SILENT SEPARATION

By: PeDeeS

Naruto © Masashi Kishimoto

Rate: M

Pair: Sasuke, Sakura, Hinata etc.

Warning: Typo, Angst, AU, HURT, EYD tidak tepat, OOC.

.

Happy Reading..

.

Summary : Sakura baru kembali dari Amerika bertemu kembali dengan Sasuke, pria yang pernah menjadi kekasihnya 7 tahun yang lalu sedang bersama mantan sahabatnya, Hinata. Sakit hati, penyesalahan, sedih dan kesalahapahaman menjadi satu saat pertemuan antar mereka terjadi.

.

Chap 2

PERTEMUAN KEMBALI

.

Uchiha Sasuke- seorang pengacara yang tahun ini berusia 29 tahun. Pertemuannya dengan Sakura sebulan lalu seakan membuka luka lama yang sudah ia coba kubur selama tujuh tahun.

Sasuke adalah pria yang dingin dan tempramen yang buruk. Bukan tanpa alasan dia seperti itu, Sasuke punya masa lalu yang kelam. Saat ia mengijak 10 tahun, ayahnya jatuh dari gedung lantai 13 dan meninggal dunia tepat di depan matanya. Ayahnya meninggal bunuh diri karena menjadi korban kasus penggelapan dana. Setelah kematian ayahnya, ia hanya hidup berdua dengan ibunya.

Sejak kepergian ayahnya, ibunya sering sakit. Tepat di usianya yang ke-12 tahun, ibunya meninggal dunia. Saat itulah keluarga Hyuga mengadopsi Sasuke dan menyekolahkannya sampai kuliah layaknya anak kandung.

Saat kelas 2 SMA, Sasuke mengetahui sebuah fakta bahwa ibunya bukan meninggal karena penyakit tetapi karena overdosis obat tidur. Setelah kepergian ayahnya ternyata membuat luka di hati nyonya Uchiha Mikoto, ia stres dan sering sakit-sakitan dan terpaksa mengakhiri hidup menyusul suami dan meninggalkan Sasuke seorang diri.

Cerita masa lalunya yang kelam membuat ia bercita-cita menjadi seorang pengacara, ia bertekad akan mengangkat kembali kasus ayahnya ke pengadilan.

Sasuke mengambil kuliah jurusan Hukum di Konoha University, di situlah ia bertemu dengan Sakura. Sakura sendiri mengambil jurusan kedokteran.

Tok! Tok!

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Sasuke. "Masuk."

Seorang pria bertubuh tegap dan tampan masuk ke ruangannya sambil membawa obat dan dompet kulit berwarna hitam yang ia letakkan di meja Sasuke, pria itu adalah Jugo, sekretarisnya.

"Seorang wanita mengantarkan ini, katanya ia menemukannya di supermarket dan tau kau bekerja di..."

"Di mana dia sekarang?" belum selesai Jugo menjelaskan Sasuke langung memotong ucapannya seakan dia tahu siapa yang mengembalikan dompet ini. Sasuke membuka isi dompet itu dengan tatapan dingin.

"Dia sudah pergi." Jawab Jugo. Ia lalu beranjak pergi. "Ah, ia. Jangan lupa minum obatmu." Kata jugo seraya menutup pintu ruangan Sasuke.

Jugo salah satu sektretaris Sasuke yang sangat setia padanya. Bukan karena ia adalah pegawai yang digaji tapi lebih dari itu. dia menganggap Sasuke adalah penolong hidupnya. Sasuke pernah memenangkan kasus anaknya yang diperkosa dan dibunuh oleh salah satu elite kepolisian. Bukan kasus yang mudah tapi berkat kejeniusan Sasuke lah akhirnya pelaku itu dihukum mati, Jugo dan istri bisa hidup dengan tenang.

Sasuke menatap isi dompet itu dengan tatapan kosong, ada yang hilang di dalam dompet itu, bukan uang atau benda penting lainnya, tapi sebuah foto Sakura yang hilang. Sasuke tahu siapa yang mengambil foto itu.

