Forever Mine
II
By
Arisa Adachi
a.k.a
U-Know Boo
…
Casts :: All members TVXQ and Super Junior.
Disclaimer :: TVXQ and SuJu are not mine, but the magnaes are mine. *nyehehehehe*
Pairing :: Many… hehehe
Warning :: BOYxBOY, gaje, OOC, typo(s)
…
Siang hari yang cerah. Awan putih berserak memenuhi kanvas biru langit. Sesekali angin meniup pelan dan menggoyangkan helai-helai daun.
Seorang namja berpostur tinggi duduk di kursinya. Mata beningnya menengadah menatap langit melalui jendela. Tak dihiraukannya tulisan 'Game Over' yang terpampang di layar PSP-nya. Namja itu kemudian menolehkan kepalanya melihat bangku sebelahnya yang masih kosong.
Namja itu menghela napas, entah kenapa ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Dan sesuatu itu berhubungan dengan teman sebangkunya. Berhubungan dengan Cho Kyuhyun.
.
.
.
'wuuusshh…'
Angin bertiup lumayan kencang. Menerbangkan serpihan daun kering dan debu. Namja berambut coklat ikal itu menundukkan kepalanya, menjaga agar matanya tidak menjadi tempat pendaratan bagi serpihan daun maupun debu. Setelah angin mereda, barulah namja itu mengangkat kepalanya. Menatap seseorang yang sedang menunggu jawabannya.
"H-hyung, aku…" Cho Kyuhyun merasakan kata-katanya tersangkut di tenggorokannya. Bagaimana pun dia harus menolak namja ini 'kan? Bukankah dia menyayangi Hangeng?
Choi Siwon masih menunggu jawaban dengan sabar. Dia tidak berkata apapun, dia hanya diam menunggu jawaban dari namja yang dicintainya.
"Dulu, aku sempat menyukai hyung…" Kyuhyun menarik napasnya, "t-tapi mian hyung… aku…"
"Kau sudah memiliki namja chingu?"
Kyuhyun mengangguk mengiyakan tebakan Siwon.
"Apa itu artinya kau menolakku?"
Cepat-cepat Kyuhyun mengangkat kepalanya. Ingin rasanya dia meneriakkan 'aniyo', tapi mana bisa dia berkata begitu. Kembali namja itu menunduk, "m-mian hyung…"
Siwon tersenyum tipis, namja bertubuh atletis itu mendekati Kyuhyun. Tubuhnya agak merendah supaya bisa melihat wajah Kyuhyun yang menunduk, "tapi kau sempat menyukaiku 'kan?"
Kyuhyun melirik Siwon sebentar lalu mengangguk pelan. Namja beralis tebal itu menepuk kepala Kyuhyun, "kalau begitu aku akan membuatmu menyukaiku lagi" ujarnya sambil menegakkan badannya, "ayo kita turun dari sini, sebentar lagi jam istirahat selesai" gumamnya.
Kyuhyun mengangguk dan membiarkan Siwon menggenggam tangannya dan menuruni tangga menuju ke kelas.
"Hyung, mian aku… tidak bisa membalas perasaan hyung" gumam Kyuhyun pelan sambil menunduk.
"Ne, ne, jangan merasa bersalah begitu Kyu. Lagipula aku belum menyerah kok, aku pasti bisa mendapatkanmu"
Kyuhyun mendongakkan kepalanya, namja itu tersenyum tipis "hyung terobsesi sekali sih, masih banyak yang lebih baik daripada aku lho hyung"
"Benarkah? Hmm… sejauh aku memandang hanya kau yang terbaik"
'blush!'
Kyuhyun meninju bahu Siwon pelan, "hyung kebanyakan ngomong" gumamnya dengan wajah penuh semburat merah.
.
.
.
Hangeng mengetuk-ngetukkan pulpennya bosan. Matanya menuju ke papan tulis dimana sang dosen sedang mengajarkan, sedangkan pikirannya entah dimana sekarang.
Namja China itu menolehkan kepalanya. Matanya melirik bosan ke arah Yunho yang tengah berciuman panas dengan seorang yeojya dibangku paling belakang. Yah, jangan heran dengan kampus ini, kampus SM ini memang memberikan kebebasan pada mahasiswanya untuk melakukan apapun seperti berciuman dikelas dengan syarat prestasi tetap yang diutamakan. Dan Jung Yunho memanglah mahasiswa yang cukup berprestasi. Di semester dua kemarin Yunho berhasil mendapat juara satu atas proyek membuat robot. Mengalahkan seorang mahasiswa yang sudah S1 dari universitas lain.
Hangeng mengalihkan perhatiannya ke namja cantik yang tengah tertidur. Dahi namja cantik itu berkerut-kerut, sepertinya merasa risih dengan poninya yang menjuntai hingga ke bulu matanya dan rambutnya yang menutupi hampir seluruh pipinya.
Namja China itu mengulurkan tangannya untuk menyibakkan poni Heechul, lalu tangannya turut meraih rambut Heechul pada pipinya dan menyelipkannya ke telinga Heechul. Dengan lembut Hangeng mengusap pipi Heechul. Pipinya terasa halus dan lembut.
Hingga sekarang pun Hangeng masih heran kalau melihat Heechul. Bagaimana mungkin ada namja yang cantiknya bahkan melebihi yeojya. Hangeng akui Heechul memang cantik. Kalau disuruh memilih antara Kyuhyun dan Heechul, Hangeng tidak tahu harus memilih siapa. Karena menurutnya Kyuhyun dan Heechul mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Namja itu juga heran ketika Heechul mengatakan kalau Heechul menyukainya. Hangeng selalu berpikir itu adalah lelucon, tapi Heechul selalu marah ketika Hangeng bilang itu adalah lelucon. Walau marahnya tidak pernah lama.
'kriiing…'
Bel berbunyi, menandakan waktu pelajaran usai. Hangeng mengerjapkan matanya heran, kenapa waktu cepat sekali berjalan ya? Apa karena dia keasyikan memperhatikan sang putri tidur?
"Hangeng, ayo ke kantin" ujar Yunho yang tiba-tiba saja sudah berada disampingnya.
"Heenim masih tidur, tidak apa kalau kita meninggalkannya? Nanti dia marah lho"
Yunho memutar bola matanya dan dengan tidak berkeperiDBSK(?)an namja tampan itu memukulkan tasnya ke wajah Heechul.
"W-what the f*ck! Yunho!" teriak Heechul kalap.
