The Chronicles of Master Taijutsu
Naruto : Masashi Kishimoto
Author : yusufnur321
Summary : Di kecil karena ia mempunyai Chakra sedikit sekali dan tidak berbakat dalam Ninjutsu, membuat ia muak dan berlatih dengan keras untuk membuktikan ke pada mereka..
Warning : StrongNaru, TaijutsuNaru, Typo...Dll
Pair : Naru x ( pasti nanti datang sendiri)
Pagi 05.49
Konohagakure. Sebuah Desa dari salah satu Desa paling tersubur dari Lima Desa Shinobi Elemental bahkan Desa yang terkuat setelah Kumogakure. Tidak lupa beberapa Ninja-Ninja nya terkenal dan bahkan di takuti karena kemampuannya, contoh Ninja yang paling terkenal dan di takuti dari Konoha adalah yang bergelar ' Tiga Legend Sannin', Orochimaru, Tsunade Senju, Jiraya.
Terlihat se-ekor Burung sedang berkicau di atas ranting salah satu Pohon yang tidak jauh dari Sebuah Apartemen, membuat beberapa Warga Konoha bangun dari tidurnya. Termasuk sosok bocah berumur Tiga Belas Tahun yang berpakaian kaos berwarna Putih garis-garis. Berambut Hitam Jabrik, atau kita kenal tokoh Utama dalam Fic ini. Naruto, yang saat ini sedang mengumpulkan Nyawa nya di atas Kasurnya yang berukuran Pas-pasan itu.
"Uughhh" Menggeliat meregangkan Otot-Otot nya yang kaku dan mendesah saat Otot-Ototnya tidak kaku lagi yang mengakibatkan rasa nyaman. Mengucek-ucek Matanya dengan punggung tangan Kanan, Naruto mencoba memperjelas penglihatannya kembali dan beberapa kalai mengerjapkan Matanya. ' Ugh. Latihan Kemarin berat juga.' Batin Naruto turun dari atas Kasur Tidurnya dengan melakukan Gerakan-gerakan kecil.
"Hahh..!" Menghela nafas dan menengok ke arah tempat Jam weker yang memperlihatkan Jarum pendeknya ke arah angka Lima. Masih sempat. Pikir Naruto.
Berjalan ke arah Meja berlaci yang berada di Kamarnya. Dan membuka laci itu seraya tangan berkulit tan nya mengambil sebuah kaos hitam berjaring-jaring dan Satu lembar Kertas yang terdapat Tulisan Kanji 100 Kg.
Sebuah Segel pemberat dan Kaos pemberat 200 Kg untuk latihannya, pemberian Jiraya yang baru kemarin datang ke padanya melalui se-ekor Katak kecil berkulit Merah Gelap yang katanya hadiah karena telah menjaga Naruko selama ini. Walau sebenarnya dirinya menjaga Naruko atas sebagai teman Mungkin. Tapi dirinya tidak ambil pusing tentang hal kertas kecil terdapat tulisan berupa Pesan dari Jiraya yang belum ia baca yang waktu itu terselip dengan lembar pemberat itu berupa sebuah Pesan,
"Aku beritahu bocah, cara menggunakannya. Pertama. Kau tulis kembali di kedua pergelangan Kaki dan Tanganmu dengan Tinta, sama seperti Nomor(Kanji) di lembaran Kertas itu, ingat harus sama persis dengan di Kertas itu. Soal Kaos itu, kau tinggal memakainya secara Otomatis pemberatnya akan Aktif.
Untuk melepaskan berat pemberatnya yang di lembaran Kertas itu, kau tinggal Handseal Tiger otomatis pemberatnya hilang/lepas dan juga sama dengan di Kaos itu. Dan kalau mau meng-Aktifkan kembali pemberatnya, tinggal mengoleskan Darahmu sedikit di tengah-tengah bertulisan Nomor itu dan di tempat kau tempelkan. Kau mengerti!".
Tanpa banyak waktu Naruto memasang pemberat itu dengan cara di Pesan Kertas itu.