Ia pikir tidak akan menemukan lagi dompet itu karena sudah hilang sebulan yang lalu. Apalagi tidak ada identitas apapun di sana, hanya berisi beberapa lembar uang dan foto Sakura yang sudah usang.

.

Setiap hari Sakura disibukan dengan aktivitasnya sebagai potographer. Apalagi ini sudah masuk pertengahan bulan yang mengharuskan Sakura sibuk membuat foto untuk sampul majalah Aneka Yess! Magazine tempat ia bekerja.

"Sakura!" Teriak Shizune histeris mengagetkan Sakura yang tengah sibuk mengambil gambar.

"Ada apa Shizune?"

"Kau sungguh luar biasa." Sakura menyergitkan dahi tidak mengerti maksud Shizune. "Kau baru beberapa bulan di sini tapi uda dapet gebetan, ganteng lagi." Shizune gemaz mencubit pipi Sakura. Sakura masih tidak mengerti yang dibicarakan asistennya itu.

"Dia uda nunggu di depan, tuh." Kata Shizune sambil menunjuk ke arah pintu keluar. Sakura lekas menghentikan pekerjaan dan keluar dengan rasa penasaran.

"Sasuke-kun?" Sakura kaget. Ia tidak menyangka kalau Sasuke gebetan yang tadi dibicarakan Shizune.

Hening sejenak, seolah keduanya sedang beradu pandangan. Tidak ada yang memulai percakapan. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, saling memandangi perubahan fisik yang terjadi antar keduanya mungkin, atau terbayang akan kenangan masa lalu keduanya. Sakura berjalan mendekat ke arah Sasuke.

"Nona Sakura." Kata Sasuke formal, seperti berkata dengan orang yang baru dikenal.

"Mari silahkan duduk. Aku akan mengambilkan kopi untukmu."

"Tidak perlu, aku tak lama." Kata Sasuke, Sakura balas mengangguk.

"Dari mana kau tahu tempat kerjaku?" tanya Sakura penasaran.

"Dari YI, aku adalah pengacaranya."

"Lalu, ada apa kau ke sini?"

"Nona Sakura, Kau yang mengembalikan dompet ini?" Sakura mengangguk mengiyakan. "Tapi ada sesuatu yang hilang." Lanjut Sasuke sambil memperlihatkan dompet kulit hitam miliknya.

Sakura hanya menunduk, ia tidak menyangka Sasuke mencarinya hanya untuk menanyakan itu. "Sesuatu apa? Aku tak mengerti." Sanggahnya. Tapi apakah Sasuke bakal percaya?

"Kalau begitu bagaimana kau tahu kalau dompet ini adalah miliku?" Sasuke selalu bisa membuat lawatnya tak berkutik dengan kata-katanya yang kritis. Kali ini Sakura tidak bisa menyanggah.

"Kembalikan fotoku!" lanjut Sasuke.

"Itu fotoku. Kenapa harus ku kembalikan" Sanggah Sakura.

"Aku tak menyarankanmu berdebat dengan pengacara soal hak kepemilikan." Kata Sasuke sarkastik. Sakura tahu dia tidak akan menang berdebat dengan Sasuke. ia hanya diam menunduk, tidak berani menatap Sasuke.

"Benda itu tidak ada di sini."

"Kalau begitu kembalikan besok." Kata Sasuke sambil berbalik pergi.

"Besok aku sibuk, masih ada kerjaan yang harus kulakukan." Sasuke berbalik badan, Onyxnya menatap tajam Sakura. Kenapa wanita yang pernah mengisi hatinya itu sangat keras kepala.

"Haruno Sakura, kurasa diantara kita tidak ingin berhubungan lebih jauh. Masa lalu itu sudah mati terkubur sejak lama." Kata-kata Sasuke sangat dingin dan menusuk hati Sakura. Kenapa kau begitu kejam Sas?

