SELAMAT MEMBACAAAAA \(^.^)/

.

.

^^-SEHUN's LIFE STORY-^^

^^- PART 2 -^^

.

.

AUTHOR POV

"Aku baru saja tiba, dan kau langsung membawaku ke kantor?" Ucap Kris dengan wajah yang dibuat mengenaskan (namun gagal) saat mobil yang mereka kendarai berhenti tepat di sebuah gedung mewah.

"Kantor sedang membutuhkanmu Kris. Jadi, nikmati saja pekerjaanmu. Hehehe."

"Kau keterlaluan Donghae Hyung." Sebal Kris pada Donghae yang malah membuat pemuda yang tak kalah tampan darinya ini terbahak.

"Itu resikomu Manager Wu yang terhormat. Wekekek~" Ejek Donghae pada atasan sekaligus kawan dekatnya ini.

Dari bandara, Kris dan Donghae langsung menuju ke kantor mereka 'Sun Bright Coorporation' yang terletak di Manhattan, New York, Amerika Serikat.

Donghae sengaja tak mengantar Kris ke apartmentnya meskipun untuk sekedar meletakkan koper yang dibawanya. Karna jika Donghae mengantarnya ke apartmentnya terlebih dahulu maka Kris akan beralasan 'Aku masih lelah. Baru saja tiba sebaiknya aku istirahat terlebih dahulu'. Dan alhasil, mereka berdua akan tertidur dan melupakan pekerjaan menumpuk mereka yang sedang melambai-lambai meminta untuk segera diselesaikan.

"Good morning Mr. Wu." Ucap Security perusahaan saat Kris keluar dari mobilnya.

"Morning too. Long time no see.. Oh please, stop being so formal to me uncle Steve." Kris langsung memeluk Security kepercayaan kantornya sejak lama itu.

Ya, yang kita lihat tidak salah.

Wu Yi Fan, atau lebih dikenal dengan Kris Wu. Manager sekaligus pewaris utama Sun Bright Coorporation. Menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar dalam jangka waktu 4 tahun, menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Pertama selama 2 tahun. Lulus Sekolah Menengah Atas pada saat ia masih berumur 15 tahun. Menyelesaikan pendidikan Strata 1 di bidang bisnis, Universitas New York dengan predikat Cumlaud pada umur 19 tahun. Mampu menyelesaikan program Master di Cambridge University, London pada usia 22 tahun. Dan kini, di usia 25 tahun ia sudah menjabat sebagai Manager di bidang pemasaran dan perluasan bisnis di perusahaan yang dipimpin oleh ayahnya sendiri, Wu Zhi lan.

Tapi, jangan salah paham dulu. Meskipun Ayahnya adalah Direktur, tapi tak semudah itu ia bisa masuk ke perusahaan ayahnya ini. Ia tetap harus melalui serangkaian tes untuk bisa masuk ke perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi itu. Posisinya sebagai Manager pun juga ia dapatkan dengan susah payah dan atas hasil kerja kerasnya sendiri.

Walaupun ia termasuk pemuda yang sangat pintar dan juga pemegang jabatan tinggi di perusahaannya, Kris Wu tetaplah seorang Kris yang rendah hati, sopan, dan tak segan untuk menolong orang lain.

How great he is, hm?

Namun, sebagai pemimpin, Kris juga seorang pemimpin yang perfeksionis dan sangat tegas pada semua karyawannya. Ia tak segan menegur, memarahi ataupun menindak tegas seseorang yang telah berbuat kesalahan. Apalagi jika kesalahan yang diperbuat karyawannya sangat fatal. Kris sang malaikat akan berubah menjadi Devil.

Namun, sekali lagi, Kris tetaplah Kris. Setelah ia memarahi karyawannya, maka ia tak segan untuk meminta maaf jika ia merasa perkataannya terlalu keras. Dan ia akan membantu karyawan tersebut menyelesaikan pekerjaannya. Dan sifat inilah yang membuat para karyawannya segan terhadapnya.

Oh tidak! Ia benar-benar pria idaman bukan?

"Hyung, Baba dimana?" Tanya Kris setelah duduk dengan nyaman di kursinya.

Donghae mengambil minuman yang ada di lemari pendingin di ruangan itu dan melemparnya ke arah Kris.

"Paman masih ada meeting dengan perusahaan tetangga Kris." Jawabnya setelah meneguk minumannya sedikit.

