Aku tambahin Chanwoo ya disini jadi dedeq kecil yang unyu.
Selamat membaca
"Aish, june ngapain pake masuk kerja segala. Gue kan gak biasa tinggal dirumah sendirian ;-;" keluh jinhwan.
Saat ini ia berada di depan tv dan merebahkan dirinya di sofa.
Ia mengganti chanel tv dengan bosan dan berhenti menekan remote ketika menemukan tontonan menarik.
Karena bosan ia pun memutuskan pergi ke dapur untuk mencari cemilan yang ada di rumah junhoe, atau mungkin sekarang rumahnya juga.
"Bosen juga di rumah sendirian. Apa main ke Rumah tetangga aja ya?" tanyanya pada readers yang sedang membaca ff ini._.
'Hm, oke klo gitu bikin kue dlu ah' pikirnya.
2 jam kemudian kue buatan jinhwan pun selesai (aku gak tau waktu pembuatan kuenya ;-;) dengan bermodal kue sepiring ia pun pergi ke rumah tetangga yang ada disebelah rumahnya.
"Tantee tanteeee bukain dong" jinhwan pun mengedor-
(Gak woy -_-)
Jinhwan menekan belnya lalu menunggu si pemilik rumah membukakan pintunya.
"Iya. Nyari siapa dek?"tanya seorang wanita yang lebih tua darinya.
"Saya cuma mau berkunjung aja nek. Emm itu saya istri dari orang yang punya rumah disebelah rumah ini" tunjuknya pada rumahnya.
"Dan ini nek buat nenek" jinhwan pun memberi sepiring kue yang ada di tangannya kepada wanita itu dan disambut dengan wajahnya yang menunjukkan 'oh-kau tak perlu repot melakukan ini'
"Duh jangan panggil nenek la~ anak ku juga sepertinya seumuran dengan mu. Dan oh ya jangan kaku begitu. Ayok masuk" wanita itu mempersilahkan jinhwan duduk sementara ia ke dapur untuk membuatkan tamunya itu minuman.(puasa woy ;~;)
Jinhwan memperhatikan sebuah foto yang ada di dinding rumah itu, difoto itu terdapat dua orang -sepertinya pasangan suami istri- dengan bayi yang baru lahir di gendongan sang ibu. Mereka terlihat bahagia.
"Itu anak ku, difoto itu istrinya baru aja ngelahirin anak laki-laki pertama mereka" ucap wanita itu datang membawa minuman di tangannya.
"Oh ya kita belum kenalan kan? Nama ku han mi (ngarang) panggil aja aku tante han. Umurku belum 50 tahun jadi kamu ga perlu manggil aku nenek"
"Hehe maaf tante udah manggil nenek. Aku jinhwan-"
"Hweeeeeeeeee"
ucapan jinhwan terpotong karena tangisan seorang anak yang ada di rumah itu.
"Duh bentar ya jinhwan, si canu bangun kyanya" setelah itu tante han langsung pergi untuk meredakan tangisan yang diduga merupakan cucunya.
"Huffftt" jinhwan mengembungkan sebelah pipinya bosan menunggu tante han yang belum keluar juga dari kamar.
Tak lama tante han pun muncul dengan seorang anak berpipi chubby di gendongannya. Mata jinhwan langsung berbinar dan menghampiri tante han untuk melihat balita berpipi chubby itu lebih dekat.
"Aaaaaaa lucunyaaaa ;A; tantee aku mau gendong" tante han tertawa melihat jinhwan yang begitu gemas melihat anak kecil.
Ia pun mengangguk dan membiarkan jinhwan mengambil balita itu dari gendongnyannya.
Balita itu hanya diam di gendongan jinhwan. Ia tak berkedip memandangi wajah jinhwan
"Siapa namamu?" tanya jinhwan sambil menciumi pipinya
"Namanya Jung Chanwoo, umurnya baru 2 tahun. Dia cucu tante"
"yang di foto itu ya? Udah gede ya sekarang. Oh ya anak tante mana? Dari tadi kok aku gak liat" ucap jinhwan mencubiti pipi chanwoo. Seketika wajah tante han berubah menjadi sedih.
