Konoha no Kazoku
Naruto ©Masashi Kishimoto
This fic belong to me~
Genre : Family, Friendship
Chara : Menma, Naruko Uzumaki, Naruto Uzumaki, Minato Namikaze, Kushina Uzumaki, etc
Warning : alur GJ, cerita GJ, Typo(s) bertebaran, segala hal nista ada di sini, humor gak lucu, humor jarang
Don't like, don't read
Summary : Tanggal 10 Oktober, adalah hari kelahiran si kembar Naruto dan Naruko. Segel Kyuubi mulai melemah, akankah Kushina dan Minato kehilangan nyawa untuk menyelamatkan si kembar ? Ahh, tau ah, gak pandai bikin summary –newbie tingkat akut-
.
.
.
.
Previous chapter
Minato menunjukkan cara membaut bunshin pada Menma, kemudian Menma mengcopy caranya. Setelah membuat rangkaian jurus, Menma pun berhasil membuat bunshin, tapi bunshin itu hanya bertahan beberapa detik.
"Wahh, kau hebat Menma, tapi kau harus bisa mempertahankan bunshin mu." Kata Minato memuji Menma.
Menma pun berusaha membuat bunshin lagi. Setelah mencoba sekitar 5 kali, akhirnya tubuh Menma ambruk karena kehabisan chakra. Sebelum tubuh Menma sampai ke tanah, Minato segera menggendong tubuh Menma dan membawanya ke rumah untuk beristirahat.
.
.
.
Chapter 3 – Latihan Dasar
Rambut Kushina mulai melambai-lambai liar, menandakan bahwa Kushina sedang marah besar.
'Deg' Minato merasakan aura yang tidak enak dibelakangnya.
'Sepertinya akan ada hal buruk yang terjadi setelah ini.' Batin Minato dalam hati.
"Minato sayang..." Kushina memanggil Minato dengan sebutan sayang? Hell no, itu pertanda buruk dan Minato tau itu.
"Y-ya, Kushina-chan, ada apa?" Minato menjawab panggilan sayang Kushina dengan sedikit takut-takut.
"Kau... Kau pakan Menma hmm? Apa kau mati mati heh? Sekali lagi kau membuat Menma seperti itu, kau tak akan mendapatkan jatah makan malam untuk satu bulan." Kushina mulai memarahi Minato. Minato hanya bisa bergidik ngeri jika istrinya sudah mulai mengamuk seperti sekarang ini.
"A-a... G-gomen ne Kushina-chan... Aku terlalu keras melatih Menma." Minato sudah sujud-sujud dihadapan Kushina agar mendapat maaf dari sang istri, tapi apa yang terjadi? Kushina malah memberikan jurus andalan Kakashi pada Minato. Jurus apalagi kalau bukan jurus Penderitaan seratus tahun.
*Skip aja dehh bagian ini, gak tega liat Minato dianiaya, huahahaha*
.
.
-Skip Time-
.
.
Pagi ini burung-burung di Konoha nampak sangat bahagia, terdengar dari kicauan-kicauan mereka, Tak hanya itu, matahari pun bersinar sangat terik.
"Hoaaammmmm..." Menma baru saja bangun dari tidurnya setelah kemarin kelelahan. Setelah meregangkan otot-otot yang kaku, Menma segera turun menuju ruang makan, mencari sang ibu.
"Ohayou kaa-chan, tou-chan." Menma menyapa Kushina dan Minato kemudian menghampiri mereka di dapur.
"Ohayou mou Menma-kun." Minato menjawab Menma, sedangkan Kushina hanya tersenyum sambil melanjutkan acara memasaknya.
"Oh iya Menma, mulai minggu depan kau sudah mulai masuk akademi, apa kau siap?" tanya Minato pada Menma yang sedang meletakkan kepalanya di meja.
"Hueee, sou ka?" raut wajah Menma langsung berubah menjadi semangat.
"Tentu saja... Kau mau kan?" Minato menampakkan cengiran andalannnya.
"Tentu saja, berarti Menma harus segera bisa membuat bunshin seperti yang tou-chan ajarkan." Menma tampak bersemangat sambil membayangkan kehidupan di akademi yang akan dimulainya minggu depan.
Menma pun segera menuju kamar mandi untuk melakukan ritual paginya, setelah mandi barulah dia bergabung dengan tou-chan dan kaa-channya di ruang makan. Saat sampai di ruang makan, ternyata disana juga ada Naruko dan Naruto yang juga ikut sarapan.
