Last chap :

Heechul mengerang tertahan..

"mendesah lah hyung.. Aku ingin mendengar desahanmu"

Heechul menggelengkan kepalanya serta menggigit bibir bawahnya. Ia berusaha agar tak mendesah. Ia takut jika desahannya menyebut nama lain yang telah memberi kenikmatan tak terhingga.

"Siwonnie~"


Enno KimLee Presents

"Lovin' You"

Main Cast : YunJae

Slight : YunChul, SiChul

Rate : T+

Warn : BoyxBoy, romance, gaje, alur berantakan

Don't Like.. Don't Read..

No CoPas.. Okeh..


YunJae saling memiliki..

YunJae saling melengkapi..

YunJae punya orang tua, saudara-saudara mereka, cassie, serta shipper..

Dan cerita ini, murni milik saya!


"Siwonnie~" desah Heechul akhirnya ketika Yunho menjilat dan menghisap nipple kirinya serta mengusap juniornya.

Nama yang disebut Heechul membuat Yunho menghentikan kegiatannya. Ia perlahan mengangkat tubuhnya dan merapihkan pakaian Heechul kembali.

Tidak bisa.. Yunho tidak bisa melakukan itu. Walau sangat ingin tapi ketika Heechul menyebut nama Siwon, ia sadar jika cintanya selama ini sungguh sia-sia.

"sejak kapan hyung? Sejak kapan kalian berhubungan?" tanya Yunho setelah merapihkan keadaan Heechul.

"kau.. Sejak kapan kau mengetahuinya Yunho?" tanya Heechul setelah duduk tegap menghadap Yunho.

"entahlah, sejak kalian berciuman di depan pintu apartement mu. Sejak kalian bercumbu di toilet kampus. Aku juga tak ingat sejak kapan" Yunho menatap tv yang mati, pandangan datar.

"kau orang baik Yunho, walaupun kau tau, tetep kau bersikap seolah-olah tak tau. Dan aku menyukai itu"

"yaa.. Kau menyukaiku. Bukan mencintaiku"

"maafkan aku Yunho, aku suka dengan sifat tenang dan dewasamu. Tapi ada saatnya aku ingin dicemburui, dimiliki, ditanyai, dimanja, diperlakukan istimewa, dan.."

"cukup hyung.. Kau tak usah berkata yang Siwon lakukan. Aku bukan dia" Yunho memotong ucapan Heechul.

"oke.. Kau terlalu dewasa Yunho. Aku suka dengan sifat kekanakan Siwon" ucap Heechul.

"Aku telah bersama dengan Siwon sebelum kau menyatakan cinta padaku, Yunho. Dan aku tak tau jika kalian saling kenal saat awal kuliah. Waktu itu aku pikir, aku ingin bermain-main dengan Siwon. Sampai Siwon tau, dan itu membuat kami hampir putus"

"Lalu kenapa kalian tidak putus hyung? Jadi kau bisa sepenuhnya milikku" ujar Yunho.

Tak..

Heechul menjitak kepala Yunho dan berkata "aku sudah jadi milik Siwon sepenuhnya Yunho, kau tau.. Kami berhubungan setelah 6 bulan pacaran"

"secepat itu? Kita bahkan baru berciuman setelah 6 bulan. Kau sungguh nakal hyung" ucap Yunho polos.

"aku malah tak mau mencium mu, kalau Siwon tak menyuruhku. Ahh kalian sangat berbeda, tapi aku suka ke'2 nya dan aku melakukannya dengan Siwon secepat itu, karna aku yakin dan percaya padanya. Dan aku merasa benar. Kau tau.. Saat ia menyentuh titik nikmatmu.. Ahh dia sungguh hebat.. Dia.. Emphh..!"

Ucapan Heechul terpotong.. Ia membelalakkan matanya ketika Yunho membungkam mulutnya dengan tangannya.

"hentikan hyung atau aku akan melakukan yang Siwon lakukan padamu" ujar Yunho kemudian perlahan melepas tangannya dari mulut Heechul.

"aku tau kau tak akan melakukannya, Siwon memberitahuku sifatmu, Yunho sayang" ucap Heechul seraya duduk di pangkuan Yunho dan melingkarkan kedua tangannya dilehernya.

"jangan menggodaku hyung, aku tetap lelaki yang mempunyai hasrat. Jika aku lepas kendali, kau tak akan selamat" ujar Yunho sambil melingkarkan lengannya di pinggang Heechul.


Tiit..

Ceklek!

