CHAPTER 3: PART 11-15

AUTHOR: TERIMA KASIH ATAS REVIEWNYA! INI BALASANNYA:

-Frontier: GOKIL? MAKASIH. TAICHI EMANG DARI SONONYA UDAH SARAP KOK… *DIGEBUK FANSNYA TAICHI* TERIMA KASIH ATAS REVIEWNYA!

-RikoCV: BAIKLAH. DI SINI PERAN TAKUYA AKAN LEBIH BANYAK DARI BIASANYA. CUMA MEMBERITAHU AJA, SIH… TAPI ANDA BELUM MEMBERITAHU PART FAVORIT ANDA. TERIMA KASIH ATAS REVIEWNYA.

PART 11: BINTANG JATUH.

Takuya, Izumi, Kouji, dan Kouichi sedang memperhatikan bintang-bintang yang ada di langit menggunakan teropong.

"HAHAHAHAHAHA! Teropong kalian semuanya kuno! Teropongku, sih, bisa dibawa kemana-mana dan bisa dipakai seperti kacamata! HUAHAHAHAHAHAHAHA!" Takuya memamer-mamerkan teropong gajenya itu kepada teman-temannya.

Temen-temennya diem aja. Masih sibuk sama bintang.

Tiba-tiba, Takuya tereak-tereak, "Hoi! Ada bintang jatuh noh!"

Hening.

Masih hening.

"Elu tuh yang jatuh!" kata Kouji dan Kouichi bersamaan.

PART 12: KEPELESET AJAIB.

Masaru datang dengan wajah kusut. Saking kusutnya Yoshino dan Touma sampe udah nyiapin seterika buat nyetrika wajah Masaru yang kusutnya itu.

"Eh, lo nape, sob? Kok muka lu kusut gitu, sih? Mau kusetrikain?" Tanya Touma.

"Gak usah…"

"Memangnya ada apa, sih? Gratis, kok. Disetrika sampe rapi dan harum gak usah bayar!" Kata Yoshino.

"Bukan.. Gini.. Ceritanya Chika kan lagi maen bola, terus bolanya jatuh di sampingku. Aku yang saat itu lagi berbaring di sofa besar baruku itu mau ngambilin, tapi kepeleset terus gua gak sengaja cium sapu ibu gue yang lagi nyapu!" Jelas Masaru.

Mereka pun terdiam.

PART 13: GOOGLE BARU.

Taiki, Nene, dan Kiriha saat itu sedang kumpul-kumpul.

"Eh, bung! Google lo tuh bagus, ye. Tahan lama! Lo beli di mana, sih?" Tanya Kiriha.

"Oooh… Gue beli sama pedagang jalanan… Kenapa?" Tanya Taiki.

"Anterin, dong! Gua mau beli! Eh, pedagang itu jual Topi Kecoa, gak?" Tanya Kiriha.

"Oooo… Jual, kok…"

"Thanks, ya, nanti kutraktir elo makan siang, deh!" Kata Kiriha.

"Eh, lo beli topi kecoa tuh buat apa?" Tanya Nene penasaran.

"Buat hadiah ulang tahun elo minggu depan." Kata Kiriha.

"…. Lo ngejek gua, yah?" kata Nene.

"Taiki, Google dan topi kecoa tuh berapa harganya, ya?" Tanya Kiriha.

"Ooo, itu tergantung mood penjualnya. Kalo moodnya baik, harganya naik 30%, kalo moodnya jelek, harganya turun 30%..." jawab Taiki.

"Oooo… Gitu, yah… Kalo moodnya lagi jelek kasitau gue, yach!" Kata Kiriha.

"Jangan! Lebih untung kalau kita beli waktu moodnya jelek!" Kata Taiki.

Nene pun berpikir apakah salah satu dari mereka salah teks di saat akhir pembicaraan.

CATATAN: TAK ADA YANG SALAH TEKS DIANTARA MEREKA BERDUA!

PART 14: AC DAN ES BATU.

Jen Lee saat itu sedang kepanasan di kamarnya.

Tiba-tiba, Takato datang.

"Jen, mana Terriermon?" Tanya Takato.

"Dia lagi mandi." Jawab Jen Lee.

Hening…

"Eh, panas banget, ya. Nyalain AC, yuk!" Ajak Jen Lee.

"Okelah."

"Lu nyalain, dong. Tuh remote-nya ada di samping lo." Pinta Jen Lee.

Takato pun menyalakan AC, dan makin lama malah makin panas.

"Woi, Takato! Siniin gih, remote-nya!"

Takato pun memberikan remote AC pada Jen Lee.

"Alamak! Kenapa lu setel panes-panes?" Jen Lee pun mengatur AC-nya.

"Gua ambil es batu dulu, ya. Lu mau juga, Takato?" Tawar Jen Lee.

"Boleh, deh. Ambilin gua segelas es batu, yang dingin, ya! Jangan yang panas!" Kata Takato.

"Gue juga segelas es batu.. Yang dingin, ya!" Kata Terriermon yang baru saja selesai mandi.

Jen Lee pun memeluk Terriermon dan berpikir kenapa Terriermon goblok sekali.

PART 15: BUAH.

Takuya sedang kepingin makan mangga, tapi lagi bokek. Dia pun mengendap-ngendap ke kamar Shinya secara diam-diam untuk mencuri uang tabungan Shinya.

Akhirnya, terkumpullah uang untuk membeli mangga itu.

Di toko buah…

"Mbak, beli mangga sekilo." Kata Takuya.

"Silahkan lewat.." Jawab si Mbak.

"Loh?"

"Lha, kan adek bilang monggo toh? Ya ini mbak minggir."

"Mbaaaaaakk… Saaaaayaaaaaaaaaa… Maaaauuuuu… Beeeliiii… Maaanggaaaaa… Seeeekiiiilooooo…" Kata Takuya pelan-pelan.

"Oooh, mau numpang makan? Maaf ya, nak, tapi si Mbak juga kekurangan makan…" Jawab si Mbak.

"Aduuuh, si Mbak ini pie, toh? Saya tuh mau beli mangga jualan si Mbak sekiloooo!' Teriak Takuya.

"Aduh, maaf ya, nak. Adek ndak bisa tinggal di sini. Kenapa adek minggat?" Tanya si Mbak.

Takuya pun terdiam seribu bahasa.

AUTHOR: REVIEW, YA! TERIMAKASIH! JANGAN LUPA BERITAHU PART FAVORIT ANDA!

-TBC-