Woaa... ada readers juga akhirnya... (TwT) kirain nggak ada. Ya sudah, lanjut saja~
Cekidot~ ^^
.
~ High Temperature ~
Genre : Humor, Parody, a little Romance, a little Fantasy
Watashi ni xx Shinasai (c) Ema Tooyama
High Temperature (c) Yuki Utari
WARNING : Yaoi/Shonen-ai, Typo(s) semoga nggak ada :D, OOC
HAPPY READING, MINNA (^o^)/''
.
.
-oO..oO-
.
.
Chapter 2 – Mission 2!
.
Sang pangeran tersadar
Cepat-cepat ia berdiri
Tangannya terulur meraih tangan si anak lelaki
Menuntunnya berdiri
Ah, kenapa ini?
Tanah berguncang, dunia berputar
Hei, ada apa?
.
.
.
.
"Woaaa… kawan-kawan! Lihat!"
Akira dan Shigure menghampiri Yukina. Gadis itu senangnya minta ampun. Ia memperlihatkan ponselnya lagi.
"Aku naik jadi peringkat 10 lhoo…"
"Cepat banget naiknya, Yukina-chan!" seru Akira ikutan gembira.
"Aku sangat tidak menyangka. Kau hebat juga," tambah Shigure kagum.
"Iya dong. Ternyata pembaca setiaku banyak yang fujoshi~"
Mendengar itu, Shigure menelan ludah dengan susah payah dan Akira langsung jongkok membentuk bola dengan tubuhnya.
Yukina tersenyum lebar. "Kalian mau baca nggak?"
"NGGAK!" teriak Shigure dan Akira kompak.
"Oh, ya sudah. Kalau begitu, mission 2!"
"HAH?! HARI INI LAGI?!"
"Iya dong! Aku harus update secepatnya agar para pembaca tidak lama menunggu~" *betul 'kan reader? :D*
Akira dan Shigure terpaksa mengangguk.
"Akira, gendong Shigure!"
"Ha?! Mana kuat! Shigure 'kan besar!"
.
JDUK!
.
"Aku nggak gendut, tauk!"
Akira memegangi kepalanya yang benjol. "Tapi kau tinggi!"
"Makanya jangan pendek-pendek!"
"IIIHHH!"
Akira mengamuk. Ia mengejar Shigure yang terus berlari sambil meledek Akira.
"Hei, hei, kalian berdua! Sudah, berhenti! Cepat laksanakan misinya!"
Yukina tak didengarkan sama sekali. Mereka sibuk mengejar dan dikejar.
Karena langkah kaki Akira yang kecil, Shigure dengan santai berlari mundur (jalan mundur aja ada 'kan =3=).
Alhasil, Shigure tidak melihat di belakangnya ada palang melintang.
.
DUAK!
.
Shigure ambruk seketika.
"HAHAHAHA… makanya, jangan meledek orang terus!"
Akira mendekati Shigure yang masih nemplok di lantai. Yukina menyusul Akira. "Kalian tuh disuruh menjalankan misi malah bercanda!"
Akira menoel-noel pundak Shigure. "Oi, bangun."
Shigure tetap bergeming. (ini bener lho reader! Bergeming artinya diam! Liat kamusnya~ ini bukan typo! ^^)
Karena tidak bangun juga, Akira mengguncang-guncang tubuh cowok yang terlantar eh, terkapar itu. "Shigure-kun, banguuuunn…"
Yukina menjentikkan jarinya. "Betul juga!"
"A, apa yang betul, Yukina-chan?"
Yukina menatap Akira dengan raut wajah menyeramkan. "Shigure pasti mati!"
"HAH?! Apa-apaan sih, Yukinaaa… masa kepentok tiang doang mati?!"
"Tapi, tadi kepala bagian belakang Shigure yang kepentok. Jadi, bisa aja."
"ARE?! Ya udah, bantu aku, Yukina. Angkat dia ke UKS! Biar diperiksa sensei."
Yukina mengacungkan jempolnya dan pergi meninggalkan Akira.
"Kau mau kemana?!"
"Akan kuberitahu sensei. Kalau sensei tidak ada, bisa kucari cepat-cepat. Kau angkat dia ke UKS saja ya. Jaa…"
"Yaaahh… Aku ditinggal sendirian begini…"
.
.
.
.
Dengan susah payah, Akira menggotong Shigure.
Pertama, menyeretnya.
Tapi, kasihan. Nggak jadi deh.
Kedua, menaruhnya di punggung alias gendong belakang.
Si Shigure malah miring-miring mau jatuh. Ganti.
