Author : Itami Shinjiru
Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto
Rated : T
Warning : Alternate Universe, Original Characters. Maybe contains some Out of Characters and Typographical Error
Genre : Adventure, Sci-Fi
Jumpa lagi di chapter 3! Saya ucapkan terimakasih banyak pada readers yang sudah memberi review. Iya, fic ini memang beda dikit :) karena saya suka banget sama makhluk prasejarah yang satu ini. Kalian semua sudah nonton Jurassic World? Untuk romance, saya memang belum kepikiran. Tentang siapa saja dan bagaimana Naruto dkk memasuki Masa Mesozoikum ... akan terungkap nanti! Selamat membaca chapter 3!
The Titans from South
Bab Tiga:
Monster
Institut Teknologi Huincul
"Tunggu sebentar!" Protes Naruto. "Entah aku salah dengar, atau kau memang ingin membedah seekor dinosaurus?" Dia memberi penekanan pada kata dinosaurus.
Sakura mengernyit. "Bukannya kalian ingin memastikan apa ini robot atau bukan?"
"Cukup dilihat saja sudah kentara, kan," gerutu Suigetsu sambil mengelap luka di wajahnya dengan cairan antiseptik. "Dia jelas-jelas makhluk organik. Binatang hidup. Seratus persen dinosaurus original. Cium saja bau napasnya."
"Tapi bagaimana Australitor itu sampai kemari?" Tukas Naruto.
"Austroraptor," koreksi Karin. "Aku punya beberapa hipotesis. Hipotesis pertama: SCOMP mengalami kerusakan—entah kenapa—dan tak sengaja mensetting dirinya sendiri untuk membuka ke zaman dinosaurus, dan kebetulan dinosaurus itu terperangkap dan masuk ke lab. Hipotesis kedua: ada orang yang menyusup ke laboratorium kita dan mengaktifkan SCOMP, tapi dia kurang mahir, jadi malah menteleportasikan dinosaurus dari Zaman Kretaseus. Hipotesis ketiga: ada orang lain yang berhasil menemukan mesin waktu, dan mengirim dinosaurus itu ke masa ini—secara tidak sengaja terkirim ke lab kita."
Juugo menggerutu. "Dari semuanya, hipotesis kedua yang paling masuk akal."
"Menurutku juga begitu," Karin tampak berpikir. "Sebaiknya ada diantara kalian yang menghubungi polisi setempat. Laporkan saja bahwa lab kita disusupi, jangan pernah bicara tentang dinosaurus. Anggap saja bekas cakaran dan gigitan sebagai ulah pelaku. Siapa tahu polisi menemukan sidik jari atau apapun yang berkaitan dengan orang selain kita berlima."
Sakura memandang langit-langit. "Sampai CCTV pun dirusak ... aku yakin itu bukan ulah hewan ini," dia memandang Austroraptor yang masih meronta-ronta ditahan Juugo, Naruto, dan Suigetsu.
"Hei, kalian pernah lihat Jurassic World?" Tanya Naruto. "Di film itu digambarkan bahwa dinosaurus jenis raptor sangat cerdas, lebih cerdas dari lumba-lumba dan primata ... sampai-sampai mereka bisa berkomunikasi dan dilatih melakukan sesuatu! Karena binatang ini ... ehm, apa namanya?"
"Austroraptor."
"Nah! Itu kan berakhiran raptor juga, seperti Velociraptor. Apa mungkin dia sendiri tahu bahwa CCTV terlihat seperti ancaman atau kudapan, sehingga dia menyerangnya?"
Suigetsu menggeleng. "Itu kecil sekali kemungkinannya, Naruto! Jurassic World hanya film fiksi ilmiah! Ukuran Mosasaurus di film itu bahkan lebih dari tiga kali lebih besar daripada ukuran Mosasaurus sesungguhnya! Dinosaurus punah 65 juta tahun lalu! Aku ragu mereka mengembangkan intelegensi sampai setinggi itu, melebihi primata yang jelas-jelas lebih modern."