"Ber-rat, juga." Ujar Naruto gagap setelah menulis dan meng-Aktifkan pemberat di kedua pergelangan Kaki dan Tangannya. Dengan berat masing-masing 100Kg. Sebelum melepaskan Bajunya, yang saat ini bertelanjang dada dekat Meja berlaci itu.
Dengan berusaha Naruto menggerakan tangannya menggapai Kaos berjaring-jaring itu yang di atas Meja. Setelah memakai Kaos itu, walau butuh beberapa waktu. Bagaimana tidak membutuhkan waktu, kalau di tubuhmu ada pemberat 400Kg. Menggigit jari telunjuknya yang mengeluarkan Darah. Menghela nafas panjang mempersiapkan tubuhnya untuk pemberat 200Kg yang akan ia rasakan.
Dan mengoleskan Darahnya di tengah Angka Nomor 200 yang berada di Kaos di pakainya. Di samping dadanya..yang berukuran kecil.
DUGK! KRAKK!
Naruto Berlutut dengan kedua Tangannya menyangga agar tubuhnya tidak jatuh terlentang dengan Mata membulat merasakan berat di bawa nya bertambah, 'Ugh..kalau seperti ini, bagaimana bergeraknya!' Menengok ke bawah melihat lantai yang di pijakannya retak. "Cih. Aku tidak akan menyerah karena hal sepele seperti ini.'
Dengan susah Payah berjalan ke arah Pintu keluar dan membuka pintu itu seraya dirinya, melangkah ke depan dan kembali menutup Pintu apartemennya. Lalu menggerakan kepalanya ke sebuah Pintu apartemen di samping apartemennya, lalu berjalan ke arah pagar pembatas Bangunan Apartemen yang di tempatinya. Membuang nafas dengan kasar, menyiapkan diri . Secara dramatis dirnya melihat ke bawah sebentar, menelan ludah dan..
.
.
.
Meloncat turun membuat rambutnya berkibar.
'Ooohh..shit!' Umpat Naruto. Karena sebentar lagi menapakan kakinya di permukaan jalan setapak dan itu pasti sakit, pikir Naruto.
Tap! BRAK!
"Ugh!" Naruto mendarat dengan tidak mulus di jalan setapak dekat bangunan Apartemennya yang berada di lantai Dua, terlihat tanah pijakannya ambles retak. Kalau saja Orang-Orang sudah pada bangun, mungkin ia menjadi perhatian tapi untung para Warga rata-rata belum bangun dari tidurnya terbukti saat Iris Hitamnya memandang sekitar yang masih sedikit gelap remang-remang, yang tidak menemukan Warga yang berlalu lalang.
Menggerakan Kakinya berjalan di tempat. Untuk menyesuaikan berat yang ada di badannya. Setelah berusaha berdiri tegak. Dan detik berikutnya dirinya memulai latihan Paginya. Dengan awalan berlari mengelilingi Konoha dengan target sekarang Lima Puluh putaran mengelilingi Konoha dengan kecepatan yang ia punya.
Sekarang latihannya berbeda, biasanya dirinya berlari Seratus putaran mengelilingi Konoha setiap Pagi. Tapi sekarang dirinya menargetkan Lima puluh putaran kalau ia bisa. Dan Mungkin nanti, Push Up, Back Up dan Sit Up akan dirinya kurangi.
•
Satu Jam kemudian dengan Nafas tidak beraturan, keringat bercucuran dengan seluruh badannya bergetar hebat. 'Hanya seginikah, yang aku bisa.' Batin Naruto dengan terlentang di tengah jalan, jangan lupa dadanya naik turun sangat cepat saat menghirup Oksigen ke Paru-Parunya. Setelah berusaha..dirinya berlalari mengelilingi Konoha Dua puluh Kali dengan kecepatan Maksimal.
•
Naruto saat ini berada di dalam Hutan tempat waktu dirinya berlatih bersama Jiraya. Tentu, setelah menenangkan badannya yang lemas seketika pada saat itu. Karena setelah berlari mengelilingi Konoha yang ia bisa Dua puluh putaran saja. Saat itu ada rasa bangga di dalam dirinya. Dan dirinya berani bertaruh, kalau Naruko melihat latihannya seperti ini. Pasti akan heboh menceramah dirinya dengan mencak-mencak. Entah kenapa alasannya dirinya tidak tau.