"Sudah mati dan terkubur?" Sakura tersenyum miris mengulangi kalimat Sasuke. "Terus kenapa kau menginginkan fotoku?" lanjutnya.

"Buat kusimpan." Sasuke hening sejenak. "Sebagai pengingat masa-masa kebodohanku di masa lalu." Lanjutnya dingin, tatapannya begitu tajam, seolah memperlihatkan betapa hancurnya ia di masa lalu. Ia lalu berbalik badan dan pergi meninggalkan Sakura yang kebingungan.

Wanita itu terduduk di ruang lobby yang sepi, tanpa sadar liquid bening sudah membasahi pipi mulusnya. Kata-kata Sasuke berhasil membuat hatinya hancur untuk kedua kalinya.

Ada apa dengan Sasuke? ia benar-benar tidak mengerti kenapa Sasuke menyalahkannya. Bukankah Sasuke yang bilang tidak ingin lagi bertemu dengan Sakura tanpa alasan yang jelas? Kenapa dia begitu dingin dengan Sakura? Apa sebernarnya yang terjadi? Begitu banyak pertanyaan yang tidak Sakura mengerti?

Pikiran Sakura menerawang ke-9 tahun yang lalu, saat dirinya jadi mahasiswa baru fakultas kedokteran Konoha University. Saat itu umurnya baru 18 tahun.

Bukan kehendak Sakura untuk memilih jurusan kedokteran tapi kehendak ayahnya, dia memang anak yang pintar tapi jurusan itu bukanlah tujuannya, ia punya passion di bidang seni potography yang ingin ia tekuni tapi itu ditentang keluarganya karena dinilai tidak punya masa depan yang menjanjikan. Akhirnya passion itu hanya menjadi hobi sampingan Sakura di waktu senggang kegiatan kampusnya.

Sore hari yang cerah di musim semi, saat itu bunga-bunga sakura mulai bermekaran di kampus, ia pun memanfaatkan moment ini untuk diabadikan dalam kameranya. Tanpa sengaja ia menangkap sesosok pemuda tampan sedang duduk membaca buku yang sangat tebal di kursi taman di bawah pohon Sakura dekat fakultas hukum.

Wajah lelaki yang sangat serius itu terlihat sangat tampan bahkan mengalahkan indahnya bunga Sakura yang sedang bermekaran. Rambutnya yang mencuat kebelakang tertiup angin sepoi-sepoi dan kelopak bunga sakura yang berterbangan di sekitarnya membuat dada Sakura berdetak kencang. Mungkin itu disebut cinta pada pandangan pertama.

Cekrek! Cekrek!

Bunyi kamera Canon yang dipakai Sakura terdengar jelas dan membuat Sasuke terganggu. Dengan sorot mata yang tajam ia memandang Sakura. Gadis itu pun langsung menurunkan kameranya dan tersenyum kikuk kearah Sasuke.

"Aku sedang memotret pemandangan, tiba-tiba saja kau muncul." Kata Sakura alasan.

Sasuke hanya diam dengan sorot mata dinginnya, kemudian ia berdiri dan pergi meninggalkan bangku taman.

"Hei, tunggu!" teriak Sakura berlari menyusul Sasuke. "Kau mau kemana?"

"Pergi agar tidak menghalangi pemandanganmu."

"Baik, Baik. aku mengaku memang memotretmu tadi." Sakura mengaku. Ia sudah berhasil menyusl Sasuke dan langsung berdiri di depannya. "Aku harus tahu nama dan fakultasmu untuk menunjukan hasil fotoku tadi."

Sasuke tetap berjalan melewati Sakura. Mengacuhkan gadis yang sudah mengusik waktu santainya yang berharga.

"Kalau kau tidak memberi tahuku aku akan mencarinya sendiri. Aku akan bertanya dengan seluruh orang di kampus, aku yakin banyak yang mengenalmu." Kata Sakura penuh percaya diri, ia berjalan menyamakan dengan langkah Sasuke.

