Hueeee chap 3 is update... Yeiiiiiiii *nari2 gaje sambil bawa-bawa pom-pom*. Minna dichapter ini masalah Sasuke akan terungkap. Sasuke itu kabur dari rumah karena...baca ajah sendiri dweh. Haha... hm,btw thanks eah yang udah ripyu chapter kemaren.

::^^::HAPPY READING::^^::

DECLAIMER : NARUTO HANYA MILIK MASASHI KISHIMOTO –SAMA... ^^

PAIRING: SasuHina

Warning: OOC, Gaje,idenya mungkin pasaran, alur berantakan,typo dimana-mana,bahasa yang kurang baku,jelek,dan kekurangan-kekurangan lain.

Sejenak aku berfikir, apakah aku ini memang sudah tidak dibutuhkan? Aku pergi pun tidak ada yang berusaha mencariku. Apakah Tou-san benar-benar marah karena kejadian itu?

Chapter 3

Flashback

NORMAL'S POV

"Apa? Kau dikeluarkan dari sekolah karena berkelahi? Ya ampun Sasuke... Kau sungguh mempermalukanku. Kau sungguh anak yang kurang ajar" Hardik Fugaku, ayah Sasuke.

BUGH

Fugaku memukul pipi Sasuke. Darah mengalir dari sudut bibir Sasuke.

"Tou-san sudahlah...Sasuke kan masih kecil, emosinya masih labil!" Bela Mikoto, ibu Sasuke.

"Tapi dia sungguh membuatku malu. Tidak bisakah dia bersikap seperti Itachi? Itachi tak pernah membuat onar, dia selalu membanggakan orang tua. Tidak seperti kau Sasuke...!"

"ARGGGGGGGGGGHHHHHHHH... Itachi... Itachiii... dan Itachiiii... Aku sudah bosan mendengarnya. Lagi-lagi dia, kalian tak pernah menganggapku ada. Lalu kau fikir aku ini apa? Patung ha? Sudahlah, aku pergi!" Balas Sasuke, sengit. Sasuke pun berbalik pergi ke kamarnya untuk mengemasi barang-barangnya.

"Pergi saja sana... Aku tak peduli. Dasar anak durhaka" teriak Fugaku.

"Tou-san...!" kali ini Itachi bersuara. " Seharusnya Tou-san tidak berbicara seperti itu. Lihat kan Sasuke jadi semakin benci denganku?" ungkap Itachi.

" Sudahlah biarkan saja dia seperti itu. Kalo tidak begini kapan dia akan dewasa? Biarkan dia pergi. Aku tak peduli." Ucap Fugaku kemudian berlalu.

Mikoto yang melihat suaminya bertindak seperti itu kepada Sasuke pun mulai bicara. Ia menangis. "Fugaku, jangan begitu. Kan kasihan Sasuke, dia masih kecil!" Bujuk Mikoto sambil mengeluarkan jurus pussy eyes *?*.

"Sudahlah Mikoto jurusmu itu tidak akan mempan, aku tidak akan merubah perkataanku. Lagi pula sampai kapan kau akan memanjakan Sasuke? Sampai kapan kau akan menganggapnya anak kecil lagi ha?" Ucap Fugaku. Mikotopun terdiam,tak lama kemudian terdengar suara keras dari arah kamar Sasuke.

BRAKKKKKKKKKK

Sasuke membanting pintu kamar yang tak berdosa itu dengan keras.

"Aku pergi, Kaa-san jaga dirimu baik-baik" Kata Sasuke sambil mengecup kening ibunya kemudian berlalu.

END'S OF FLASHBACK

Setelah mengingat kejadian itu, mata Sasuke terpejam dan ia pun mulai masuk ke alam bawah sadarnya.

.

.

.

.

Jam telah menunjukkan pukul 20.00, sang Uchihapun telah bangkit dari peraduannya *?*. Ia pun segera mandi lalu pergi ke tempat janjiannya dengan Naruto. Setelah selesai mandi, bungsu Uchiha itu pun mengenakan kaos putih polos, Jumper berwarna hitam, dan celana jeans berwarna hitam pula. Tak lupa ia kenakan sepatu Hitam sneakers miliknya. Sesaat ia tersenyum memandangi pantulan dirinya di depan cermin.

" Kau sungguh tampan Sasuke, Tak heran para gadis menyukaimu." Ucapnya narsis.

Setelah siap, ia pun mengambil handphone flip kesayangannya yang ia taruh di meja dekat tempat tidurnya. Tangannya tampak sedang menekan-nekan angka di handphonenya yang kemudian membentuk suatu nomor telepon milik sahabatnya itu. Setelah itu ia tekan tombol hijau di handphonenya yang berarti memanggil. Setelah diangkat Sasuke pun langsung berbicara to the point. Entah karena takut pulsa habis atau memang ia irit kata, atau apalah, eira gak tahu.

