Part 3

Malam itu ,Apartemen milik Hoseok yang letaknya tidak jauh dari kampus yang dihuni oleh semua anak BTS, mendadak menjadi tempat pengobatan mereka setelah pertarungan yang terjadi di gang tadi. Hoseok dan Jin yang tidak mendapat luka terlalu parah dibanding Namjoon, Yoonggi dan Jimin mencoba mengompres luka mereka dan memberi krim ke luka mereka. Sementara Taehyung hanya berdiam diri disamping Jungkook berharap Jungkook cepat sadar. Jungkook yang akhirnya mereka bawa ke apartemen Hoseok karena pingsan setelah menerima pukulan tongkat baseball Taehyung.

"erghhh.." ujar Jungkook lirih mencoba membuka matanya namun seperti merasakan sakit.

"Hyungggg dia sadar , cepat kesini" panggil Taehyung kepada yang lainnya. Dengan segera mereka menghampiri Jungkook yang berusaha untuk bangun dari tidurnya.

"Dimana ini?Kalian?Mau apa kalian, apa niat kalian mengikutiku?" Jungkook pun mulai sadar bahwa sekarang dia sedang dikelilingi orang –orang yang telah mengikuti dia. Dia pun berusaha memasang sikap mencoba bertahan kalau-kalau mereka punya niat jahat terhadapnya

"Tenang dulu kami tidak berniat jahat terhadapmu, kau sekarang ada di apartmen ku, dan juga sekaligus apartemen mereka" Ujar Hoseok mencoba menenangkan Jungkook.

"Kau! kenapa kau bisa pingsan hanya dengan satu pukulan tongkat baseball, sedangkan kau bisa melawan 5 orang sekaligus?" Tanya Jimin dengan kata pedasnya.

Namjoon mencoba menghentikan ucapan Jimin dengan menutup mulut Jimin, kalau-kalau Jimin akan berkata lebih pedas lagi.

"Aku yang seharusnya bertanya kepada kalian?Apa maksud kalian? " balas Jungkook. Dia pun mencoba bangkit dari tempat tidur dan mengambil jaket dan tasnya dan berjalan menuju keluar, namun Yoonggi sempat memegang bahu Jungkook mencoba menghentikan Jungkook, karena ia tahu kondisi Jungkook saat itu belum sepenuhnya pulih. Namun Jungkook tidak menggubrisnya, dan dia tetap berjalan menuju pintu merasa khawatir dengan kondisi Jungkook, mereka ber-6 mencoba menyusul Jungkook yang saat itu sudah berada di lorong Apartemen sedang berjalan sambil sesekali memegang tengkuknya.

"Jungkook-yya, kau benar tidak apa-apa?"teriak Jin penuh khawatir

Jungkook pun tidak menoleh dan menggubris sama sekali pertanyaan Jin, dia hanya terus melanjutkan jalannya menuju Lift yang terletak di bagian tengah lobby lantai 7 Apartemen Hoseok. Mereka pun akhirnya melipir masuk ke dalam rumah setelah Jungkook sudah tak terlihat lagi, namun baru 10 menit Jin menutup pintu, tiba-tiba terdengar suara bel, dan Jin pun membuka pintu yang sebelumnya baru ia tutup, namun Jin tidak menemukan siapapun diluar hanya sebuah kertas yang ditaruh di depan pintu. Jin hanya tersenyum sungging setelah membaca dari isi kertas itu, dan Jin pun kembali masuk ke dalam diikuti dengan rasa penasaran yang lainnnya.

"Siapa hyung?" Tanya Hoseok begitu Jin masuk.

"Ga ada siapa-siapa, tapi aku menemukan kertas ini di depan" jawab Jin sambil menunjukkan kertas yang baru ia temui tadi.