Sasuke akhirnya berhenti, ia menoleh ke arah Sakura. "Aku mahasiswa Hukum semester 5, Uchiha Sasuke." Ia kembali melanjutkan langkahnya dengan cepat.

Sakura tersenyum sangat lebar. "oh berarti kau seniorku ya. Baiklah aku akan memanggilmu Sasuke-kun" Sakura berlari menyusul langkah Sasuke. " Aku mahasiswa kedokteran semster 1, Namaku Haruno Sakura. Yang artinya bunga Sakura di musim semi, seperti hari ini."

Sasuke terus berjalan dengan cepat sampai Sakura ngosh-ngoshan mengejarnya. Sakura terus mengoceh dan akhirnya Sasuke berdiri sambil menatap Sakura dingin.

"Hosh-hosh.. jalanmu cepat sekali, apa kau sedang terburu-buru?" Sasuke hanya diam tetap menatap Sakura Tajam. "yasudah ayo kita mengobrol sambil jalan saja." lanjut Sakura tidak menyerah.

Semenjak kejadian itu, Sakura menjadi sering menyapa Sasuke. lebih tepatnya mengusik waktu tenangnya Sasuke. Sakura bahkan sampai mencatat semua jadwal mata kuliah Sasuke agar ia bisa tahu keberadaan lelaki berambut pantat ayam itu

Dimanapun Sasuke berada pasti akan ada Sakura yang selalu mengekor di belakangnya. Hari-hari damai Sasuke hanya menjadi kenangan setelah kehadiran gadis musim semi itu. tak terasa kini hampir 2 semester mereka lalui bersama.

'Sedingin apapun musim salju, suatu saat akan mencair jika musim semi sudah menampakan mataharinya'

mungkin itulah ungkapan yang mengambarkan situasi Sasusaku saat itu. Seacuh apapun lelaki itu, Sakura tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hati Sasuke. gadis itu sangat keras kepala dan pantang menyerah.

Semua perjuangan Sakura untuk memenangkan hati lelaki terpopuler seantero Konoha University berakhir pada hari itu, hari di mana semua mahasiswa di kampusnya mendapatkan gosip kalau Saasusaku sudah jadian, padahal mereka tidak pacaran, Sakura sudah berjanji dengan Sasuke kalau mereka tidak akan menjadi pusat perhatian tapi yang terjadi malah sebaliknya.

Sakura tak ingin dianggap penyebar hoax oleh Sasuke, untuk itulah ia berlarian mencari Sasuke tapi tidak ketemu, apa mungkin Sasuke marah padanya? Sampai jam 5 Sore gadis itu menunggu di depan asrama laki-laki tempat tinggal Sasuke.

"Sasuke-kun." Teriak Sakura dari kejauhan, ia langsung menghampiri Sasuke. Rupanya Sasuke seharian ini magang kantor hukum. Kelak kantor hukum itu lah tempat Sasuke bekerja dan menjadi pengacara sukses.

"Sasuke-kun. Apa kau mendengar gosip di kampus kita?" tanya Sakura khawatir. Sasuke tetap memasang wajah dingin tanpa ekspresi.

"Hn."

"Jangan Salah paham. Aku berani bersumpah bukan aku yang menyebarkan gosip itu. percayalah"

"Aku tahu." Sakura terdiam. Benarkah Sasuke mempercayainya? Sasuke mengambil kamera yang menggantung di leher Sakura. "Karena yang menyebarkan gosip itu adalah aku." Lanjutnya, Sakura bengong, ia lambat mencerna kata-kata Sasuke. Sasuke tersenyum melihat ekpsresi lucu Sakura yang kebingungan.

"Aku sudah memikirkannya, jika kau tetap bersamaku selama 2 semester ini, aku akan menentukan pilihan. Dan inilah pilihanku sekarang. Mulai sekarang kau adalah pacarku." Sasuke langsung mengambil foto Sakura yang bengong dengan wajah merah karena habis ditembak. Foto itulah yang selama ini tersimpan di dompet Sasuke.

