Chapter 8
Sehun tampak membongkar isi lemarinya guna mencari baju yang kiranya pas di pakai untuk jalan bersama Luhan. Ia sampai mengacak rambutnya frustasi karena tak banyak baju santai yang ia miliki. Karena tak ada pilihan lain akhirnya Sehunpun memilih mengenakan sweater lengan panjang warna merah marun dan jeans yang tak terlalu ketat, tak terlalu terlihat muda tapi juga tak terlalu tua, sangat pas dengan usianya kini.
"Ya ampun, apa yang kulakukan? kenapa sampai repot-repot memilih baju, aku kan hanya menemaninya jalan-jalan, ingat Sehun dia hanya anak kecil," gumam Sehun pelan seraya mengacak rambut bagian belakang dan melihat pantulan dirinya di cermin. Entah mengapa ia merasa geli pada dirinya sendiri, yang ia lakukan selanjutnya hanyalah menggelengkan kepala.
"Daddy mau kemana?"
"Oh ya ampun! Baby~ kau mengagetkan Daddy," Sehun berjengit kaget saat tiba-tiba Baekhyun sudah ada di ambang pintu kamarnya.
"Daddy mau pergi kencan ya? wangi sekali?" tanya Baekhyun seraya mempoutkan bibirnya.
"Eh? b-bukan, Daddy tak pergi kencan Baby, Daddy hanya ingin bertemu klien," Sehun terpaksa berbohong karena tak ingin Baekhyun tau kalau dia akan jalan bersama Luhan sementara Luhan sendiri melarangnya mengajak Baekhyun, mau ditaruh dimana wajahnya kalau sampai putrinya tau.
"Bertemu klien jam segini? ini kan bukan jam kantor lagi Daddy, Daddy bohong ya?" Baekhyun tampak mengeryitkan alisnya, ia sedikit tak percaya mendengar alasan Sehun.
"Ini memang bukan acara formal, hanya obrolan santai sambil membahas proyek yang akan kami garap bersama," ucap Sehun lagi berusaha meyakinkan Baekhyun.
"Tak bisakah Baekhie ikut? Baekhie tak mau di rumah sendiri, Baekhie janji tak akan mengganggu," ucap Baekhyun dengan tatapan memohon.
"Maaf sayang, untuk kali ini tak bisa, mungkin lain waktu, tentunya Daddy harus bicara dulu dengan klien Daddy sebelum itu," ucap Sehun seraya mengacak rambut Baekhyun gemas.
"Huft! baiklah, tapi pulangnya bawakan Baekhie oleh-oleh ya Daddy?" ucap Baekhyun seraya memandang Sehun penuh harap.
"Apapun untuk putri Daddy yang manis? Daddy sudah sangat terlambat, pergi dulu ya," ucap Sehun seraya mengacak sayang rambut Baekhyun lalu bergegas pergi meninggalkan Baekhyun yang termenung di depan pintu kamarnya.
"Bahkan Daddy memakai baju yang santai sekali, apa tak terlalu santai memakai baju seperti itu untuk bertemu klien?" gumam Baekhyun pelan seraya menuju kamarnya.
000
Sehun tertegun, di depannya kini Luhan terlihat lebih cantik dan dari terakhir kali mereka bertemu. Namun tak hanya itu, penampilan Luhan saat ini sedikit lebih dewasa dari biasanya. Rambutnya kini dibiarkan tergerai begitu saja, ditambah dress putih motif bunga warna merah dengan kerutan di pinggangnya yang panjangnya 5cm di atas lutut. Lalu dilapisi dengan blazer polos warna putih gading di luarnya. Luhan terlihat berkali-kali lipat lebih cantik di mata Sehun.
"Daddy, Lulu tau kalau lulu cantik, tapi kita harus segera berangkat," ucap Luhan dengan wajah yang bersemu merah saat Sehun menatapnya tanpa berkedip.
"Oh! ehmm oke, kita berangkat sekarang," ucap Sehun seraya membukakan pintu mobil untuk Luhan. Setelah Luhan masuk ke mobilnya dengan malu-malu dan duduk di samping kemudi, ia pun bergegas memasuki mobilnya dan segera menjalankannya membelah kesunyian menuju keramaian kota Seoul.
"Ehmm, kelamaan menunggu ya?" Sehun tampak berdehem sebentar guna membasahi tenggorokannya yang terasa kering lalu melirik kearah Luhan yang menundukan wajahnya malu-malu.