"Sebaiknya kita putuskan apa yang akan kita lakukan pada makhluk ini ... sebelum ada orang lain yang tahu," usul Sakura. "Karena kita tahu SCOMP sudah bisa berfungsi sejauh itu, kenapa kita tidak coba mengirimkannya lagi ke tempat asal?"
"Binatang ini hidup lebih dari 70 juta tahun lalu! Butuh daya yang besar untuk menggunakan SCOMP jika kita pergi sejauh itu ... dan kurasa jika hipotesis Karin yang kedua benar, si penyusup pasti sudah mengetahui konsep mekanisme kerja SCOMP. Alat teleportasi ini membutuhkan energi makin tinggi seiring bertambah jauhnya jarak yang harus ditempuhnya, apalagi ketika menembus waktu. Pasti itulah sebabnya orang itu mencuri-curi kegunaan alat teleportasi ini pada tengah malam, ketika sebagian besar peralatan elektronik—tidak saja hanya di Huincul atau Argentina—tetapi juga di seluruh Amerika Selatan, dimatikan. Daya yang tersimpan itu digunakan untuk mengaktifkan SCOMP," urai Suigetsu panjang lebar.
"Dengan kata lain," simpul Juugo, "kita cuma bisa mengembalikan dinosaurus ini tengah malam nanti, secepat-cepatnya. Dalam keadaan terburuk, kita harus menunggu berhari-hari sampai generatornya stabil."
"Kita butuh sebuah kandang," cetus Sakura. "Sebuah kandang yang cukup lapang dengan cukup banyak ruang gerak, banyak tempat persembunyian seperti dedaunan rimbun, tapi juga jauh dari keramaian dan kedap suara, plus tidak jauh dari lab ini, agar kita bisa memantau dinosaurus ini setiap waktu."
Naruto berdehem. "Bukannya tadi kau mau mengotopsi dinosaurus ini?"
"Aku berubah pikiran."
"Dasar labil."
PLAK!
"Adakah tempat yang memenuhi semua kriteria itu?" Sakura mengabaikan Naruto.
Karin membetulkan kacamatanya. "Sebenarnya ... semua itu sudah ada ... tepat lima puluh meter di bawah kaki kita. Lab biologi mutagenik. Lab itu punya empat kandang, masing-masing seluas lapangan basket. Tentu aku bisa melepas sekatnya kalau kalian mau, jadi dinosaurus ini bisa mendapat ruang lebih luas. Banyak pepohonan rendah dan rimbun, sumber air. Bahkan di langit-langit aku memasang lusinan lampu ultraviolet agar mirip matahari. Kita bisa bergantian memberinya makan."
"Wow," kagum Naruto. "ITH memang hebat. Sekarang ayo lekas bawa dinosaurus ini ke sana, sebelum ada orang yang melihat rahasia besar ini!"
.
"Rahasia besar apa?"
"WAAA!"
Lelaki itu mengernyit. Sedetik kemudian, pandangannya tertumbuk pada sosok makhluk aneh yang moncong, lengan, dan kaki belakangnya diikat dengan tali. Dahinya berkerut sesaat, kemudian tubuhnya menegang.
"Kalian ... apa ... makhluk itu ...?"
"Ini robot buatan kami!" Naruto cepat-cepat menutupi. "Robot ini dibuat berdasarkan seekor dinosaurus yang hidup jutaan tahun silam!"
"Lalu kenapa kalian mengikatnya?" Sembur lelaki berambut hitam yang baru datang itu.
"Ini ... anu! Lepas kendali!" Suigetsu berusaha berimprovisasi. "Ya, lepas kendali! Kami sedang berusaha memperbaiki piringan sirkuit otaknya—maksudku semacam prosesor! Kami menamainya Dino-Droid!"
