"You Will Be Mine"
Sherry Dark Jewel Present

Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang.. Yuki Cuma minjem nama doang... Jangan marah ya Oppadeul...

Author : Yuki

Rate : T

Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk.. tenang pasti YUNJAE dooonnggg...

Genre : Friendship/Romance/Family.

Warning : OOC, OC, AU, Mungkin ada Typo(s) ,Slash, Shonen-ai, Yaoi, MaleXMale, Incest(maybe)

Summary : Sekarang dimataku, di pikiranku dan dihatiku hanya ada dirimu.. dan aku bertekat. AKU AKAN MEMBUATMU MENJADI MILIKKU. Tak perduli siapa dirimu.

.

Cerita ini hanya Fiksi belaka

.

Gak Suka..?

Ya...

Jangan Baca...

Gampangkan..

.

Buat yang tetep mau Baca...

.

Happy Reading..

.

Chapter 2

.

"A-Ap-pa.."

Yunho masih bertahan memeluk tubuh Jaejoong, bahkan sekarang Yunho dengan berani membuka kancing teratas kemeja sekolah Jaejoong lalu menggecup bahu putih sang anak tiri.

Jaejoong masih mematung tak percaya dengan ucapan sang Appa.

"Appa.. mencintaimu Joongie."

"APA APPA SUDAH GILA?" Jaejoong memberontak dalam pelukan sang Appa. Tapi Yunho masih ke'keh memerangkap sang namja cantik dalam pelukannya. Ia semakin mempererat pelukannya.

"LEPAS..LEPASKAN AKU APPA..."

"Tidak..Appa tak akan melepaskannya. Appa menyukaimu.. Appa mencintaimu. Jadilah milik Appa. Joongie.."

"TIDAKKK.. BAGAIMANA JIKA UMMA TAHU KAU MALAH MENCINTAIKU JUNG YUNHO. BUKANKAH KAU BERJANJI AKAN MEMBAHAGIAKAN UMMA?"

"Tapi aku terlanjur mencintaimu Joongie.."

"AKU TIDAK MAU.. AKU TIDAK MENCINTAIMU JUNG YUNHO..LEPASKAN LEPASKAN AKU.."

Jaejoong masih berusaha lepas dari pelukan itu.

Yunho mengeram ia menggigit bahu putih Jaejoong hingga mengeluarkan darah.

"Akhh..sakitt.."

"Suka atau pun tak suka.. Kau adalah milikku Jung Jaejoong.. dan akan ku buat kau mencintaiku..hahahahaha.." Yunho tertawa bagaikan seorang psikopat. Ia tak perduli, ia akan membuat jaejoong bertekuk lutut padanya. Bahkan ia sudah memikirkan bagaimana cara membuat namja cantik ini akan menjadi miliknya selamanya.

.

~("~ )Yuki_Jeje(~")~

.

Jaejoong terikat di atas ranjang. Tubuhnya sekarang terikat bagai huruf X. Kedua tanganya di kedua sisi kepala ranjang dan kedua kakinya pun melebar dan terikat di tiang ranjang, membuat tubuh bagian bawahnya lebih terangkat ke atas dari pada bagian atas.

"LEPASS.. LEPASKAN AKU JUNG BODOH.."

Yunho hanya terkekeh melihat sang putra tirinya. Meski sang putra tiri masih mengunakan seragamnya-minus blezer-tapi tetap saja dia sangat mengoda di mata Yunho. Yunho dengan angkuh duduk di sofa merah kamar itu. Kamar miliknya memang lebih besar dari milik sang namja cantik. Kaki kirinya berada di atas kaki kanannya, ia melihat Jaejoong sambil menyesap secangkir kopi.

"kau sangat menggoda Joongie.."

"ANI.. BERENGSEK LEPASKAN AKU.."

"Baiklah... setelah kita bermain." Ucap Yunho sambil menyeringai.

Yunho meletakkan cangkir kopinya di meja kecil yang memang ada di sebelah kanan sofa merah yang ia duduki. Ia bangkit dari duduknya dan menghampiri namja pujaannya itu.

