Terima Kasih pada readers yang sudah membaca, menyukai, mereview FF ini… Bikin author seneng :3

Baca ajah yok!

..

Love in Paris

Ending

"Malah… Kak Boboiboy mau sama Kak Fang terus… Tapi… Sayangnya… Kakak sudah memiliki…"

Kalimat itu terus terngiang – ngiang di pikiran Fang.

'Boboiboy! Kau dimana?'

Zrak!

"Boboiboy!" Fang menggeser pintu yang menyambungkan sekolah dengan atapnya dengan kasar.

Boboiboy terdapat disana. Ia tidah menoleh. Seperti… Tengah meratapi kesedihan.

Fang melangkah, mendekati Boboiboy, lalu memeluknya dari belakang.

"Hei… Boboiboy…" Fang memeluk erat tubuh Boboiboy yang lebih tinggi darinya.

Boboiboy menatap pergelangan tangan Fang… Tergantung gelang dengan ia berikan dulu 3 tahun yang lalu. Senyuman tipis tapi mengisyaratkan kesedihan terlukis di bibir Boboiboy.

"Hei, Fang… Ada apa? Masalah?" Boboiboy merasa kepala Fang mengangguk di punggungnya.

"Ceritakanlah…" Ajak Boboiboy tulus sembari memutar badannya hingga sekarang Fang memendam kepalanya di dada bidang Boboiboy.

"Hiks, Maaf… Hiks, Aku sa-Hiks, Aku salah… Aku… Hiks, Menghianatimu, Hiks. Aku mengingkari janjiku… Hiks, Aku melukaimu… Hiks, Aku… Aku… Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!" Jerit Fang di dada bidang Boboiboy.

Boboiboy mengelus lembut puncak kepala Fang, membantunya menenangkan diri.

"Ini semua bukan salahmu, Fang… Kau hanya salah paham…"

"Tapi tetap saja aku bersalah, Boboiboy!" Bentak Fang miris.

Boboiboy berlutut dengan kaki kanannya ia tekuk, membuat Fang duduk manis.

Boboiboy menatap sedih Fang yang mukanya di basahi air matanya sendiri, lalu menjilat air mata yang terus mengalir.

Fang terdiam dengan semburat merah menghiasi pipinya.

"Jangan menangis… Aku tak suka lihat orang yang ku cintai menangis…" Ujar Boboiboy setelahnya mengecup kening Fang.

Fang sudah tidak menangis lagi.

"Xiang Qi akan di rawat di Singapura, Jika saja… Xiang Qi meninggal… Temui aku di sini." Ujar Boboiboy sembari menunjuk Menara Ieffel yang bergantung di gelang milik Fang, lalu meninggalkannya.

1 bulan kemudian…

Tak terasa selama ini Boboiboy belum balik juga dari Singapura…

Kini Fang tengah mondar-mandir khawatir tentang keadaan Boboiboy berserta adiknya di sana.

Fang mengambil ponselnya dari sakunya, lalu mengirim pesan ke Boboiboy.

Boboiboy? Kau ada di situ?

Tak lama kemudian, pesan masuk.

Iya, aku ada disini… Ada apa?

Fang kembali mengetik di ponselnya.

Bagaimana kabar Xiang Qi?

Butuh waktu beberapa menit untuk menerima balasan sang lawan. Mungkin terjadi… sesuatu yang buruk.

Lalu tidak lama setelah menunggu beberapa menit kemudian, pesan kembali masuk.

Dia sudah mati.

Fang terpaku melihat balasan pesan dari sang lawan. Kembali ia mengetik pesan untuk sang lawan.

Kau dimana?

Menurutmu?

Fang awalnya bingung, tetapi akhirnya ia mengerti. Puncak Menara Eiffel.

Segera ia menyiapkan barang – barang yang akan di bawanya, lalu ia masukkan ke koper yang ukurannya besar.

Setelah menyiapkan barang, segera ia ambil jaket dan ponselnya. Lalu ia hubungi taksi langganan.

"Sekarang! Di rumahku! Cepat datang!"

10 menit kemudian, taksi yang Fang panggil datang. Fang memasuki taksi tersebut sesudah mengunci semua akses yang memasukkan rumahnya dan memberi tau tempat tujuan tak lupa sudah memasukkan kopernya.

Di bandara…

Fang berlari berbirit – birit untuk memesan tiket menuju Paris.

Sesampainya di loket, Fang memesanya dengan cepat.

Tiga menit kemudian, Pesawat menuju kota Paris datang. Tidak lama Fang memasuki Pesawat itu, dan sepertinya Fang datang pertama.

