Chapter 3 – It's Time to Fight!
"Don't let your guard down!" teriak Rise.
Semua anggota Investigation Team mengeluarkan senjata masin-masing, siap menyerang. Kini saatnya Souji menunjukkan kebolehannya lagi, setelah sekian lama tidak bertarung dengan para shadow.
Sesuatu itu mendekat, semakin dekat. Besar dan melayang. Satu. Dua? Tidak! Ada 3! Mereka harus berhadapan dengan 3 shadow besar! 1 diantaranya seperti pernah mereka hadapi, tapi 2 sisanya tidak. Belum pernah. Dan lebih besar. Seperti pengawal.
'Apakah ada yang sebesar itu sebelumnya?' batin Naoto.
Kabut yang tadi begitu tebal (jika tidak menggunakan kacamata) sekarang menipis kemudian hilang. Sekeliling mereka menjadi jernih dan jelas. Mereka masih mengenakan kacamatanya, meski tidak begitu perlu lagi. Tapi itu bukan yang ada dalam benak mereka, melainkan 3 shadow yang ada di hadapan masing-masing. Kelompok Souji dan Naoto menghadapi shadow yang sama.
Yang 1 adalah The Reaper, shadow yang pernah mereka lawan sebelumnya, sangat tangguh dan mematikan. Yang kedua tidak bisa digambarkan 'benda' itu shadow atau persona, begitu juga yang ketiga. Keduanya besar, memiliki pedang dan perisai emas, kakinya ialah kaki unicorn, ekor kalajengking yang beracun, badannya badan kingkong yang kekar, dan berkepala naga api. (Memang belum ada dalam seri Persona buatan ATLUS ya…)
"Kita harus berhadapan dengan The Reaper lagi? Hah, aku paling benci ini!" gerutu Yosuke.
"Bukan itu masalahnya, Yosu. Lihatlah yang duanya. Aku belum pernah melihatnya. Apa sebelumnya ada?" tanya Souji.
Yosuke beralih melihat 2 lainnya, katanya, "Benar juga. Tapi entahlah, aku juga belum pernah lihat. Bagaimana menurutmu, Teddie?" tanya Yosuke kepada Teddie via walkie-talkie yang ada di kerahnya.
Di lain tempat, Teddie berpikir sejenak. Kemudian ujarnya, "Hm.. mungkin ini spesies baru, kuma. Tapi ada yang aneh, kuma."
"Apa yang aneh, Teddie?" tanya Chie sedikit semangat melihat ada lawan yang tangguh.
Belum sempat Teddie menjawab, The Reaper mengeluarkan Maziodyne, menyebabkan Naoto dkk terluka.
"Teman-teman!!" teriak Rise yang ada jauh di belakang mereka sehingga aman untuk seorang supporter, khawatir.
"Rise, apa yang ter- UWAA!!"
The Reaper menyerang Yosuke dengan Agidyne. Yosuke kepanasan dalam kobaran api.
"Yosuke-kun!" Chie berlari ke arah The Reaper. Berkonsentrasi sesaat kemudian keluar kartu tarot yang bersinar, Chie menendangnya hingga hancur dan keluarlah Suzuka Gongen, persona miliknya.
"God Hand!" maka dari atas The Reaper keluarlah tangan emas yang besar menimpanya. BUM! The Reaper terluka cukup parah.
Souji berlari ke tempat Yosuke yang terluka, "Diarahan," ujarnya seraya mengeluarkan personanya, Ishtar. Muncul seorang wanita yang membawa guci, gentong, atau apalah itu, mengangkatnya tinggi-tinggi dan seerrr… Yosuke sembuh dari luka bakar, "Thanks, partner."
Sekali lagi Souji mengeluarkan kartu tarot, menggenggamnya hingga hancur, dan… "Izanagi-no-Okami!" keluarlah persona yang seperti ksatria berbaju putih membawa pedang yang tengahnya ada bulatan (susah banget gambarinnya lewat kata-kata, tapi bayangin aja deh yang aslinya), dan sekali lagi Souji teriak, "Ziodyne!"