"T-tidak Daddy, Lulu baru beberapa menit saja menunggu," bohong besar, jelas-jelas tadi Luhan standby di ruang tamunya 1 jam sebelum Sehun datang. Ia terlalu bersemangat hanya karena akan pergi kencan(?) dengan Sehun.
"Kau manis dengan baju itu Luhan," ucap Sehun seraya mengerling kearah Luhan. Biasanya wanita suka dipuji tentang penampilannya kan? termasuk mendiang istrinya dulu, begitulah pikir Sehun saat ini.
"D-daddy juga tampan dengan sweater itu," ucap Luhan seraya melirik Sehun. Tak usah ditanya lagi seberapa merah wajah Luhan saat ini, ia benar-benar sudah merah hingga menjalar sampai ketelinga.
"Daddy memang tampan Luhan, buktinya Daddy sudah laku dan punya satu putri," ucap Sehun dengan nada jenaka. Ia sangat tau kalau Luhan sangat gugup saat ini.
"Enmm, Daddy memang selalu tampan di mata Lulu," ucap Luhan lagi seraya memalingkan wajahnya yang semakin merah.
"Oh! ternyata Luhan pinter gombal ya? jadi sekarang mau ke sungai Han atau ke KUA?" Melihat Luhan yang malu-malu tapi agresif itu, Sehun semakin gencar ingin menggodanya terus.
"KUA Daddy! cus langsung ke Bali bulan madu," balas Luhan lagi tapi tak berani menatap Sehun.
"Haha kau lucu Luhan," ucap Sehun seraya terkekeh garing. Ia benar-benar gemas dengan Luhan saat ini. Setelah itu tak ada pembicaraan yang berarti diantara keduanya. Hingga tak terasa 20 menit terlewati dan merekapun tiba di sana lalu segera mencari tempat yang pas untuk melihat keindahan yang akam mereka lihat nanti.
"Kita duduk di sini saja ya, sebentar lagi lampu-lampu di sana akan dinyalakan, kita bisa melihatnya dengan jelas dari sini" ucap Sehun seraya menunjuk jembatan yang ada di seberang sana.
"Enmm," Luhan pun ikut mendudukan dirinya di samping Sehun. Tak lama berselang, lampu-lampu jembatan itu menyala bersamaan dengan air mancur yang keluar dari jembatan itu dan memancarkan warna warni pelangi yang indah.
"Waaaah itu keren sekali Daddy," ucap Luhan girang seraya berdiri dan terlonjak-lonjak senang.
Sehun juga ikut terpukau melihat keindahan yang dipancarkan dari lampu dan air terjun itu, tapi itu tak berlangsung lama, saat ia melirik kearah Luhan dan melihat wajah gembira itu, entah mengapa Luhan terasa lebih indah dibandingkan keindahan yang dipancarkan oleh jembatan itu.
"Wahh indah sekali," ucap Luhan lagi seraya menatap pemandangan di depannya dengan binar mata takub.
"Iya indah, sangat indah," ucap Sehun seraya menatap lamat-lamat mata rusa Luhan yang jernih dan cantik dibalut dengan bulu matanya yang lentik.
"Tau tidak Daddy, kalau dulu sung-" Luhan tak meneruskan ucapannya saat menyadari kini Sehun tengah menatapnya intens. Luhan pun segera menundukan wajahnya yang lagi-lagi bersemu merah seraya melirik Sehun malu-malu.
"Ehmm," Sehun mengalihkan pandangannya saat kepergok oleh Luhan tengah menatap lekat wajah cantik itu. Luhan pun hanya diam saja dan kembali mendudukan dirinya disusul Sehun di sebelahnya.
"Emm setelah ini mau kemana? apa Luhan sudah makan?" tanya Sehun seraya melirik kearah Luhan yang masih menundukan kepalanya.
"Belum, apa Daddy mau mentraktir Lulu lagi?" ucap Luhan dengan binar mata penuh harap.
"Ya, kita makan dulu di manapun terserah Luhan, lalu Daddy akan mengantarmu pulang setelahnya," ucap Sehun seraya tersenyum tipis ke arah Luhan.
"Emmm, Lulu ingin makan bulgogi," ucap Luhan seraya tersenyum manis.
"Tak takut gemuk?" tanya Sehun seraya mengerling kearah Luhan. Luhan hanya menggelengkan kepalanya imut.
"Baiklah," ucap Sehun seraya mengacak rambut Luhan gemas.
"Jangan mengacak rambut Lulu seperti anak kecil Daddy, Lulu bukan Baekhie," ucap Luhan seraya mempoutkan bibirnya.
