bagi yang masih berminat membaca fic gaje ini, saya ucapkan SELAMAT MEMBACA... JANNJOOOT...!
Disclaimer : Natuto © Masashi Kishimoto
Rating : K+
Pairing: NaruHina
Genre : romance, friendship
Warning : alur cerita GaJe,typo,OOC,kalimat amburadul,alur kacau
.
.
.
"aku jadi penasaran siapa orang yang bisa membuat kak Hina jatuh cinta, pastinya ia seorang yang tampan dan pintar"tebak Naruko.
"hm,,, bukan hanya itu saja, ia punya senyum yang cerah seperti dirimu Naru"tambah Hinata, dengan muka yang memerah karena sedang membayangkan wajah kekasihnya.
"jadi,,, siapa dia" tanya Naruko yang masih penasaran siapa kekasih Hinata.
"dia,,,"
.
Chapter 2
.
.
.
"dia,,," TENG,,,TENG,,,TENG,,, perkataan Hinata terhenti saat bunyi bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat sudah habis. "ayo kembali kekelas,,, nanti saja saat di rumah dan sekarang fokus saja pada pelajaran" lanjut Hinata.
"baiklah,,, ayo" seru Naruko.
SKIP TIME:
TENG,,,TENG,,,TENG,,, bunyi bel sekolah menandakan pelajaran hari ini sudah usai.
"haaaah,,, akhirnya selesei juga"helaan napas Naruko. "kak Hina aku mau menemui nenek dulu, ada yang ingin aku bicarakan dengannya".
"baiklah,,, aku tunggu di gerbang sekolah".
Di ruang Kepala Sekolah
BRUAK...! suara pintu terbuka dengan kasar oleh Naruko. Seseorang yang sedang sibuk-sibuknya didepan computer hampir terjungkal kaget karena ulah cucunya.
"neneeek….! Ada kabar mengejutkan tentang kakak" teriak Naruko kepada neneknya yang tak lain adalah Tsunade.
Tsunade yang baru saja sadar dari kekagetannya hanya menghela nafas karena ulah cucunya. "Naruko sudah kubilang ketuk pintu dulu sebelum masuk,,, kau akan membunuhku kalau aku punya penyakit jantung".
"hehe maaf,,, ini tentang kak Naruto" ucap Naruko dengan wajah tanpa dosanya.
"memangnya kenapa dengan kakakmu"
"nenek tahu tidak kalau kakak sudah punya pacar"
"tidak,, memangnya siapa yang mau dengan kakakmu"
"nenek terlalu menganggap remeh kak Naruto, dia itu cukup populer di kampusnya"
"tahu dari mana"
"pacarnya kak Neji"
"memangnya kau tahu siapa pacarnya kakakmu"
"hmm…"Naruko menggelengkan kepalanya. "tapi tadi pagi dia sendiri yang bilang kalau pacarnya ada di sekolah ini".
"hmm jadi begitu ya" sahut Tsunade sambil manggut-manggut.
"Naruko,,, kau tahu tujuan utama kakakmu pindah ke Konoha" tanya Tsunade pada Naruko.
"bukankah pindah kesini untuk meneruskan pendidikannya"
"ternyata benar kau tak tahu soal itu ya"
"soal apa memangnya"
"bisa dibilang kakakmu itu kabur ke Konoha hanya untuk menghindari rencana ayahmu"
"rencana apa memangnya hingga membuat kakak kabur dari rumah"
"perjodohan"
"haa,,,! perjodohan"
"kenapa kau begitu kaget"
"nampaknya akan lebih sulit"
"sulit apanya"
"haah,,, akan semakin sulit saja menyatukan kak Naruto dengan kak hinata apalagi mereka sudah mempunyai pasangan dan lagi, ayah menjodohkan Kakak"
"hei Naruko,,, tanpa kau sadari kau itu mendukung rencana ayahmu"
"mendukung bagaimana maksudnya"
"kau tahu dengan siapa Naruto dijodohkan"
"tidak,, memangnya dengan siapa"
"dengan anaknya wakil direktur perusahaan ayahmu"
"bukankah wakil direkturnya itu paman Hiashi,,,, ehh paman Hiashikan ayahnya kak Hinata"
"ya itulah yang kumaksud kalau kau mendukung rencana ayahmu"
"tapikan mereka sudah mempunyai pasangan"
"benar juga apa katamu Naruko"
"oh iya aku hampir lupa ngasih tahu Kakak kalau hari ini aku akan belajar dirumahnya kak Hinata dan akan pulang telat" ucap Naruko lalu mengambil ponselnya yang ada di tasnya.
"suruh saja kakakmu kemari"
"hm"
Di gerbang sekolah
Naruto tengah berdiri dengan raut wajah bosannya karena sedang menunggu adiknya yang tak kunjung keluar dari sekolah.
"itukan Naruto" guman Hinata lalu menghampiri.
"Na-Naruto"sapa Hinata agak canggung.
"eeh Hinata,, apa kabar,,,?" jawab Naruto dengan sedikit kaget.
"baik,,,lagi nunggu dia pulang ya" tanya Hinata
"aah iya,, hmm apa kau langsung mau pulang"
"tidak,,, aku lagi nunggu temanku"
Drrrt,,,drrrt,,,drrrt,,, panggilan masuk diponsel Naruto
"hmm Naruko" batin Naruto saat melihat nama yang menelponnya lalu ia menjawabnya. "heii ada apa menelponku, cepat pulang"
",,,"
"apa,,,! Diruang kepala sekolah" lalu menutup ponselnya. "maaf ya aku harus menghadap kepala sekolah, tak apa-apakan kalau kutinggal"
"tak apa-apa kok" setelah mendengar jawaban Hinata Naruto langsung berlari menuju ke ruang kepala sekolah.