"Makanya jangan tidur di kelas dong!"
"A-apa? Dasar bre-emmph!" Heechul melirik ke kanan dan terkejut ketika mendapati Hangeng membekap mulutnya.
"Wajahmu cantik Heenim, jadi bicaramu juga harus cantik, ok?" gumamnya dengan nada yang benar-benar lembut.
'blush!'
Seketika rona merah memenuhi wajah Heechul. Dengan agak gugup namja cantik itu mengangguk pelan.
Yunho yang melihat itu merasa heran dengan sikap malu-malu Heechul tadi.
'Apa Heechul beneran suka sama Hangeng ya?'
.
"Jadi mau makan apa nih?" tanya Hangeng entah keberapa kali.
Diliriknya Heechul yang tengah sibuk dengan ponselnya dan Yunho yang sesekali melempar senyum atau mengedipkan mata pada yeojya yang kebetulan bertemu pandang dengannya.
"Heenim, kau mau makan apa?" tanya Hangeng sambil menyikut Heechul.
Namja cantik itu hanya menghela napasnya, "aku minum saja, orange juice" jawabnya.
"Gwaenchanayo Heenim?"
"Apa?" Heechul balas tanya.
"Kau terlihat tidak bersemangat, kau baik-baik saja?"
"Jadi kau memperhatikanku ya Hangeng? Manis sekali, nanti aku tambah suka padamu lho"
Hangeng tersenyum tipis, "kau 'kan temanku, apa salah kalau aku memperhatikanmu?"
"Hanya teman?" Heechul menaikkan sebelah alisnya, "apa tidak bisa lebih dari itu, hm?"
"Sudahlah Heenim, jangan banyak bercanda" Hangeng beralih ke Yunho, "kau mau makan apa minum, Yun?"
"Minum, sama sepertimu saja" jawab Yunho yang masih asyik berkedip-kedip ria dengan yeojya-entah-siapa.
Hangeng mengangguk lalu berjalan untuk memesan minuman. Sementara Heechul hanya menatap kepergian Hangeng dengan tatapan miris.
.
.
.
'teng teng'
Bel pulang sekolah berbunyi. Dan tidak perlu lama hingga kelas akhirnya dikosongkan. Zhoumi baru akan beranjak dari mejanya ketika menyadari dua namja dibelakangnya masih anteng duduk di kursi mereka.
"Kalian tidak pulang?"
Kyuhyun yang sedang mengerjakan soal matematika menggeleng, "ani, kami ada ekskul hari ini"
"Ekskul? Hee… aku juga mau ikut ekskul, kau eksul apa Kyu?"
"Aku drama, kalau Changmin ekskul basket"
"Aku tidak peduli soal Changmin, aku ikut ekskul drama seperti Kyu saja ya?"
"Heh…" Changmin tertawa merendahkan, matanya melirik ke Zhoumi dengan pandangan menantang, "padahal kau tinggi, tapi malah pilih klub drama. Tidak bisa main basket ya? Atau kalau masuk klub basket kau takut harus kalah dariku?"
"Apa kau bilang? Heh, kuberi tahu saja ya, di China aku ini atlet basket kebanggaan sekolah tahu!"
"Itu 'kan di China, kalau disini kau pasti pecundang!"
Kyuhyun memutar bola matanya lalu kembali mengerjakan soal matematika-nya.
"Oke! Kalau begitu aku bakal masuk klub basket! Akan kutunjukkan kalau aku jauh lebih baik darimu!" geram Zhoumi yang akhirnya memutuskan untuk masuk klub basket lantaran ingin membuktikan kalau dirinya lebih hebat dari Changmin.
'greekk'
Serentak ketiga kepala itu menoleh ke arah pintu. Dan yang berdiri di pintu sukses melebarkan senyum Zhoumi.
"Changminnie, Kyunnie, kalian ada ekskul 'kan? Ini aku bawakan bekal kalian" ujar namja yang ternyata Jaejoong sambil berjalan ke arah Kyuhyun dan Changmin, kemudian meletakkan kotak bekal itu di meja MinKyu, "eumm, ini siapa…" namja cantik itu memandang bingung ke Zhoumi yang sedari tadi memandangnya dengan pandangan err… nafsu?
"Ah, noona ini…"
'pluk'
"Berhenti memanggilku 'noona'!"
"Anou Jae hyung, ini anak baru, sepupunya Hangeng-ge" kali ini Kyuhyun yang membuka suara.
Namja manis bernama lengkap Kim Jaejoong itu menganggukkan kepalanya ke Zhoumi, "Jaejoong imnida, salam kenal"
Zhoumi bangkit dari kursinya dan Jaejoong agak terkejut ketika menyadari namja itu cukup tinggi rupanya. Tanpa sungkan-sungkan Zhoumi merendahkan kepalanya dan…
'brugh!'
Jaejoong memukulnya tepat di pipi.
"Kau mau apa?" bentak Jaejoong kesal. Zhoumi meringis sambil memegangi pipinya yang lumayan bengkak, "Aiish, 'kan cuma minta cium…"
Jaejoong membelalakkan mata beningnya kesal. Belum satu menit mereka bertemu tapi namja ini sudah nyaris menciumnya, yang benar saja!
"Ribut sekali sih, kedengaran sampai keluar lho…"
Mata Kyuhyun berbinar senang ketika melihat siapa yang datang, "gege!" Hangeng hanya balas tersenyum tipis. Tidak hanya Hangeng, namun juga ada dua pengikut setianya *plakk* maksud author dua teman baiknya. Heechul dan Yunho.
"Gege, ngapain kesini?" tanya Kyuhyun heran.
"Aku mau jemput Zhoumi" gumam Hangeng sambil mengelus rambut Kyuhyun lembut. Membuat Changmin dan Heechul mendecih secara bersamaan.
"Jemput aku ge?" Zhoumi menunjuk dirinya.
"Fuh, masih dijemput segala, anak kecil ya?" ledek Changmin.
"Kau!"
"Ehemm…" deheman dari Jaejoong berhasil membuat orang-orang yang berada di sana menoleh ke arahnya yang sedari tadi terlupakan, "anou… aku pulang dulu ya, permisi…" gumamnya sopan sambil mengangguk. Lalu Jaejoong pun berjalan keluar kelas diikuti pandangan salah satu playboy yang ada disana.
"Ya, Yunho kumat deh!" sindir Heechul.