Bukan tanpa alasan Donghae bersikap sangat tidak formal pada Kris.

Pertama, Kris yang memintanya sendiri, agar Donghae bersikap layaknya saat dulu mereka masih kecil. Donghae merupakan tetangga Kris saat ia masih tinggal di Korea. Sejak kecil mereka bahkan sering bermain bersama. Donghae juga merupakan sunbae Kris saat di Sekolah Menengah Atas. Donghae juga lebih tua 3 tahun dari Kris. Dan Kris sudah menganggap Donghae layaknya Hyung-nya sendiri.

Donghae hijrah ke New York atas permintaan Kris yang mengatakan sangat membutuhkan dirinya. Sebelum ia menetap di New York, Ia merupakan Dosen di beberapa Universitas di Korea. Ya, Dosen Honorer atau dosen tidak tetap. Dan sekarang, Donghae menjadi Asisten kepercayaan seorang Kris Wu.

"Hyung! Kau percaya dengan Love at first sight tidak?" Tanya Kris tiba-tiba, membuat Donghae yang sedang bersandar menegakkan tubuhnya tiba-tiba.

"Tumben kau bertanya seperti itu?" Kening Donghae berkerut. Bingung dengan pertanyaan Kris yang tak biasa ini.

"Sudahlah, jawab saja... Percaya atau tidak?" Paksa Kris. Dan itu semakin membuat Donghae terheran-heran dengan perubahan sikap sang Manager muda ini yang secara tiba-tiba.

"Tidak." Jawab Donghae singkat. Ia menyandarkan kembali tubuhnya di kursi dan menaikkan kakinya ke atas meja.

"Mengapa?"

"Karna menurutku, itu hanya suatu ketertarikan belaka. Dan biasanya hanya didasari oleh penampilan fisiknya saja." Jelas Donghae. Kris yang mendengarnya hanya menganggukkan kepalanya. Persis seorang siswa yang diberikan penjelasan oleh gurunya.

"Tapi..." Gumam Kris sambil menyandarkan tubuhnya. Kepalanya menengadah, menatap langit-langit ruangannya yang bernuansa sea blue itu.

"Tapi apa?" Tanya Donghae.

"Entahlah Hyung. Aku merasakan perasaan berbeda saat bertemu dengannya. Kuakui dia begitu manis. Tapi, saat aku bertatapan dengannya, aku merasa tiba-tiba ada background bunga-bunga di sekelilingku. Aku merasa kehilangan jantungku saat itu juga. Oh Tuhan, apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?" Kris berteriak saat mengucapkan kalimat terakhirnya. Senyum idiot nan menawan tersungging di bibir kissable itu.

Donghae yang mulai menemukan tanda-tanda sang atasan terkena gangguan jiwa, sontak berdiri dan menyentuh dahi sang Manager.

"Tak panas..." Gumam Donghae.

Kris yang tak terima langsung menyingkirkan tangan Donghae dari dahinya, kasar. Dan tersenyum manis (namun nampak mengerikan di mata Donghae) lagi.

"Ternyata seperti ini, jika Manager sekaligus pewaris perusahaan itu sedang jatuh cinta... Tak jauh beda dengan pasien di rumah sakit dekat kantor ini."

"Ya kau benar... Ak- Ehh?! Apa maksudmu dengan pasien rumah sakit itu? Kau pikir aku orang gila haaa?" Pekik Kris tak terima, sedangkan Donghae hanya mengangkat bahunya, acuh.

Kris yang sebal langsung saja mengambil kotak tissu yang ada di mejanya dan melemparnya ke arah Donghae. Beruntung bagi Donghae, karna ia sempat menghindar.

"Memangnya siapa seseorang beruntung yang bisa menaklukkan hati seorang Wu Yi Fan, Hm?" Goda Donghae pada adik jadi-jadiannya ini (yaa, seperti itulah yang ada dipikiran Donghae).

"Dia seseorang Hyung..." Jawab Kris melantur, membuat Donghae memutar bola matanya, malas.

"Ya, aku tahu dia seseorang Bro! Mana mungkin kau menyukai Anjing Husky milik si Devon? Ya Tuhan, Kris... Apakah otakmu tertinggal di bandara haahh?" Geram Donghae malas. Kris malah terkikik mendengar geraman Donghae.

"Hehehe, kau jangan marah-marah Hyung... Kau mau wajahmu keriput? Wkkkk~" Goda Kris, Donghae hanya mendengus.

