Hai semua, kita bertemu lagi! Hehehe..

Bales review dulu, yuk! ^o^

-Uchiha Cesa :

Yang 'My Angel' tetep dilanjutin kok! Tapi masih diketik dan aku lagi cari2 ide untuk chapter 2 nya^^ mau nunggu, 'kan? :D *plakk!*

Hehehe..

Jarang? Masa' sih? O.o ini ide aku dapet waktu lagi bengong di teras rumah! X3 *gadayangnanya* hehehe.. review lagi, ya? :D

-Nisha Uchiha :

Keren? O.o MAKASIIIHH! xDD *peluk2 Nisha-chan*

Sasuke kasian? O.o hohoho.. tega nya aku ini! X3 *dichidori sasu*

Iya, Fugaku jahat, ya! *lha 'kan kau yang bikin fugaku jdi jahat! Dasar megu!*

Review lagi, ya?

-Faatin-Hime :

Hahaha..iya, ini udah kok! ^^

Review lagi?^^

-Kak Angga Seiko Siyosuke :

Iya udah di update! X3 tapi yang 'Tomorokoshi Hatake no Noroi' nya harus tunggu Miko-chan dulu! ^^ 'kan yang ketik Miko-chan, tapi aku yang edit. Hehehe. Review lagi, kak?

-Aya-na Rifa'i :

Fu-fugaku geblek? O.o hati-hati lho, nanti di amaterasu ama fugaku! X3 *digetok* hehehe.

Gak suka fugaku di fic ini, ya? hoho.. di fic ini aku bikin Fugaku jadi kejam! Maaf, ya om fugaku!^^ *ikutan ditendang Fugaku*

Review lagi, ya.

-Minamicchi :

Iya^^

Um.. belum sih. Soalnya angst nya nanti muncul di detik-detik(?) chapter terakhir^^"

Review lagi, boleh? Hehehe.

-Langit_Biru :

Hee? Itu film? Aku gak pernah nonton? Um.. gak tau, ya.. soalnya ini ide ku yang muncul tiba-tiba waktu aku lagi bengong di teras rumah! Hihihi(?)

Um.. baiklah!^^

Review again?

-Kak Kira Desuke :

Kyaaaaa! Kakaaaaak! *peluk2 kak kira –ditendang*

Ehehe.. um.. kalu masih ada typo kasih tau ya, kak?^^

Iya! Makasih ya, kak buat masukannya waktu aku ngetik fic ini! Hehehe..berguna banget lho, kak! :D hehehehe.. *gak bisa berhenti ketawa*

Makasih bantuannya!^^

Review lagi, kak? *puppy eyes ala anak umur 5 tahun xD*

-Akayuki :

Haru-chan! xDD *peluk2*

Uum.. iya, sebenernya Sasu kaya tapi.. ya gitu deh! Baca aja! *ditimpuk*

Hm.. tinggal? Sasu itu tiggal di dunia imajinasi hayalan tingkat tinggi dalam otakku! Hohoho..*PLAKK!* baca sajalah~ *ditimpuk lagi*

Makasih~

Review lagi, ya~

-Nakamura Kumiko-Chan :

miko-chan~ *peluk2 lagi*

iya! Bagus gak? X3 *ke GRran*

hehehe…*blush* makasih pujiannya! ^/^

um, makasih juga buat bantuannya, ya! XD

Rebyu o futatabi?^^ (review lagi, ya?)

-So-Chand 'Luph PLend' :

Iya! Udah kok. ^^

Review lagi? X3

-Haruchi Nigiyama :

Hohoho..*ketawa gaje*

Penasaran? Ini udah update kok! Baca, ya :D

Review, ya! X3 *digetok*

-Ayui Nonomiya :

Wahh.. harusnya aku pake kata2 itu ya di akhir fic..OxO *ditendang*

Hehehe..

Ohya, fic mu yang 'Victoria' itu multichap bukan? O.o nanti aku review, ya!^^

Review lagi? X3

-May Selene Richieka Miemie :

Ehehe.. makasih mey-chan! ^/^

Iya, udah diterusin kok!

Review lagi, ya?