"Luhan memang masih kecil kok, Daddy jadi gemas," ucap Sehun seraya mengacak rambut Luhan sekali lagi.
"Daddy~" rengek Luhan manja seraya merapikan rambutnya.
"Baiklah, Ayo!" Sehun pun terkekeh geli lalu segera bangkit dari duduknya. Dengan sigap Luhan pun bangkit dan segera mengapit lengan Sehun dengan manja.
'Ah!' Pekik Sehun dalam hati. Ia sedikit terkejut pada Luhan yang semakin agresif.
000
Sementara Baekhyun tampak bosan menunggu Sehun di ruang tamu dengan berjungkir balik di sofa ruang tamu.
"Daddy lama sekali," ucap Baekhyun seraya mempoutkan bibirnya kesal.
Triing!
"Oh!" Baekhyun segera menyambar ponselnya yang ada di meja, dan segera membuka pesan yang masuk.
"C-chanie?" pekik Baekhyun girang saat meliat siapa yang mengiriminya pesan.
From : Chanie Love [Malam Baekhie sayang!]
"Aaaaaa! ss-sayang?" pekik Baekhyun panik sekaligus kegirangan. Tak menunggu lama Baekhyun pun segera mengetik pesan balasan.
To : Chanie Love [Malam Chanie, ada apa?]
Triing!
From : Chanie Love [Bukan apa-apa, hanya merindukanmu Baekhie~ tak boleh kah?]
Baekhyun tampak terlentang di sofa dan segera mengetik pesan balasan seraya mengerucutkan bibirnya imut.
To : Chanie Love [Tentu boleh Chanie, tapi tadi kan kita sudah bertemu di sekolah]
Triing!
From : Chanie Love [Masih belum puas melihat wajah Baekhie-ku yang manis]
"Aaaaa! Chaniiie! aku padamu," Kali ini Baekhyun merubah posisinya menjadi tengkurap dan menggerak-gerakkan kakinya girang.
To : Chanie Love [Chanie gombal ah! Baekhie lagi kesepin nih, Daddy pergi belum pulang sedari tadi]
Triing!
From : Chanie Love [Bukan gombal Baekhie, Oh! benarkah? kenapa tak bilang dari tadi? tau begitu ku ajak kemari agar Baekhie bisa makan bersama Appa dan Umma, Umma sangat ingin bertemu Baekhie loh, mau tidak sepulangnya dari sekolah besok mampir kerumah?]
"K-kerumah? Huaaaa! aku belum siap bertemu Umma Park dan Appa Park, tapi-"
To : Chanie Love [Sebenarnya Baekhie belum siap, tapi~ Oke deh kalau Chanie memaksa]
Triing!
From : Chanie Love [Aku tak memaksa Baekhie, hanya berharap kau mau bertemu Umma]
To : Chanie Love [Iya Chanie, Baekhie mau]
Triing!
From : Chanie Love [Tak ngantuk kah? Tidur gih! sudah malam Loh]
To : Chanie Love [Masih jam setengah 8 Chanie, tapi aku juga sudah bosan menunggu Daddy pulang, Baekhie tidur dulu ya? selamat malam Chanie :3]
Triing!
From : Chanie Love [Oh! yang terakhir itu?Baekhie mulai berani ya cium-cium, besok di sekolah cium orang aslinya dong kalau berani, jangan beraninya pakai emoticon saja (smik)]
"Aaaaaa" pekik Baekhyun begitu menyadari kebodohannya. Wajahnya benar-benar merah saat ini. Ia pun segera beranjak dan pergi ke kamarnya. Sepertinya malam ini ia akan susah tidur.
000
"Makasih ya Daddy sudah mau menemani Lulu jalan-jalan, ini kencan paling romantis yang pernah Lulu alami," ucap Luhan seraya tersipu malu saat ia akan masuk ke gerbang rumahnya.
"Sama-sama Luhan, ya sudah, masuk gih, ini sudah lumayan malam," ucap Sehun seraya tersenyum manis.
"Enmm, Lulu masuk ya, selamat malam Daddy," ucap Luhan seraya memegang gagang pintu gerbangnya dan siap membukanya.
"Malam Luhan," ucap Sehun seraya membuka pintu mobilnya bersiap untuk pulang.
"T-tunggu Daddy!" ucap Luhan berjalan cepat mendekati Sehun.
"Ada ap-"
Cup
Setelah dengan beraninya Luhan menarik kerah baju Sehun agar menunduk, Luhan mengecup bibir Sehun cepat lalu segera berlari memasuki rumahnya meninggalkan Sehun yang membeku di tempat.
