"Dengan begini kau lebih mudah melindungiku dan menolongku jika aku dalam bahaya.."ujar Yesung tersenyum.

Bisa Kyuhyun lihat kini jemari tangannya dengan jemari tangan Yesung saling bertautan erat, seakan tak dapat dipisahkan. Ada getaran tersendiri yang dia rasakan dari sentuhan kulit Yesung di telapak tangannya, getaran yang tak dapat dia ungkapkan melalui kata – kata. Yang pasti, dia merasa begitu bahagia dapat menggenggam tangan Yesung.

Bukan hanya Kyuhyun, namun begitu juga yang dirasakan oleh Yesung. Kedua bola mata bening mereka saling memandang, tanpa berkata – kata menikmati moment yang mereka rasakan saat ini. Membiarkan getaran yang berasal dari tautan jari mereka menyalur hingga ke seluruh jiwa dan hati mereka. Memberi waktu pada sang cupid untuk menalikan jembatan hati mereka.

"Mari kuantar pulang.."tawar Kyuhyun, yang akhirnya mengeluarkan kalimat setelah beberapa saat.

Yesung hanya menjawab dengan anggukan, senyuman tetap setia terpasang di wajah manisnya. Dan kedua orang yang baru saja merasakan cinta itu pun pulang dengan penuh kebahagiaan tetap berpegangan tangan sepanjang jalan yang mereka lewati.

.

.

Indah bukan? Tapi kuharap mereka berdua tak lupa.. bahwa kisah ini tak akan semudah itu.. bersiaplah untuk sebuah kenyataan pahit.. Kim Yesung… Cho Kyuhyun…

-How To Love-

By Himi Chan

Cast: Yesung, Kyuhyun, Super Junior member, and others

Genre: Drama, Romance, Complication

Pairing: Kyu-Sung

Rated: T

Desclaimer:

All character are belong to God and their self, tapi.. YESUNG boleh buat saya kan?

Warning: GS, OOC, membosankan, dan hal – hal buruk lainnya yang akan menjadi efek samping setelah anda membaca ini mungkin saja terjadi.

Sebuah cerita yang sinetron banget.. tidak patut di puji karena kurang nya feel saat menulis..

Himi Chan

Present

Saat ini Kyuhyun tengah berdiri sembari mengetukkan ujung sepatunya berkali – kali, tanda bahwa dia sedikit gugup sekarang. Setiap beberapa detik pandangannya beralih ke sebuah pintu yang tertutup di belakangnya. Takut – takut seseorang yang ditunggunya sedari tadi keluar dan dia tak menyadarinya. Sudah berkali – kali ia memandang kearah jam digital yang ada di pergelangan tangannya, berharap waktu berjalan lebih cepat meskipun kenyataannya dia malah merasa waktu berjalan begitu lambat. Memang salahnya yang datang terlalu awal dari janjinya, dan juga salahnya yang terlalu takut untuk memencet bel yang ada di samping pintu rumah tersebut. Seandainya saja, sedari tadi dia berani memencet bel pintu rumah tersebut, maka tak perlu dia berlama – lama menunggu seperti itu. Namun mau bagaimana lagi? Dia memang terlalu pengecut dalam urusan cinta, amatir.

Cklek.

Dan daun pintu itu pun akhirnya terbuka. Menunjukkan sesosok wanita cantik yang terbalut sebuah dress manis berwarna putih senada dengan warna kulitnya. Dress longgar yang sama sekali tak terlihat membentuk bentuk tubuhnya, memang bertujuan membuat nyaman sang empunya yang memang dalam keadaan hamil namun tetap terlihat apik terpasang di tubuhnya. Rambutnya yang seperti biasa dia biarkan tergerai indah, mata sipitnya yang terlihat lebih indah karena efek eyeliner yang dipakainya, dan juga bibir peachnya yang selalu merekah menggoda. Bahkan perut buncitnya tak dapat menutupi pesona kecantikan yang terpancar dari wajah dan juga senyumannya.

"Yesung-sshi.."sapa Kyuhyun.

"Ah, Kyuhyun. Kau sudah menunggu dari tadi?"tanya Yesung.

"Ani, a-aku baru saja tiba."bohong Kyuhyun.

"Syukurlah kalau begitu.."ungkap Yesung tersenyum lega.

"Bagaimana jika kita langsung saja berangkat?"tawar Kyuhyun sembari mengangkat sedikit tangannya tanda ajakan kepada Yesung.

"Baiklah.. "jawab Yesung. Yesung segera menyambut tangan Kyuhyun dan membiarkan Kyuhyun menggenggam telapak tangannya yang jauh lebih kecil dari telapak tangan Kyuhyun.

Hari ini, mereka berdua memang sudah membuat janji untuk bertemu dan pergi ke suatu tempat. Berawal dari Kyuhyun yang memberanikan diri untuk meminta nomor ponsel Yesung saat perjalanan pulang dari rumah sakit beberapa hari yang lalu, dan jadilah mereka berdua mulai saling bertukar pesan atau bahkan saling menelepon untuk sekedar bertukar kabar. Sehingga meskipun intensitas pertemuan mereka memang tak banyak, Yesung dan Kyuhyun tetap dekat. Dan akhirnya kemarin, Yesung menghubungi Kyuhyun agar dia mau menemaninya pergi ke toko peralatan bayi. Yesung ingin membeli sesuatu untuk calon bayinya nanti, dan tentu saja Kyuhyun dengan senang hati meng iya kan ajakan Yesung.