Izanagi-no-Okami memutar pedangnya dan keluarlah halilintar di atas The Reaper. Kali ini The Reaper down. Souji dkk ambil kesempatan (selagi The Reaper down dan 2 sisanya masih diam) untuk ambil nafas.
"Sou, The Reaper yang ini kuat juga ya?" kata Yosuke yang udah bugar berkat Diarahan-nya Ishtar.
"Ya. Tidak seperti The Reaper yang dulu," ujar Souji, kemudian lanjutnya, "Rise, bagaimana keadaan di sana?"
* * * Meanwhile…
Naoto dkk terkapar akibat Maziodyne The Reaper. Kanji tidak begitu parah karena kalau soal petir dia kuat. Tapi Naoto dan Teddie, parah.
"Teddie, kalau kau bisa berdiri, keluarkan Mediarahan-mu! Teddie!" teriak Rise. Tapi Teddie tidak bangun, masih dalam keadaan down.
Melihat beruang itu tidak sadarkan diri, Kanji memberi-nya Amrita yang dapat menyembuhkan status apapun (down, unconscious, poisoned, etc) karena beruang itulah satu-satunya Healer di kelompok mereka.
Ternyata jampi-jampi Kanji mujarab juga (digampar Kanji), Teddie bangun meski terhuyung-huyung, "Thanks, Kanji." Teddie mengeluarkan persona-nya, Kamui, "Mediarahan!" Seketika itu juga luka yang ada di tubuh masing-masing sembuh.
"Fuuuh… So relieved. Senpai, Naoto dan yang lainnya sudah tidak apa-apa lagi."
* * * Back to Souji
"Baguslah kalau begitu. Berhati-hatilah," kata Souji memperingati.
"Ya, Senpai juga ya," ujar Rise dengan manja (dikeroyok fans Rise)
Yosuke menatap Souji, lalu katanya, "Sou, bagaimana selanjutnya?" sambil garuk pantat eh kepala (DASAR AUTHOR BODOH, O'ON, JOROOOOK!). Yosuke melanjutkan, "Kita serang mana dulu? The Reaper atau 2 pengawal itu?"
Souji menjawab dengan mantaf, "The Guardian first!" (The Guardian kan nama ikan yang pernah ditangkap Souji?? Itu tuh yang disuruh kakek-kakek… Ah, peduli amat!). Souji geleng tiba-tiba, "Tidak, The Reaper dulu."
"OK, Leader!" seru Yosuke-Chie serempak.
Yosuke lari ke arah The Reaper (TR), mengeluarkan personanya, Susano-O, dan…"Garudyne!" angin berkekuatan besar mengarah ke TR, menghantamnya. TR tersungkur, tapi terlepas dari status down. Sekarang giliran Chie mengeluarkan Bufudyne. Segumpah es menyelimuti TR lalu pecah, mengakibatkan darah TR berkurang banyak. Souji ikut belakangan, mengeluarkan Seth yang berkekuatan api, "Agidyne!" kobaran api membakar TR. Begitulah seterusnya Souji dkk memojokkan TR dengan HP dan SP yang ada.
Tidak mau terpojokkan, TR mengeluarkan Myriad Arrows. Beberapa panah yang bersinar jatuh dari atas menusuk Souji dkk. Tanpa diminta, sebagai seorang Healer, Souji men-summon Ishtar meminta Samarecarm karena mereka sudah kekurangan banyak darah akibat serangan TR tadi.
"Arigato, Sou-kun." Chie berlari ke belakang TR men-summon Suzuka Gongen dan sekali lagi menggunakan God Hand skill. BUM! Sayang sekali, tidak kena! MISS!
Dengan menggunakan Susano-O, Yosuke menyerang TR dengan Brave Blade. Sebuah cincin besar yang melingkari badan Susano-O melayang menerjang TR. Hasilnya cukup memuaskan.
Souji memakai skill Ziodyne dari Izanagi-no-Okami, membuat TR hampir kehabisan darah. "Teman-teman, dia sudah hampir mati! Kita serang bersamaan!" kata Souji memimpin.
Yosu-Chie membalas dengan bersamaan lagi, "ROGER!"
