Title : Sangnamja
Author : Achan (Caramelyeol)
Cast : Baekhyun
Chanyeol
Sehun
Luhan
Pair(s) : ChanBaek & HunHan
Rated : T
Genre : Romance, humor(?), school-life, friendship
Disclaimer : Semua cast di sini punya Tuhan YME. Tapi kalo cerita, udah pasti punya Achan. No plagiat! No copy! Achan gak suka plagiator dan gak pernah mau jadi plagiator.
Warning : Shounen-Ai/Yaoi/Boyslove/BL, typo(s) Alur rada-rada.
Length : Chaptered
A/N : Ff ini sebenernya terinspirasi dari salah satu novel yang Achan dapet buat ulangan B. Indo yang kebetulan materinya tentang novel. Itupun Achan dapet novelnya acak. Tapi tenang aja, Achan cuma ngambil konfliknya aja dari novel itu (; si Main cast nya pingin jadi manly) Selebihnya alur, perwatakan cast, dan cara penyampaian, itu ide Achan sendiri ^^
.
.
Don't like, don't read!
.
Read, comment, like! / Read and review!
.
Jangan males-males buat review ya, kalo males Achan juga males buat ngelanjutin^^
.
Achan present!
.
Sangnamja
.
.
Aku akan membantumu menjadi manly. Asalkan kau harus mau berkencan denganku.
Dan Baekhyun yang membacanya hanya mampu membelalakkan matanya.
"Neo micheosseo?"bisik Baekhyun pada namja di sebelahnya.
.
Author Pov
Bel pulang sekolah sudah berdering sejak tiga menit yang lalu. Sehingga menyisakan beberapa murid yang masih bertahan di kelas hanya untuk merapikan peralatan tulis mereka. Sedangkan sang guru sudah kabur duluan dari tempat terlaknat—kelas— yang tadi mereka huni. Ingin segera kabur karena kepalanya telah dilanda guncangan hebat akibat makhluk-makhluk bernyawa di dalam tempat itu. Ok, berlebihan.
Terlihat Baekhyun tengah asyik memasukkan bukunya kedalam tas miliknya, namun dengan cepat Chanyeol menginstrupsi kegiatannya.
"Eottae?"tanya Chanyeol. Baekhyun hanya membalasnya dengan tatapan bingung.
"Ha?"
"Bagaimana dengan jawabanmu?"
"Ha?" Lagi, Baekhyun balik bertanya dengan bingung.
Chanyeol memutar bola matanya malas sebelum menjawab, "Jawaban di kertas tadi!"
"Ha?"
"Ck! Yang tadi!"
Baekhyun terdiam sebentar—berpikir— sebelum ia menjawab, "Oh! Tentu saja tidak! Aku tidak tertarik,"jawabnya sambil memasang ranselnya di punggung. "Lagian, aku bisa sendiri agar menjadi manly. Hanya tinggal ke gym dan—yah! Selesai!"
"Hanya itu, Princess Baekhee? Kau yakin?"tanya Chanyeol dengan seringainya.
Baekhyun yang mendengar kata 'Princess Baekhee' memukul lengan Chanyeol dengan sedikit keras. "Tentu saja! Dan asal kau tau, tampilanku ini sudah menunjukkan bahwa aku ini manly! Ingat! Manly!"
"Cih! Jangan bermimpi, Princess Baekhee! Justru penampilanmu menunjukkan bahwa kau ini cantik!"
"Aku tidak cantik! Aku tampan!" kesal Baekhyun yang dibalas kekehan kecil dari Chanyeol.
"Jinjja?"
Baekhyun tak menjawab dan memilih pergi dari kelasnya. Namun dengan cepat Chanyeol menghadangnya.
"Apa-apaan kau ini? Minggir,"
"….."
"Minggir, Chanyeol!"
"…"
"Chanyeol! Minggir!"
"Tidak,"
"Park Chanyeol! Aku mau lewat T.T"
"Tidak,"
"Yak!"
"…"
"Ck! Sebenarnya apa maumu, eoh?!"bentak Baekhyun yang dibalas cengiran menyebalkan dari si tiang bermarga Park.
"Kkk~ Tidak ada. Hanya ingin menganggumu, Princess Baekhee,"jawab Chanyeol sambil merangkul pundak Baekhyun.
Namun dengan kesal, Baekhyun melepasnya. "Owh, owhh.. Jangan marah dong, Princess,"lanjut Chanyeol membuat Baekhyun menginjakkan kakinya dengan—tidak—elit.
"Aww~! Yak! Appo, Princess! Tega-teganya Princess Baekhee menginjak kaki Prince Chanyeol yang tampan ini!"lanjut Chanyeol sambil menarik lengan Baekhyun. Namun dengan cepat Baekhyun menepisnya.
"Tak bisakah kau berhenti menggangguku, idiot?! Aku lelah!"pekik Baekhyun dramatis.