"Hehehe… dukung aku ya!" dan bersamaan dengan itu Yunho langsung berlari keluar kelas. Meninggalkan Changmin yang berdoa dalam hati semoga hyung 'noona' cantiknya itu selamat dari namja berambut brunette yang terlihat pervert itu.
"Kalau begitu ayo pulang Mi" ujar Hangeng sekali lagi.
"Ani ge, aku mau ikut ekskul"
"Ekskul? Jadi kau tidak pulang hari ini? Huh, rugi aku menjemputmu" gerutu Hangeng. Namja China itu kemudian menarik kursi dan duduk di samping Kyuhyun. Kepalanya ia sandarkan pada bahu Kyuhyun dan tangannya melingkar pada pinggang pemuda itu. Tentu saja hal itu menyebabkan dua namja kau-tahu-siapa langsung mendecih.
"Aiiishh… gege… apa-apaan sih!"
"Aku 'kan mau manja-manja denganmu, tidak boleh?" balas Hangeng sambil mengeratkan pelukannya.
"B-bukan begitu… tapi 'kan…" Kyuhyun memandang ragu pada orang-orang disekitar mereka.
"Ah, maaf ge, tapi kami harus makan siang, sebentar lagi ada kegiatan klub. Gege memangnya tidak makan siang?" ujar Changmin sambil membereskan buku-buku Kyuhyun dan meletakkan kotak bekal dari Jaejoong di depan Kyuhyun.
"Ah, benar juga. Kita belum makan siang ya, Heenim?" Hangeng memutar kepalanya menatap Heechul. Heechul hanya mengangguk dengan senyum dipaksakan.
"Ah ne, kurasa kami juga akan makan siang di luar" ujar Hangeng lalu bangkit dari duduknya, "kalau begitu sampai nanti semua"
"Ne, gege…" jawab Kyuhyun, Changmin dan Zhoumi bersamaan.
"Heenim ayo, kita makan diluar"
Bola mata Heechul berbinar senang dan tanpa sungkan-sungkan dia melingkarkan tangannya ke lengan Hangeng. Dua namja itu berjalan keluar kelas dan entah kenapa di mata Kyuhyun mereka terlihat… serasi?
"Wow gege selingkuh!" celetuk Zhoumi.
"Selingkuh?" Kyuhyun membeo. Mata bulatnya menatap Zhoumi dengan pandangan yang seolah berkata 'benarkah?'.
"Mikir apa sih Kyu, itu tadi 'kan cuma temannya Hangeng-ge" ujar Changmin sambil mengusap wajah Kyuhyun.
"Teman sih teman, tapi kok sampai pegang tangan seperti itu?"
"Aku juga sering pegang tanganmu 'kan Kyu?"
Kyuhyun menatap Changmin dalam, tapi kemudian namja itu menghela napas, "ne, mungkin memang hanya teman"
"Nah, kalau begitu kita makan sekarang?"
Kyuhyun mengangguk lalu mulai membuka bekal yang dibawakan Jaejoong tadi.
"Lah, kalian makan, terus aku?" gumam Zhoumi sambil menunjuk dirinya.
"Kau bisa kembali ke China dan jangan kembali"
Zhoumi memelototkan matanya menatap Changmin. Entah kenapa namja tinggi ini senang sekali cari masalah dengannya.
"Ne, ne, kau bisa beli makanan di kantin 'kan?" jawab Kyuhyun santai. Zhoumi segera mengangguk dan melesat keluar kelas. Soalnya namja tinggi itu sudah sangat lapar.
"Zhoumi tahu nggak tuh lokasi kantin? Kan dia anak baru" ujar Kyuhyun.
"Semoga saja dia nggak tahu terus tersesat"
"Kau kenapa sih Changmin? Sepertinya tidak menyukai Zhoumi"
Changmin menyendok nasinya dan memasukkannya ke mulutnya, "soalnya aku sukanya 'kan sama Kyuhyun"
Kyuhyun menatap Changmin agak lama, "hahaha… aku juga suka Changmin kok!"
Changmin hanya tersenyum tipis, 'sukamu padaku, beda dengan sukaku padamu Kyu' batin namja itu.
.
.
.
"Enaknya makan dimana ya?" gumam Hangeng, "kau mau makan dimana Heenim?"
Heechul masih bergelayut manja di lengan Hangeng, matanya sibuk ke layar ponselnya, "terserah Hangeng saja" jawabnya singkat.
"Lho itu bukannya Yunho ya?"
Heechul mengangkat wajahnya dan memasang wajah heran, "terus namja incarannya tadi mana?" gumam Heechul ketika melihat Yunho sendirian berdiri di mobilnya.
"Yun!" panggil Hangeng, "kenapa kau sendirian disini? Mana incaranmu?"
Yunho hanya melirik Hangeng dan memanyunkan bibirnya.
"Kau gagal ya? Kasihan sekali" ledek Heechul.
"Aish, namja itu benar-benar jual mahal! Padahal masih banyak namja yang lebih cantik dari dirinya! Dasar sombong! Dia bahkan tidak mau memberi tahu namanya! Jadi malas aku mengejarnya!" maki Yunho
Hangeng dan Heechul saling melemparkan pandangan. Ternyata benar kalau teman playboy mereka ini baru saja ditolak.
"Hangeng, kau tahu siapa namja itu?"
"Hemm, kalau tidak salah itu kakak laki-lakinya Changmin"
"Namanya siapa?"
"Kim Jaejoong"
"Kau tahu alamatnya?"
"Oi oi Yunho" Heechul menginterupsi, "semangat sekali sih, kau bilang malas mengejarnya?"
"Huh, justru karena sombong itu makanya aku akan mendapatkannya dan kubuat dia cinta mati denganku. Kalau sudah cinta mati, aku akan meninggalkannya. Hohohohoho"
"Dasar" dengus Hangeng, namja itu kemudian menyodorkan layar ponselnya ke depan wajah Yunho, "ini alamatnya Jaejoong"
Yunho hanya manggut-manggut. Lalu namja bertubuh tegap itu langsung menaiki mobilnya dan pergi.
"Jadi kita makan siangnya cuma berdua nih?" gumam Heechul sambil menatap mobil Yunho yang sudah melesat.
"Emm… Heenim… bagaimana kalau…"
"Kalau apa?" Heechul mengalihkan pandangannya ke Hangeng.