Kini tibalah mereka di sebuah departemen store, setelah menempuh beberapa menit perjalanan dengan menggunakan taksi. Mereka berdua berjalan masuk dengan bergandengan tangan, sebuah kebiasaan baru yang kini telah menjadi suatu kewajiban saat Kyuhyun dan Yesung bertemu.

"Emm.. Yesung-sshi.."panggil Kyuhyun.

"Ne?"jawab Yesung sembari menengok kearah Kyuhyun.

"Apa yang ingin kau beli nanti?"tanya Kyuhyun.

"Ehm.. aku ingin membeli beberapa stel pakaian untuk bayiku nanti, aku juga ingin boneka dan mainan untuk bayiku.."jawab Yesung.

"Baiklah, kalau begitu ayo kita ke toko pakaian bayi.."ajak Kyuhyun.

Kedua insan itu pun kembali berjalan, masih dengan Kyuhyun yang menggenggam telapak tangan Yesung erat dan senyuman cerah yang terpasang di wajah mereka. Bahkan hingga memasuki toko yang menjadi tujuan mereka dan saat memilih pakaian untuk sang jabang bayi pun mereka berdua enggan melepas genggaman tangan satu sama lain. Benar – benar bagai tak terpisahkan.

"Kyu.."panggil Yesung

"Ne.."jawab Kyuhyun.

"Bagaimana kalau ini?"ujar Yesung sembari mengangkat satu stel pakaian bayi yang terlihat lucu.

"Itu bagus."jawab Kyuhyun sembari mengangguk.

"Kalau ini?"Yesung kembali bertanya dan mengangkat satu stel pakaian bayi yang berbeda dengan yang dipegangnya tadi.

"Bagus."

"Ini?"

"Itu juga bagus."

"Kyuhyun!"

Kyuhyun tersentak kaget ketika tiba – tiba saja Yesung berteriak memanggilnya. Dan ketika Kyuhyun memandang wajah Yesung, benar saja Yesung terlihat marah. Namun Kyuhyun benar – benar tak mengerti kenapa Yesung memasang wajah seperti itu kearahnya. Apa dia telah berbuat salah?

"W-wae?"jawab Kyuhyun sedikit ketakutan.

"Aku benci Kyuhyun.."ujar Yesung sembari menundukkan kepalanya.

"E-eh? W-wae, Yesung-sshi? Apa aku melakukan kesalahan?"tanya Kyuhyun kepada Yesung, dapat dilihat ekspresi wajah Kyuhyun begitu abstrak sekarang. Antara terkejut, gugup, dan kebingungan.

"Kenapa sedari tadi kau selalu menjawab pertanyaanku dengan jawaban yang sama. Kenapa kau tak memilih salah satu baju yang aku tanyakan tadi. Kau selalu mengatakan semua baju itu bagus, mendengar jawabanmu aku menjadi bingung.."jawab Yesung masih dengan menundukkan kepalanya, dia masih enggan menatap wajah Kyuhyun. Sepertinya Yesung sedikit sensitive saat ini, terbukti dari nada suaranya yang terdengar bergetar seperti orang yang hendak menangis.

Kyuhyun menghela nafas panjang mendengar jawaban Yesung. Dia sadar telah melakukan kesalahan, yang pertama karena memberikan jawaban yang membingungkan untuk Yesung soal pakaian bayi tadi dan yang kedua adalah.. dia lupa jika seorang ibu hamil terkadang memiliki perasaan yang lebih sensitive dari biasanya hampir mirip seperti seorang wanita yang sedang mengalami masa menstruasi namun juga bisa lebih sensitive dari itu.

"Yesung-sshi.."ujar Kyuhyun sembari mengangkat wajah Yesung agar mau memandangnya.

Seperti yang kukatakan tadi, perasaan seorang ibu hamil itu sangat sensitive. Dan benar saja, ketika Kyuhyun mengangkat wajah Yesung dia bisa melihat bola mata Yesung yang memerah menahan tangis. Sepertinya jika dibiarkan semenit saja, Yesung akan benar – benar menangis.

"..mianhe aku telah membuatmu bingung dengan jawabanku tadi. Tapi, aku benar – benar jujur menjawab pertanyaanmu itu. Semua pakaian yang kau pilih tadi memang terlihat bagus jika dikenakan oleh seorang bayi. Semua pakaian yang dikenakan bayi akan terlihat manis dan juga lucu, bahkan jika itu hanya selembar kain sekalipun. Karena bukan pakaian itu yang membuatnya terlihat seperti itu, melainkan bayi itu sendiri. Kepolosan seorang bayilah yang membuat segalanya terlihat lucu dan juga manis.."jawab Kyuhyun dengan penuh pengertian menatap intens bola mata Yesung.