"Tidak akan. Dan tidak pernah! Kkk~ Lelah? Lelah kenapa, eoh? Lelah habis olahraga ranjang bersamaku, eum?" Lagi, Chanyeol menggodanya.
PLAKK
"DASAR IDIOT MESUM! JAGA UCAPANMU!"bentak Baekhyun setelah menampar pipi Chanyeol.
"WOW! Terimakasih atas ciuman indah dari tangan mulusmu ini, Princess Baekhee! AKU MAKIN MENCINTAIMU, MUAHH~"balas Chanyeol sambil memegangi pipi kanannya yang ditampar Baekhyun dengan seringai. Cukup keras, tapi.. entahlah. Rasa sakitnya tak terasa di pipinya.
Perkataan Chanyeol kembali membuat Baekhyun emosi, "APA TAMPARAN TADI MASIH KURANG UNTUKMU, EOH?!"
"Ne, Princess. Saaangat kurang! Tapi jangan memakai tangan mulusmu itu, ah! Bagaimana jika memakai bibirmu yang sexy itu? Awh! Pasti—"
"MENYEBALKAN! APA PERLU KAU KUPANGGILKAN APPAMU UNTUK BERHENTI MENGGODAKU?!"
"Tak perlu memanggil Appaku, cium saja bibirku dengan bibirmu maka aku akan berhenti menggodamu,"
"ARRGGHH! KAU!"bentak Baekhyun sambil menunjuk Chanyeol."ENYAHLAH DARI KEHIDUPANKU! AKU MUAK DENGANMU, CHANYEOL BABO!"lanjutnya.
"Ya Tuhan, Princess Baekhee~ Bisakah kau kecilkan desahan sexymu itu? Kau mengganggu siswa-siswi lainnya."
Oh Tuhan, Baekhyun rasanya ingin menangis sekarang. Mengapa namja idiot dihadapannya ini menyebalkan sekali? Ingin sekali ia menghajar Chanyeol habis-habisan, namun—hell what? Ia yakin, ia pasti yang akan kalah. Karena mengapa? Salahkan saja tubuhnya yang mungil itu. Oh, Baekhyun ingin mati rasanya!
Baekhyun tak membalas ucapan Chanyeol, dan memilih pergi keluar kelas tanpa memperdulikan teriakan-teriakan Chanyeol yang memanggil namanya.
"Baekhyun-ah!"Kali ini seseorang memanggil namanya. Rupanya seorang yeoja. Yeoja? Apa?
Baekhyun menoleh dan mendapati tiga orang yeoja tengah menghampirinya.
"Ne?"
"Hari ini kami mau pergi ke salon. Kau mau ikut tidak?"tanya salah satu yeoja tadi yang merupakan sunbae Baekhyun ditingkat tiga. Chorong namanya.
"Sekalian shopping! Mumpung lagi ada diskon besar-besaran!"timpal Sulli, hoobae Baekhyun ditingkat satu.
Baekhyun terdiam untuk beberapa saat. Berpikir. Ingin sekali ia ikut dengan teman-temannya yang notabene yeoja. Bagaimana ia tidak tergiur mendengar ajakan pergi ke salon dan shopping di mall yang katanya sedang diskon besar-besaran. Baekhyun tak ingin melewati kesempatan itu!
"Ikut ya, oppa~"pinta Naeun, hoobaenya.
Namun secara tidak sengaja penglihatan Baekhyun terkunci pada seorang namja berkulit putih susu dengan rambut coklat yang berjalan keluar dari kelas X. Senyuman manis milik namja bemarga Byun itu mengembang begitu saja sebelum ia menolehkan kepalanya memberikan jawaban kepada tiga yeoja tadi.
"Aku ingin sekali ikut! Tapi.. Aku sudah punya janji dengan seseorang. Mianhae,"jawab Baekhyun menampilkan raut sedihnya.
"Yah~"desah tiga orang yeoja tadi kecewa.
"Jadi tidak apa-apa jika kau tidak ikut?"tanya Chorong lagi pada hoobaenya itu.
Baekhyun menggeleng dengan bibir yang dipoutkan lucu.
"Kalau begitu, apa kau mau pesan sesuatu?"tawar Chorong hingga membuat mata Baekhyun berbinar-binar.
"Ah ne! Tentu saja, noona! Aku pesan eyeliner! Eyelinerku di rumah sudah habis,"ujar Baekhyun.
Chorong menganggukan kepalanya sebelum bertanya lagi, "Ada lagi?"
"Hmm.. Apa ya? Kurasa tidak ada lagi, noona."
"Baiklah,"ujar Chorong sambil merapikan tasnya. "Kalau begitu kami pergi dulu! Bye~!"lanjutnya sambil melambaikan tangan ke arah Baekhyun lalu pergi dan diikuti oleh ke-dua teman yeojanya tadi. Baekhyun membalas lambaian tiga teman yeojanya itu sambil tersenyum.