"Emm, bagaimana kalau kita makan siang di apartemenku? Yah, itu sih kalau kau tidak keberatan"
Heechul membulatkan matanya. Makan berdua dengan Hangeng di apartemennya pula. Bagaimana bisa seorang Kim Heechul menolak semua itu?
.
.
.
Yunho berdiri di depan sebuah apartemen. Setelah memastikan bahwa ini memang alamat Kim Jaejoong, namja bersuara bass itupun menekan bel pintu apartemen itu.
'cklek'
"Kau lagi?" gerutu Jaejoong ketika melihat Yunho berdiri di depan apartemennya, "bagaimana kau tahu alamat apartemenku?"
"Itu tidak penting" sahut Yunho, "ne Kim Jaejoong, ayo jadian denganku!"
"Mwo? Sudah kubilang 'kan aku tidak mau!" ketus Jaejoong. Dia tidak habis pikir dengan namja ini. Sejak pulang sekolah tadi namja yang bahkan dia tidak tahu namanya ini terus mengejarnya dan lagi memintanya untuk menjadi kekasihnya.
"Kenapa tidak mau? Aku 'kan tampan sudah begitu punya uang banyak, kau tidak maunya kenapa?" balas Yunho. Sebenarnya namja ini begitu heran dengan namja super cantik yang berada di depannya. Sebenarnya apa yang membuat Jaejoong menolaknya? Padahal kalau dikampus, Yunho hanya tinggal mengedipkan mata dan melempar senyum seksi-nya maka tidak sampai lima menit yeojya itu akan menjadi kekasihnya. Apa karena Kim Jaejoong seorang namja? Ah tidak juga, kemarin di perpustakaan Yunho juga melancarkan aksi playboy-nya ke seorang namja manis dan namja itu yang mendatangi Yunho. Hanya saja Yunho tidak mau menerima namja itu karena waktu itu dia masih menyukai yeojya. Dan sampai 10 menit yang lalu Yunho masih menyukai yeojya, hingga Tuhan yang baik hati mempertemukannya dengan Kim Jaejoong yang kecantikannya bahkan melebihi yeojya-yeojya yang pernah ditemuinya.
"Kau bicara apa sih? Sudah sana!" gerutu Jaejoong sambil mendorong bahu Yunho.
"He-hei! Aku serius tahu! Ayo jadian dengan- GRUUYUUUU~~KK" Ingin rasanya Yunho memaki perutnya yang berbunyi di saat yang sangat tidak tepat. Namja manly itu menundukkan wajahnya, rasanya harga dirinya turun hingga ke 0%.
"Kau lapar?" tanya Jaejoong.
Yunho mendengus kesal, "ne, ne, aku lapar! Sudah ya aku mau pulang!" ketusnya lalu berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya. Namun ia terkejut ketika beberapa detik kemudian seseorang menarik tangannya.
"Eumm… aku baru saja masak, apa kau mau makan siang disini?" gumam Jaejoong malu-malu. Sedangkah Yunho tertegun, baru disadarinya kalau namja ini terlihat jauh lebih cantik kalau sedang malu-malu begini.
"Yah, kurasa tidak masalah" jawab Yunho seadanya.
.
.
.
Zhoumi frustasi.
Zhoumi kalut.
Zhoumi cemas.
Anda tahu kenapa?
Dia tidak bisa menemukan kantin! Ingin kembali ke kelas dia juga tidak tahu kelasnya dimana. Sudah hampir setengah jam dia berkeliling menjelajahi sekolah itu. Bahkan sekarang pun Zhoumi tidak tahu dirinya sedang berada dimana.
"Aiiish…" Zhoumi meremas rambut merahnya. Saking kalutnya tanpa sengaja Zhoumi menabrak seseorang dan orang itu terjatuh.
"Ah, m-maaf, aku tidak sengaja" ujar Zhoumi sambil mengulurkan tangan untuk membantu orang itu berdiri.
"Ah, gwaenchanayo" namja kecil mungil itu tersenyum. Senyumnya manis sekali.
"Emm… apa kau tahu letak kantin? Aku anak baru dan tidak bisa menemukan kantin" ujar Zhoumi. Dalam hati dia ingin menangis, tersesat disekolah sendiri. Memalukan.
"Gege mau ke kantin? Aku juga, kalau begitu kita sama-sama kesana ya!" ujar namja mungil itu bersemangat.
"Gege? Kau orang China?"
Namja itu mengangguk sambil tersenyum lagi.
"Tapi kau tidak perlu memanggilku gege, aku masih kelas satu kok. Namaku Zhoumi"
"Aniyo, habisnya gege 'kan lebih tinggi dariku, jadi tetap saja aku harus memanggil gege dengan sebutan 'gege'!"
Zhoumi tersenyum tipis, "terserahmu sajalah"
Tidak lama kemudian kedua namja berbeda ukuran(?) ini telah sampai di kantin.
"Gege mau makan apa? Biar kuambilkan" tawar teman baru Zhoumi itu.
"Emm… aku mau jus dan roti saja"
Namja mungil itu mengangguk dan melesat untuk mengambil jus dan roti. Tidak lama dia sudah kembali dengan enam bungkus roti dan dua gelas jus.
"Ini buat gege, ini buatku" namja itu meletakkan dua buah roti dan segelas jus di depan Zhoumi. Sementara sisanya untuk dirinya sendiri.
"Kau makan sebanyak itu?"
Namja itu mengangguk, "kenapa? Gege mau satu?" tanyanya sambil mengacungkan satu rotinya.
"Ah aniyo, hanya saja aku heran badan sekecil itu makannya banyak sekali"
"Ya gege ngejek ya?" ketus namja mungil itu sambil membuka bungkus rotinya
"Hehehe, mian, aku tidak bermaksud begitu kok… emm… ngomong-ngomong aku belum tahu namamu…"
Namja mungil itu membulatkan matanya terkejut, dia lupa mengenalkan namanya rupanya, "a-ah mian ge… ne, Henry Lau imnida! Salam kenal Mimi-ge"
"Mimi? Err… bisa tidak jangan memanggilku begitu?"
"Hemm?" Henry memiringkan kepalanya bingung, "waeyo? 'kan imut kedengarannya"
"Yah itulah masalahnya Mochi, apa orang setinggi aku ini pantas dikatai imut? 'kan enggak"
"Terus gege sendiri memanggilku 'Mochi'! kan aku jadi terkesan imut ge!"