-AnnZie-chan Einsteinette :

Waduh..==a

Beda?o.o

um.. iya, tau. Tapi kata para senpai terdahulu di FFn yang berteman denganku, itu harus pake huruf besar? O.o dan waktu aku baca novel kakakku, juga pake huruf besar diakhir dialog gitu..? *bingung*

um.. yasudahlah X3 review lagi, ya? :D

-N.P.C-11 CC :

Ahahahaa..*peluk2 juga*

Iya, Sasu kasian ya..:( *peluk2 sasu –dikeroyok sasu fc*

Huh? deket ma saku? Hohoho.. ITU PASTI! XDD

Yep! Review lagi, ya?^^

-Hikari Sakuragi ga login :

Hooi..

Iya, fugaku tega amet, ya! *dijitak fugaku*

Review lagi, hika-chan~ wkwk.

-Seiichiro raika :

Nyooo..

Ketebak, ya? ^^a hhahah.. yasudlah.

Hoho.. aku memang jahat*dark megu mode:on*

Nah, kau menunggu fic ini, 'kan? Karena itu, wajib review chapter ini! X3

-Arisu yana-chan :

Makasih^^

*Plaakk!duaghh! bughh!gubrakh! pyaarrr! Meong! Gukguk! Jduar! Toing –tepar*

~~~~~~=="a~~~~~~

Disclaimer: Seorang mangaka yang tinggal di Jepang, mempunyai kembaran, peringkat 30 dari 31 murid, pintar menggambar, sifat yang sama kayak Naruto, saat kecil lebih memilih uang, lalu..adaww! *dilempar panci ama Masashi-sama karena ngebocorin rahasia orang* yaudah! Semua udah kenal dia kok! Tentu saja Masashi KISSImoto-sama! Eh, salah. Maksudku, Masashi Kishimoto.

Rated: Yang pasti T

Genre: Romance/Angst

Author: Megumi Kisai

Warning: Gaje, lebay, OOC terutama Sasuke, pokoknya bukan Sasuke banget lah! Dan Sasuke nya aku buat sangat menyayangi kaa-san nya! X3 (A/n:maaf kalau yang kemarin a/n nya agak kasar! Maaf banget, ya! *ojigi*)

. "A-apa? Tidak mungkin! Masa' Sasuke tinggal di sini!" Tanya Sakura pada diri sendiri. Kemudian mengikuti Sasuke dan mengintip dari sebuah jendela kecil.

"HAH!"

-O.o-o.O-

~Chapter 2#~

"Kaa-san, kenapa keluar kamar? Kaa-san 'kan masih sakit!" Kata Sasuke. Mikoto hanya tersenyum. "Tenanglah, kaa-san sudah mulai baikan, kok. Tidak perlu terlalu khawatir!" Ucap Mikoto menenangkan Sasuke. "Hn. Baiklah, tapi setidaknya kaa-san minum obat dulu." Kata Sasuke lalu memberikan segelas air dan satu tablet obat pada kaa-san nya.

"Kaa-san, lebih baik sekarang kaa-san istirahat! Supaya cepat sembuh." Kata Sasuke. Mikoto tersenyum lagi lalu menggeleng. "Tidak, kaa-san belum ingin istirahat. Lagi pula kaa-san sudah membaik! Tadi 'kan sudah kaa-san bilang." Ujar Mikoto.

"Huff.. yasudah. Kaa-san mau teh? Biar kubuatkan." Kata Sasuke lalu menuju dapur dan membuatkan teh untuk kaa-san nya.

'Maaf Sasuke, kaa-san selalu merepotkanmu.' Ucap Mikoto dalam hati sambil menunduk sedih. Mikoto lalu merogoh saku bajunya dan mengambil selembar foto yang menampilkan foto seorang pria yang sedang menggendong seorang anak laki-laki kecil berambut keiniku, dan di samping kiri nya ada seorang anak laki-laki yang rambut nya diikat satu, lalu di sebelah kanannya ada seorang wanita cantik yang memeluk lengan pria itu. "Fugaku.." Gumam Mikoto.

"Kaa-san," Panggil Sasuke. Mikoto kaget lalu buru-buru menyembunyikan foto itu dan kemudian tersenyum pada Sasuke.

"Ya?"

"Ini teh nya." Kata Sasuke sambil memberikan segelas cangkir berisi teh hangat pada kaa-san nya. "Ya, terima kasih." Ucap Mikoto.

"Soal tou-san, tadi aku bertemu dengannya di jalan menuju rumah." Kata Sasuke tiba-tiba dan menyebabkan Mikoto sedikit tersedak.

"U-uhuk! Apa katamu?" Tanya Mikoto. Sasuke segera mengambil tissue dan diberikannya pada kaa-san nya. "Aku bertemu tou-san di jalan, dan tou-san memintaku untuk ikut dengannya."

"Itu terserahmu, Sasuke. mau ikut kaa-san atau tou-san, itu terserahmu." Jawab Mikoto sambil tersenyum sedih. "Aku lebih memilih ikut kaa-san." Kata Sasuke.