Setelah teman-teman yeojanya itu pergi, Baekhyun mengalihkan pandangan ke arah namja yang tadi mengikat penglihatannya.
"Sehunnie!"panggil Baekhyun pada namja tadi.
Merasa namanya dipanggil, namja itu membalikkan badannya dan terkejut bukan main ketika melihat Baekhyun yang tengah melambaikan tangan ke arahnya. Matanya melotot sebelum memilih kabur dari namja manis yang memanggilnya tadi.
"Baekhee!" Lagi-lagi suara itu memanggil namanya.
Baekhyun menoleh ke belakang dan melihat Chanyeol yang baru saja keluar kelas melambaikan tangan ke arahnya. Namun Baekhyun tak peduli! Ia justru lebih memilih mengalihkan pandangannya ke arah hoobae kesayangan yang ia panggil tadi.
Dan ketika ia kembali mengalihkan pandangan, ia melihat hoobae kesayangannya itu tengah berlari. Dengan cepat Baekhyun menyusulnya diiringi panggilan-panggilan yang terlontar dari namja mungil itu. Tanpa peduli Chanyeol yang terus-terusan memanggil namanya sambil mengejarnya juga. Padahal ia tau, Chanyeol bisa saja menangkapnya mengingat langkah Chanyeol cukup panjang. Tapi ia tau, Chanyeol tak akan bisa kali ini! Hohoho! Semua karena koridor tempat ia berlari banyak murid-murid yang entah berdiri, mengobrol, atau apapun itu.
"Sehun!"
"Princess Baekhee!"
"Sehunnie!"
"Baekhee!"
"Sehun!"
Dan akhirnya mereka bertiga saling mengejar. Chanyeol mengejar Baekhyun. Dan Baekhyun mengejar Sehun. Aksi mereka kini telah menyita perhatian seluruh murid di koridor itu. Menatap ketiganya dengan tatapan O_O seperti apa yang sering dilakukan Kyungsoo, anak kelas sebelah.
"Baekhyun!"
"Sehunnie!"
"Byun—Ah! Park Baekhyun!"
"Yak! Sehunnie! Tunggu hyung!"
"Baekhyun cantik! Tunggu aku!"
"Sehunnie jangan lari!"
"Princess Baekhee! Jangan lari!"
"Sehun!"
"Baekhee!"
"Ishh! Sehunnie!"
"Princess!"
Berbeda dari kedua sunbaenya, Sehun—hoobae Baekhyun— malah melontarkan kata,
"Jwiseonghaeyo~"
"Jwiseonghaeyo, aku sedang terburu-buru!"
"Minggir! Berikan aku jalan!"
—Ketika Sehun menerobos kerumunan siswa-siswa. Namja tampan itu seolah tak memperdulikan teriakan, umpatan, dan lain sebagainya yang menghujam dirinya. Kepalanya terus menoleh ke belakang memastikan apakah sunabe gilanya itu—Baekhyun— masih mengejarnya atau tidak. Dan ia mendapati jarak Baekhyun sedikit jauh darinya.
Karena tidak melihat jalan di depannya, tiba-tiba—
BRUKK
BRASSHH
Tubuh Sehun jatuh menimpa seorang namja cantik yang berjalan berlawanan arah darinya. Bukannya apa, tapi posisi mereka bisa dikatakan err.. cukup intim. Bagaimana tidak dengan posisi Sehun yang menindih namja cantik itu dan jarak wajah mereka bisa dikatakan sangatlah dekat. Dan kali ini jantung Sehun berdegup kencang. Mata tajamnya seolah terpaku pada wajah cantik di bawahnya ini. Membuatnya seolah terbang tinggi hingga ia berada di luar angkasa. Berlebihan? Memang-_-
Mereka hanya terdiam selama beberapa detik sebelum namja cantik itu tersadar dan langsung mendorong Sehun agar menghindar dari tubuhnya dengan kasar. Sehun yang baru menyadari akan hal itu segera bangkit dan langsung meraih pergelangan tangan namja cantik tadi untuk menolongnya. Namun bukannya di terima dengan baik, namja cantik tadi langsung menepis tangannya kasar dan berdiri dengan cepat sebelum mengeluarkan sumpah serapah padanya.
"DASAR KAU INI?! KAU TAK PUNYA MATA, EOH?! ATAU KAU BUTA?! APA KAU TAK LIHAT ADA ORANG YANG BERJALAN DI HADAPANMU?! MAKHLUK APA KAU INI?!"bentak namja cantik itu. Karena bentakannya yang sangat nyaring itu, tatapan seluruh murid memusat ke arah keduanya. Namja cantik itu seolah tak peduli dan menarik nafas lagi sebelum,
"APA KAU TAU?! KARENA PERBUATANMU YANG MENYEBALKAN DILUAR BATAS INI, KOPI YANG BARUSAN KUBELI TUMPAH SEMUA KARENAMU! APA KAU TAU ITU?! MENYEBALKAN!" lagi, bentakan itu terlontar.