Yunho duduk si sisi sang namja. "Oh..Joongie.. Aku sangat mencintaimu.." Yunho membelai pipi mulus jaejoong.

Jaejoong langsung memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan. Ia tak sudi di sentuh tangan namja bejat itu. Yunho terkekeh pelan. "Kau tau jaejoong.." bisik Yunho di telinga kanan Jaejoong. "Jika.. Aku ingin sesuatu.. aku akan mendapatkannya" lanjutnya sambil menjilat telinga kanan Jaejoong.

"Aku tak akan mencintaimu Jung bodoh.. tidak akan pernah" desis Jaejoong benci.

"Kalau begitu aku akan membuatmu mencintaiku.." tangap sang kepala keluarga Jung itu. Yunho tersenyum ia menarik laci di meja nackas lalu mengambil gunting. "Ayo kita mulai bermain Joongie."

Jaejoong memlebarkan matanya saat melihat sang Appa mulai mengunting seragamnya. "APA YANG KAU LAKUKAN.." teriaknya marah.

"Joongie..jangan bergerak.. nanti kulitmu terluka."

"AKU TAK PERDULI.. CEPAT LEPASKAN AKU.."

"Tidak akan.. bukankah sudah Appa bilang. Appa akan melepaskanmu jika kita sudah selesai bermain." Kata Yunho santai. Yunho lalu mendekat untuk memandang wajah cantik Jaejoong. "Dan jika kau sudah menjadi anak yang baik"

Cup

Yunho mengecup bibir cerry Jaejoong. Kembali melanjutkan acara mari-mengunting-seragam-Joongie. Hingga tubuh indah Jaejoong pun terpampang indah di mata Yunho.

"Kau sangat indah joongie..kkkk.." Yunho mulai mengecupi tubuh itu.

"YAK..LEPAS.. JAUKHAN MULUT KOTORMU ITU DARIKU.."

Yunho tak perduli.. bahkan sekarang ia mulai memilin nipple kecoklatan sang putra.

"ugh.." Jaejoong mengigit bibir bawahnya mencoba untuk tidak mendesah. Ia tak mau membuat Jung bodoh itu mengira ia menikmati hal ini. Tidak akan..

"Oh.. Joongie" Yunho semakin semangat memilin nipple, bahkan sesekali Yunho memelitir dan mencubit benda mungil itu. "Lihat.. ini sudah keras.. kau menikmatinya bukan?"

"ugh.. ti-dak..aku tidak menikmatinya..lepaskan LEPASKAN.."

Yunho memasang tampang sedih yang dibuat-buat. "Baiklah Appa tak akan main nipple Joongie lagi. Lagi pula Appa harus meeting sebentar lagi" ucap Yunho sambil melihat jam tangannya. "Hemm pukul 5 sore.. masih ada waktu.." Yunho beranjak turun dari ranjang.

"YAK.. LEPASKAN AKU DULU JUNG"

Yunho menghampiri lemari kacanya. Berniat mengambil baju ganti untuk meeting juga hadiah untuk jaejoong. Yunho membuka bajunya, ia tak perduli jika Jaejoong melihatnya, malah ia senang. Ia melepas semua bajunya. "Lihat Joongie.. melihatmu saja Appa sudah sedikit mengeras." Ucap Yunho sambil menunjukkan Juniornya yang sedikit bangun. "Untung masih belum begitu keras."

Jaejoong yang tak sengaja melihat junior milik sang Appa langsung memejamkan matanya.

Yunho hanya terkekeh melihat sang anak yang memejamkan matanya. Lalu ia pun mengenakan baju baru yang ia ambil dari lemari. Hanya kemeja biru muda, setelan jas hitam dan dasi biru tua. Yunho sangat tampan dengan setelan itu. "Joongie.. Appa pergi dulu ya. Appa pulang saat makan malam nanti.. hemm jam 7 oke.. paling lama jam 8 malam kok"

"Yak Lepaskan aku duluuu.." teriak Jaejoong tak terima di ikat seperti ini.