Tanpa berniat berdiam sejenak, saat Tiba di tempat ia dan Jiraya berlatih waktu itu. Naruto melanjutkan Latihannya dengan Push Up 100×, Sit Up 100×, Back Up sama 100×.
.
.
.
.
Beberapa Menit Kemudian
Setelah melakukan latihan terakhir, Naruto kembali ke Apartemennya, lalu melihat Jam. Tidak di sangka dirinya berlatih sudah Dua Jam lamanya, masih ada waktu Setengah Jam lagi, waktunya masuk Akademi. Melangkah ke kamar mandi, untuk membersihkan seluruh badannya yang lengket, sekaligus mencuci Kaos pemberatnya untuk di pakai kembali. Beruntung bahan Kaos pemberat pemberian Jiraya, mudah kering. Terbukti saat dirinya berjalan pulang dan tiba di Apartemennya Kaos pemberatnya yang tadi basah akibat keringat, sudah kering. Membuat memudahkan dirinya.
Beberapa Menit. Naruto keluar dari Apartemen nya, setelah membersihkan badannya. Dirinya sekarang sudah terbiasa dengan pemberat yang ada di Badannya..walau saat ini ke adaan tubuhnya terbilang lemah dari Hari-Hari biasanya, karena tubuhnya masih lemas, setelah berlatih tadi. Termasuk Kaos pemberatnya yang saat ini ia pakai, karena sudah kering setelah di cuci.
"Hahh..baiklah, saatnya berangkat!" Ucap Naruto di depan Pintu Apartemen, dengan pakaian Baju sebatas atas perut bersaku, berwarna Merah gelap yang membalut Kaos Pemberat yang melekat di badannya. Memakai celana Chunin standar berwarna Hitam.( Seperti Pakaian 'Dan' Anime Bakugan, kalau tidak salah) menggerakan ke Dua Kakinya melangkah menuju Akademi Ninja. Mungkin Naruko sudah berangkat, pikir Naruto tidak mendapatkan balasan dari Naruko. Saat dirinya memanggil, mengetuk pintu Apartemennya. Dan melangkah kembali yang tadi terhenti.
•
Di jalan setapak Konoha, terlihat beberapa Orang berlalu lalang mencari kesibukannya masing-masing..dengan sang Raja Siang perlahan naik ke atas. Sesekali Anak kecil terlihat berlarian, menikmatai masa Kecil nya, di balik Dunia Ninja yang kejam.
Terlihat Empat Ninja dengan pangkat berbeda, Satu Chunin dan Tiga Genin sedang berjalan dengan tenang, di lihat dari jumlah dan Satu Jounin pebimbing yang memimpin jalan menuju Gerbang Konoha dengan ke Tiga Muridnya yang satu bergender Perempuan bercepol dua berpakaian Cina, di samping Kanan Perempuan bercepol dua itu, seorang Laki-Laki berwajah datar dengan Mata Khas Klan Hyuuga. Berbeda dari kedua Rekan se-Timnya yang tenang dari wajah mereka, Laki-Laki bermodel sama dengan Guru Pebimbingnya ini terlihat bersemangat.
"Aku peringatkan, Fokuslah pada Misi keluar Desa ini. Jangan segan atas apa tindakan kalian nanti, kalau ragu-ragu, mungkin nyawa kalian menjadi taruhannya. Karena Misi kali ini sedikit berbeda dari Misi-Misi keluar Desa kalian jalankan, Oke!... Murid-Muridku!" Ujar Jounin pebimbing itu yang bergaya rambut mangkok mengkilap. Dengan suara bersemangat tapi memperingati, sekaligus menghadap ke Tiga Muridnya tidak lupa Gigi yang mencling bersinar saat nyengir dibarengi mengacungkan Jempol ke arah Muridnya.
Ke Tiga Muridnya hanya mengangguk serius memasukan perkataan Gurunya ke Otak mereka masing-masing, walau di sampaikan terlihat tidak serius dari pandangan Mata. Tapi Ke Tiga Genin itu mengerti mana yang bercanda atau tidak dari perkataan Jounin itu.