Zhoumi tertawa sendiri. Muka menekuk namja bernama Henry itu dengan pipi gembung berisi roti itu terlihat lucu sekali. Zhoumi mengulurkan tangannya dan mencubit pipi Henry pelan, "dengan pipi segembung ini kau berharap dipanggil apa? Mochi memang cocok untukmu tahu!"
Henry tidak menjawab. Dia hanya mengerucutkan bibirnya sambil mengunyah rotinya dengan cepat, membuat beberapa serpihan roti menempel di bibir mungilnya. Melihat itu Zhoumi mengulurkan tangannya untuk…
.
.
.
"Kau makannya berantakan Kyu" gumam Changmin sambil menepis sebutir nasi pada bibir Kyuhyun, "dasar, tidak berubah sejak dulu"
"A-apa sih? Changmin juga tidak berubah, makannya masih sebanyak itu!" ketus Kyuhyun sambil menunjuk isi kotak bekal Changmin yang dua kali lipat lebih banyak darinya.
"Tidak nyambung tahu!" balas Changmin.
Kyuhyun hanya menekuk wajahnya sambil menunduk. Entah kenapa dia merasakan perasaan aneh ketika Changmin menyentuh bibirnya. Seperti perasaan hangat yang menyebar ke seluruh tubuhnya dan bersumber pada jari Changmin yang menyentuh bibirnya.
Namja berambut ikal itu menggelengkan kepalanya. Menghalau pikiran aneh yang sejenak memenuhi kepalanya. Kyuhyun mengerjap-kerjapkan matanya, rasanya poninya yang panjang ini terasa menganggu.
"Ponimu sudah panjang tuh Kyu? Tidak mau dipotong?"
Kyuhyun menggeleng, "aku mau memanjangkan poniku"
"Iya sih, tapi 'kan kalau makan jadi mengganggu" gumam Changmin, "sini biar kusingkirkan ponimu biar tidak mengganggu"
.
.
.
Heechul membeku ditempat. Mulutnya yang sedari tadi bergerak untuk mengunyah nasi goreng buatan Hangeng terhenti seketika dan rona merah menjalar di wajah cantiknya. Dan semua itu disebabkan oleh Hangeng yang tiba-tiba menyelipkan rambutnya ke telinganya.
"Begini 'kan lebih enak makannya" gumam Hangeng sambil tersenyum.
Heechul mengangguk salah tingkah, "r-rambutku ini memang sudah agak panjang ya? Hahaha… sebaiknya kupotong saja ya?"
"Jangan"
"Mwo? Waeyo?"
"Heenim lebih cantik kalau rambutnya dibiarkan panjang"
'blush!'
Heechul menunduk dan membuat rambut yang diselipkan Hangeng ke telinganya tadi kembali terurai menutupi hampir seluruh pipinya. Melihat itu kembali Hangeng menyelipkan rambut Heechul.
"Rambutmu lembut ya Heenim?"
Heechul mengangguk salah tingkah. Aish, sepertinya Hangeng ini benar-benar polos. Dia sadar tidak sih kalau sikap lembutnya itu membuat Heechul nyaris terkena penyakit jantung.
"Kenapa tidak dimakan nasi gorengnya?" tanya Hangeng ketika melihat Heechul mendiamkan piring dihadapannya itu.
'Aku tidak bisa makan kalau deg-degan begini!' bisik Heechul dalam hatinya.
"Tidak enak ya?" bisik Hangeng dengan tampang memelas.
Cepat-cepat Heechul mengangkat wajahnya, "a-aniyo…"
.
.
.
"Masakanmu enak ya? Aku tidak tahu kalau namja bisa memasak seenak ini"
Jaejoong yang mendengar komentar teman barunya itu hanya mengangguk gugup. Jaejoong memang namja yang agak ketus pada orang yang baru dikenalnya, tapi kalau orang itu sudah memuji masakannya Jaejoong bisa jadi salah tingkah.
"A-apa boleh buat, Changmin itu hobinya makan, jadi sebisa mungkin aku harus mahir memasak 'kan?"
Yunho menopang dagunya dengan tangan, matanya menatap dalam ke wajah cantik Jaejoong, "sudah cantik, lalu pandai memasak, jangan-jangan kau ini yeojya yang terperangkap dalam tubuh namja ya?"
"Mwo? Kau mengejek?"
Yunho tertawa kecil, "ani, ani, aku tidak bermaksud begitu. Tapi kau benar-benar manis ya? Aku suka"
'blush'
"Kau pintar merayu ya?" gumam Jaejoong. Namja itu menundukkan kepalanya supaya Yunho tidak bisa melihat rona merahnya.
"Aniyo, aku sedang tidak merayu kok"
"Aish sudahlah, kalau sedang makan jangan berbicara" ujar Jaejoong lagi.
"Kau sendiri berbicara"
"A-aku 'kan hanya mengingatkan"
"Tuh bicara lagi"
"Mwo? A-aku…"
"Kalau sedang makan jangan bicara, Boo"
"Boo?"
Yunho menyunggingkan senyumnya, "nama itu kedengaran manis sama sepertimu 'kan?"
"Jangan sebut aku manis, emm…"
"Jung Yunho" sahut Yunho.
Jaejoong hanya mengangguk, "sudah, jangan bicara lagi"
"Tadi kau berbicara"
Jaejoong menyipitkan matanya, "kau ini menyebalkan ya Yunho?"
"Yap, selain menyebalkan aku juga mencintaimu lho"
"Kalau makan jangan berbicara!"
.
.
.
"Haaaahh… kenyangnyaaa~ masakan Jae noona memang enak yaa?"
Kyuhyun mengangguk sambil mengiyakan dalam hati, "aish, aku sudah terlambat, aku mau ke ruang drama sekarang ya" ujar Kyuyun sambil bangkit dari kursinya, namun kembali tubuh kurus namja itu terhempas ke kursi akibat tarikan seseorang, "Changmin!"
"Habis makan jangan banyak bergerak dulu Kyu, nanti perutmu sakit"
"Aish, aku su-"
'greek' perkataan Kyuhyun terhenti ketika mendengar seseorang membuka pintu.
"Sungmin hyung…?"
"Ah, kupikir kau sudah pulang, ternyata kau masih disini Kyu" ujar namja aegyo bernama Lee Sungmin itu yang merupakan sunbae Kyuhyun di klub drama.
"Aish, aku memang akan pergi, tapi Changmin menahanku"
"Kau habis makan Kyu, jangan banyak bergerak dulu" saran Changmin.
"Changmin berisik, memangnya kau tidak ke lapangan?"