"Ani.. Joongie belum jadi anak baik jadinya Appa tak akan menurunkan joongie. Itu hukuman" ujar Yunho dengan wajah tanpa dosa.

"DASAR JUNG YUNHO SIALAN.. BRENGSEKK"

"is is is.. Joongie harus belajar berkata sopan pada Appa.. Otte.. karena Joongie sudah berkata kotor, Appa akan menambah hukuman Joongie." Yunho lalu membuka laci paling bawah almari, Jaejoong bisa melihat Yunho membawa sesuatu berwarna putih.

Yunho kembali mendekat ke ranjang. Lalu tersenyum pada Jaejoong.

"Ini.. Punya Ummamu Chagi.. kau tau ini apa?" tanya Yunho ceria. Jaejoong hanya memalingkan wajahnya. "hemm.. kau tak tahu..ini Nipple vibrator. Joongie pasti suka." Lalu Yunho memasang vibrator itu di nipple jaejoong.

"JANGAN LAKUKAN ITU.. LEPASKAN ALAT ITU.."

"iya.. nanti Appa lepaskan saat pulang dari meeting.. Otte?"

Jaejoong berteriak menolak apa yang sang Appa lakukan. Setelah memasang alat itu, Yunho membiarkan alat pengatur getarannya tergeletak di samping tubuh Jaejoong. Ia lalu mengeser tombol ke tulisan ON.

Jaejoong Mengigit bibir bawahnya. Ia tak mau pertahananya jebol, ia akan bertahan. Tapi matanya bergerak gelisah sedari tadi. Yunho tersenyum melihat jaejoong yang menahan desahannya. "Enakkan? Ummamu suka sekali mengunakan ini. Kau tau? Tenang saja Joongie. Appa akan pulang cepat.. nanti akan Appa lepas waktu Appa sudah pulang. Jadilah anak baik dan nikmatilah Joongie.. Pay pay Chagi" jelas Yunho lalu mengecup bibir jaejoong dan berlalu meninggalkan rumah.

.

~("~ )Yuki_Jeje(~")~

.

Skiptime

.

~("~ )Yuki_Jeje(~")~

.

Yunho memandang sekali lagi jam tangannya. Ia tersenyum senang saat jam menunjukkan pukul 7. 'Ah..Joongie..'

Getzzzz gtzzz

Suara getaran berasal dari kantong jasnya. Ponsel Jaejoong memeng Yunho bawa, takutnya Hyun ah menelfon sang putra kesayangannya itu.

Sesuai dugaannya Hyun ah menelfon.

"Hyun ah.."

"..."

"Ah Jaejoong dia sudah tidur, dia terlihat lelah saat pulang tadi.."

"..."

"tenang kami sudah makan malam barusan"

"..."

"iya.. kami baik-baik saja di sini."

"..."

"Oke.. tentu saja kami akan jaga kesehatan."

"..."

"tentu Chagi... Aku pun akan menjaganya"

"..."

"Nado Saranghae.."

Pipp

Yunho menyeringai..ia tak sabar bermain bersama Joongienya lagi.

.

~("~ )Yuki_Jeje(~")~

.

Yunho memandang tertarik Jaejoong yang kini mendesah lirih sambil memejamkan matanya. Masih dengan posisi seperti tadi. Jaejoong bahkan sudah ereksi saat ini, dilihat dari gundukan di celananya yang basah. Mungkin sang namja cantik itu telah orgasem.

"Joongie.. Appa pulang" Jaejoong membuka matanya yang mulai sayu, ia tak bisa berhenti mendesah, meski hanya desahan lirih.

"le-pas..kan in-i ahg..ah.." bisik jaejoong ditengah desahanya saat Yunho telah ada di sampingnya. Yunho tersenyum.

"Tentu saja Chagi.. Appa akan melepaskannya" Yunho pun mematikan alat itu lalu melepasnya dari nipple jaejoong. Membuat Jaejoong menghelang nafas puas, "Lihatlah Joongie..mereka makin menonjol keluar dan keras" lanjut Yunho sambil memilin nipple Jaejoong.

"Unghh..Ahh.." desah Jaejoong reflek.