"Eh?"

"Karena tou-san sudah mencampakkan kita. Aku membencinya. Karena itu, aku tidak mau ikut dengannya!" Kata Sasuke tegas.

"Jangan begitu, bagaimana pun juga, dia ayahmu!" Kata Mikoto. Sasuke menggeleng. "Tidak. Sejak kejadian itu, aku tidak pernah menganggapnya sebagai ayahku!"

"Sa-sasuke,"

~~o.o~~

"Te-ternyata.. Sasuke.." Seorang gadis cantik berambut pink mulai meneteskan air mata nya karena terharu melihat Mikoto dan Sasuke. akhirnya air mata jatuh dari mata gadis itu. "Aku kira.. Sasuke..uhh! tenang, tenang Sakura. Kalau kau berisik disini, kau akan ketahuan! Oke, tenang dan jangan menangis!" Ucap Sakura lalu menarik nafas dan kembali membuangnya.

"Eh, aduh, tidak kelihatan!" Sakura mulai sedikit meloncat di atas ember kecil yang ia buat sebagai pijakannya untuk mengintip ke dalam rumah. Namun, saat Sakura loncat, ia tidak sengaja menendang ember itu sehingga ia pun terjatuh.

GUBRAKKHH..

"Aww!"

~~o.o~~

"Hah?" Sasuke kaget dan segera berlari keluar, dilihatnya Sakura yang sedang jatuh terduduk di lantai. Sasuke segera menghampiri Sakura. "Kau..Sakura 'kan! Sedang apa kau di sini!" Tanya Sasuke sambil menatap sinis Sakura.

"Eh? A-ano! Ma-maaf, bukan maksudku untuk menguping pembicaraan kalian! A-aku..aku.." Ucapan Sakura tehenti ketika Sasuke menarik tangannya.

"Pergi kau!" Usir Sasuke.

"Ekh? Tapi aku tidak tau jalan pulang!" Kata Sakura lalu melepaskan tangannya dari genggaman Sasuke,

"Kau.." Belum sempat Sasuke berbicara Mikoto sudah menahan Sasuke. "Tenanglah, Sasuke!" Kata Mikoto.

"Tapi kaa-san.."

"Nak, siapa namamu?" Tanya Mikoto sambil tersenyum manis pada Sakura.

"Ah, na-namaku Sakura," Ucap Sakura lalu ber-ojigi. Mikoto tersenyum dan menuntun Sakura. "Ayo, kau sudah datang kesini. Bertamulah." Kata Mikoto, Sakura mengaguk canggung. "Cih!" Sasuke mendengus dan ikut masuk ke dalam rumah nya.

~~o.o~~

"Jadi? Kau kesini hanya ingin mengetahui tempat tinggal Sasuke?" Tanya Mikoto. Sakura mengaguk.

"I-iya, aku.. aku ingin berteman dengan Sasuke!" Ucap Sakura. Wajah sakura kini sudah semerah kepiting rebus. "Habis, aku lihat teman dekat Sasuke hanya Naruto. karena itu, aku.."

Mikoto tersenyum melihat Sakura. "Sasuke, mungkin Sakura haus. Bisa buatkan minuman?" Tanya Mikoto. "Cih! Biaklah." Sasuke pun berjalan menuju dapur.

"Sakura," Mikoto berpindah duduk di samping sakura, dan membisikkan Sakura sesuatu hingga membuat wajah sakura jadi merah padam. "Ya 'kan?" Tanya Mikoto sambil mengedipkan sebelah matanya. "Ke-kenapa tante bisa tau?" Tanya Sakura masih dengan wajah yang memerah.

Mikoto tersenyum geli melihat sakura. "Dulu, tante juga seperti itu kok!" Ujar Mikoto lalu tersenyum lagi pada Sakura. "Ingin mengetahui rumah seseorang dengan sebuah alasan 'ingin berteman'. Kau suka pada Sasuke 'kan?" Tanya Mikoto lagi semakin menjahili Sakura. Sekarang wajah Sakura sudah sangat merah. "I-i-iya!" Jawab sakura sambil menunduk malu.

"Hahaha.. kalau begitu, dekati Sasuke terus, ya." Ujar mikoto.

"Eh? Maksud tante?" Sakura menatap bingung Mikoto.

"Hm, kau punya keinginan untuk menjadi kekasih Sasuke 'kan?" Tanya Mikoto. Sekali lagi Sakura blushing, Sakura mengaguk. "Hhaha, karena itu, jangan menyerah, ya! ya.. mungkin sifat Sasuke agak sedikit keras, tapi sebenarnya dia baik kok!" Jelas Mikoto. Sakura hanya tersenyum.

"Ah, kalau boleh tau, kenapa Sasuke jadi membenci ayahnya?" Pertanyaan Sakura membuat Mikoto menunduk sedih. "Ah, ma-maaf tante aku tidak.."