"awas saja kau Naru kalau Nenek sampai bertanya yang tidak-tidak" kata Naruto dalam hati.
Diruang Kepala Sekolah
"aku tinggal dulu ya soalnya kasihan kak Hinata kalau kelamaan menungguku"ucap Naruko lalu berjalan menuju kaluar.
" hm baiklah, hati-hati dijalan" kata Tsunade menasehatinya.
"pesan Nenek kan slalu kuingat,,, Oo ya tolong bilang ke kak Naruto kalau nanti aku pulang terlambat" Narukopun melangkah keluar.
Tsunade yang tadinya melihat cucunya keluar dari rungannya kini melanjutkan pekerjaannya kembali.
.
.
"aah itu dia Naruko" batin Naruko lalu menghampirinya.
"apa saja yang kau katakan pada nenek" kata Naruto yang membuat Naruko kaget.
"ehh,,, aku hanya mengatakan kalau kakak sudah punya pacar" ujar Naruko sedikit gugup.
"hanya itu" tanya naruto yang masih belum percaya dengan kata adiknya.
"i-iya hanya itu yang kukatakan pada nenek,, sudah dulu ya temanku sudah lama menungguku,, lagi pula nenek ada parlu dengan kakak" ucap Naruko lalu berlari meninggalkan kakaknya.
"eeh tunggu,,,," teriak Naruto, tapi adiknya seolah tak mendengar teriakannya dan tetap berlari menjauhinya. "padahal tadi pagi minta untuk dijemput dan ingin mengetahui kekasihku, kalau nenek ada perlu denganku pasti akan disuruh menyeleseikan pekerjaanya dan lagi, hari ini tak bisa berduaan dengannya haahh mungkin ini bukan hariku" guman Naruto lalu iapun melangkahkan kakinya menuju ke ruang kepala sekolah.
.
.
.
"nenek,,, kenapa memanggilku" tanya Naruto yang saat ini sudah yang ada di ruang kepala sekolah.
"ah kau sudah datang rupanya, aku hanya ingin bertanya siapa gadis yang kena sial yang jadi pacarmu" kata Tsunade dengan nada menyindir.
"apa aku seburuk itu" guman Naruto yang menunjukkan raut muka sebal.
"hahaha hanya bercanda,,, lagian yang kulihat selama ini kau begitu cuek terhadap perempuan"
"kelihatannya nenek sedang banyak kerjaanya" ucap Naruto yang berusaha mencoba mengalihkan pembicaraan.
"seperti yang kau lihat pekerjaanku memang banyak untuk itu kau kusuruh kemari dan bantu aku menyeleseikannya"
"bodoh sekali aku mengalihkan pembicaraan yang sama-sama ingin kuhindari"batin Naruto yang semakin drop. "tapi aku harus pulang kasihan Naruko kalau kutinggal sendiri dirumah" sanggah Naruto untuk mencari alasan agar bisa kabur dari neneknya.
"tenang saja hari ini dia sedang belajar dirumah temannya,,, dan akan pulang terlambat katanya" ujar Tsunade dengan santainya.
"temannya laka-laki atau perempuan"
"perempuan, lagi pula disekolahan ini tak ada laki-laki yang berani menggodanya,, kau tahu sendirikan di juara bertahan kejuaraan Judo antar sekolah"
"haahh,,, tapi akukan sudah membantu kemarin"
"ayolah,,, masa kau tega membiarkan nenekmu mengerjakan pekerjaan sebanyak ini sendirian"
"kanapa aku yang harus membantu sih" protes Naruto.
"andai saja anaknya Minato mau menyetujui rencana perjodohannya pasti saat ini Minato akan memban,,,," kata Tsunade yang terpotong masih dengan wajah seperti orang yang sedang mengandai-andaikan sesuatu.
"baiklah aku akan membantu tapi jangan ungkit-ungkit masalah itu lagi" kata Naruto yang memotong perkataan Tsunade tadi.
"deal,,, ayo sekarang kita mulai bekerja" ajak Tsunade. "kau tak mau memberitahukannya,,, akan kucari sendiri siapa pacarmu Naruto" kata Tsunade dalam hati.
.
.
.
Diperjalanan pulang
"kak aku masih penasaran dengan pacar kak Hina,, apa dia dari kelas XII-A. disanakan banyak siswa pintar dan tampan" tanya Naruko yang masih mengira-ngira siapa yang jadi pacarnya Hinata saat ini.
"dia bukan berasal dari sekolah kita"
Tiba-tiba saja sebuah mobil merah berhenti didepan mereka. Seorang laki-laki berambut merah bata dengan tato di dahinya yang mengenakan jaket almamater berlambangkan logo Universitas Konoha keluar dari mobilnya.
"apakah kekasihmu itu salah satu mahasiswa dari Universitas Konoha" bisik Naruko pada Hinata.
"hm" jawab Hinata dengan menganggukkan kepalanya.
"hai Hinata" sapa laki-laki itu.
"Gaara" ucap Hinata.
.
.
.
TBC
terima kasih sudah mau membacanya, soalnya ini fic pertamaku,,,, maaf bila ada kesalahan pengetikan atau kalimat yang sulit untuk dimengerti...