Dan—Oh! Karena perkataan namja cantik itu, Sehun baru menyadari jika di sekeliling wajahnya bau kopi dan wajahnya juga terasa lengket. Tunggu.. Apa?
Sehun menghela nafas pelan, ia memang bodoh atau apa sih? Apa karena wajah cantik namja tadi menghipnotisnya hingga tak merasakan apa-apa saat kopi namja cantik tadi tumpah seluruhnya ke wajah tampannya. Oh God! Think again!
"LAGI, KENAPA KAU HANYA DIAM SAJA?! KAU TAK MENGATAKAN PERMINTA MAAFAN PADAKU ATAU SEMACAMNYA SETELAH MENABRAKKU?!"
Sehun mengorek telinganya. Teriakan namja ini… Benar-benar-_-
"HEH! AKU TAU KAU INI ANAK KELAS SATU! AKU INI SENIORMU! BERSIKAPLAH SOPAN PADAKU! DENGARKAN SEMUA UCAPANKU! APA KAU TULI SAMPAI HARUS MENGOREK TELINGAMU ITU?!"
HUAAAA~! Sehun ingin mati rasanya TT^TT
Namun sebelum namja cantik itu kembali membentaknya, seorang dewa –dewi— manis yang baginya dewi fortuna datang menghentikan segalanya.
"Sehunnie~ Kau ini kenapa, eoh? Selalu saja saat kupanggil, kau selalu kabur,"ucap dewi fortuna itu yang merupakan Baekhyun sambil mengalunkan lengannya manja di lengan Sehun tanpa memperdulikan tatapan tajam seseorang di hadapannya.
Sehun menghela nafas dan tak menjawab. Ia hanya memilih memutar bola matanya malas.
"Hei, siapa nenek-nenek cantik ini? Dari tadi kudengar selalu memarahi, Sehunku?"lanjut Baekhyun.
Dan namja cantik tadi langsung membelalakkan matanya terkejut atas perkataan Baekhyun disertai emosi yang terpancar dari tatapannya. Sementara Sehun, namja itu hanya dapat menahan tawa mendengar ucapan sunbaenya yang tak tau malu itu.
"Siapa yang kau maksud itu, Baekhee?!"teriak namja cantik tadi sambil memanggil nama Baekhyun persis seperti panggilan Chanyeol padanya. Ngomong-ngomong tentang Chanyeol, dimana ia sekarang? Rupanya ia tengah terjebak di antara fans-fans nya.
"Yak, apa maksudmu Luhaen?!"balas Baekhyun tak terima.
"Siapa lagi yang kau maksud Luhaen? Aku Luhan, bukan Luhaen!"
"Biarkan saja! Apa pedulimu?" sewot Baekhyun.
"Aishh.. Sudahlah sunbae-sunbae yang cantik—"
"AKU BUKAN CANTIK!" bentak dua sunbae di hadapan Sehun secara bersamaan hingga membuat namja berkulit susu itu menundukkan kepalanya takut.
Hening.
Nafas kedua namja cantik itu memburu seolah-olah habis mengikuti marathon. Dan tak lupa tatapan sinis yang keduanya saling lempar.
"Apa lihat-lihat? Nge-fans?" tanya Baekhyun percaya diri.
"Cih? Nge-fans? Level rendahan di idolain? Iuhh~!" balas Luhan.
"Level rendahan? Siapa yang kau maksud itu anak rusa?"
"Siapa yang kau maksud itu anak anjing?"
"Heh! Anak anjing lebih imut dari rusa!"
"Benarkah? Tapi anak rusa lebih manly!" -_-
"Siapa bilang? Anak anjinglah yang lebih manly!"
"Mana ada!"
"Ada!"
"Bermimpi kau!"
"Sudahlah—"
"DIAM!"
Sehun kembali dibentak oleh dua sunbae di hadapannya, hingga membuatnya kembali menunduk takut.
"H-hyung.. Kajja~"ujar Sehun pada akhirnya dengan nada takut-takut. Ia menarik lengan sunbae manisnya pergi meninggalkan sunbae cantik yang bernama Luhan tadi. Dan Baekhyun hanya menurut mengikuti ajakan hoobae kesayangannya itu sambil terus menatap Luhan tajam. Tak lupa ia mengacungkan jari tengahnya ke arah Luhan. Dan yang dibalas dengan sama oleh Luhan. Ck! Benar-benar.
