The Rule's of Angel and Demon
A PANDORA HEARTS FANFICTION
Written by Hatsune juLie Michaelis
Disclaimer : Jun Mochizuki kan?
Pair : OLice, VinceAda slight ElliDa and ElliCho, BreaSha, JackAlyss.
Warning : OOC, aneh, AU, gaje. DON'T LIKE, DON'T READ!
Rule 3 : Penalization for breaking of the rule of there were 3, that is : Isolated to Human world, erased their memories, or die.
~ Eida POV ~
Aku berjalan sambil setengah diseret oleh Vincent Nightray, berpura-pura tidak menyadari bahwa ketakutan mulai menyelimutiku.
"Lho? Lho? Libur begini masih ada yang ke pengadilan ya?" Tanya seseorang dari belakang kami, aku dan Vincent. Membuat kami, setidaknya aku, kaget dan nyaris lari.
"Apa yang sedang anda lakukan disini, malaikat Xerxes?" Tanya Vincent dengan ketenangan yang luar biasa. Tentu saja, kan bukan dia yang menjalani pengadilan.
Sebenarnya, malaikat pun diijinkan pergi ke dunia bawah asal mendapatkan ijin langsung dari kedua dewa.
"Aku dipanggil di tengah-tengah liburan untuk berada di pengadilan," jawab Xerxes Break, pria berambut perak yang memiliki satu mata, dan bertampang jahil.
"Jadi kau jurinya?" Tanya Vincent lagi.
Bukannya menjawab, Break malah bermain dengan boneka di bahunya yang dia panggil Emily.
"Kuanggap itu jawaban 'iya'," kata Vincent.
"Sebagai informasi untukmu, Vincent Nightray, kau sendiri juga sedang dalam proses pengadilan lho," kata Break.
"Aku tahu," jawab Vincent ketus.
"Dan lagi, salah seorang dari jurinya nanti ada yang tajam pengamatannya lho," tambah Break.
"Seperti kau tidak saja," sindir Vincent.
Dan membuatku makin bingung kemana arah pembicaraan ini.
"Haha, aku hanya memberi saran saja supaya kau berhati-hati!" kata Break. "dan asal kau tahu, Cuma orang buta yang tidak menyadari 'itu'."
Vincent sedikit cemberut mendengarnya, tapi kemudian pandangan kedua orang itu, Break dan Vincent, terarah ke arahku. Apa ada yang salah? Oh tentu saja aku bersalah, kalau aku tidak bersalah, aku pasti tidak dibawa ke pengadilan.
"Sudahlah. Aku dan juri yang lain menunggumu dan gadis, maksudku iblis, manis ini di ruang sidang," kata Break ceria dan menghilang dari hadapan kami.
"Jadi, ayo kita juga bergegas ke sana," kata Vincent, kembali menyeretku
Kami kembali berjalan, terus berjalan melewati dunia yang selalu gelap ini. Menapaki jalanan berbatu yang mengarah langsung dan tepat menuju bangunan megah dan besar yang berfungsi sebagai pengadilan.
Sebenarnya, hukuman bagi pelanggar peraturan Cuma 3, yaitu diasingkan ke dunia manusia, dihapus ingatannya, atau mati. Dan kemungkinan terbesar bagiku adalah penghapusan ingatan.
"Krieet,.." tanpa kusadari, kami telah sampai di pengadilan, dan kini Vincent sedang membuka pintunya.
~ Normal POV ~
Eida dan Vincent kini berdiri di tengah hall yang luas, berdiri di hadapan para juri yang duduk mengelilingi mereka di atas sana.
Juri dari dunia malaikat ada dua, yaitu Xerxes Break dan Sharon Rainsworth. Sedangkan dari dunia iblis ada Rufus Barma dan Miranda Barma. Keseluruhan ada 6 orang juri karena ada dua juri lain yang tidak jelas jenis dan wajahnya karena tertutup jubah.
"Terima kasih telah mengantarkan Iblis Eida sampai kemari, Iblis Vincent, sekarang anda diijinkan meninggalkan tempat ini, dan menunggu diluar," kata Rufus Barma.
Vincent membungkuk hormat sebelum meninggalkan Eida di tempat itu, sendirian menghadapi persidangan.