"Oke!, Guy-sensei!" Genin bergaya Rambut sama dengan Pebimbing Jounin itu, dengan semangat. Bernama depan Lee
Masih berjalan dengan tenang Mata Perak nya menatap datar ke depan. Melihat Orang-Orang yang sesekali melewatinya.
Tidak lama Matanya menajam melihat Ninja berpangkat sama menurut perkiraannya, yang tidak jauh darinya. Sedang berjalan ke arah nya, berpakaian Baju se atas perut yang tidak di kancing...bersaku berwarna Merah gelap. Yang membalut Kaos Hitam berjaring, dengan Hitei-ate berwarna Hitam yang di pasang di lengan kanan nya, alias kita kenal Naruto. Terlihat berjalan seperti membawa sesuatu yang berat.
"Kenapa berjalannya, aneh sekali?"Ujarnya pelan. Yang masih terdengar oleh ke Dua Rekan dan Guru Chunin pebimbingnya yang bernama Guy.
"Apa maksudmu, Neji?"Tanya Guy sedikit heran, menengok ke arah orang bernama Neji. Di timpal anggukan oleh ke Dua Rekannya yang menatap ke arahnya. Karena, tidak biasanya seorang Hyuuga Neji berkomentar. Kecuali menurut dirinya menarik di Matanya.
Neji hanya menunjuk mengisyaratkan dengan lirikan Mata. Karena Naruto yang di bicarakan olehnya sudah ada di samping kiri dan melangkah melewatinya. Di iringi pendengarannya menangkap suara sebuah retakan, mungkin Orang yang tidak teliti, suara retakan itu tidak di ketahui.
Guy, Lee dan Perempuan bercepol dua itu yang bernama Tenten. Mengikuti arah Lirikan Neji. Guy menatap dalam punggung Naruto yang di lirik Neji tadi melewati Timnya.
Mata nya membulat saat Matanya tidak sengaja menatap langkah pijakan Naruto yang retak.
'Retak?'.
Mengikuti jejak pijakannya. Dugaannya tepat seperti di pikirannya, bekas Pijakan Naruto retak. Membalikan badannya dan dirinya melihat jejak kaki yang retak. Membuat dirinya penasaran. Siapa Naruto sebenarnya.
"Lihat, bekas pijkannya."
Ketiga Genin itu mengikuti perkataan Guy dan detik berikutnya, Guy melihat reaksi Kaget dari Ke Tiga Muridnya yang melihat jejak pijakan Naruto tadi. 'Pijakan nya retak, siapa dia sebenarnya?' Rata-rata ketiga Batinan Genin itu penasaran. Apalagi Lee mematung memandang bekas pijakan Naruto.
"Sudahlah, kita Fokus ke Misi yang kita jalankan!" Guy coba mendapatkan perhatian ke Tiga Genin Muridnya. Tidak lama Tim Guy sampai di Gerbang Konoha dan menjalankan Misi yang di emban Timnya.
Di dalam bangunan Akademi. Naruto yang baru tiba di depan Pintu masuk kelasnya di buat heran, biasanya selalu terdengar suara keributan di dalam kelas nya dari luar. Tapi sekarang berbeda. Tanpa ingin membuang banyak waktu Naruto membuka Pintu itu dan baru akan melangkah masuk dirinya mendengar suara familiar.
"Hai!, Naruto-kun. Kau terlambat!" Terlihat Naruko menyapanya, dan apa terlambat katanya, pikir Naruto .
"Terlambat, maksudmu?" . " Dan kenapa hanya kau, Sakura dan si Muka tembok itu di dalam kelas ini, mana yang lainnya!?" Naruto mengedar pandangannya hanya melihat Sakura, Naruko dan Sasuke.
'Atau jangan-jangan-' Dirinya teringat Kepada Jam weker dirinya sudah lama Mati ke habisan baterai Dua Hari lalu. 'Sigh!, Jam weker sialan!' Kesal Naruto, terlihat di wajah nya yang menekuk.