Si Austroraptor meronta-ronta dan mengeluarkan geraman pelan dari tenggorokannya.
Lelaki berambut hitam itu mengernyit. Matanya yang sewarna batu onyx seolah sedang memindai dan memastikan apakah itu benar robot atau bukan.
"Ini terlalu nyata untuk dibilang robot," komentarnya. "Dia terlihat ... begitu alami. Apa yang kalian gunakan sebagai pelapis rangkanya? Itu sangat mirip bulu dan sisik sungguhan!"
Austroraptor meronta, memekik-mekik.
Lelaki itu memandang kelima saintis muda di depannya dengan curiga, kemudian melempar pandangan ke mesin aneh berbentuk silinder pendek berdiameter kira-kira empat meter, dengan susunan yang tampak rumit. "Kurasa aku butuh penjelasan dulu. Mesin apa itu?"
"Tunggu," bantah Suigetsu, "kami juga butuh penjelasan. Siapa kau dan mau apa kau datang kemari? Apa kau mengenal seseorang di ITH atau seorang ilmuwan muda baru yang mendaftar untuk melakukan riset di sini?"
Lelaki itu berdehem. "Oh, ya. Sepertinya kurang sopan kalau aku tidak mengenalkan diriku lebih dulu. Namaku Uchiha Sasuke, lulusan Fakultas Biologi di Universitas Osaka, Jepang. Sekarang aku bekerja sebagai wakil direktur Museum Carne Furnes, Patagonia. Aku kemari untuk mengambil DMB."
"Apaan tuh DMB?"
"Deinonychus Muscular Blueprint. Sebuah robot android yang mempresentasikan pergerakan otot-otot rangka Deinonychus antirrhopus, sejenis dinosaurus karnivora dari Amerika Utara," jelas sebuah suara baru. Lelaki berjas hijau tua itu memasuki ruangan dengan wajah watados, rambut hitamnya dikucir ke belakang seperti nanas. Dia mempunyai pandangan mata yang seolah menyiratkan—kalau-kau-baru-digebrak-dosenmu-tadi-pagi-karena-telat-mengumpulkan-laporan-aku-tidak-peduli—namun entah bagaimana dia tampak pintar.
"Shikamaru," cetus Suigetsu dan Sasuke bersamaan.
Shikamaru mengangguk sekilas. "Uchiha Sasuke, ya? Sori, tadi aku salah pesan. Seharusnya aku menunjukkan ruangan A33, malah mengantarkanmu ke A43. DMB yang kau inginkan berada di ruanganku. Biar saja mereka sibuk dengan ..." dia melempar pandangan sekilas, "dengan apapun yang sedang mereka lakukan, oke."
Austroraptor memekik, menedang-nendang hingga salah satu cakarnya merobek celana panjang Juugo di bagian betis.
"Dasar hewan bandel!" Umpat Juugo.
Sasuke mengernyit. "Kau tadi bilang itu robot."
"Keceplosan," gumam Juugo.
"Suigetsu," Shikamaru mendesis, "jangan bilang kalau kau menguji alat tersebut tanpa seizin ."
Suigetsu menghela napas pelan. "Ini kan cuma—"
"Itu binatang," tuding Shikamaru, "bagaimanapun kau berusaha menjelaskannya ... itu hewan hidup. Dia berusaha membebaskan diri sekarang. Lihat gerakannya! Tidak ada robot buatan manusia yang mampu melakukan gerakan seefisien itu. Itu pasti dinosaurus asli yang terteleportasi melalui SCOMP."
Naruto meringis. "Kurasa kita tidak bisa menyembunyikan ini lama-lama. Apa sebaiknya kita beritahu mereka?"
"Oke," Karin menaikkan kacamatanya dengan sikap posesif. "Sebelumnya, aku ingin kalian berjanji tidak akan menceritakan ini kepada siapapun, meskipun mereka berusaha merobek mulut kalian!" Tudingnya.