"Huaaaa, adik-adik Menma sungguh lucu." Menma mencium kedua pipi adiknya kemudian duduk di bangku nya untuk sarapan.
Setelah sarapan, masing-masing anggota keluarga mulai meninggalkan meja makan untuk melakukan kegiatan selanjutnya.
"Maaf ya Menma, tou-chan tidak bisa menemani mu berlatih hari ini. Tou-chan sedang ada urusan dengan sandaime kazekage, jadi tou-chan harus segera berangkat ke Sunagakure sekarang." Minato meminta maaf pada Menma karena tidak bisa menemaninya berlatih.
"Tak apa tou-chan, Menma bisa berlatih sendiri kok. Menma kan sudah besar." Menma menjawab Minato dengan sangat bangga bahwa dirinya sudah besar.
"Haha, kau memang anak yang pintar dan mandiri Menma." Minato mengacak-acak rambut Menma.
"Kalau gitu, tou-chan pergi dulu ya." Setelah berkata seperti itu, tampak kilatan kuning kemudian Minato menghilang dari hadapan Menma.
"Tou-chan keren... Yosh, semangat... Aku harus bisa menguasai jurus andalan tou-chan." Menma pun segera bergegas ke tempat latihan di mansion Namikaze itu.
Setelah sampai disana, Menma segera memulai latihannya yaitu membuat bunshin. Setelah beberapa kali mencoba, Menma pun bisa membuat 5 bunshin yang bisa bertahan lama. Setelah mampu membuat bunshin, Menma ingin mencoba membuat henge tapi dia tidak tau segel apa saja yang digunakan.
"Bagaimana aku membuat henge? Tou-chan kan belum mengajari ku." Menma tampak berfikir keras.
"Ahaaa... Mungkin kaa-chan bisa mengajari ku membuat henge." Menma mendapatkan ide.
"Hey, kau yang dipojok, tolong kau panggilkan kaa-chan." Menma menyuruh salah satu bunshinnya untuk memanggil kaa-channya.
"Osu, baik bos." Si bunshin menjawab Menma kemudian pergi untuk memanggil Kushina.
Setelah beberapa menit, akhirnya sang bunshin kembali dengan Kushina dan kedua adik Menma.
"Ada apa Menma? Kenapa kau mencari kaa-chan?" Kushina bertanya pada Menma.
"Uhmm, ettooo... Bisakah kaa-chan mengajarkan ku untuk membuat henge?" tanya Menma dengan sedikit malu-malu.
"Hey, tentu saja ttebane." Kushina tampak semangat sekali untuk mengajari anaknya.
Sebelum mengajari Menma untuk membuat henge, Kushina membuat 2 bunshin untuk menjaga Naruto dan Naruko.
"Perhatikan kaa-chan ya, kaa-chan akan menunjukkan pada mu cara membuat henge dan kaa-chan hanya akan menunjukkannya 1 kali jadi perhatikan baik-baik, mengerti?" tanya Kushina pada Menma.
"Hai..." Menma menjawab dengan sangat mantap.
Menma pun memperhatikan kaa-channya membuat henge, kemudian dia mencoba membuat henge untuk berubah menjadi tou-channya.
"Pffttt... Menma, apakah tou-chan tampak seperti itu?" Kushina berusaha menahan tawanya karena henge yang dibuat oleh Menma. Bagaimana tidak, henge yang dibuat Menma adalah henge Minato tapi dalam bentuk yang lebih gemuk, bayangkan saja Minato dengan tubuh seperti Chouza.
"Aaaaaaaa, aku kira membuat henge itu mudah. Kai." Menma melepaskan henge nya.
"Tak apa, berusahalah lebih keras, kau masih memiliki waktu 1 minggu sebelum masuk akademi." Kushina memberi semangat pada Menma.
"Yosh, baiklah kaa-chan..." Menma mulai bersemangat kembali.
"Kalau gitu kaa-chan tinggal dulu gak apa kan? Kaa-chan ingin menyiapkan makan siang." Kushina pamit pada Menma untuk menyiapkan makan siang.
"Okay kaa-chan." Menma pun melanjutkan latihannya.
Setelah mencoba berkali-kali, Menma akhirnya bisa membuat henge yang lebih baik, kali ini benar-benar mirip dengan tou-channya. Setelah berhasil membuat henge yang mirip tou-channya, Menma mencoba membuat henge seperti kaa-channya. Kali ini, henge nya langsung berhasil. Setelah berhasil membuat henge tou-chan kemudian kaa-chan, Mrnma berusaha membuat 2 henge sekaligus tapi hasilnya 1 henge tampak seperti saat pertama dia membuat henge.
