"Kita sudah sampai Kyuhyun.."ujar Ryeowook.

"Sampai? Sampai kemana?" tanya Kyuhyun lagi.

"Pernikahan Sungmin hyung."

Jantung Kyuhyun berdegup cepat. Ini tidak mungkin. Tadi tidak mungkin hanya mimpi. Ia dan Sungmin sudah bahagia bersama, hanya berdua. Tidak.

"Kyuhyun.."

Tuhan, kumohon biarkan aku kembali ke alam mimpiku tadi.

.

.

Dream On Memories

=KYUMIN=

BoysLove | Sequel | OS

"Kamu bisa rencanakan menikah dengan siapa tapi tak bisa kau rencakanan cintamu buat siapa. Menikah itu nasib, Mencintai itu takdir" –Sujiwo Tedjo

enJOY~

.

.

Red carpet tampak dari kejauhan, membuka jalan untuk para tamu undangan. Kyuhyun berjalan disamping Ryeowook dengan pandangan kosong. Tak ada kata dari keduanya. Pikiran berkecamuk dalam kepala pintar Kyuhyun. Menimbang, haruskah ia masuk?

Mimpi yang barusaja ia dapat masih terbayang jelas dimatanya. Sangat jelas hingga membuat dadanya sesak. Mereka berdua, bersama, seperti nyata. Dalam mimpi Sungmin berkata, Kyuhyun membawa lari pria manis itu. Apa itu yang harus ia lakukan sekarang? Membawa kabur calon pengantin pria?

Tidak, Kyuhyun tidak bisa.

Kyuhyun mengenyahkan bayangan itu, mengedarkan pandangan melihat gedung di depannya. Sungguh, ini sangat menyiksa. Sampai sebuah kalimat dari dewa batinnya menyeruak, membuat keyakinan mutlak meninggalkan tempat ini.

"Hyung.." panggil Kyuhyun seraya menghentikan langkahnya, membuat sang eternal magnae turut berhenti dan menanggapi.

"Hyung? Maksudmu aku?" jarang memang evil itu memanggilnya sopan. Anggukan diterima Ryeowook sebagai balasan.

"Aku tidak bisa.." lirih Kyuhyun dengan tatapan mantap.

"Tidak bisa? Tidak bisa masuk? Oh ayolah Kyuhyun, kau kemarin bilang sudah siap untuk hari ini? Jangan kekanakan." Omel Ryeowook, demi apa mereka sudah sampai disini dan masalah ini sering dibicarakan sebelumnya.

"Maaf hyung, aku.."

Drrt Drrt Drrt

Getar handphone menjadi pengganggu pembicaraan mereka. Tapi sepertinya, itu adalah alarm keselamatan bagi Kyuhyun.

"Maaf wookie-ya, ternyata aku ada jadwal recording malam ini. Aku tidak bisa datang. Aku pergi. Bernyanyilah dengan baik disana." ucap Kyuhyun sambil memeluk singkat namja kurus itu kemudian berlalu menuju mobil van mereka. Yah Ryeowook, Yesung, Eunhyuk, Donghae, dan Kyuhyun memang berangkat bersama tadi.

Ryeowook memandang kepergian tergesa Kyuhyun. Pria berumur dua puluh delapan tahun tersebut lari dengan cepatnya, seolah mengejar sesuatu demi menjauhi gedung megah tempat pernikahan mantan roommatenya.

Sesaat setelah menghela nafas panjang nan dalam, main vocal kedua dalam grupnya berbalik dan menuju pintu masuk yang mulai dipadati tamu undangan. Beberapa ia kenal, sebagian besar tidak.

"Dimana Kyuhyun?" suara mengagetkan dari belakangnya terdengar, membuat Ryeowook sedikit tersentak. Senyum manis ia dapatkan dari pria yang kini tengah menjalani militer itu.

Mendesah lagi sebelum menjawab. "Kyuhyung pergi hyung, ia bilang ada jadwal recording."

"Hm, begitu.." tanggap sosok tadi.

"Aku khawatir dengan Kyuhyun, hyung.."

Pria berjas hitam itu tersenyum misterius menanggapi. "Tak ada yang perlu kau khawatirkan Wookie, keputusan Kyuhyun sudah benar."

"Maksudmu apa Yesung hyung?" kernyitan bingung terlihat dikening Ryeowook. Tak ada jawaban tentu, karena Yesung memilih masuk dan bergabung dengan member lain. Mereka seolah terasing disana, diantara –mungkin- aktor dan aktris musical yang memenuhi hall.

Ini bukan dunia mereka. Memilih tempat di pojok, mencoba menikmati pesta dengan senyum palsu yang dilekatkan. Setidaknya mereka telah memilih datang, mungkin sebagai perwakilan dari sebuah grup besar bernama Super Junior.

.

.

Ditemani sahabatnya, Kyuhyun menghabiskan malam dengan botol-botol wine di kamarnya. Mereka bercengkrama, membicarakan apa saja selain cinta. Cukup sudah mereka mendengar kekonyolan sekaligus kepolosan Kyuhyun. Mungkin juga kebodohannya.