"Ya, semua teman kita sudah di jemput oleh Sensei, masing-masing. Kecuali Tim 7 ini belum di Jemput." Balas Naruko.
"Hmm..tadi ada Sensei, menyuruhmu ke atas dekat Patung wajah Hokage, dan kau Masuk ke Tim 13." Tambah Naruko. Sakura hanya diam memandang Naruto dalam. Sasuke diam menutup matanya. Naruto melangkah keluar tanpa pamitan atau apa. Membuat Naruko kesal atas kelakuan Naruto yang tidak berubah itu. Sakura pun sedikit kesal terlihat perempatan siku-siku di jidat lebarnya melihat Naruto yang menyelonong pergi.
Angin lembut menerpanya saat tiba dekat Patung Pahatan Wajah Hokage. Membuat rambut Hitamnya bergerak. Sesekali Mata nya melihat Burung-Burung yang terbang di atas Pohon-Pohon.
Mengedar pandangannya untuk mencari Jounin Pebimbing nya, yang kata Naruko menunggunya di sekitar ini.
"Hai!"
Tiba-tiba pendengarannya mendengar suara panggilan. Seraya menengok ke Kiri dan mengedarkan pandangannya. Tidak lama dirinya melihat Sosok Jounin pebimbingnya yang memakai Kaca Mata, menurut tebakannya. Yang saat ini sedang duduk di atas dahan Pohon dekat Patung pahatan Wajah Hokage Kedua.
"Ano...apa kau Jounin pebimbing Tim 13?" Tanya Naruto, setelah tiba di hadapan Jounin berkaca Mata itu yang baru turun dari atas Dahan Pohon.
"Benar, aku Jounin pebimbing dalam Tim 13 ini." . "Pertama, perkenalkan dirimu, contoh Nama ku, Aoba Yamashiro~...panggil Aob saja. Makan kesukaan ku hmm..Yamaimo. Umur ku 34 Tahun. Ketidak kesukaan ku, itu tidak penting. Cita-citaku kau tidak perlu tahu." Ujar Aob.
Naruto mengangguk."Namaku Naruto, makanan kesukaan ku, Tidak ada. Umur ku 13 Tahun. Ketidak kesukaan ku. Itu tidak penting. Cita-cita ku kau tidak perlu tahu." Ucap Naruto memperkenalkan diri.
"Baiklah, ikut aku!" Aoba berjalan melewati Naruto. Naruto hanya berjalan mengikuti Jounin Pebimbing itu sekaligus Sensei dalam Tim ini, dari belakang.
•
Tidak lama Naruto dan Aoba tiba di sebuah padang Rumput lumayan luas yang di kelilingi Pohon-Pohon lebat.
'Tidak, menyangka ada tempat seperti ini. Tapi sayang tempat ini di buat tempat Latihan.' Batin Naruto saat memandang sekitarnya memandang hamparan rerumputan hijau, bagus untuk tempat beristirahat. Apalagi angin yang selalu menghembus yang menggelitik sarap kulit nya. Menambah kenyamanan untuk selalu ingin di tempat ini.
Aoba menghadap Naruto, setelah berjalan ke tengah-tengah Padang Rumput.
"Baik. Karena hanya satu Anggota di Tim ini. Jadi syarat tes tidak pantasnya kau jadi Genin Konoha, sedikit berbeda dengan Tim lain."
"Memang syaratnya apa kalau Anggota Tim nya lengkap, Sensei!" Ujar Naruto menatap Aoba penasaran.
"Kerja sama Tim!" Aoba memberitahukan dengan cepat dan padat. Sekaligus mengetes Otok Genin didikannya ini.
Otak Naruto setelah mendengar perkataan Aoba langsung merespon, mengerti dan menganggukan kepalanya. Karena memang sudah mengerti tentang Kerja sama Tim dari Jiraya pada waktu itu... Saat beristirahat di gubug reod dalam Hutan.
'Sepertinya dia sedikit cerdas.' Batin Aoba mengetahui reaksi dari raut Naruto dan sedikit Heran saat pandangannya menangkap gerakan Naruto seperti sedikit Kaku.