Changmin tertegun ditempat, "aigooo, aku lupa. Ne, aku pergi dulu ya Kyu, Sungmin hyung" gumam Changmin lalu segera berlari meninggalkan kelas.
"Aish, katanya habis makan tidak boleh bergerak, dia sendiri malah berlari" bisik Kyuhyun. Namja itu kemudian berjalan ke arah Sungmin yang masih menunggu di depan pintu. Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya ketika melihat pandangan Sungmin yang mengarah ke arah Changmin berlari tadi, "hyung…"
"E-eh iya? Apa Kyu?"
"Hyung lihat apa?"
Sungmin menggeleng cepat, "a-ani, ne ayo ke ruang klub sekarang. Nanti Teukkie hyung marah kalau kita lama datang"
Kyuhyun mengangguk. Dua namja cakep itu pun kemudian berjalan beriringan menuju ruang drama. Suara tapak kaki mereka terdengar begitu jelas karena memang sekolah sudah lumayan sepi.
"Emm… Kyu" panggil Sungmin.
"Ya hyung?"
"Emm…" Sungmin menggerakkan bola matanya gelisah, "kau dan Changmin… apa…emm…"
"Hyung mau bicara apa sih?" desak Kyuhyun tidak sabar.
"Aaa itu… apa kau berpacaran dengan Changmin, Kyu?"
"MWO?" suara Kyuhyun membahana di koridor sepi itu.
"Aish Kyu, tidak perlu sampai berteriak begitu 'kan?"
"H-hyung nanya yang aneh-aneh sih! Aku dan Changmin hanya berteman, lagipula aku juga sudah punya namja chingu hyung"
Sungmin manggut-manggut, "emm, kalau Changmin sudah punya namja chingu belum?"
"Setahuku sih belum, memang kenapa hyung?"
"A-ani, aku hanya bertanya"
Kyuhyun memandang bingung ke hyung aegyo-nya itu. Pertanyaannya aneh dan kenapa Sungmin hyung senyum-senyum begitu ya…?
.
.
.
"Hyaaa! Terlambat! Terlambat!" Changmin mempercepat larinya. Jangan sampai dia terlambat atau dia akan mendapat hukuman dari pelatih. Saking cepatnya berlari, Changmin sampai menabrak seseorang cukup kuat. Cukup kuat hingga tubuh keduanya terduduk di lantai.
"Aish Changmin… kau mau menyerangku ya?" gumam korban tabrakan Changmin yang ternyata adalah Zhoumi.
"Menyerangmu? Yang benar saja! Eh, tunggu, kau mau masuk klub basket 'kan?"
Zhoumi mengangguk kayak orang bodoh.
"Aish, sekarang bukan saatnya memampang wajah pabbo begitu! Ayo ke lapangan sekarang!" ujar Changmin dan langsung menarik lengan Zhoumi.
.
.
.
Zhoumi memandang ngeri pada sejumlah namja yang memenuhi lapangan basket itu. Rata-rata tinggi mereka 180cm keatas. Sudah begitu wajahnya manly semua. Zhoumi menghela napas, kalau begini mana bisa dia cuci mata. Kalau bukan karena diremehkan Changmin, Zhoumi lebih memilih masuk klub drama.
"Kau anak baru?" seseorang menyapa Zhoumi.
Zhoumi mengangguk. Namja itu bernama Kangin –tadi Changmin yang memberi tahunya- dia adalah kapten basket. Kangin memang tidak begitu tinggi, tapi badannya cukup besar.
"Sana melapor ke pelatih, Changmin temani dia!" perintah Kangin.
"Mwo? Kenapa aku hyung?"
"Kau menolak hah?"
"Ne, ne…" dengan berat hati terpaksa Changmin mengantarkan Zhoumi ke ruangan klub basket. Biasanya sang pelatih berada disana.
"Anneyong, ada anak baru nih" gumam Changmin setelah memasuki ruangan basket itu.
Zhoumi mengerjap-ngerjapkan matanya. Bahkan ia sampai menggosok matanya. Benarkah yang didepannya ini sang pelatih? Rasanya Zhoumi tidak bisa mempercayai penglihatannya sendiri.
"Siapa yang anak… Mimi-ge?" seru si pelatih terkejut.
"M-MOCHI?"
"Sudah saling kenal ya?" gumam Changmin.
"O-oi Changmin, kalian tidak salah pilih pelatih?" bisik Zhoumi.
"Jangan memandang dari luar Zhoumi, coba lihat dalamnya" balas Changmin.
"Dalamnya? Kau menyuruh aku untuk menelanjangi Mochi?"
"Aish, gege berdua ngomongin apa sih?" gerutu si pelatih a.k.a Henry Lau a.k.a Cho Henry *plakk! Mian, kebawa story about us, hehehe * a.k.a Mochi.
"Yah, tidak begitu penting. Pokoknya ini anak baru yang mau masuk klub basket" gumam Changmin lalu berjalan keluar meninggalkan Zhoumi dan Henry.
"Kau beneran pelatih basket, Mochi? Kau masih kelas satu 'kan? Sudah begitu tinggi badanmu juga…"
"Huff! Gege meragukanku?" ketus si Mochi sambil menggembungkan pipi putihnya.
"B-bukan begitu… hanya saja…"
"Aish sudahlah, lebih baik tulis biodata gege disini, lalu berikan padaku, arra?" ujar Henry sambil menyerahkan kertas yang berisi beberapa hal yang musti diisi oleh Zhoumi.
'Siapa sangka, diantara namja manly dan sangar begitu ada hamster kecil berbulu putih begini, ckckckck' batin Zhoumi sambil geleng-geleng kepala.
.
.
.
"Nah jadi, untuk peringatan ulang tahun sekolah semua sepakat untuk memainkan drama Sleeping Beauty 'kan?" tanya Leeteuk ketua klub drama.
Beberapa minggu lagi adalah peringatan ulang tahun sekolah. Oleh karena itu klub drama berniat menyumbangkan pergelaran drama yang luar biasa. Dan tema yang dipilih adalah Sleeping Beauty. Kisah mengenai seorang putri cantik yang tertidur hingga akhirnya dibangunkan oleh ciuman pangeran tampan.
Semua orang yang berada di ruang klub drama mengangguk setuju atas keputusan yang telah diambil beberapa hari yang lalu. Semua, kecuali seorang namja yang tengah asyik memperhatikan klub basket yang tengah latihan melalui jendela.
