My brother Over protective

.

.

Naruto milik Masashi Kisihimoto

Warning : GAJE OOC TYPO di mana-mana dan ide terlalu pasaran

FEMNARU

Genre Family, general

Rate masih T

.

.

.

.

Bel berbunyi menandakan waktu pulang telah tiba, semua siswa baik laki-laki maupun perempuan, mereka berjalan bersama dengan teman-temannya, kecuali seorang gadis yang berjalan sendirian, sasuke hari ini sakit jadi dia tidak bisa menemaninya

Naruto tidak memiliki teman peremuan karena semenjak Naruto berdekatan dengan Sasuke semua siswa perempuan sepakat untuk memusuhinya, Naruto sudah berulang kali menjelaskan jika dia dan Sasuke tidak memiliki hubungan apapun kecuali teman, namun sayangnya tidak ada percaya dengan penjelasan Naruto

Cklek

"Tadaima"

"Okeri". Jawab Nagato yang sedang duduk di sofa sambil membaca scroll gulungan milik mendiang ayahnya. "Bagaimana sekolahnya?". Tanya Nagato

"Hanya praktek melempar kunai". Jawab Naruto yang ikut duduk di samping Nagato

"Benarkah?". Tanya Nagato, dia menutup scrool itu dan menyimpan di meja lalu mendekati Naruto, dia mengecek tubuh Naruto khawatir dia terluka akibat tergoes kunai

"Nii chan aku tidak apa-apa". Protes Naruto

"Oke Nii chan minta maaf". Jawab Nagato, Naruto hanya menggelengkan kepalanya dia ingat ketika Naruto berusia 5 tahun, Nagato sempat mengajarkan Naruto belajar menggunakan kunai, namun karena kurang hati-hati, kunai itu menyayat sedikit kulit Naruto,

"Kebetulan sekali Naru pulang, kita bisa makan siang bersama". Ucap Menma yang baru saja di dapur, sambil membawa mangkok besar

Nagato yang duduk di sofa berpindah ke tempat makan

"Apa kita tidak menunggu Yahiko nii?". Tanya Naruto yang duduk di samping Nagato

"Yahiko nii ada misi jadi pulangnya mungkin bisa besok". Bukan Nagato yang menjawab tapi Menma

Naruto mengangguk mengerti, dan seperti biasa makan di isi dengan keheningan

Time skip

"menma nii boleh naru bantu?". Tanya Naruto kepada Menma yang membereskan piring makan

Menma menatap Nagato, Apakah tidak apa Naruto membantu, nagato yang melihat Menma hanya menghela nafas. "Hanya membereskan piring bukan pekerjaan susah". Jawab Nagato mengerti tatapan Menma

Wajah Naruto sumringah akhirnya dia bisa melakukan sesuatu yang dapat membantu kakaknya walaupun pekerjaan memberekan piring sangatlah mudah, namun itu sudah cukup bagi Naruto

Praaankkk

Tangan mungil Naruto tidak kuasa mengangkat piring-piring sampai terjatuh, wajah Naruto mendadak panic di segera membereskan piring-piringnya. "Itta". Tanpa sengaja tangan Naruto terkena serpihan kaca

"Sudah biarkan Menma membersihkannya". Ucap Nagato dengan wajah panic, lalu dia membersihkan tangan Naruto dengan tisu

"Tapi".

"Tidak ada tapi, biarkan Menma yang membereskannya". Jawab Nagato tanpa sadar dia memarahi Naruto, wajah Naruto nampak terkejut, baru kali ini Nagato semarah ini

Tes

Tes

Tes

"Nii chan". Tegur menma, Nagato yang baru menyadarinya langsung menyesal, tindakannya benar-benar keterlaluan

"Maaf ya nii chan terbawa emosi". Ucap nagato

Naruto menggelengkan kepalanya. "Tidak naru yang salah". Jawab Naruto

Hati Nagato menjadi tidak tenang tidak seharusnya dia tidak memarahi adiknya ini, Nagato menyadari jika membereskan piring adalah pekerjaan yang paling mudah yang dikerjakan Naruto, untuk masalah berpakaian dan mandi dia harus berterima kasih pada Mikoto yang membantu Naruto mengajarkan semuanya. "Tapi tidak seharusnya nii chan semarah ini". Ungkap Nagato