Sesampainya di Paris…

Empat jam Fang berada di dalam Pesawat, dan untungnya ia selamat, karna ia belum bertemu Boboiboy…

Kembali Fang berlari menuju Menara Eiffel, menaiki tangganya lalu sampai di puncaknya…

Boboiboy, akhirnya Fang dapat bertemu Boboiboy…

"Haah… Haaah… Hah… Boboiboy…" Fang melangkah kecil, sesampainya tepat di belakang Boboiboy, ia peluk sosok itu erat.

"Kau menungguku…? Lima jam…? Lama, ya…? Maafkan aku…"

Di rasa Fang Boboiboy memutar tubuhnya.

"Eh? Boboiboy?" Fang menatap wajah Boboiboy. Nampak… Pucat.

"Boboiboy? Boboiboy, kau kenapa?" Tanya Fang panik, cemas sembari mengguncang sedikit Boboiboy.

Beberapa detik kemudian…

Grep!

Boboiboy kehilangan kesadaran. Untungnya Fang dengan sigap menompang tubuh kokoh Boboiboy.

"Tubuhnya… Panas sekali!" Fang menatap luar menara, salju… Ya, di Paris sekarang ini tengah bermusim salju.

Dengan kaus Half-armed Boboiboy, mana mungkin ia dapat bertahan sedingin ini, dan lagi Lima Jam!

"Eh? What's wrong with him? ( Eh? Apa yang terjadi denganya? )" Fang menoleh, terdapat pria gembul berkulit coklat bertanya soal Boboiboy.

"He-He fainted." Fang menjawab.

"Let me help you." Fang menganggukan kepalanya kecil.

Pria gembul itu mengangkat Boboiboy dari tompangan Fang.

Kemudian keduanya menuruni tangga lalu pergi ke rumah sakit terdekat.

Sesampainya di Rumah Sakit…

"Thank you so much, sir…"Fang berterima kasih pada pria gembul itu. Senyuman lembut terlukis di bibir pemuda gembul itu sebagai jawaban.

"Your welcome… I'm Gopal, what's your name?" Pria gembul itu bernama Gopal. Fang menoleh dari pandangan Boboiboy yang tertidur pulas di ranjang Rumah Sakit.

"Fang…"Jawab Fang singkat.

"Oh… What is he's name?" Tanya Gopal sembari menunjuk Boboiboy.

"He's name is Boboiboy… Mmm… Have you already married?" Jawab dan tanya Fang pada Gopal.

"Hm? Yes, I have. Her name is Yaya. Have you?" Fang merona.

"No, not yet. But… Someday I will." Jawab Fang masih merona.

"Who the one that you want to be your wife?"

"No one."

"Cuz, I want to be he's wife." Lanjut Fang sembari menatap Boboiboy.

"What? Wow… I must tell Yaya about this." Gumam Gopal membuat Fang menoleh kepadanya.

"What? Why you must tell her?" Tanya Fang sedikit curiga. Gopal tertawa pelan.

"She's a fujoshi. Oh, yeah. I must say, you two are a sweet couple." Fang merona kembali, bahkan ronaanya lebih tebal dari yang sebelumnya.

"Hiyaaaaa! Don't say thaaaat!" Jerit Fang malu – malu membuat…

"Engh… Fang?" …Boboiboy terbangun.

"Eh? Boboiboy?!" Fang dengan cepat memeluk Boboiboy. Boboiboy tersenyum lalu membelai punggung Fang.

Fang melepas pelukan, lalu menatap Boboiboy.

Boboiboy menatap mata violet Fang dalam, sampai – sampai secara tidak sengaja ia menarik dagu milik Fang lalu menghapus jarak antar bibir keduanya.

Fang lagi – lagi merona, dan kini ronaanya lebih tebal dan merah di banding ronaan – ronaan sebelumnya.

Fang kira ini hanya kecupan kasih sayang, ternyata lebih dari itu.

"Mmmph, Boh… Boiboymph… Ada thamu…" Boboiboy melepas ciumanya. Lalu menatap kelilingnya.

"Eh?" Boboiboy menatap pria gembul yang bernama Gopal itu tengah merekam gambar keduanya tadi.

Krik, krik, krik.

Jangkrik lewat.

Boboiboy gagap.

Membatu.

Nganga.

Mingkem.

Diam.

Hening melanda.

Sunyi.

'Seseorang ada yang siap membunuhku? Eh, jangan dah. Aku belum siap mati. Aku belum anu-in Fang.'

"Paman Gopal?"

"Oh, Boboiboy. Sudah ingat?"

Kali ini Fang yang membatu.

'Aku capek – capek ngomong pake Bahasa Inggris, tapi dia pake bahasa yang sama kayak Boboiboy dan bahasa Boboiboy sama kayak bahasa sehari – hari akuuuu!' Rutuk Fang dalam batinya.

"Hei, Fang. Ini Pamanku. Namanya-"

"Dah tau." Fang ngambek :v.