" Hei dobe, kau sudah siap? Tanya Sasuke kepada seseorang diseberang sana yang diketahui bernama Naruto.

"yoha,teme. Aku sedang dalam perjalanan." Ucap si Naruto yang hanya dibalas dengan "hn" oleh Sasuke dang kemudian telepon pun ditutup.

Sasuke pun berangkat menuju tempat janjian mereka.

Sesampainya disana...

"Teme, kau lama." Ucap Naruto sambil memasang muka sebal.

"ck, aku tepat waktu kok. Kau saja yang kesini terlalu awal." Balas Sasuke. " Hn, mana mereka?" Tanya Sasuke kepada sahabatnya itu.

"Gak tahu, dari tadi mereka lum nongol juga. Mungkin mereka takut." Ucap Naruto meremehkan.

"Hei, rambut pirang. Siapa yang takut ha?" Terdengar suara laki-laki berambut ungu muda (bener ga sih?). Yang diketahui bernama Sakon,

"Jangan sembarangan bicara ya kau." Lanjut saudara kembarnya Sakon, yaitu Ukon.

"Keh, kalian hanya berdua? Mana teman-temanmu?" Kata Sasuke.

"Cih, jangan remehkan kami ya. Meski kami hanya berdua tapi kami ini kuat." Balas Ukon tak terima diremehkan oleh Sasuke.

"Lagi pula kami tak hanya berdua, masi ada dua orang lagi yang akan menemani kami." Lanjut Sakon.

Brmmmmm...

Brmmmmm...

Terdengar suara sepeda motor mendekat, rupanya itu teman-teman Sakon dan Ukon. Ynag di rambut merah bernama juugo dan yang rambut perak bernama Kabuto.

"Maaf telat." Ucap Kabuto sambil membenahi letak kacamata nya.

"Oke, langsung saja. Kita mulai pertarungannya." Naruto pun akhirnya angkat bicara.

"Hn, tunggu dulu Dobe. Kita tagih dulu janji mereka. Hn, kalian bawa uangnya kan?" Tanya Sasuke.

"Cih, tentu saja kami bawa. Kami kan bukan pengecut." Jawab Kabuto. "Tapiii... Apakah kalian sudah dengan konsekuensinya apabila kalian kalah? Kalian harus bergabung dengan geng Taka ini. Kalian mengerti kan?" Tanya Kabuto balik sambil menyeringai. Memang geng Taka dari OJHS (Otto Junior Highschool) yang diketuai oleh Sasori itu sangat menginginkan Sasuke. Mereka kagum dengan kekuatan dan kecerdasan Sasuke dalam bertarung. Oleh karena itu mereka akan melakukan apa saja supaya Sasuke mau bergabung dengan mereka.

"Hn, itu mudah." Jawab Sasuke menyanggupi.

"S-sas, kau yakin dengan keputusanmu?" Tanya Naruto.

" Tentu saja. Nah sekarang ayo kita mulai." Ucap Sasuke sambil menyeringai. Nampaknya Sasuke tengah haus akan pertarungan.

Bugh...

Brak...

Duagh

Mereka saling memukul, meski kurang adil karena empat lawan dua namun Sasuke berhasil mengatasinya dengan baik. Begitupula Naruto, Ia terus menyerang Sakon dan Ukon dengan serangan ber tubi-tubi. Satu jam kemudian, kemenangan sudah diketahui.

"Bagaimana? Kalian menyerah ?" Kata sasuke sambil memelintir tangan Kabuto.

"A..Ahhhh. Ka-kami menyerah...Juugo berikan uangnya pada mereka." Kata Kabuto terbata-bata karena ia tengah merasakan sakit dibagian tangannya. Sementara itu Sakon,Ukon sudah tepar duluan. Sementara juugo ia sudah babak belur namun ia masih bertahan.

"Hosh...hosh... Tunggu dulu Kabuto aku masih bertahan. Aku ma-masih belum menyerah." Kata juugo.

"Cih..." Naruto meludahkan darah yang mengalir di sudut bibirnya. " Ka-kau keras kepala juga ya... Hiaaaatttttt" Kata Naruto sambil berlari untung memukul Juugo. Tetapi Juugo bisa menghindarinya. Dan pertarunganpun berlanjut antara Juugo VS Naruto. Sasuke hanya menonton tanpa ada niat untuk membantu temannya itu. Dan seouuh menit kemudian akhirnya Juugo tepar juga.

Dan merekapun pulang dengan membawa uang satu juta yen, yang akan mereka bagi rata.

Di Flat Sasuke...

"Pertarungan yang mengasyikkan ya Teme? Lain kali kalo ada yang menantangmu ajak aku ya. Hehe" Kata Naruto crengengesan. Mereka memang sudah biasa bertarung seperti itu. Bahaya memang, tapi itulah hobi mereka. Jadi, why not?

