Title : Faith
Genre : Romance, Angst, Boyxboy
Rating : T (For This Chapter)
Pairing : Rivaille X Eren
Summary :
Rivaille keturunan terakhir bangsawan smith yang harus memperoleh keturunan untuk melanjutkan bangsawan smith. Tetapi rivaille tidak mau terikat oleh pernikahan, dia ingin bebas tidak dikekang. Akan tetapi irvin sang ayah malah menjodohkannya dengan eren saudara angkatnya.
Rivaille tak habis pikir dia dijodohkan dengan orang yang segender dengan dirinya ? Dan bahkan sudah rivaille anggap adik sendiri, bagaimana bisa dia melanjutkan bangsawan smith ?
Chapter Sebelumnya…
"Jangan bilang, kalau kau akan…"
"Ya" tegas Hanji dengan muka seriusnya"
"Tidak! kau gila! kalian gila! Kalian tidak memikirkan Eren !"
Rivaille sudah tak bisa menahan emosinya. Sementara Eren hanya menatap, tidak mengerti.
Hanji menepuk pundak Rivaille.
"Tenanglah aku sudah memikirkannya, Eren akan baik-baik saja"
hanji menatap Eren sebentar kemudian kembali menatap Rivaille.
"Percayalah padaku"
"tapi ini semua salah!"
geram Rivaille
"Ehem, tuan muda Rivaille Smith, kau tau apa konsekuensinya jika melawanku bukan ?"
Irvin memberikan deathglare terbaiknya untuk anak tercintanya.
"Cih, kuso" umpat Rivaille.
"Baiklah Hanji, lakukan secepatnya dan pastikan semuanya berjalan lancar" ucap Irvin, kemudian beranjak dari kursinya dan pergi.
Hanji mengangguk, kemudian menyuruh Rivaille untuk pergi. Meninggalkan Hanji dan Eren berdua. Karena Hanji ingin menyampaikan sesuatu yang penting untuk Eren
Blam
Rivaille menutup pintu dengan kasar. Sungguh hatinya sangat kesal saat ini. Dia kesal dengan ayahnya yang selalu seenaknya. Dia juga kesal terhadap dirinya yang begitu lemah, tidak bisa melindungi adik tersayangnya.
Sementara itu, Hanji mencoba merangkai kata di otaknya agar mudah dimengerti Eten. Bocah itu sungguh sangat polos, Hanji sebenarnya tidak tega melakukan itu. Tapi apa boleh buat. Jika permintaan sahabatnya itu tidak dituruti maka bisa dipastikan besok nama Hanji hanya tinggal kenangan saja.
"Haaaah" Hanji menghela nafas
"Begini Eren…"
Hanji meraih tangan Eren. Eren yang semula menunduk, mulai menatap Hanji.
"Aku… akan membuatmu bisa memiliki bayi, sederhananya kau akan bisa hamil Eren"
"ma-maksud Hanji-san apa ? aku tidak mengerti"
Ucap Eren, matanya mulai berkaca-kaca
"haaah, bagaimana ya ?"
Hanji berpikir sebentar.
"Aku sebenarnya seorang ilmuan Eren, dan aku menemukan ramuan yang dapat mengubah organ dalam sistem reproduksi seseorang berubah"
"…" Eren diam, mencoba memperhatikan Hanji.
"Kau tau, penelitianku untuk menemukan ramuan itu tidaklah murah, dan kau pasti dapat menebak siapa yang membantuku ?"
"Ayahanda Irvin ?"
"ya benar, dan aku berhutang budi kepadanya, karena itu-"
"karena itu anda ingin mencoba ramuan itu kepada saya, sehingga ayahanda dapat memiliki cucu untuk melanjutkan klan ini tanpa perlu repot" mencari pasangan untuk Rivaille-nii" potong Eren.
Hanji terdiam.
Eren anak yang jenius sudah pasti dia mengerti akan hal ini. Tapi bukan hanya itu saja Irvin memilih Eren untuk mencoba ramuan itu. Tapi Irvin juga ingin menguji coba apakah ramuan itu dapat digunakan dan berfungsi dengan baik tanpa efek samping, atau sebaliknya ?
Irvin tak mau repot membayar orang untuk dijadikan kelinci percobaan jika dia masih punya "anak angkat" yang dibencinya. Sungguh malang nasib Eren, batin Hanji miris.
"Be-begitulah Eren, bagaimana ?"
jawab Hanji gugup.
"…"
Eren berpikir, dia tak mungkin menolak. Menolak berarti mati. Lagipula dia merasa punya hutang budi yang banyak terhadap bangsawan Smith. Selain itu jauh dilubuk hati Eren dia senang dapat mengandung anak dari kakaknya. Karena Eren telah lama menyayangi Rivaille melebihi seorang kakak.