"Terserahmu lah!"

"Huaaaahhh,, aku ingin bertemu dengannya lagi Hyung..." Teriak Kris di dalam kantornya. Membuat Donghae ingin sekali menyumpal mulut Kris dengan celana dalamnya sendiri.

"Hentikan teriakanmu bodoh! Duh duh duh, memangnya kapan kau bertemu dengannya sih? Hingga membuatmu seperti orang yang kehilangan kewarasannya begini..."

"Tadi... Saat di bandara. Ia baru datang dari Korea, sepertinya ia akan menetap di New York." Kris menjawab sambil tersenyum bodoh. Matanya menerawang, mengingat saat ia bertabrakan dengan Sehun.

Donghae hanya melongo melihat kelakuan Kris yang tiba-tiba menjadi absurd, hanya karna terpesona oleh seseorang yang baru saja ia temui.

"Aku tak bisa melupakan wajahnya Hyung. Wajah stoic-nya. Bibir tipisnya. Rambutnya yang di cat blonde, terlihat sesuai dengan warna kulitnya yang putih mulus."

"Ck! Anak muda..." Donghae mendengarnya dengan memasang wajah tak berminat.

"HUAAAAA... OH SE HUN, AKU HARUS MENEMUKANMU..."

Dan teriakan Kris kali ini mampu membuat Donghae terbelalak. Kaget. Shock.

Bukan, karna teriakan Kris. Melainkan,

'Se-Se-Sehun? Oh Se Hun?'

-...-...-...-...-...-

Di sebuah apartment yang tak terlalu mewah, terlihat seorang gadis yang bisa dibilang sangat cantik, sedang membantu seorang pemuda membereskan barang-barangnya.

Ya, Dia Oh Se Hun.

Setelah selesai mengurus segala keperluannya di kampus barunya, Ia langsung menuju ke rumah sepupunya. Yang juga Noona dari Sunbae-nya saat di SNU dulu.

"Kapan perkuliahannya dimulai Hun?" Tanya gadis cantik ini sembari membantu Sehun menata pakaian di lemari.

"Masih sekitar dua minggu lagi Noona. Jadi masih ada kesempatan untuk aku berjalan-jalan mengelilingi New York. Hehehe." Cengir Sehun.

"Nanti Noona akan meminta bantuan pada kekasih Noona untuk mengantar kita berkeliling." Ucap sepupu Sehun ini. Membuat Sehun mengembangkan senyum 100 wattnya.

"Aaaaahhh, Stella Noona memang yang terbaik. Terima kasih Noonaaaa..." Ucap Sehun sambil mencium pipi Stella. Kebiasaan Sehun, jika terlalu senang.

Stella hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adik sepupunya yang kelewat hiperaktif ini.

"Oia Noona, Suho Hyung mana? Bukannya ia bilang kalau hari ini ia tak ada kerjaan dan mau pulang cepat?" Tanya Sehun.

"Suho mungkin masih ditahan di kantornya oleh kekasihnya yang kelewat possesif itu." Jawaban Stella membuat Sehun membelalakkan matanya.

"Jadi Suho Hyung sudah punya kekasih?" Tanya Sehun heran.

"Yaapp... Byun Baek Hyun namanya. Kau kenal?" Dan kali ini mulut Sehun yang terbuka. Tak menyangka kalau seniornya yang terkenal manis dan selalu bersikap lembut itu menjadi kekasih kawannya yang terkenal dengan sifatnya yang usil.

"Baekhyun si sipit itu? Noona yakin?" Tanyanya masih tak hanya mengangguk. Namun kerutan di dahinya menandakan ia masih bingung dengan reaksi Sehun.

"Memangnya kenapa kau seakan tak percaya begitu Hun?" Dia tak tahu buka karna dia Noona yang tak baik. Hanya saja, sejak Sekolah Menengah Atas, Stella sudah tinggal di New York bersama sang Ayah. Sedangkan Suho, tetap tinggal bersama dengan Ibunya di Korea.

"Asal Noona tahu yaa, Suho Hyung itu menjadi senior terfavorit saat kami kuliah. Bahkan si Cassanova hangus, JongIn dan si Coverboy majalah panda, Zi Tao itu sampai tergila-gila pada Suho Hyung. Tapi tak kusangka, Suho Hyung malah memilih Baekhyun si bebek jadi-jadian." Stella yang mendengarnya tak bisa menahan tawanya. Tawanya meledak seketika saat Sehun bilang kalau adiknya menjadi incaran banyak pria.