Maka, Souji dengan men-summon Izanagi-no-Okami mengeluarkan Ziodyne, Yosuke – Susano-O → Garudyne, Chie – Suzuka Gongen → Bufudyne. Dengan skill yang ada dan dengan elemen yang berbeda (listrik/petir, angin, es), kekuatan mereka bergabung; es yang beraliran listrik diterbangkan angin, menghantam TR yang sudah terhuyung-huyung. DHEESSS…! DHUAR! TR meraum kesakitan sebelum lenyap menjadi debu.
"Hah…hah…hah…akhirnya…" kata Chie lega.
"Hah…ya…kita…berhasil, partner." Ujar Yosuke ngosh-ngoshan karena kelelahan.
Souji hanya mengangguk pelan. Dia masih segar bugar tidak merasa capek ato apalah. Kemudian katanya, "Sekarang…" diam sejenak, lalu lanjutnya, "…tinggal 2 lagi."
"Benar…" timpal Yosuke.
* * *
Sama halnya dengan Souji, Naoto berhasil memimpin teman-temannya dengan baik. Melenyapkan TR dengan semua kekuatan yang ada. Mereka tidak tahu apakah TR yang tambah kuat atau karena sudah 3 tahun lamanya mereka tidak 'bertemu' lagi dengan TR. Dengan melenyapkan TR, sudah mengurangi 1 musuh mereka tetapi memakan waktu dan tenaga yang banyak.
Teddie terkapar, kelelahan. Naoto masih berdiri, menghela nafas, dan membenarkan posisi topinya. Kanji? Kanji terduduk, mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya, yaitu…peralatan menjahit (?).
---
DHUAK! BRUK! BRAK! GEDUBRAK! ACAT! DHUAK! BUM! BRUK!
Kanji: rasain, lo…!
Zero terkapar… Tau kan kenapa? (Baca ulang dari kalimat "kanji terduduk…")
---
Rise loncat-loncat kegirangan, "Senpai, kami sudah mengalahkan TR!! Yaay…!" ujarnya bangga.
Souji membalas dengan tenang, "Kami juga."
Rise mematung, sweatdrop di atas kepalanya timbul, batinnya 'Kukira kami yang duluan, ternyata Senpai tetap hebat ya.'
* * *
TR sudah musnah. Tinggal 2 Guardian yang tersisa. Chie kembali mengeluarkan Bufudyne-nya. Sekali lagi sebongkah es menyelimuti Guardian sebelah kiri, dan…DHAR! Tapi…
"Ti…tidak mungkin…" gumam Chie tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh indra penglihatannya. Bagaimana tidak? Bufudyne, atau sebongkah es itu tidak mampu melukai seujung jari pun dari Guardian. NULL! The Guardian nullified pada es!
"Chie, sepertinya the guardian tidak mempan terhadap es," jelas Souji.
Yosuke angkat bicara, "Kalau tidak mempan terhadap es…" lalu pasang kuda-kuda, mengeluarkan Susano-O (lagi), "…pakai angin saja! Garudyne!"
* * *
"Rakuten-Ma!" Kanji mengeluarkan persona-nya untuk mengeluarkan Ziodyne. DHAR! "Shit!! Tidak mempan!"
"Kanji-kun, listrik tidak mempan! Teddie, coba pakai Bufudyne," perintah Rise.
"Roger!" Teddie mengeluarkan Kamui, "Bufudyne!"
BLAR! "Tidak mempan, kuma!"
"Rise-chan, apa kau tidak bisa mendeteksi kelemahannya?" tanya Naoto tenang.
"Tidak bisa. Sepertinya mereka tidak punya kelemahan!"
"Tidak mungkin."
The Guardian (TG) membalas dengan Vorpal Blade. Sebuah pedang raksasa menghujam Kanji.
"AARGGH!" Kanji terpental!
"Kanji-kun!"
Kanji tercampak cukup jauh, tergeletak tak sadarkan diri. "Gawat! Teddie, Diarahan!"
* * *
DHAR! Angin yang diciptakan Jiraiya menabrak TG. Tapi, apa mau dikata, angin juga tidak mempan.