"Tidak, tak apa. Kalau kau memang ingin tau, akan tante ceritakan." Kata Mikoto lalu menarik nafas nya sebentar dan mulai bercerita. "Dulu, keluarga kami baik-baik saja, tapi tiba-tiba saja perusahaan kami bangkrut dan dililit hutang yang jumlah nya sangat besar. Demi membayar hutang itu, Fugaku ayah sasuke meminjam uang dalam jumlah besar ke pada sahabat dekatnya. Suatu hari, sahabatnya itu menagih hutangnya, tapi jumlah nya lebih besar dari yang Fugaku pinjam. Entah bagaimana, Fugaku bertemu dengan wanita muda yang menjanjikan uang yang berjumlah besar tapi dengan syarat, Fugaku harus menikah dengannya. Fugaku menyanggupi ajakan wanita itu, dan dengan cara yang kejam, Fugaku mencampakkan kami, dan...uhh.." Mikoto tidak kuat lagi menahan tangisnya.

"Ah! Maaf tante, aku sudah buat tante sedih! Maafkan aku!" Ujar Sakura sambil mengelus punggung Mikoto. Mikoto hanya mengaguk namun tetap menangis.

"Kaa-san, ini.." Sasuke yang baru datang langsung kaget melihat Mikoto menangis, dihampirinya Mikoto dan Sakura. "Kaa-san kenapa?" Tanya Sasuke, pandangannya beralih ke Sakura dan menatap tajam sakura. "Apa yang kau lakukan pada kaa-san ku!" Tanya Sasuke kasar.

"Ti-tidak, aku hanya.."

"Sudahlah Sasuke, bukan Sakura kok yang salah." Ujar Mikoto lalu tersenyum pada Sakura dan Sasuke. "Seperti nya aku butuh istirahat. Tante tinggal dulu, ya Sakura." Kata Mikoto, Sakura hanya mengaguk. "Sasuke, berbincang-bincang lah dengan sakura. Kaa-san mau istirahat dulu." Lalu Mikoto pun masuk ke kamarnya.

Ssiiiingg…

Hening.

Tidak ada yang memulai pembicaraan. Sakura yang merasa bosan pun segera memutuskan kalau ia yang harus berbicara duluan. "Sasuke, aku.. aku sudah tau tentang keluargamu. Tadi tante Mikoto yang menceritakannya padaku." Kata Sakura.

"Lalu? Kau mau membocorkan masalah keluargaku di depan umum? Mau menyebarkan berita tentang keluargaku di sekolah?" Tanya Sasuke sambil memandang sinis Sakura.

"Tidak! Aku akan menjaga rahasiamu. Tapi.. ijinkanlah aku menjadi sahabatmu," Kata Sakura kemudian menunduk.

"Sahabat?"

"Ya."

"Aku tidak butuh sahabat." Kata Sasuke.

"Tapi, paling tidak kau harus mempunyai seseorang yang bisa berbagi masalah denganmu! Kau boleh menceritakan apa saja padaku. Aku akan menjaga rahasiamu!" Kata Sakura, wajah Sakura kini sudah memerah karena baru kali ini ia berani berbicara seperti itu pada Sasuke.

"Aku benci orang kaya." Gumam Sasuke.

"Ah," Sakura kaget lalu ia menunduk lagi. "A-aku bukan orang kaya, aku dan keluargaku biasa-biasa saja!" Kata Sakura berbohong. Karena sebenarnya Sakura adalah anak dari Haruno Hazuki orang terkaya kedua di Jepang.

Sasuke menatap Sakura. "Benar?" Sakura mengaguk.

"Boleh aku berteman denganmu?" Tanya Sakura. Sasuke menatap Sakura dan sedikit tersenyum. "Tidak ada salahnya." Kata Sasuke dengan volume suara yang kecil.

"Eh? Ada apa Sasuke?"

"Tidak, tidak ada apa-apa. Ayo kuantar kau pulang ini sudah malam." Kata Sasuke, Sakura mengaguk dan mereka pun keluar dari rumah Sasuke.

~~^^"~~

Di perjalanan pulang, Sasuke dan sakura berbincang-bincang dan itu membuat hubungan mereka sedikit tambah dekat. Tapi saat sudah hampir sampai di rumah Sakura, Sakura ingat sesuatu. "Ah! Sasuke, cukup sampai sini saja! Biar aku pulang sendiri ke rumahku." Kata Sakura.

Sasuke menatap Sakura heran. "Sudah tanggung, kuantar saja sekalian." Jawab Sasuke.

"Ti-tidak usah! Lagi pula kau harus menjaga kaa-san mu 'kan? Tak apa, rumahku tinggal beberapa meter lagi kok. sudah dekat." Kata Sakura.