"Hahaha. Aku bahkan tak menyangka Suho bisa setenar itu hingga jadi incaran seorang Cassanova dan Coverboy. Tapi sepertinya aku mengetahui salah satu dari mereka. Zi Tao, itu yang matanya seperti panda itu kan? Kalau JongIn aku tak tahu. Yang biasa kemari mengunjungi Suho selain Tao itu bernama Kai. Katanya dia itu orang Korea, tapi kulitnya sedikit hitam. Seperti Tao."

"YAAA,, Zi Tao itu yang punya mata seperti panda Noona. Ciri-ciri Kai itu seperti apa Noona?" Tanya Sehun penasaran.

"Berkulit sedikit hitam, hidungnya tak terlalu mancung, berbibir tebal-"

"STOP! Itu pasti JongIn. Jadi dia merubah namanya menjadi Kai disini? Tak cocok sama sekali. HAHAHA..." Tawa Sehun meledak saat ia yakin kalau Kai itu adalah JongIn.

"Haha, eh tapi Noona, bagaimana mereka berdua bisa berada disini?"

"Mereka berempat, Suho, Baekhyun, Tao, dan Kai bekerja di kantor yang sama. Mereka juga diletakkan di divisi yang sama, Health Safety Environment." Jelas Stella. Sehun mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Aku tak bisa membayangkan, kantor HSE mereka pasti akan ribut setiap hari karna ulah mereka. Dan Suho Hyung akan dibuat pusing oleh mereka." Sehun terkikik membayangkan Baekhyun, Kai, dan Tao yang memang tak pernah akur sejak jaman kuliah. Penyebabnya, kalian pasti bisa menebaknya kan?

"Hahaha, sepertinya yang kau katakan benar Hun. Suho sering sekali pulang dengan keadaan wajah yang kusut. Dan itu sepertinya ulah mereka." Stella dan Sehun lagi-lagi tertawa saat membicarakan Suho.

"Sudahlah, itu sudah menjadi deritanya. Aku mau memasak dulu. Kau mau ku buatkan makan siang apa Hun?" Tawar Stella. Pekerjaan menata pakaian Sehun sudah hampir selesai. Jadi Stella memutuskan untuk memasak.

"Apa saja Noona. Asalkan itu bisa membuat perutku kenyang aku tak masalah. Hehehe."

"Baiklah. Tunggu ya..." Stella pun pergi meninggalkan kamar Sehun. Membiarkan Sehun menyelesaikan pekerjaannya yang hampir seleai.

SEHUN POV

Sepeninggal Stella Noona, aku masih membereskan pakaianku dan menata barang-barang bawaanku yang lain.

Yaaa, di sini aku tinggal bersama sepupuku. Stella Kim dan Suho Kim.

Ibu mereka adik dari ayahku. Namun, paman dan bibi bercerai dan paman memutuskan untuk tinggal disini bersama anak perempuannya.

Dan disinilah aku sekarang. Tinggal bersama dua sepupuku dan juga paman Kim.

Sebenarnya, dari pihak Universitas memberikan fasilitas berupa tempat tinggal. Namun, aku lebih memilih tinggal disini. Berkumpul bersama sepupu sendiri sepertinya menyenangkan bukan?

Hihihihi, aku terkikik geli saat mengingat ceritaku dengan Stella Noona tadi. Aku sungguh tak menyangka Suho Hyung bisa menjadi kekasih Baekhyun. Hahaha, jurus apa coba yang Baekhyun gunakan agar Suho Hyung mau menjadi kekasihnya? Hahaha.

"Aaahh... Sudah beres..." Legaku saat semua barang telah tertata rapi ditempatnya.

Aku membaringkan tubuhku di atas kasur Queen Size yang akan menjadi milikku untuk 2 sampai 3 tahun kedepan. Menyamankan punggungku yang terasa sangat pegal.

Berjam-jam di dalam pesawat membuatku benar-benar merasa remuk. Badanku terasa ingin patah rasanya.

"Huuuuufftthhh..."

Aku memejamkan mataku sejenak. Berusaha menghilangkan pusing akibat Jetlag yang menimpaku saat ini.

Kris Wu...

Ahh, mengapa aku jadi mengingatnya?