"Lalu yang menjadi pemeran putri adalah Lee Sungmin, kau setuju Minnie?" tanya Leeteuk sambil menatap seorang namja yang tengah asyik dengan dunianya, "ehem…"
"…"
Leeteuk memandang Sungmin tajam. Namja chingu kapten klub basket itu paling benci kalau ada yang mengacuhkan ketika dia bertanya.
Menyadari tatapan tajam sang ketua, Kyuhyun langsung mengambil inisiatif untuk menyadarkan Sungmin.
"…hyung… Sungmin hyung…"
"E-eh iya? Ada apa, Kyu?" ujar namja itu tergagap.
"Teukkie hyung menanyakan apakah hyung setuju menjadi pemeran Putri Aurora di pementasan kali ini?"
"Emm... aku setu- eh? Aku jadi tuan putri-nya?" gumam Sungmin bingung. Mata bulatnya memandang Leeteuk dan anggota lainnya, "t-tapi aku 'kan namja?"
"Yah, tapi hanya Sungmin hyung saja yang cocok jadi tuan putrinya, soalnya hyung 'kan imut" sambung Wookie.
"Kau setuju 'kan Sungmin?" Leeteuk menatap Sungmin tajam.
"A-ah… n-ne hyung…" jawab Sungmin akhirnya, "lalu yang jadi pangerannya siapa?"
Leeteuk memegang dagunya, "hemm… kriteria pangeran itu mesti tinggi dan tampan ya?"
"Kalau tinggi sih, anak-anak klub basket ya?" gumam Eunhyuk.
"Tapi 'kan anak basket nggak ada yang keren" timpal Donghae.
"Hemm…" Shindong terlihat berpikir. Sepertinya dia sedang memikirkan beberapa anak klub basket yang masuk kategori tampan. Kalau tinggi sih, sudah pasti mereka tinggi, yah… kecuali pelatihnya.
Sementara Sungmin hanya duduk cemas. Dia jadi merasa seperti anak gadis yang tengah menunggu keputusan siapakah calon suaminya. Apalagi sampai membawa-bawa klub basket. Dalam hati Sungmin berharap namja itu yang akan menjadi pangeran tapi dia juga berharap semoga bukan orang itu yang menjadi pangeran. Soalnya 'kan dalam teks cerita, sang pangeran akan mencium sang putri. Lah, kalau orang itu yang jadi pangeran dan mencium Sungmin…
'Aku belum siaaaaapp~' batin Sungmin.
"Bagaimana kalau Shim Changmin?" celetuk Wookie.
'deg!'
Kenapa hal yang paling ditakutkan sekaligus diinginkan oleh Sungmin menjadi kenyataan?
"Dia tampan dan tinggi, ya 'kan?" tambah namja chingu Yesung hyung itu.
Sungmin meremas celananya. 'Oh my ghost! Aku belum siaaaap~' batin namja aegyo itu kalut.
"Ani, ani" Kyuhyun menginterupsi, "Changmin itu payah dalam berakting, kalau memakai dia hanya bikin drama kita bakal gagal. Lagipula memangnya boleh memakai anak diluar klub drama?"
Leeteuk terlihat berpikir, "benar juga ya…?"
Sungmin terdiam di tempat duduknya. Dia bingung mesti menghela napas lega atau memberikan deathglare ke Kyuhyun.
"Kalau begitu kau saja yang jadi pangerannya ya Kyu?"
"Mwo? Aku? Ani, ani, aku tidak mau!" tolak Kyuhyun cepat.
Leeteuk menatap Kyuhyun datar, namun kemudian senyumnya mengembang dan matanya menyipit, "berani menolak Cho Kyuhyun?" sejenak ruang klub drama dipenuhi hawa dingin. Dan tidak ada yang bisa seorang Cho Kyuhyun lakukan selain menganggukkan kepalanya.
"Oke, semua sudah setuju ya? Nah ini naskah dramanya" gumam Leeteuk dan segera saja para anggota klub drama menghampiri Leeteuk untuk mengambil naskah drama, "lho, kurang satu" celetuk Leeteuk ketika melihat Kyuhyun belum mendapat naskah dramanya.
"Kalau tidak salah di tasku ada satu, coba ambil" perintah Sungmin. Yah, Sungmin adalah orang yang menuliskan naskah drama dibantu oleh Wookie. Jadi tidak heran kalau ada naskah drama di tasnya.
Kyuhyun beranjak ke kursi tempat Sungmin meletakkan tasnya. Tidak sengaja iris onyx-nya melirik ke arah jendela. Dari jendela itu Kyuhyun bisa melihat anak klub basket berlatih. Entah kebetulan atau tidak, mata Kyuhyun terpaku pada salah satu pemain basket yang merupakan sahabat baiknya.
Namja berambut coklat itu nyaris menahan napasnya ketika melihat sosok lincah Changmin yang tengah men-dribble bola. Namja tinggi itu bergerak cepat. Kaki kokohnya bergerak gesit menghindari lawan yang menghadang, tangan kekarnya terlihat begitu cekatan memainkan si kulit bundar. Ketika akhirnya Changmin lepas dari kepungan lawan, segera saja dia berlari menuju ring basket. Satu lompatan dan yak! Bola itu masuk sempurna. Tanpa sadar senyum tipis terukir pada wajah tampan Kyuhyun ketika melihat Changmin yang tengah mengangkat tangannya sebagai selebrasi atas masuknya sang bola.
"Oi Kyu, cepatlah!" panggil Eunhyuk yang sukses mengembalikan Kyuhyun ke dunianya *memang dari tadi Kyuhyun kemana =.=?*. Kyuhyun langsung membuka tas milik Sungmin dengan maksud untuk mengambil naskah dramanya. Namun kegiatan itu terhenti ketika Kyuhyun menemukan bungkusan pink di dalam tas Sungmin.
Penasaran. Kyuhyun pun mengambil bungkusan pink yang ujungnya diikat dengan pita berwarna putih. Membuat bungkusan itu terlihat begitu imut. Kyuhyun penasaran dengan isinya, namun tentu saja dia tidak berani membuka bungkusan itu. Namja itu kemudian menggoyangkan bungkusan itu dan menebak apa isinya.
Hemm… dari suaranya sih, apapun yang berada dalam bungkusan ini adalah sesuatu yang cukup ringan dan berjumlah lebih dari satu. Kyuhyun lalu mendekatkan bungkusan itu ke wajahnya. Dari baunya seperti… kue?