Pintu apartement Heechul terbuka. Yunho menatap Heechul..

"kau sungguh mencintai Siwon hyung? Sampai kau beri ia card key beserta passwordnya. Sedangkan aku?, menyentuh handphonemu saja, kau sudah marah-marah"

"hah.. Kau naif Yunho, untuk apa kau bertanya lagi? Sedangkan aku sudah memberi jiwa ragaku padanya" ucap Heechul lagi.

"bagaimana jika kita bermain sebentar? Aku ingin sedikit memberinya pelajaran. Enak saja membohongiku dengan waktu cukup lama. Sungguh menyebalkan" ucap Yunho.

"boleh.. Hanya soft kiss oke? Terakhir dia lihat kau menciumku di taman. Dia menghukumku!" ujar Heechul.

Siwon melangkahkan kakinya ke dalam apartement Heechul. Ia mempercepat langkah kakinya ketika melihat ruang tv kosong. Ia membelalakkan matanya melihat pakaian milik Heechul berserakan di bawah sofa.

Ia mengepalkan kedua tangannya dengan muka memerah.. 'shit! Apa yang dilakukan si Jung itu pada Heechul hyungku huh!'

Ia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Dengan debaran jantung yang tak karuan, ia memberanikan diri membuka pintu kamar Heechul.

Ia terdiam.. Nafasnya terhenti seketika melihat pemandangan di depannya.

Tubuh Yunho berada di atas Heechul tanpa memakai baju, begitu pula Heechul. Mereka terlihat sedang bercumbu. Kepala Yunho yang berada di telinga Heechul, meniupnya sehingga Heechul mendesah.

Yunho menyeringai ketika mendengar langkah kaki mendekat.

"hyung.. Sebut namaku, oke"

"mau mu banyak sekali Yunho, tadi ketika aku izinkan soft kiss, kau malah minta seperti ini. Hah.. Entah berapa lama nanti ia menghukumku" ucap mereka berbisik.

"uhh Yunnie~"

bugh..

Setelah Heechul menyebut nama Yunho, dengan kekuatan penuh, Siwon menarik dan melayangkan pukulan pada wajah Yunho.

Heechul terdiam, ia sudah memberitahu Yunho dengan akibat permainan mereka. Ia hanya menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.

Yunho meringis.. Ia yang menyimpan kekecewaan dan kekesalan pada Siwon, langsung membalas pukulannya.

Heechul sedikit merenggut ketika wajah Siwon terkena pukulan Yunho, tapi ia masih belum bertindak. Siwon yang emosinya sedang di puncak, ketika mendapat balasan, maka ia semakin menjadi.

Kali ini, ia menerjang Yunho sehingga terbaring di rasnjang Heechul dan melayangkan pukulannya lagi. 2 pukulan Siwon, dibalas 1 pukulan Yunho. Entah sudah berapa pukulan yang dilayangkan Siwon, kini wajah unho mulai lebam. Sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah, membuat Heechul menarik lengan Siwon yang melayanga di udara, hendak menyentuh Yunho lagi.

"sudahlah Yunho, lihat wajahmu, sudah lebam begitu. Dan kau Siwon, minta maaf lalu bereskan ranjangku. Aku mau mengambil bajuku di depan" titah Heechul dan keluar kamar.

"menyingkir dari tubuhku Choi. Aku tak sudi berada di bawahmu" ucap Yunho kesal.

"kau.. beraninya kau menyentuh hyungku huh!" ucap Siwon masih emosi.

"aku berhak Choi, ia kekasihku, dan kau.. Apa yang kau maksud dengan hyungku huh?"

"Heechul hyung, dia milikku. Hanya milikku. Tak akan ku biarkan kau atau yang lain menyentuhnya"

"possesive sekali.. Inikah yang kau suka dari Siwon hyung?" ucapYunho seraya menolehkan kepalanya kearah pintu.

Disana, Heechul berdiri menyandarkan tubuhnya pada daun pintu. Lalu kedua tangannya dilipat di depan dada."yaa, sungguh istimewa Yunho, jika kau merasa dimiliki. Bangunlah Siwon, Yunho sudah tau semua. Dan kami hanya sedikit bermain. Tenang saja, hanya kau yang menyentuhku. Dia tak pernah walau tadi hampir.."

Perlahan Siwon bangun dari tubuh Yunho. Ia berdiri menghadap Heechul.

"ahh sakit sekali.. tapi aku lega. Sungguh konyol kelakuan kalian. Aku pergi saja hyung,dari pada nanti melihat Tuan Choi menghukummu" ucap Yunho sambil meraba wajahnya dan mengambil baju di gantungan balik pintu.