"Baiklah, aku bersedia" Eren mengangguk. Hanji tampak terkejut tapi sedetik kemudian dia tersenyum dan memeluk Eren.
Ruangan putih, dengan banyak sekali alat laboratorium tertangkap mata hijau Eren. Ya, sekarang Eren telah berada di laboratorium milik Hanji.
"Duduk Eren"
Eren duduk di kursi yang biasa ia duduki kalau sedang ke dokter gigi.
Hanji mengambil alat suntik, beberapa kapas yang dibasahi alkohol dan ramuan itu.
Eren meneguk ludah saat melihat alat-alat itu dihadapannya. Ia mulai ragu akan keputusannya.
"Tenanglah Eren, ini tak akan sakit"
"mo-mohon bantuannya Hanji-san" ucap Eren dengan gugup.
Hanji menyingkap lengan panjang kemeja Eren. Kemudian menyuntikan ramuan itu ke lengan Eren.
"Nah sudah" ucap Hanji sambil mengoles-oles kapas beralkohol ke lengan Eren.
"hanya begini ?" tanya Eren tak percaya
"ya, memang kau pikir seperti apa ?"
"ahaha saya pikir akan dibedah atau apa begitu" Eren tertawa, sudah tak ada lagi rasa takut dihatinya.
"Hahaha aku tidak akan melakukan itu"
"kalau begini, saya yakin para waria akan mencari Hanji-san untuk membeli ramuan itu"
"Haha bisa saja kau Eren,, ya sudah kau boleh pulang"
"umm, arigatou Hanji-san" Eren turun dari kursinya. Kemudian berpamitan kepada Hanji sebelum pergi.
Hanji tersenyum membalas lambaian tangan Eren. Hingga Eren menghilang dari pandangannya. Ekspresi muka Hanji berubah. "Maafkan aku Eren…" gumamnya.
Kediaman Smith
Eren menaiki tangga menuju kamarnya. Langkah Eren terhenti ketika melihat Rivaille berdiri di 4 anak tangga diatasnya.
"Nii-san ?"
"kau sudah pulang"
"iyah, tadaima" ucap Eren riang
"okaeri, cepat bersihkan dirimu dan istirahat"
Perintah Rivaille dan kemudian segera berlalu meninggalkan Eren.
Eren hanya menatap sedih punggung Rivaille. Ia rindu kakanya yang selalu memanjakannya. Sudah seminggu ini Rivaille bersikap dingin terhadap Eren. Entahlah Eren tak tahu kenapa. Mungkin karena keputusan yang Eren buat.
Sudah dua minggu Eren hanya berbicara seperlunya dengan Rivaille, kakanya. Ini sangat menyiksa Eren. Ia ingin bermanja-manja dan kembali mendengarkan cerita-cerita kakaknya mengenai Eropa atau hutan Amazon atau cerita raksasa yang suka memakan orang pada zaman dahulu kala.
Sungguh Eren rindu akan hal itu. Akhirnya karena sudah tak tahan lagi dengan keadaan ini. Eren memberanikan diri untuk menanyakan kenapa kakanya itu mendiamkan dirinya ?
Kreeek
Dibukanya pintu kamar Rivaille. Pemuda dengan iris mata hijau itu mengedarkam mata mencari sosok kecil nan tampan itu.
"Mau apa kau"
suara baritone khas itu mengagetkan Eren yang masih hanya menyembulkan kepalanya dibalik pintu
"ni-NII-SAN!"
"Kau sedang apa ?" tanya Rivaille sekali lagi.
"A-anou, nii-san.. aku.. ma-"
"jika kau hanya menggangguku sebaiknya kau pergi" Rivaille kembali membaca buku tebalnya.
"…"
Eren menunduk, namun sejurus kemudian ia malah masuk Ke kamar nii-sannya dan bergabung ke atas ranjang Rivaille.
"kenapa bersikap seperti itu ?" tanya Eren to the point
"…"
tak ada jawaban, Rivaille tetap membaca bukunya
Kesal, dicueki begitu saja. Eren merebut buku itu dan menatap Rivaille lurus. Rivaille masih memasang muka stoicnya.
"Aku tanya, kenapa bersikap dingin seperti itu kepadaku! Kenapa kau berubah?!" Nada bicara Eren sudah mulai naik 1 oktaf.
"Ck, kau mengganggu ku. Bocah" Rivaille menepis tangan Eren yang berada di pundaknya kemudian beranjak pergi. Tapi tangan mungil Eren menahannya.
"Rivaille smith, jawab peryanyaan ku" tanya embel-embel 'nii-san' Eren memanggil Rivaille.