"Yang mulia Lacie, apakah pengadilan ini perlu dilakukan?" Tanya Sharon, sambil memandang Eida, bagaimanapun dia memiliki perasaan kasihan.
Juri yang memakai jubah berwarna putih menjawab, "Pengadilan dilaksanakan untuk menghormati hak terdakwa, malaikat Sharon."
Dan Sharon tak membantah lagi.
"Bagaimana kalau kita mulai saja agar lebih cepat berakhir?" kata juri yang memakai jubah hitam dengan nada memerintah dan bukan nada bertanya.
"Keputusan bijak, Yang mulia Glen," kata Miranda sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, akan saya mulai," kata Break berdiri. "Iblis Eida, anda pasti tahu kenapa anda berada disini kan?"
"Tidak, saya tidak tahu," jawab Eida tegas.
Tak menggubris, Break melanjutkan kata-katanya, "Kau ada disini, saat ini karena didakwa melanggar aturan pertama dalam buku 'peraturan malaikat dan iblis'.
"Dan hukumanmu sudah ditentukan, yaitu semua ingatanmu akan dihapus."
"APA? SEMUA?" seru Eida tak percaya. "Tentang kakak, Alice,… SEMUANYA?"
"Ya, semuanya," kata Glen dingin dan tiba-tiba sudah berdiri di depan Eida, membuatnya kaget dan refleks mundur ke belakang. Disentuhkannya telunjuknya ke dahi Eida dan Eida pun pingsan. "Sidang ditutup."
Glen dan Lacie langsung menghilang setelah sidang selesai.
"Panggil Iblis Vincent untuk membawa Iblis kecil ini pulang!" kata Miranda Barma.
Kemudian, semua juri kecuali Sharon pergi meninggalkan ruangan.
~ Rule's ~
Vincent duduk di kursi disamping kasur yang ditempati Eida di rumahnya. Pikirannya berkelana ke kejadian saat dia menjemput Eida, ketika dia bertemu Sharon yang menasihatinya sesuatu.
"Jagalah dia baik-baik, mungkin saja peraturan ketiga yang membahagiakan, yang dibuang ke dunia manusia, menghampiri kalian berdua," kata Sharon waktu itu.
"Kau juga, semoga kau dan si Xerxes itu bisa bahagia," kata Vincent menimpali.
Reaksi Sharon adalah tertawa. "Aku dan kak Xarks tidak ada apa-apa, buktinya, kami belum dipanggil ke pengadilan kan?"
Vincent tersenyum. "Tapi, gossip bahwa Malaikat Xerxes dan Malaikat Sharon akan dibawa ke pengadilan sudah terdengar hingga dunia bawah lho."
"Ya, kalaupun memang begitu, kami tinggal menjalaninya," kata Sharon sambil tersenyum pasrah. "Yang penting sekarang adalah dirimu dan si kecil ini. Begini-begini, Alice dulu itu sahabat lamaku dan anak ini adik iparnya Alice."
"Terima kasih atas nasihat dan perhatianmu."
"Kalau begitu, sekarang bawa dia pulang dan jaga dia baik-baik. Buat dia jatuh cinta padamu!"
Vincent tertawa singkat sebagai jawaban, kemudian membawa Eida ke tempat tinggalnya. Tidak mungkin kan Vincent membiarkan Eida yang tinggal sendirian dan kini tak ingat apa-apa begitu saja? Apa lagi teman-teman Eida yang lain masih menjalani liburan dan baru kembali 3 hari lagi.
"Ng?" gumam Eida yang baru membuka matanya. "Ini dimana?"
"Ini di rumahku," jawab Vincent.
"Kau siapa?" Tanya Eida lagi. "Dan aku siapa?"
"Kau, namamu Eida Vessalius. Dan aku, namaku Vincent Nightray. Mulai sekarang hingga 3 hari ke depan, aku yang akan menjagamu, mengajarimu semua yang tidak kau ketahui," jawab Vincent.
"Dan membuatmu jatuh cinta padaku," tambah Vincent dalam hati.
O W A R I
VinceAda nih…
Berarti chapter depan BreaSha. Bagi yang nungguin kemunculan kak Xarks, chapter depan lho,…
Dan bagi yang kepingin tetap ngotot melihat kemunculan kak Xarks, di RnR donk!
Thanks For read ya, hope you like itu.
Hatsune juLie Michaelis