"Enak bukan?" Jaejoong memejamkan matanya dan mendesah menikmati permainan tangan sang appa pada dadanya. "Oh lihat.. kau pasti tersiksa di sini" ujar Yunho sambil menyentuh gundukan di selangkangan jaejoong dengan tangan kanannya yang tidak memainkan nipple mengoda milik jaejoong. Tangan Yunho meremah lembut gundukan itu membuat Jaejoong semakin mendesah keenakan.

"Ah.. Jahatnya appa yang tidak membuat makan malam. Joongie belum makan bukan?" Yunho lalu melepas tangannya yang bermain di tubuh jaejoong.

"hah hah ha.."

"tak apakan jika makan malam hari ini kita makan apel saja? Appa malas memasak"

Jaejoong tak menangapi sang appa ia masih sibuk mengambil nafas. "Tapi tenang saja Appa akan membebaskan Juniormu agar kau tak tersiksa"

Jaejoong ingin protes dengan hal itu tapi bibirnya hanya bisa diam karena ia sebenarnya benar-benar tersiksa dengan keadaan juniornya yang terjepit celana seragam sekolahnya. Ia membiarkan saja Yunho mengunting celana itu beserta celana dalamnya.

Jaejoong bernafas lega merasa saat juniornya bebas.

Yunho memandang penuh minat junior yang lebih kecil dari miliknya itu. "Ini sudah sangat tegang" ujarnya sambil menjentik kepala junior Jaejoong yang bagai kepala jamur. "dan basah" jarinya bermain di libang kecil juniornya. Membuat Jaejoong mendesah.

"ohg..Ah.. Ti-dak..Aghh.. Jang-an..di ko-ah...ko-cok..Aghh" mendengar desahan jaejoong seperti itu membuat Yunho semakin bersemangat mengocok junior itu.. "Aghh Ahh..Ah.."

Yunho pun menghentikan kocokannya. Lalu yunho kembali membuka laci tempat nipple vibrator tadi dan mengambil dua benda bulat seperti telur berwarna biru muda dengan kabel yang terhubung ke sebuah benda persegi.. tak lupa membawa lakban.

Jaejoong memandang marah yunho yang entah membawa apa lagi dari laci laknan tadi. "Kau pasti bertanya-tanya. Ini egg vibrator.. kau pasti akan menyukainya juga." Jaejoong mengucapkan penolakan tapi yunho bahkan tak mendengarkan hal itu sama sekali, ia malah dengan santai melakban egg vibrator itu ke junior Jaejoong.

Jaejoong hanya memandang takut pada benda itu. Lalu ia semakin takut saat Yunho mengarahkan egg vibrator yang satu lagi kearah holenya.

Yunho tak langsung memasukkan egg vibrator itu ke hole jaejoong, ia memasukkan jari telunjuknya dahulu. Setelah menekan tombol on pada egg vibrator di junior Jaejoong. Yang membuat jaejoong mendesah keras. Dan tak merasa sakit saat yunho memasukkan ketiga jari kanannya pada holenya.

Jaejoong hanya mendesah menikmati getaran yang dia terima. Dan desahanya semakin keras saat jari tangan yang maju mundur di holenya terganti dengan egg vibrator.

"Aghhh...Agh..Ahh.."

Meski awalnya sakit tapi getaran dua alat itu membuat Jaejoong lupa segalanya.

"Appa akan mandi dulu dan membuatkan bubur appel untuk Joongie.. tunggu appa ya."

.

~("~ )Yuki_Jeje(~")~

.

Jaejoong mengumpat dalam hati sambil terus mendesah menikmati perlakuan sang appa. Ingin rasanya ia marah pada sang appa saat ini, tapi ia belum bisa. Ia terlalu menikmati apa yang sang Appa lakukan padanya.

Padahal ini baru hari keempat sang Umma tidak dirumah.

Bagimana tanggapan sang Umma saat tahu apa yang dilakukan suaminya pada sang anak.