"Susah sekali sih henge ini, bahkan lebih sulit daripada membuat 5 bunshin." Menma tampak frustrasi.
"Tapi aku tidak boleh menyerah, aku akan menjadi hokage." Menma menyemangati diri sendiri.
Percobaan pertama gagal.
Percobaan kedua hampir berhasil.
Percobaan ketiga gagal lagi.
Percobaan keempat akhirnya henge yang dibuat Menma sukses dan mirip dengan kedua orang tuanya.
Setelah puas dengan hasilnya, Menma kembali ke rumah dan menemui kaa-channya.
"Kaa-chan, boleh gak Menma pinjem kunai kaa-chan? Menma ingin sparring dengan bunshin Menma." Menma memcoba meminjam kunai milik kaa-channya.
"Boleh saja, tapi apakah kau sudah berhasil membuat henge seperti yang kaa-chan ajarkan?" Kushina bertanya pada Menma dengan nada menyelidik.
"Tentu saja, Menma kan pintar." Menma mulai membanggakan diri.
"Haha, baiklah, kalau begitu, saat tou-chan pulang dari Sunagakure nanti, Menma tunjukkan ya pada tou-chan, dan kaa-chan juga ingin melihat Menma membuat henge." Kushina memberikan beberapa kunai pada Menma kemudian Menma pun kembali ke tempat latihannya.
Setelah sampai di tempat latihan, Menma menghilangkan 3 bunshinnya, kemudian menyuruh 2 sisa bunshinnya untuk sparring dengannya.
Sekitar 4 jam sparring taijutsu, Menma pun mulai lelah dan memilih untuk istirahat, sebelum itu, Menma menghilangan bunshin-bunshinnya.
"tadaima." Menma tampak sangat lesu.
"Okaerinasai." Kushina menjawab Menma dari arah ruang keluarga.
"Kau tampak sangat kotor, cepatlah mandi, kaa-chan sudah menyiapkan air hangat untuk mu." Kushina memperhatikan Menma yang tampak kotor dan lesu.
"Baiklah." Menma hanya menjawab singkat, sepertinya chakra nya sudah sangat menipis.
"Setelah kau mandi, kau bisa langsung makan, Kaa-chan sudah membelikan ramen ichiraku untuk mu." Kushina sangat tau bagaimana cara membuat anaknya semangat kembali.
Menma pun segera berlari ke kamar mandi. Setelah sekitar setengah jam di kamar mandi, akhirnya Menma pun keluar.
"Huahhh, segarnya." Menma melangkahkan kakinya ke meja makan, dan benar disana sudah ada ramen diatas meja.
"ITADAKIMASUUU~" Menma sangat bersemangat untuk memakan ramennya.
Setelah makan, Menma pun segera menuju kamarnya, dia ingin segera beristirahat setelah latihan yang kerasnya.
.
.
-Skip time-
.
.
Satu hari sebelum masuk academy
"Menma, kaa-chan mu bilang kau sudah bisa membuat henge ya? Darimana kau belajar?" Minato bertanya pada Menma.
"Kaa-chan yang mengajarkan ku." Menma nyengir kuda menimpali perkataan tou-channya.
"Benarkah? Tou-chan ingin melihatnya. Bagimana kalau kau tunjukkan pada tou-chan setelah sarapan ini?" Menma hanya mengangguk menanggapi tou-channya.
Setelah sarapan, keluarga Namikaze ini segera menuju tempat latihan untuk melihat Menma menunjukkan kemampuannya.
Setelah sampai disana Menma segera menunjukkan kemampuannya.
Pertama Menma membuat 5 bunshin, kemudian membuat 2 henge dari membuat henge, Menma sparring taijutsu dengan kelima bunshinnya dan melakukan kawarimi.
"Wahh, kau hebat Menma, kau bisa melakukan kombinasi seperti itu." Kushina memuji kemampuan Menma.
"Berarti besok kau bisa mulai ikut akademi ninja." Minato menagacak-acak rambut Menma.
"Benarkah tou-chan?" tanya Menma sedikit tidak percaya.
"Tentu saja, tou-chan kan sudah berjanji pada mu." Minato menampakkan cengirannya.
.
.
Skip Time
.