Mendengar jawaban Kyuhyun, perlahan - lahan Yesung mulai tersenyum kembali. Dia terlihat puas mendengar jawaban yang Kyuhyun berikan padanya.

"Tapi, aku tetap saja bingung. Mana yang harus kupilih?"tanya Yesung kembali.

Kali ini Kyuhyun terlihat benar – benar memilih pakaian – pakaian bayi yang ada di toko tersebut. Setelah beberapa saat dia memilih beberapa stel pakaian bayi dan menyerahkannya kepada Yesung.

"Kupikir ini yang terbaik."ujar Kyuhyun.

"Tapi, Kyu.. ini terlalu sederhana.."ujar Yesung sembari memandang kearah stel pakaian yang dipilih oleh Kyuhyun tadi. Pakaian bayi yang sangat sederhana tanpa aksesoris seperti bordir kartun, renda, ataupun semacamnya. Hanya stel pakaian bayi berwarna putih dengan sedikit bagian yang dihiasi bercak berwarna biru muda.

"Yesung-sshi, bayi yang baru lahir tidak boleh memakai pakaian yang terlalu ramai dengan aksesoris. Pakaian itu harus longgar dan sederhana sehingga nyaman dipakai dan tak terlalu susah saat dikenakan pada bayimu, selain itu bayimu akan bebas bergerak dengan pakaian yang sederhana."ujar Kyuhyun.

Dan lagi – lagi Yesung tersenyum mendengar kata – kata Kyuhyun. Dia bersyukur mengajak Kyuhyun hari ini, karena Kyuhyun benar – benar membantunya memilih pakaian yang terbaik untuk calon bayinya nanti.

"Baiklah kita pilih yang ini.."

-How To Love-

By Himi Chan

"Baiklah, kita sudah membeli pakaian untuk bayimu. Apa kau ingin membeli sesuatu lagi, Yesung-sshi?"tanya Kyuhyun kepada Yesung.

Keduanya terlihat baru saja keluar dari toko pakaian bayi yang mereka masuki tadi dengan Kyuhyun yang kini menenteng tas hasil belanja tadi. Dan Yesung terlihat tengah memikirkan jawaban atas pertanyaan Kyuhyun.

"Ah, aku ingin membeli ice cream!"jawab Yesung penuh semangat.

"Eh? Ice cream?"tanya Kyuhyun keheranan.

"Ne! Aku ingin makan ice cream vanilla ukuran jumbo!"jawab Yesung masih dengan penuh semangat.

"Tapi bukankah kau sudah makan ice cream beberapa hari yang lalu?"ujar Kyuhyun heran, mengingat beberapa hari yang lalu dia mendapati Yesung tengah memakan ice cream vanilla dengan ukuran jumbo dan kini Yesung ingin memakan ice cream lagi? Dia bertanya – tanya apa Yesung tidak bosan memakan ice cream?

"Tapi aku ingin makan ice cream lagi hari ini…"kata Yesung, namun kini terdengar nada sedikit manja dari bibirnya. Belum lagi tingkahnya yang menarik – narik ujung kemeja yang dikenakan Kyuhyun sembari menatap Kyuhyun dengan pandangan puppy eyes nya.

Oke, Kyuhyun benar – benar terkejut melihat tingkah Yesung yang manja untuk pertamakalinya. Dan benar – benar… dalam pikirannya Yesung benar – benar sa~ngat manis. Rasanya Kyuhyun bisa merasakan gula darahnya mendadak naik. Membuat Kyuhyun tak tega untuk menolaknya, namun dia ingat jika Yesung tengah hamil tua saat ini. Ice cream memang enak dan penuh dengan nutrisi, namun tak baik juga mengkonsumsinya dengan berlebihan apalagi untuk ibu hamil.

"Tidak bisa, Yesung-sshi.. kau tidak boleh memakan ice cream terlalu banyak.."ujar Kyuhyun tetap melarang keinginan Yesung.

Kini tatapan mata Yesung mulai berair, sudut bibirnya pun mulai melengkung ke bawah. Sepertinya dia ingin menangis, namun tetap saja dengan wajah seperti itu dia tetap terlihat cantik, lebih manis lagi malah.

"Tapii.. aku ingin makan ice cream, Kyunnie."rengek Yesung.

Sadar atau tidak, Kyuhyun kembali terkejut dengan panggilan Yesung terhadapnya yang terdengar begitu.. ah, bagaimana aku menjelaskannya? 'Kyunnie'? Bahkan orang tuanya tak pernah memanggilnya semanis itu. Ini pertamakalinya dalam hidup Kyuhyun mendapat panggilan yang begitu.. manis.

"Baiklah, kau boleh makan ice cream vanilla tapi hanya ukuran sedang. Arraseo?"ujar Kyuhyun menawar sembari menghela nafas.

"Tapi.."

"Kau harus mengingat baby yang ada di perutmu, Yesung-sshi. Kau tidak mau kan kalau baby di dalam perutmu kedinginan karena kau sering makan ice cream?"sela Kyuhyun sebelum Yesung sempat protes kepadanya.

"Ah.. benar juga.. baiklah kalau begitu.. jja! Kita beli ice cream!"kata Yesung kembali dengan nada penuh semangat.