"kau tak menghajarku, Yunho hyung?" tanya Siwon setelah terdiam.

"sudah kan.. Tadi aku sudah membalas pukulanmu" jawab Yunho santai sambil memakai bajunya.

"bukan karna aku memukulmu, tapi karna aku membohongimu" ucap Siwon menghampiri Yunho dan berdiri di hadapannya.

Puk..

Yunho memukul pelan bahu Siwon dan tersenyum.

"aku mengerti.. lain kali, jangan membiarkan kekasih nakalmu bermain-main. Untung aku tak tergoda, jadi tak menyentuhnya"

"bastard kau Jung.. Tak tergoda katamu? Lalu apa yang kau lakukan tadi di sofa huh?" Heechul berdiri dihadapan Yunho dan memnunjuk wajahnya dengan jari telunjuk.

"calm down hyung.. Tadi aku hanya ingin membuktikan sesuatu. But.. There's nothing. I feel so empty."

"damn kau Jung.. Stay away from me. Go!"

Yunho terkekeh..

Cup..

Ia mengecup pipi Heechul sekilas.

"terima kasih sudah menemaniku setahun ini hyung. Dan kau Siwon.. perhatikan tingkahhyungmu itu. Siapa tau jika ia akan bermain lagi" ucap Yunho meninggalkan kamar Heechul.. "ahh dan aku pulang dulu. Sampai jumpa lusa" tambah Yunho ketika berbalik untuk menutup pintu.


Yunho melajukan mobilnya dengan cepat. Ia tergesa karna sangat terlambat dari waktu yang dijanjikannya pada sang appa.

Ceklek..

Pintu mewah kediaman keluarga Jung terbuka. Orang yang sedang berbincang di ruang tamu pun menolehkan kepala mereka.
"omo.. apa yang terjadi Yunho-ah" suara umma Jung menggema ketika melihat anak sulungnya pulang terlambat dengan wajah lebam. Ia berjalan menghampiti Yunho.

"aku tak apa umma, hanya sedikit salah paham. Ahh maaf atas keterlambatan saya Ahjussi, Ahjumma Kim." ucap Yunho kemudian membungkukkan badan tanda hormat ketika melihat tamu yang sangat dikenalnya.

"tak apa Yunho.. kami senang akhirnya bisa melihatmu lagi" ucap Tuan Kim.

"dan kau semakin tampan Yunho.. aku penasaran melihat reaksi JaeJoong ketika kalian bertemu" lanjut nyonya Kim.

"ahh saya ganti pakaian duluan ahjussi, ahjumma. Nanti saya akan menemani kalian" pamit Yunho

'JaeJoong..? seperti apa kau sekarang JaeJoongie?' pikir Yunho

Ia membuka pintu kamarnya. Menaruh tas di meja belajar, kemudian menyalahkan lampu kamar.

Deg..

Ia tertegun.

Seorang lelaki bersandar di ranjangnya. Matanya terpejam, membuat bulu matanya terlihat lentik. Indah..

Yunho berjalan mendekat, ia berlutut di samping tempat tidurnya. Matanya memandang takjub pada lelaki dihadapannya.

Tak berubah..

Tetap cantik..

"JaeJoongie.. Kau kembali Jae" ucap Yunho lirih.

Yunho mengambil majalah di pangkuan JaeJoong dan perlahan berdiri. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

20 menit berlalu..

Yunho keluar dengan melilitkan handuk di pinggangnya. Menampilkan dada bidang yang tercetak sempurna. Air dari rambutnya yang masih basah berjatuhan, mengalir dari bahu ke dada bidangnya. Begitu mempesona.

Ia membuka lemari pakaiannya. Menagmbil kaos hitam dan celana denim panjang. Membuatnya terlihat tampan walau dengan pakaian casual.

" kau sudah kembali Yunho-ah?" sebuah suara membuat gerakannya terhenti ketika merapihkan rambut.

"yeah.. aku baru pulang. Kau istirahatlah, aku tau kau lelah." ucap Yunho melanjutkan kegiatannya.

JaeJoong menghela nafas. Ia perlahan menghampiri dan melingkarkan lengannya pada pinggang Yunho. Membenamkan wajahnya pada punggung hangat yunho.