"Dan sekarang aku akan mengetes mu...serang aku dengan semua kemampuanmu. Dan usahakan kau menyarangkan sebuah Tiga pukulan di badan ku." Ucap Aoba memberitahu tes nya kali ini..
"Jadi, aku harus menyarangkan Tiga pukulan atau lebih di badan Sensei!" Naruto meyimpulkan.
"Ya!" Aoba mengangguk membenarkan. "Baik. Siap!" Ucap Aoba akan memulai tes ini.
Naruto mempersiapkan posisi bertarung, dengan tangan kanan merogoh kantung Senjatanya. Saat mendengar kata akan memulai, dari Aoba.
"Satu, Dua...Tiga!" Dengan cepat Naruto melompat ke belakang, seraya mengambil Kunai yang di tempelkan Kertas Peledak dan melesatkan ke arah Aoba.
Tap!
Mendarat lumayan jauh dari tempat ia berdiri tadi dengan melakukan Satu Handsel.
'Kai!'.
BOM!
Ledakan besar di depannya. Membuat rambutnya berkibar, akibat hempasan angin dari efek ledakan itu.
Naruto membalik kan diri dengan susah payah. Mengambil Kunai dari kantong Senjatanya. Saat merasakan keberadaan Hawa ke hadiran kehidupan.(Aoba).
TRNK!
"Untuk permulaan, dan kegesitan. Cukup bagus!" Ucap Aoba membetulkan kaca Matanya yang melorot, saat tebasannya di tahan oleh Naruto.
'Susah juga, bergerak membawa berat 600Kg.'Batin Naruto mengayunkan Kaki kanan nya ke Dua Kaki Aob.
Tapi di tahan dengan Mudah oleh Aoba. Naruto meloncat ke belakang menjaga jarak dengan Aoba.
"Hanya seginikah, kemampuan mu. Naru-"
Dengan menumpukan kekuatannya pada kedua kakinya. Naruto dengan sedikit Chakra. Walau pemberat 600Kg di badannya. Dirinya tidak akan diam saja karena itu.
WHUSS!
Bergerak dengan cepat ke arah Aoba. Hanya blur hitam kalau di lihat.
Aoba tidak melanjutkan Ucapannya, karena kaget atas kecepatan Genin didik nya. Dari biodata yang dirinya baca tentang Naruto, tidak mencamtumkan kalau Naruto. Mempunyai kecepatan setara dengan Chunin.
BUM!
Naruto menghantamkan tumit kaki kananya ke arah Aoba, yang tidak bergerak dari tempat.
Di tengah-tengah padang Rumput yang tidak terlalu luas di kelilingi Pepohonan yang lebat. Sebuah kepulan debu tebal yang membungbung tinggi sekitar 6 Meter. Terlihat terdapat sulet hitam Orang yang berdiri di balik debu yang berterbangan itu.
"Hahh...Ahhku b-benci Jurus shahheperti ini.." Terdengar sebuah umpatan terdengar tidak jelas.
Sekali hembusan Angin, perlahan kepulan debu itu menghilang. Memperlihatkan Naruto dengan nafas yang sedikit memburu. Di depannya terdapat sebuah batang Kayu yang hancur menjadi beberapa bagian. Menyeringai.
'Lumayan juga gerakanku!' Batin Naruto malah mengomentari dirinya sendiri. Berarti badannya mulai terbiasa dengan pemberat seberat 600Kg. Menarik nafas dalam dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Sensei pebimbing nya.
•
Tidak jauh dari Naruto berdiri, tepatnya di balik salah satu Pohon. Aoba yang sedang bersembunyi, mengintip Naruto dari balik Pohon di hadapannya. Dengan keringat dingin.
'Kalau saja berniat menahan serangan tadi. Mungkin Tulang Tanganku akan patah!' Batin Aoba berkeringat dingin. Melirik tempat awal Naruto berada sebelum melancarkan serangannya. Ia melihat retakan Tanah seperti sarang Laba-Laba.