"Aghh,..AHHHHH.." entah sudah berapa kali Jaejoong menumpahkan spermanya. Ia tak ingat lagi. Dan lagi Yunho sangat lama, ia ingin yunho segerah melepas alat alat ini. Bahkan juniornya sudah mulai tak bisa tegang lagi. Juniornya sudah lelah.. Jaejoong sangat lelah.. Ia pun lapar.

"Maaf Joongie.. Appa lama.." Yunho kembali dengan rambut basah dan hanya mengenakan celana piyama birunya. Tubuh bagian atasnya ia biarkan topless. Tak lupa Yunho juga membawa nampan berisi bubur Apple dan juga air minum.

"Ayo Appa suapi..Joongie belum makan bukan?" Yunho lalu memakan sesendok bubur apple dan menyalurkannya pada mulut jaejoong. Sambil melumat bibir cerry sang namja cantik.

"Enak bukan? Mau lagi.." tanpa menunggu jawaban ia suapkan lagi bubur pada mulutnya dan kembali menyalurkannya pada Jaejoong.

Setelah delapan suapan. Yunho mengambil segelas air yang ia bawa, lalu meminumnya dan kembali menyalurkannya pada Jaejoong. "Apa Joongie sudah kenyang?"

"Lep-as Ahh kan.. it-u.."

"Kalau kau ingin sesuatu memohonlah sayang."

"Ku-mo-hon.. Aghh.."

"Baiklah appa akan menghentikan vibratornya tapi Appa tidak mau melepasnya dulu."

Yunho melakukan seperti yang ia katakan ia hanya mematikan dua vibrator itu. Lalu kembali memandang Jaejoong. "juniormu sudah tak kuat ereksi lagi ne? Sayang sekali.. Appa masih mau bermain dengan mu Chagi.."

Jaejoong mengeleng-geleng tahut.. "tak usah takut Chagi.. Ahh Appa punya sesuatu lagi" jaejoong semain pucat mendengar ucapan Yunho. Ia melihat Yunho mengambil sebuah pil berwarna biru di laci meja nackas. Yunho memakan pil itu lalu meminum air. Tapi kembali menyalurkannya pada Jaejoong.

Jaejoong menutup rapat rapat bibirnya. Tak ingin menelan apapun itu. Tapi Yunho tak hilang akal ia mencubit nipple Jaejoong membuat Jaejoong mau tak mau membuka mulutnya dan menelan apa yang di minum sang Appa.

Tubuh Jaejoong mulai bergairah. Bahkan juniornya sekarang tengah ereksi keras. Ia horny ..sangat.

Bahkan lubangnya terasa gatal.. "ughh.." erang jaejoong.

"Appa akan nyalakan lagi vibratornya ya" tanpa menunggu persetujuan lagi, yunho langsung menyalakan kedua vibrator yang masih lmelekat dijunior dan ada di dalam hole Jaejoong.

Yunho hanya melihat saat Jaejoong mendesah keenakan dengan apa yang ia lakukan. Ini sangat menyenangkan untuk yunho.

Bahkan Jaejoong orgasem berkali-kali hingga ia tertidur karena lelah.

Saat melihat Jaejoongnya tertidur. Yunho melepas tali yang mengikat tangan dan kaki Jaejoong. Ia membenarkan posisi tidur jaejoong. Ia memeluk tubuh namja cantik yang tengah tertidur pulas. 'Kau Milikku Jung Jaejoong'. Batin Yunho semangat.

.

~("~ )Yuki_Jeje(~")~

.

TBC

Author Note :

Ommo.. Ommo.. Aish Jinjayo..

Apa yang Yuki buat ini..

Aish.. Pasti jelek banget deh..

Dan lagi lambat banget alurnya..

Yang ch kemarin cepet banget.

Hahhh...

Menurut Chingu.. ini gimana..

Kalau menurut Yuki..

Ni belum memenuhi harapan Yuki..

Kurang HOT..

Hahhh...

Jadi.. Yuki mau tahu tangapan kalian tentang Ch ni..

Maukan..#kedipkedip#

Oke.. Makasih banget buat yang udah mau review, fav, foll, dan baca ni fic

Maaf ya gak bisa bales satu satu.

Gomawo..

Yuki