The CEO
.
.
.
Main Cast : Chanyeol, Baekhyun (GS)
Rate : T
Other Cast : Sehun, Luhan (GS), Kai, Kyungsoo (GS)
Genre : Romance, Hurt
Note : Dimohon baca author note dibawah
It's Genderswitch
Don't Like, Don't Read
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Baekhyun dan Luhan kini sudah berada di bandara Incheon menunggu kedatangan Sehun dan
Chanyeol. Baekhyun dengan setelan casualnya, sedangkan Luhan dia sedikit berdandan rapi
hari ini menurut Baekhyun. Ia memakai dress pendek warna biru laut dan di padu padankan dengan aksesoris kalung mutiara berwarna putih.
"Kau tampak cantik hari ini eonnie." ujar Baekhyun pada Luhan yang sibuk merapikan bajunya.
Luhan tersenyum "Siapa yang tidak ingin berdandan cantik jika tunangannya yang selama ini ia
rindukan akan pulang untuk menemuinya hari ini Baek." tutur Luhan.
Luhan dan Sehun memang sudah lama menjadi sepasang kekasih. Mereka sudah menjalin hubungan semenjak mereka duduk di bangku akhir senior high school dan melakukan pertunangan dua tahun kemudian sebelum Sehun berangkat ke London untuk melanjutkan pendidikan.
Wajar jika hari ini Luhan ingin berdandan cantik untuk menyambut kedatangan tunangannya tersebut. Luhan dan Sehun sudah tidak bertemu dua tahun lamanya, mereka hanya berkomunikasi lewat email ataupun skype. Inilah saatnya bagi Luhan untuk melepas rindu pada tunangannya tersebut.
"Kau akan merasakannya jika kau jatuh cinta Baek." bisik Luhan di telinga Baekhyun, hingga sukses membuat pipi Baekhyun merona.
"Eoh- bukankah itu Byun Baekhyun, model terkenal itu?" ujar seorang gadis remaja, yang berdiri tidak jauh dari tempat Baekhyun dan Luhan duduk saat ini.
"Waah kau tampak cantik walaupun hanya berpakaian seperti ini." kata gadis lain, sambil mengeluarkan smartphone miliknya untuk memotret Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum menanggapi para fansnya yang tiba-tiba saja sudah mengerumuni dirinya dan Luhan.
Suasana di bandara tiba–tiba saja menjadi riuh ketika kabar Baekhyun yang sedang berada di bandara dengan cepat tersebar. Akhirnya Baekhyun dan Luhan memutuskan untuk menggunakan ruang tunggu VIP bandara karena kerumunan orang yang semakin padat.
"Aku sarankan jika kau akan pergi ke ruang publik sebaiknya kau melakukan penyamaran Baek, jangan merepotkan lagi petugas bandara yang mati–matian menjagamu dari fans–fansmu seperti barusan." ungkap Luhan.
"Heol~ bukankah kau yang memintaku menemanimu kesini eonnie?" ucap Baekhyun tidak terima.
"Ya, memang aku yang memintamu untuk menemaniku kesini. Tapi tak bisakah kau lihat penampilanku sekarang?" Luhan merapihakan bajunya yang tampak kusut karena harus ikut berdesakan dengan fansnya Baekhyun.
"Ah jinjja~ lihatlah fansmu yang banyak itu, aku bahkan harus membantumu untuk keluar dari kerumunan itu."
"Aku tak memintamu untuk mengeluarkanku dari kerumunan itu eonnie. Lagipula aku bisa
mengatasinya sendiri." bela Baekhyun.
"Ah bagaimana ini? Bagaimana jika Sehun melihatku dengan penampilan yang berantakan seperti ini?"
Baekhyun hanya menggeleng melihat kelakuan managernya saat ini yang kini sibuk memperbaiki penampilannya sendiri. Ternyata cinta bisa merubah seseorang, batin Baekhyun.
"Baek bagaimana penampilanku?" tanya Luhan yang sudah selesai memperbaiki penampilannya.
Namun belum juga Baekhyun menjawab, ponsel Luhan sudah lebih dulu berdering dengan ID Sehun yang tertera di layar smartphone miliknya.