Sakura masih belum selesai mencerna kata-kata Sasuke, itu adalah ungkapan perasaan atau sebuah perintah, apapun itu yang jelas ia sangat bahagia sekarang. perjuanganan memenangkan hati Sasuke berakhir dengan dia sebagai pemenangnya.

Semua kenangan masa lalu Sakura, hanya akan menjadi masa lalu dan sekarang semua sudah berakhir, mati dan terkubur, seperti yang dikatakan Sasuke barusan.

.

Kantor firma Hukum milik pengacara Uchiha Sasuke dan rekannya, Naruto 29 tahun dan Kakashi 35 tahun, Mereka berdua teman kuliah Sasuke saat di Konoha University. Naruto teman satu angkatannya sedangkan Kakashi adalah seniornya.

Mereka bertiga adalah pria singel yang populer di kalangan elite-elite hukum. Banyak sekali para kolega-kolega mereka menawarkan keluarga, teman bahkan dirinya sendiri untuk menjalin asmara di antara mereka. hanya Naruto dan Kakashi yang sering menerima tawaran tersebut tapi tak ada satupun yang berhasil sampai jenjang pernikahan.

"Teme, kenapa kau tidak hadir acara pernikahan Shikamaru dan Temari kemarin? Kau tahu, banyak sekali wanita-wanita bangsawan yang hadir." Kata Naruto yang saat ini sedang berada di ruangan Sasuke.

"Ah, ia. Nyonya Mei Terumi lagi-lagi menanyakanmu." Tambah Kakashi yang juga baru masuk ke ruangan sambil membawa berkas klien. langsung nyambung obrolan Naruto dan Sasuke. "Kau selalu saja mengambil incaranku." Lanjutnya

Sasuke tidak menghiraukan obrolan kedua sahabat karibnya itu, ia masih sibuk berkutat dengan dokumen-dokumen dan laptop di atas mejanya.

"Kudengar dari semua orang kalau kau menolak Tayuya, ya?" tanya Kakashi.

"Tayuya super model Victoria Secret yang seksi itu kau tolak? Wah wah. Kau tidak normal Teme. ck..ck.." Naruto menggeleng-gelengkan kepalanya, kedua tangannya ia silangkan di depan dada. "Bukan hanya itu saja Sasuke menolak wanita berkelas, Sumire anak dari CEO Channel, terus Ayame chef cantik yang punya restoran ramen di Perancis dan Dubai, bahkan adikmu, Hinata Hyuga juga. kau menolak semua wanita-wanita itu."

"Hei, Sasuke. Kau tidak boleh seperti itu. nanti kau akan membujang sepertiku." Kakashi tersenyum miris sambil menepuk pundak Sasuke. lalu Naruto ikutan menepuk pundak Sasuke.

Sasuke hanya bisa memutar kedua matanya bosan.

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukan pintu, itu adalah Jugo sambil membawa Kotak kecil berwarna pink.

"Seorang wanita barusan mengantarkan ini untukmu." Kata Jugo sambil meletakan benda itu di atas meja lalu pergi.

Sasuke kemudian membuka kotak itu, ia terdiam cukup lama melihat isi yang ada di dalam kotak itu. Kakashi menatapnya heran sedangkan Naruto, ia sudah tau kenapa ekpresi Sasuke seperti itu.

Di dalam kotak itu terdapat beberapa permen yupi bentuk hati dan selembar foto seorang gadis berhelaian pink.

"Ah, ternyata kau belum move on." Kata Naruto sambil mengambil permen yang ada di kotak itu lalu memakannya. "Hueekk. Manis sekali." Naruto langsung melepehkan permen itu lalu membuangnya. "Teme. ini manis sekali, kau pasti tidak menyukai permen ini."