Naruto tidak berkata apa-apa dia langsung pergi keluar, Nagato yang hendak mengejar Naruto di tahan Menma. "Biarkan dia sendiri". Ucap Menma, kemudian menuntun kakaknya untuk duduk. "Jiji benar kita terlalu memanjakan dia". Ucap Menma. Nagato mengangguk, melihat tangan Naruto teriris saja membuat Nagato ingin melarang Naruto membersihkan piring-piring selamanya. "Jangan berpikir untuk melarang Naruto membereskan piring lagi". Ucap Menma mengerti apa yang di pikirkan kakak sulungnya itu, Menma sebenarnya memaklumi sikap paranoid kakaknya itu, dari dahulu Nagato akan melarang Naruto menggunakan apa saja yang dapat melukai Naruto, seperti Nagato hampir saja melarang Naruto menggunakan kunai setelah tidak sengaja melukai tangannya, jika jiji yang tidak turun tangan dan menjelaskan tentang ninja tidak lepas dari namanya kunai maka Naruto tidak akan pernah boleh memegang kunai,

(Rizuki1993)

Naruto berada di taman dia duduk di sebuah ayunan, dia merasa tinggal bersama kakak-kakaknya hanya menyusahkan saja

"Kamu kenapa dobe?". Tanya seseorang, Naruto tidak perlu menengok siapa yang bertanya karena dia tahu pria itu adalah Sasuke, karena tidak ada pria lain yang memanggilnya dobe selain dia

Naruto buru-buru melap mukanya, dia tidak mau Sasuke melihatnya menangis. "Aku tidak apa-apa". Jawab Naruto berusaha untuk tersenyum

Sasuke hanya menghela nafas, dia tahu Naruto sedang ada masalah, namun Sasuke memilih tidak bertanya lagi. "menangis dobe". Tanya Sasuke

"Tidak aku hanya kelilipan". Jawab Naruto sambil berpura-pura mengucek matanya

"Kamu pembohong yang payah dobe". Sindir Sasuke

Wajah sedih Naruto berubah menjadi rasa sebal kenapa pria ini tidak bisa sedikit saja bersikap sopan padanya, sedangkan Sasuke hanya menyunggingkan senyumnya. "Berhentilah memanggilku dobe teme".Ucap Naruto kesal, Sasuke hanya tertawa kemudian dia berlari kencang

Naruto POV

Sasuke langsung berlari dia segera menjulurkan lidahnya. "Bwee kejar aku". Ucapnya, aku yang sebal mengejar Sasuke

Hap

"Kena kau teme". Ucapku ketika berhasil menangkap Sasuke, sekarang aku di atas Sasuke. "Aku menang". Jawabku

Tidak tinggal diam Sasuke mendorongku sekarang aku berada di bawah Sasuke. "Tidak aku yang menang". Jawab Sasuke, walaupun berkeringat tubuhnya menebar aroma wangi, tiba-tiba dia tertawa, aku yang mendengarnya ikut tertawa, Sasuke secara perlahan berdiri dan menututku untuk berdiri. "Bagaimana perasaanmu dobe?". Tanya Sasuke

"Mou teme berhentilah memanggilku dobe". Pintaku walaupun terlihat kesal aku merasa terhibur dengan Sasuke

"Oh iya bagaimana kalau kita bermain". Pinta Sasuke

Aku segera mengangguk dan kami bermain berdua saja

Time skip

Kami terlalu asyik bermain sampai lupa waktu,

"Apa yang kalian lakukan". Tanya seseorang aku segera menengok pria itu, tubuhku membeku ketika orang yang bertanya adalah Nagato, wajahnya penuh amarah Rinnegannya dalam keadaan aktif. "sudah berapa lama?". Tanya Nagato, aku hanya menunduk tidak berani menatap wajahnya. "Apa kau dengar Naru sudah berapa lama kamu berteman dengan Uchiha bren*se* itu". Bentak nagato, dia mengeluarkan pedang yang selalu di bawanya, aku tahu apa yang akan dia lakukan kemudian aku berdiri di depan Sasuke. "Minggir Naru". Ucap Nagato dengan wajah dingin

Aku menggelengkan kepalaku. "Tidak". Jawabku tegas, Nagato yang tidak sabar langsung mendorongku, nagato mendekat kearah Sasuke yang ketakutan

Trankk

Pedang Nagato berhasil di tahan oleh Itachi. "Apa yang kamu lakukan?". Tanya Itachi

Nagato hanya terdiam kemudian mengayunkan pedang kearah Itachi mereka terus beradu tidak ada di antara mereka mau mengalah,

Naruto POV end

Nagato seorang ahli kenjutsu jadi dia dapat mengalahkan Itachi begitu cepat, Nagato menodongkan pedangnya pada Itachi yang sekarang lemah tidak berdaya,