"Hn. Baiklah, aku pulang dulu. Hati-hati." Kata Sasuke kemudian berbalik dan segera pergi.

Sakura menghela nafas nya. "Huff.. untung saja,"

~~o.o~~

-Rumah keluarga Haruno-

Brukh

Sakura menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur empuk berukuran queen-size miliknya lalu menghela nafas. "Demi berteman dengan Sasuke, aku berbohong. Walau sekarang aku berhasil berteman dengan Sasuke, tapi kalau Sasuke tau aku yang sebenarnya bagaimana?" Tanya Sakura pada diri sendiri. Diraihnya bantal guling yang disebelahnya dan dipeluknya bantal guling itu. "Sasuke pasti marah," Kata Sakura sedih. "Ugh.. tapi kalau tidak begitu, aku tidak bisa menjadi sahabat Sasuke."

"Pokoknya aku harus hati-hati supaya keluargaku yang sebenarnya tidak diketahui Sasuke! ya, harus! Ayo, semangat Sakuraaa! Yeah..!"

~~T.T~~

-Konoha High School-

"Sasuke!" Panggil seseorang pada Sasuke. Sasuke menoleh pada orang yang memanggilnya lalu memutar bola matanya, bosan. "Apa?" Tanya Sasuke.

"Sasuke, um.. kita..ng..ano..kita sahabatan, 'kan?" Tanya orang itu yang ternyata Sakura.

"Hn."

"Apa artinya?"

"Apa saja boleh."

Sweatdropped

"Sana masuk ke kelasmu, sebentar lagi guru datang." Kata Sasuke.

"Uhh..baiklah!" Ucap Sakura lalu pergi ke kelasnya.

~~o.o~~

-Istirahat..-

"Saaasuuukeee~" Panggil Sakura sambil berlari ke arah Sasuke. Sasuke mendengus. "Hei! Sedang apa?" Tanya Sakura pada Sasuke yang sedang membaca buku.

"Kau sendiri tau aku sedang apa." Jawab Sasuke.

"Ah! Iya-iya, maaf. Hehe. Um..Sasuke, pulang sekolah ini mau jalan-jalan tidak? Aku ketemu toko es krim baru yang enak, lho! Kita bisa makan es krim di situ dan ngobrol banyak!" Ujar Sakura bersemangat. Sasuke memutar bola mata nya, bosan. "Aku tidak mau." Tolak Sasuke.

"Eh! Kenapa?" Tanya Sakura dengan agak kecewa.

"Kau kira aku perempuan? Yang mau bergossip tidak jelas tentang laki-laki, dandan, shopping dan segala macam!" Kata Sasuke agak sinis.

Sakura hanya nyengir. "Ehehe.. ya, gak juga kali, Sas! Kita obrolin tentang pelajaran saja? Lagi pula, sebentar lagi ulangan, lho! Kau mau tidak naik kelas?" Tanya Sakura. "Ah, ya! atau kita belajar bersama di rumahmu?" Tawar Sakura.

"Setiap hari juga aku belajar."

"Ah! Ya sekali-kali kita belajar bersama! Kau 'kan pintar, jadi bisa ajarin aku!" Kata Sakura.

"Hn."

"Apa itu artinya 'iya'?" Tanya Sakura penuh harap.

"Ya."

"Yeahh! Terima kasih, Sasuke!" Ucap Sakura, dan tanpa sadar ia sudah memeluk Sasuke. "Ah! Ma-maaf, Sasuke!" Ujar Sakura dan langsung melepas pelukannya pada Sasuke dengan wajah merah padam.

"Hn."

"Um..Jadi? kita pulang bareng?" Tanya Sakura.

"Ya."

-Pulang Sekolah-

"Sasuke! ayo pulang!" Ajak Sakura lalu menggandeng tangan Sasuke dan mereka pun berjalan ke gerbang sekolah mereka.

XoXoXoXoXo

"Masih jauh?" Tanya Sasuke yang tampaknya sudah bosan berjalan berjam-jam.

"Um..sudah dekat," Jawab Sakura. "Ah! Itu tempatnya! Ayo, Sasuke!" Kata Sakura lalu menarik tangan Sasuke dan berlari ke stand es krim yang baru saja dibuka itu.

~~^^"~~

"Permisi, um..paman penjual es?" Panggil sakura.

"Ah! Selamat datang. Ada yang mau dipesan?" Tanya paman itu sambil tersenyum.

"Um..aku pesan Strawberry Ice Cream. Tapi pake Cup, ya!" Ujar Sakura. Paman itu hanya tersenyum lalu pandangan paman itu beralih ke Sasuke. "Nah, kau mau pesan apa, nak?" Tanya paman bermata sipit itu.

"Chocovanilla Ice Cream." Ujar Sasuke lalu mengeluarkan buku nya yang kemarin ia pinjam dari perpustakaan. Paman itu pun tersenyum dan mulai mencatat pesanan Sasuke dan sakura. "Nah, tunggu sebentar, ya!" Katanya.