"Coba sini aku lihat" Namjoon menarik kertas yang ada di tangan Jin. Reaksi Namjoon, tak kalah gelinya seperti saat Jin membaca kertas itu pertama kalinya. Tawa gelinya pun tak terelakan lagi sehingga mengundang rasa penasaran yang lain. Lalu Jimin pun mengambil kertas yang ada di tangan Namjoon, namun reaksi Jimin berbeda dengan reaksi Jin dan Namjoon sebelumnya, bukan reaksi senang atau geli, melainkan reaksi kesal yang terlihat dari mata Jimin yang semakin membulat setelah mengetahui isi dari kertas itu.

"Yakkkkkkkkk, Jeon Jungkook awasss kauuuuu" teriak Jimin kesal.

Kontan Hoseok pun langsung mengambil kertas itu dan membacanya dengan suara keras sehingga Yoonggi dan Taehyung juga tahu isi dari kertas itu.

"Hei bocah tengik, kalo kau belum pernah merasakan dipukul tongkat baseball, cobalah minta temanmu untuk memukulmu" Baca Hoseok diikuti dengan ketawanya dan Taehyung pun ikut tertawa seolah dia mengerti maksud dari isi kertas itu, dan Yoonggi pun hanya tersenyum dengan menyerengitkan bibirnya ke ujung. Mereka pun mengakhiri malam itu dengan rasa sakit, lucu dan penasaran. Penasaran terhadap sesosok lelaki bernama Jeon Jungkook.


"Ya materi kali ini kita akhiri sampai disini" ujar sang Dosen mengakhiri kelas siang itu. Mahasiswa yang jumlahnya tidak lebih dari 30 orang itu pun keluar meninggalkan kelas termasuk Jin dan Yoonggi. Jin dan Yoonggi mengambil jurusan yang sama yaitu Applied Music, sama seperti Namjoon dan Taehyung .Sementara Hoseok dan Jimin mengambil jurusan dance. Kampus mereka adalah sebuah universitas seni, sehingga hanya jurusan yang berhubungan dengan senilah yang ada disana.

"Aku ke toilet sebentar" Ujar Jin kepada pun langsung ngacir meninggalkan Yoonggi untuk mencari toilet terdekat. Setelah menyelesaikan urusannya di toilet Jin pun keluar dari pintu toilet, namun dari ujung lorong dia melihat Jungkok yang berjalan menuju arah gudang.

"Ngapain dia kesana? " ucap Jin penuh rasa tanya. Jin pun memutuskan untuk mengikuti Jungkook yang berjalan ke arah gudang, dan dia tidak menemukan Jungkook ketika sampai di depan pintu gudang, rasa penasaran Jin semakin menjadi. Satu-satunya yang menjadi kemungkinan adalah Jungkook masuk ke dalam gudang, tidak mungkin dia tiba-tiba menghilang seperti hantu, itulah pikiran positif yang ada di benak Jin, namun tiba-tiba Jin lansung melihat sekitar depan belakang atas bawah, takut kalau-kalau kejadiannya seperti kemarin ketika Namjoon mendapat serangan dadakan dari Jungkook yang ternyata bersembunyi. Setelah memastikan bahwa memang Jungkook tidak bersembunyi, samar-samar Jin mendengar sesuatu dari dalam gudang, dan dia mencoba melihat dari celah kaca yang tersisa sedikit tak tertutupi oleh tirai. Jin pun dengan susah payah mencoba melihat apa yang ada di dalam, akhirnya dia pun bisa melihat apa yang terjadi di dalam. Jungkook dengan santainya sedang melukis sesuatu yang saat itu Jin tidak bisa melihat apa yang dia lukis, karena posisi Jungkook membelakangi kaca.

"Anak itu! pantas saja dia tidak punya teman" decak Jin setelah melihat Jungkook yang hanya sendirian di dalam yang sedang sibuk dengan kuas dan kanvasnya. Jin pun segera meninggalkan tempat itu sebelum Jungkook menyadari keberadaan Jin.

To be continue …

Please don't be silent reader ^^