Tapi di Pikirannya saat ini ada yang mengganjal. Ia melihat gerakan Naruto seperti ada yang menghalangi-
'Jangan-Jangan!' Kalau benar apa yang di pikirannya. Kalau Naruto memakai pemberat, dirinya akan mengecek. Seraya berdiri bersiap memulai kembali Tes ini.
"Konoha!, Senpuu!"
Mata nya bergetar mendengar suara familiar saat ini di belakang. Badan nya berbalik, merespon bahaya yang datang dan tepat berbalik ia hanya melihat sebuah Kaki kanan yang ke arahnya.
BLAR!
Pohon yang tadi tempat untuk dirinya bersembunyi, roboh. Akibat hantaman tendangan Naruto.
'Baiklah, bagaimana kalau seperti ini!' Aoba selesai merangkai Handseal, setelah menghindari tendangan Naruto dengan Jongkok.
'Sazengarasu no Jutsu!'
Tiba-tiba keluar Gagak dari balik punggung Aoba yang saat ini sedang Jongkok. Terlihat lama-kelamaan Gagak seperti bertambah banyak, yang mengerubungi Naruto.
Naruto mempersiapkan dirinya untuk menahan serangan dari penjuru arah. Saat Gagak-Gagak mengerubungi dirinya. Membuat pandangannya terganggu, karena Gagak-Gagak yang terbang bulak-balik di sekitarnya.
DREB!
Menangkis sebuah tinjuan yang tiba-tiba dari arah Kanan dirinya. Iris Hitamnya bergerak liar menatap ke penjuru arah. Sesekali rambut Hitamnya berkibar saat Gagak-Gagak terbang sangat dekat dengannya. Matanya menyipit, melihat tinjuan dari depan.
Whuss..
Memiringkan kepalanya ke Kiri, menghindari tinjuan itu. Seraya dirinya mengayunkan Kaki Kanan nya ke arah datangnya tinjuan tadi.
DRB! . DRB! . WHUSS! . DRB! . WHUSS..
Menendang, berputar, menyikut dan meninju, Naruto lakukan dengan tenaga Maksimal menyerang Jounin pebimbing nya. Walau Stamina nya perlahan turun drastis. Karena menggunakan tenaga penuh, apalagi. Pemberat seberat 600Kg di Badannya..membuat Stamina nya terkuras hingga kelimit sedikit. Tapi memang itu tujuan nya. Membuat Stamina nya terkuras habis. Yang bagus untuk latihan mengetes seberapa kuat tubuhnya bertahan dalam pertarungan.
Walau saat ini dalam Tes, bukan Latihan. Dirinya tidak ambil pusing, terus adu Taijutsu dengan Aoba...toh..Persyaratan tesnya hanya harus menyarangkan sebuah Tiga pukulan di badan, Jounin pebimbingnya.
Aoba pun sama, meninju, melompat menghantamkan tumit, berputar menendang. Menghindar. Dirinya lakukan. Walau sebenarnya, dirinya kewalahan mengimbangi Taijutsu Naruto yang bisa di bilang 'Bagus' dalam Taijutsu. Karena memang dirinya bukan Ninja Tipe jarak dekat. Dan sepertinya Biodata tentang Naruto yang ia baca, rupanya salah. Di biodata tersebut berkata, Naruto hanya sedikit mengetahui Taijutsu dan yang ia tahu Naruto itu Murid Akademi yang terlemah dari seluruh Murid Akademi se angkatannya. Karena Chakra nya yang sangat sedikit dari Ninja pada Umumnya.
Tapi yang di lihat dan dirasakannya saat ini di sela-sela bergelut Taijutsu dengan Naruto. Ia berpendapat Naruto sepertinya 'tahu' tentang teori-teori Taijutsu, terbukti saat menghindar, menyerang ke arahnya dengan gerakan...membuat dirinya harus pintar-pintar menahan dan menghindari serangannya, karena kalau tidak bisa, mungkin beberapa bagian Tubuhnya saat ini sudah memar-memar akibat menahan tinjuan Naruto. Yang setiap dirinya tangkis dan menahannya ia merasakan lama-kelamaan merasakan sakit di bagian tertentu, apalagi di bagian tangannya saat ini sudah mulai sakit karena selalu menahan hantaman tumit Kaki Naruto. Dan hantaman Sikut dari Naruto.