"Eh. Paman, tunggu!" Cegah Sakura. Paman itu pun berbalik. "Ya?"

"Um.. Chocovanilla nya ditaruh di cup saja, ya, paman." Ujar Sakura, paman itu mengaguk dan berjalan masuk ke dapur.

"Kenapa harus pakai cup?" Tanya Sasuke.

"Karena kita akan makan es krim sambil jalan-jalan! Kan rugi kalau es krim nya sampai meleleh!" Kata Sakura.

"Terserahlah."

"Nah. Nak, ini es krim nya." Kata paman itu sambil menyodorkan Strawberry Ice Cream dan Chocovanilla Ice Cream yang kelihatan enak itu. "Terima kasih paman! Ini uangnya." Ujar Sakura lalu menyerahkan dua lembar uang dan kemudian mengambil es krim itu.

"Ayo, Sasuke!" Ajak Sakura lalu menggandeng tangan Sasuke.

~~o.o~~

"Um, Sasuke, boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Sakura. Sasuke hanya mengaguk. "Ng.. kenapa kau benci orang kaya?"

Sasuke menatap Sakura lalu kembali menatap lurus ke depan. "Karena orang kaya itu hanya bisa menghambur-hamburkan uang. Aku benci orang kaya." Jelas Sasuke, lalu memasukkan tangannya ke saku celana nya.

"Kenapa? Bukankah, Sasuke juga orang kaya?" Tanya Sakura lagi lalu membuang cup es krim nya di tempat sampah.

"Hn. Itu dulu, tapi aku lebih memilih jadi orang yang biasa-biasa saja. Aku membenci orang kaya, itu semua karena tou-san ku. Dia lebih mementingkan perusahaan dan uang dari pada keluarganya. Nahkan dia rela menikahi wanita lain demi uangnya. Menjijikkan." Kata Sasuke.

"Tapi 'kan tidak semua orang kaya seperti itu!" Bantah Sakura. "Ada juga orang kaya yang baik dan pengertian, 'kan?"

Sasuke menatap Sakura dengan tatapan datar. "Kau tidak mengerti, Sakura. Sebaik-baiknya orang kaya, jika berhubungan dengan uang dan perusahaan mereka, mereka pasti rela mengorbankan semuanya demi mendapatkan uang lebih yang tak abadi itu." Jelas Sasuke.

"Tidak! Kau yang tidak mengerti! Mereka.."

"Bisa kita ganti topik pembicaraan? Aku bosan mendengar kata 'kaya'" Kata Sasuke memotong perkataan Sakura.

"Uh.. baiklah. Um, apa kau akan menerima ajakan tou-sanmu?" Tanya Sakura. "Maaf, tapi aku mendengar pembicaraanmu dengan tou-sanmu."

"Hn. Tidak mungkin aku menerima ajakannya. Dia sudah sengaja meninggali aku dan kaa-san. Untuk apa aku ikut membantu nya lagi? Aku tidak sudi! Biarkan saja perusahaannya bangkrut." Kata Sasuke, sinis.

"Um.. Kalau boleh tau, kenapa perusahaanmu bisa bangkrut?" Tanya Sakura.

"Tou-sanku meminjam uang dari perusahaan lain, tapi aku tidak tau uang itu untuk apa. Dan saat perusahaan itu menagih hutangnya, tou-san tidak bisa bayar dan memutuskan untuk meminjam uang pada sahabat dekatnya. Sahabat dekat tou-san akhirnya menagih hutan itu juga dan sekali lagi tou-san tidak bisa bayar. Akhirnya perusahaan tou-san diambil alih oleh temannya itu. Selanjutnya sudah diceritakan oleh kaa-sanku kemarin." Jelas Sasuke.

"Ah, iya. Aku mengerti. Um, apa kau tidak ada niat untuk berbaikan dengan tou-sanmu?" Tanya Sakura lagi.

"Tidak. Aku sudah terlanjur sangat benci padanya." Kata Sasuke, Sakura hanya mengaguk. "Dengar, jangan ceritakan masalahku pada siapa pun!" Kata Sasuke.

"Um, baiklah." Kata sakura.

"Hn. ayo ku antar kau pulang." Ajak Sasuke. Sakura mengaguk.

"Um, Sasuke, sampai sini saja antarnya! Aku mau ke toko lagu dekat sini dulu!" Kata Sakura.

"Biar kutemani." Tawar Sasuke.

"Eh, tidak usah! Aku tidak mau merepotkan! Sudah, ya? daah~" Kata Sakura lalu berlari dan melambaikan tangan ke arah Sasuke. Sasuke pun membalas dengan lambaian tangan juga. Dan tanpa Sasuke sadari, ia tersenyum kecil.