Mungkin masih bingung dengan hubungan antara Baekhyun dan Luhan. Baik, Baekhyun dan Luhan sama-sama seorang namja cantik yang terkenal di sekolah hanya karena kecantikan mereka. Tak usah heran jika mereka mendapat gelar 'Flower boy'. Setiap hari keduanya memang selalu diejek bahkan dipanggil yeoja. Keduanya hanya berbeda satu tahun, yang mana Luhan lebih tua dari Baekhyun satu tahun. Ya, Luhan adalah murid di tingkat tiga dan Baekhyun murid di tingkat dua. Dan keduanya saat ini sedang bermusuhan dan bersaing untuk menunjukkan sifat manly mereka di hadapan semua warga sekolah –semua mengatakan keduanya seorang yeoja—
Kembali ke Baekhyun dan Sehun, keduanya berakhir dengan berjalan kaki melewati pagar sekolah. Berjalan kaki melewati gedung-gedung, berjalan kaki menuju rumah keduanya, dan berjalan kaki dengan sinar matahari yang cukup menyengat. Namun dibalik itu semua, Baekhyun bisa merasakan. Merasakan perannya sebagai seorang hyung pada hoobae nya itu. Perjalanan mereka kali ini terasa hening, karena Baekhyun yang biasanya selalu membuka pembicaraan tengah berpikir keras, bagaimana caranya agar ia meminta maaf pada hoobae yang dibentaknya tadi. Dan akhirnya entah dorongan dari mana, ia berhasil mengeluarkan sepatah kata.
"Sehunnie..,"
"Hmm..?"
"Mian, tadi aku membentakmu~"
"Tak apa,"
"Sehunnie..,"
"Hmm..?"
"Jangan marah~"
"Siapa yang marah?"
"Itu Sehunnie~"
"Hmm..,"
"Jangan marah, ne! Tadi aku kan sudah minta maaf~"
"Ne-ne,"
"Sehunnie~"
"Hmm..?"
"Aku sayang Sehunnie~"
"Hmm..,"
"Aku cinta Sehunnie~"
"Hmm..,"
"Sehunnie sayang aku, tidak?"
"Hmm..,"
"Jawab! Jangan cuma 'Hmm..' Datar sekali!"
"Baiklah. Tidak,"
"Mwo?"
"Aku tidak menyayangi ataupun mencintai hyung,"
"Kkk~ Tapi aku sayang Sehunnie loh!"
"Kau selalu bertanya dan berkata seperti itu, hyung!"
"Ah, jinjja? Kkk~"
Keduanya larut dalam pembicaraan hangat mereka, tanpa menyadari dua orang yang berdiri di berbeda tempat belakang mereka tengah memperhatikan mereka. Yang satu menatap punggung keduanya dengan tatapan 'terluka'. Dan yang satunya menatap punggung keduanya dengan tatapan yang tak bisa dibaca.
"Ada hubungan apa sebenarnya dengan mereka?" tanya dua orang itu secara bersamaan namun dibeda tempat.
.
.
Pagi ini, cuaca bisa dikatakan cukup cerah. Awan-awan yang seputih kapas bergerak dengan lambat diiringi burung-burung gereja yang berterbangan ke sana kemari bersamaan dengan kicauannya. Asap kendaraan belum terlihat begitu jelas karena bisa dikatakan belum pada waktu semestinya. Aktivitas beberapa warga Seoul juga belum terlihat banyak di pagi ini.
Kecuali seorang namja manis yang sedang mengikat sepatu kets putihnya di depan pintu rumahnya. Jari lentiknya secara perlahan mengikat tali sepatu itu hingga semua tali sepatunya terikat. Setelah itu ia berdiri dan menepuk bokongnya untuk menghilangkan debu yang mungkin saja menempel di celana trainingnya. Ia rapikan sedikit letak jaket pink nya. Tunggu… Apa?! PINK?! PINK?! HAH?!
Namja manis yang kita ketahui bernama Baekhyun itu, pagi ini ia mengunakan kaos berwarna putih dan dilapisi jaket berwarna pink. Disusul dengan celana trainingnya yang berwarna pink bergaris putih dan sepatu kets putihnya. Dan jangan lupa, handuk putih melingkar dengan manis di lehernya.
Penampilannya pagi ini bisa dikatakan semakin manis. Pakaian nya terlihat cocok sekali dengan warna kulitnya yang putih dan rambut hitamnya. Manis sekali~ Tapi.. Mengapa harus warna yeoja yang ia pakai? Bukankah ia berkata ingin menjadi manly? Ck! Aneh.
Setelah dirasa siap, ia segera berlari keluar dari pagar rumahnya. Berlari-lari kecil melewati rumah-rumah tetangganya dengan senyuman manis yang menghias wajahnya. Tak lupa, ia menyapa dengan ramah orang-orang yang dilihatnya. Termasuk Jung ahjumma, tetangga depan rumahnya.
"Pagi, Jung ahjumma~"
"Wah~ Pagi juga, Baekhyun. Mau olahraga, ne?"
"Seperti yang ahjumma lihat ^^ Saya duluan, ne?"
"Ne, hati-hati!"