"aku merindukanmu Yunho.. Sungguh merindukanmu. Tak peduli jika kau mamandangku aneh. Tak peduli jika kau merendahkanku. Aku tak peduli. Sungguh..Aku tak bisa menyimpan rasa ini lebih lama lagi. Aku.. Aku men-"

"Saranghae Jae.. Saranghae. Jeongmal saranghae" ucap Yunho memotong perkataan JaeJoong. Ia memeluk tangan yang melingkar di pinggangnya.

Perlahan Yunho membalikkan badan, merengkuh JaeJoong ke dalam pelukannya. Ia melingkarkan lengannya di bahu JaeJoong, menghirup aromanya dari pucuk kepala JaeJoong. Tersenyum damai.. Tulus.

'inilah perbedaan kalian hyung.. Hanya dengan memeluk JaeJoong, jantungku berdebar-debar. Namun walau sudah menciummu dengan kasar, aku merasa hambar, i feel so empty' ucap Yunho dalam hati.

JaeJoong menengadahkan kepalanya, seketika ia melepas pelukannya. "kau kenapa Yunho-ah.. Masih suka berkelahi rupanya huh?" seraya mengangkat tangannya kemudian menyentuh lebam di wajah Yunho.

"tidak, aku hanya melepas sedikit beban. Dan aku lega sekarang. Kau pati lelah, istirahat saja" ucap Yunho menggenggam tangan JaeJoong di wajahnya dan menariknya ke tempat tidur.

"tidak, aku tidak lelah. Hanya saja karna terlalu lama menunggumu, aku membaca semua majalah di mejamu dan tertidur. Apakah.. Apakah kau seperti ini karna Heechul hyung?" ucap JaeJoong ketika menghadap Yunho.

"kau tau Heechul hyung? Aish.. Pasti umma yang cerita. Ya bisa di bilang begitu. Dia sangat menyebalkan. Sungguh membuatku kesal" ujar Yunho sambil terkekeh.

JaeJoong bedeham. Ia melangkahkan kakinya keluar kamar, tapi sebelumnya ia berbalik "tunggu sebentar, aku akan mengobati lukamu"

'masih tak berubah, masih suka salah sangka. Tapi itu membuatku tak bisa melupakanmu, Boo'


JaeJoong dengan lincah menuruni tangga. Ia sesekali besenandung kecil, dan menyapa semua yang ada di ruang tengah. Tak lama JaeJoong duduk, Yunho datang dengan senyum yang menghiasi wajahnya.

"kenapa kalian lama sekali? JaeJoongie.. Umma sudah memanaskan masakannya" ucap umma Jung.

Yunho menolehkan wajahnya ke JaeJoong "kau belum makan Jae?" tanya Yunho.

JaeJoong tersenyum kikuk "belum Yunho-ah, aku menunggumu pulang" jawab JaeJoong.

Yunho berdiri dari duduknya, menarik tangan JaeJoong agar mengikutinya -meja makan-.

Setelah Yunho dan JaeJoong selesai makan, mereka kembali ke ruang tengah yang ternyata sudah kosong.

"ah bibi Park, mereka semua kemana?" tanya Yunho pada pengurus rumah yang sedang membersihkan tempat itu.

"itu.. Tuan dan Nyonya pindah ke taman belakang tuan muda" jawab bibi Park.

"ah bibi.. Aku dan JaeJoong akan ke kamar saja, dan bawakan kami minuman ringan ya" ucap Yunho.

"ah bibi.. Tidak usah. Biar aku saja yang buat minumannya. Kau naik saja duluan, aku menyusul" ujar JaeJoong kemudian berjalan ke dapur.

Yunho membuka koleksi videonya, lalu menyetel film drama romance kesukaannya. Kemudian merebahkan tubuhnya di karpet, menggunakan kedua tangan sebagai bantal.

Tak lama, pintu kamarnya diketok. Lalu ia membukanya dan terkekeh melihat JaeJoong agak kesusahan membawa nampan berisi 2 gelas ice chocolate dan kentang goreng.

"kenapa tak minta bantuan bibi park Jae?" tanya Yunho setelah menutup pintu kamarnya.

"aku bisa mengerjakannya sendiri, untuk apa merepotkan orang lain. Aku bukan dirimu yang manja" jawab JaeJoong dan mendudukkan dirinya di samping Yunho.


Yunho melebarkan kedua kakinya yang tertekuk dan menepuk ruang kosong itu. Mengisyaratkan agar JaeJoong berpindah kesitu. Dan dengan senang hati, JaeJoong melakukan hal itu.

"kenapa kau baru kembali Jae?" tanya Yunho ketika JaeJoong duduk di antara kakinya.