Kyuhyun hanya bisa tersenyum tatkala Yesung menggandeng lengannya dan menariknya kearah stand makanan yang ada di department store tersebut. Sejujurnya dia gembira karena bisa mengenal Yesung lebih jauh, Yesung yang selama ini dikenalnya begitu anggun ternyata juga bisa bersikap manja dan kekanakan seperti sekarang. Dan itu membuatnya lebih dan lebih lagi jatuh kepada wanita hamil itu.

Setelahnya kita bisa melihat betapa bahagia dan romantisnya pasangan tanpa status yang jelas itu. Kyuhyun dan Yesung terlihat duduk berhadapan dan tersenyum sembari memakan ice cream vanilla seperti yang diinginkan Yesung tadi. Terkadang mereka berdua tertawa entah karena hal apa, terkadang mereka berdua tersenyum malu – malu dan bahkan… kini terlihat Kyuhyun yang mengusap bibir Yesung yang penuh dengan bekas ice cream yang dimakannya. Kyuhyun yang memandang penuh cinta dan Yesung yang kini wajahnya berubah mejadi kemerahan. Mereka berdua begitu bahagia berada dalam dunia mereka, hingga tak sadar ada sepasang mata yang memandang mereka dari kejauhan. Sepasang mata dengan raut yang tak bisa dijelaskan. Marah namun tak dapat melampiaskan. Jemari tangannya terkepal erat, hingga seluruh buku – bukunya memutih. Dia terkejut, amat sangat.

"Kyuhyun… Yesung noona.."gumamnya lirih.

-How To Love-

By Himi Chan

Beberapa hari kemudian..

Dddrrrrrttttt~

Kyuhyun baru saja akan memejamkan mata untuk tidur ketika tiba – tiba saja handphone nya bergetar karena sebuah pesan masuk. Dia segera meraih handphone nya yang dia letakkan di meja nakas yang ada di samping tempat tidurnya dan membuka pesan tersebut.

From : Yesung

'Kyuhyun! Apa kau sudah tidur?'

Kyuhyun tersenyum senang mendapat pesan dari Yesung. Rasa kantuknya seketika menghilang kala membaca pesan tersebut. Tanpa menunggu lagi dia mengetik pesan balasan untuk Yesung.

'Belum, Yesung-sshi. Ada apa?'

Kyuhyun menekan tombol 'send' di handphone nya. Tak selang berapa lama terlihat laporan pengiriman yang menandakan pesannya tadi berhasil di kirim ke Yesung. Kini dia menunggu balasan dari Yesung.

From : Yesung

'Ah, bukan apa – apa. Aku hanya ingin meminta tolong padamu, bolehkah?'

Kyuhyun kembali menulis pesan balasan untuk Yesung dan segera mengirimkannya.

'Tentu saja boleh. Apa ada yang bisa kulakukan untukmu?'

Tak perlu menunggu lama, handphone Kyuhyun kembali bergetar kembali.

From : Yesung

'Lusa adalah hari ulang tahunku. Aku ingin kau mengantarkanku ke suatu tempat di hari itu. Apa kau tak keberatan?'

Kedua alis Kyuhyun terangkat, dia terkejut. Dia baru tahu jika lusa adalah hari ulang tahun Yesung. Dia memang sangat minim pengetahuannya akan Yesung, terang saja karena baru beberapa minggu mereka berkenalan. Itu pun bisa dikatakan dirinya dan Yesung sebagai makhluk pemalu, karena meskipun mereka dekat namun tak banyak hal pribadi yang mereka ungkapkan.

'Baiklah aku akan mengantarmu. Kemana kita akan pergi lusa?'

Kyuhyun kembali memberikan balasan kepada Yesung.

From : Yesung

'Aku akan memberitahu tempatnya ketika kita bertemu nanti. Kita berangkat jam 08.00. Terimakasih sebelumnya karena kau mau mengantarkanku, Kyuhyun-ah. Sebaiknya kau segera tidur karena ini sudah larut malam. Sampai jumpa lusa nanti^^ '

Kyuhyun menatap datar layar handphone nya, kemudian matanya menerawang ke langit – langit kamarnya. Setelah membaca pesan Yesung tadi, entah mengapa dia merasa akan ada sesuatu. Entah itu sesuatu yang baik atau buruk, dia tak tahu. Membuat dia urung untuk membalas pesan Yesung, sekedar mengatakan 'Ya' atau 'Baiklah, sampai jumpa!'. Entahlah, dia merasakan Yesung menyembunyikan sesuatu hal besar.

Namun dia segera menggelengkan kepalanya kuat – kuat, mencoba menghalau pikiran buruknya. Tidak… tidak.. semua pasti akan baik – baik saja. Ada hal lain yang lebih penting yang harus dia pikirkan. Dia tak seharusnya memikirkan hal – hal buruk tak berarti, hanya akan membuang sia – sia tenaganya. benar, lebih baik Kyuhyun tidur daripada harus memikirkan hal tak berguna seperti itu.

