ohayou . aih aih.. akhirnya 'ai' ini apdeath jugaaa

review replies !

Karupin69 : nyahaha.. jadi nya ppei mw jadi tema-chan lagih atwh inoppe ? :D

.hoshi.na-chan. : gaara sensi ? jadi gini.. dia kan baru jadi kazekage.. dgn tugas ygs bgitu menumpuk.. dia kan masih teenager, hyahyahya..

Faika Araifa : tapi ecchan heran , lhoo.. emangnya di naruto world tuh ada tahu ma tempe ? XD oneshot yah ? hnn.. nunggu fanfic-fanfic laen seleseee XD btw.. Faika-senpai dah diadd di fs kan ? :)

Sabaku no ghee : knv cuma shikatema ? :D

Sora Aburame : ati-ati.. kalo mulut anda mangap teruss.. ada serangga kepunyaan kakak anda iangs akan berdiam di tubuh anda ! (shino.. XD)

Uchiha ayashi : kya.. -juga-

here's the 2nd chappie ! enjoy !


Konoha is my spring

tuk!tuk!tuk!

Temari mendengar ketukan di jendela kamarnya. segera saja dia menoleh.

ah! Shikamaru!

segera saja dibukanya jendela kamarnya.

"Temari! Gaara sudah pergi?"

"sudah. baru saja dia pergi ke kantor Hokage."

"kalau begitu, ayo." Shikamaru mengulurkan tangannya.

"se.. sebentar! aku lupa kipasku!"

"tidak usahlah, berat. lagipula kalau ada sesuatu yang terjadi padamu, kau akan kulindungi."

"e.. eh? tapi.. kipas ini pemberian dari okaasama.. aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja."

"baiklah, kalau begitu." Temari cepat-cepat mengikatkan kipasnya dengan obi-nya.

"ayo." Shikamaru kembali mengulurkan tangannya.

Temari menyambut uluran tangan itu, mengikuti Shikamaru meloncati bangunan-bangunan sekeliling.

"Shi.. Shikamaru, kita mau kemana? Yakiniku Q sudah terlewat."

"ikut saja."

Temari terdiam, dia hanya mengikuti perkataan Shikamaru.

hutan ini lagi?

Shikamaru memanjat ke sebuah pohon tinggi dan mengambil sesuatu dari lubangnya.

"nah, aku ingin memberikanmu ini." Shikamaru menyerahkan sebuah kotak pada Temari.

"apa ini?"

"bukalah."

Temari membuka kotak itu, dan dilihatnya isi kotak itu dengan terkejut.

"ka.. kalung?" dilihatnya kalung dengan liontin motif bunga.

"untukmu."

"tapi.. untuk apa?"

"untuk membuktikan perasaanku padamu. kata ottousama, kalung ini diturunkan sejak dulu didalam keluarga Nara. katanya, kalau aku sudah menemukan jodohku, aku boleh memberikan kalung ini padanya."

"ta.. tapi apakah tidak terlalu cepat? kita kan baru saja satu hari berpacaran. belum tentu aku jodohmu. bagaimana kalau-kalau ternyata aku menyukai orang lain?"

"tenang saja.. aku tahu bagaimana sifatmu.. walaupun aku tahu kau pasti agak menyukai Sasuke Uchiha, karena tampangnya."

"ba.. bagaimana kau bisa tahu?"

"tentu saja. karena aku menyukaimu. sini, aku pasangkan kalungnya. berbaliklah."

Shikamaru memasangkan kalung itu dileher Temari.

"kau terlihat cantik."

"te.. terima kasih..-blushing-"

"kalau begitu, ayo, kita ke Yakiniku Q. kau belum sarapan, kan?"

"i.. iya.."

mereka kembali melompati bangunan-bangunan sambil berpegangan tangan.

-

setelah mengantar Temari sarapan, Shikamaru pergi ke kantor Hokage untuk misi. Temari berjalan kearah taman, karena sudah janji dengan Sakura, Ino, Hinata, dan Tenten.

"ah! Tenten! Hinata!"

"Temari! lama tidak berjumpa!" sambut Tenten.

"Temari-chan! bagaimana di Suna?" sambut Hinata.

"hah.. seperti biasa, membosankan dan panas! haha! Sakura dan Ino dimana?"

"a.. anu.. Sakura-chan.. katanya sedang ada latihan ninjutsu medis dengan Hokage, Ino-chan sedang pergi melaksanakan misi bersama ayahnya, mereka baru saja berangkat tadi pagi. mereka minta maaf, tidak bisa ikut."

"oh.. Sakura pastinya berusaha dengan keras untuk Uchiha Sasuke itu, ya. hei, Hinata, Naruto kan sudah pergi, bagaimana denganmu?"

"ah.. aku? a.. bagaimana? aku.. aku akan terus menunggunya. aku akan berusaha untuk menjadi lebih kuat. begitu Naruto kembali, yang aku harapkan hanya 'semoga aku tidak pingsan dihadapannya'. itu saja. haha.."

"haha.. Hinata memang pemalu, ya. Tenten, bagaimana dengan Neji?"

"ah? er.."

mereka membicarakan semuanya. melepas rindu. memang, sewaktu ujian chuunin melawan Tenten dulu, Temari terlihat kejam. rupanya dikarenakan perintah dari Orochimaru yang menyamar menjadi Kazekage dulu itu untuk menyerang Konoha. tapi kini Temari menyukai Konoha, baginya Konoha itu bagaikan musim semi. tempatnya melepas semua bebannya di Sunagakure.