"Kenapa kau, Fa-"

"Aku ngga pa-pa tuh." Ngambek~ Ngambek~~.

"Ahahaah! Sepertinya Fang ngambek karena tadi dia cape – cape ngomong sama paman pakai Bahasa Inggris padahal paman bisa pakai Bahasa kalian." Tebak Gopal.

"Paman, bagaimana keadaan bibi Yaya? Aku mau main lagi kesana! Paman masih suka pingsan sehabis makan biskuit bibi Yaya?" Tanya Boboiboy sembari merangkul Fang yang masih ngambek :v.

"Ahahhahah! Yaya sudah bisa belajar cara buat biskuit yang enak, kok! Mau main ya? Boleh…"

Bip! Bip! Bip, Bip!

Posel Gopal bordering, ia membaca surat yang tadi terkirim.

"Hey, Paman balik dulu, ya? Bye." Pamit Gopal pada kedua pasangan serasi.

"Iya, paman!" Lalu Gopal keluar dari kamar ini.

"Fang, kamu ngambek?"

"Nggak." Boboiboy tertawa kecil melihat tingkah laku Fang.

Kembali Boboiboy menarik dagu Fang, lalu membawanya ke ciuman panasnya.

"Mmmphh…" Boboiboy melepas ciumanya, lalu saliva yang bercampur menjembatani bibir keduanya.

"Jangan sekarang… Haah… Kau belum sembuh…" Boboiboy tertegu mendengar ujaran Fang.

"Ahahah… Ok… My cute little wife…"

"Cih! Jangan bikin tsundereku kumat!" Rengek Fang sedikit marah.

"Ahahhahah!"

Lalu di saat Boboiboy sembuh dari penyakitnya, salah satu kamar hotel di paris terdengar desahan tertahan dan nama – nama yang di teriyaki panjang.

"Aaah! Boboiboyh! Ngah! Datangh! Nnnghhh!"

"Sebentar lagi, Fangh!"

"Aaaaaaaah!"

The End~!

….

AKHIRNYA SELESAI JUGA! MOHON MAAF KEPADA SEMUA READERSKUUU~! AUTHOR BANYAK KERJAAN! APALAGI MASALAH! KETOS, LOMBA, EKSTRAKURIKULER, OSIS, EVENT, PERTANDINGAN, MANA AUTHOR SAKIT LAGIIIIIIII!

Iihihihih… Author jadi curhat dah :v

Balas ripiu ah,

Guest :

Ihihihih… Mohon maaf kalo bosan… Terima Kasih sudah mereview~!

Entah siapa ni ma, author tak nak sebutin namanya :

Apeeeelah Kak Angel ni ma… Fangnya kemasukan setan kali :v Terima Kasih sudah mau review~!

Phantom3148 :

Mohon maaf tidak bisa update kilat… Banyak urusan woo… Btw, Terima Kasih dah review! Maaf juga kalau nunggunya lama~!

:

Uhuhuuhhuhu… Memang sedih betul la FF ni… ( Padahal GaJe ni FF tau! ) Te-Terima Kasih sudah menunggu, Imut-Chan~! Terima Kasih dah kasih review ni~! Uhuhuhuh…

Niken terbaik :

Eehhehehe… Terima Kasih wo… Terima Kasih lagi kerna dah review FF ini~!

K.T-StarSparkleDark1 -K.H :

Ehehehehhe… Terima Kasih sudah mau menunggu kedatangan chap baru FF ini~! Terima Kasih sudah mereview~!

DesyNAP :

Aahahahah! Fang kerasukan setan terus kepalanya kejedot semangka :v #di makan Naga Bayang. Terima Kasih sudah semangatin author~! Terima Kasih sudah mereview~!

IMAgine Well :

Ehehehhehe… Terima Kasih sudah memberi review pada FF yang GaJe ini~!

ANEMONE :

Nak, nak, nak! Sabaaar! Authornya juga harus sabar ineeeh! Fang berpaling sama Boboiboy itu karena Fangnya bermuka dua… Jadinya, Fang suka Boboiboy tapi dia juga suka Ying. Jadi di saat Boboiboy gak ada, Fang ambil kesempatan dalam kesempitan untuk pacaran ama Ying. Terus, gara – gara Ying udah bikin Fang kecuci otaknya, Fang jadi berpaling, dan nyakitin Boboiboy. Gituuuuh… Akhir kata, Terima Kasih sudah mereview~! Dan juga, maaf karna tidak bisa update kilat…

miaw chan :

Nyiau? FF ini bagus, nyan?! Miaw suka, nyan?! Huwaaaa~! Author bahagia~! Terima Kasih woo! Terima Kasih lagi sudah mereview~!

Sekian dari author! Terima Kasih semuaaaaaaaaaaaaaaaa!

Salam,

Xiang Qi.