Kyuhyun segera mematikan seluruh lampu kamarnya, hanya menyisakan satu lampu tidur yang memberikan sinar remang – remang. Dia segera memposisikan diri dengan merebah di atas tempat tidurnya, memejamkan matanya erat – erat berharap bisa secepatnya pergi ke alam mimpi. Dan berharap dia akan menjalani hari esok seperti biasanya, tenang dan tanpa ada hal buruk terjadi. Semoga saja…

-How To Love-

By Himi Chan

Tak biasanya, ya.. tak seperti biasanya. Kyuhyun yang biasa dikenal sebagai anak baik, sebelum bertemu Yesung, dimana hidupnya hanya berputar pada sekolah-rumah-sekolah-rumah. Sangat jarang menemukan Kyuhyun bermain keluar bersama teman – temannya, pergi ke tempat – tempat bermain ataupun melakukan hal – hal yang biasa dilakukan bocah seusianya. Namun kini Kyuhyun tengah berjalan – jalan di daerah Hongdae, salah satu bagian dari kota Seoul yang sangat terkenal. Tempat dimana anak – anak muda sering menghabiskan waktunya. Bermain game, basket, bernyanyi di jalan, makan – makan, bahkan mabuk bersama.

Tapi bukan itu yang menjadi alasan kenapa Kyuhyun datang kemari. Hongdae, memang dikenal sebagai youngstreet, dimana anak – anak muda Seoul sering berkumpul. Namun Hongdae juga dikenal sebagai daerah fashion atau lebih tepatnya tempat berbelanja terbaik di Seoul. Dan Kyuhyun kemari karena ingin membeli sesuatu, bukan untuknya melainkan untuk Yesung. Kado ulang tahun Yesung besok.

Sedari seusai sekolah tadi, Kyuhyun benar – benar dibuat bingung tentang apa yang akan dia berikan sebagai kado untuk ulang tahun Yesung besok. Sejujurnya Kyuhyun tak pernah sebelumnya memberikan kado kepada orang lain kecuali orang tuanya. Bahkan Kibum yang telah berkawan lama dengannya tak pernah sekalipun dia berikan kado saat Kibum berulang tahun. Paling Kyuhyun hanya akan mentraktir Kibum di hari itu. Dan tak mungkin bukan dia memperlakukan Yesung sama seperti Kibum?

Karena itulah Kyuhyun pergi ke Hongdae, berharap dapat menemukan benda yang tepat untuk diberikan kepada Yesung besok. Dan sudah sekitar tiga jam Kyuhyun berjalan mengelilingi daerah Hongdae, namun dia tak menemukan apa pun. Hampir setiap toko dia masuki, namun berakhir dengan kegagalan karena tak ada satupun yang cocok dengan keinginannya. Kakinya sudah lelah, namun dia tak bisa berhenti karena dia sudah bertekad untuk memberikan Yesung sebuah kado yang dapat membuat Yesung selalu mengingatnya.

Dan sepertinya keberuntungan akhirnya jatuh kepada Kyuhyun. Kyuhyun melihat pedagang di pinggir jalan yang menjual berbagai aksesoris untuk wanita dan juga pria. Merasa tertarik, dia berjalan menghampiri stand pedagang tersebut. Melihat berbagai kalung, cincin, gelang yang terpajang di atas meja kayu milik pedagang itu. Dan bola mata Kyuhyun terpaku pada deretan cincin, gelang, dan kalung yang ada disana. Baru terpikirkan olehnya, bahwa mungkin barang yang tepat untuk diberikan kepada Yesung besok adalah sebuah perhiasan. Ya, cocok untuk seorang wanita dan bisa menggambarkan kepribadian wanita tersebut. Dan lagi, konon perhiasan yang diberikan seorang pria kepada wanita akan selalu dikenang oleh wanita tersebut sampai kapan pun.

Mata Kyuhyun menelusuri setiap benda di sana. Mencari – cari satu benda yang cocok untuk dia berikan kepada Yesung. Benda yang indah namun sederhana, cocok seperti kepribadian Yesung. Dan, ternyata itu memang tidak mudah. Diantara berkilaunya aksesoris yang ada di sana, Kyuhyun belum dapat menemukan yang sesuai kriterianya tadi, hingga… akhirnya dia menemukannya. Sebuah cincin sederhana, bukan terbalut emas maupun perak, tidak bertaburan batu mulia, namun tetap terlihat begitu cantik. Tanpa ukiran rumit yang menghiasi, hanya sebuah cincin monel sederhana dengan bagian depan terbelah dua membentuk elips runcing dengan kedua ujungnya yang menyatu di bagian lain cincin tersebut.

"Ahjusshi, boleh aku melihat cincin ini?"tanya, Kyuhyun.

"Tentu saja, silakan."jawab Ahjusshi tersebut.

Kyuhyun segara mengambil cincin yang menjadi incarannya itu. Benar – benar cantik walaupun sangat sederhana, dan benar – benar mirip seperti Yesung. Sempurna. Kyuhyun yakin Yesung pasti gembira ketika Kyuhyun menyerahkan cincin ini kepadanya. Kyuhyun tak bisa berhenti tersenyum membayangkan bagaimana ekspresi Yesung ketika menerima cincin ini.