.
Hari pertama di akademi Ninja
Hari ini Menma bangun pagi-pagi sekali mengingat ini adalah hari pertamanya masuk akademi.
"Ohayou tou-chan, kaa-chan, Naruto, Naruko." Menma sangat semangat hari ini.
"Ohayou Menma-kun." Jawab Kushina dan Minato bersamaan.
"Wahh, kau tampak semangat sekali ya, apa kau siap untuk masuk akademi?" tanya Kushina pada Menma.
"Iyadong, Menma kan akan menjadi murid akademi mulai hari ini." Menma tampak sangat senang.
"Yasudah, buruan mandi sana, nanti kaa-chan dan tou-chan akan mengantarkan mu ke akademi."
Kushina meletakkan makanan di meja. Menma pun segera menuju kamar mandi, setelah mandi Menma segera bergabung dengan keluarganya untuk sarapan.
Setelah sarapan, Menma segera menuju akademi bersama kedua orangtuanya, sedangkan adiknya ditinggal di rumah bersama 2 anbu kepercayaan Minato.
Saat sampai di akademi, disana sudah tampak banyak anak seumuran Menma yang juga akan masuk akademi.
"Wahh, banyak sekali..." Menma tampak kagum melihat orang-orang yang sudah ramai di depan akademi.
Disana tampak beberapa anak dari klan-klan besar di Konoha. Disana ada Hana Inuzuka, Itachi Uchiha, Shisui Uchiha, Hinata Hyuuga dan Neji Hyuuga dan masih banyak lagi yang lainnya.
Setelah memperhatikan beberapa anak yang dikenalnya, Menma pun segera menuju papan pengumuman untuk mengetahui dia berada di kelas mana. Ternyata dia berada di kelas A bersama teman-temannya.
"Cepatlah masuk Menma, sepertinya pelajaran akan segera dimulai." Kushina mengecup kening Menma.
"Hai... Jaa ne~" Menma melambaikan tangan sambil berlari menuju kelasnya.
Hari pertama di akademi tampak sangat membosankan. Pertama adalah pengenalan masing-masing murid, kemudian sambutan dari hokage yang tak lain adalah ayahnya kemudian dilanjutkan dengan pengenalan sejarah konoha.
"Haahh... Hari pertama sungguh membosankan." Menma meletakkan kepalanya di meja.
"Jangan malas begitu Menma, kau tampak menyedihkan sekali." Kata seorang perempuan di sebelah Menma.
Menma pun menoleh pada wanita disebelahnya, seorang wanita Inuzuka yang sangat cerewet dengan tanda segitiga terbalik di kedua pipinya.
"Diamlah Hana-chan, nanti cantik mu hilang loh kalau kau berisik seperti itu." Menma menjawab dengan sedikit cuek tapi juga sedikit menggoda Hana. *Author : Halah, ini masih kecil aja udah gini, gedenya gimana? T.T #abaikan | ditimpuk reader*
Tampak semburat merah di pipi Hana karena mendengar perkataan Menma.
"Apa kau sakit Hana-chan? Wajah mu tampak memerah." Menma berucap dengan polosnya.
"Ti-tidak... Aku tidak apa-apa." Hana tampak gugup ketika tangan Menma menyentuh kening Hana.
"Oh, bagus lah kalau begitu." Menma tampak percaya dengan ucapan Hana.
"Baiklah, sekarang sudah waktunya pulang, sampai berjumpa besok." Tiba-tiba terdengar suara sensei yang sedang mengajar di depan kelas.
"Yoshh, akhirnya pulang juga." Menma sangat senang mendengar kata pulang.
.
.
.
TBC
.
.
.
A/N : Huahhh, melelahkan sekali, sejujurnya aku gak dapet ide untuk chapter ini.
Mungkin adventure akan ada 2-3 chapter setelah ini jadi sabar ya , hehe.
Pokoknya pasti ada deh adventure nya tapi step by step jadi sabar jangan emosi , hehe.
Kalau ada yang mau saran untuk jutsu-jutsu Menma, kasih tau di PM ya asal jutsunya sesuai dengan elemen Menma yaitu angin, air dan tanah.
Ah, iya mungkin untuk chapter depan gak bisa on-time updatenya karena tugas-tugas multimedia yang mulai menumpuk ini sangat sulit untuk ditinggalkan *poor me* tapi akan tetap saya usahakan untuk on-time *halah kata"nya ribet ya , wkwkwk #abaikan*