-

"huh.."

"darimana saja? tadi pagi aku bangun kau tidak ada dikamar." ujar Kankurou.

"ke.. kenapa kau seenaknya masuk kekamarku?"

"yang membawa persediaan makanan kan kau."

"kalau begitu, bawalah semua makanannya. aku ingin istirahat."

"iya, iya."

-

esoknya,

"Gaara?"

"hm?"

"kau mau sarapan?"

"ya.."

"kau mau dibelikan apa?"

"terserah."

"kau mau yakiniku?"

"terserah."

hu—uh. Gaara selalu saja menjawab dengan 'terserah'. biarlah. dia kan banyak pekerjaan.

"tunggu dulu."

"ada apa?"

"kalung.. kalung itu darimana? rasanya aku pernah melihatnya." glek

"a.. aku beli di toko perhiasan."

"kau tidak bohong?" glek

"te.. tentu saja! buat apa aku berbohong? aku pergi dulu, ya."

Temari cepat-cepat keluar kamar Gaara, dan melompati bangunan demi bangunan. sampai di Yakiniku Q, dia memesan makanan. dan kembali ke penginapan.

"Gaara, ini yakiniku-nya!"

"taruh saja dulu. aku ingin bertanya."

"tanya apa?"

"soal kalung.." deg

"apa kalung itu benar-benar kaubeli di toko perhiasan?"

"te.. tentu saja!"

"jangan bohong."

"eh?"

"aku tahu. kalung itu kalung keluarga Nara." deg

"apakah Nara Shikamaru yang memberikannya?"

"ka.. kalau iya?"

"…" Gaara tidak menjawab.

"pergilah ke kamarmu.. nanti malam kita kembali ke Suna."

-

"permisi, ada Shikamaru?"

"ada. Shikamaruu!!"

"ada apa, ottousama?"

"ada gadis cantik mengunjungimu." Temari pun tersipu.

"oh, Temari. ada apa?"

"ada yang mau kubicarakan."

"kita bicara di hutan, ya."

"iya."

-

"begini.. Gaara sudah tahu."

"sudah tahu tentang apa?"

"dia sudah tahu. kalung ini darimu."

"kenapa dia bisa tahu??"

"ternyata dia tahu tentang kalung ini. maaf. aku tidak bisa menjaga rahasia."

"tidak apa. kalau kau mau memakainya terus, aku sudah cukup senang. sore ini kau mau kembali ke Suna, kan?"

"iya.. mungkin aku baru kembali bulan depan."

"aku hanya ingin.. kau selalu memakai kalung itu."

"baiklah."

"aku antar pulang, ya.."

"eh? tapi kalau ketahuan Gaara?"

"biarlah. lagipula kita belum tentu bertemu setiap hari, kan?"

"i.. iya.."

-

"kalau begitu, kita bertemu lagi bulan depan kalau kau ada waktu, ya?"

"baiklah."

"NARA SHIKAMARU." Gaara muncul dari penginapan dan mengeluarkan pasirnya. pasirnya kini sudah berada disekeliling Shikamaru.

"G.. Gaara!! jangan!!"

"Nara Shikamaru, apa kau sudah puas, bersama Temari?"

"GAARA!! JA.." Temari menghadang pasir Gaara, tanpa sengaja, pasir Gaara mengenai kaki Temari.

"TEMARII!!" dengan sigap, Shikamaru merangkul Temari.

"kau.. kau!! kenapa kau berbuat ini pada kakakmu sendiri!!"

"ini semua salahmu. karena kaulah Temari terluka. itu semua karena perasaan kalian. karena kalian saling mencintai. hal itu berdampak pada kakakku. seperti inilah hasilnya."

"itu hak kami!! kami saling mencintai itu sudah sewajarnya!! setiap orang pasti mempunyai jodohnya masing-masing!!"

Gaara sakit kepala. rasa sakit hatinya dulu itu sewaktu kecil kambuh hanya karena mendengar sebuah kata. 'cinta'.

"UWAAA!! kau.. pergi!! PERGII!!" Gaara memegangi kepalanya sambil meneriaki Shikamaru, pasirnya mulai bertebaran dengan ganas.

di.. dia.. ja. jangan-jangan.. Shukaku!!

pasir-pasir Gaara mulai menyerang Shikamaru dengan ganas. dan Shikamaru mendapat cambukan pasir yang cukup keras, cukup untuk membuatnya lengah.

"ukh.. AARRRGHH!!" Gaara mulai kehilangan kendali.

"Gaa.. Gaara!! tenanglah! kalau pasirmu mengenai Temari, bisa gawat nantinya!!" Kankurou menenangkan Gaara.

pasir Gaara kembali mengganas. mengincar Shikamaru yang lengah.

"UWAAARGHH!!" teriak Shikamaru.


nah lhoo.

gimana nanti Shikamaru nyaaa ?

hayoo.. hayo..

btw.. bwt iangs dah baca fanfic ecchan iangs happy school x happy class, entar kan ada happy school x happy class RETURN!, nah, ecchan nyari oc.. ayoh.. request, i need ur request.. :D

arigatou !

ja ne ! :D