"Pilihan yang tepat anak muda, cincin yang kau pilih itu merupakan cincin pasangan. Jika kau membeli keduanya aku akan memberikan potongan harga secara cuma – cuma padamu. Ini dia…"ujar penjual itu sembari menyerahkan sebuah cincin kepada Kyuhyun.

Kyuhyun meraih cincin yang diberikan penjual itu padanya, pasangan dari cincin yang ada di tangannya. Cincin itu tidak memiliki bentuk yang sama dengan cincin untuk sang wanita. Dinding cincin itu lebar, dan hanya berhiaskan sebuah celah dimana cincin sang wanita bisa tepat masuk ke dalamnya. Sebuah celah yang bisa menyatukan kedua cincin tersebut.

"Baiklah, aku membeli kedua cincin ini."ujar Kyuhyun.

"Apa kau akan memberikan cincin itu kepada kekasihmu?"tanya penjual itu kepada Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh kearah penjual itu.

"Ah, dia bukan kekasihku. Tapi aku sangat menyukainya."jawab Kyuhyun sembari tersenyum tipis.

"Begitu.. Apa kau tahu anak muda? Ketika kau memberikan cincin kepada wanita yang kau sukai, itu artinya kau tak akan pernah melepasnya seumur hidupmu, karena diantara kalian berdua ada sebuah ikatan yang tak akan terpisahkan.."ujar penjual tersebut.

"Benarkah? Tapi, aku belum yakin dia mau terikat denganku.."jawab Kyuhyun menanggapi perkataan penjual itu.

"Kalau begitu… ini!"Penjual itu segera menggambil salah satu kalung tanpa liontin yang ada di atas meja jualnya dan menyerahkannya kepada Kyuhyun.

"..jadikan cincin itu sebagai liontin. Kalun berliontin cincin mempunyai makna bahwa meskipun wanita itu belum terikat denganmu, kau akan selalu setia menunggu dan selalu ada untuknya."lanjut penjual itu pada Kyuhyun.

Mata Kyuhyun berbinar, entah mengapa semua yang dikatakan penjual itu benar – benar cocok padanya.

"Baiklah, tolong bungkus semua ini. Dan cincin ini langsung aku pakai saja."ujar Kyuhyun. Sembari menyerahkan kalung dan cincin yang akan dia berikan pada Yesung, sedangkan cincin sang pria segera dia kenakan di jari manisnya.

"Ini silakan.." ujar penjual itu tak berapa lama, sembari memberikan sebuah kotak cincin berwarna merah kepada Kyuhyun.

Kyuhyun segera menyerahkan beberapa lembar uang untuk membayar apa yang dibelinya tadi kepada penjual tersebut.

"Jangan lupa menyatakan perasaanmu saat menyerahkan cincin tersebut, aku yakin wanita yang kau sukai tak akan menolakmu. Kau sangat tampan dan juga baik. Semoga kau berhasil nanti."ujar penjual itu sembari menyerahkan kembalian pada Kyuhyun.

"Terimakasih atas nasehatnya, ahjusshi."ucap Kyuhyun sebelum akhirnya menundukkan kepalanya tanda permisi.

Kyuhyun segera berbalik untuk pergi, namun dia terkejut ketika melihat seseorang yang sangat dikenalnya tengah berdiri tepat di hadapannya. Menatap datar, tajam, dan dingin kepada Kyuhyun.

"Kim Kibum.."lirih Kyuhyun.

"Cho Kyuhyun, kita perlu berbicara."

-How To Love-

By Himi Chan

30 menit…

Sudah 30 menit berlalu sejak keduanya duduk berhadapan di sebuah café tak jauh dari tempat mereka bertemu. Mereka tak melakukan apa pun selain duduk diam dan meminum minuman yang mereka pesan di café itu sebelumnya. Tak ada yang berniat menampakkan suara diantara keduanya. Kibum yang awalnya mengajak berbicara pun sedari tadi hanya memalingkan muka dari Kyuhyun, entah apa maksudnya. Dan Kyuhyun, sama sekali tak acuh dengan sikap Kibum, meskipun sejujurnya dia tetap sedikit heran dengan tingkah Kibum saat ini. Tak biasanya Kibum diam dihadapannya. Kibum yang dikenalnya adalah seseorang yang berisik dan banyak tingkah, namun kali ini dia mendapati sosok lain dari Kibum. Kibum yang ada di hadapannya saat ini bukanlah Kim Kibum yang dia kenal.

"Untuk apa kau mengajakku kemari?"akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk membuka suara.

Untuk beberapa saat Kibum masih memalingkan wajahnya dari Kyuhyun, namun dia akhirnya mau memandang kearah Kyuhyun setelah menghela nafas panjang.

"Bukan apa – apa, aku hanya ingin berbicara denganmu.."jawab Kibum.

Kyuhyun kembali menyeruput minumannya sembari menatap tajam Kibum. Ini aneh, sedari tadi Kibum mengatakan kalau ia ingin berbicara dengannya. Namun, hingga sekarang Kibum masih bungkam atau malah sama sekali tak berniat membiacarakan hal tersebut. Membuat Kyuhyun begitu penasaran.

"Tentang apa?"Kyuhyun kembali bertanya.