"Sehun-ah kau sudah sampai? Kau dimana? Aku di ruang tunggu VIP bandara dengan Baekhyun. Ujar Luhan tanpa jeda saat ia mengangkat telepon dari Sehun, namun Sehun hanya diam tidak menjawab yang terdengar dari seberang oleh Luhan hanyalah suara berisik, tak ada tanda suara dari sang terkasih.
"Sehun-ah apa kau baik-baik saja?" Tanya Luhan mulai khawatir jika terjadi sesuatu pada sang tunangan. Belum sempat kepanikan itu hilang, tiba–tiba saja sebuah tangan melingkar di pinggang Luhan dan orang tersebut menenggelamkan kepalanya diceruk leher Luhan, yang membuat Luhan langsung berbalik dan melayangkan tinjunya pada orang tersebut.
"Ahhh..." pekik Sehun kesakitan.
"Astaga Sehun, gwenchana?" tanya Luhan panik karena orang yang dipukulnya adalah tunangannya sendiri. "Apakah sakit?" Luhan mengulangi pertanyaannya.
"Apakah itu sambutan darimu, untuk tunanganmu yang sudah pergi selama dua tahun?" tanya
Sehun, sambil memegangi hidungnya yang kini berubah menjadi merah akibat pukulan dari
Luhan.
"Maafkan aku, aku kira kau orang lain yang ingin berbuat macam–macam padaku."
"Sudahlah Sehun-ah, jangan seperti itu pada Luhan eonnie, apa kau tak lihat penampilannya hari
ini? Dia berdandan cantik seperti ini, hanya untuk menyambutmu pulang." ujar Baekhyun. "Lagipula kau memang salah. Jika saja aku memberitahu Luhan eonnie bahwa kau sudah tiba dan berdiri dibelakangnya mungkin tidak akan seperti ini." bela Baekhyun, sedangkan Luhan hanya menunduk, merasa bersalah sekaligus malu terhadap Sehun.
"Aigoo~ kau berdandan seperti ini hanya untuk menyambutku, huh? Sehun mensejajarkan wajahnya dengan wajah Luhan yang masih tertunduk "Kau tak berdandan seperti ini pun kau akan tetap menjadi wanita tercantik untukku" puji Sehun sambil mengecup pipi Luhan dan berhasil membuat rona merah muda di wajah Luhan.
"Kajja~ Chanyeol sudah menunggu kita di pintu keluar."
Walaupun umur Sehun lebih muda daripada Luhan, namun Sehun tahu cara memperlakukan Luhan dengan baik. Lihatlah perlakuaan Sehun barusan yang bisa membuat Luhan merona. Kini Sehun dan Luhan berjalan beriringan menuju pintu keluar bandara, sedangkan Baekhyun berjalan dibelakang Luhan dan Sehun karena tidak ingin menganggu pasangan yang tengah melepas rindu tersebut.
Baekhyun tersenyum melihat kedekatan dan tingkah pasangan tersebut. Luhan kerap kali
menanyakan kondisi hidung Sehun yang masih merah akibat pukulannya tadi. Seolah kejadian
tadi adalah cara untuk lebih mendekatkan mereka berdua.
"Hyung, Chanyeol-ah." sapa Sehun dan Luhan bersamaan pada namja tinggi yang tengah sibuk
memainkan smartphonenya. Kacamata hitam bertengger di wajahnya yang tampan.
"Oh annyeong hasaeyo~ Luhan-sh.i" balas Chanyeol, ketika menyadari Sehun datang bersama Luhan.
"Kau tak perlu seformal itu padaku Chanyeol-ah, bukankah dulu sudah kubilang kau bisa memanggilku tanpa bahasa formal."
Chanyeol hanya tersenyum singkat menanggapi ucapan Luhan barusan. Luhan melihat ke sekelilingnya, ia mencari sosok Baekhyun yang tadi berpamitan untuk pergi ke toilet sebentar
tapi hingga sekarang Baekhyun belum juga menampakan batang hidungnya.
Hampir lima menit Sehun, Chanyeol dan Luhan menunggu hingga akhirnya Baekhyun menampakkan batang hidungnya dan kini telah berdiri diantara Luhan, Sehun dan juga Chanyeol.