"Takkan kami beritahu," cetus Sasuke.
"Semua kerusakan ini," Karin menyapukan tangan kanannya ke sepenjuru lab. "Disebabkan oleh seseorang yang, entah bagaimana, berhasil menyusup masuk. Dia jugalah yang merusak keempat kamera pengawas dan diduga kuat menghidupkan SCOMP, lantas mengaturnya agar terbuka ke Argentina kira-kira 70 juta tahun yang lalu, menembus Masa Mesozoikum pada Zaman Kretaseus Akhir, tepatnya di Kala Campanian, masa di mana dinosaurus ini hidup."
Sasuke mengangguk. "Sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan ini setelah kita menempatkan dinosaurus ini di tempat yang aman."
"Shikamaru, Juugo, Sasuke," perintah Karin, "ada kandang bawah tanah lima puluh meter di bawah kita. Bawa dinosaurus ini ke sana, lalu kita lanjutkan diskusi ini. Suigetsu, kau hubungi polisi. Sakura dan Naruto, berusahalah menghalangi siapapun yang ingin masuk. Kupercayakan pada kalian."
"Kau sendiri?" Sergah Juugo.
"Mengawasi kalian," sembur Karin, "setelah kuperiksa sistem keamanannya. Ayo, bergerak!"
Sasuke, Shikamaru, dan Juugo dengan sigap membopong Austroraptor. Suigetsu berlari ke ruang komunikasi. Naruto dan Sakura menghambur ke ruang tamu, sedangkan Karin mengikuti Austroraptor sampai ke belokan pusat keamanan. Hari itu hari Minggu, jadi petugas keamanan masuk siang dan ruangannya tidak terkunci. Plus tadi malam hanya ada mereka berlima di institut penelitian yang terbilang masih baru ini.
Juugo mengantarkan kedua 'tamu' itu ke lab biologi bawah tanah. Sebuah pintu baja setengah transparan terbuka, menampakkan empat kandang dengan ekosistem tiruan macam hutan tropis, plus beberapa kolam air tawar dan tetumbuhan asli, batu-batuan, dan pasir. Juugo mengutak-atik panel kendali kandang dan menurunkan pagar yang membatasi keempatnya sehingga keempat habitat artifisial tersebut terbuka, menjadi satu lahan.
"Jadi, kita tempatkan dinosaurus ini dulu, lepaskan ikatannya, kemudian lari melalui satu-satunya pintu keluar di sebelah barat sana. Pintu itu membutuhkan tangga besi untuk mencapainya, dan kurasa dinosaurus ini tidak akan bisa dengan mudah melompat atau berlari di tangga itu," usul Juugo. Kedua rekan barunya mengangguk mengerti. Perlahan, mereka melepas ikatan tangan dinosaurus itu, kemudian mulut, dan akhirnya kaki.
Austroraptor memekik. Ia menendang, langsung mengenai kaki Sasuke. Korbannya mengaduh, terjerembab di lantai tanah gembur. Dinosaurus itu bangkit, menggeram kepada mereka bertiga, bulu-bulu di leher dan ujung ekornya menegang dan bergetar. Ia membuka mulut, menampakkan gigi-giginya yang kecil tapi tajam-tajam.
Shikamaru melemparkan mantel tebalnya, langsung menutupi mata si dinosaurus. Ia menyeret Sasuke bersama Juugo dan buru-buru menutup pintu kandang, meninggalkan mantelnya bersama seekor hewan prasejarah.
"Aku membayar seratus lima puluh dolar untuk itu," gerutu Shikamaru, "tapi sudahlah. Sekarang bisa kita cari obat atau semacamnya?"
Sasuke meraba betis kirinya, yang baru terkena tendangan dinosaurus itu. "Dia mengenaiku tepat dengan cakar sabitnya. Uh ..." dia merintih. Darah menetes membasahi celana panjangnya. Juugo cepat-cepat mengambil perban dan obat merah.