Dan Baekhyun kembali berlari-lari kecil hingga ekor matanya menangkap sosok Chanyeol yang tengah mencuci motornya di depan rumahnya –Rumah Chanyeol tepat di sebelah rumah Baekhyun— Dan bisa dirasakan Chanyeol menghentikan kegiatannya dan tengah menatapnya. Namun Baekhyun pura-pura tak tau dan tak melihat.
"Pagi yang indah, Princess BaekHee!"
Baekhyun tak memperdulikannya.
"Mau ke mana, eoh Princess? Sampai harus berdandan manis seperti ini? Pink lagi,"ejek Chanyeol.
"Bukan urusanmu!"ketus Baekhyun.
"Aigoo~ Pagi-pagi jangan galak-galak dong, Princess! Tidak enak didengar,"
"Cih!"
"Mau pergi ke mana sih, Princess BaekHee?"
"Ke Gym!" ketus Baekhyun sambil berlalu dengan cepat-cepat meninggalkan Chanyeol yang tengah berpikir keras. Ia mengulang jawaban Baekhyun dibenaknya berkali-kali.
"Ke Gym? Dia? Pergi ke Gym? Mengangkat barbel? Mwo? Hahaha…" tawa Chanyeol.
.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dengan berlari-lari kecil, Baekhyun akhirnya tiba di Gym yang ia tuju. Setibanya di depan tempat Gym, Baekhyun memegang kedua lututnya sambil mencoba menormalkan deru nafasnya. Ia mengusap wajahnya yang basah karena keringat.
Baekhyun kembali berdiri dan secara perlahan melangkahkan kakinya memasuki Gym. Dentuman musik di tempat ini terasa begitu memekakkan telinga. Baekhyun menelusuri sudut-sudut tempat ini dengan tatapan yang tak bisa dibaca.
Ia bisa melihat banyaknya alat-alat besar dan barbell di setiap sudut ruangan. Ia juga bisa melihat banyaknya namja-namja bertubuh kekar dengan otot di kedua sisi lengannya yang sangat besar. Kebanyakan dari namja-namja kekar itu menggunakan tattoo di tubuh mereka. Dan tattoo mereka bisa dikatakan jauh dari kata tak banyak. Bukan hanya gambar, beberapa kata kotor juga ada di tattoo mereka. Tatapan, senyum, dan wajah mereka sangat mengerikan! Hingga berhasil membuat kaki Baekhyun lemas. Dan pemandangan itu juga berhasil membuat Baekhyun meneguk air liurnya kasar berulang-ulang kali.
Dan tiba-tiba ia merasa nyalinya ciut ketika melihat pemandangan di hadapannya. Juga, niatnya untuk membuat abs di tubuhnya hilang seketika. Keringatnya terlihat bercucuran dengan hebat di pelipisnya. Kakinya secara perlahan melangkah ke belakang dengan wajahnya yang enggak banget! Ia terus melangkahkan kakinya ke belakang hingga sebuah suara menginterupsinya,
"Sedang apa kau?"
DEG
Baekhyun secara perlahan membalikkan tubuhnya dan—Bang! Seorang namja tinggi berbadan kekar tengah menatapnya tajam. Sorotan matanya membuat nyali Baekhyun semakin ciut. Tubuhnya bergetar dan ketika Baekhyun ingin membuka mulutnya, rasanya terasa sangat sulit.
"A..A-aku.. A..A-aku.. Ng.. HUAAAA~! C-CHANYEOL TOLONG AKU~!" teriak Baekhyun pada akhirnya sambil berlari meninggalkan Gym. Sementara namja tadi, hanya menatapnya dengan tanda tanya besar di kepalanya.
.
.
"Come back home. Can you come back home eh~ Chagaun sesang kkeute nal beoriji malgo nae gyeoteuro. Come back home. Can you come back home eh~
Modeun apeumeun dwiro hae yeojeonhi neol gidaryeo ireoke. Now you gotta do wh—"
"—HUAAA~! PARK CHANYEOL!"
Dan nyayian Chanyeol yang saat itu sedang mengelap motornya terhenti tiba-tiba ketika mendengar sebuah teriakan yang sangat familiar di telinganya. Ia menaruh lap nya tadi di atas jok motornya dan membuka pagar rumahnya. Dari jauh Chanyeol melihat Baekhyun tengah berlari ke arahnya sambil teriak-teriak. Chanyeol mengernyittkan dahinya,
Ada apa dengannya? Kenapa berlari sambil berteriak tak jelas seperti itu? Pikirnya.
"HUAAA~! CHANYEOL~!"
GREP
Mata Chanyeol membelalak seketika saat namja manis yang tadi berlari kencang itu, langsung memeluk tubuhnya dengan kuat hingga hampir membuatnya jatuh ke belakang. Dan untungnya Chanyeol bisa menjaga keseimbangannya.