"Hn, sebaiknya urus saja lukamu itu Dobe." Kata Sasuke sambil meminum air yang ia ambil dari kulkas.

"Oke..." Jawab Naruto. Malam ini pun mereka bisa tidur dengan mengulas senyum kemenangan mereka.

.

.
.

.

.

.

Siang itu udara sangat sejuk, matahari bersinar dengan terik. Musim semi telah datang sejak seminggu yang lalu. Tahun ini musim semi nampaknya datang lebih awal. Biasanya musim semi datang pada pertengahan bulan Maret tapi kali ini ia datang pada awal bulan Maret. Para penduduk kota Konoha pun sudah beraktivitas seperti sedia kala. Begitu pula gadis cantik berambut indigo dan bermata lavender itu. Ia tampak sedang bebelanja di super market terdekat yang bernama "Konoha market". Ia tampak sedang memilih milih barang yang akan ia beli. Tak jarang ia bergumam manakala ia mengecek barang yang harus ia beli.

"Hm, Mie instan sudah,Kare sudah, Sabun sudah, bla bla bla" begitulah gumaman sang gadis Hyuuga itu.

"Ah iya aku lupa membeli daging. Sebaiknya cepat, supaya tidak kehabisan." Ungkap Hinata sambil berlalu menuju tempat daging-daging berada.

Ditempat yang sama Sasuke pun sedang berbelanja untuk keperluannya. Wajahnya nampak penuh dengan luka. Namun ia cuek saja ketika banyak pelanggan super market itu yang melihatnya dengan tatapan bertanya-tanya.

"Ah iya aku lupa membeli daging." Kata Sasuke sambil berlalu.

Sesampainya disana...

"Ah tinggal satu." Ucap Hinata sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil daging yang tinggal satu itu. Tapi kemudian ada tangan yang cukup besar yang mengambil daging itu duluan. Tangan itu adalah milik Sasuke, Hinata yang menyadari ada ornag yang menyerobot mangsanya *?* itu langsung berbalk badan untuk melihat orang yang berani-beraninya mengambil mangsanya.

"Hei kau... Itu punya-..." Ucapan Hinata terpotong ketika melihat siapa yang mengambil mangsanya itu.

'Dia kannn... Cowok yang di kereta kemarin...Kenapa harus ketemu lagi sih...?' Batin Hinata merutuk.

"Hn, rupanya yang kemarin ya. Kenapa bengong? Kau terpesona olehku ya cewek aneh?" Kata Sasuke sambil tersenyum meremehkan. Hinata semakin jengkel dibuatnya, Ia pun akhirnya angkat bicara.

"Me-memangnya siapa y-yang terpesona olehmu ha? A-aku tidak terpesona." Ucap Hinata, muncul semburat merah tipis di pipinya.

"Oh, begitu. Hm kau menginginkan daging ini ya? Maaf saja ya aku sudah mengambilnya duluan." Kata Sasuke.

"Ta-tapi kan aku dulu yang melihatnya." Balas Hinata tak terima.

"Tapi aku duluan yang ngambil." Balas Sasuke lagi. Mereka pun masih terus ribut gara-gara daging. Sampai-sampai mereka jadi pusat perhatian disana.

"Hah, cu-cukup. Aku mengalah, Kau ambil saja daging itu anak kecil." Ejek Hinata.

"Ck, apa kau bilang? Anak kecil? Memangnya berapa umurmu ha?" Teriak Sasuke sebal.

"Loh bukankah kamu masih SMP? Kemarin di kereta kau memakai seragam KJHS kan? U-umurku enam belas. Me-memang kenapa?" Kata Hinata.

"Hah cuma beda dua tahun juga. Dasar cewek Aneh." Ejek Sasuke sebelum berlalu menuju meja Kasir.

"Argghhh, Dasar cowok nyebelinnnn" Ucap Hinata setengah berteriak, ia nampak sebal sekali pada Sasuke. Hinata pun pergi untuk mencari barang lain yang mungkin ia lupa beli. Beberapa menit kemudian Hinata pergi menuju kasir. Ia letakkan keranjang belanjanya didepan meja kasir. Kemudian embak-embak petugas kasir itu menghitungnya.

"Semuanya lima ratus ribu yen" Kata mbak penjaga kasir.

"A-APA?

To be continued

Yeiiii, semesteran telah usaiiiii... Eira bebassssss...Huaah, Kali ini panjang banget ea nih fic... eh iyah musim semi itu bulan apa ea? Haha eira ngarang tuh. Eira ga tau musim semi itu kapan. Hehe gpp kan? Hmmmm fic ini pantes dilanjut gak ? Kalo memang fic ini gak pantes dilanjut ea, gak akan eira lanjut kog, beneran... And thanks ea yang udah mau ripyu . Akhir kata Keep or delete?