Sebenarnya dirinya saat membaca biodata Naruto. Ia berfikir Negatif tentang hal itu, karena dirinya merasa malu mendapatkan Murid yang tidak bisa Ninjutsu. Tapi dirinya harus membuang pikiran itu saat ini. Karena sudah melihat bagaimana kemampuan Naruto, (Walau tidak sepenuhnya) tapi sudah membuktikan kalau Naruto cukup hebat untuk menjadi Ninja Konoha.
'Ugh!' Aoba meringis merasakan rasa sakitnya bertambah di bagian Tangannya. Dan memiringkan kepalanya ke Kanan, menghindari sebuah tinjuan dari Naruto.
Tapi detik berikutnya dirinya merasakan kalau Tubuhnya kehilangan keseimbangan. Karena Naruto menendang Kedua Kakinya.
Naruto menyeringai.
Mengangkan kakinya ke atas.
BUM!
Tanpa pikir panjang kalau Aoba akan terluka fatal kalau tidak menghindari serangannya. Naruto menginjak Dada Aoba dengan tenaga penuh...plus Berat pemberat di tubuhnya mendukung untuk menambah daya hancurnya. Dan ketahuilah sifatnya, kalau sudah terbawa dalam larutnya suasana apa saja. Biasanya Naruto tidak akan segan-segan. Contoh, seperti hal tadi. Naruto terbawa suasana dalam bergelut Taijutsu dengan Sensei nya.
"Hahh..!" Aoba menghela nafas berat menstabilkan nafas nya yang sedikit memburu, dengan posisi berlutut. Setelah menghindari Injakan bertenaga dari Naruto dengan Berguling ke samping Kanan. Dapat ia lihat Tanah yang tak bersalah hancur akibat injakan Naruto.
"Berhenti!" Aoba bersuara sedikit keras. Saat melihat Naruto yang berniat menyerangnya lagi.
Naruto yang berniat Menyerang kembali. Mengurungkan Niatnya, dan menatap heran Sensei nya. Dengan keringat bercucuran, nafas memburu, terlihat raut Kelelahan di Wajah Naruto.
Berdiri, seraya membetulkan Kaca Matanya yang melorot dan menghadap Naruto.
"Tes, selesai dan kau lulus...!. Selamat telah resmi menjadi Genin Konoha!" Ucap Aoba tersenyum berjalan ke arah Naruto yang masih berusaha menstabilkan nafas nya yang memburu.
Menghela nafas berat saat melihat tidak ada ekspresi senang di wajah Muridnya.
"Baiklah. Besok Pagi Jam Delapan datanglah ke sini!" Ucap lagi Aoba di depan Naruto. Sebelum pergi dengan Shunshin nya.
BRAK!
Tepat Aoba menghilang, Naruto menjatuhkan badannya ke permukaan Tanah berumput. Hahh...pasti, saat bangun besok. Tubuhku terasa remuk. Pikir Naruto sebelum menutup Matanya pingsan di iringi hembusan Angin menerpanya. Hitamnya bergerak.
Beberapa menit kemudian
"Ugh!" Lengkungan lolos dari mulut Naruto yang terbangun dari pingsannya. Mengerjapkan Matanya untuk memperjelas penglihatannya. Tepat saat memposisikan badannya duduk dirinya merasakan Nyeri dan Kaku. Mematah-matahkan lehernya ke Kiri dan ke Kanan, dan perlahan berdiri dengan sempoyongan. Pemberat di badannya terasa berat sekali dari biasanya.
Menggerakan Kepalanya ke segala arah. Melihat Matahari yang akan tenggelam, yang menandakan akan segera Malam.
'Berapa lama~..aku pingsan!' Batin Naruto lemas. Perlahan melangkah kan kakinya pergi. Menuju Desa Konoha atau lebih tepatnya ke Apartemen nya.
•
•
•
•
•
~_To. Be. Continued_~
A/N : tidak banyak perubahan. Author hanya menghapus scean Bobo- (yang baca pasti tau).
Next chapter 4