Grepp

Naruto memeluk tubuh Nagato. "Hentikan Nii chan kumohon". Pinta Naruto, cairan liquid tidak henti membasahi pipi Naruto, Nagato hanya terdiam namun dalam hatinya dia merasa bersalah. "Aku berjanji tidak akan menemui Sasuke lagi". Ucap Naruto

Nagato memasukan pedangnya kedalam sarung pedangnya, kemudian menutun Naruto untuk pulang sedangkan Sasuke hanya terdiam melihat kepergian Naruto dan kakaknya

(Rizuki1993)

Naruto memasuki kedalam kelas dia melihat Sasuke yang terus memandanginya, kemudian dia duduk di sebelah Sauke

"Naruto bisa bicara sebentar". Ucap Sasuke

Naruto terdiam kemudian dia melirik Hinata yang duduk di samping Kiba. "Hinata". Naruto menghampiri Hinata tidak memperdulikan Sasuke yang ingin bicara dengannya

"Naruto Sasuke memanggilmu". Ucap Hinata mengingatkan

"Sudah biarkan saja". Pinta Naruto. "Mau latihan bersama?". Tanya Naruto

"Aku Tanya pada Tou sama dulu". Jawab Hinata

-Time skip-

"Tunggu disini". Ucap Hinata kemudian dia masuk kedalam rumah, Naruto yang diluar menunggu Hinata selama 15 menit

"Bagaimana?". Tanya Naruto ketika melihat Hinata keluar

"Oke kata Tou sama aku boleh main tapi jangan terlalu lama". Jawab Hinata

"Baiklah Hinata ayo kita pergi". Ucap Naruko

-Time skip-

Tuk

Tuk

Tuk

Hinata melempar kunai menuju sebuah sasaran yang berjarak 30 meter namun hanya 3 dari 5 kunai yang mengenai sasara

"Bagaimana?". Tanya Hinata

Naruto mengacungkan jempol kearah Hinata."Itu sangat keren". Jawab Naruto, kemudian Naruto mengambil kunainya dan melempar menuju sasaran

Tuk

Tuk

"Gyaaahhh". Teriak Menma kaget ketika kunai Naruto hampir mengenainya

"Maaf nii chan". Ucap Naruto menyesal

Menma tersenyum lembut pada Naruto kemudian mencabut kunai dan menyerahkan pada Naruto. "Coba lagi". Pinta Menma

"Baik nii chan". Ucap Naruto

Tuk

"Wah Naru hebat". Puji Menma ketika melihat kunai Naruto mengenai sasaran

Hinata melihat persaudaraan Naruto dan Menma begitu dekat andai saja kakak sepupunya Neji memiliki sikap seperti Menma pasti menyenangkan

"Ayo Hinata sekarang giliran kamu". Pinta Menma, Hinata mengangguk dan kembali konsentrasi melempar kunai. "Cara pengangnya salah". Menma kemudian membenarkan posisi cara memegang kunai yang tepat

"Begini?" Tanya Hinata

"Ya begitu".

Tuk

Tuk

Tuk

3 kunai yang di lempar Hinata mengenai semua kesasaran.

"Bagus Hinata". Puji Menma. "Karena sudah sore kita latihan besok". Ucap Menma

-Time skip-

"Hinata sampai jumpa besok". Ucap Naruto ketika harus berpisah rumah Naruto di kanan sedangkan Hinata di kiri

"Tunggu dobe". Panggil Sasuke, Naruto melangkah pergi seolah-olah dia tidak mendengar apapun

Gerrp

"Aku ingin bicara". Ucap Sasuke

Naruto mengalihkan wajahnya pada Sasuke. "Mau bicara apa?". Tanya Naruto ketus

"Kenapa denganmu?".

"Kenapa denganku sepertinya tidak ada".

"Kamu menjauhiku".

"Memang apa masalahnya jika aku menjauhimu?"

"Kenapa, apa salahku?"

Naruto tidak menjawab pertanyaanSasuke

"Apa karena Kakakmu Nagato?".

Naruto hanya menunduk tidak berani menatap Sasuke

"kumohon katakan sesuatu dobe jangan hanya diam".

"Maaf Sasuke aku sudah berjanji".

"Jadi kamu mau menjauhiku".

"Maafkan aku".

Sebelum Sasuke mengatakan sesuatu Naruto sudah terlebih dahulu pergi dari hadapannya

.

.

.

TBC

FICT Ini sudah selesai 2 atau 3 bulan yang lalu namun aku galau mau mempublish atau tidak mengingat menurutku agak lebay