Rivaille terdiam, sungguh ia kesal dipanggil seperti itu oleh adik kesayangannya.
BRUUUK!
Rivaille membanting Eren ke kasurnya dan kemudian menindihnya.
"I-itte…" rintih Eren.
"Kau tau mengapa aku bersikap begitu Eren ?"
Eren merinding melihat ekspresi dan mendengar nada suara Rivaille.
"Karena aku kecewa padamu"
"kecewa ?" beo Eren
"ya, kecewa terhadap keputusan mu itu"
Rivaille bangun, dan duduk ditepi ranjang.
"Tapi aku berbuat baik nii-san, demi kelanjutan bangsawan ini" Eren menyusul Rivaille duduk.
"Lagipula aku merasa ini adalah saatnya aku membalas budi nii-san"
"Dengan menjadikanmu kelinci percobaan begitu ?"
"kelinci Percobaan ? aku hanya mencoba patuh kepada ayahanda"
"Kau terlalu naif Eren" ucap Rivaille lirih, masih memunggungi Eren.
"Aku tidak naif nii-san. Kumohon kali ini menurutlah kepada ayahanda. Dan turutilah kemauan ku Nii-san, aku janji ini yang terakhir aku memintamu menuruti kemauan ku"
Eren menepuk pundak Rivaille.
Untuk sesaat Rivaille terdiam. Ia sangat kesal dengan adiknya. Apakah Eren tak tau bahwa nyawanya akan terancam jika mengunakan ramuan itu. Mungkin efeknya tidak akan berlaku jika Eren tidak hamil. Tapi jika Eren hamil ?. Ramuan itu akan bekerja jika ada orang yang menyemburkan sarinya ke dalam tubuh Eren. Dan Rivaille yakin jika mereka menikah pastilah Rivaillelah yang akan melakukannya. Dan itu berarti Rivaille akan membunuh Eren secara perlahan. Karena Rivaille tau tidak ada yang selamat dari pemakaian ramuan itu.
Rivaille menghembuskan nafasnya kasar, kemudian beranjak dari ranjangnya.
"Terserahlah…"
-TSUZUKU-
Haloha halohaaa, saru come back~
*Nari" hawaii* =w=
huwaaa maaf kalau updatenya luamaaa bgt, saru lagi sibuk ngurusin tugas kuliah yang makin bertambah TTATT
Saru sediih, tapi begitu liat ada yang review fic gaje saru, saru langsung semangat kembaliii,
Huwoooooo hidup masa mudaa~~ XDDD
Okeeeh times to balesin review dari kakak-kakak cantik dan tamvan~
Kiaara :
Hanji "dengan apa aja boleh Kiaara-san"
arigatou sudah baca dan review fic gaje saru~
*dapet piring cantik*
hohoho tenang Rivaille ga akan sengsarain Eren kok cuma dibuat nangis aja #plaaak XDD
sepertinya Irvin memang cocok diperan ini -w-"a
saya juga cinta Rivaille/muaah~ *loh ?*
Berudu Sekarat :
haiiik sudah dilanjutin kok, mohon maaf kalau lama ya hehe
arigatou Berudu-san, sudah mau baca dan riview fic gaje saru ini~ XD
V :
hehe iya emg absurd, saru msh belum pandai merangkai kata #halah xD
arigatou sudah mau baca dan review fic gaje saru~
Kunougi Haruka :
iyah, ini Mpreg~
hehe ini sudah dilanjut kok, mohon maaf kalau lama updetnya, arigatou sudah membaca dan Riview fic gaje saru~
White Malachite :
wkwkwk itu-ituannya nanti nyo #plaaak XD
oh iya, hehe arigatou sudah diingatkan White-san, arigatou sudah baca dan review fic gaje saru~ XD
Radixcoffe :
salam kenal juga Radix-san, siiiip ini udah dilanjut :D
Yuzueiri :
bisa dum~ *digetok Eren*
iyah maaf ya itu ngetiknya dihape nyo hehe
chap ini lumayan panjang dr chap 1 semoga terhibur :D
arigatou sudah mau baca dan review fic gaje saru~
AkaneMiyuki :
Arigatouuu Akane-san~
ini sudah updet nyo, hehe iya maaf saru suka lupa XDD
arigatou sudah membaca dan review fic gaje saru~ :D
Maap klo masih belom panjang dan masih gaje sangat nyo
*Bows*
C( u_._u )D
akhir kata,saru beserta suami sang kakang Ripail mohon pamit~
sampai ketemu di chap selanjutnya~~ ( ^▼^)/
revieeewnya pliis kakak-kakak~~~ :DDDv