Haaahh, kuakui memang. Dia begitu ketampanannya mengalahkan Robert Pattinson atau Taylor Lautner.

Postur tubuhnya pun juga sangat atletis.

Alis tebalnya...

Mata Elangnya...

Hidung mancungnya...

Dan jabatan tangannya yang menghangatkan...

Oh ya Tuhan... Tidaaaakkkk... Bagaimana bisa kau menciptakan makhluk setampan dirinya...

Kau benar-benar Maha Kreatif ya Tuhan...

Apa yang kau pikirkan Oh Se Hun?

Sadar! Sadar!

Aku menepuk pipiku berulang-ulang. Berusaha menghilangkan bayang-bayang Kris Wu dari otakku.

Tidak tidak... Aku tak ingin perasaan terkutuk ini menguasai diriku lagi. Aku tak mau...

Ini semua karnanya...

Seseorang yang dengan brengseknya meninggalkanku begitu saja...

Dengan brengseknya, ia melupakan janjinya padaku...

Arrrgghhh...

Air mata keparat! Kenapa kau keluar heehh?

Sungguh aku lelah jika harus mengingatnya Tuhan...

Tapi aku tak pernah bisa melupakannya...

"Huuufftthh..."

Kau kuat Sehun! Kau kuat!

"Sehun, makan siang sudah siap. Mau ku antar ke kamarmu atau kau makan disini?" Teriakan Stella Noona menyadarkanku dari lamunan menyakitkanku.

Aku menghapus air mataku cepat dan menetralkan suaraku.

"Aku makan di ruang makan saja Noona." Dan aku pun pergi ke ruang makan menghampiri Stella Noona.

Haaaahh, lebih baik sore nanti aku berjalan-jalan saja. Supaya aku tak lagi melamunkan hal yang tak penting.

SEHUN POV end

-...-...-...-...-...-

"Dongae Hyung? Kau kenapa tiba-tiba menjadi pendiam seperti ini?" Tanya Kris yang heran dengan perubahan sikap Donghae secara tiba-tiba ini.

"Aku tak apa... Sudahlah, cepat kau kerjakan saja. Setelah itu kau dapat pulang dan beristirahat." Nasehat Donghae sambil tersenyum.

Ini bukan Donghae. Dan Kris tahu benar itu.

Donghae Hyung-nya tak mungkin tersenyum sesendu itu. Dan tatapan matanya, tak mungkin juga sesendu itu.

Kris ingin bertanya lebih jauh, namun ia tak melakukannya. Donghae adalah orang yang selalu menyimpan masalahnya seorang diri. Ia tak akan mau bercerita walaupun Kris merajuk ataupun ber-aegyo. Jadi Kris memilih diam dan membiarkan Donghae menenangkan diri dari masalahnya.

"Hyung kau nanti menginap di apartmentku tidak?" Tanya Kris lagi.

"Sepertinya tidak Kris, aku sudah berjanji dengan Kibum untuk ke rumahnya. Bertemu dengan ayah dan ibunya." Kris hanya mengangguk paham dan menyelesaikan pekerjaannya kembali.

'Jadi kau berada disini? Aku harus mencarinya...'

-...-...-...-...-...-

"Kau sudah siap Hun?" Tanya Stella saat melihat adik sepupunya itu keluar dari kamarnya dalam keadaan sangat rapi.

"Sudah Noona.Kekasihmu belum datang?"

"Sebentar lagi Hun. Dia sudah berada di tempat parkir." Sehun mengangguk dan mendudukkan dirinya di sebelah Stella.

Yaa, sore ini, Sehun meminta Stella untuk menemaninya berjalan-jalan. Dan sesuai janjinya, Stella meminta sang kekasih untuk mengantarkan ia dan sepupu terimutnya ini berkeliling kota New York.

'Ting Tong'

"Ah, itu pasti dia. Sebentar ya..." Stella bergegas membukakan pintu untuk kekasihnya.

"Heeyy babe."

"Heyy. Come in!" Stella mempersilahkan sang kekasih untuk masuk terlebih dulu.

"Sehun ini kekasihku Devon Bostick. Dev, he's my cousin Sehun." Stella memperkenalkan Sehun dan Devon. Karna, tak lucu kan jika mereka tak saling mengenal?

"Hey Sehun. Nice to meet you."