"Juugo, sebaiknya kau memberi makhluk purba itu makan," saran Shikamaru. "Dia terteleportasi dari habitat aslinya puluhan juta tahun lalu—entah dia asalnya dari gurun, semiarid, hutan gugur, atau apa—mendadak muncul di zaman serba modern. Dia baru melihat semua ini untuk pertama kalinya. Dia bisa saja menganggap manusia adalah makanan lezat atau justru ancaman yang harus dilawan. Dia pasti stres. Dia bisa saja mengeluarkan suara-suara keras. Memberinya makan akan menguras sedikit energinya, dan dinosaurus itu bisa tidur. Itu yang kita harapkan ... menenangkannya sampai kita tahu bagaimana cara mengembalikannya," jelasnya panjang lebar.
One hour later
"Sudah kupastikan," ujar Karin. "Aku mulai berpikir bahwa penyusupan ini sudah terencana. Hasil rekaman CCTV menunjukkan bahwa seluruh kamera pengawas di ITH telah dilumpuhkan pada pukul sepuluh malam kemarin. Sejak waktu itu, tidak ada hasil rekamannya. CCTV baru berfungsi kembali setelah barusan kuutak-atik programnya."
Sakura mengangguk. "Berarti si penyusup bisa jadi meretas sistem CCTV kita agar tidak ketahuan saat menyabotase keempat CCTV di laboratorium. Tetapi jika memang sudah diretas dan tidak bisa merekam lagi ... kenapa harus disabotase?"
"Untuk berjaga-jaga, kalau ada kemungkinan si satpam memanggil ahli IT di gedung ini," jawab Shikamaru, "aku sendiri adalah ahli komputer yang bagus. Kalau sekedar memulihkan CCTV, bukan masalah. Jika CCTV sampai disabotase, berarti tidak ada jalan lain kecuali menggantinya. Itu memberikan peluang waktu lebih banyak bagi si penyusup untuk beraksi."
"Berarti kita juga tidak tahu dari mana si penyusup masuk?" Tanya Naruto. "Aku dan Sakura sudah periksa semua pintu dan jendela. Tidak ada kerusakan berarti."
"Kurasa kita harus panggil detektif juga," cetus Sasuke, "lantas apa yang akan kita lakukan pada binatang itu?" Dia melirik Austroraptor yang sedang asyik mencabik-cabik daging ayam utuh yang diberikan Juugo.
"Apa perlu kujawab?" Seru Suigetsu. "Kita akan kembalikan dinosaurus itu ke habitat asalnya puluhan juta tahun sebelum sekarang. Berbahaya jika kita biarkan dia di zaman ini. Bagaimana jika ada peneliti dari institut lain yang mengetahui ini dan menginginkan makhluk itu diperbanyak dengan klon lantas dikirimkan ke kebun binatang di seluruh dunia? Kacau, bisa jadi. Tragedi Jurassic Park bukan hanya film lagi."
"Secepatnya," Sakura mengamati si Austroraptor. "Secepat apa kita bisa perbaiki SCOMP?"
"Segera setelah para polisi selesai memeriksa TKP," sambar Naruto. "Kita harus melakukannya dengan cepat sekaligus mengarang alasan yang rasional jika Asuma-sensei menanyai kita. Dia sedang berada di luar kota, kan?"
"Baiklah, semuanya," ujar Karin. "Bersikaplah biasa. Sasuke-san, kau boleh menyelesaikan urusanmu dengan Shikamaru. Yang lain ... amati para polisi itu dan berpura-puralah kalian tidak menyaksikan makhluk dari zaman lain menerobos portal."
Keempat rekannya mengangguk. "Itu nggak terlalu sulit," kata Juugo.
Mereka berlima naik ke lantai atas, ke laboratorium di mana mesin teleportasi itu berada, sedangkan Sasuke dan Shikamaru pergi menuju ruangan Shikamaru untuk mengambil DMB. Baru beberapa menit setelah mereka meninggalkan ruangan itu, suara gaduh terdengar di lantai atas.