"Argh…! Sial!" gerutu Yosuke kesal.
"Akan ku coba dengan Ziodyne." Souji mengeluarkan Izanagi-no-Okami dengan Ziodyne sebagai skill-nya. Halilintar menyambar TG dengan beribu-ribu watt. DHAR!
"A-apa?! Ini tidak mungkin! Listrik juga tidak mempan!" kata Yosuke tidak percaya.
Terlihat di sana, TG menangkis santai Ziodyne Souji dengan pedang yang dimilikinya. "Sou-kun, bagaimana ini?!" Tanya Chie tidak tenang menghadapi lawan seperti TG itu.
"Akan ku coba sekali lagi," kata Souji tetap tenang. "Agidyne!" Kobaran api besar mencoba membakar TG dengan lahapnya.
* * *
Teddie berlari ke Kanji, mengeluarkan healing skill, Diarahan. Sebuah cahaya kesehatan menyinari tubuh punk-kid itu. Tidak perlu menunggu lama, tubuh Kanji bebas dari segala luka. Tapi, cahaya itu tak mampu membuka matanya yang terpejam rapat. Apa yang terjadi? Tidak ada yang tahu. Yang tahu hanya aku, hahaha… (dilempar sandal ama pembaca!)
"Huh?? Hei, Kanji, ayo bangun, kuma!"
Rise, yang tadi ada di pojokan, berlari ke tempat Kanji berada, "Kanji! Kanji-kun! Buka matamu, Kanji-kun!"
Selagi Rise-Teddie merayu Kanji untuk bangun, Naoto meladeni 2 TG itu sendirian. Detektif kecil itu bersama Yamato-Takeru sebagai persona-nya, mengeluarkan Megidolaon. Megidolaon, sebuah 4B (benda bulat besar bersinar) di atas TG, meledak! Sinarnya cukup membahayakan. Tapi jinak dianggap TG. Sinar itu tidak ada apa-apanya bagi mereka.
Merasa belum cukup melukai Kanji, kini Naoto menjadi target. TG di kiri dalam mode Mind Charge, mempersiapkan serangan fisik yang fatal untuk langkah selanjutnya. Sedangkan TG di kanan tidak ingin basa basi, langsung saja ia keluarkan Hamaon. Instant dead skill! Skill mati seterika, eh seketika! Segel segitiga maut membalut tubuh Naoto yang mungil. Tak mampu bicara, tak mampu membalas, tak mampu melakukan apapun, Naoto rubuh! Matikah dia?!
* * *
Api yang mecoba menghanguskan TG redup dengan sekali kebasan perisai raksasa TG. Dengan sekali kibasan itu pula, Souji dkk hampir terbang karenanya.
"Es, angin, listrik… Sekarang api juga tidak mempan. Serangan fisik juga! Bagaimana kita bisa menyerang?!"
"Akan ku coba lagi, Yosuke."
"Memangnya bisa?! Kau lihatkan, bagaimana dia menangkis semua serangan kita?!" tanya Yosuke dengan kasar, tak bisa mengontrol emosi yang meluap-luap dalam dirinya.
Souji memalingkan pandangannya ke kawan-kawannya dengan senyuman hangat, tetap hangat meski dalam keadaan seperti ini. Chie-Yosuke hanya kebingungan melihat sikap leader mereka itu. Sikap yang selalu tenang dalam keadaan apapun.
"Kalau semua elemen tidak mempan, kita hancurkan saja mode nullified-nya. Dengan Ice-break, Elec-break, Fire-break, ataupun Wind-break."
Sesaat mereka berdua terdiam, kemudian terlihat senyuman kecil di wajahnya, lalu tertawa pelan.
"Be-benar juga ya! Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya? Ha..hahaha… Kau hebat, Sou!" kata Yosuke bangga sambil menepuk pundak Souji.
"Kau jenius, Sou-kun! Kau lebih berguna dibanding Yosu!"
"Apa kau bilang?!"
"Sudahlah… Aku akan menggunakan Ice-break atau Wind-break setelah itu, kalian serang dengan Bufudyne atau Garudyne. Mengerti?" jelas Souji membatalkan pertengkaran Yosu-Chie.