Tangan Baekhyun melingkar dengan erat di punggungnya seolah tak ingin ia pergi jauh darinya. Secara perlahan Chanyeol membalas pelukan Baekhyun. Ia mengusap-usap rambut Baekhyun, sekali-kali mencium pucuk kepalanya. Menghirup aroma shampoo stroberi yang menguar dari rambut hitam namja yang berada dipelukannya ini. Setelah dirasa Baekhyun cukup tenang—Baekhyun tidak menangis—, Chanyeol akhirnya bertanya pada Baekhyun.
"BaekHee! Kau ini kenapa, eoh? Berlari sambil berteriak tak jelas," tanya Chanyeol.
"Diamlah,"
"Hei, aku kan bertanya!"
"Aku ingin kau diam, babo,"
"Ck!"
Hening.
Dan keduanya terdiam larut dalam pikiran masing-masing. Baekhyun menenggelamkan kepalanya di dada bidang Chanyeol. Ia kembali teringat kejadian di Gym tadi. Sungguh! Ia benar-benar ketakutan ketika melihat tubuh namja-namja di sana yang—sangat mengerikan! Hiii~! Mengingat kejadian tadi, membuat Baekhyun kembali bergidik ngeri. Ia semakin mempererat pelukannya terhadap Chanyeol. Tunggu.. Pelukan..? Chanyeol…?
"HUUAAA~! APA YANG KAU LAKUKAN?! SANA! HUSHH.. HUSHH~" pekik Baekhyun sambil melepas kasar pelukan mereka tadi, disusul suara usirannya terhadap Chanyeol yang terasa seperti seseorang yang tengah mengusir seekor anak kucing.
Chanyeol hanya memandangnya dengan tatapan datar -_- sebelum membalas ucapan Baekhyun.
"Kau kan tadi yang memelukku duluan!" ucap Chanyeol tak mau kalah.
"Eoh?! Jinjja? Ah, kau bohong! Mana mungkin aku yang memelukmu duluan!"
"Hih? Apa kau amnesia? Padahal baru saja kau berlari sambil teriak-teriak tak jelas, dan setelah itu kau langsung memelukku,"
Baekhyun terdiam sesaat. Ah! Benar! Ucapan Chanyeol memang benar. Dan setelah mengingatnya, tiba-tiba saja pipi Baekhyun memerah. Dan itu diketahui oleh Chanyeol secara jelas. Tiba-tiba sebuah seringai tercetak dengan jelas di wajah tampan Chanyeol.
"Aigoo.. Princess BaekHee blushing! Hahaha…," tawa Chanyeol.
Baekhyun yang mendengar itu membelalakkan matanya. Dan tanpa diberi aba-aba, Baekhyun langsung memukul lengan Chanyeol cukup keras.
"Apa-apaan kau ini, eoh?" ucap Baekhyun sambil menundukkan kepalanya malu, layaknya seorang gadis desa yang baru saja menyatakan cintanya.
Dan itu membuat tawa Chanyeol semakin kencang.
"Hahaha…! Aku benar-benar tak percaya jika kau seorang yeoja! Hahaha.. Sikapmu! Hahaha.."
"Mwo?! Diam kau!"
Dan Baekhyun kembali seperti Baekhyun yang biasanya. Baekhyun yang galak-_-
Chanyeol hanya bisa menahan tawanya ketika melihat Baekhyun. Menurutnya, namja manis ini sangatlah lucu. Dan Chanyeol suka itu!
Setelah mencoba menghilangkan tawanya, Chanyeol kembali bertanya pada Baekhyun.
"Kau ini sebenarnya kenapa, eoh? Tadi kau berlari sangat ketakutan. Ada apa sebenarnya, Princess?"
"Auauaaoaii," jawab Baekhyun dengan pelan dan tak jelas sambil menunjuk arah berasal ia berlari tadi.
"Ha? Apa yang Princess katakan, eoh?"
"Auauaoaii," Baekhyun kembali menjawab dengan nada yang pelan dan tak jelas. Membuat Chanyeol kembali mengernyitkan keningnya bingung.
"Apaan? Katakan yang jelas!"
"Aku takut dengan namja-namja di Gym. Mereka sangatlah menakutkan,"
Butuh waktu untuk Chanyeol mencerna kata-kata Baekhyun. Dan tiba-tiba saja Chanyeol kembali mengeluarkan tawanya.
"Hahaha..! Babo! Namja-namja di Gym memang seperti itu! Badan mereka sangatlah kekar dan otot mereka sangat besar. Memangnya apa yang kau pikirkan sebelum ke sana? Gym tempatnya yeoja-yeoja senam yoga? Hahaha..!"
"Ihh, Yeollie! Aniyeo!"
"Hahaha..!"
"Lalu bagaimana caranya agar aku bisa memiliki abs? Perutku rata begini dan pinggangku sangat ramping—"
"—Itulah sebabnya kau dikira dan dipanggil yeoja! Hahaha..!"
Baekhyun mempoutkan bibirnya lucu, lalu memukul Chanyeol.