"Hyaaaaa~~~ Kyuuuu~~! Apa yang kau lakukan?" pekik Sungmin ketika melihat Kyuhyun memegang benda yang tidak seharusnya dipegang *bahasanya kok bikin merinding ya?*. Dengan cepat Sungmin langsung merebut bungkusan itu dari tangan Kyuhyun.
"Hyung, itu apa?" tanya Kyuhyun innocent.
"Emm… i-ini b-bukan apa-apa kok" Sungmin menggerakkan bola matanya gelisah.
"Itu untuk namja yang disukai Sungmin hyung!" teriak Eunhyuk yang kemudian mulutnya dibekep sama namja chingu-nya, Donghae.
"Namja yang disukai hyung? Siapa hyung? Katakan padaku!"
Sungmin memandang Kyuhyun dan sepatunya bergantian dengan gelisah, semburat merah memenuhi wajahnya, "emm… i-itu…"
"Ya Kyuhyun! Sungmin! Sedang apa disitu?" teriak Leeteuk, "cepat kemari!"
"Ah, n-ne hyung!" Kyuhyun segera menyambar naskah dramanya dan berlari menuju Leeteuk dan yang lainnya.
Sungmin menghela napas lega, dengan hati-hati dia meletakkan bungkusan itu kembali ke tasnya. Mata kelincinya melirik ke arah klub basket, lapangan itu sudah kosong. Mungkin mereka sedang istirahat.
.
.
.
"YES! MENAAAANG!" teriak Changmin bangga sambil mengangkat kedua tangannya. Sementara Kyuhyun yang berada di pihak yang kalah menekuk mukanya.
"Aish menyebalkan!" rutuk Kyuhyun sambil melempar joystick-nya. Kyuhyun membaringkan tubuhnya di karpet kamar Changmin lalu meraih gulungan kertas yang dibawanya dari apartemennya. Saat ini Kyuhyun sedang berada di apartemen Changmin, sudah menjadi kebiasaannya sering mengungsi ke apartemen Changmin begini. Changmin sendiri juga sering main di apartemen Kyuhyun. Bahkan tidak jarang sampai saling menginap.
Kyuhyun membaca gulungan kertas itu secara seksama, namun tak lama dahinya berkerut, "aish!" rutuknya lagi sambil melempar gulungan kertas itu.
Changmin yang penasaran lalu meraih gulungan kertas itu, "ini… naskah drama ya?"
"Kau pikir apa? Naskah proklamasi? Enggak kan?" ketus Kyuhyun.
"Kalian mau buat drama ya? Kau jadi apa Kyu?"
"Pangeran" jawab Kyuhyun malas.
"Mwo? Pangeran? Anak kecil dan manja sepertimu?"
'blugh!'
Sebuah bantal mendarat tepat di wajah Changmin, "jangan sebut aku anak kecil! Apalagi manja!" ketus Kyuhyun.
Changmin mengusap wajahnya yang tadi menjadi sasaran sang bantal, "kalau begitu kenapa tidak berlatih?"
"Dialognya panjang, dan aku sedang malas!"
Changmin hanya mengangguk, "terserahmu sajalah…" gumamnya sambil meraih joystick dan mulai main game lagi.
"Changmin"
"…"
"Changmiiiiii~~~nnn"
"…"
"Miniiieeee~"
"Aish Kyu! Jangan panggil aku dengan nama menjijikkan begitu!"
Kyuhyun mengubah posisinya, dari telentang menjadi telungkup, "kau mengacuhkanku!" gerutunya dengan alis yang bertautan dan bibir mengerucut. Membuat namja tinggi didepannya menahan diri agar tidak menyerang Kyuhyun saat itu juga. Dan kalau bukan karena Jaejoong yang sekarang berada di ruangan depan atau fakta bahwa Kyuhyun sudah mempunyai namja chingu. Bisa dipastikan Changmin akan melakukan sesuatu yang membuat author terpaksa menaikkan rated, hohohohoo~
"Ne, ne, ada apa?" tanya Changmin akhirnya.
"Aku lapar, ada sesuatu yang bisa dimakan tidak?"
"Eumm~" Changmin berpikir *tumben*, "kuenya Jae noona sudah kuhabiskan tadi… oh ya!" Changmin lalu berjalan ke arah tas sekolahnya diikuti pandangan mata Kyuhyun.
Namja tinggi itu membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu yang sukses membuat Kyuhyun membelalakkan matanya.
Itu…
Bungkusan pink dengan pita putih…
tbc
a/n :: hyaaaaaaaa~ jadi kira2 begitulah chap tiga dari ff saia ni… nyahahaha~~ akhirnya saia berhasil memunculkan YunJae moment, yah walau sama sekali nggak romantis… saia bukan type yang romantis sih~~~~
anouu~ jujur saia belum nentuin endingnya Kyuhyun bakal sama siapa, jadi walau di bagian pairing, pairing pertamanya adalah HanKyu bukan berarti endingnya Kyu sama Hangeng, karena jujur saia ni HanChul shipper. Yah, tapi saia juga suka sih HanKyu… Pairing MiXian juga saia gak tahu bakal muncul apa nggak… entah kenapa hati ini lagi pengen ZhouRy (T^T) padahal saia MiXian shipper lhoooo~
eumm… buat penggemarnya Zhoumi *lirik Phi a.k.a Mrs. Zhou * saia minta maaf kalau disini Zhoumi-nya OOC banget. Abisnya saia pengen munculin karakter yang playboy abis buat jadi temen Kyuhyun, dan yang pantas hanya Zhoumi… hahaha*kenapa ketawa?*
Terus saia juga mau ngucapin makasih banyak sama yang nunggu kelanjutan Story About Us. Chapter 9 lagi dalam proses pengerjaan nih, tapi nggak tahu kapan mau di apdet, soalnya mood saia naik turun sih… kalau mau dipaksain takutnya ceritanya malah terkesan terburu-buru… yah, doakan semoga saia bisa ngapdet minggu ini ya? Sekali lagi saia ngucapin makasih banyak buat yang nunggu ff itu…
Oh ya, entah kenapa saia terpikir pair HaeKyu… boleh nggak tuh readers?
Nee~ seperti yang sering saia minta di setiap akhr ff, di chapter ini pun saia mohon readers sudi kiranya melampirkan seribu-dua ribu kata buat ripiu *plakk* gak usah seribu deh… satu kata juga cukup~
Ripiu yaaaa~~~~?