"Jangan minum lagi Kyu, kau bisa mabuk bodoh!" canda Changmin dengan memukul kepala belakang Kyuhyun pelan.

"Tch, aku tidak akan mabuk kalau hanya sebotol saja. Kau pikir berapa tahun aku minum? Kadar toleransiku sudah tinggi." Jawab Kyuhyun santai. Ia menggoyangkan gelasnya memutar, menatap merah pekat lalu menghirup aroma wine berkualitas tinggi itu sebelum menyesapnya perlahan.

Nikmat, membakar tenggorokan dan menghangatkan tenggorokannya di malam dingin ini. Biasanya, akan ada orang itu yang menemani. Tapi sekarang, ah sudahlah. Kyuhyun tak ingin mengingat lagi, untuk hari ini saja.

"Kyuhyun," tertangkap telinga suara orang dekatnya. Kyuhyun menanggapi dengan gumaman saja.

"Kenapa kau tidak jadi datang kesana Kyu?" tampaknya sahabatnya ini ingin mengangkat tema terlarang itu lagi.

"Aku ada recording." jawabnya singkat.

"Benarkah? Itu alasanmu sesungguhnya?" pancing Changmin. "Aku kira kau cukup kuat menampakkan muka disana." Lanjutnya.

"Aku tidak terima," ujar Kyuhyun.

Changmin memandang dengan sorot mata tak tergambarkan. Tak tahu lagi cara memberitahu Kyuhyun untuk melepaskan dan menerima. Pria itu sangat keras kepala.

"Banyak yang bilang padaku untuk melepaskan Sungmin, aku mencoba. Sayangnya aku tidak bisa."

Member TVXQ itu menutup rapat mulutnya, menanti lanjutan kalimat yang akan dilontarkan sahabatnya. Ia tahu, Kyuhyun belum selesai dengan semuanya.

"Aku tidak bisa melepaskannya. Aku mengerti dan memahaminya, maka aku akan menerima dia apa adanya. Terlepas dari statusnya, dia tetaplah Lee Sungminku, dia tetaplah cintaku." ujar Kyuhyun.

"Saat tadi aku melihat gedung itu, hilang sudah semua keyakinan bahwa aku akan baik-baik saja. Aku tidak bisa, aku tidak bisa masuk ke dalam dan berpura-pura. Tersenyum palsu dan memberi selamat atas kehidupan barunya. Aku tidak bisa."

"Sesuatu dalam diriku berkata, jika aku berani menghadapnya itu tandanya aku kalah, aku menyerah."

Air mata mulai meluncur dari mata sendu Kyuhyun. Tak ada isakan, liquid bening itu jatuh begitu saja.

"Dan aku memilih tidak menyerah, karena suatu saat dia pasti akan kembali padaku lagi. Aku tidak boleh kalah." ucapnya tegas.

Kyuhyun menengak habis minuman dalam gelas dalam sekali teguk. Dadanya sakit sesaat sebelum kadar alkohol membuat dirinya melayang. Kehilangan diri sejenak membawa terbang dalam pekatnya malam.

Changmin tersenyum puas, setidaknya pria disebelahnya tidak menyimpan masalah sendirian. Keheningan menyelimuti mereka. Kyuhyun merebahkan kepalanya dengan mata tertutup sekalipun tengah bersandar pada kasurnya. Benar-benar posisi yang tidak nyaman.

Pria jangkung itu akhirnya memilih membereskan botol dan gelas wine. Meletakkannya di meja daripada tergeletak di lantai beralas karpet sana.

Tak ada tanggapan darinya atas jawaban Kyuhyun. Biarkan, biarlah pelantun lagu ballad itu yang memutuskan.

"Kyuhyun, sebaiknya kau pindah ke kasur. Besok kau ada jadwal kan? Aku pulang dulu. Sebentar lagi mungkin member lain akan pulang." pamit Changmin seraya membantu Kyuhyun berpindah ke atas ranjangnya.

Pintu ditutup tanpa suara. Meninggalkan Kyuhyun kembali dalam kesendiriannya. Dalam hati ia berterimakasih pada sahabat baiknya. Sedikit lega, setelah mengutarakan semuanya.

Ini adalah awal, bukan akhir.

.

.

141214 at Inkigayo Fan Acc : Before Kyuhyun left, he said he has to start practicing Robin Hood and is also preparing his second solo album.

"Tunggu dan lihatlah aku sayang, aku akan menjadi seperti apa yang kau inginkan. Kau harus bahagia."

Mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

.

.

During a fan signing event, a fan wrote to Kyuhyun "Be together with Sungmin, forever." And he laughed foolishly. But after signing it he said, "I will."

During a fan signing event, a fan asked Sungmin to write "ChoLee be together forever." And he laughed as said "We will be together forever."

.

.

.

As I always said, Kyumin – never ending love story -

Thank You. It's just my delution. Hope you like it.