Yuuma dan Luka saling bergandengan.

Bibir mereka bertemu, lama, dan tak ada yang mengetahuinya.


.

More than Friends, Less than Lovers

[Cliché.]

.


Suatu hari di musim dingin, ibu guru masuk ke dalam kelas diikuti anak laki-laki berwajah tidak familiar. Anak itu tidak tinggi dan tidak pendek, wajahnya tirus dihiasi semacam luka di dahi kiri, dan matanya yang kuning berkilat memandang penuh curiga. Terlihat sekali dia masih merasa asing dengan lingkungannya.

"Namaku Akito Yuuma," anak itu berucap dengan suara tegas setelah menulis namanya di papan tulis. "Salam kenal."

Ibu guru tersenyum, tangannya berada di bahu Yuuma. Dia menyuruh anak laki-laki itu duduk di belakang, di antara dua anak perempuan yang duduk dengan cara yang berbeda.

Yang di sebelah kanan namanya Hatsune Miku. Tubuh mungil, berambut panjang dikuncir dua, dan matanya bersinar-sinar seperti tokoh utama dalam komik-komik shoujo. Dia duduk dengan punggung tegap, terlihat antusias.

Yang duduk di sebelah kiri berambut pendek seleher. Kulitnya pucat, ada tahi lalat di dekat bibir bawahnya. Punggungnya dibungkukkan, kedua lengannya berada di atas meja menopang wajahnya yang kelihatan bosan. Namanya—

"Megurine Luka. Salam kenal, Akito-kun."

Tangan mereka bertemu, bergenggaman satu sama lain. Mata mereka saling menatap, nampak tak saling tertarik. Yuuma ingin tersenyum, tapi tak jadi. Dia tak suka tersenyum. Apalagi pada anak perempuan yang baru ditemuinya.

Luka pun tampaknya tak terlalu ingin basa-basi. Dia melepaskan tangan, begitu juga dengan Yuuma. Mata mereka kembali fokus pada papan tulis, pada ibu guru yang sedang menuliskan angka-angka dan tetek bengeknya dengan kapur.

Itulah pertemuan pertama mereka.

Benar-benar klise.

-tobecontinued-