"Me too. Eem, my I called you Hyung?" Sehun meminta izin untuk memanggilnya Hyung. Karna ia tahu Devon pasti lebih tua darinya.

Terlihat Stella menjelaskan arti dari Hyung pada kekasihnya.

"Sure Sehun." Dan Devon pun setuju untuk dipanggil Hyung.

"Jadi, kita berangkat sekarang?" Tanya Stella pada kedua pemuda tampan dihadapannya ini.

"TENTU!" Jawab keduanya.

Dan ketiga orang itu pun pergi menikmati sore hari mereka dengan berjalan-jalan.

-...-...-...-...-...-

Kris sudah menyelesaikan semua pekerjaannya. Hari pertama bekerja, setelah 3 bulan ia dinas, ia bahkan sudah lembur hingga jam 6 malam.

Donghae bahkan sudah pulang sejak jam 4.30 sore tadi. Karyawannya pun banyak yang sudah pulang.

Begitu banyak pekerjaannya yang menumpuk, hingga ia ingin hari ini dapat menyelesaikan hutang-hutang pekerjaannya agar esoknya pekerjaannya sedikit ringan.

"Lebih baik aku mencari makan di luar saja." Kris pun pergi meninggalkan kantornya.

Menggunakan Bugatti Veyron hitam miliknya, ia melesat membelah jalanan kota New York. Cacing-cacing pendemo di perutnya yang membuatnya mengebut agar segera sampai di restoran favoritnya.

Sekitar 15 menit perjalanan, kini kris sudah memakirkan mobil mewah di restoran Steak favoritnya.

Ia langsung saja masuk ke dalam. Saat ia hendak duduk, ia melihat seseorang yang dikenalinya juga sedang berada di restoran itu juga.

Kris memutuskan untuk mendatanginya dan menyapanya.

"Devon?" Sapanya pada orang yang ia yakini sebagai tetangganya itu.

"Kris? Sedang apa kau?"Kaget Devon.

"Sedang mencari pakaian dalam. Ya jelas ingin makan Devon." Jawab Kris malas.

"Hehehe... Yaa kan aku hanya bertanya. Sendirian?"

"Yaaapp. Kau?"

"Aku bersama Stella dan sepupunya." Kris hanya ber-oh ria mendengar jawaban temannya.

Mereka terus mengobrol sembari menunggu pesanan merekan.

Stella dan Sehun yang baru selesai dengan aktifitas 'WC'-nya, segera menghampiri meja mereka.

"Noona, Devon Hyung berbicara dengan siapa?" Tanya Sehun yang melihat kekasih sepupunya itu berbicara dengan pemuda lain.

"Oh, sepertinya itu tetangganya. Ayo kita kesana." Ajak Stella. Mereka pun menghampiri meja mereka.

"Hey!"

"Oh, kalian. Kris ini sepupu Stella yang aku ceritakan itu."

Dan seketika mata Sehun dan Kris terbelalak lebar.

"KAU?" Pekik keduanya bersamaan. Stella dan Devon yang tak tahu apa-apa hanya mengerutkan dahinya melihat mereka yang terkaget seperti itu.

"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Stella.

"Ah, aku bertemu dengannya di bandara. Ah, aku tak menyangka, belum sehari ternyata kita dipertemukan lagi Sehun." Ujar Kris sambil tersenyum lebar. Membuat Devon merasa aneh dengannya.

"Hehehe, iya Kris-ssi. Tak kusangka kita bisa bertemu kembali." Sehun hanya tersenyum kikuk melihat Kris.

"Kau mau berdiri terus Hun?" Tegur Stella.

Dengan ragu, Sehun mengambil duduk di sebelah Kris.

'Ya Tuhan, kau kemanakan jantungku saat ini?' Batin Sehun. Sungguh ia merasa sangat gugup saat ini.

'Tuhan memang menyayangiku. Oh Se Hun, tunggulah aku. Muehehe...' Berbeda dengan Sehun, Kris justru nampak sangat bersemangat saat bertemu kembali dengan pemmuda yang menarik perhatiannya ini.

Ia memandang Devon dan Stella sejenak. Di otaknya sudah tebesit ide-ide gila untuk mendekati Sehun.

'Devon dan Stellan pasti mau membantuku... Hahaha, sepertinya tak sulit untuk meminta bantuan mereka...'

Yaaa, rupanya emang benar, sang Manager muda ini telah benar-benar menemukan tambatan hatinya.