"O-oh!" pekik Sehun saat sadar apa yang baru saja Luhan lakukan padanya. Tanpa sadar iapun menyentuh bibirnya sendiri yang masih merasakan sisa-sisa lembut dari bibir Luhan. Sehun sudah tak bisa berfikir jernih lagi setelah itu, jantungnya terasa berdetak kencang saat mendapat perlakuan manis dari Luhan.
000
"Senang?" tanya Kai seraya mengerling kearah Kyungsoo. Sementara Kyungsoo sendiri hanya menganggukan kepalanya berkali-kali dengan wajah berseri-seri. Bagaimana tak senang, Jongin mengajaknya kencan ke tempat-tempat menajupkan mulai dari namsan tower, lalu mencoba berbagai wahana Lotte world yang menyenangkan plus memacu adrenalin, lalu di akhiri dengan nonton dan makan malam di restouran yang lumayan mewah untuk ukuran anak SMA.
"Aku akan sering mengajakmu kencan ketempat-tempat yang lebih menakjubkan bila kau mau menjadi kekasihku Kyungie," ucap Jongin seraya menyerahkan setangkai bunga mawar merah yang tau-tau sudah ada di tangan Jongin entah dari mana.
"A-ahh!" Kyungsoo mulai galau, dia tak tau harus menjawab apa, ia tak yakin masih ada cinta untuk Jongin atau tidak, tapi ia juga masih bingung pada perasaannya terhadap Sehun, entah itu hanya obsesi dan kekaguman semata atau ia benar-benar menyukai Sehun.
"Ah! kau menyukai Daddynya Baekhyun kan?" ucap Jongin seraya menurunkan tangannya yang tadi menyodorkan bunga ke arah Kyungsoo. Kyungsoo hanya menggigit bibir bawahnya dan tak berani menatap Jongin.
"Kyungsoo, aku tau, aku tak seharusnya mengatakan ini, Kau memang bebas untuk menyukai siapapun karena itu hak mu," ucap Jongin seraya menatap Kyungsoo dengan tatapan terluka.
"Tapi umur kita dengan Daddynya Baekhyun terpaut jauh, tak seharusnya kau menyukainya Kyungsoo, mungkin perasaan sukamu itu hanya kekaguman semata, karna ku akui, dia memang tampan dan berkarisma, aku yang masih bocah ingusan tentu saja tak ada apa-apanya kan?" ucap Jongin lagi lalu menundukan kepalanya.
"Maaf, aku tak-"
"Tak apa, aku mengerti, tapi perlu kau ingat satu hal Kungie, aku hanya akan mengatakannya sekali saja, aku mencintaimu dan sudah lama memperhatikanmu, itu saja," ucap Jongin dengan senyum yang dipaksakan.
Speechless, itulah yang Kyungsoo rasakan saat ini. Ia tadi hanya ingin bilang kalau ia belum bisa menjawabnya sekarang, tapi Jongin sudah lebih dahulu memotongnya. Yang bisa dilakukan Kyungsoo saat ini hanyalah menggigit bibir bawahnya. Entah mengapa hati Kyungsoo berdenyut sakit saat melihat raut wajah kecewa yang Jongin tunjukan.
"Sebaiknya kau segera masuk, aku tak mau tuan Do membunuhku karena sudah mengajak putrinya keluar hingga larut malam," ucap Jongin dengan nada jenaka seraya membantu melepaskan seat belt yang Kyungsoo kenakan lalu membalas tatapan Kyungsoo yang kini tengah menatapnya.
"O-Oke," Kyungsoo pun mau tak mau segera keluar dari mobik Jongin, setelah ia menutup pintunya Jongin terlihat menurunkan kaca mobilnya.
"Aku pulang ya! terima kasih telah menerima ajakan kencanku hari ini, sampai jumpa lagi di sekolah," ucap Jongin seraya melambaikn tangannya kearah Kyungsoo dan segera melesatkan mobilnya meninggalkan Kyungsoo yang terdiam menatap kepergian Jongin. Dengan lesu ia pun memasuki rumahnya dan segera menuju ke kamarnya dengan perasaan tak menentu.
TBC
Chap ini makin nggak banget ya? maaf T-T.
Pokoknya terimakasih banyak bagi yang sudah mengikuti cerita ini dan meninggalkan review di chap-chap sebelumnya. Kamsahamnida! Arigatou gozaimasu :3
-Salam damai inchan88-