Yunho melingkarkan tangannya ke perut dan membenamkan kepalanya di bahu JaeJoong.

"aku kira, kau akan meninggalkanku selamanya. Kenapa kau tak mengatakan yang sebenarnya? Kenapa kau malah menutupi perasaanmu lalu menghindariku dan pergi dariku?" ucap Yunho lirih.

"aku tak mungkin menghancurkan masa depan mu Yunho. Aku tak pantas bersamamu. Aku pergi agar kau tak terjerumus dalam dosa sepertiku. Menyukai namja" ucap JaeJoong lirih pada kalimat akhirnya.

"tanpamu pun aku sudah terjerumus Jae. Menyukai namja dan telah berhubungan setahun terakhir ini. Dan rasanya tak sama ketika aku bersamamu. Karna aku hanya bisa merasakannya denganmu."

"Yunho.. Jangan bi-"

"Dan seperti takdir.. Hari ini aku mengakhiri hubungan kami, dan saat ini pun kau kembali. Jangan pergi lagi Jae.. Kau membuat hidupku tanpa arah. Kan membuat hariku sepi. Kau membuat hatiku mati rasa. Kau.. Kau yang telah mengalihkan duniaku" ucap Yunho mantap.

"aku pun begitu.. 3 tahun tanpamu sangat menyedihkan. Dan mungkin ini takdir kita, 1 minggu lalu secara kebetulan, Ahjussi Jung bertemu ayah dan menceritakan tentangmu. Aku pikir, aku akan merebutmu dari Heechul, ternyata-"

"eungh.." sebuah lenguhan memotong ucapan JaeJoong. Ia menolehkan wajahnya kebawah. Entah sejak kapan, ternyata Yunho telah memasukkan tangannya ke dalan kaos JaeJoong. Mengelus lembut pinggang rampingnya. Menjelajahi ceruk lehernya dan menciptakan tanda merah tua disana.

JaeJoong memejamkan matanya, merasakan nikmat sentuhan Yunho. Tubuhnya bergetar saat Yunho lebih merapatkan tubuh dan menyentuh nipplenya. Ia menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan desahan.

"ungh~" tapi tak berhasil. Sebuah desahan lolos dari bibirnya. Sentuhan yang di damba JaeJoong sejak lama, kini terwujud.

"jangan di tahan Jae, mendesahlah. Aku ingin mendengar suaramu menyebut namaku" ucap Yunho di sela kegiatan menciumi telinga JaeJoong.

"ahh~ Yunnie~ uhh~" bagai sihir, JaeJoong langsung mendesahkan namanya.

Perlahan, Yunho membenarkan posisi mereka.

Membuat JaeJoong berada dalam kuasa Yunho.

Memulai kegiatan yang membuat tubuh mereka penuh peluh.

Memulai kegiatan yang membuat jantung Yunho berdetak keras dan menyenangkan. Yang tak dirasakan Yunho ketika bersama Heechul.

JaeJoong meneriakkan nama Yunho lagi dan lagi untuk yang kesekian kalinya. Selalu mencapai puncak hampir bersamaan setelah tanpa henti, Yunho menyentuh titik nikmatnya. Membuat peluh Yunho berjatuhan dan menyatu pada tubuh JaeJoong.

JaeJoong terengah.. Lelah.

Ia memejamkan matanya ketika Yunho mengusap peluh di kening serta mengecupnya.

'aku melakukannya dengan Siwon secepat itu, karna aku yakin dan percaya padanya. Dan aku merasa benar' ucapan Heechul terngiang di telinga Yunho.

'kini aku merasakannya hyung, bahkan hanya dalam hitungan jam, ia membuatku merasa benar' pikir Yunho.

..flash back end..


JaeJoong menepuk pelan bahu Yunho ketika melihatnya melamun. Tapi Yunho tak bergeming. Kebiasaan barunya setelah mereka meresmikan hubungan 6 bulan lalu.

Dengan perlahan, ia membisikkan kata yang membawa Yunho kembali ke dunia nyata.

Yunho tersenyum, melingkarkan lengannya di bahu JaeJoong dan membawa nya mendekat. Mengecup kening JaeJoong

"nado saranghae BooJaeJoongie~"

.. The End..


Thanks to :

YongwoonAngel :: asdfgh :: kim heeholic :: Nara-chan :: meirah.1111 :: JennyChan :: rara :: :: rie yunnie bear

Thanks juga buat yang udah follow dan favourite ff ku ini.. gamsahae ^^

Mind to Review…?