Kibum kembali diam, bola matanya kini terfokus pada cangkir yang dipegangnya. Menerawang genangan air yang ada dalam cangkir miliknya. Okay, tingkat kesabaran Kyuhyun telah mencapai batasnya. Tingkah Kibum saat ini sudah membuatnya jengkel. Apa Kibum ingin mempermainkannya? Untuk apa Kibum membuang – buang waktunya jika dia tak ingin mengatakan apapun? Ck.. benar – benar..

"Jika tak ada yang ingin kau katakan, aku pergi.."ucap Kyuhyun sembari berdiri dari kursinya, hendak pergi.

"Tunggu!"sebelum sempat Kyuhyun melangkahkan kakinya, Kibum telah terlebih dahulu menahan tangan Kyuhyun. Meminta Kyuhyun untuk jangan pergi.

"Aku benar – benar ingin membicarakan sesuatu padamu, tolong jangan pergi dulu.."pinta Kibum.

Kyuhyun memandang kearah bola mata Kibum. Sepertinya Kibum memang benar – benar ingin membicarakan suatu hal padanya, Kyuhyun tak menemukan sedikit kebohongan di matanya. Kyuhyun pun memutuskan untuk kembali duduk di posisinya semula.

"Cepat katakan apa itu.."ujar Kyuhyun.

Kibum menghela nafas panjang, entah untuk yang keberapa kalinya. Namun kali ini dia benar – benar memulai pembicaraan.

"Bagaimana kabar wanita yang kau sukai, Kyu?"

"Huh?"Kyuhyun terkejut mendengar pertanyaan Kibum. Untuk apa Kibum menanyakan hal seperti ini?

"Bagaimana kabar wanita yang kau sukai, Kyu?"tanya Kibum sekali lagi.

"Dia baik – baik saja."ujar Kyuhyun.

Kibum menatap Kyuhyun penuh arti, namun Kyuhyun sama sekali tak menangkap satu pun makna yang terpancar dari krystal bening Kibum.

"Apa kau tak ingin menceritakan kepadaku tentang wanita yang kau sukai? Bukankah kita berteman?"Kibum kembali membalas pertanyaan Kyuhyun.

Dahi Kyuhyun mengernyit heran,

"Aku sudah menceritakan semuanya padamu. Kenapa kau menanyakan hal ini?" Kini Kyuhyun balik bertanya kepada Kibum.

"Benarkah? Apa benar kau sudah menceritakan semuanya padaku?"Kibum seakan tak acuh dengan pertanyaan Kyuhyun, dari tatapan matanya dia terlihat bersikeras meminta Kyuhyun untuk jujur dan menjawab pertanyaannya.

"Kenapa kau ingin tahu semua ini?"tanya Kyuhyun kembali. Dia tetap kukuh menanti jawaban Kibum atas pertanyaannya.

"Dia… wanita yang kau sukai itu… bukankah dia seorang wanita hamil?"Kibum tetap retoris memberikan pertanyaan kepada Kyuhyun, dia benar – benar tak menghiraukan apa yang dikatakan Kyuhyun tadi. Karena baginya, jika Kyuhyun keras kepala maka dirinya bisa lebih keras kepala lagi.

"B-bagaimana kau bisa tahu?"tanya Kyuhyun gugup, dia tak menyangka Kibum mengetahui perihal wanita yang disukainya padahal Kyuhyun sama sekali tak pernah menceritakannya.

"Apa kau berniat menyatakan perasaanmu kepadanya? Apa kau berniat memintanya menjadi milikmu?"kembali Kibum melancarkan pertanyaan kepada Kyuhyun, dan kali ini berhasil membuat Kyuhyun bungkam.

"Dengar, Kyu. Kau boleh mencintai siapapun tapi kau harus tahu batas mencintai seseorang. Ada kalanya kau tak boleh mencintai hal yang benar – benar kau cintai. Salah satunya dia. Kau tidak boleh jatuh cinta kepadanya, Kyu. Kau tidak boleh mencintai seseorang yang telah menjadi milik orang lain.."ujar Kibum sembari menatap intens Kyuhyun.

Kata – kata Kibum tersebut jelas memukul hati Kyuhyun. Krystal bening Kyuhyun membola, pikirannya rumit. Dia bingung dengan semua ini. Bagaimana bisa Kibum tahu mengenai Yesung padahal dia tak pernah sama sekali menceritakannya? Kenapa Kibum mengatakan hal ini kepadanya? Kenapa Kibum tiba – tiba memintanya untuk berhenti mencintai Yesung? Kenapa? Kenapa?

"Kenapa…"ujar Kyuhyun memotong kata – katanya. Entahlah, untuk saat ini berkata – kata saja terasa begitu sulit. Namun Kyuhyun tetap harus mengatakannya. Kyuhyun mencoba menatap mata Kibum, ada satu hal yang ingin dia tanyakan sedari tadi kepada Kibum.

"…untuk apa kau mengatakan ini semua padaku?"lanjut Kyuhyun pada akhirnya.

Kini giliran Kibum yang bungkam. Bukan karena dia tak bisa menjawab, tapi ini lebih karena… dia enggan mengatakan kejujurannya di hadapan Kyuhyun.