Ketiga, bridal style~
Kakinya Akira malah meleot-meleot. Tangannya juga nggak kuat bawa Shigure.
Keempat, yang terakhir, dan paling terpaksa. Gendong si Shigure seperti bawa boneka.
Dipeluk di depan, angkat, jalan.
.
Dengan tertatih-tatih, Akira membawa Shigure sendirian ke UKS di lantai dua.
"Yukina-chan~ Ini Shigurenya~ mana sensei?"
"Nggak ada."
"HEE? Terus ini gimana?!" Akira langsung panik.
"Mungkin, kita harus mengucapkan 'sayonara', Akira," ucap Yukina datar.
"HEE? Shigure-kun~ Shigure!" Akira terus mengguncang-guncang bahu Shigure biar bangun.
Ga bangun-bangun juga.
"HUEEE…. OI, SHIGURE-KUN~~!" Akira terus menampar-nampar pipi Shigure biar bangun.
Ga bangun-bangun juga.
"HUEEEEEE~~~" Akira terus ngebenyek-benyek wajah Shigure biar bangun.
Ga bangun-bangun juga.
"SHIGURE-KUN~~~~!" Akira terus ngegebuk-gebuk Shigure biar bangun.
Ga ba–
"Aduh, apaan sih?! Sakit tauk!" Ga jadi deh, Shigurenya udah bangun.
"HUEEEE~~~"
"Akira kenapa nangis?" tanyanya pada Yukina.
Yukina hanya angkat bahu. Ngakunya nggak tahu. Dasar tukang bohong.
"Akira-kun kenapa?" tanya Shigure lembut. (ehem, ehem... *Author ditimpuk Shigure*)
Akira ngehapus air matanya trus narik ingus. Sruuuuttt…
"Hn~ Shigure nggak bangun-bangun juga sih~"
"Lah, namanya juga pingsan. Sumpah, tadi beneran deh sakit banget."
"Katanya Yukina, kau mati~"
Shigure langsung melototin Yukina. "Kok jahat banget, sih?!"
"Maap, bang." Yukina malah mengangkat jarinya membentuk huruf 'V' dengan muka innocent.
"Siapa yang bawa aku ke sini?" tanya Shigure pada gadis berambut kelam yang malah asik ngaca di depan kotak obat.
"Akira."
"Sendirian?"
"Iya lah. 'kan cowok. Masa aku yang ngangkat, enak aja."
Shigure langsung sweatdrop melihat tingkah laku Yukina yang kelewat cuek. Dalam hati, Yukina bersorak gembira, 'Yeah! Rencanaku berhasil! Misi sukses!'
.
"Akira, kau ngangkat akunya gimana?" Shigure penasaran bagaimana cowok kecil itu ngegotong dirinya.
Akira mendekati Shigure dan memeluk cowok itu. "Hei, hei. Jangan peluk aku, bodoh!"
"Diam dulu." Lalu, Akira mengangkat tubuh Shigure dengan mudah. "Tadi aku bawanya gini."
Muka Shigure memerah. Wajah mereka memang terlalu dekat. Melihat perubahan raut wajah Shigure, Akira langsung menurunkan Shigure lagi. Ia jadi ikutan malu.
Shigure menjitak kepala Akira.
"Aduh! Kok aku dipukul sih?!"
"Kenapa menggendongku seperti itu, bodoh?! Memalukan!"
"Maaf. Yang terpikirkan hanya cara itu." Akira tidak berani menatap Shigure. Jadi, ia hanya menunduk.
"Kau 'kan bisa memapahku, Akiraaaa…."
Akira langsung mendongak. Wajahnya terlihat cerah.
"Oh, iya, ya, aku lupaa~"
Urat kekesalan Shigure bertambah. "Hadooohhh…. Akiraaaaa!"
.
.
.
.
Sang Pangeran terkulai lemas tak berdaya
Napasnya terengah-engah, tidak teratur
Terlalu banyak berlari, terlalu banyak pikiran
Anak lelaki kecil itu memandangnya khawatir
Ia berusaha membopong sang Pangeran
Membawanya susah payah, sekuat tenaga
Sang Pangeran hanya bisa menatap pemuda itu
"Arigatou…"
.
.
.
.
#Note Note Author#
.
Heran deh, saya kok nggak bisa bikin ini cerita jadi sedikit lebih panjang... ==a
Nee, domo arigatou, readers~ terutama Kujyou Riska chiie haloho~ X,3 Tadinya saya pikir nggak bakal ada yang baca fict ini sebelum buka e-mail dan ngeliat review darimu... Arigatou~ /deep bow/
.
.
Seperti biasa, ada yang minat meninggalkan jejak di kotak di bawah ini? :3