~~~^^"~~~

"TIDAK! Tidak akan ku izinkan kau untuk mengambil Sasuke dariku!" Bentak seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.

"Jangan keras kepala! Asal kau tau, Sasuke sudah muak dengan semua ini! Kalau dia ikut denganku, dia akan bahagia dan kehidupannya akan terjamin!" Kata seorang pria tinggi yang berdiri di hadapan wanita tadi. "Mikoto. Sasuke selalu berusaha menyembunyikan kehidupan asli nya di sekolah! Apa kau tidak tau itu! Apa kau tau bahwa Sasuke selalu berpura-pura menjadi orang kaya di sekolah!"

"A-aku tidak tau. Tapi, dari mana kau tau semua itu tentang Sasuke? Bukankah kau tidak pernah dekat dengan Sasuke?" Tanya Wanita cantik yang dipanggil 'Mikoto' itu.

"Cih! Ibu macam apa kau sampai tidak tau apa-apa yentang kehidupan sekolah Sasuke!" Kata pria itu yang ternyata Fugaku, ayah Sasuke. "Mikoto, Sasuke harus ikut denganku!"

"Ti-tidak!"

"Kau…" Saat Fugaku ingin menampar Mikoto, ada seseorang yang menangkis tangannya.

"Jangan pernah menyakiti kaa-sanku lagi, Uchiha Fugaku!" Kata orang itu sambil menatap tajam Fugaku.

"Sasuke!" Kata Fugaku agak kaget.

Sasuke melepaskan tangan Fugaku. "Kaa-san tidak apa-apa?" Tanya Sasuke, Mikoto mengaguk. Sasuke mendeathgalre Fugaku. "Tou-san, jangan pernah mengganggu aku dan kaa-san lagi! Apa kau belum puas sudah menyakiti aku dan kaa-san, hah!" Bentak Sasuke yang emosi sudah mulai naik.

"Ini semua demi kebaikanmu! Kau harus ikut denganku kalau kau mau bahagia dan kehidupanmu terjamin!" Bentak Fugaku.

"Cih! Jangan harap!" Kata Sasuke. "Aku tidak mungkin ikut dengan pria bre*ngsek sepertimu!" Kata Sasuke.

BUAGHH!

"Sa-sasuke!" Mikoto menghampiri Sasuke. "Kau tidak apa-apa, nak?" Tanya Mikoto lalu mengambil tissue dan mengelap dari yang sedikit keluar dari bibir Sasuke. Sasuke menatap kaa-san nya dan tatapan itu bisa diartikan 'masuk-ke-kamar-kaa-san-sekarang-biar-aku-yang-urus-ini'. Mikoto mengerti dan mengaguk kemudian berlari masuk.

"Jaga mulutmu!" Kata Fugaku yang sudah meninju Sasuke.