"Jawab aku, Kim Kibum!"teriak Kyuhyun.

Kibum terkejut melihat Kyuhyun berteriak kepadanya. Untuk pertamakalinya dia melihat Kyuhyun seperti itu. Namun dia sadar, saat ini dia bukan berada dalam posisi untuk terkejut akan perubahan Kyuhyun. Dia harus mengatakan kebenaran itu.

"Kakak ku…"ucapnya lirih.

Kyuhyun masih terus memandang tajam Kibum. Sedangkan Kibum terlihat mengambil nafas sebelum melanjutkan kata – kata.

"Kakak ku adalah suami Yesung noona, orang yang kau cintai.."

-How To Love-

By Himi Chan

Keesokan harinya..

Seperti biasa Kyuhyun datang ke rumah Yesung dengan menggunakan taksi. Dan selalu saja Kyuhyun datang lebih awal, entah apa alasannya yang pasti dia tak ingin membuat Yesung menunggu. Namun untuk kali ini, sepertinya Kyuhyun salah perkiraan. Karena deri jauh, Kyuhyun bisa melihat Yesung yang sudah berdiri menanti kedatangannya.

Ketika taksi yang ditumpangi Kyuhyun berhenti tepat di depan rumah Yesung, Kyuhyun segera membuka kaca jendela penumpangnya. Sengaja memperlihatkan diri agar Yesung tahu bahwa itu dirinya. Dan Yesung yang mengetahui hal tersebut pun segera datang menghampiri taksi itu, dirinya segera masuk dan duduk di kursi penumpang di samping Kyuhyun.

"Hai, Kyuhyun.."sapa Yesung begitu masuk ke dalam taksi.

"Hai, Yesung-sshi. Apa kau sudah menunggu dari tadi?"ujar Kyuhyun bertanya kepada Yesung.

"Tidak juga, aku baru saja keluar dari rumah beberapa menit sebelum kau datang. Tak kusangka kau datang lebih awal."jawab Yesung.

Kyuhyun tersenyum, jawaban Yesung tadi lebih terdengar seperti pujian baginya. Entahlah, mungkin dia yang terlalu berlebihan. Dan tiba – tiba saja Kyuhyun teringat sesuatu, ada hal yang harus dia tanyakan kepada Yesung sekarang.

"Ehmm… Yesung-sshi. Boleh aku tahu kemana kita akan pergi hari ini?"

Yesung memandang Kyuhyu sejenak, namun pandangannya sendu. Dia tersenyum, namun senyumannya terasa hambar, tak manis seperti biasanya. Dan sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun, dia menghela nafas panjang.

"Hari ini…. Kita akan pergi ke pemakaman.."

TBC

Pertanyaannya..

Siapakah kakak Kibum yang ternyata adalah suami dari Kim Yesung?

Makam siapakah yang akan dikunjungi oleh Yesung dan juga Kyuhyun?

Ah, dari review sebelumnya ada beberapa pertanyaan yang ingin saya jawab:

"Ini GS? Tumben sekali…"

Iya.. karena saya ingin mencoba sesuatu yang baru.. cari pengalaman dalam menulis ff..
lagian setelah ngelihat pict editan Yesung jadi cewek yang di upload Yesung sendiri di twitter nya, jiwa GS saya jadi membara.. kkk~

"Yang jadi suami Yesung siapa? Siwonkah?"

Itu rahasia, tapi yang pasti bukan Siwon. Silakan di tebak lagi.. ^^

"Yesung eomma hamilnya kenapa , karna udah nikah apa karna suatu musibah?"

Jawaban nya ada chapter berikutnya.. di tunggu saja..

"Itu pasti didalam perut yesung anak kyuhyun Iya kan?"

Ehmm… silakan di tebak saja~

"ini yg waktu itu dipublish di fb kan?"

Iya^^ benar sekali!

"Kira - kira siapa ya yang jadi aegi yang ada di perut nya yeye?"

Saya juga belum tahu, tolong bantu beri saran^^

"kenapa yesung jadi sedih gitu saat ditanya tentang suaminya oleh kyuhyun? apakah yesung juga menyukai kyuhyun?"

Jawabannya ada di chapter berikutnyaa~ ^^

"Sepertinya cerita ini akan rumit?"

Cerita ini gak akan serumit yang kamu bayangkan kok ^^

Terimakasih sudah mau mengikuti abstrak cerita ini^^

rina afrida : Nakazawa Ryu : tety . sinaga . 9
cloudsition : Putry . KyusungKrishun : Cinderella Cloudy
Guest : Jy : Satya : dewicloudsddangko : ryani clouds : Erma Clouds
CloudyBear : fifahaslinda : Guest : Mukhaclouds : iwsumpter : idda KyuSung
dera elf : Vilsa Sparkcloud : Leha Camellia : NdahClouds : Augesteca
HeHe : dew90 : ysismine : purieCloudsYesung : cloudyeye
kimfida62 : sisil . li24 : GC3224 : Veeclouds : ikadyah

Tanpa kalian.. cerita ini gak akan berarti ^^

See you in next chap!

Himi Chan