"Move on? Memangnya Sasuke pernah punya pacar?" tanya Kakashi heran. Kakashi 2 tahun lebih dulu wisuda jadi tidak mengetahui kisah cinta juniornya itu.

"Ya, Sasuke punya pacar tapi mereka putus karena gadis itu pergi ke Amerika Serikat."

"Tunggu.." Kakashi mulai membuka matanya lebar-lebar. "Maksudmu, Sasuke dicampahkan?"

"Begitulah, apalagi gadis itu tidak memberitahu keberangkatannya ke Amerika, ia menghilang tanpa kabar. Seminggu kemudian Sasuke baru tahu kalau dia pergi ke Amerika dan tak pernah kembali. Kisah itu menyebar seluruh universitas. Sasuke jadi depresi dan saat itulah ia jadi alkoholic dan perokok."

Kakashi hanya menggelengkan kepala, ia tidak bisa membayangkan wanita macam apa yang meninggalkan Sasuke. tidak heran kalau Sasuke jadi susah berhubungan lagi dengan perempuan.

Sasuke masih memperhatikan foto itu. Pikirannya menerawang ke masa lalu, saat di mana dirinya tengah duduk santai di taman kampus.

"Lagi baca apa?" tanya Sakura yang baru datang. "Nih untukmu." Sakura menyodorkan sebuah kotak berwarna pink.

"Apa ini?" Sasuke lekas membuka kotak itu dan isinya permen yupi berbentuk hati dengan taburan gula. Lelaki itu menggelengkan kepalanya tidak suka dan menutup kembali kotak itu. "Kau tahu aku tidak suka makanan manis kan."

Sakura langsung mengerucutkan bibirnya, terlihat sangat imut seperti anak kecil yang lagi ngambek. Sasuke tidak tega melihatnya dan ia pun membuka bungkus permen itu lalu memakannya. Sasuke meringis mengecap permen itu di lidahnya. Sakura terkikik geli melihatnya.

"Kau puas, hah?" kata Sasuke sambil mengelitiki Sakura.

"Haha..Hentikan!. Geli Sasuke. Haha" teriak Sakura. Ia mencoba melepaskan tangan Sasuke tapi tidak bisa lalu Sakura mencium bibir Sasuke. seperti dugaannya, Sasuke berhenti mengelitikinya. Mereka hanyut dalam ciuman manis itu.

Perlahan Sakura melepaskan pangutannya dan langsung memeluk lengan Sasuke.

"Sasuke-kun aku mau tanya, kau tidak akan meninggalkanku sendirian, kan?"

"Apa yang sedang kau khawatirkan? tidak ada alasan untukku meninggalkanmu."

"Sasuke-kun, aku sangat mencintaimu. Mangkanya aku takut suatu saat kau akan meninggalkanku atau kau sakit dan meninggal." Baik Sasuke maupun Sakura, keduanya terdiam.

"Mangkanya kau harus ingat rasa manis permen ini. Meski suatu saat kita berpisah, kau akan memakan permen ini dan langsung mengingatku. Aku ingin kau ingat bahwa di dunia ini ada seorang gadis bernama Haruno Sakura yang sangat mencintaimu."

.

To Be Continued

.

Bacotan author:

Hip Hip horeee.. selesai chap 2

Baiklah sekarang sesi jawab review ya

Image28: ini uda dilanjutin. Semoga makin penasaran ya. Hha

Guest: Yes!

Guest: LOL! Ketauan sering baca majalah.

Guest: Nanti bakal dijelasin knp Sasuhina jalan bareng. Stay tune eaa

Fujiwara: Updateny sminggu skali. Bisa lebih cepat atao lbh lambat. Stay tune eaa

NNNN: Awww.. teror aku dong :v. Stay tune eaa

See u next time.. chap 3 bakal rilis di waktu yang singkat karena drafnya uda mau slesai. Stay tune eaa

Salam cinta, Pedees

12-Maret-2019