Apa usahanya untuk mendapatkan Sehun akan berjalan mulus? Yaa, biarkan waktu yang menjawabnya.

.

.

.

.

Biarkan semua masih menjadi misteri... huehehehehe xDD

.

.

.

Devon Bostick itu aktor muda asal California favoritku. Walau memang kurang terkenal siihh... tapi cakeeepppp...

Stella Kim itu, cewek yang katanya mantannya Siwon itu lhoo... mantan trainee SM yang sekarang kuliah di NY. haduuhh, ni cewek cantiknya kebangetan... andai dia waktu itu gag keluar dari SM... pasti dia bakalan jadi maskotnya SM entertainment...

Dua orang ini, aku suka banget sama mereka. Jadi aku masukin mereka sebagai cast. Dan mereka ikut andil di kisah Kris-Sehun nanti...

.

.

Oiya, di FF Chanlu kemaren ada guest yg tanya Chaerin itu siapa. Aku jawab disini aja ya, semoga kamu baca...

Chaerin itu nama aslinya si CL 2NE1.. Chaerin Lee...

.

.

Dan bagi yang sering baca epep yang lain, pasti tahu kebiasaanku...

Dimana ada KrisHun, pasti ada BAEKHO.

Dan dimana ada BAEKHO, disitu ada KAITAO sebagai 'hama' yang mengganggu ketenangan mereka. Wkkkk~

Dan Baek, akan selalu possesif dan prevert dengan Suho-nya xDD

Emmm, kemungkinan ada Cross Pair yaa di FF ini... jadi aku mohon maaf sebelumnya... :)

.

.

Uda pada liat teaser EXO beluuumm?

Jongdae kereennn yaaa.. huaaaaaaa... *cipok Jongdae*

Ahh, hari ini BAP dan EXO membuat diriku kehilangan fokus.

Yang satu ngeluarin teaser. Yg satu ngeluarin MV kolaborasi sm a-pink T.T

Mana si yongguk keliatan ganteng banget pula di MV 'mini' yg sama A-pink itu..

Chorong Eunji juga... aaaahhh, cantiikkk bangeeetttt

AAAHH, pokoknya hari ini aku bahagia laahh xDD

.

.

.

Bbuingbbuingaegyo : hahaa, sifat sehun disini sengaja kubuat agak slebor sist. Seperti sifatku yang slebor tingkat wahid xD.. someone-nya Luhan? Liat aja nanti yaa sist :).. makasi uda review :).. review lagi yaa :)

: Narsis itu kunci sukses saeng. Jadi biarkan Sehun menjadi narsis agar ia sukses.. xDD.. hyungnya Kris yang nyakitin sehun? Persaingan kakak beradik? Emmm? Gag tau yaaa, liat aja ntar.. wkkk *dicekek*.. makasi uda review :).. review lagi yaa :)

Oh Dhan Mi : yang jadi masa lalu itu luhan? Molla.. hehehe... eehh, jangan didoain tambah galak dong. Kalo bu dosen makin galak gag aku lanjutin lhoo ff ini *ngancem* wkk... makasi uda review :).. review lagi yaa :)

Danactebh : makasi yaa doanya... makasi juga reviewnya.. review lagi yaa :)

xxx : maafkan aku sistaaaa... aku bukannya gag mau buat KrisHun. KrisHun di leptopku ada sekitar 4 ff yang sudah berjaur, Tapi entahlah, otakku saat ini sering berimajinasi liar tentang Chanlu. Dan KrisHun BaekHo sebagai pelengkapnya.. maafkan aku yang uda bikin kamu nunggu. Makasii yaa uda nungguin ff krishun-ku *kecup*... makasi yaa uda review :) review lagi yaa :)

chuapExo31 : sudah update.. makasi reviewnya yaa sist :) review lagi yaa :)

exolaughing : benarkaahh? *peluk* .. aahh iya, banyak buanget typonya.. hiikkss maafkan akuu... makasii ya reviewnya :) review lagi yaa :)

.

.

.

Aku sadar masih banyak kekurangan di tulisanku ini...

So, saya harap kalian mau meninggalkan jejak imut anda berupa kritik dan saran yang membangun...

.

.

Makasi yaa buat yang mau Review, favorite, follow cerita jelek ini...

Minta Reviewnya lagi yaaa... ^^

Kalo gag review gag dilanjutin lhoo *sekali-sekali ngancem* wkkkk xDD