"Lalu aku harus bagaimana? TT^TT"
"Hahaha..!"
Dan keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Baekhyun ingin sekali menjadi manly. Ia ingin menunjukkan sisi manly nya pada semua orang. Sehingga tak ada seorangpun yang akan mengejeknya yeoja lagi.
Lama berkelut dalam pikirannya, tiba-tiba Baekhyun mengingat tawaran Chanyeol kemarin. Tapi… Ia tak mau pergi berkencan dengan namja tiang di sampingnya ini. Lalu, ia harus bagaimana lagi? Terus-terusan seperti ini dan sengsara seperti ini? Oh! Tentu saja Baekhyun tidak mau!
'Tuhan, aku harus bagaimana? Tak ada jalan lain selain penawaran namja gila di sampingku ini. Apa penawarannya adalah jalan terbaik untukku? Jika iya, jawab Tuhan!' Tanya Baekhyun dalam hati dan meminta jawaban dari Tuhan.
Wussshhhh~
Angin bertiup sesaat setelah Baekhyun bertanya pada Tuhan. Baekhyun tersenyum. Tuhan membalas pertanyaannya lewat angin tadi. Berarti apa kata nenek moyangnya dulu benar, Tuhan akan menjawab lewat angin. Ha, dia pasti akan menggunakan resep kuno itu. Hohoho!
"Chanyeol-ah,"panggil Baekhyun hingga membuat Chanyeol menghentikan tawanya.
"Eoh? Ne?"
"Aku.. Ng.."
"Ne?"
"Aku.."
"Hmm..?"
"A-aku.."
"Ne?"
"A-aku tarik penolakanku atas tawaranmu kemarin. Apa penawaranmu kemarin masih berlaku?" ucap Baekhyun pada akhirnya.
Chanyeol yang mendengar itu terdiam untuk beberapa saat. Ia berpikir apa yang kemarin ia tawarkan pada namja manis di sampingnya ini. Dan tiba-tiba saja ia teringat atas penawarannya kemarin. Seulas senyum menghias wajah tampannya sebelum memberikan jawaban pada namja manis di sampingnya ini.
"Tentu saja!" jawab Chanyeol girang.
Baekhyun mengulas senyum manisnya, "Yay! Gomawo~"
"Ne! Cheonma,"
"Hmm… Kalau begitu apa langkah pertamanya?"
Chanyeol berpikir sejenak.
"Langkah pertamanya? Hmm…,"
"Ya?"
"Langkah pertamanya…,"
"Ya?"
"Ah! Langkah pertamanya adalah…"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Balasan Review :
Orangecaramelo : Hohoho.. Berwile, panggil Achan aja :p Gak usah BaekHee! Itukan panggilan dari Dobi Baek kalo di kelas. Kadang dia juga manggil aku 'Noona.. Noona..' -_- Heh, padahal dia yeoja bukan namja-_- Maklum sesama anak ChanBaek ^^v Iya, dikejar-kejar tugas-_- Tapi kan kita udah free! Yahooo \(^o^)/ Tinggal tugas drama aja yang gak selesai-selesai -_- Males mikirin itu. Thanks banget udah baca ^^ Ikutin ya, Ber^^
Maple fujoshi2309 : Kkk~ Iya. Sehun hoobaenya, terjawab kok di chap ini^^ Ne, gamshamida~
Happy Delight : Sangnamja? Artinya manly^^ Ada di EXO's Showtime ep. 2 pas bagian Luhan sama ChenMinLay~
Jung Eunhee : Hahaha.. Aigoo, jangan disamain sama banci dong, Kkk~ A*G jadi mant*n? Inget W*ndy ya? Hahaha XD XOXO :*~
Novey : Ne, chaptered^^
Realkkeh : Wah, kalau itu aku gak tau ^^v Oh, kalau alur, di chapter awal emang rada cepet, soalnya masih tipe-tipe prolog gitu. Di ff aku yang lainnya juga gitu. Ini udah panjang belum? Gak papa, semangat juga^^ XOXO :*~
BIG THANKS TO :
Exindira, DiraLeeXiOh, Maple fujoshi2309, Special Bubble, Kotakpensil, Rachel suliss, Happy Delight, 12Wolf, Younlaycious88, Pandamier, Ferinarefina, Lee Ah Ra, Jung Eunhee, Dobidobi369, Novey, SyJessi22, Baek, Parklili, ChanBaek, Chanbaek, Realkkeh, Suholicious, Byunie66, Inggit, Nur991fah, Indaaaaaahhh, Amus, Orangecaramelo, Chanbaekjjang, Anak Hunhan.
Ada lagi?
.
Ada nama yang salah?
.
Mian~
.
Lanjut?
.
Jangan males-males buat review ya, kalo males Achan juga males buat ngelanjutin^^
.
Don't forget!
.
.
Bye~!
.
.
.
- Achan-