"Anak tante sama ibunya chanu udah meninggal dari chanu umur 3 bulan. Waktu itu chanu di titipin sama tante soalnya mereka mau pergi keluar kota. Gak taunya mereka kecelakan di jalan" tante han tersenyum sedih menatap chanu. Jinhwan pun langsung mengelus pundak tante han menggunakan tangan satunya untuk menenangkan.
"Maaf tante, aku gak tau"
"Gakpapa jinhwan. Yang penting tante masih bisa liat cucu tante yang imut ini" ucapnya sambil menciumi pipi chanwoo yang di balas chanwoo dengan tawanya yang lucu.
"Uuhh lucunyaa" ucap jinhwan gemes sambil mengayun-ayun chanwoo di gendongannya.
"mma~ eheheh :3" seketika ayunan jinhwan terhenti mendengar ucapan chanwoo, begitu juga dengan tante han yang terkejut mendengar cucunya yang tak pernah mengucapkan kata-kata itu.
"Tante, dia manggil aku?" tanya jinhwan pelan dan di balas dengan anggukan oleh tante han masih dengan wajah shocknya.
"mama~" Chanwoo menepuk pelan pipi jinhwan berkali-kali sambil tertawa, tawa khas balita yang menggemaskan. Mata tante han berkaca-kaca sedangkan jinhwan terkejut dirinya di panggil mama, 'seharusnya kan papa' keluhnya -_-
"Kyanya dia ngira kamu mamanya deh. Padahal tante pernah nunjukkin foto mamanya ke dia"
"Iya nih tante. Duh aku jadi pengen nangis. Boleh gak aku main dulu sama chanwoo?"tanya jinhwan yang di balas anggukan lemah oleh tante han . Ternyata ia sudah menangis, sedih melihat cucunya. Seharusnya di umur seperti ini Chanwoo masih mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Tak terasa hari sudah sore chanwoo pun tak mau lepas dari jinhwan ketika jinhwan ingin pamit pulang kerumah karena junhoe takut junhoe sudah pulang dan mencarinya.
"Chanwoo.. Aku harus pulang. Kamu juga belum mandi kan? Kamu mandi dulu ya sama nenek han. Kamu gak liat tuh nenek han kangen sama kamu dari tadi kamu nempel terus sama aku" tanya jinhwan pada chanwoo yang ia dudukkan di hadapannya.
"Ngann mama.. Hiks" chanwoo pun menangis, tangisannya pelan dan menyayat hati jinhwan. Ia pun langsung memeluk chanwoo untuk menenangkan.
"Cup cupp jangan nangis dong. Masa jagoan nangis" jinhwan menghapus air mata chanwoo. Anak itu tidak berhenti menangis. Tante han pun menyarankan jinhwan untuk membawa chanwoo kerumahnya.
"Apa boleh tante? Dia gak nangis nyari tante nanti?"
"Ya ngeliat dia manja begitu sama kamu. Kyanya dia gak bakal nyari tante deh. Bentar ya tante ambilin botol susu dia"tante han pun pergi untuk mengambil perlengkapan chanwoo.
"Yodah. Chanwoo ikut aku pulang aja ya?" tanya jinhwan pada chanwoo yang menangis menyembunyikan wajahnya di leher jinhwan. Seketika tangisannya pun berhenti dan mendapat anggukan dari chanwoo tapi ia belum melepas pelukkannya pada leher jinhwan. Takut jinhwan pergi mungkin.
Junhoe baru saja pulang dari kantor dengan wajah letih ia memasuki rumahnya.
"Gue pulang" mendengar tak ada jawaban junhoe pun memasuki kamarnya dan jinhwan mendapati jinhwan yang sedang bermain di atas ranjang bersama chanwoo -cucu tetangga sebelah-
melihat pemandangan itu membuat junhoe tersenyum dan melupakan rasa letihnya.
'Lu emang cocok jadi ibu, hyung.' pikir junhoe
TBC
