, Sasuke terluka' Sakura bergegas izin keruang kesehatan dan menemukan Sasuke yang sedang dibalut perban tangannya.
"Astaga… Sasuke…ada apa…apa yang terjadi?" kata Sakura yang khawatir.
"Sakura…apa kamu khawatir?" tanya Sasuke tersenyum lembut pada Sakura.
"Tentu saja! Bodoh! Kenapa bisa seperti ini?" tanya Sakura menggenggam tangan Sasuke. Sasuke tersenyum, tapi senyuman itu bermakna aneh, hanya Naruto yang tahu arti dari senyuman Sasuke itu.
Masih banyak hal yang belum Sakura tahu tentang Naruto dan Sasuke salama 8 tahun tidak bertemu dengannya, banyak yang berubah, kini Naruto sendiri pun bimbang, apa yang harus dilakukannya, karena Sasuke sudah masuk situasi yang sulit untuk dicegah.
makasih review-reviewnya yaaah...
kayaknya ini bakl jadi chapter yang panjang...=_=...tapi g papa...hehehee...makasih atas dukungannya yaaah... ^3^