"Yosh!!"
"Roger-! Aaaaargh…!" Chie terpental terkena Garudyne TG. Untung tidak begitu parah dan cewek itu masih mampu berdiri.
"Chie! Sou, Wind-break!"
"Hm" Souji mengangguk pelan, konsentrasi, kartu tarot keluar, menghancurkannya dan secara bersamaan berkata, "Persona!"
Souji mengganti persona dari Izanagi-no-Okami menjadi Seth, seekor naga hitam. Inilah keuntungan Souji, seorang multi-persona user, bisa mengganti persona semaunya. Dan ini juga yang membuatnya menjadi leader di Investigation Team.
"Wind-break!" maka TG tidak terlindungi dari angin. Ini menguntungkan Yosuke yang memiliki Garudyne, skill berelemen angin. "Garudyne!" angin yang diciptakan Jiraiya berputar-putar menghantam TG, DHAR!
* * *
"AAARGH…!" BRUK! Naoto rubuh.
Melihat temannya 'rubuh' akibat Hamaon, air mata Rise mengalir deras, sederas mungkin, mungkin sampe terjadi tsunami lagi. "Tidak… Tidak! Naoto-kun!"
"Naoto-chaaan…!"
Tidak ingin berlama-lama, TG yang dalam mode-Mind Charge-on menyerang Teddie dengan God Hand. Kepalan tangan raksasa itu meninju ke bawah, ke tempat Teddie berdiri. BHAM!! Teddie ambruk! Tidak bangkit lagi! Meninggalkan Rise seorang diri di sana. Sebagai seorang supporter, tidak ada skill khusus menyerang untuk Rise. Tidak ada yang bisa ia lakukan. Hanya diam. Menangis. Sedih. Pasrah. Ia hanya bisa menatap 2 TG itu dengan rasa takut yang mendalam.
Dengan hasrat ingin mengakhiri pertempuran itu, sekali lagi TG menggunakan mode Mind Charge mengeluarkan Vorpal Blade. Pedang besar itu sudah siap menghantam Rise. Rise terduduk kaku di samping Kanji, sedangkan air matanya bercucur deras.
* * *
DHAR! Angin dasyat yang dilontarkan Susano-O ke TG membuahkan hasil. "Yihaa…! Kena! Berhasil!" seru Yosuke.
"Yosuke, ini belum selesai. Chie, gunakan Bufudyne!" perintah Souji seraya mengeluarkan 1 kartu tarot lagi dan… "Jack Frost!" dan lagi Souji berseru, "Ice-break!" Sama seperti Wind-break, Ice-break melepaskan pelindung es di tubuh TG, memudahkan Chie menggunakan Bufudyne. DHAR! BRUK!! TG terjatuh!
Tapi siapa sangka TG yang 1-nya sudah berada di belakang Chie entah sejak kapan. "Chie, awas!" Yosuke berlari hendak menolong Chie. Saat Chie memalingkan wajahnya ke belakang, TG sudah siap dengan Mighty Swing-nya. CIAT! BUM! BRUK!
"Yosuke! Chie!" Souji hendak berlari ke arah 2 temannya, tapi dihalang TG yang tadi terjatuh akibat Bufudyne Chie. TG menyerang cepat Souji dengan Ziodyne mengakibatkan pemuda itu terluka. Cepat-cepat Souji bangun tak ingin menerima serangan yang kedua kalinya. Ia lari menghindar sembari mencari tahu keadaan 2 temannya. Dilihatnya Yosu-Chie masih sadar, akan tetapi tak mampu bangkit. Kelelahan pasti. Dan tanpa disadarinya, TG yang satu sudah menunggu dengan Bufudyne.
DHAR! Sekali lagi Souji tersungkur dan terluka, dan lebih parah lagi ia dikepung oleh 2 TG itu…
"Celaka…" desah Souji mencoba berdiri dengan tenaga yang ada.
* * *
"To…long…" pinta Rise entah pada siapapun yang bisa. "Tolong… Senpai…"
To be continued
