FanFiction
Just story about you and Akashi
Anime :: Kuroko no Basuke
Rated: T+ ,Indonesia.
Disclaimer: saya hanya sekedar menculik Akashi seijuurou dari pemilik aslinya Fujimaki Tadoshi-sensei. #plok\
Genre: Romance
Pairing : Akashi X Reader
Summary: kumpulan drabble kau dan akashi.
WARNING :bad language , typo(maybe), no flame.
A.K.A.S.H.I
Enjoy and happy reading~
.
.
.
K for Kiss
Kau sadar saat membuka matamu menangkap sosok pria bersurai merah itu tengah tertidur diatas sofa rumahmu. Hari kedua Akashi menginap dirumahmu, karna alasan permintaan kedua orangtua mu yamg sedang berlibur.
Kau melangkahkan kakimu mendekati sosok yang sedang tertidur. Berniat membangunkan dirinya dari dunia mimpi, namun niatanmu terhenti saat kau menatap wajah polos itu. Dirinya yang sedang tidur begitu terlihat berbeda ,kedua kelopak matanya menutup menyembunyikan manik heterochrome yang biasa menatapmu tajam. Bulu mata yang letik, hidung yang mancung,kulit putih porslen, setiap garis parasnya begitu tegas,begitu tampan. Bukannya kau baru menyadarinya , hanya saja kau baru kali ini benar-benar memperhatikannya secara jelas dan dekat. Tanpa sadar kau memainkan jari-jarimu ke wajahnya searah dengan lekukan yang ada disana.
"Kenapa kau bisa punya wajah setampan ini Sei.." gumam mu tanpa sadar.
"Ughh.." mendengar suara lenguhan dari pemiliknya, reflek kau segera menarik tanganmu dari wajahnya. Sedikit panik saat kedua kelopak matanya perlahan terbuka, takut apakah Akashi menyadari sesuatu yang baru saja kau lakukan.
"A ,ah! Ohayou Sei-chan kau sudah bangun?"
Kini kelopak matanya terbuka sempurna ,menatapmu tajam seperti biasa.
"Hn..Ohayou. Kau bisa lihat sendiri."
"kalau begitu cepatlah mandi, aku akan membuat Bentou.."
"Hn."
Dia berjalan kearah kamar mandi, kau terus menatap punggung itu hingga benar-benar menghilang dari pandanganmu. Dan saat merasa Akashi sudah masuk kedalam kamar mandi, kau pun menghela nafas lega.
"Haah..hampir saja, yokatta dia tidak sadar."
.
.
"Aku sudah selesai."
Kau mendengar suara Bariton itu, mengalihkan pandanganmu dari Bentou yang sedang kau buat untuk makan siang nanti. Akashi telah rapi dengan setelan seragamnya.
"Souka, sarapannya sudah ku siapkan dimeja."
"Hn, bisa aku minta jus?"
"Jus? Kau bisa ambil dilemari es."
Akashi membuka lemari es , dengan asal mengambil botol jus. Membuka tutupnya, meminumnya dan..
"AHHHH!"
Jeritmu reflek saat melihat label botol jus yang diminum oleh Akashi.
"Naze? Jangan mengagetkanku dengan teriakan- "
"Seiiii..kau meminum jus favoritku!"
Akashi sedikit mendelikan bola matanya.
"Lalu?"
"Ya kau meminum jus buah Peach favoritku Seiii.." geram mu kesal.
"….Itu salahmu, kan kau yang menyuruhku mengambilnya sendiri." Jawab mutlak Akashi yang sukses menohok tepat jantungmu.
'Arrrrrghhh!' kau mengerang frustasi, jus buah Peach kesukaanmu yang telah kau dapatkan susah payah dikarnakan rasa baru. Sekarang telah diminum Akashi, tanpa rasa bersalah sedikitpun! Bahkan dia menjawab dengan sangat sinis. Walaupun memang karna kesalahanmu sendiri.
Belum selesai kau membuka mulut untuk protes, kau merasakan ujung lubang botol jus tengah menempel dibibirmu.
"Ini ,aku baru minum setengahnya." Akashi menyodorkan paksa botol jus kearahmu, sontak membuatmu kaget sekaligus senang.
"Ehhh…benarkah? Yokatta~"
Kau yang kelewat senang pun dengan cepat meminum jus yang ada ditanganmu. Menikmatinya dan..
'Tunggu dulu!' kau sadar kalau baru saja meminum dari botol yang sama dengan Akashi. Itu artinya..
..
'C..-'
'Ci-'
'CIUMAN TIDAK LANGSUNG!'
Memikirkan hal memalukan itu sontak membuatmu sejenak menatap Akashi, wajahmu terasa panas dan merona sempurna. Akashi mengernyitkan dahinya saat menyadari sedang ditatap aneh olehmu.
"Ada apa?"
"Eh? Ti, tidak ada apa-apa!"
Kau segera mengalihkan wajahmu kearah lain, takut-takut Akashi akan melihat wajahmu yang semerah surainya. 'Ahh bodoh, pasti hanya aku saja yang merasa ini ciuman tidak langsung.'
"Biar ku tebak—". Akashi membuka mulutnya. "kau pasti sedang berfikir sudah berciuman tidak langsung denganku. Benar ?"
JLEB
Dia menyeringai, tebakan Akashi tepat mengenai sasaran. Ingin rasanya kau membenturkan kepalamu ke dinding.
"E, eto.. bu, bu, bukan!"
"Heh..? benarkah ?"
"Te, tentu saja benar!" jawabmu percaya diri. Dia menyeringai lagi, kali ini kau merasakan firasat buruk.
"Hmm..lalu ,bagaimana dengan kau yang membelai wajahku saat sedang tidur tadi?"
JLEB JLEB!
Kau mati kutu sekarang.
'OH GOD! Bunuhlah aku sekarang!"
"kau begitu polos, apa kau pikir aku bisa tidur saat kau menyentuh wajahku?
Sentuhan lembut yang hanya untukku.."
.
.
.
To Be Continued...
Dilanjutkah? ^^
A/N: Saya update kilaaaattttttttt XD wahahaha..sengaja sih karna seminggu kedepan saya ada UAS.
ditambah masih harus nge-progress kostum, deadline event setelah lebaran .*oh jadi curhat*\ XD
Tapi kalo lagi sempet ya saya bakalan update hehe:3
mohon kritik dan sarannya~ hehe matta ne(^^)/