"Cih! Untuk apa aku menjaga mulutku, hah! Lagi pula kau memang cocok dibilang begitu!" Bentak Sasuke sambil bangkit berdiri.

"Kau…"

"Sudah! Cukup, tou-san! Jangan keterlaluan!" Cegah seorang pemuda tampan yang rambutnya diikat kebelakang.

"Itachi! Sedang apa kau di sini! Bukankah sudah kubilang kau harus tunggu di mobil!" Tanya Fugaku dengan nada kasar.

"Cih! Aku tidak mungkin berdiam diri di mobil jika sudah melihat Suasana seperti ini!" Ujar Itachi, ia kemudian menatap Sasuke. "Kau sudah berubah rupanya?" Tanya Itachi sambil tersenyum sinis.

Sasuke yang melihat itu hanya mendengus. "Ternyata kau memilih untuk ikut dengan tou-san. Kukira kau masih tinggal di rumah Akatsuki itu, baka Itachi."

"Hmph! Siapa bilang? Aku tidak mungkin ikut dengannya." Kata Itachi sambil tertawa meremehkan ke arah Fugaku.

"Cih!" Dengus Fugaku. "Terserah kalianlah! Aku tidak perduli! Dan Sasuke, waktu mu masih banyak! Pikirlah baik-baik! ayo Itachi!" Kata Fugaku lalu pergi dari rumah itu.

"Hn." Gumam Itachi kemudian mengikuti Fugaku dari belakang.

"Nii-san.."

Itachi berhenti saat mendengar seseorang memanggilnya. "Hn. apa? Tumben sekali kau mau memanggilku 'nii-san' biasanya tidak." Ujar Itachi.

Sasuke tidak memperdulikan perkataan Itachi. "Kenapa.. nii-san ikut dengan tou-san yang sudah mencampakkan kita?" Tanya Sasuke. "Apa nii-san tidak kasihan pada kaa-san? Apa nii-san sudah tidak memikirkan kaa-san?"

"…"

"Jawab, nii-san!" Ujar Sasuke. "Apa nii-san tidak bisa membenci tou-san yang sudah menyakiti kaa-san!" Tanya Sasuke sedikit kasar.

Itachi menggeleng. "Aku memang ada sedikit perasaan benci. Tapi, aku tidak bisa benar-benar membenci tou-san." Jawab Itachi.

"Kenapa?"

"Karena..dia ayah kita," Jawab Itachi sambil tersenyum sedih.

Sasuke kaget. "A-apa?"

"Kau pasti tau maksudku. Kau 'kan pintar. Sudah, ya.. adik kecilku! Nanti kita bertemu lagi!" Ujar Itachi lalu lari ke arah mobil mewah yang terparkir sedikit jauh dari rumah itu.

"Nii-san.."

~~~T…T~~~

'Cih! Sial! Sakit sekali!' Kata Sasuke dalam hati sambil mengkompres bibirnya yang kena tinju Fugaku. "Hahh.." Sasuke menarik nafas dan kemudian berjalan ke meja dapur untuk menaruh handuk dan air dalam baskom itu.

Sesudah itu, Sasuke berjalan ke meja makan. 'Tidak ada makanan. Kaa-san tidak masak. Lebih baik aku cari makanan dulu.' Ujar Sasuke dalam hati, ia pun segera berjalan ke kamar kaa-sannya, Mikoto.

-Kamar Mikoto-

Sasuke membuka pintu kamar kaa-san nya yang tidak dikunci. "Kaa-san, aku mau cari…" Perkataan Sasuke terputus. Matanya terbelalak saat melihat kaa-san nya telah terbaring lemah di atas tempat tidurmya.

"K-KAA_SAN!"

#To Be Continued#

Huwaaa… aneh..aneh..aneh! DX

Hiks.. lagi-lagi fic ku jadi aneh nan gaje banget T_T

Banyak typo, ya?

Um.. tolong semuanya, ajarin aku bikin suasana rumah sakit, please? *puppy eyes*

Ah, ya, jangan lupa review fic baruku, ya! 'My Teacher or My Lover' wkwkwkwk.

yaudah. Sampe sini dulu, ya! mau nunggu chapt 3 nya kan? XDD

Hm.. aku punya pesan untuk kalian ; AYO RAMAIKAN FANDOM NARUTO DENGAN FIC PAIR SASUSAKU! XDDD *dikeroyok warga ffn(?)*

Review, yaaa~

-review banyak, review gak banyak saya terima-