"Chanyeol-ah, kenalkan dia Byun Baekhyun, kau mungkin sudah mengenalnya dari televisi. Dan
Baekhyun kenalkan dia Park Chanyeol, sahabat sekaligus juga rekan bisnis Sehun." Luhan memperkenalkan Chanyeol secara formal kepada Baekhyun, begitupun sebaliknya. Namun baik
Baekhyun maupun Chanyeol hanya diam mematung. Hingga akhirnya Luhan menyenggol bahu Baekhyun, menyadarkan gadis itu untuk menyapa Chanyeol lebih dulu.
"Annyeong hasaeyo Chanyeol-shi senang bertemu dengan anda." Baekhyun mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Chanyeol. Senyum terpatri di wajah cantiknya.
"Park Chanyeol imnida~ senang berkenalan denganmu Baekhyun-shi." jawab Chanyeol sambil
membalas uluran tangan Baekhyun dan memberikan penekanan saat menyebutkan nama Baekhyun barusan.
"Apa kalian saling mengenal satu sama lain?" tanya Sehun yang memperhatikan tingkah keduanya dari tadi.
"Ya/Tidak" jawab Baekhyun dan Chanyeol bersamaan, Sehun dan Luhan mengerutkan keningnya. Mereka bingung karena Chanyeol menjawab "Ya" sedangkan Baekhyun menjawab "Tidak."
"Aku tidak mengenalnya." Baekhyun menegaskan jawabannya sekali lagi dan Chanyeol hanya
memandang Baekhyun dengan pandangan yang sulit diartikan. Namun Baekhyun tidak mengetahui tatapan Chanyeol tersebut karena terhalang oleh kacamata hitam yang bertengger di wajah pemuda tampan tersebut. Handphone Baekhyun berbunyi tiba–tiba, sebelum Luhan dan Sehun meminta penjelasan dari keduanya.
Baekhyun berjalan menjauhi mereka untuk menerima panggilan tersebut, mengingat sang penelepon adalah eommanya sendiri, Baekhyun cukup tertutup tentang keluarganya, sekalipun itu pada Luhan orang kepercayaannya sendiri. Ia tak mau orang lain tahu tentang bagaimana kehidupan keluarganya.
"Hallo...paman Kim" Baekhyun terkejut karena suara paman Kim yang terdengar dari seberang, bukan eommanya
"…"
"Baiklah, aku akan segera pulang paman" ucap Baekhyun dan sambungan telepon tersebut pun terputus.
"Aku rasa aku harus pulang duluan, ada urusan yang harus aku kerjakan di rumah." ujar Baekhyun pada Luhan, Sehun dan Chanyeol.
Baekhyun memandang Luhan dengan tatapan bersalah "Eonnie maafkan aku, aku tak bisa
menemanimu, Sehun juga Chanyeol-shi hari ini, ada urusan penting yang harus aku lakukan.
Aku akan menghubungimu nanti."
Baekhyun segera bergegas meninggalkan mereka dan menaiki taxi menuju rumahnya.
"Kau berhutang penjelasan padaku tentang Baekhyun noona, hyung." Sehun berbisik di telinga Chanyeol ketika Baekhyun sudah meninggalkan mereka untuk menaiki taksinya.
Chanyeol hanya diam tak menanggapi lagipula bukan waktunya untuk menceritakan semuanya pada Sehun, sahabatnya. Tak lama kemudian merekapun akhirnya meninggalkan bandara mengikuti jejak Baekhyun, karena supir pribadi Chanyeol dan Sehun tiba sesaat setelah Baekhyun pergi.
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
Thanks to : [alightphoenix] [ . 33] [Guest] [luhan] [ViviPExotic46] [KyuraCho] [Kinan] [KarlinaAmelia] [ChanBaekYeolHyun]
Juga untuk yang udah follow dan favoritin cerita ini ^^
Bagaimana chap 2 nya? masih kurang panjang yah? Saya udah berusaha untuk manjangin chapterini, walaupun hanya sedikit. Untuk chap depan saya usahain deh buat lebih panjang karena jujur aja saya juga ga terlalu suka baca ff yang terlalu pendek -_- *nangis*.
Tapi aku ga janji buat update kilat ^^, thanks a lot buat yang udah review, kalian jadi penyemangat saya untuk menulis dan satu lagi silahkan baca ff saya yang lain "My Oppa".
Jika kalian berkenan review juseyo~