Sasuke dan Shikamaru berpandangan.
"Haruskah kita lihat apa yang terjadi?" Selidik Sasuke. "Mungkin mereka butuh bantuan."
"Menyusahkan sekali," gerutu Shikamaru, "tapi baiklah."
Mereka berdua bergegas pergi ke lantai atas ... dan menyaksikan laboratorium berada dalam keadaan yang bahkan lebih berantakan dari sebelumnya. Tiga mayat polisi bergelimpangan di dalam, bersimbah darah. Dua polisi lain beserta kelima rekan lab mereka sedang berusaha menahan pintu jumbo lab, yang terbuat dari kaca antipeluru, tapi bukan mereka yang diperhatikan, melainkan makhluk di belakang mereka, yang berusaha mendorong pintu lab dengan kepalanya yang berbentuk sangar. Binatang itu menggeram, menciutkan nyali. Gigi-giginya yang berwarna merah karena darah menabrak-nabrak kaca, berusaha meretakkannya.
"Apa-apaan itu?" Seru Sasuke.
Shikamaru mengangguk, raut wajahnya terlihat tidak senang. "SCOMP terbuka lagi. Dan dia menteleportasikan satu dinosaurus lagi ... yang sialnya ukurannya jauh lebih besar dibanding yang tadi. Dan ini karnivora."
.
.
.
.
Bersambung
Thing Must You Know About Dinosaurs (2):
Masa kehidupan Mesozoikum:
PERIODE TRIASIK
Induan
Olenekian
Anisian
Ladinian
Carnian
Norian
Rhaetian
PERIODE JURASIK
Hettangian
Sinemurian
Pliensbachian
Toarchian
Aalenian
Bajocian
Bathonian
Callovian
Oxfordian
Kimmeridgian
Tithonian
PERIODE KRETASEUS
Berriasian
Valanginian
Hauterivian
Barremian
Aptian
Albian
Cenomanian
Turonian
Coniacian
Santonian
Campanian
Maastrichtian
.
.
KAMUS DINO BAB 2
Dromaeosaurida: Kelompok keluarga dari Theropoda, mencakup dinosaurus karnivora bertubuh kecil, dengan tulang berrongga, cakar sabit di kaki, pengelihatan binokular, dan otak relatif besar. Berkembang pada Periode Kretaseus.
Jurasik: Zaman kedua di Masa Mesozoikum, berlangsung dari 205-145 juta tahun yang lalu.
Kala Campanian: Salah satu anak Zaman Kretaseus yang berlangsung dari 83-72 juta tahun yang lalu
Maniraptorian: Kelompok cabang dari Theropoda yang mewakili Theropoda termodifikasi, kebanyakan berbulu, mencakup Dromaeosaurida, Ornithomimoidea, Therizinosauria, Coelurosauria, dan menurunkan burung modern.
Daftar Dinosaurus dari Bab Tiga:
AUSTRORAPTOR
Lokasi fosil : Argentina
Arti nama : "Pencuri dari selatan"
Kelompok primer : Theropoda (Maniraptorian)
Kelompok keluarga : Dromaeosaurida
Panjang : antara 4,3-5 meter
Tinggi : 1,5 meter
Berat : 500 kg
Hidup : Periode Kretaseus (Campanian), 70 juta tahun yang lalu
Makanan : Karnivora
DEINONYCHUS
Lokasi fosil : Amerika Serikat, Kanada
Arti nama : "Cakar mengerikan"
Kelompok primer : Theropoda (Maniraptorian)
Kelompok keluarga : Dromaeosaurida
Panjang : 3-3,4 meter
Tinggi : 1-1,5 meter
Berat : 60 kg
Hidup : Periode Kretaseus (Aptian-Albian), 115-110 juta tahun yang lalu
Makanan : Karnivora
